Rafa Jafar

Gerakan Kelola Sampah Elektronik

Gerakan Kelola Sampah Elektronik

Reporter: Khalilah Andriani , Editor: Tiara De Silvanita

Rafa Jafar (Founder E-WasteJR)
Sumber: DNKTV – Muhammad Nazar

Barang elektronik dapat kita jumpai di manapun, dari barang elektronik rumah tangga, barang elektronik pribadi seperti handphone, laptop, earphone dan masih banyak lagi. Barang elektronik yang sudah tidak dipakai tersebut dinanamakan limbah elektronik atau electronic waste (ewaste).

Ketika limbah elektronik terkubur di Tempat Pembuangan Sampah (TPA) dan larut dalam jejak mikroskopis merembes di tempat pembuangan sampah. Akhirnya, jejak bahan beracun ini terkumpul di tanah di bawah TPA.

Air beracun di bawah TPA berlanjut ke air tanah  dan sumber air tawar di sekitar TPA. Air tersebut berbahaya bila dikonsumsi manusia dan dapat menyebabkan satwa liar jatuh sakit karena keracunan timbal, arsenik, kadmium, dan logam lainnya karena konsentrasi tinggi mineral dalam e-waste.

Berawal dari isu tersebut, Rafa Jafar atau kerap disapa RJ seorang anak muda pendiri komunitas E-WasteRJ yang berdedikasi mengurangi sampah elektronik dan mengelolanya dengan cara yang tepat. RJ mendirikan E-WasteRJ pada usia 11 tahun. Sejak masih kecil Ia terobsesi dengan hal-hal berbau teknologi, sering kali ia bertanya-tanya tentang sampah elektronik, penanganannya dan apa dampaknya.

E-WasteRJ saat ini sudah menjadi gerakan dalam skala nasional, gerakan ini diawali dari rumah, kemudian di sekolah- sekolah, lalu meluas di Jakarta hingga menjadi program pemerintah.

Kesulitan dalam menyosialisasikan isu e-waste menurut RJ adalah mayoritas masyarakat tidak mengerti apa itu ewaste.

“Mereka melihat ewaste sebagaimana sampah biasa. Sebetulnya agak susah untuk memberikan pemahaman bahwa e-waste bukan tipe sampah pada umumnya. E-waste butuh penanganan khusus, harus dibuang di tempat yang tepat. Dan tidak bisa dibuang asal-asalan seperti kita membuang sampah biasa,”ujar Rafa kepada Tim DNK TV pada Kamis, (20/5).

RJ melalui E-WasteRJ menargetkan bahwa pengelolaan sampah elesktronik menjadi gaya hidup yang mudah diakses bagi masyarakat luas.

“Salah satu tantangan dalam hal E-Waste adalah orang-orang tidak tahu harus dibuang ke mana saat rusak. Itulah sebabnya kita bikin dropbox dan aku ingin dropbox ini mudah diakses, agar mudah diakses, maka kita butuh banyak titik dropbox. Jadi itulah target kita, gimana kita bisa memperbanyak titik dropbox  dan memberikan pemahaman pada masyarakat tentang E-Waste, kemudian mengubahnya menjadi gaya hidup,“

Hingga sampai saat ini E-WasteRJ telah ada di 20 titik di 12 kota di Indonesia, bekerjasama dengan perusahaan pendaur ulang sampah elektronik dan sudah tersertivikasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mendaur ulang ewaste secara legal.

“Apa yang aku inginkan di masa depan dalam perspektifku adalah kita melihat sampah elektronik sebagai masalah serius dan bagaimana kita serentak menciptakan masa depan yang berinovasi dalam teknologi dengan manajemen sampah elektronik yang baik. Jadi membuat semuanya akan seimbang”

RJ berharap kedepannya Indonesia dapat menerapkan ekonomi sirkular dengan menerapkan Extended Producer Responbility (EPR). EPR merupakan suatu mekanisme atau kebijakan dimana produser diminta untuk bertanggung jawab terhadap produk yang mereka buat atau jual termasuk kemasan produk saat menjadi sampah.

Dengan kata lain, produser membantu menanggung biaya untuk mengumpulkan, memindahkan, mendaur ulang, dan membuang produk atau material di penghujung siklus hidup barang tersebut.

Menolak Punah

Extintion rebellion : Orang-orang yang Menolak Punah

Extintion rebellion : Orang-orang yang Menolak Punah

Reporter Amalia Riskiyanti dan Kireina Yuki; Editor

Sumber : Dokumen Pribadi Extinction Rebellion

Menginjak bulan April 2021, bencana alam terus melanda sejumlah daerah di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.045 kejadian sejak 1 Januari hingga 5 April 2021 pukul 15.00 WIB. Maraknya bencana alam yang terjadi disebabkan oleh anomali cuaca dan curah hujan ekstrem. Selain faktor alam, kerusakan ekologi seperti deforestasi semakin memperburuk dampak krisis iklim  yang mendorong curah hujan tinggi. Sehingga meningkatkan potensi bencana dan memperluas dampak bencana.

Disinilah para aktivis iklim seperti Extinction Rebellion mengambil peranannya. Orang-orang menolak punah yang merasa takut atas kepunahan yang seharusnya bisa dihindari. Tetapi belum dilakukan penanggulangan karena minimnya political will dari pemerintah.

Apa itu Extinction Rebellion? Extinction Rebellion (XR) adalah sebuah gerakan non-partisan internasional dengan konsep gotong royong yang menggunakan aksi damai tanpa kekerasan untuk mendorong pemerintah dalam menanggulangi keadaan darurat iklim dan ekologi yang mengancam kesejahteraan kehidupan di bumi.

Kegiatan aksi Extinction Rebellion menggunakan pendekatan theory of change berupa aksi demonstrasi damai dengan turun ke jalan serta diskusi dengan masyarakat tentang urgensi isu krisis iklim. Dalam aksinya, gerakan ini memiliki 3 tuntutan terhadap pemerintah. Pertama, menuntut pemerintah untuk menyebarkan kebenaran  perubahan iklim dengan “deklarasi darurat iklim”. Kedua, menuntut pemerintah untuk menetapkan  kebijakan yang terikat secara hukum dalam menurunkan net emisi karbon. Terakhir, menuntut pemerintah untuk membentuk Balai Masyarakat yang dipilih secara adil dan representatif.

Extinction Rebellion mempunyai 10 prinsip dasar kemanusiaan yang fundamental dan humanis yang menyatukan orang-orang yang peduli terhadap isu iklim demi kepentingan universal. Seperti prinsip keenam yang berbunyi, “Kita menghargai dan menyadari segala bagian dari semua orang”, yang dimaknai, bekerja secara aktif untuk menciptakan lingkungan kerja lebih aman dan menyediakan sarana yang lebih mudah digunakan. Dan juga prinsip kesembilan yang berbunyi, “Kita adalah komunitas yang menentang kekerasan”, yang dimaknai, menggunakan strategi dan taktik tanpa kekerasan adalah kunci utama yang membantu perubahan baik demi masa depan.

Dita

Dita Agusta, Pendiri Rumah Kucing Parung

Dita Agusta, Pendiri Rumah Kucing Parung

Reporter Aulia Gusma Hendra

Dita Agusta Pendiri Rumah Kucing Parung
Sumber: DNK Tim Cerita Inspirasi

Sobat, pernahkan kalian membayangkan ada sekitar 500 ekor kucing dalam satu rumah? Yap, Rumah Kucing Parung (RKP) jawabannya.

RKP merupakan tempat penampungan kucing-kucing terlantar yang sudah didirikan sejak 2014. Kebanyakan kucing yang tinggal di RKP adalah jenis kucing domestik atau lokal.

Tentu, ada sosok inspirasi dibalik berdirinya RKP ini. Kecintaannya kepada kucing membuat Dita Agusta mendirikan shelter penampungan kucing. Kehadiran Dita menyelamatkan kucing-kucing terlantar membuatnya mendapat gelar mom cat atau ibu kucing.

Dita mengatakan kucing yang berada di penampungan ini kebanyakan hasil rescue.

“Kucing-kucing yang berada di penampungan ini memang kebanyakan dari rescue, banyak keadaan kucing yang masih kurang baik dan masih butuh perawatan. Rumah kucing ini memang kita prioritaskan untuk kucing-kucing yang membutuhkan tempat yang layak”. Ujarnya

Pada setiap minggunya terdapat sekitar 5-10 penghuni baru di rumah kucing ini, keadaan yang diterima juga bermacam-macam. Mulai dari kelaparan, luka-luka dan ada juga dibawa pemilik karena tidak sanggup merawat.

Salah satunya Silvia Dwi Kirana, yang menitipkan kucingnya di RKP ini. Ia mengatakan tidak bisa merawat kucing.

“Saya menitipkan kucing di rumah kucing ini karena saya tidak bisa merawat. Kadang saya menemukan kucing di jalanan, jadi daripada kasian di jalanan maka saya bawa kesini (Rumah Kucing Parung)”. Ungkapnya

Dita Agusta juga menyampaikan biaya operasional RKP ini datang dari berbagai donatur.

“Sumber dana dari rumah kucing ini semua donasi orang, baik perorangan, atau pihak produsen makanan dan dari manapun semuanya kita terima. Biayanya pun sekitar satu juta untuk pakan dan vitamin diluar biaya klinik, gaji karyawan dan lainnya”.

Dita Agusta berharap dengan adanya rumah kucing Parung ini dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat agar tetap menyayangi kucing dan memberikan kehidupan yang layak untuk kucing-kucing terlantar.

usmar ismail

Mengenal Usmar Ismail, Bapak Perfilman Indonesia

Mengenal Usmar Ismail, Bapak Perfilman Indonesia

Penulis: Ahmad Haetami

Seabad lalu, 20 Maret 1921 Bapak Perfilman Indonesia Usmar Ismail lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat. Ia adalah anak bungsu dari bangsawan Minang, Ismail Datuk Manggung dan Fatimah Zahra. Usmar dididik dengan mengutamakan bahasa Melayu tinggi dan darah sastrawan mengalir pada dirinya.

Memulai pendidikan di HIS, MULO-B, AMS-A II. Ia menunjukkan kecintaannya terhadap film dengan sering ke bioskop meski dilarang ayahnya. Hingga Usmar benar-benar lulus dari Jurusan Film di University of California in Los Angles (UCLA).

Tahun 1943, Usmar mendirikan kelompok sandiwara “Maya” bersama El Hakim, Rosihan Anwar, Cornel Simanjuntak, dan H.B. Jassin. Maya menjadi tonggak lahirnya teater modern di Indonesia.

Saat Jakarta diduduki oleh Sekutu pada September 1945, Usmar dan kawan-kawannya mengungsi ke Yogyakarta. Ia kemudian melebarkan sayapnya menjadi seorang jurnalis dan memimpin harian Patriot dan majalah Arena. Aktivitas ini yang mengantarkan Usmar menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 1946-1947.

Pada tahun 1948, Usmar kemudian menjadi jurnalis Antara dan sempat dijebloskan ke penjara Cipinang. Saat di penjara,  ia sambil membantu Andjar Asmara mengerjakan film di perusahaan produksi film “South Pacific Corporation” milik Belanda.

Ia berhasil merilis tiga film, yaitu Harta Karun, Si Bachil, dan Tjitra dalam kurun waktu hanya satu tahun. Namun, ketiga-tiganya tiada yang memuaskan hati Usmar karena ia merasa ada pengekangan daya kreativitasnya. Ia dibebaskan saat tercapai persetujuan Roem-Royen pada Mei 1949 dan memulai karier di bidang perfilman.

30 Maret 1950, Usmar Ismail mendirikan Pusat Film Nasional Indonesia dan memulai pengambilan gambar film “Darah dan Doa”. Darah dan Doa jadi film pertama yang keseluruhannya dikerjakan oleh anak bangsa. Kini 30 Maret selalu diperingati sebagai Hari Perfilm Indonesia.

Meskipun Darah dan Doa disambut dengan baik dan sempat ditayangkan di Istana Presiden. Perilisan film “Darah dan Doa” yang berkisah mengenai long march Divisi Siliwangi tersebut tidak berjalan mulus karena otoritas militer sempat melarang peredarannya. Darah dan Doa dianggap mengancam wibawa tentara. Namun, Usmar Ismail tak gentar dan tetap membuat film.

Filmnya Usmar Ismail kebanyakan berbicara mengenai perjuangan bersenjata. Pengarsipan karya filmnya kini bisa dibilang sudah cukup baik. Seperti filmnya yang berjudul “Lewat Djam Malam” yang kini telah direstorasi dan tersedia di Criterion Collection, sebuah perusahaan yang mendistribusi film-film klasik yang dianggap sebagai karya penting dalam sejarah sinema.

Karya agung Usmar Ismail lainnya yang sudah direstorasi adalah Tiga Dara. Film yang sukses besar secara komersil tetapi Usmar sendiri malu telah membuat film itu karena tidak sesuai dengan idealismenya.

Perjalanan kariernya tak selalu mulus. Pada tahum 1960, kondisi keuangan Perfini tidak keruan dan Usmar terpaksa harus menutup studio Perfini di Mampang demi membayar hutang.

Karier Usmar kian mengkhawatirkan ketika ia dituduh PKI dan antek Amerika. Usmar Ismail yang pernah belajar film di Hollywood menjadi sasaran empuk. Film Tiga Dara diboikot hanya karena mengambil ilham dari Hollywood.

Situasi ini bertepatan dengan sikap Usmar yang menentang fungsi sensor film dalam negeri yang seolah sebagai polisi susila. Tuduhan tersebut membuat Usmar, Djamaludin Malik, dan Asrul Sani mendirikan Lesbumi. Lembaga seniman budayawan yang berafiliasi dengan Partai NU.

Usmair Ismail meninggal dunia pada 2 Januari 1971. Semasa hidupnya, ia telah menelurkan lebih dari 30 film dengan beragam genre. Film Ananda (1970) menjadi film terakhirnya. Hingga kini, nama Usmar Ismail selalu disebut jika membicarakan film Indonesia. Seperti mengutip perkataan sahabatnya Asrul Sani dalam bukunya yang berjudul Usmar Ismail Mengupas Film, “sejarah film Indonesia tidak bisa ditulis tanpa melibatkan sejarah hidup Usmar Ismail dan perkembangan perfilman tidak akan dapat dimengerti tanpa memahami pikiran-pikiran Usmar.”

Internship Crew Ahmad Haetami

Fenomena Prekariat Kini Digemari Anak Muda

Fenomena Prekariat Kini Digemari Anak Muda

Farhan Effer Dalimunthe

Prekariat merupakan istilah baru yang dipopulerkan oleh Guy Standing dalam bukunya The Precariat : the new dangerous class, sebuah istilah yang muncul dari kata precarious (rentan) dan proletariat (kelas pekerja), atau secara singkat dapat dikatakan sebagai sistem yang merujuk pada semua kelas pekerja yang terjebak dalam kondisi rentan atau pekerjaan non formal. Sederhananya disebut juga sebagai “pekerja yang tidak menentu jam kerjanya, kontrak kerjanya, jaminan kerjanya, lingkup kerjanya.

Terhitung dari maret 2020 semenjak virus corona dinyatakan sebagai wabah nasional di Indonesia sejumlah pekerjaan formal banyak yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai dampak dari ketidakstabilan ekonomi negara saat itu. Dilain sisi dampak yang diberikan juga berpengaruh kepada munculnya fenomena prekariat ditandai dengan tinggi peminat pekerja non formal terutama di kalangan muda dewasa ini.

Setidaknya ada empat fenomena prekariat yang merujuk kepada pekerjaan non formal namun digemari oleh khalayak muda, dimulai dari waku kerja yang relatif lebih banyak sampai dengan waktu kerja yang kondisional.

Pekerja Kontrak Dan Alih-Daya (Outsourching)

Perusahaan alih daya bergerak di bidang jasa perekrutan karyawan dan menyalurkan kepada perusahaan yang membutuhkan. Alih daya dalam bahasa Inggris disebut outsorching. Kegiatan outsourcing pada hakekatnya adalah kegiatan pembelian, yaitu pembelian jasa. Pembelian itu sendiri adalah bagian dari kegiatan bisnis perusahaan sehingga terhadap kegiatna pembelian berlaku pula etika bisnis.

Alih daya memberikan jasa terhadap user (pengguna) yang membutuhkan sumber daya manusia (SDM). Bentuknya bisa hanya melakukan perekrutan dan memberikan kepada perusahaan dalam bentuk beli putus, bisa juga dalam hal pengelolaan sumber daya manusia demi kelancaran usahaya yang mereka jalankan. Maka outsourcing bergerak dalam bidang jasa dalam penyerahan atau pengontrakan aktivitas perusahaan pada pihak ketiga.

Penyerahan aktivitas ini dengan tujuan untuk mendapatkan kinerja pekerjaan yang profesional dan berkelas dunia. Oleh karena itu, pemilihan pemberi jasa merupakan hal yang sangat vital. Diperlukan pemberi jasa yang menspesialisasikan dirinya pada jenis pekerjaan atau aktivitas yang akan diserahkan sehingga mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan. Oleh karena itu, outsourcing merupakan langkah strategis bagi perusahaan dalam arti mempunyai kontribusi dalam menentukan hidup matinya dan berkembang tidaknya perusahaan.

Beberapa outsourcing terkenal di jakarta diantaranya ; Arta Kreasi Utama (AKU), Aura Universal Rasi (PT. Aura), Dinamika Mitra Huresindo (DMH), Examitrasolusi dan Harda Esa Reksa (HERA)

Praktik Magang (Intership)

Intership bukan sekedar untuk memenuhi syarat kelulusan mendapatkan ijazah baik sarjana ataupun diploma. Sebaliknya, kegiatan praktikal ini sebagai tempat untuk pelajar ataupun mahasiswa menimba pengetahuan dan pengalaman di dalam industri ketenagakerjaan, biarpun hanya melakukan kerja-kerja remeh.

Bagi aktivis organisasi ataupun pegiat literasi, intership umpama sebuah temu duga yang panjang dimana pekerja praktikal tersebut akan ditawarkan pekerjaan tetap selepas tamat pendidikan berjenjang sekiranya manager perusahaan berpuas hati dengan prestasi yang ditunjukkan pekerja selama intership.

Selain itu intership juga merupakan sebuah pengenalan kepada bidang kerja yang diminati oleh pelajar dan mahasiswa yang tengah melanjutkan studi bidang kajian tertentu. Dunia kerja tentunya sangat berbeda dengan dunia belajar, didalam bekerja setiap individu diharapkan dapat mempraktekkan ilmu teori yang telah dipelajar sebelumnya.

Lain daripadai itu, intership juga membantu individu pekerja membentuk pribadi tangguh. Disana mereka akan belajar membuat keputusan dan berani memegang konsekuensi yang ada. Mereka juga akan mulai membentuk networking bekerja dengan bidang yang tengah digeluti. Semua ini berguna dan menyumbang ke arah membina keyakinan diri serta belajar membuat pertimbangan.

Beberapa intership tempat magang yang kerap diminati anak muda : Media massa, bank swasta, rumah sakit, instansi pemerintah, manufaktur dan bengkel otomotif

Kerja Paruh Waktu (Part-Time)

Kerja parttime merupakan pekerjaan yang memiliki waktu relatif fleskibel, karena pekerja full time pada umumnya akan menghabiskan sekitar 40 jam perminggu di perusahaan. Sedangkan pekerja parttime memiliki waktu yang lebih sedikit, yaitu biasnaya membutuhkan waktu sekitar 3-5 jam, tergangung jenis pekerjaannya.

Tipe pekerja ini tidak memiliki kontrak kerja sepertihalnya pegawai kantoran pada umumnya. Kesepakatan dapat diajukan diawal antara pekerja dan pemberi pekerjaan, sepertihalnhya upah yang dibayarkan, jenis pekerjaan yang diterima, sampai dengan fasilitas-fasillitas yang mungkin akan didapatkan.

Ada keuntungan dan kekurang tersendiri jika ingin terjun di bidang pekerja partime ini, Dimulai dari mulai memiliki tabungan uang sendiri, mempelajari hal baru, mengasah keahlian sebelum mendapatkan pekerjaan tetap, membiasakan diri dalam mengatur waktu, bahkan sampai dengan memperbanyak jaringan dan kenalan dalam dunia kerja. Adapun kekurangna yang kerap dieluhkan bagi pekerja parttime adalah tidak ada perlindungan terhadap pekerja, kerap disepelekan dan dianggap tidak profesional dalam bekerja, kadang pula bayaran yang tidak sesuai ekpektasi, hingga tidak adanya jenjang karier yang jelas di perusahaan.

Adapun beberapa pekerjaan yang cukup diminati adalah Asisten pribadi, tutor atau guru les, desainer, waiter atau barista, penulis lepas, fotografer, penerjemah dan pemandu wisata.

Kerja Lepas (Freelance)

Pekerja freelance dalam artian singkat adalah pekerja mandiri yang tidak memiliki perjanjian kerja yang mengikat antara kedua belah pihak baik dari pekerja ataupun pemberi kerja (perusahaan). Maka jenis pekerjaan ini tidak bisa disebut sebagai karyawan perusahan karena pekerja dalam bidang ini bebas memilih siapa kliennya dan apa saja yang ingin dikerjakan.

Sisi fleksibelitas yang didapat membuat pekerjaan ini digemari oleh anak muda zaman sekarang. be your own bos mengedepankan kebebasan untuk  mengambil peran apa yang diinginkan untuk bekerja namun tetap mendatangkan upah yang dihasilkan.

Namun cukup disayangkan jenis pekerjaan ini tidak mendapat tunjangan dan asuransi dari perusahaan, alih-alih diberdayakan perusahaan pekerja justruk akan mengeluarkan modal sendiri dalam bekerja, dan pendapatan yang didapatkan pun tidak menentu. Beberapa pekerjaan freelance yang diminati anak muda seperti Desain grafis, penulis dan editor, dan penerjemah

Itu dia serba serbi mengenai fenomena prekariat yang kini tengah digemari oleh anak muda, mulai dari keuntungan dan kelemahannya hingga beberapa contohnya dapat dijadikan acuan bagi yang memilih bekerja di sector informal lainnya. Jadi jangan sia-siakan kemampuan yang dimiliki dan teruslah berkarya.

Kisah ‘Open Donasi’ di Twitter dari Elsya Sandria

Kisah ‘Open Donasi’ di Twitter dari Elsya Sandria

Azzahra Syafiera

KIsah Pak Sri dari Elsya Sandria yang viral di Instagram (sumber: instagram.com/ elysandria)

Bagi ‘anak twitter’ pasti sudah tidak asing lagi dengan konten From This to This. Serupa dengan konten before-after. Dan pada umumnya, isi konten tersebut merupakan sebuah perubahan yang telah dilakukan seseorang atau perubahan terhadap sesuatu.

Seperti wanita asal Bogor, Elsya Sandria, yang beberapa waktu lalu sempat viral di instagram, karena telah membantu Pak Sri, pengemudi Ojek Online (Ojol) yang bekerja serba kekurangan.  Hijabers ini akhirnya membuka donasi untuk membantu Pak Sri. Viral, akhirnya bantuan yang terkumpul untuk pak Sri pun mencapai ratusan juta.

Tidak hanya di instagram,  ia pun melanjutkan jiwa sosialnya ini melalui media sosial twitter loh. Sehingga, banyak netizen twitter yang sering menandai Elsya Sandria di berbagaicuitan yang membutuhkan bantuan.

Elsya pun memanfaatkan konten from this to this untuk berbagi kisah bantuan yang terkumpul dari para donatur. Berikut beberapa kisah inspiratif dari Elsya sandria yang memanfaatkan konten from this to this.

1. Abah Anang penjual donat yang mendapatkan bantuan sebesar 70 juta rupiah.

sumber foto: twitter.com/ elsyandria

Abah Anang merupakan penjual tahu dan donat dengan penghasilan 5 ribu hingga 9 ribu per harinya, kakek ini juga hidup sebatang kara dengan kondisi yang memprihatinkan. Elsya pun terketuk hatinya untuk membuka donasi dan mendapatkan bantuan sebesar 70 juta rupiah.

Berkat bantuan tersebut, Abah Anang berhasil merenovasi kamarnya dan memakai sisa uangnya untuk berangkat ke tanah suci.

2. Bebagi kisah Jabarudin penderita hydrosephalus

sumber foto: twitter.com/ elsyandria

Zabaruddin adalah seorang lelaki berusia 18 tahun menderita Hydrocephalus yaitu penumpukan cairan di rongga otak, sehingga meningkatkan tekanan pada otak.Ia diasuh oleh kakek dan neneknya di sebuah rumah tumpangan yang sangat sederhana.

Hasil donasi yang dilakukan Elsya terkumpul hingga 50 juta rupiah. Uang tersebut digunakan untuk membangun rumah yang layak untuk jabarudin dan nenek kakek, sisa uangnya di gunakan untuk kebutuhan Jabarudin lainnya.

3. Kisah Abah Yahya, yang membangun rumah dari hasil donasi

sumber foto: twitter.com/ elsyandria

Abah Yahya berusia 70 tahun lebih dan berprofesi sebagai penjual roti keliling. Ia tinggal dirumah yang tidak layak huni . Setiap hari beliau berpenghasilan 10 ribu, dan 50 ribu jika ramai pembeli. Elsya mengenal Abah Yahya dari instagram Komunitas Indonesia Memberi, dan tergerak untuk melakukan open donasi.

Abah Yahya dan keluarga mendapatkan donasi sebesar 55 juta rupiah dari hasil open donasi yang dilakukan Elsya. Uang donasi digunakan untuk membeli perabotan rumah tangga,pemasangan listrik ,pakaian dll.

Sisa uang donasi akan dialokasikan untuk usaha dan pemberian perbulan, karenakan Abah sudah cukup berumur untuk bekerja kembali. Dan saat ini, rumahnya sedang dalam proses pembangunan.

4. Kisah Bima merawat Robin yang terkena busung lapar

sumber foto: twitter.com/ elsyandria

Bima & Robin adalah kakak beradik. Tak hanya berperan sebaga kakak, bima juga orang tua bagi sang adik. Mereka hanya hidup berdua, karena orang tuanya telah tiada. Robin, menderita penyakit serius yaitu busung lapar. Mereka tinggal disebuh kontrakan yang sangat sederhana, dan sehari-hari Bima bekerja sebagai ojek online. 

 Elsya yang mendapatkan kisah tersebut dari salah satu pengikutnya di twitter, tergerak untuk melakukan open donasi. Dana yang terkumpul sebesar 45 juta rupiah, dan dana ini akan difokuskan untuk kesembuhan dan memulihkan gizi Robin.

Itulah beberapa kisah yang berhasil mendapatkan bantuan dari open donasi yang dilakukan Elsya Sandria. Dari kisah Elsya, kita belajar, bahwa media sosial juga bisa dijadikan lading pahala untuk berbagi kebaikan. Semoga jiwa sosial yang dimiliki Elsya dapat menginspirasi kita semua ya. Semangat berbagi dan tebar kebahagiaan.

Bahaya Toxic Parents dan Cara Menghadapinya

Bahaya Toxic Parents dan Cara Menghadapinya

Elsa Azzahraita

Ilustrasi Toxic Parent (Sumber : Farah Magazine)

Pernahkah kamu  mendapatkan kekekerasan secara verbal dari orang tuamu atau dianggap selalu salah sekalipun kamu melakukan hal benar ? Jika iya, bisa jadi kamu mendapatkan pola asuh toxic parents.

Toxic parents adalah tipe orang tua yang mengatur anak sesuai dengan kemauannya tanpa menghargai perasaan dan pendapat sang anak. Kondisi ini bisa membuat anak merasa terkekang dan ketakutan. Tak jarang, anak-anak yang besar dalam lingkungan seperti ini tumbuh dengan membawa luka batin dan perasaan traumatis. Mereka tumbuh menjadi pribadi yang sering menyalahkan diri sendiri dan memiliki rasa percaya diri yang rendah.

Sebagai seorang anak,  memang tidak mudah dalam menghadapi orang tua yang toxic. Kita dituntut untuk extra sabar dalam menghadapinya. Nah, berikut ini adalah cara yang bisa dilakukan sobat hitz dalam menghadapi toxic parents :

1. Tetapkan batasan antara diri sendiri dengan orang tua

Untuk menetapkan batasan ini kamu harus bersikap asertif, yaitu tegas dan percaya diri dalam berkomunikasi tanpa memancing respons negatif dari lawan bicara. Ketika ada hal yang membuatmu tidak nyaman, maka bicarakanlah dengan orangtua. Kamu berhak untuk mengatakan “tidak” jika apa yang mereka katakan tidak sesuai dengan keinginanmu. Namun, pastikan ya agar kamu memberi alasan yang jelas agar mereka tidak memaksamu lagi.

2. Alihkan pembicaraan ke arah yang positif

Ketika orang tua sedang mengutarakan kemauannya yang bukan kehendakmu atau mengkritik tanpa memberi dukungan, sebisa mungkin jangan terbawa emosi hingga berdebat dengan mereka ya sobat hitz. Berdebat justru akan memperburuk keadaan dan dapat merenggangkan hubunganmu dengan orangtua. Lebih baik alihkan pembicaraan ke arah yang positif agar mereka lupa dengan pembahasan yang kurang mengenakkan tersebut. Jadi tetap jaga hubungan baik dengan orangtua ya sobat hitz.

3. Carilah kesibukan di luar rumah

Agar tidak merasa rendah diri karena omongan orangtua yang toxic, cobalah untuk mencari kesibukan. Kamu bisa menekuni hobi atau mempelajari hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Buatlah orang tuamu bangga, sehingga mereka bisa mendukung apa yang kamu lakukan.

4. Luangkanlah waktumu untuk me time

Penting banget nih bagi kamu meluangkan waktu untuk me time agar energi fisik dan mental kamu bisa terisi kembali. Kamu bisa melakukan me time dengan berbagai cara, misalnya dengan menonton film atau drama korea, mendengarkan musik, pergi ke pantai, mendaki gunung, atau sekadar menyendiri di taman dan menikmati suasana yang tenang.

Selain itu, me time juga membuat pikiranmu lebih rileks lho, sehingga kamu akan lebih sabar dalam menghadapi toxic parents. Me time juga merupakan wujud cinta kasih terhadap diri sendiri. Hal ini penting untuk meningkatkan kepercayaan dirimu yang mungkin terluka karena toxic parents.

5. Jangan memaksa untuk mengubah perilaku orang tua

Meski apa yang mereka lakukan memang salah, jangan memaksa orang tuamu untuk berubah menjadi sosok yang ideal, ya sobat hitz. Lebih baik fokuslah untuk mengontrol diri saat merespons pembicaraan orang tua agar tidak menyinggung perasaan mereka.

Sebagai seorang anak, seburuk apapun sikap orangtua, kita harus tetap menyayangi dan mengasihi orang tua. Kontrol emosi, bicara dengan lembut, serta tetaplah bersikap baik dan sopan kepada kedua orang tuamu, ya sobat hitz.

6. Jika mengalami kesulitan, segera konsultasikan ke psikolog

Jika kamu masih kesulitan dalam menghadapi orangtua yang toxic, kamu bisa konsultasikan masalahmu dengan psikolog guna mendapatkan solusi. Kamu juga bisa mengajak orangtuamu untuk ikut berkonsultasi agar mereka bisa mendapatkan arahan mengenai hubungan orang tua dan anak yang baik.

Itu dia cara yang bisa kamu lakukan dalam menghadapi toxic parents. Jika kamu sedang dalam kondisi seperti itu, tetap kuat ya sobat hitz dan tetaplah bertumbuh menjadi pribadi yang bijak dan positif. Semoga bermanfaat.

DNK TV UIN Jakarta Berbagi Saat Pandemi Covid-19

Station Manager DNKTV Irlan Istichori (kiri) memberikan simbolis bantuan donasi kepada penggagas Dapur Untuk Rakyat Ahmad Nabil Bintang (kanan) di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Jum’at (08/05/2020).

Pandemi Covid-19 berdampak pada perekonomian masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat kelas ekonomi menengah kebawah 

Dalam rangka menyambut Milad FIDIKOM ke-30, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi melalui salah satu Lembaga Penyiaran Komunitas, DNK TV, melaksanakan kegiatan DNK berbagi guna membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi tersebut.  Kegiatan ini juga didukung seluruh Lembaga Otonom (LO), Lembaga Semi Otonom (LSO) serta keenam jurusan yang berada di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Dari proses pengumpulan dana yang dilakukan sejak 13 April sampai 4 Mei, diperoleh dana sebanyak tujuh juta rupiah. Dari dana yang terkumpul tersebut, bantuan disalurkan ke dua tempat di daerah Tangerang Selatan yaitu Yayasan Raudlatul Makfufin dan Dapur Untuk Rakyat. Yayasan Raudlatul Makfufin, merupakan yayasan tuna netra  yang terletak di Jalan H. Jamat Gang Rais No.10, Buaran, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan yang turut merasakan dampak besar pandemi covid-19 ini. Sedangkan, Dapur Untuk Rakyat bergerak dibidang kemanusian membantu memberikan pangan kepada masyarakat terdampak pandemi tersebut di sekitar kawasan Tangerang Selatan. 

Ketua pelaksana DNK BERBAGI 2020 Alvin Akbar (kanan) memberikan bantuan donasi kepada pengelola Yayasan Raudlatul Makfufin Rafiq (kiri) di Serpong, Tangerang Selatan, Jum’at (08/05/2020).

Bantuan kepada Yayasan Raudlatul Makfufin berupa sembako senilai 1,5 juta rupiah dan uang tunai sebesar dua juta rupiah. Rapiq, selaku pengelola Yayasan Raudlatul Makfufin merasa sangat terbantu dengan bantuan yang telah diberikan, dan berharap kepada DNK TV selalu berkomitmen agar dapat berkerjasama khususnya dengan para tuna netra yang ada di yayasan tersebut. Selain itu, bantuan yang didapat juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para tuna netra di Yayasan Raudlatul Mukfufin.  

Bantuan selanjutnya di salurkan kepada Dapur Untuk Rakyat, yaitu sebuah lembaga yang sudah berdiri sejak awal pandemi yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat sekitar yang terdampak Covid-19 khususnya di daerah Tangerang Selatan. Lokasi posko pendistribusian Dapur Untuk Rakyat ini terletak di Jalan Jambu Nomor 1, Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur. Bantuan yang diberikan berupa sembako senilai 3,5 juta rupiah. Ahmad Nabil Bintang selaku penggagas Dapur Untuk Rakyat berharap agar bantuan yang telah diberikan mampu membantu agar Dapur Untuk Rakyat dapat terus hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan pangan. Sebagai Lembaga Penyiaran Komunitas, Ahmad Nabil Bintang juga berharap agar DNK TV mampu menjadi media kampus yang tetap berintegritas, mampu memberikan literasi media kepada masyarakat, serta memberikan konten-konten kreatif yang bermanfaat.

#dnknews #dnktv #dnkberbagi