Festival Budaya 2021, Melestarikan Kebudayaan di Era Digitalisasi

Reporter Amelia Puteri; Editor Elsa Azzahraita

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam memperagakan baju adat tradisional.
Sumber: DNK TV- Amelia Putri

Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi  dan Penyiaran Islam (HMPS) mengadakan acara tahunan Festival Budaya secara hybrid, pada Sabtu (30/10)  Kegiatan bertajuk “Jejak Tak Terbatas, Budaya Tak Terhempas” ini digelar guna menghidupkan kembali kebudayaan Indonesia, terlebih di era globalisasi yang memungkinkan masuknya budaya luar.

Ketua Pelaksana Festival Budaya, Bintang Pramudya mengatakan bahwa pentingnya kebudayaan sebagai solusi dari permasalahan yang ada di era sekarang.

“Melihat komunikasi antarbudaya yang sudah tergerus oleh era globalisasi untuk itu festival budaya ini hadir sebagai solusi dan menjadi ajang untuk melestarikan budaya,” ujar Bintang

Sementara itu, Wakil Dekan III Cecep Castrawijaya mengapresiasi kegiatan ini dan mengatakan bahwa dengan memahami budaya yang berbeda dan akulturasi budaya, maka akan terciptanya sikap saling menghormati.

“Kita memahami betul bahwa masing-masing wilayah daerah memiliki budaya yang berbeda tetapi tatkala terjadinya akulturasi budaya tentu bagaimanapun penting nya memiliki sikap toleransi budaya.” ucapnya.

Festival Budaya dimeriahkan dengan berbagai penampilan menarik dari mahasiswa KPI, Angklung Satria Putra, dan Swara Gembira sekaligus  kegiatan ngobrol bareng seniman (NGOBRAS) yang dihadiri Direktur Swara Gembira Rifan Rahman dengan tema “Ekspresikan Seni, Lestarikan Tradisi di Era Digitalisasi”.

Rifan Rahman yang mencoba mengampanyekan  trend berkain  dengan hastag  #berkaingembira, telah berhasil menggaet anak muda lewat media sosial, sehingga mereka mulai memperhatikan budaya dengan menggunakan produk kain khas  Indonesia.

“Jadi swara gembira selalu melihat trend tapi yang kita ambil adalah bagaimana kita melihat trend yang dikembangkan supaya nafas Indonesia tetap ada,” tutur Rifan.

Selain mengadakan webinar, juga terdapat berbagai perlombaan, seperti lomba poster digital, video tiktok, dan creative video dengan mengangkat tema seputar kebudayaan. Dengan adanya perlombaan tersebut, tentu memberikan dorongan positif kepada anak muda mengingat media sosial banyak digandrungi berbagai pihak.

Penampilan Angklung Satria
Sumber: DNKTV- Amelia Putri

Festival budaya merupakan ajang mahasiswa untuk merealisasikan kecintaannya dalam budaya. Sebagai agent of change, mahasiswa wajib untuk mencintai dan menjaga budaya Indonesia serta tidak meninggalkan apa yang menjadi warisan kebudayaan.

Salah satu Mahasiswa UIN Jakarta yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini, Fatur menuturkan, “Tidak perlu malu untuk memakai pakaian tradisional karena merupakan salah satu cara untuk menghargai para pendahulu,”.


3 Komentar

zortilonrel · November 9, 2021 pada 12:55 pm

I¦ve learn some just right stuff here. Definitely value bookmarking for revisiting. I surprise how a lot effort you set to create the sort of magnificent informative site.

Byron · Desember 23, 2021 pada 7:10 am

There’s certainly a great deal to learn about this topic. I really like all of the points you made.

David Houston · Desember 24, 2021 pada 2:29 am

This page really has all the info I needed about this subject and didnít know who to ask.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.