Jumat Bersih jadi Upaya UIN Jakarta Ciptakan Green Campus

Jumat Bersih jadi Upaya UIN Jakarta Ciptakan Green Campus

Reporter Adellia Prameswari; Editor Syaifa Zuhrina

Aksi Jumat Bersih di UIN Jakarta. (uinjkt.ac.id)

Sempat terhenti selama dua tahun akibat pandemi, UIN Jakarta kembali menggelar aksi Jumat Bersih pada Jumat (10/6).

Aksi ini serentak dilaksanakan satu bulan sekali di penjuru lingkungan kampus dengan melibatkan hampir seluruh pegawai dan dosen untuk membersihkan rumput serta sampah.

“Gerakan bersih-bersih kampus harus menjadi budaya warga sivitas akademika, sehingga kampus menjadi indah, sehat, dan nyaman. Hal itu sesuai perintah agama bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman,” ucap Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis pada lansiran website UIN Jakarta.

Amany Lubis yang didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Ahmad Rodoni bahkan turut serta membersihkan halaman di lingkungan Gedung Rektorat.

Amany Lubis dan Ahmad Rodoni dalam Aksi Jumat Bersih. (uinjkt.ac.id)

Menurutnya, UIN Jakarta perlu menjadi contoh yang baik dalam kebersihan. Oleh karenanya, seluruh warga kampus harus ikut berpartisipasi dalam program kebersihan yang diadakan oleh kampus tersebut.

Salah satu mahasiswi UIN Jakarta, Attanya Diva ikut angkat suara terkait aksi Jumat Bersih ini. Baginya kegiatan ini butuh partisipasi seluruh warga kampus khususnya mahasiswa.

“Hal seperti ini justru harus mengikutsertakan mahasiswa, baik untuk terlibat langsung maupun tidak langsung. Karena mahasiswa juga bertanggung jawab atas kebersihan dan kenyamanan lingkungan di kampus,” tuturnya saat diwawancarai via Whatsapp pada Selasa (14/6).

Hal tersebut sehubungan dengan pernyataan salah satu Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta, Syahirul Alim berpendapat bahwa keterlibatan mahasiswa dalam menjaga kebersihan lingkungan harus diperhatikan.

“Mahasiswa juga perlu disadarkan tentang kebersihan lingkungan, terutama bagaimana mereka menjaga dan memelihara kenyamanan lingkungan dalam konteks belajar di kampus. Hanya saja, bentuknya tidak harus gerakan jumat bersih tapi gerakan-gerakan lain yang diinisiasi oleh pimpinan kampus,” ujarnya pada Selasa (14/6).

Ia berharap dengan diadakannya Jumat Bersih ini seluruh elemen kampus dapat menikmati lingkungan dan udara yang bersih dengan menjaga serta menyediakan ruang terbuka hijau yang lebih bermanfaat bagi seluruh civitas akademika di UIN Jakarta.

Minoritas Tak Jadi Penghalang, Candy Capai Predikat Terbaik FISIP UIN Jakarta

Minoritas Tak Jadi Penghalang, Candy Capai Predikat Terbaik FISIP UIN Jakarta

Reporter Adinda Shafa Afriasti; Editor Syaifa Zuhrina

Sarjana non muslim lulusan terbaik, Rahasimamonjy Lovanavalona Allison Candy. (uinjkt.ac.id)

Rahasimamonjy Lovanavalona Allison Candy merupakan salah satu Mahasiswi Hubungan Internasional (HI) UIN Jakarta yang mendapat predikat terbaik dengan capaian IPK 3,65 dalam acara pelepasan sarjana ke 124 yang diselenggarakan di Gedung Auditorium Harun Nasution, UIN Jakarta pada Sabtu (4/6).

Memilih UIN Jakarta sebagai kampus pilihanya tentu tidak dilakukan dengan tanpa pertimbangan. Perempuan asal Madagaskar tersebut menuturkan bahwa ia telah melakukan riset terlebih dahulu terkait kualitas pendidikan di UIN Jakarta khususnya program studi yang ditempuh.

“Sebenarnya saya memilih UIN Jakarta karena saya sudah melakukan riset dengan kualitas pendidikan program studi yang saya ambil,” ucapnya saat diwawancarai melalui Whatsapp pada Selasa (7/6).

Ia yang bukan seorang muslim dan UIN Jakarta yang merupakan kampus bercorak Islam, tak menjadikan hal tersebut sebagai persoalan atau hambatan. Candy justru merasa bersyukur karena dipertemukan dengan karyawan dan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta yang bisa menerimanya. Meski demikian, ia tak menampik adanya hambatan yang kerap menimpa dirinya. Baik itu mata kuliah yang sangat asing baginya bahkan sampai perasaannya yang kerap merasa sendiri.

“Dari lingkungan saya tidak dapat masalah apapun terkait identitas sebagai seorang Kristen, hanya terkadang saya merasa sendiri saja,” ujar perempuan yang berhasil masuk ke UIN melalui jalur mandiri dengan biaya Program Darmasiswa Kemendikbud RI itu.

Menanggapi kabar tersebut, salah satu Mahasiswi UIN Jakarta, Alya Andriyani memaparkan bahwa gelar Cum Laude yang Candy dapatkan merupakan sebuah kepantasan berkat kerja kerasnya.

“Kak Candy selama ini mengikuti perkuliahan dengan baik dan merupakan mahasiswi yang aktif. Meski pada awalnya ia memiliki kendala dalam bahasa, namun ia berhasil menanganinya. Sehingga, gelar tersebut pantas didapatkannya,” ujar Alya.

Candy dan Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis. (uinjkt.ac.id)

Selama menjadi Mahasiswi UIN Jakarta selain melakukan kegiatan kampus, Candy rutin mengikuti kursus dalam mempelajari Bahasa Indonesia setiap malamnya di Pusat Bahasa UIN Jakarta. Ia mengaku dirinya tidak mengikuti organisasi apapun di dalam kampus namun kerap mengikuti Konferensi Nasional.

Sebagai Mahasiswi FISIP UIN Jakarta, Rasyifa Muflitah mengaku bahwa capaian tersebut sangat menakjubkan, mengingat bahwa menjadi minoritas tidaklah mudah. Rasa toleransi dan kemampuan adaptasi yang tinggi menunjukkan bahwa Candy adalah mahasiswi yang sangat berkompeten.

“Nah kerennya beliau ini bisa menyesuaikan diri, menghormati, dan berbaur dengan lingkungan kita. Apalagi sebagai non muslim ketika harus mempelajari agama Islam dan bahasa arab yg memang sangat jarang di negara asalnya,” tutur Rasyifa.

Candy mengaku, predikat terbaik yang didapatnya adalah buah hasil perjuangannya yang konsisten sejak semester satu hingga lulus. Rajin membaca dan memahami pelajaran di dalam ataupun di luar jam kelas, melakukan semua aktivitas perkuliahan dengan baik serta penelitian skripsinya dengan konsisten.

Kemajuan Industri Media di Masa Depan

Kemajuan Industri Media di Masa Depan

Reporter Alda Wahyuni; Editor Belva Carolina

Pemaparan materi oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan LPP TVRI, Efianty Analisa. (DNK TV/Alda Wahyuni)

Program studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fdikom mengadakan Seminar Nasional yang dilangsungkan secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting serta disiarkan live streaming di kanal youtube Fdikom pada Senin (6/6) dimulai dari pukul 13.00 sampai 15.00 WIB.

Acara yang bertemakan “Majukan Industri untuk Masa Depan” dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ahmad Nadzif, perwakilan dari mahasiswa pogram studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI). Acara tersebut membahas mengenai manajemen industri penyiaran di Indonesia yang dimoderatori oleh Lukman Hakim dan M. Fanshoby. Turut hadir Kepala Program studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Armawati Arbi.

Armawati berharap melalui acara Seminar Nasional ini dapat menginspirasi dosen-dosen Fdikom terutama dalam menulis buku yang bertemakan manajemen penyiaran melalui para pemateri-pemateri yang berkompeten di bidangnya.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan LPP TVRI, Efianty Analisa menjelaskan mengenai praktis analog ke digital, peluang bisnis bagi brand digital, hingga perlunya solidaritas masyarakat yang belum menggunakan TV digital. Beliau juga mengajak para partisipan untuk mulai bertransisi dari TV analog ke digital.

“Ternyata masyarakat itu sudah mendigitalisasi diri mereka sendiri melalui TV kabel, melalui satelit, melalui para bola. Masyarakat tidak terlalu memahami apa itu peralihan dari analog ke digital. Kalau pun itu dilakukan, itu tidak akan berpengaruh pada masyarakat,” terang Efianty.

Direktur Utama TV Muhammadiyah, Makroen menerangkan landscape media penyiaran TV Indonesia yang terbagi menjadi Lembaga Penyiaran Swasta (LPS), TV Lokal, Lembaga Penyiaran Berlangganan (LPB), dan Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK). Selain itu beliau juga menjelaskan mengenai media penyiaran TV islam, dekadensi televisi arus utama, model bisnis TV dakwah atau islam, literasi media digital muslim Indonesia, dan meningkatnya sumber pendapatan TV digital sehingga menjadi tantangan bagi TV analog dalam mendapat profit atau keuntungan.

Perwakilan dari TV Nahdlatul Ulama, Ali Ramadhan menjelaskan mengenai bagaimana kepentingan media baik dari ranah politik, ekonomi, dan bisnis dalam melanjutkan usaha bermedia. Beliau juga membahas mengenai cara berdigitalisasi skala nasional, serta bagaimana cara menjawab tantangan-tantangan dalam bermedia.

Materi terakhir dijelaskan oleh Direktur Media Dakwah Radio Silaturahmi, Ichsan Thalib dengan menjelaskan bahwa radio dakwah memiliki visi dan misi yang kuat. Beliau juga menjelaskan mengenai pemanfaatan teknologi radio dakwah Islam, target atau sasaran dari pemasaran program siaran, dan media Islam.

Kunjungan Prodi KPI dan BPI FUAD IAIN Metro Lampung ke Fdikom UIN Jakarta

Kunjungan Prodi KPI dan BPI FUAD IAIN Metro Lampung ke Fdikom UIN Jakarta

Reporter Ambarwati; Editor Belva Carolina

Kunjungan prodi KPI dan BPI FUAD IAIN Metro Lampung sehubungan dengan rencana Praktek Kerja Lapangan ke Fdikom UIN Jakarta. (DNKTV/Arsyad)

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menerima kunjungan mahasiswa dari prodi KPI dan BPI Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) IAIN Metro Lampung dalam rangka rencana Praktek Kerja Lapangan pada Sabtu (6/6).

Menurut Dekan Fdikom UIN Jakarta, Suparto menjelaskan bahwa kunjungan yang dilakukan FUAD IAIN Metro Lampung sudah memiliki Memorandum of Understanding (MoU) yaitu dukungan kerja sama antara kedua belah pihak salah satunya melakukan kolaborasi dalam bidang akademik.

“Antara Fdikom UIN Jakarta dan FUAD IAIN Metro Lampung itu, kita sudah memliki MoU dan dukungan kerja sama, salah satunya berkolaborasi dalam bidang akademik. Dan hari ini mahasiswa program studi BPI dan KPI IAIN Metro Lampung berkunjung untuk belajar, seperti apa model pembelajaran di Fdikom,” ujar Suparto.

Dekan Fdikom juga menyampaikan kepada mahasiswa untuk kedepannya tidak hanya melakukan kunjungan saja, tetapi jika memungkinkan bisa membuat program kooperatif seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun pembinaan masyarakat di Lampung.

Meskipun demikian, Kaprodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) IAIN Metro Lampung, Hamdi menyampaikan jika kehadiran mereka bukanlah kunjungan, melainkan bagian dari aplikasi perkuliahan.

“Sebenarnya ini bukan kunjungan. Hal ini bagian dari aplikasi perkulihan jadi ada mata kuliah Praktek Kerja Lapangan atau PKL dan dalam aplikasi mata kuliah itu mahasiswa harus di bawa ke lapangan untuk mencari wawasan-wawasan terkait dengan jurusan BPI, misalkan apa nilai plus dari BPI UIN Jakarta, apa pembedanya, dan kurikulumnya seperti pertekom makro yang tidak ada di jurusan BPI IAIN Metro Lampung,” ujar Hamdi.

Dengan adanya PKL ini dapat memberikan dampak yang besar terhadap mahasiswa, khususnya prodi KPI dan BPI IAIN Metro Lampung. Mereka akan mendapatkan wawasan terbuka dan luas untuk kedepannya, sehingga mahasiswa KPI dan BPI IAIN Metro Lampung menjadi tidak ragu terhadap prospek kerja.

Dekan Fdikom, Suparto menyampaikan jika mahasiswa harus mempunyai kompetensi dasar dan umum. Hal ini berhubungan dengan adanya PKL yang dilakukan prodi KPI dan BPI IAIN Metro Lampung.

“Mahasiswa harus memiliki kompetensi dasar dan umum. Kompetensi dasar merupakan kompetensi yang relevan dengan bidang program bidang studi, misalnya KPI dan BPI. Tentunya tidak sekedar teoritis dalam ruang kelas sehingga mereka di asah dalam kompetensi yang terjun ke masyarakat secara langsung.”

Pamflet Kunjungan prodi KPI dan BPI FUAD IAIN Metro Lampung ke Fdikom UIN Jakarta. (Instagram/@bpiiainmetro)

Kaprodi BPI tersebut juga mengatakan jika prodi KPI dan BPI IAIN Metro Lampung tidak hanya mengunjungi UIN Jakarta. Namun, mereka juga akan melakukan kunjungan UIN Yogyakarta dalam rangka PKL dan akan berlangsung selama seminggu.

“PKL yang berlangsung selama ini terjadi dalam satu semester, tetapi untuk keluarnya selama satu minggu. Jadi setelah dari UIN Jakarta, besok kami lapas kelas 1 Bandung, rumah sakit jiwa Grhasia Yogyakarta. Kemudian,UIN Yogyakarta,” ucap Hamdi.

Ia juga menambahkan lebih lanjut bahwa dengan adanya PKL ini akan menambah semangat mahasiswanya untuk berkuliah dan menyelesaikan kuliahnya sesuai dengan rencana atau tidak berhenti di tengah jalan.

Bukan hanya Kaprodi BPI, Dekan Fdikom juga memberikan harapan untuk mahasiswa prodi KPI dan BPI IAIN Metro Lampung dalam melakukan PKL.

“Harapan pertama untuk kompetensi akademik, literasi, dan kompetensi sosial. Ketiga domian pertama, misalnya untuk kompetensi akademik yakni mengembangkan 4C (cooperation, communication, creativity, critycal thinking). Lalu, literasi ada dalam ranah media, teknologi, dan komunikasi. Kemudian kompetensi sosial yakni tanggung jawab, resiensi, bekerja dalam kelompok dan memecahkan masalah. Hal-hal tersebut yang akan kita kembangkan dalam aspek kompetensi,” tutup Suparto.

Berisik Bersama Kontras, Ajang Bermusik LO Musik UIN Jakarta

Berisik Bersama Kontras, Ajang Bermusik LO Musik UIN Jakarta

Reporter Ainun Kusumaningrum; Editor Ahmad Haetami

LEMBACA OTONOM 
KONTRAS FDIKOM 
PRESENT 
I reranpkai K % 
vsik 
Kontras
Penampilan dari KMM RIAK. (DNK TV/Ainun Kusumaningrum)

Lembaga Otonom (LO) Komunitas Kreasi dan Seni Musik (Kontras), Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menggelar acara tahunan Berisik Bersama Kontras (BBK) 2022 dengan tema “Mengukir cerita, merangkai kata”. Acara ini berlangsung di Overthinking Coffe, Serua Indah, Ciputat, Jumat (3/6).

Acara ini dihadiri oleh tamu undangan dari berbagai LO dan Lembaga Semi Otonom (LSO) musik yang ada di UIN Jakarta. Sebagai Ketua Pelaksana kegiatan ini, Bagus Gunawan mengatakan dengan berlangsungnya acara BBK, para LO dan LSO musik di UIN Jakarta dapat saling mengenal.

“Salah satu tujuannya yaitu LO atau LSO musik yg ada di UIN saling mengenal, memahami, dan menghormati sehingga seni musik yang ada di UIN bisa terus berkembang,” jelasnya.

수넣%飇
Tamu undangan acara BBK. (DNKTV/Ainun Kusumaningrum)

Seperti tujuannya, acara ini dimeriahkan oleh penampilan dari masing-masing LO dan LSO UIN Jakarta. Dengan total kurang lebih 11 penampilan dari LO dan LSO musik di UIN Jakarta, seperti JIP Musik, MEL, POSTAR, KMM RIAK, dan masih banyak lagi.

Masing-masing penampil membawakan lagu-lagu hits tahun 2000an. Lagu Once, T2, Armada, dan sederet lagu terkenal lainnya sukses disambut meriah oleh para tamu undangan.

Dengan berlangsungnya acara ini besar harapan bagi Bagus untuk LO/LSO musik UIN Jakarta agar terus berkembang.

“Saya berharap dengan kegiatan ini, kami (LO/LSO musik UIN Jakarta) dapat lebih aktif dan menghibur. Bahkan menjadi wadah bagi teman-teman yang ingin berkembang sehingga dapat melahirkan karya musik masing-masing,” ungkapnya.

Pelepasan 150 Wisudawan ke-124 Fdikom UIN Jakarta

Pelepasan 150 Wisudawan ke-124 Fdikom UIN Jakarta

Reporter Syarahbiel; Editor Ahmad Haetami

WISUDA KE 124 
EVASAN WISUDAWANITI
Dekan Fdikom, Suparto memberikan sambutan di acara Pelepasan Wisudawan ke-124. (DNK TV/Syarahbiel)

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta kembali mengadakan acara pelepasan wisudawan ke-124 dengan tema “TVRI Media Inklusif Bagi Semua Umat di Indonesia”, Jum’at (3/6). Acara ini dilaksanakan secara bauran yang dihadiri oleh dekan, dosen, dan wisudawan.

Kepala Prodi (Kaprodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), Armawati Arbi mengatakan ada perbedaan antara pelepasan wisuda ke-124 dengan wisuda sebelumnya, yakni dari segi pelaksaan acara dan tabel grafik penghitungan, banyak mahasiswa yang mengalami peningkatan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

“Hal tersebut menunjukkan hubungan antar mahasiswa dengan dosen sangat baik. Saya harap mahasiswa yang baru saja lulus atau fresh graduate bisa terus menerapkan personal branding dan networking sesuai dengan isi buku kekuatan komunikasi dalam diri yang dimana kedua hal tersebut sangat penting,” ungkap Armawati.

Dalam sambutannya, Dekan Fdikom, Suparto mengatakan agar para wisudawan selalu menjadikan dosen sebagai aktor penting dalam kehidupan.

“Wisudawan dan wisudawati, jadikanlah dosen-dosen kalian sebagai aktor dalam kehidupan kalian. Minimal jika kalian ke fakultas, siapapun itu, sapa mereka, karena mereka bagian dari persaudaraan kalian,” ujarnya.

Sebanyak 150 wisudawan yang terdiri dari 41 wisudawan Program Studi (Prodi) KPI, 5 wisudawan Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI), 42 wisudawan Prodi Manajemen Dakwah (MD), 26 wisudawan Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), 26 wisudawan Prodi Kesejahteraan Sosial (Kessos), 8 wisudawan Prodi Jurnalistik, dan 2 wisudawan Program S2 KPI.

WISUDAWAN TERBAM 
Terbaik FakultaS) 
Gin 
Program Studi 
munikasi dan Penyiamn Islam 
Siti Humaeroh 
11180510000020 
IPK 3,96 
@ëfWaik Pro 
Program Studi 
Komunikasi dan Penyiaran Islam 
Dwi Aryani 
11180510000072 
IPK 3,92 
Program Studi 
Bimbingan dan Penyuluhan Islam 
Muhammad Ikhdan Khafiddin 
11170520000016 
IPK 3,83 
Program Studi 
Manajemen Dakwah 
Alifia Taufika Rahmah 
11180530000014 
IPK 3,83 
Program Studi 
Pengembangan Masyarakat Islam 
Defa Tsamara Zafirah 
11180540000028 
IPK 3,86 
Program Studi 
Kesejahteraan Sosial 
Hikmah Liani 
11180541000004 
3,91 
Program Studi 
Jurnalisdk 
Widya Islamiati 
11170510000133 
IPK 3,74 
Prog•am Studi 
Magister Komikasi dan Penyiaran Islam 
Fitria Irmalasari 
21180510000014 
IPKë,8S
Wisudawan terbaik ke-124 Fdikom UIN Jakarta. (Dok. Istimewa)

Berikut nama wisudawan terbaik fakultas dan masing-masing prodi :

Wisudawan terbaik Fdikom:

  1. Siti Humaeroh (KPI) (3,96)

Wisudawan terbaik di masing-masing prodi beserta perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) :

  1. Dwi Ariani (KPI) (3,92)
  2. Muhammad Ikhdan Khafiddin (BPI) (3,83)
  3. Alifia Taufika Rahmah (MD) (3,83)
  4. Alifia Taufika Rahmah (MD) (3,83)
  5. Defa Tsamara Zhafira (PMI) (3,86)
  6. Hikmah Liani (Kessos) (3,91)
  7. Hikmah Liani (Kessos) (3,91)
  8. Hikmah Liani (Kessos) (3,91)
  9. Widya Islamiati (Jurnalistik) (3,74)
  10. Fitria Irmalasari (S2 KPI) (3,85)

Wisudawan terbaik sefakultas Fdikom, Siti Humaeroh mengutarakan rasa syukurnya atas terpilih sebagai wisudawan terbaik.

“Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah SWT, dan semua datang dari doa orang tua kemudian dukungan dari para dewan guru dan teman-teman. Pencapaian yang kita lakukan selama ini bukan hanya dari diri sendiri, tapi ada orang-orang yang hebat juga mengiringi kita, seperti itu,” jelas Siti.

Selain Siti, wisudawan terbaik Prodi Jurnalistik, Widya Islamiati tidak menyangka terpilih menjadi wisudawan terbaik.

“Tidak sangka ya bisa ada di sini. Sebenarnya kuliah itu enggak usah dibawa serius-serius banget, ya. Asikin aja dibawa have fun dan saya termotivasi karena lingkungan saya yang aktif di berbagai kegiatan. Jadi saya berpikir, karena saya ada di lingkungan yang baik saya harus memanfaatkan ini, seperti banyak bertanya kepada mereka,” ungkapnya.

Regenerasi Ormawa Fdikom 2022, Ketua Sema-F : Jadilah Individu yang Otentik

Regenerasi Ormawa Fdikom 2022, Ketua Sema-F : Jadilah Individu yang Otentik

Reporter Hayyun Viddarayn; Editor Syaifa Zuhrina

' МАНАЖ'Рд 
акщш оцин коипая 
ШИТА 
РЕИНПКМ 
ТЕМА : 
•ОРПМАЫ$.
Sesi foto bersama pelantikan organisasi mahasiswa Fdikom. (DNK TV/Pria Mulya Lugina)

Senat Mahasiswa (Sema) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menyelenggarakan pelantikan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) pada Selasa (31/5) di ruang teater lantai 2 gedung Fdikom yang diselenggarakan secara hybrid.

Acara ini dihadiri oleh Dekan Fdikom, Suparto, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Cecep Castrawijaya, serta perwakilan Sema, Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas dan HMPS, yang mengusung tema “Optimalisasi Aksi dan Semangat Berorganisasi untuk Generasi yang Bersinergi”.

Dekan Fdikom, Suparto mengaku mendukung pengembangan mahasiswa baik terkait nalar akademia dan sebagainya.

“Kita mendukung pengembangan nalar akademia, sosial, religius agar mahasiswa bisa berkembang pada potensi-potensi yang mereka miliki,” ujarnya.

Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fdikom, Cecep Castrawijaya berharap kepada pengurus yang telah terpilih dan dilantik, dapat berkreativitas untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan di Fdikom.

“Sekarang masa pandemi sudah relatif lebih landai, tentu harapannya mudah-mudahan beberapa organisasi kemahasiswaan lebih banyak mempunyai kreativitas dalam rangka mengembangkan kegiatan-kegiatan Fdikom. Saya juga berharap semua mahasiswa agar selalu semangat berorganisasi bukan hanya untuk pribadi semata, juga untuk Fdikom,” tegasnya.

ミ 9 H 
・ ノ と ご ョ に dO.
Serah terima jabatan Sema Fdikom. (DNK TV/Pria Mulya Lugina)

Sebagai Ketua Umum Sema Fdikom terpilih 2022, Puja Sagita berharap seluruh pengurus yang baru saja dilantik dapat membawa perubahan yang lebih baik lagi di Fakultas ini.

“Harapannya teman-teman semua dapat berkontribusi aktif dan bersinergi bersama memajukan Fdikom lebih baik lagi, dapat amanah dan bertanggung jawab serta otentik yang bermakna kesadaran diri individu dalam mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Jadi orang-orang yang mengetahui otentik pada diri masing-masing adalah orang-orang yang dapat bertanggung jawab,” tuturnya.

Kegiatan ini ditutup dengan pelaksanaan serah terima jabatan pengurus masa bakti 2021 kepada pengurus yang baru.

Dapat Menunjang Pendidikan Sarjana, Simak Beberapa Beasiswa UIN Jakarta!

Dapat Menunjang Pendidikan Sarjana, Simak Beberapa Beasiswa UIN Jakarta!

Reporter Maya Maulidia; Editor Syaifa Zuhrina

Setiap perguruan tinggi memiliki program beasiswa yang menunjang mahasiswanya dalam menjalani perkuliahan, salah satunya UIN Jakarta. UIN sendiri menyediakan cukup banyak program beasiswa, baik yang berasal dari pemerintah, swasta, lembaga, dan perseroan. Program tersebut diberikan kepada mahasiswa yang masih aktif dalam jenjang S1 maupun S2.

Ilustrasi Beasiswa. (Freepik/@rawpixel.com)

Jenis pemberian beasiswa di UIN Jakarta meliputi beasiswa penuh, beasiswa sebagian, hingga beasiswa yang hanya untuk tugas akhir perkuliahan.

Salah satu beasiswa yang masuk ke dalam kategori beasiswa internal yakni Beasiswa Prestasi Social Trust Found (STF) sedangkan beasiswa eksternal yaitu Beasiswa Plus Djarum Foundation. Berikut sepuluh beasiswa yang wajib Mahasiswa UIN Jakarta ketahui :

1. Beasiswa Badan Layanan Umum (BLU) : memiliki syarat dengan lulus seleksi Ujian Mandiri dan hanya terdapat di beberapa program studi di Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Ushuluddin, Fakultas Syari’ah dan Hukum, dan Fakultas Dirasat Islamiyah.

2. Beasiswa Kartu Indonesia Pintar atau KIP Kuliah : calon penerima beasiswa yang orang tua atau walinya meninggal dunia serta tidak diberhentikan pada pekerjaannya, mahasiswa yang berprestasi, serta mahasiswa yang mendapatkan uang kuliah tunggal (UKT) level 1, 2, dan 3.

3. Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) : beasiswa yang calon penerimanya harus terdaftar Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP).

4. Yayasan Beasiswa Jakarta : dengan syarat yang bersifat umum yakni membutuhkan KTP dan KK.

5. Beasiswa Karya Salemba Empat (KSE) : berlaku bagi mahasiswa yang belum menikah dan tidak sedang menerima beasiswa dari instansi/lembaga lainnya.

6. Baznas : memiliki syarat dengan capaian IPK minimal 3,00.

djarumbeasiswaplus.org 
DJARUM 
Beasiswa Plus 
sejak 1984 
search 
Pendaftaran Djarum Beasiswa Plus 2022/2023 
Selengkapnya >
Website resmi Beasiswa Plis Djarum Foundation. (djarumbeasiswaplus.org)

7. Beasiswa Plus Djarum Foundation : disediakan untuk semester empat dengan IPK minimal 3,20 pada semester dua dan bertahan sampai semester empat. Beasiswa ini UIN Jakarta bermitra dengan Djarum Foundation.

8. Beasiswa Prestasi Social Trust Fund (STF) : berlaku bagi mahasiwa yang aktif berorganisasi, berprestasi, serta bagi mahasiswa semester dua hingga tujuh yang kurang mampu.

9. Beasiswa Profesor Azyumard Azra Scholarship : diperuntukkan bagi mahasiswa magister sejarah.

10. Beasiswa Profesor Nabil : beasiswa bagi mahasiswa semester 2-7 yang kurang mampu namun berprestasi, aktif dalam organisasi dengan IPK 3,20. Beasiswa ini berlaku bagi Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab di UIN Jakarta.

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait beasiswa yang telah disediakan, para mahasiswa dapat mendaftarkan diri secara online melalui laman www.uinjkt.ac.id atau bisa melalui Academic Information System (AIS).

Bulan Reformasi : LPM Institut UIN Jakarta Luncurkan Majalah Institut Edisi Ke-47

Bulan Reformasi : LPM Institut UIN Jakarta Luncurkan Majalah Institut Edisi Ke-47

Reporter Ambarwati; Editor Belva Carolina

〔 」 A k 2 っ 一 6 
第 式 物 
【 ・ 骨 戸 U 三 
当 月 V ョ 
UIN SYARIF エ 一 0 ~ 
LEMB
Peluncuran Majalah LPM Institut UIN Jakarta oleh Pimpinan Redaksi, Syifa Nur Layla. (DNK TV/Ambarwati)

Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Institut UIN Jakarta pada bulan reformasi ini, meluncurkan Majalah LPM Institut edisi ke-47 dan mengadakan diskusi publik dalam rangka membahas permasalahan indeks demokrasi yang terjadi di negeri ini dari sudut siklus politik, Sabtu (28/05) yang berlokasi di Japricoffe, Ciputat Timur.

Pimpinan Redaksi LPM Institut UIN Jakarta, Syifa Nur Layla mengatakan bahwa peresmian acara ini merupakan wujud dari permasalahan demokrasi yang terjadi di Indonesia. Hal itu, dilihat dari demokrasi yang tengah menurun. Pada akhirnya LPM Institut melakukan rapat redaksi dan menyepakati “Launching dan Diskusi Majalah Institut Edisi ke-47: Bicara Indeks Demokrasi di Indonesia” menjadi tema acara tersebut.

第 を 
蠱 ど 人 S NTI 
い ヨ 1 
亠 可 ツ 
叫 。 ツ 
-LSS 
- し イ 亘 ツ
Diskusi publik bertema Indeks Demokrasi yang dikemukakan oleh para pemateri. (DNK TV/Ambarwati)

Acara yang diadakan terbuka untuk umum dihadiri oleh sejumlah anggota LPM Institut hingga kalangan pers kampus serta tiga pemateri yaitu Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Nur Agustyati, Kepala Divisi Hukum Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Andi Muhammad Rezaldi, dan Koordinator Amnesty International Indonesia Chapter UIN Jakarta, Muhammad Raihan Putra Wibisono. Bukan hanya memberikan selamat atas peluncuran majalah LPM Institut, tetapi pemateri juga menjawab pertanyaan terkait kondisi demokrasi di Indonesia yang masih diperbincangkan oleh masyarakat hingga saat ini.

Seperti halnya, Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Nur Agustyati, mengatakan bahwa secara umum demokrasi telah mengalami penyumbatan dan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga skala global. Berdasarkan data Economist Intelligence Unit (EIU), tahun 2022 lebih baik dari tahun sebelumnya dan dikategorikan demokrasi yang flowed.

“Dari tahun ke tahun Indonesia mengalami penurunan, kalau ada indikator-indikatornya merah, kuning, hijau sudah banyak yang bergeser dari warna hijau ke kuning, misalnya kriminalisasi aktivis dan kebebasan sipil itu sudah warna kuning atau ada tanda serunya dimana telah ada warningnya jadi harus hati-hati,” ujar Khoirunnisa.

Kepala Divisi Hukum Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (KontraS), Andi Muhammad Rezaldi juga menyampaikan mengenai akar dari kemundurannya suatu demokrasi bukan dari sebuah survei, tetapi banyak indikator salah satunya yaitu tindakan represif. Adapun kasus pelanggaran HAM dan kekerasan seksual di Indonesia yang belum dituntaskan oleh negara.

Selain itu, Koordinator Amnesty International Indonesia Chapter UIN Jakarta, Muhammad Raihan Putra Wibisono mengatakan pentingnya kritik terhadap pemerintah.

“Kita sebagai sipil, dimana pemerintah dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat jadi kita mempunyai kekuasaan dalam berkritik. Sebenarnya mereka yang memberikan janji dan tugas kita adalah menagih, kita hanya bertanya mana janji-janjinya kenapa tidak dilaksanakan, bukan hanya itu kita di kampus tidak memiliki kebebasan berekspresi untuk menyampaikan kritik,” ujar Raihan.

Raihan juga menyampaikan bahwa peran penting dalam berkritik dapat dimulai dari kampus sebagaimana yang telah dimulai oleh LPM Institut serta perlunya mendukung LPM Institut yang merupakan bagian dari suara mahasiswa terhadap penyimpangan di lingkungan kampus.

Acara peluncuran majalah LPM institut dan diskusi publik tersebut diakhiri dengan penyerahan simbolis kepada pemateri serta foto bersama.

Pembukaan Resmi KKN 2022, Rektor: Abdikan Ilmu untuk Masyarakat

Pembukaan Resmi KKN 2022, Rektor: Abdikan Ilmu untuk Masyarakat

ReporterIndi Azizi Hayi’ Lana; Editor Dani Zahra Anjaswari

Sambutan dari Ketua LP2M UIN Jakarta, Jajang Jahroni. (DNK TV/Abu Dzar)
Sambutan dari Ketua LP2M UIN Jakarta, Jajang Jahroni. (DNK TV/Abu Dzar Al-Ghifari)

Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) UIN Jakarta mengadakan pembukaan resmi Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2022 dengan mengusung tema “Penguatan Program Pengabdian Masyarakat yang Inovatif Menuju Rekognisi Global” yang bertempat di Auditorium Harun Nasution, pada Rabu (25/5).

Acara ini dihadiri oleh Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis, Wakil Rektor 4 Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan, Lily Surraya Eka Putri, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta, Jajang Jahroni, Kepala PPM UIN Jakarta, Kamarusdiana, para jajaran narasumber, dan seluruh mahasiswa semester enam UIN Jakarta.

Acara ini diawali dengan sambutan oleh Ketua PPM UIN Jakarta, Kamarusdiana yang menyampaikan beberapa format KKN tahun 2022. Pertama, bahwa KKN tahun 2022 dilaksanakan secara lurinh. Kedua, KKN tahun 2022 terdapat 200 titik yaitu 100 di Kabupaten Bogor, 70 di Kabupaten Tangerang, dan 30 di Kabupaten Lebak. Ketiga, di samping KKN reguler lokal juga terdapat KKN Nasional yang tergabung dalam KKN kebangsaan dan terdapat 128 kampus yang tersebar di Indonesia. Terakhir, KKN internasional yang sampai saat ini masih dalam proses seleksi, yaitu KKN internasional yang bertempat di Saudi Arabia, Jepang, Korea Selatan, dan Mesir.

Ketua LP2M UIN Jakarta, Jajang Jahroni menyampaikan bahwa KKN memiliki makna yang sangat mendalam, di mana kita dikembalikan kepada masyarakat, yang mana kita berasal dari masyarakat dan kembali ke masyarakat pula untuk mengabadikan diri.

“Secara filosofis KKN memiliki makna yang sangat mendalam, kita diperkenalkan oleh masyarakat, dari masyarakat dan akan kembali kepada masyarakat untuk mengabdi,” ujar Jajang.

Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis mengatakan bahwa pentingnya KKN bagi mahasiswa dan dosen untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi,  di mana setelah memeroleh pendidikan dan pengajaran kemudian juga penelitian.

“Pentingnya KKN bagi mahasiswa dan dosen adalah kita melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi setelah memperoleh pendidikan dan pengajaran kemudian juga sudah meneliti. Maka kita harus mengabdikan ilmu kita kepada masyarakat,” ujar Amany.

Sesi tanya jawab dari peserta KKN 2022. (DNK TV/Abu Dzar)
Sesi tanya jawab dari peserta KKN 2022. (DNK TV/Abu Dzar Al-Ghifari)

Warek 4 Bidang Kerja Sama dan Kelembagaan, Lily Surraya Eka Putri juga menambahkan, bahwa mahasiswa diharuskan riset terlebih dahulu terkait masalah-masalah yang ada pada suatu desa, agar mampu dan mudah untuk menemukan solusi.

“Masyarakat menginginkan kontribusi yang detail dan jelas kebermanfaatannya untuk mereka,” ujarnya.

Ketua PPM UIN Jakarta, Kamarushdiana mengatakan bahwa KKN yang inovatif adalah di mana mahasiswa dapat melakukan pembaharuan dan perubahan kegiatan di bidang sosial keagamaan, serta dapat memberikan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat kepada masyarakat.

“Mereka bisa memanfaatkan situasi seperti sekarang ini dengan melakukan pembaharuan dan perubahan dalam hal kegiatan di bidang sosial keagamaan dan sebagainya,” katanya.

Salah satu anggota KKN 2022, Denta Prawira mengaku telah melakukan beberapa persiapan seperti membuat proposal, rancangan program kerja yang akan dilakukan.

“Tim KKN kami sudah menyiapkan proposal dan progres kami selanjutnya yaitu merancang program apa saja yang akan kami lakukan pada saat kami di lokasi, dan kami juga akan segera menghubungi dosen pembimbing lapangan kami untuk meminta arahan serta nasehatnya,” tuturnya.

Menurut Denta, sebagai yang pertama kali melaksanakan KKN offline setelah adanya pandemi, mahasiwa perlu meningkatkan komunikasi yang baik antar sesama anggota maupun panitia KKN 2022. Hal itu dilakukan guna mencegah terjadinya ketidaksepakatan bersama, sebab komunikasi yang baik akan menjadi awal dari KKN yang baik pula.

Denta berharap mahasiswa dapat mengaplikasikan apa yang telah diperoleh dari dunia kampus kepada masyarakat, sebab KKN merupakan langkah awal mahasiswa untuk belajar mengabdikan diri kepada masyarakat.