Eksistensi Mahasiswa dalam Gerakan Lingkungan dan Kesiapsiagaan Bencana

Reporter Zakiah Umairah; Editor Belva Carolina

Bukf»er Sallif)if 
• —en-finaran 
si"d dalqm 
Sera 
kunggn
Diskusi interaktif sedang berlangsung dihadiri oleh narasumber beserta moderator. (Dok. Kegiatan Diskusi Interaktif dari KMPLHK Ranita UIN Jakarta)

Memburuknya kondisi bumi saat ini mendorong masyarakat untuk bergotong royong dalam memulihkannya kembali. Dalam memperingati Hari Bumi dan Hari Kesiapsiagaan Bencana pada April lalu, KMPLHK Ranita UIN Jakarta menggelar diskusi interaktif bersama narasumber yaitu Climate Rangers, Fathan Mubina dan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa, Achmad Lukman yang bertajuk “Peran Mahasiswa dalam Gerakan Lingkungan dan Kebencanaan”, pada Jumat (22/04) bertempat di Aula Madya UIN Jakarta.

Diskusi tersebut didasari oleh peran mahasiswa sebagai agent of change agar dapat berkontribusi dalam membangun gerakan lingkungan dan kebencanaan di Indonesia.

Segala bentuk kekayaan yang ada di bumi ini merupakan tanggung jawab masyarakat di seluruh dunia. Peringatan Hari Bumi ini menurut Climate Rangers, Fathan Mubina dapat menjadi momentum untuk kembali menyadarkan masyarakat. Peran pemuda harus saling berkontribusi untuk bahu membahu meningkatkan kualitas bumi sehingga perbuatan manusia yang merusak bumi dapat segera dituntaskan. Adanya kesempatan ini pun dapat menjadi evaluasi bagi seluruh masyarakat untuk membuat agenda tahunan mengenai target spesifik dalam perubahan lingkungan.

“Mahasiswa perlu terlibat aktif dalam forum-forum besar untuk menyampaikan gagasan-gagasan perubahan yang relevan dengan lingkungan dan masyarakat,” ucap Fathan.

Save the planet concept Free Vector
Ilustrasi masyarakat bahu membahu menjaga bumi. (Freepik.com/@Freepik)

Pembahasan mengenai peran mahasiswa dalam kegiatan sosial ini akan selalu dikaitkan dengan upaya membawa perubahan yang nantinya akan berdampak pada generasi selanjutnya.

“Melalui gerakan kecil tersebut harapannya dapat berbuah menjadi dampak besar yang akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terang DMC DD, Achmad Lukman.

Pada diskusi tersebut, beliau pun setuju terkait partisipasi mahasiswa yang harus ditingkatkan lagi dalam aspek kesiapsiagaan bencana, melalui gerakan kecil untuk membangun suatu hal yang besar dan membuktikan bahwa peran mahasiswa sangatlah besar.

Ketua Umum Ranita 2022, Abdul Jabar memiliki pandangan yang sejalan dilihat dari salah satu inovasinya untuk menyelenggarakan diskusi interaktif tersebut untuk membentuk wadah bagi masyarakat. Dengan begitu, setiap kegiatan yang akan direncanakan akan saling bersinergi dan meluas bagi para penggiat lingkungan dan kebencaaan dengan harapan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.