Forum Diskusi Mahasiswa: Siapkah Mengikuti Pembelajaran Tatap Muka?

Forum Diskusi Mahasiswa: Siapkah Mengikuti Pembelajaran Tatap Muka?

Reporter M. Rizza Nur Fauzi; Editor Elsa Azzahraita

Virtual background Forum Diskusi Mahasiswa

Unit Kegiatan Mahasiswa Jurusan Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta menyelenggarakan Forum Diskusi Mahasiswa bertajuk “Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2022 di Masa Pandemi Covid-19, Mahasiswa Siap?” melalui virtual zoom meeting pada Sabtu (20/11).

Acara ini dihadiri oleh Ketua BEM Fakultas Kedokteran UNDIP, Polikarpus Priyagung Triandoko, Founder Yayasan Karya Kakak Asuh, Yesa Diansari Amalia, BEM Menteri Advokasi Kesejahteraan, Sandhito Abrar, Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiwa Jurusan Akuntansi STEI Jakarta, Maxy Firdaus, perwakilan dari Wakil Ketua III STEI Jakarta Muhammad Yusrizal serta para partisipan.

Acara ini bertujuan sebagai wadah untuk berdiskusi, khususnya mengenai kesiapan mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran secara tatap muka di tahun 2022 mendatang.

“Kalau kita lihat dari tema acara ini, kita akan sedikit membahas bagaimana sih persiapan kita, para mahasiswa untuk pembelajaran tatap muka pada tahun 2022? Apakah kita siap atau tidak? Dan di sini kita akan diskusikan bareng-bareng”, ucap Maxy Firdaus dalam sambutannya.

Sementara itu Muhammad Yusrizal turut mengapresiasi acara ini. Ia mengatakan, “Saya berharap, UKMJ Akuntansi STEI dan teman-teman yang lain bisa menghasilkan suatu laporan pada kegiatan hari ini yang tentu saja laporan ini mudah-mudahan jika disusun dengan baik, bisa kita sampaikan kepada Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia. Setidak-tidaknya bisa memberikan masukan dan gambaran untuk penelitian yang sedang dilakukan mengenai pembelajaran tatap muka ini. “

Pemaparan materi oleh Yesa Diansari Amalia selaku narasumber

Dalam pemaparannya, Founder Yayasan Karya Kakak Asuh, Yesa Diansari Amalia menjelaskan bahwasanya kesiapan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran tatap muka ini tidak dapat digeneralisir karena merupakan tanggung jawab dari setiap mahasiswa.

“Sebenarnya yang bisa diandalkan oleh kampus itu bukan cuma kemampuan pejabat-pejabat kampusnya, tapi ada juga UKM, BEM, yang jadi sahabat bagi mahasiswa untuk mengkomunikasikan program apa saja yang bisa dilakukan dalam menghadapi pembelajaran tatap muka ini,” papar Yesa.

Senada dengan Yesa, Ketua BEM Fakultas Kedokteran UNDIP, Polikarpus Priyagung Triandoko juga memastikan kesiapan pembelajaran tatap muka ini merupakan tanggung jawab bersama, bukan tanggung jawab orang lain.

“Kalau kita ingin menunggu waktu yang pas, itu tidak akan pernah ada. Tapi yang ada adalah membuat waktu apa pun itu menjadi pas. Termasuk dalam memantaskan diri kita, apakah kita sudah pantas untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka atau tidak. Dari mulai peningkatan prokesnya, baik di dalam atau luar kampus. Kemudian diskusikan dengan teman kampus, apakah kita sudah punya improvement yang bisa kita berikan untuk mengefektifkan belajar tatap muka di kampus masing-masing,” ucap Polikarpus.

Sementara itu, BEM Menteri Advokasi Kesejahteraan, Sandhito Abrar berpendapat bahwa universitas, mahasiswa atau pun dosen harus mempertimbangkan lebih lanjut terlebih dahulu dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini.
“Salah satu poin peraturan dari kemendikbud menjelaskan bahwa seandainya mahasiswa tidak berkenan mengikuti kuliah offline, maka tetap bisa mengikuti kuliah online, disesuaikan dengan kemampuan dengan pertimbangan masing-masing, harus paham dampak atau resikonya dan perlu didiskusikan secara baik dengan keluarga masing-masing,” ujarnya.

Hadapi Tantangan Zaman, Tradisi Maulid Nabi Harus Dipelihara

Hadapi Tantangan Zaman, Tradisi Maulid Nabi Harus Dipelihara

Reporter Putri Anjeli; Editor Syaifa Zuhrina

Sambutan Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis dalam Acara Khotmul Qur’an dan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Sumber: DNK TV-Syaifa Zuhrina

Pusat Kajian Taklim Al-Qur’an (Puji Taklim Al-Qur’an) UIN Jakarta menyelenggarakan Khotmil Qur’an dan Maulid Nabi Muhammad SAW bertajuk “Dengan Maulid Nabi Muhammad SAW, Tingkatkan Ibadah Spiritual dan Sosial dalam Menghadapi Tantangan Zaman” melalui virtual zoom meeting, pada Kamis (4/11).

Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis, Ketua Puji Taklim Al-Qur’an, Faizah Ali Syibromalisi, pembaca khatamul Qur’an, Akhmad Sodiq, Nasaruddin Umar selaku Narasumber serta partisipan.

Dalam sambutannya, Rektor Amany Lubis turut mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Puji Taklim Al-Qur’an.

“Saya berharap acara ini sukses memberikan wawasan penguatan keagamaan dan spiritualitas kepada kita semua. Tema acara hari ini sangat bagus, Maulid Nabi Muhhammad SAW sangat patut kita rayakan karena kita umatnya yang taat dan umatnya yang selalu ingin mengembangkan ajaran agama islam di semua bidang, tujuannya untuk meraih Ridha Allah SWT semoga kita semua memperoleh keberkahan dan mencontoh apa yang diteladankan oleh Rasulullah SAW,” ucapnya.

Dalam paparannya, Ketua Puji Taklim Al-Qur’an Faizah Ali Syibromalisi mengatakan bahwa peringatan Maulid Nabi ini dapat meningkatkan spiritual serta sifat-sifat sosial.

“Dengan adanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan untuk kita selalu meneladani Rasul, semoga acara ini bisa meningkatkan spiritual dan sifat-sifat sosial kita sehingga kehidupan kita lebih bernilai sesuai dengan ajaran nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Pemaparan Materi oleh Nasaruddin Umar Selaku Narasumber
Sumber: DNK TV-Syaifa Zuhrina

Sementara itu, Nasaruddin Umar menyampaikan untuk senantiasa memelihara tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW.

“Mari kita jangan pernah berhenti untuk memanggil dengan penuh kerinduan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, mari kita mengakrabkan diri kita kepadanya dan semoga Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi tradisi bagi kita semua dan lebih semarak lagi untuk kedepannya,” jelasnya.

Salah satu peserta sekaligus Mahasiswa UIN Jakarta Vicky Almahri Putri sangat mengapresiasi acara ini. Ia mengatakan ini sebagai ajang untuk selalu meneladani Rasul.

“Acara ini sangat bermanfaat dan sebagai pemicu untuk senantiasa memperbaiki diri karena peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini juga sebagai ajang untuk menumbuhkan semangat untuk selalu meneladani Rasulullah SAW dan beribadah serta acuan untuk selalu melakukan aktivitas sosial,” tuturnya.

Reaktualisasi Tradisi Ilmiah Islam dalam Keilmuan Sains dan Teknologi

Reaktualisasi Tradisi Ilmiah Islam dalam Keilmuan Sains dan Teknologi

Reporter : Ariqah Alifia;  Editor : Elsa  Azzahraita


Focus Group Discussion dengan tema Integrasi Ilmu & Reaktualisasi Tradisi Ilmiah Islam dalam Keilmuan Sains dan Teknologi secara virtual (3/6).
Sumber : DNKTV_Ariqah

Pusat Kajian Integrasi Ilmu bekerjasama dengan Fakultas Sains dan Teknologi menggelar Focus Group Discussion dengan tema Integrasi Ilmu & Reaktualisasi Tradisi Ilmiah Islam dalam Keilmuan Sains dan Teknologi secara virtual, pada Kamis (3/6) malam.

Dihadiri oleh Guru Besar Ilmu Komunikasi & Pengembangan Masyarakat Tani, Ujang Maman, Ketua Puji Integrasi, Mulyadhi Kartanegara dan Guru Besar Ilmu Komunikasi dan Penasehat Puji Integrasi, Andi Faisal Bakti serta dimoderatori oleh Saifudin Amin.

Dalam pemaparannya, Ujang Maman membahas langkah-langkah praktis menuju keterpaduan Sains dengan agama.

”Sains itu pasti berasal dari pengalaman manusia, kemudian berakhir pada pengalaman manusia.” ujarnya.

Puncak sains dalam Islam adalah meyakini al-Quran sebagai firman Allah dan  meyakini keberadaan dan keagungan Allah, berbeda dengan budaya barat yang memuncakkan kesimpulan ilmiah yang diterjemahkan pada teknologi.

Ia juga memaparkan, integrasi sains dengan agama mencangkup keterpaduan tiga dimensi, menguasai ilmu Islam, kompetensi dalam bidang tertentu, berkepribadian Islam, memiliki kesadaran ketuhanan atau hasrat menjalankan ajaran Islam.

Mulyadhi Kartanegara menyampaikan materi mengenai Sekularisasi Ilmu oleh Barat.
Sumber : DNKTV_Ariqah

Selanjutnya, Mulyadhi Kartanegara menyampaikan materi mengenai Sekularisasi Ilmu oleh Barat.

Ia mengatakan, “Saya menemukan, baik ilmu agama yang berdasarkan pada Al-Quran maupun umum yang berdasarkan kepada alam itu bersatu pada kenyataan bahwa baik Quran maupun alam sama-sama ayat-ayat Allah. Di problem nya adalah bahwa scientist modern itu berhenti membaca alam sebagai ayat-ayat Allah. Di antara kita mengikuti Barat”. terang Mulyadhi.

Menurut Mulyadhi, sekularisasi adalah Penyingkiran semua aspek non-physics. Dampak negatif sekularisasi juga dirasakan oleh sosiologi. Dalam sosiologi, nilai-nilai sekuler yang menyingkirkan segala hal yang bersifat physics.


Andi Faisal Bakti menyampaikan materinya dalam acara Focus Group Discussion secara virtual (3/6).
Sumber : DNKTV_Ariqah

Terakhir, Andi Faisal Bakti menjelaskan, tradisi keilmuan dalam Islam bersifat inklusif atau terbuka dan adaptif dengan tradisi apapun, sebagai bukti penerjemahan ilmuwan Yunani ke dalam Islam, penggalian terhadap tanda-tanda yang ada dalam Al-Quran, dan mampu menyesuaikan makna di balik tanda-tanda itu dengan temuan keilmuan pada tradisi di luar Islam.

Spiritualisasi saintek harus dengan pembuktian dan penguatan kesadaran akan eksistensi pencipta, dan alam gaib, lainnya, seperti malaikat, kerasulan atau kenabian, wahyu, akhirat, takdir, dan ujungnya pada penguatan moral dan akhlak.

“Jadi penguatan tradisi ilmiah Islam saintek harus mendekati isu-isu Islam dengan multi pendekatan saintek, menjadikan Islam tidak hanya sebagai kegiatan, tapi sebagai lapangan studi saintek.” ucapnya.

HUT UIN Jakarta ke-64: Eratkan Kebersamaan melalui Funbike

HUT UIN Jakarta ke-64: Eratkan Kebersamaan melalui Funbike

Reporter Amelia Putri ; EditorFauzah Thabibah dan Elsa Azzahraita

Civitas akademika UIN Jakarta berkumpus di depan gedung Rektorat kampus 1 UIN Jakarta, Minggu (30/5). Sumber: DNK TV- Amelia Putri.

UIN Jakarta telah berdiri selama 64 tahun terhitung sejak 1 Juni 1957. Dalam rangka memperingati  HUT UIN Jakarta ke-64, civitas akademika UIN Jakarta mengadakan serangkaian kegiatan untuk memeriahkan, di antaranya kegiatan Funbike yaitu dengan bersepeda bersama.

Salah satu rangkaian acara milad UIN Jakarta tersebut mengusung tema “Green Starts from  Campus for Happier Earth” yang diselenggarakan pada hari Minggu (30/5).

Bersepeda dimulai pada pukul 06.45 WIB dengan rute dari kampus 1 gedung Rektorat UIN Jakarta hingga berakhir di kampus 4 gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang berada di Bojongsari, Depok.

Acara Funbike ini juga dimeriahkan dengan kegiatan senam bersama warga kampus UIN Jakarta. Selain untuk kesehatan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyatukan kembali silaturahmi  yang terhambat akibat Covid-19.

Menurut ketua panitia milad Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) UIN Jakarta, Zahrotunnihayah mengatakan pada perayaan tahun ini akan banyak dimeriahkan dengan kegiatan-kegiatan lainnya seperti lomba menulis karya ilmiah.

“…nanti juga ada rangkaian milad itu ada lomba-lomba, mulai dari karya ilmiah, kemudian juga kesenian, MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran), membuat vlog, terus kemudian karya tulis untuk dosen dan civitas akademika, terus juga ada lomba memasak untuk pegawai ibu-ibunya. Nah ini juga bagian dari kesehatan fisik dan juga kebersamaan,” jelasnya.

Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis saat diwawancarai pada acara Funbike di gedung PPG (30/05). Sumber: DNK TV-Fauzah Thabibah.

Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur atas milad UIN Jakarta serta dapat memberikan efek positif terutama bagi civitas akademika UIN Jakarta.

“Diharapkan bahwa civitas akademika UIN Jakarta jadi sehat fisik dan juga rohani. Tentu kita bersyukur kepada Allah atas usia yang sudah begitu matang dari UIN Jakarta. Mudah-mudahan maju terus dan kita semuanya bisa mengembangkan UIN Jakarta lebih lagi dari yang ada sekarang. Mudah-mudahan semua sehat Insyaallah,” ucap Amany.

Kegiatan ini  disambut baik oleh warga kampus dengan kisaran 100 orang ikut berpartisipasi  untuk memeriahkan.

Pembina Gowes Pinguin atau Pinggiran UIN, Husni Kamal mengaku, dari anggota Pinguin sendiri sangat senang turut hadir dalam kegiatan milad UIN Jakarta ke-64.

“Adanya milad UIN ke-64 kami sangat senang sekali dapat berpartisipasi merayakan,” ucapnya.

UIN Jakarta yang sudah berusia  ke-64 diharapkan dapat menjadi lebih maju dan  World Class University dapat terwujud baik fisik maupun mental, sehingga menjadi kampus Islam unggulan. Memberikan contoh kampus Islam lainnya. Serta dengan hadirnya Funbike ini juga dapat memberikan manfaat kebersamaan yang dieratkan kembali antar civitas akademika UIN Jakarta.

COMMPRESS UMN 2021, Berkarya Positif dengan Konten Kreatif

COMMPRESS UMN 2021, Berkarya Positif dengan Konten Kreatif

Reporter: Ilham Ramadhan, Editor: Fauzah Thabibah

Pembukaan acara COMMPRESS UMN 2021 serta Seminar Nasional dengan tema “Berkarya Positif dengan Konten Kreatif”, Senin (3/5).
Sumber: DNK TV – Ilham Ramadhan

Kepala Program Studi (Kaprodi) Jurnalistik Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Lilik Dwi Mardjianto resmi membuka acara tahunan yang diselenggarakan oleh mahasiswa program studi Jurnalistik UMN yakni COMMPRESS 2021 dengan mengusung tema “Escalate Optimism Through Journalism”.

Lilik berharap dengan adanya acara COMMPRESS 2021 ini banyak melahirkan insan pers yang dapat menjawab keresahan masyarakat di tengah maraknya berita bohong (hoax).

‘‘… Dengan begitu seorang pekerja pers akan sangat dihargai oleh masyarakat di daerahnya apabila ia memiliki kapabilitas dan tanggung jawab yang baik atas apa yang diberitakannya, dan tak lupa pula saya ucapkan selamat hari kebebasan pers untuk seluruh insan pers diseluruh dunia,’’ ujar Lilik dalam acara pembukaan COMMPRESS UMN 2021, Tangerang, Senin (3/5).

Kaprodi Jurnalistik UMN itu juga menyebut saat ini banyak terjadinya berita hoax terlebih lagi pemberitaan tentang Covid-19 yang disebarluaskan pelaku pers yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, perlu diadakan seminar, webinar, ataupun pelatihan jurnalistik agar insan pers di Indonesia dapat selalu mengingat tanggung jawabnya sebagai penyampai informasi serta edukasi kepada masyarakat.

Setelah pembukaan COMMPRESS UMN 2021 selesai dilakukan, kegiatan dilanjut dengan seminar nasional yang bertemakan “Berkarya Positif dengan Konten Kreatif” diisi oleh Pemimpin Redaksi Kompas, Wisnu Nugroho, Content Creator @relatiology, Ariel Obadyah, dan Co-Founder @menjadimanusia.id, Adam A. Abednego.

Peserta Seminar Nasional COMMPRESS UMN 2021 dengan tema “Berkarya Positif dengan Konten Kreatif”, Senin (03/05).
Sumber: DNK TV – Ilham Ramadhan

Dalam pemaparan materinya, Wisnu Nugroho menyampaikan bahwa kehidupan pelaku pers di Indonesia harus pantang menyerah dan semangat untuk menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat meski di tengah situasi sulit karena pandemi Covid-19.

‘‘Saya harap dengan peringatan hari kebebasan pers sedunia ini kita mampu bangkit dan senantiasa menjadi insan pers yang baik serta bertanggung jawab,’’ ucap Wisnu.

Sedangkan pemateri kedua dan ketiga yakni Ariel Obadyah dan Adam A. Abednego membahas mengenai cara agar insan pers di Indonesia tetap produktif selama pandemi Covid-19.

‘’Mulailah dengan banyak membaca buku, itulah kunci bagaimana seorang pelaku pers dihargai di masyarakat karena pengetahuan dan wawasan berkat hobi membacanya. Semua orang bisa menjadi pintar dengan cara yang mudah, caranya cukup ambilah bukumu dan bacalah maka kalian semua akan menjadi manusia yang produktif,’’ kata Ariel.

Pun harapan dari Adam A. Abednego untuk pemuda-pemudi di Indonesia agar senantiasa produktif meski ditengah kesulitan yang serba online ini, seperti sekolah dan kuliah daring, serta pekerja yang harus stay di rumah untuk Work From Home, dan masih banyak lagi.

Rektor UIN Jakarta Ajak Umat Beragama Berdoa Bersama di tengah Pandemi Covid-19

Rektor UIN Jakarta Ajak Umat Beragama Berdoa Bersama di tengah Pandemi Covid-19

Poster Doa Untuk Kemanusiaan (14/5/20)

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amany Lubis mengajak seluruh umat beragama berdoa bersama di tengah pandemi Covid-19 pada Kamis (14/5). Acara ini diadakan secara online melalui platform zoom dimulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa tokoh agama dan pejabat pemerintah baik nasional maupun internasional. Diantaranya, Guru besar Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Said Agil Husin Al Munawwar, Sekretaris Jenderal Komite Tinggi Ukhwah Insaniyah Kairo, M Abdussala, Romo Simon PL Tjahyadi, Slim Pendeta Alga Sarapung, Bhikkhu Dhammasubho Mahathera, KS Arsana, Uung Sendana, Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra, Ketua Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, mantan Gubernur Nusa Tengga Barat, TGB Muhammad Zainul Majdi, tokoh Islam Thailand, Ahmad Omar Chapakia, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie.

Ajakan doa bersama tersebut menindaklanjuti seruan dari Grand Syaikh Al Azhar, Ahmad Al Thayyib dan pemimpin Katholik, Paus Fransiskus. Amany mengaku telah mendapat surat imbauan langsung dari Grand Shaikh Al-Azhar Ahmad al-Thayyib pada Jumat (1/5) lalu. Dalam suratnya, Ahmad al-Thayyib mengajak umat Islam di manapun untuk menggelar doa bersama kemanusiaan di tengah pandemi covid-19.

Melalui doa bersama tersebut, seluruh umat beragama ini berharap agar pandemi covid-19 segera berakhir dan semua bisa beraktifitas normal kembali.

“Kita jadikan wabah covid-19 sebagai pelajaran yang sangat berharga untuk kita hidup selalu dalam keadaan bersih dan sehat, hidup adil dan seimbang dengan alam, dan yang lebih penting lagi bahwa dalam urusan keselamatan hidup kita tidak mengenal perbedaan agama, ras, etnis, dan antar golongan” ujar Jimly Asshiddiqie.

Sebelumnya, kegiatan doa bersama ini juga telah digelar secara global oleh seluruh umat beragama di dunia dan menjadi momen yang bersejarah. Monsignor Yoannis Lahzi Gaid, ajudan Paus Fransiskus mengatakan, momen ini juga semakin meyakinkan bahwa agama adalah menyatukan, bukan memecah belah.

Duta Besar Mesir mengucapkan terima kasih kepada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah menyerukan doa untuk kemanusiaan ini, sebagai implementasi atas seruan yang disampaikan oleh Komite Kemanusiaan Internasional dari Al-Azhar tersebut.

“Ini menunjukan solidaritas atas sesama kita, bagaimana latar belakang dan keyakinan, kepercayaan dan sebagainya, kita perlu menumpuk solidaritas diantara kita dalam raangka menyikapi permasalahan secara kemanusiaan ini” ujarnya yang diterjemahkan oleh Syairozi Dumyati.

Sebelum doa bersama ditutup, Amany tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada tokoh-tokoh yang hadir dan berharap semoga doa-doa yang dipanjatkan dapat diterima oleh Allah Swt.

“Kita telah melakukan doa demi kemaslahatan untuk keselamatan seluruh manusia di muka bumi dari pandemi covid-19, semoga Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa menerima doa kita, dan harapan-harapan kita agar di masa depan yang akan datang menjadi lebih baik dan juga dunia lebih sehat serta pandemi ini berakhir dengan cepat” ujarnya.

Reporter : Tim Liputan Infokus

Seminar KKN ” Peran Penting Perguruan Tinggi di Masa Pandemi Covid-19″

Seminar KKN ” Peran Penting Perguruan Tinggi di Masa Pandemi Covid-19″

Rektor UIN Jakarta (Amany Lubis) memberikan sambutan pada Seminar KKN ” Peran Penting Perguruan Tinggi di Masa Pandemi Covid-19″ melalui aplikasi zoom (14/05/20)

Dalam menindaklanjuti Surat Edaran Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tentang Kuliah Kerja Nyata atau KKN di masa pandemi Covid-19, Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Jakarta melaksanakan Webinar atau Web Seminar Kuliah Kerja Nyata dengan tema “Peran Penting Perguruan Tinggi di Masa Pandemi Covid-19” (14/5).

Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis juga memberikan imbauan agar mahasiswa mampu menjernihkan informasi hoaks tentang Covid-19, dan membangun solidaritas dalam mencegah dampak negatif dibidang ekonomi dengan membayar zakat.

“Semoga laporan KKN tahun ini penuh dengan kemanusiaan dan tawadhu.” Ujar Amany.

Peserta seminar KKN “Peran Penting Perguruan Tinggi di Masa Pandemi Covid-19” melalui aplikasi zoom (14/05/20)

Dalam webinar sesi satu ini, pemateri pertama Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta Jajang Jahroni memaparkan tentang implementasi Kampus Merdeka yang merupakan salah satu kebijakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim, dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mencari pengalaman di luar Program Studi selama enam bulan hingga satu tahun.

“KKN 2020 ini tetap terlaksana, dengan syarat mahasiswa tetap di rumah dan harus memperhatikan kondisi sekitar, namun dana tahun ini ditiadakan karena ditarik oleh Kementrian Agama untuk penanganan nasional Covid-19.” sambung Jajang

Sementara paparan materi kedua, oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta Nadratuzzaman Hosen disebutkan bahwa mahasiswa yang merupakan agent of change harus bisa mengubah sikap masyarakat dalam menghadapi modernisasi.

“Pertama kita harus mengetahui situasi sekarang, dan juga situasi yang diinginkan, selanjutnya melakukan proses dengan tiga hal penting, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan.” ungkap Nadratuzzaman

KKN 2020 rencananya akan dilaksanakan awal Juli hingga Agustus. Informasi mengenai teknis, pola kegiatan, laporan, dan lainnya akan disampaikam pada webinar sesi dua diwaktu mendatang.

Reporter: Nur Arisyah Syafani

KKN Tahun 2020 Ditiadakan

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengeluarkan surat edaran tertanggal 30 April 2020. Dalam edaran tersebut seluruh bentuk kegiatan KKN ditiadakan dan diganti dengan model KKN-DR (Dari Rumah) dan KKN-KS (Kegiatan Sosial). Langkah ini diambil sehubungan status kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia. Pelaksanaan KKN-DR dan KKN-KS diatur kemudian dalam Petunjuk Teknis.

Pembelajaran Online Lanjut Hingga Akhir Semester

Jakarta – Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali menerbitkan surat Edaran mengenai Kebijakan Bekerja dari Rumah dalam Pencegahan Covid-19 (31/3).

Mengingat penyebaran wabah Covid-19 yang semakin meluas. Dalam edaran terdapat beberapa poin kebijakan, salah satunya kegiatan pembelajaran daring (online) dilanjutkan hingga akhir semester genap tahun 2019/2020.

Menanggapi perpanjangan sistem belajar online, Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Cecep Sastrawijaya mengimbau agar mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas akses gratis AIS yang telah diberikan oleh pihak kampus meskipun masih terdapat kelemahan.

“Saya sampaikan lebih baik ada kelemahan daripada tidak sama sekali. Tapi bukan berarti dengan ada fasilitas tersebut tidak kita manfaatkan. Saya berharap apa yang ada (fasilitas) kita manfaatkan dulu” Ujarnya kepada Tim DNK TV.