Siapkah Indonesia Menyambut Metaverse?

Siapkah Indonesia Menyambut Metaverse?

Oleh Afrida Syakira

Platform sosial media milik Mark Zuckerberg yaitu Facebook, kini telah melakukan rebranding menjadi lebih futuristik dengan menghadirkan dunia digital yang lebih nyata yang disebut dengan metaverse.

Istilah metaverse sendiri merupakan dunia virtual 3D yang akan dihuni dengan avatar sungguhan. Mark Zuckerberg sendiri menggambarkan metaverse ini sebagai teknologi yang menyajikan lingkungan virtual dan dapat kita masuki. Alih-alih hanya melihat layer, kita dapat dimanjakan dengan merasakannya langsung ke dalam dunia virtual.

Pada teknologi ini, semua orang akan saling terhubung secara virtual dan dapat melakukan aktivitas seperti bekerja, melakukan kegiatan transaksional, hingga hiburan. Contoh potensi yang dihadirkan oleh metaverse di antaranya meeting online yang lebih realistis, menonton konser, serta mengubah aktivitas digital lain yang sebelumnya dalam bentuk teks, gambar, dan video menjadi lebih realistis dengan bantuan perangkat virtual reality (VR).

Pakar keamanan siber dari CISSReC, Pratama Persadha mengatakan bahwa dengan hadirnya metaverse ini akan menjadi tantangan yang besar bagi Indonesia, karena akan menghasilkan dampak yang positif dan juga negatif. Maka dari itu, perlu adanya persiapan yang matang bagi Indonesia untuk menggunakan teknologi ini.

“Ini menjadi tantangan serius, apakah negara punya cukup regulasi untuk mengatur metaverse nantinya. Karena ini kan seperti tanah wilayah tapi di wilayah siber. Bagaimana regulasinya, apakah kita siap atau tidak, masih ada waktu 1-2 tahun untuk negara siap menghadapi ini,” kata Pratama pada CNNIndonesia.com, Kamis (16/12).

Lebih lanjut, Pratama menambahkan bahwa dalam menghadapi kemajuan teknologi metaverse ini juga menjadi sebuah tantangan terhadap sejumlah lembaha pertahanan keamanan seperti BSSN, BIN, TNI, dan Polri untuk pertahanan keamanan ke depannya.

“Karena bila negara tidak siap, maka masyarakat akan secara otodidak dan otomatis masuk tanpa bekal apapun. Ini berbahaya karena bisa menyedot potensi ekonomi kita, transaksi terjadi di metaverse misalnya tanpa melewati negara,” ucap Pratama.

Dengan semakin majunya teknologi dan keterlibatan metaverse sangat besar bagi kehidupan yang akan datang, maka persiapan ini perlu dilakukan bagi seluruh negara dalam menghadapi dunia virtual baru.

Efektivitas Fitur Baru Instagram, Permudah Penggunanya

Efektivitas Fitur Baru Instagram, Permudah Penggunanya

Oleh Anggita Fitri Chairunisa; Editor Taufik Akbar Harefa

Aplikasi Media Sosial Instagram
Sumber: freepik.com

Di tahun 2021 ini instagram banyak meluncurkan fitur-fitur baru. Di antaranya adalah fitur ­add yours, fitur playback, fitur hapus foto carousel, fitur Take a Break, hingga yang terbaru ada fitur Visual Replies.

Fitur Add Yours, Fitur ini merupakan stiker interaktif di Instastory yang memungkinkan penggunanya membuat atau mengikuti tren topik tertentu. Fitur Add Yours merupakan cara terbaru Instagram untuk meningkatkan keterlibatan atau engagement pengguna. Selain itu, fitur ini juga dapat membuat pengguna.

Fitur Playback, fitur ini mampu menampilkan rangkuman aktivitas yang pernah dibuat pengguna sepanjang 2021. Pengguna juga dapat memilih momen dari Instagram stories yang pernah dibuat untuk dibagikan.

Fitur hapus foto Carousel, Carousel adalah unggahan gambar di feed Instagram yang terdiri dari beberapa foto dalam satu postingan. Selama ini, pengguna Instagram tidak dapat menghapus salah satu foto apabila ingin menghapusnya. Namun baru-baru ini Instagram mengizinkan penggunanya untuk dapat menghapus salah satu dari postingan foto carousel yang telah diunggah.

Fitur Take a Break, Instagram merilis fitur ini untuk mengingatkan pengguna untuk istirahat sejenak. Fitur kontrol ini dapat diatur sesuai keinginan pengguna. Cocok digunakan oleh pengguna yang suka kecanduan bermain media sosial Instagram.

Fitur Visual Replies Instagram
Sumber: Instagram

Yang terakhir adalah Fitur Visual Replies, fitur terbaru yang dirilis oleh Instagram ini memungkinkan pengguna untuk membalas komentar yang terdapat pada sebuah Reels. Pengguna akan disuguhkan opsi untuk membalas dengan membuat balasan video lewat tombol Reels. Balasan video tersebut akan muncul sebagai stiker.

Sebelumnya, platform media sosial TikTok sudah lebih dahulu meluncurkan fitur yang serupa dengan Visual Replies. TikTok meluncurkan fitur ini untuk memberikan pengguna lebih banyak konteks tentang video mereka dengan cara menjawab pertanyaan.

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Jakarta, Aslinniarni Restina menilai bahwa Instagram kurang inovatif dalam membuat suatu fitur.

“Fitur Visual Replies di Instagram menurut Saya sama persis seperti pada aplikasi TikTok, hal ini menurut Saya Instagram seperti menampung segala fitur yang ada pada aplikasi lain menjadi satu aplikasi (Instagram). Dan ini kurang inovasi, seharusnya Instagram mampu menciptakan fitur yang berbeda dari aplikasi yang lain, bukan hanya menjiplak,” tuturnya.

Meskipun dinilai kurang inovatif, Restina menyatakan bahwa fitur ini cukup efisien bagi para kreator untuk membalas komentar dari para pemirsanya.

“Tentunya fitur ini berguna untuk bisa memberikan kejelasan dalam me-replies komentar dan efisien,” Jelasnya.

Tidak hanya di tahun 2021, Instagram telah menyiapkan sederet fitur baru yang akan semakin memudahkan dan memanjakan penggunanya pada tahun 2022 nanti.

Indonesia Optimis jadi Produsen Baterai Mobil Listrik Dunia

Indonesia Optimis jadi Produsen Baterai Mobil Listrik Dunia

Oleh Anggita Fitri Chairunisa; Editor Tiara De Silvanita

Ilustrasi pengisian baterai kendaraan listrik
Sumber: freepik.com

Indonesia adalah negara yang memiliki cadangan nikel terbesar di dunia. Hal inilah yang mendasari pernyataan dari Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang bahwa Indonesia sangat siap menjadi produsen baterai kendaraan listrik.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Indonesia sepanjang 2019 menjadi produsen terbesar di dunia yang menghasilkan 800 ribu ton bijih nikel per tahun.

Untuk pembuatan baterai dibutuhkan tiga bahan baku utama yaitu nikel, lithium, dan kobalt. Untuk nikel, Indonesia menguasai sebesar 30 persen. Dibandingkan beberapa negara lain, keunggulan Indonesia yaitu memiliki nikel laterit yang merupakan produk laterisasi atau pelapukan batuan ultramafik (batuan yang mengandung magnesium dan besi.

Saat ini permintaan kendaraan listrik terus meningkat dan diperkirakan tumbuh sekitar 55 juta unit di dunia pada 2040. Sejalan itu kebutuhan baterai lithium juga meningkat yang diramalkan akan ada kapasitas lebih dari 500 GWh untuk kendaraan listrik pada 2030.

Agus mengatakan dari sana terlihat permintaan baterai akan semakin besar, begitu pula dengan bahan baku pembuatannya. Dari situlah Indonesia dianggap berpeluang menjadi pemain industri besar.“Melalui program ini baterai akan jadi komponen paling berharga yang mewakili 35 persen dari biaya pembuatan Electronic Vehicle (kendaraan listrik),” Jelasnya.

Sampai saat ini sudah ada sembilan perusahaan di Indonesia yang berkonsentrasi terhadap industri kendaraan listrik, empat di antaranya adalah produsen baterai dan lima pemasok bahan baku.

Dengan demikian Indonesia mampu mendukung rantai pasokan baterai mulai bahan baku, kilang, manufaktur perakitan dan manufaktur kendaraan listrik, hingga daur ulang.

Berikut 4 Produsen baterai di Indonesia :

  1. ABC Everbright
  2. International Chemical Industry
  3. Panasonic Gobel
  4. Energizer

Berikut 5 Pemasok bahan baku baterai di Indonesia:

  1. Huayue Nickel Cobalt
  2. QMB New Energy Material
  3. Weda Bay Nickel
  4. Halmahera Persada Lygend
  5. Smelter Nikel Indonesia

Seorang mahasiswa UIN Jakarta, Delima Luzen mengatakan bahwa sudah seharusnya kekayaan alam Indonesia dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hal ini juga dapat memperlihatkan bahwa negara kita mampu bersaing dengan negara lain.

“Hal ini tentu harus disambut dengan baik karena dengan kesiapan Indonesia untuk menjadi produsen, itu menujukkan bahwa Indonesia memanfaatkan kekayaannya dengan baik. Selain itu, dengan menjadi pemasok baterai untuk kendaraan listrik, Indonesia dapat memperlihatkan bahwa Indonesia mampu untuk bergelut di dunia industri dan dapat bersaing di bidang tersebut dengan negara lain,” ujarnya kepada DNK TV pada Jumat, (16/7).

8,4 Miliar Password Bocor di Forum Hacker, Amankan Akun Anda!

8,4 Miliar Password Bocor di Forum Hacker, Amankan Akun Anda!

Reporter Anggita Fitri Chairunisa; Editor Tiara De Silvanita dan Elsa Azzahraita

Ilustrasi peretasan password

Kebocoran data menjadi masalah yang sangat krusial di era digital. Seorang pengguna forum peretas (hacker) menggunakan file TXT 100 Gigabyte (GB) yang berisi 82 miliar kata sandi (password) akun platform seperti Facebook, Google, dan lainnya.

Namun, hasil uji CyberNews menunjukkan bahwa jumlahnya hanya 8,4 miliar entri data. Meski begitu, hal tersebut merupakan kasus kebocoran data terbesar di dunia hingga saat ini.

Dilansir dari media keamanan siber CyberNews, Kamis (10/6) aksi pembocoran ini dinamakan ‘RockYou2021’. RockYou merupakan insiden kebocoran data yang menyangkut 32 juta password dibocorkan di forum online.

Adapun keseluruhan kata sandi yang termasuk dalam kebocoran memiliki panjang 6-20 karakter, dengan karakter non-ASCII dan spasi dihapus.

Tim keamanan itu juga membandingkan data bocor ini ke Compilation of Many Breaches (COMB). Sebanyak 3,2 miliar data password yang bocor ternyata cocok dengan data tersebut.

Tim CyberNews menyimpulkan, karena jumlah data yang bocor ini hampir 2 kali lipat dari pengguna internet dunia yakni 4,7 miliar orang, para pengguna patut mengecek password masing-masing apakah masih aman atau sudah bocor.

Dampak potensialnya adalah, karena banyak orang yang memakai password yang sama untuk berbagai akun, maka semua akun tersebut juga berisiko bobol. 

Ilustrasi pengecekan keamanan password

Bagaimana cara untuk mengantisiapsi kebobolan password? Pakar keamanan siber dari Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi (CISSReC) Pratama Persadha menganjurkan warganet rutin menggunakan website pemeriksa kebocoran data pribadi untuk mengetahui apakah akun platform bocor atau tidak. Karena apabila data-data bocor dapat dimanfaatkan untuk tindak kejahatan seperti penipuan.

Ia juga mendorong pengguna menjaga informasi pribadi dengan cara membuat kata sandi yang unik dan rutin mengubahnya. Password yang unik menurutnya bisa dengan menggabungkan dua kata atau lebih kata yang tidak terkait untuk membentuk keseluruhan frasa sandi.

Lalu, hindarilah penggunaan informasi pribadi dalam personal identification number (PIN). Tanggal lahir pemilik akun misalnya, karena mudah ditemukan di catatan publik.

Pratama lantas mengingatkan warganet ketika memilih aplikasi maupun situs internet harus selektif, terlebih dahulu melihat review pada aplikasi. Bila mencurigakan, lebih baik tidak menginstalnya.

“Bila masuk aplikasi dan situs diminta masukkan berbagai data yang tidak relevan, sebaiknya hindari saja karena ditakutkan itu adalah aplikasi dan situs phishing,” ujarnya.

Facebook Akuisisi Unit Dua Game

Facebook Akuisisi Unit Dua Game

Oleh Mukhammad Maulana Fajri; Editor Fauzah Thabibah

Ilustrasi unit 2 games yang di akuisisi Facebook gaming,  Selasa (8/6).
Sumber : facebook.com

Facebook mengakuisisi unit dua games dari rancangan studios Crayta yang merupakan sebuah perusahaan platform untuk membuat game dengan mudah tanpa harus melalui serangkaian kode yang membuat perancanganya terasa sulit, pada Selasa (8/6).

Cratya yang dirilis tahun 2020 lalu kini telah memberikan perkembangan baru dan inovatif dalam dunia games. Perkembangan itu di lakukan untuk memudahkan perancang dalam pembuatan games agar lebih mudah dan nyaman.

Perancangan dalam membuat games di gandeng oleh Facebook. Kolaborasi ini akan membantu Facebook untuk memperluas kategori pembuat konten game. Ini juga akan membantu menyertakan orang-orang yang mengembangkan, meriliskan, berbagi game, dan pengalaman di Facebook Gaming.

Selain itu, prinsip utama dari kolaborasi ini yaitu semua orang di Facebook akan menciptakan pengalaman dalam hitungan menit tanpa perlu kode, sementara pembuat konten yang lebih maju dapat membuat konten hanya dibatasi oleh imajinasi mereka.

Pihak Facebook Gaming, Vivek Sharma menuturkan dalam keterangan resmi dari situs Facebook bahwa   dalam pemanfaatan teknologi ini bisa membuat game dalam waktu yang singkat. Bahkan dalam pembuatannya juga sangat mudah dilakukan oleh pengguna.

“Di masa depan, para pengguna Facebook bakal bisa merasakan (membuat game) dalam hitungan menit tanpa harus menulis kode,” ujar Sharma.

Kemudian CEO Unit 2 Games, Richard Smithies turut menyampaikan bahwa perusahaanya dan Facebook Gaming memiliki satu visi yang sama, yaitu memberikan kemudahaan bagi para pengguna awam untuk membuat gamenya sendiri.

“Menggabungkan dua perusahaan memungkinkan kami menjajaki peluang baru dan mewujudkan berbagai potensi yang ada secara maksimal,”  tutur Richard dalam pengumuman terpisah.

Facebook menggandeng serta mengakuisisi Unit 2 Games dengan teknologi Crayta bertujuan untuk  mempermudah proses pembuatan game di platform Facebook Gaming sekaligus memperluas segmen kreator konten ranah gaming.

Dengan demikian maka pihak dari Facebook Gaming akan lebih mudah untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para penggunanya dalam membuat games yang di inginkan. Selain itu, pemanteknologi Crayta juga bakal diintegrasikan dengan teknologi cloud streaming yang dimiliki Facebook, sehingga memungkinkan pengguna awam berkolaborasi menciptakan sebuah game yang bisa dimainkan secara gratis dan cepat.

Ilustrasi games yang sedang dimainkan oleh gamer.
Sumber : facebook.com

Salah satu pengguna mobile games, Rafa Nur sangat senang dengan kolaborasi antara Facebook Gaming dan Unit 2 Games berteknologi Crayta. Karena ia beranggapan jika dalam pemanfaatanya dapat diakses dengan lancar bagi para pengguna, maka dengan mudah juga dalam membuat game tanpa menggunakan kode.

“Bagi para gamer tentunya sangat senang sekali jika Facebook berkolaborasi dengan Unit 2 Games yang mana merupakan perusahaan platform pembuat game berteknologi Crayta. Dengan begitu, kami para gamer bisa dengan mudah membuat fitur game yang menarik tanpa menggunakan kode, karena kode itulah yang membuat kami sulit untuk bereksplorasi dengan karya inovatif yang kami miliki. Semoga kolaborasi ini bisa berjalan dengan lancar dan berhasil menciptakan karyanya yang lebih kreatif lagi sehingga bisa membuat games memiliki sisi kelebihan yang bisa di banggakan,” Ujar Rafa.

Rafa juga berharap semoga kolaborasi yang di jalankan  antara Faceook dan Unit 2 Games dapat memberikan inovasi baru dalam dunia games.

Selaim itu, antara pembuat dan pemain games dapat saling kolaborasi dalam pemanfaatan teknonologi Crayta. Karena Visi Crayta adalah untuk mendemokratisasi pembuatan game, memberdayakan lebih banyak orang dari pada sebelumnya untuk membuat, bermain, dan berbagi game, terlepas dari pengalaman atau latar belakang orang tersebut.

Industri Keuangan Mengandalkan Teknologi, Jokowi: Hati-Hati

Industri Keuangan Mengandalkan Teknologi, Jokowi: Hati-Hati

Reporter Mukhammad Maulana Fajri; Editor Aulia Gusma Hendra dan Nur Arisyah Syafani

Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021
Sumber: Website  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB)

Presiden Jokowi menghadiri acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2021 di Istana Negara, Selasa (4/5). Dalam kehadirannya, ia menyampaikan kepada masyarakat, mengenai industri keuangan  yang mengandalkan Teknologi  (Financial Technology).

Memasuki era industri 4.0 atau era serba digital membuat berbagai sektor jasa keuangan harus menyesuaikan diri agar tak ketinggalan arus teknologi. Untuk industri keuangan dalam negeri, Presiden menginginkan industri keuangan bisa beradaptasi. Industri Keuangan mengandalkan inovasi dan teknologi dalam praktik keuangannya, sehingga kini banyak bermunculan perusahaan yang berbasis fintech.

Penyampaian Resmi Presiden Jokowidodo dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasioanal 2021
Sumber: Website Kementerian PANRB

“Sekarang ini sudah marak bermunculan yang namanya fintech yang mampu mengoperasikan bisnisnya dengan sangat efisien dan industri keuangan sudah mulai bergeser menjadi perusahaan yang mengandalkan inovasi dan teknologi, hati-hati mengenai ini,” jelas Jokowi.

Dalam hal ini, industri keuangan mengandalkan teknologi dengan pemanfaatan sistem yang dimiliki untuk mengoptimalkan suatu pengerjaan. Dampaknya lebih efisien dan mampu mengambil pasar yang terkendala oleh jarak dan waktu. Dengan demikian, segmen pasar dapat menjadi lebih luas, bukan hanya business to business namun juga business to customer.

Pemanfaatan teknologi oleh industri keuangan bisa direalisasikan dengan adanya kontribusi antara perusahan dengan pemerintah. Pemerintah menekankan agar dalam pemanfaatanya bisa memberikan hal baru yang positif kepada masyarakat. Masyarakat juga diharapkan bisa ikut andil dalam fintech ini seperti memberikan gagasan serta ide-ide yang cemerlang.

Dengan demikian, pemerintah, perusahaan dan masyarakat harus saling bersinergi agar terciptanya hubungan yang harmonis serta mampu mendongkrak industri keuangan yang maju bermodalkan inovasi dan teknologi. Sehingga diharapkan bisa lebih adaptif dalam pencanangan teknologi industri keuangan baik dalam hal investasi maupun kebijakan yang berlaku.

Robot Pembawa Berita dari Korea Selatan Terlihat seperti Manusia Sungguhan

Robot Pembawa Berita dari Korea Selatan Terlihat seperti Manusia Sungguhan

Taufiq Al Hakim

Sumber: CNBC Indonesia

Menjalani profesi sebagai news anchor atau pembawa berita merupakan hal yang sangat diimpikan bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang mempunyai background dan ketertarikan pada dunia penyiaran. Lalu, bagaimana jadinya jika profesi yang biasa dibawakan oleh manusia ini tiba-tiba digantikan oleh sebuah robot?

Mungkin sebagian dari kita beranggapan hal tersebut agak aneh dan bagaimana mungkin hal itu bisa dilakukan oleh sebuah robot. Dimana profesi ini identik dibawakan oleh manusia yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, penampilan menarik, dan ketelitian dalam menganalisa suatu berita atau peristiwa.

Tapi, keanehan yang anda rasakan tampaknya akan sirna dalam waktu sekejap, karena baru-baru ini saluran televisi MBN asal Korea Selatan memperkenalkan pemirsanya pada pembawa berita bertenaga artificial intelligence (AI) pertama di negara ginseng tersebut.

Dikutip dari Oddity Central, Sabtu (21/11/2020), teknologi ini dikembangkan oleh MBN dalam kemitraan dengan perusahaan produksi kecerdasan buatan, Money Brain. Hal yang cukup menarik perhatian banyak orang dari pembawa berita AI ini adalah kemiripannya dengan tokoh asli pembawa berita tersebut, yaitu, Kim Ju-ha.

Selain memiliki tampilan dan suara yang sama persis dengan pembawa berita populer tersebut, pembawa berita AI juga menirukan gerakan kecil yang terkadang dilakukan Kim, seperti mengutak-atik pena saat membawakan suatu berita.

Pada siaran MBN 6 November 2020, pembawa berita AI bahkan berbagi percakapan dengan Kim Ju-ha di kehidupan nyata, untuk membandingkan suara mereka, yang tampaknya membuat banyak orang sedikit ketakutan.

Sumber: MBN News

“Saya diciptakan melalui pembelajaran mendalam 10 jam video Kim Ju-ha, mempelajari detail suara, cara dia berbicara, ekspresi wajah, cara bibirnya bergerak, dan cara dia menggerakan tubuhnya dan berita yang diberdayakan,” kata Pembawa berita AI itu, seperti yang dilansir dari laman odditycentral.

“Saya bisa melaporkan berita persis seperti yang dilakukan pembawa berita Kim Ju-ha,” tambahnya.

MBN juga mengatakan bahwa pembawa berita AI mungkin lebih cocok untuk menangani bencana alam dan keadaan darurat lainnya, karena tersedia kapan saja, siang ataupun malam. Perusahaan juga mengharapkan teknologi baru ini bisa membantu memangkas biaya tenaga kerja dan produksi.

Meskipun kehadirannya menuai pro kontra dan momok yang cukup menakutkan terutama bagi pembawa berita manusia, beberapa ahli yakin bahwa avatar digital bertenaga AI ini tidak akan pernah sepenuhnya menggantikan pembawa berita manusia.

Yoo Seung-chul, seorang profesor di School of Communication & Media di Ewha Womans University di Seoul, percaya bahwa konsep robot atau avatar digital yang hampir menyerupai manusia, terlalu ‘aneh’ bagi sebagian manusia, dan menimbulkan perasaan tidak enak. Karena itu pekerjaan manusia asli sebagai pembawa berita tidak akan tergantikan.

Tapi, tidak menutup kemungkinan juga bahwa pembawa berita AI ini bisa meringankan pekerjaan manusia, terutama apabila dihadapkan dengan kondisi yang cukup genting dan mendesak.

Jadi, kamu lebih suka mendengar berita dari robot pembawa berita AI atau pembawa berita manusia?

Oh ya, sebelum Korea Selatan meluncurkan pembawa berita AI ini, China sudah terlebih dahulu meluncurkan dua pembawa berita AI yang tampak sangat realistis pada tahun 2019 lalu, negara ini juga membuat pembawa berita bertenaga AI wanita pertama.

5 Medsos Populer Asli Indonesia, Sudah Pernah Coba?

5 Medsos Populer Asli Indonesia, Sudah Pernah Coba?

Khaerul Aji

Media sosial di zaman sekarang menjadi hal yang wajib dimiliki oleh setiap individu. Aplikasi-aplikasi media sosial populer seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan WhatsApp  menjadi aplikasi dengan pengguna terbanyak di Indonesia.

Pernah kamu mencoba aplikasi media sosial asli Indonesia?, atau malah kamu belum tahu kalau sudah banyak aplikasi sosial media buatan Indonesia yang laris di beberapa toko aplikasi? Nah simak beberapa aplikasi media sosial buatan Indonesia yang laris di Google Play Store berikut ini :

1. Yogrt

Yogrt (sumber : facebook.com/ Yogrt)

Media sosial yang dikembangkan oleh KongKo Digital dan Akasanet ini sudah mendapatkan lebih dari 5 juta download di Google Play Store. Aplikasi ini bertujuan untuk memperlancar perkenalan antar-penggunanya, dengan Yogrt kamu bisa menemukan teman-teman baru berdasarkan lokasi terdekat mu loh.

Selain itu kelebihan aplikasi ini juga terdapat mini games dan kuis yang membantu kamu menemukan teman barumu. Fitur tersebut bisa membantu kamu ketika kamu ingin mencari teman dan membuka perbincangan bersama kenalan baru mu.

2. Sestyc

Sestyc (sumber : sekolahnews.com)

Aplikasi media sosial yang dirilis pada 1 April 2019 ini memberikan pengalaman agar kamu bisa terhubung dengan banyak orang dan menemukan teman-teman baru. Sestyc memiliki fitur yang sedikit mirip dengan Instagram seperti mengunggah foto dan video, melakukan panggilan suara atau video, mengomentari postingan teman, menemukan orang di fitur explore dan discover, Mengirim pesan suara, dan masih banyak fitur menarik lainnya.

Aplikasi ini dikembangkan oleh para milenial asal Surabaya yaitu Kevin Ciang, Andy Kurnia Wijaya, Michael Fransesco, Lodixon Gonzaller, dan Jesslyn. Aplikasi ini sudah mencapai lebih dari 500.000 unduhan di Google Play Store.

3. LiteBIG

Litebig (sumber : klikmania.net)

Litebig merupakan aplikasi media sosial yang memiliki kemampuan multifungsi. Selain mempunyai fungsi seperti media sosial pada umumnya yaitu mencari teman baru dan memulai percakapan, litebig juga bisa berfungsi sebagai marketplace loh. Jadi apliaksi ini bisa membantu kamu melakukan transaksi jual beli dengan teman-temanmu. Aplikasi ini sudah mencapai lebih dari 500.000 unduhan di Google Play Store

4. Sebangsa

Sebangsa (sumber : sebangsanetwork.com)

Aplikasi yang berbentuk logo angklung ini dibuat oleh Enda Nasution dan Indira B. Widjonarko pada 2014 lalu. Sebangsa memudahkan kamu untuk terhubung dengan teman-temanmu dan juga bisa mencari teman baru. Selain itu, aplikasi ini juga menyediakan fitur untuk membuat komunitas seputar hobi, pekerjan, ataupun tentang sekolah loh. Aplikasi sebangsa ini sudah mencapai lebih dari 50.000 unduhan di Google Play Store.

5. Oorth

Oorth (sumber : jurnalapps.co.id)

Selain menjadi platform untuk berkomunikasi bersama komunitas, aplikasi yang yang lahir di daerah Solo, Jawa Tengah ini juga mengedepankan nilai-nilai sosial yang baik seperti gotong-royong dan saling membantu. Oorth menyediakan fitur-fitur yang memungkinkan kamu untuk melakukan donasi atau memberi bantuan kepada orang yang membutuhkan. Aplikasi ini sudah menembus 550 kota di 69 negara loh dan di Google Play Store sendiri, aplikasi ini sudah mencapai 50.000 unduhan.