Keamanan Data di Indonesia Dipertanyakan, Sosok “Bjorka” Jadi Kecaman

Penulis Adinda Shafa Afriasti; Editor Syaifa Zuhrina

Ilustrasi peretas. (Pexels/Pete Linforth)

Belum padam mengenai kabar kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM), Indonesia kembali mendapat kabar yang berhasil menjadi buah bibir masyarakat dengan kehadiran Bjorka, sosok peretas terhadap sejumlah situs pemerintah serta berhasil melakukan aksi penyebaran data warga dan beberapa pejabat publik yang dipublikasikannya tanpa izin (doxing) melalui Telegram.

Seperti yang diketahui, Bjorka mulanya menjadi bahan perbincangan di Twitter karena “mengklaim” berhasil membocorkan data yang diduga milik Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), data rahasia milik Presiden Jokowi, hingga mengungkap identitas yang diduga pembunuh Munir.

Bukan hanya itu saja, Bjorka pun diketahui melakukan aksi ini terhadap beberapa tokoh seperti Puan Maharani, Denny Siregar, Tito Karnavian, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Listyo Sigit Prabowo.

Selang beberapa waktu, akunnya ditangguhkan oleh Twitter. Namun, Bjorka seolah tak pernah menyerah, melalui laman Twitternya, ia bahkan mengancam pihak Twitter dan juga mengancam akan membongkar rahasia-rahasia lainnya milik pemerintah Indonesia.

Penangkapan MAH, Pemuda yang Diduga Bjorka

Dalam menanggapi kasus ini, pemerintah Indonesia berusaha mengungkap dalang di balik sosok “Bjorka” tersebut, hingga akhirnya terdapat laporan dari Drack Tracker pada Kamis (8/9) dengan menampilkan peta perjalanan dari data yang bocor.

Hingga pada Rabu (14/9), Tim Cyber Mabes Polri mengamankan seorang pemuda berinisial MAH, pemuda asal Madiun yang diduga adalah Bjorka.

MAH dibawa ke Mapolsek Dagangan, lalu diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di Mabes Polri. Pada Jumat (16/9), MAH dipulangkan dan tak berselang lama dari kepulangannya, ia ditetapkan sebagai tersangka.

Saat ini, MAH dijerat pasal UU ITE karena keterlibatannya dalam kasus Bjorka dengan menjual akun Telegramnya kepada sang peretas. Meski MAH telah ditetapkan sebagai tersangka, ia tidak ditahan melainkan hanya diwajibkan untuk melapor seminggu dua kali yakni pada Senin dan Kamis ke kantor Sat Reskim Polres Madiun.

Bahasa pemrograman. (Pexels/Pixabay)

Tepatkah Langkah Pemerintah Mengatasi Persoalan Ini?

Setelah mencuatnya kasus Bjorka ke permukaan elemen masyarakat, tentu pemerintah dengan gencar memburu sosoknya. Bahkan dengan cepatnya, Pemerintah membentuk tim khusus yang terdiri atas Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementrian Kominfo, Polri, dan BIN.

Namun, rasanya terdapat hal krusial yang dilupakan oleh pemerintah Indonesia dalam menangani kasus ini. Alih-alih memperbaiki sistem keamanan data di Indonesia, mereka justru seolah “kebakaran jenggot” dengan misinya untuk membongkar dalang di balik sosok Bjorka tanpa meninjau lebih jauh akibat dari keputusan tersebut.

Padahal dengan membongkar sosok Bjorka dan berhasil menangkapnya, hal itu tidak akan menjamin apa-apa. Justru, tak menutup kemungkinan akan hadir para Bjorka lainnya selama pemerintah Indonesia tidak memperbaiki kualitas keamanan sibernya sendiri.

Di sisi lain, kegencaran pemerintah membongkar sosok peretas tersebut, justru menunjukkan kehebatan Bjorka sekaligus menunjukkan betapa buruknya sistem keamanan siber negara ini.

MAH, seorang penjual es asal Madiun dengan keterbatasan ekonomi yang kemudian diduga sebagai Bjorka, tentunya menimbulkan pertanyaan, apakah memang benar MAH adalah kaki tangan Bjorka atau hanya buaian semata?

Siapa nama selanjutnya yang akan muncul dan dituding sebagai Bjorka? Apakah tuduhan atas dalang di balik sosok Bjorka bisa mengenai siapapun dengan tanpa alasan yang kuat seperti yang terjadi kepada MAH yang namanya dibocorkan sebagai Bjorka hanya karena informasi dari Drack Tracker?

Dari kasus ini, pemerintah seharusnya tidak boleh melupakan hal inti yang seharusnya lebih diperhatikan, yaitu mengenai kualitas keamanan data di Indonesia.


16 Komentar

woodoku · September 21, 2022 pada 4:58 pm

Pemerintah membentuk tim khusus yang terdiri atas Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kementrian Kominfo, Polri, dan BIN.

바카라 · September 22, 2022 pada 11:58 am

놀다 바카라 지금 온라인으로 라이브하고 놀라운 보너스를 받으세요

jerrell emard · September 22, 2022 pada 4:38 pm

Page365 is a multi-service platform that can improve and help any online live selling
busines. Are you an owner that do dropshipping business? Or
selling on shopee? Targeting Advertising using facebook ads?
Are you an aspiring business owner that is looking for good business idea?
Visit Page365 now!

bennett · September 23, 2022 pada 2:19 pm

놀다 바카라 지금 온라인으로 라이브하고 놀라운 보너스를 받으세요

Jntzinodetero · September 24, 2022 pada 3:50 pm

tadalafil dapoxetine tadalafil generic availability sildenafil tadalafil

EcxzBlaks · September 26, 2022 pada 1:06 am

canadian cialis reviews where to buy cialis over the counter cialis blood pressure

Andra · September 28, 2022 pada 7:48 pm

Semoga para penegak hukum lebih cermat dalam menghadapi masalah yang sangat riskan seperti ini.

Дом дракона · September 29, 2022 pada 7:12 am

Дом дракона Дом
Дракона

Jynmninodetero · September 29, 2022 pada 4:26 pm

metformin temperature storage metformin liver damage metformin nurofen

The Basic Rules Of Craps · September 30, 2022 pada 5:13 pm

A very awesome blog post. We are really grateful for your blog post. You will find a lot of approaches after visiting your post.
The Basic Rules Of Craps

facebook ads · September 30, 2022 pada 5:15 pm

Page365 is a multi-service platform that can improve and help any online live selling busines. Are you an owner that do dropshipping business? Or selling on shopee? Want to promote marketing using facebook ads? Are you an aspiring business owner that is looking for good business idea? Visit Page365 now!

Катастрофы · Oktober 1, 2022 pada 5:01 pm

Катастрофы

site · Oktober 2, 2022 pada 7:02 am

site

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.