Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan: Perlindungan Harus Ditingkatkan

Oleh Amelia Putri; Editor Farhan Mukhatami dan Tiara De Silvanita

Aksi Kamisan 706 sekaligus memperingati 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) 2021 di depan Gedung DPR RI, Kamis, (25/11).
Sumber: XR Bekasi – Ivansiholjonathan

Kasus kekerasan terhadap kaum hawa marak terjadi hingga saat ini. Sasaran kekerasan terhadap wanita yang tidak memandang kriteria tentu membuat was-was setiap wanita.

Dilansir dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) terdapat sebanyak 24.325 kasus kekerasan terhadap perempuan (2019-2020).  

Pada 25 November dikenal sebagai Peringatan Hari Internasional untuk menghentikan kasus kekerasan perempuan. Salah satu perempuan hebat di balik kasus kekerasan tersebut ialah  Mirabal bersaudara yang meninggal akibat pembunuhan keji akibat menyuarakan Hak Asasi Manusia (HAM)  setiap perempuan di dunia.

Perempuan seringkali dijadikan objek “kepuasaan” dengan merusak bahkan membahayakan nyawa mereka. Terlebih lagi di zaman sekarang pelaku kekerasan seksual menyalahkan korban dengan dalih “pakaian korban yang mengundang”.

Lalu apa yang harus dilakukan pemerintah dan kita sebagai warga masyarakat untuk menekan kekerasan terhadap perempuan?

Keterlibatan Komisi Nasional (Komnas) Perempuan menjadi langkah awal untuk inisiator dan fasilitator yang berperan mencegah dan menghapus kekerasan pada perempuan. Hal ini yang menjadikan lahirnya kampanye Internasional  16 Hari Anti Kekerasan Terhadap perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence), untuk menyuarakan setiap hak perempuan, menggalang solidaritas diantara perempuan, serta mengajak semua orang turut terlibat aktif dalam melindungi perempuan.

Di pilihnya 16 hari agar pemerintah, aktivis HAM Perempuan, dan masyarakat cukup waktu guna menyusun strategi dalam menekan kasus kekerasan perempuan. Hingga di tanggal 10 Desember yang merupakan hari HAM Internasional bagi organisasi- organisasi di dunia.

Ilustrasi untuk berhenti melakukan kekerasan terhadap perempuan
Sumber: pinterest.com

Di era saat ini  banyak perempuan yang sudah mulai membuka suara demi terciptanya keadilan. Banyak kasus yang mulai terungkap karena adanya pengakuan dari si “korban”, sehingga pelaku dapat diberikan keadilan.

Saatnya kita sebagai masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki untuk seharusnya saling melindungi karena kekerasan tentu tidak dibenarkan dalam bentuk apapun.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.