Keindahan Telaga Saat yang sedang Hits di Puncak Bogor

Keindahan Telaga Saat yang sedang Hits di Puncak Bogor

Syafitri Rahmanda

Situ Telaga Saat, sumber Instagram @iyanoh_

Kawasan Puncak Bogor memang sudah menjadi salah satu destinasi wisata favorit, khususnya para masyarakat Jabodetabek di akhir pekan. Selain udaranya yang sejuk, pemandangannya yang hijau juga menjadi alasan setiap para pengunjung disini. Tapi tahukah kalian, selain pemandangan kebun teh, Puncak juga punya situ telaga dengan view tebaik loh! Nama tempatnya adalah Telaga Saat. Penasaran seperti apa view disana? Tenang saja, Exposiana kali ini akan memperlihatkan seperti apa sih keindahan Telaga Saat, yuk disimak!

Spot foto favorit, sumber Instagram @emliafadilah

Telaga Saat yang berlokasi di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor ini merupakan titik nol dari Sungai Ciliwung. Telaga ini juga mempunyai legenda yang konon katanya tempat ini merupakan jebakan yang dibuat untuk menjebak para penunggang kuda dari Prabu Kian Santang agar terperosok saat mengejar Raja Pajajaran, karena itu, air di telaga ini mempunyai bau yang berbeda yaitu bau air seni kuda.

Foto prewed di Telaga Saat, Sumber Instagram @anaaan17

Karena posisinya yang tersembunyi di balik perbukitan, pengunjungnya pun tidak terlalu ramai sehingga lebih tenang dan nyaman ketika berada disini. Viewnya yang instagramable juga cocok banget buat kamu yang mau ngonten! Jika kamu suka view dengan bukit yang terlhat jelas, kamu bisa datang siang hari. Namun, jika kamu suka view dengan langit berkabut, kamu bisa berkunjung sore hari saat kabut sedang turun, tapi jangan datang terlalu sore ya karena telaga ini hanya buka sampai jam 6 saja exposer.

View Telaga Saat dari atas, sumber Instagram @estpr

Untuk sampai disini, kamu bisa menggunakan motor ataupun mobil. Karena jalur menuju telaganya yang terjal, jadi jangan lupa memastikan kondisi kendaraanmu sedang baik ya! Dengan harga tiket masuk sekitar Rp. 20.000 kamu sudah bisa berkunjung ke Telaga Saat dan Telaga Warna yang masih di satu kawasan.

Gimana exposer, sudah tertarik untuk berkunjung kesini? Jika ingn mencari udara segar dan mencari ketenangan dari hiruk pikuk perkotaan, tempat ini merupakan tempat yang paling pas untuk kamu yang ingin refreshing! 

Penginapan Terapung di Indonesia

Penginapan Terapung di Indonesia

Taufik Akbar Harefa

Meninap di hotel yang berdiri diatas laut, mungkin akan menjadi liburan paling menyenangkan. Terlebih merasakan sensasi saat buka pintu langsung disuguhi indahnya laut, dan aromanya yang membuat hawa liburan semakin terasa.

Tapi kalian engga perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk merasakan sensasi yang satu ini. Di Indonesia  juga terdapat beberapa penginapan terapung yang bisa kalian dikunjungi sebagai tujuan wisata.

Buat kalian yang tertarik, berikut beberapa penginapan terapung di Indonesia. Di mana saja, sih? Cekidot!

1. Misool Eco Resort (Raja Ampat)

Banyak masyarakat Indonesia maupun asing yang menjadikan Raja Ampat sebagai tujuan berlibur. Salah satu destinasi terbaik di pulau Raja Ampat adalah dengan mengunjungi Misool Island yang terkenal akan keindahan alam bawah lautnya. Untuk akomodasi, tak usah repot untuk menemukan sebuah Resort yang eco friendly. Resort yang terkenal  dengan nama Missol  Eco Resort adalah sebuah resort yang mengusung konsep ramah lingkungan. Terletak di Kampung Buru, Sorong, Raja Ampat Indonesia.

Misool Eco Resort / marketeers

2. Maratua Paradise Resort (Kalimantan Timur)

Berkunjung ke kepulauan Derawan cobalah menginap di Pulau Maratua. Di sini ada Maratua Paradise Resort yang menyimpan surga dunia terindah di Kalimantan. Berlokasi di Jl. Langoan, Teluk Harapan, Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. 

Keunikan dari resort ini adalah letaknya yang hampir semuanya berada di atas air. Mulai dari kamar untuk menginap, resto, aula, dan beberapa ruangan lainnya. Desain luarnya juga unik, yaitu adanya dermaga sebagai pintu depan resort . Ditambah dengan warna lautnya yang turqoise berpadu dengan warna bangunan yang sebagian besar berwarna coklat.

Maratua Paradise Resort / Halalstyle.com

3. Pulau Cinta Eco Resort (Gorontalo)

Pulau Cinta yang memiliki pesona luar biasa romantis ini terletak di Gorontalo, Sulawesi. Hal menonjol dari pulau ini dibandingkan pulau kecil lain adalah bentuknya. Pulau Cinta ini punya bentuk yang unik yaitu berbentuk love.

Selain memiliki bentuk unik, ternyata pantai di sekeliling pun sangat indah nan eksotis. Dengan kondisi ini, tak heran bila pulau tersebut dijuluki Maldives island Indonesia.

Pulau Cinta Eco Resort / NativeIndonesia.com

4. Ora Beach Resort (Maluku)

Selanjutnya yang tidak kalah juga dari Maldive adalah Ora Beach Resort di Maluku. Berlokasi di Desa Saleman, Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

Pantai yang satu ini dikenal memiliki air yang super tenang dan jernih. Menginap di Ora Beach Resort, dari jendela kamar sudah bisa terlihat laut super jernih dan tampak keindahan berbagai terumbu karang dibawahnya. yang membuat kalian merasakan libur yang sesungguhnya.

Ora Beach Resort  / blog.darmawisataindonesia.co.id

5. Cubadak Resort (Padang)

Penginapan terapung terkhir yang harus kamu kunjungi adalah Cubadak Resort. Mungkin tidak semua orang femiliar dengan penginapan terapung yang satu ini, Pulau Cubadak ini  memiliki segalanya sehingga layak disebut sebagai surga bahari Indonesia. Dengan keindahan alami dilepas pantai Padang ini, menyenangkan untuk anda yang mendamba liburan dengan tenang. Pulau ini terletak di Ampang Pulai, Koto XI Tarusan, Kabupaen Pesisir Selatan, Sumatra Barat.

Keistimewaan pulau Cubadak adalah disekelilingnya ada beberapa teluk, batu, dan tanjung sehingga bagi beberapa wisatawan asing pulau ini di juluki The Paradise of The South.

Cubadak Resort / TripZilla.com

Nah itulah beberapa penginapan terapung di Indonesia. gimana Exposer? Penasaran dengan penginapan terapung yang memanjakan kalian dengan indahnya pantai dan hamparan pasir putihnya kan? Tunggu apalagi ajak teman atau pasanganmu berlibur ke salah satu tempat penginapan diatas yaa..

Faisal Alfansury, Pemuda Perintis Bisnis Dari Sampah

Faisal Alfansury, Pemuda Perintis Bisnis Dari Sampah

Fakih Zuhair

Faisal Alfansury , pendiri Kampung Konservas Rimbun (Dok. DNK TV)

Anak muda identik dengan bersenang-senang, nongkrong, hingga kebebasan berekspresi. Dengan segala waktu yang dimilikinya sampai-sampai banyak orang beranggapan usia muda harus dinikmati karena tidak akan terulang lagi. Namun berbeda dengan Faisal Alfansury, pemuda Tangerang Selatan yang sukses mendalami Agrobisnis.

Di usia yang belum menyentuh kepala 3, Faisal berhasil mencetuskan Kampung Konservasi Rimbun yang berada di Jalan H. Jamat No.13 Kampung Jati, Keluarahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

Awal mula berdirinya Kampung Rimbun sebenarnya adalah salah satu ketidaksengajaan Ka Alfan. Pada 2013, restoran milik sang ayah menumpuk sampahnya akibat tukang sampah yang sedang libur.

Ka Alfan yang melihat peluang ini menawarkan ayahnya untuk mengelola sampah tersebut dengan harga yang sama seperti tukang sampah. Awalnya pun Ka Alfan tidak mengelola sampah tersebut, namun membuangnya jauh di lahan kosong. Lama-kelamaan dirinya sadar hal tersebut salah.

“Awalnya saya tidak mengerti sama sekali ngolah sampah segala macem, saya ambil sampah itu, terus saya buang lagi ke lahan kosong yang jauh, tapi akhirnya di komplain, wah ini gak bener nih, ini sampah harus kita kelola, ini harus kita kelola jadi kompos,”.

Mendirikan agrobisnis juga merupakan hal yang sulit, bahkan menurut Ka Alfan, agrobisnis ini merupakan salah satu bisnis yang paling sulit, apalagi dengan usia yang masih sangat muda.

Entah berapa kali dirinya terpuruk dan berpikir bisnisnya akan berakhir, namun dengan segala semangat dan ikhtiar kepada Allah, tiap kali bisnisnya diambang kegagalan, akan selalu ada jalan yang memudahkan dirinya.

“Biasanya anak muda seumuran saya jauh dengan yang namanya agrobisnis, namun saya malah terjun ke dunia ini, akhirnya karena udah terlanjur jalan, udah punya karyawan juga, sampah juga udah pada terlanjur bayar juga, akhirnya mau gak mau fight terus. Sampai akhirnya berubah hidup saya, punya uang buat belanja, buat beli aset, buat gaji.” Ungkap Ka Alfan.

Akhirnya pada Februari 2016, Kampung Konservasi Rimbun diresmikan, bukan hanya sebagai tempat bisnis Ka Alfan, namun juga sebagai wisata edukasi yang memang sangat jarang ada di wilayah Tanggerang Selatan.

Kampung Rimbun/Konservasi Caping/Ekowisata #Kp.Jati Buaran Tangerang Selatan  - YouTube
Wisata Kampung Konservasi Rimbun (Sumber: YouTube.com/ ketoyshotchannel)

Hingga saat ini, kegiatan yang berjalan di Kampung Konservasi Rimbun ini sangat beragam, dimulai dari memuat kegiatan panen bersama dengan penduduk sekitar, pengolahan limbah sampah, tempat outbound anak, tempat camping anak, hingga adanya “Kampung Inggris” atau pelatihan bahasa Inggris secara non-formal untuk anak usia 4 hingga 15 tahun.

Lewat Kampung Rimbun ini juga Ka Alfan lebih dikenal masyarakat luas, bahkan dirinya mendapat penghargaan Wirausaha Mandiri 2015, dan dari situlah Ka Alfan lebih aktif menjalin kerja sama dengan lebih banyak pihak sampai dengan pemerintah kota Tanggerang Selatan.

5 Tempat Wisata Romantis di Ibu Kota Jakarta

5 Tempat Wisata Romantis di Ibu Kota Jakarta

Taufik Akbar Harefa

Bukan hanya Bali dan Lombok saja yang memiliki destinasi romantis, ditengah hiruk pikuk kota Jakarta ternyata masih menyimpan tempat-tempat romantis yang harus kamu kunjungi bareng pasangaan maupun quality time dengan keluarga.

Berikut beberapa tempat wisata romantis yang terletak di ibu kota Jakarta

1. Jet Sky Café

Jet Ski Cafe Jakarta Utara/ Lazone.id

Bagi kalian penikmat sunset, Jet Sky Café adalah tempat romantis pertama yang harus kalian kunjungi. Restoran dengan view laut yang beralamat di Pantai Muara blok R No. 57 Pluit, Jakarta Utara. Tempat ini digadang-gadang sebagai restoran untuk menikmati sunset terbaik di Jakarta. Oleh karenanya, resotoran ini selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung meskipun letaknya di ujung kota Jakarta.

2. Le Bride

Le Bridge Jakarta Utara/ tfamanasek.com

Malam minggu merupakan waktu yang sangat ditunggu-tunggu oleh pasangan kekasih maupun yang telah mengarungi bahtera rumah tangga. Tak jarang mereka memilih tempat yang benar-benar romantis untuk menikmati hari berdua saja. restoran Le Bridge salah satunya yang bisa kamu jadikan referensi. Tidak hanya menjual keindahan dan nuansa romantisnya, makanan yang disajikan di restoran ini pun sangat juara. Jadi kamu tidak perlu ragu untuk candlenight dinner di resto mewah bernuansa Eropa ini.

3. Kota Tua Jakarta

Kota Tua Jakarta/ lensa.fotokita.net

Momen romantic tidak selalu dengan candlelight dinnerkan ?. untuk mencari suasana baru buat acara jalan-jalan kamu bareng si dia, kamu bisa kunjungi Kota Tua Jakarta. Bangunan colonial peninggalan Belanda ini akan memberikan sensasi berbeda bersama pasangan kamu. Kamu  akan menemukan suasana unik, seperti Art Street, Pertunjukan paraseniman jalanan, museum 3D, hingga mengunjungi beberapa museum yang pastinya bikin jalan-jalan kamu bukan hanya romantis, tapi jadi lebih bermanfaat.

4. GAIA by Oso Ristorante

GAIA by OsoRistoranteThamrin/ thecolourofindonesia.com

Nah buat kalian yang kantongnya lebih tebal, tempat romantis yang satu ini rekomendasi banget buat kalian yang ingin melamar pacar, merayakan anniversary, atau dinner romantic bareng pasangan.  GAIA by Oso Restaurant merupakan salah satu restoran mewah di Jakarta bernuansa Italia. Interior dari restoran ini dibuat dengan klasik, elegan, dan juga sangat romantis.

5. Henshin Bar & Restaurant at The Westin Jakarta

The Westin Jakarta Kuningan/ henshinjakarta.com

The Westin Jakarta adalah sebuah hotel bintang lima yang berlokasi di jalan H.R. Rasuna Said Kav. C-22 A Jakarta. Hotel sekaligus restoran mewah ini, sangat cocok banget  buat kamu yang sedang mencari tempat romantis di tengah hiruk pikuk Ibu kota. Tempat ini telah memegang rekor bangunan tertinggi se-Jakarta dan se-Indonesia dengan tinggi mencapai 310 Meter.Wah tinggi sekaliya!

Itulah tempat-tempat wisata romantis yang ada di kota Jakarta, kira-kira tempat wisata mananih yang mau kalian kunjungi duluan?

TIPS LIBURAN DITENGAH PANDEMI

TIPS LIBURAN DITENGAH PANDEMI

Tentya Noerani Dewi Richyadie

Cirebon Waterland Ade Irma Suryani. © Instagram/diluck_/Merdeka.com

Berbagai tempat wisata sudah mulai dibuka sejak kebijakan new normal diberlakukan. Dibukanya kembali berbagai tempat wisata tentu membuat sebagian masyarakat merasa gembira. Setelah menghabiskan banyak waktu di rumah selama beberapa bulan, kini kita bisa kembali jalan-jalan untuk menghilangkah rasa bosan.

Pengelola tempat wisata yang resmi dibuka biasanya akan menerapkan sejumlah protokol kesehatan COVID-19 demi mencegah penyebarluasan virus Corona. Namun, sebagai pengunjung kita tetap perlu melakukan berbagai langkah antisipasi agar tidak terinfeksi virus Corona saat berlibur dan mengunjungi berbagai tempat wisata.

Berikut beberapa tips berlibur ke tempat wisata di era new normal. Penasaran apa saja Tipsnya? Langsung saja yuk simak informasi selengkapnya dalam artikel ini.

1. Melakukan Riset

Sebelum melakukan perjalanan, sebaiknya lakukan riset untuk memastikan destinasi wisata yang akan kamu tuju aman dari pandemic Covid-19. Bila Kasus Positif di daerah tersebut terbilang tinggi, lebih baik atur ulang jadwal perjalanan kamu.

2. Teliti Sebelum Reservasi Hotel

Saat berlibur, apalagi dalam situasi pandemi seperti saat ini, memilih hotel adalah hal yang wajib kamu lakukan . Pastikan hotel yang kamu pilih sudah mengikuti anjuran pemerintah dan menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Saat ini sudah banyak hotel yang membuat laporan khusus pada situs resmi, untuk menginformasikan kepada calon pengunjung, upaya apa saja yang telah dilalukan pihak hotel untuk mencegah penularan Covid-19.

3. Pergi Dalam Kondisi Sehat dan Melakukan Test Bebas Covid-19

Sebelum memutuskan pergi ke tempat wisata, pastikan kondisi tubuh kamu dalam keadaan sehat dan tidak sedang dalam kondisi pilek, batuk mapun demam.

Sebagai langkah antisipasi, sebaiknya lakukan rapid test atau swab test secara mandiri sebelum pergi ke tempat wisata. Selain itu, pastikan untuk memahami peraturan new normal di tempat wisata tujuan. Pasalnya peraturan new normal tidak diberlakukan secara serentak di seluruh destinasi wisata. Jadi sebelum berangkat, kamu harus mengetahui bagaimana aturan serta protokol dalam berwisata di lokasi tujuan.

4. Selalu Menggunakan Masker

Menggunakan masker merupakan hal yang wajib dilakukan saat beraktivitas di luar rumah selama Pandemi Corona, terutama saat kamu mengunjungi berbagai ruang publik seperti tempat wisata. Cara ini tak hanya berguna untuk melindungi diri kita dari infeksi virus Corona, namun juga mencegah agar orang lain tidak ikut tertular.

Agar perlindunganmu semakin lengkap, kamu bisa menggunakan face shield, topi, kacamata hingga pakaian lengan panjang.  Sehingga dapat terhindar dari droplet saat berada di tempat wisata.

5. Membawa Hygiene Kit

Selama pandemi covid-19, sebaiknya kamu selalu membawa hygiene kit saat beraktivitas di luar rumah, termasuk ketika berlibur di berbagai tempat wisata seperti hand sanitizer dengan kandungan alkohol 70 persen yang dapat kamu gunakan untuk membersihkan tangan yang kotor setelah memegang banyak benda, tisu basah, tisu kering, sabun cair dan cairan disinfektan yang bisa digunakan sewaktu-waktu saat sedang berlibur.

6. Membawa Bekal Sendiri

Saat berkunjung ke tempat wisata, tidak sedikit orang yang memilih untuk membeli makanan di lokasi. Tujuannya agar lebih praktis. Namun di tengah pandemi virus Corona seperti saat ini, sebaiknya kamu membawa bekal makanan sendiri dari rumah. Dengan begitu, kamu bisa memastikan kebersihan makanan yang akan dikonsumsi dan meminimalisir interaksi dengan orang.

Selain makanan, bawalah juga botol minuman berisi air putih agar kamu tidak dehidrasi saat berkeliling di tempat wisata. Bila merasa bosan dengan rasa tawar air putih, kamu bisa membawa jus buah-buahan atau infused water.

7. Membawa Peralatan Ibadah Pribadi

Belibur di tempat wisata selalu terasa menyenangkan hingga sering membuat kita lupa waktu. Namun jika waktu shalat tiba, kita harus mengutamakan kewajiban tersebut. Karena itu, sebaiknya bawalah peralatan ibadah sendiri dari rumah untuk untuk menghindari penggunaan fasilitas umum yang bisa meningkatkan risiko penularan virus Corona.

8. Selalu Menjaga Jarak

Salah satu cara penting yang bisa kita lakukan untuk mencegah penulaeran virus Corona di tempat wisata adalah dengan disiplin menerapkan physical distancing. Oleh sebab itu tips yang satu ini tidak kalah penting untuk diperhatikan,yaitu selalu menjaga jarak dengan orang lain minimal dua meter saat berada di sana.

Bila perlu, pilih jalur yang sepi saat sedang jalan-jalan di tempat wisata serta hindari tempat yang sedang dipenuhi oleh banyak pengunjung. Selain itu, pastikan untuk selalu mengantre dengan disiplin dan jangan menyentuh sembarang benda saat berada tempat di umum.

Hotel Penting dalam Sejarah Bangsa Indonesia

Hotel Penting dalam Sejarah Bangsa Indonesia

Nabila Rahmadina

Hotel merupakan tempat penting ketika berkunjung ke suatu tempat untuk beristirahat setelah lelah seharian mengunjungi berbagai lokasi menarik yang ada di daerah tersebut. Selain untuk tempat beristirahat, hotel biasanya dikunjungi karena menarik dan memiliki nilai sejarah.

Indonesia merupakan negara yang sudah dijajah selama ratusan tahun, dan memiliki banyak tempat bersejarah, salah satunya adalah hotel.

Hotel-hotel berikut merupakan hotel yang memiliki nilai sejarah di masa lampau dan menjadi saksi perjuangan para pahlawan bangsa untuk merebut kemerdekaan Indonesia.

1. Hotel Majapahit, Surabaya

Hotel Majapahit, Surabaya/travelingyuk.com

Hotel ini berdiri sejak 1910 dan berlokasi di Tunjungan St No.65, Genteng, Surabaya, Jawa Timur. Dijuluki sebagai Oranje Hotel, hotel ini dibangun oleh keluarga koglomerat Armenia, Sarkies bersaudara yang memiliki banyak bisnis perhotelan di kawasan Asia Tenggara.

Peristiwa yang tidak bisa dilupakan dari Hotel Majapahit adalah kejadian perobekan bendera Belanda pada 19 September 1945 oleh rakyat Indonesia yang marah karena berkibarnya bendera Belanda di hotel ini.

Rakyat Indonesia pun menaiki gedung hotel dan merobek bagian biru bendera sehingga tersisa warna merah dan putih, yang melatarbelakangi perlawanan dan puncaknya pada 10 November 1945 yang dikenal sebagai Hari Pahlawan.

2. Hotel Pelangi Malang

Hotel Pelangi Malang/m.merdeka.com

Hotel yang berlokasi di Jalan Merdeka Selatan 3, Alun-alun Pusat Kota Malang ini mengombinasikan desain bangunan Jawa dan Belanda yang bangunannya masih asli.

Didirikan oleh orang Belanda bernama Abraham Lapidoth pada 1860, yang kemudian pada 1870 berubah nama menjadi Hotel Malang. Namun, sejak 1915, lahan hotel ini diambil alih dengan konsep arsitektur berbeda menjadi Palace Hotel. Ketika penjajahan Jepang, hotel ini diganti nama menjadi Hotel Asoma, dan pada 1953 namanya berubah menjadi Hotel Pelangi hingga saat ini.

Selain arsitektur bangunannya yang mengombinasikan dua budaya, di dalam hotel ini juga tersimpan foto-foto dan barang peninggalan sejarah yang masih tertata rapi.

3. Hotel Savoy Homann, Bandung

Hotel Savoy Homann, Bandung/cnnindonesia.com

Didirikan pada 1871, hotel ini dinobatkan sebagai hotel terbesar se-Asia Tenggara pada masanya. Awalnya hotel ini diberinama Hotel Homann, sesuai dengan nama pemiliknya, Mister Homann.

Pada 1937, hotel ini dibangun kembali dan berganti nama menjadi Hotel Savoy Homann. Lokasi hotel ini juga strategis, yaitu di Jalan Asia Afrika No.112, Bandung, Jawa Barat dan dekat dengan Gedung Merdeka, Alun-alun Bandung, Jalan Braga, dan lainnya.

Peristiwa paling bersejarah adalah saat hotel dijadikan tempat menginap para delegasi dan pemimpin negara peserta Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 1955. Selain itu, kamar 244 merupakan kamar pilihan keluarga Presiden Soekarno dan kamar 344 yang ditempati Perdana Menteri RRC, Zhou Enlai, serta kamar 144 ditempati delegasi India, Jawaharlal Nehru.

4. Hotel Tugu Yogyakarta

Hotel Tugu Yogyakarta/kebudayaan.kemendikbud.go.id

Seakan terlupakan, hotel yang dibangun sekitar tahun 1880-an ini sudah tidak beroperasi. Berlokasi di ujung Jalan Marga Utomo Selatan, dekat dengan Stasiun Tugu yang merupakan tempat beristirahat para penumpang kereta api yang singgah di Yogyakarta.

Hotel ini merupakan salah satu saksi revolusi Indonesia di Yogyakarta. Namun, sayangnya hotel ini sudah tidak beroperasi dan diabaikan begitu saja. Sampai saat ini juga belum ada rencana dari pemerintah setempat untuk membangun kembali kawasan Hotel Tugu.

5. Hotel Salak The Heritage Bogor

Hotel Salak The Heritage Bogor/hotelsalak.co.id

Hotel yang dibangun pada 1859 dengan nama Belleveu Dibbets Hotel ini terkenal dalam daftar tempat wisata Nusantara. Berlokasi dekat Istana Kepresidenan dan Kebun Raya Bogo, tepatnya di Jalan Ir. Djuanda No.8, pusat kota Bogor.

Saat zaman penjajahan Belanda, hotel ini digunakan untuk akomodasi tokoh elit pemerintahan VOC dan menjadi markas militer Jepang saat pendudukan Jepang.

Baru pada 1948 setelah kemerdekaan Indonesia, gedung ini kembali dijadikan hotel dengan nama Hotel Salak. Kemudian berganti nama lagi menjadi Hotel Salak The Heritage pada 1998.