Aksi #SavePulauPari Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Lahan

Aksi #SavePulauPari Desak Pemerintah Selesaikan Konflik Lahan

Massa Aksi #SavePulauPari di Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dan Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8/2020). (WALHI DKI Jakarta)

Warga Pulau Pari, Kepulauan Seribu bersama Koalisi Selamatkan Pulau Pari (KSPP) melakukan aksi damai mendesak pemerintah agar segera menyelesaikan konflik lahan di Pulau Pari. Massa aksi membawa sejumlah spanduk bertuliskan #savepulaupari di Ombudsman Republik Indonesia (ORI) dan Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Ombudsman melalui laporan Warga Pulau Pari telah melakukan penyelidikan dan menemukan adanya mal administrasi dalam penerbitan 62  Sertifikat Hak Milik (SHM) dan 14 Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas nama dua perusahaan, yaitu PT Bumi Pari Asri dan PT Bumi Griya Nusa.

Praktik mal administrasi tersebut telah diterbitkan di dalam Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jakarta Raya (Ombudsman Jakarta) Nomor 0314/LM/IV/2017/JKT pada tanggal 9 April 2018. LAHP tersebut menyatakan bahwa adanya temuan mal administrasi penyimpangan prosedur, penyalahgunaan wewenang dan pengabaian kewajiban hukum oleh Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara.

Menyikapi hal tersebut, warga Pulau Pari bersama KSPP menuntut:

1. Kepada Ombudsman Republik Indonesia, untuk segera mengeluarkan rekomendasi dari LAHP yang menyebutkan mal administrasi 14 SHGB dan 62 SHM perusahaan.

2. Kepada Gubernur DKI Jakarta, untuk segera memberikan sikap untuk melindungi warga Pulau Pari beserta ruang hidupnya melalui regulasi/kebijakan/keputusan Gubernur DKI Jakarta, sebagaimana yang telah dimandatkan oleh Putusan MK No.3/PUU-VIII/2010 serta UU No.7 Tahun 2016.

Ketua Forum Peduli Pulau Pari (FP3), Mustaghfirin mengatakan bahwa warga Pulau Pari menuntut Pemerintah Pusat dan Pemerintah DKI Jakarta untuk segera memberikan kembali hak masyarakat  yaitu kepastian pengakuan atas ruang hidup di Pulau Pari.

“Ombudsman Republik Indonesia harus segera mengeluarkan rekomendasi hasil dari LAHP yang menyebutkan bahwa 14 SHGB dan 62 SHM perusahaan adalah mal administrasi. Rekomendasi itu sangat penting untuk kami warga Pulau Pari agar kami dapat kembali hidup di ruang hidup kami (Pulau Pari) tanpa adanya ancaman dan intimidasi dari perusahaan” ungkap Mustaghfirin melaui siaran pers Pulihkan Jakarta, Kamis (6/8/2020).

Pasalnya warga Pulau Pari sudah menunggu rekomendasi hasil LAHP selama dua tahun. Namun, hingga saat ini Ombudsman RI belum menerbitkannya. Proses berlarut ini disebut mengancam   warga Pulau Pari dan gagalnya pemenuhan hak konstitusional nelayan Indonesia, salah satunya adalah hak mendapatkan manfaat dari sumber daya pesisir dan pulau-pulau kecil.

Reporter: Tiara De Silvanita

Kelas Jurnalis Cilik, Karya DNK TV Jadi Karya Favorit AJI

Kelas Jurnalis Cilik, Karya DNK TV Jadi Karya Favorit AJI

Syamsud Ilyas, Founder Kelas Jurnalistik Cilik

Kelas Jurnalis Cilik (KJC) dari DNK TV UIN Jakarta keluar sebagai salah satu dari lima nominasi karya terbaik pada perhelatan kompetisi pers mahasiswa yang diadakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan  melalui website AJI pada (10/8/2020) pada pukul 16:35 WIB.

Kompetisi tersebut diikuti oleh 137 karya jurnalistik pers kampus dari berbagai daerah, diantaranya Jakarta, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Makassar dan beberapa daerah lainnya. Produk jurnalistik yang mengikuti kompetisi ini menggunakan multi platform. Mulai dari media cetak, online, podcast dan video. Serta tema yang diangkat pun beragam, tidak hanya persoalan di dalam kampus, namun, beragam persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Seperti kontroversi undang-undang, konflik lahan, isu pendidikan, penggusuran, isu pendidikan, perampasan hak, kekerasan seksual hingga soal pandemi. Dengan kriteria patokan dalam penilaian yakni kekuatan ide,  konten dan penyajian.

Kelas jurnalis cilik sendiri merupakan sebuah komunitas pendidikan jurnalis bagi anak-anak di sekitar pantai pesisir Jakarta. Tepatnya di Cilincing, Jakarta Utara. KJC didirikan oleh Syamsudin Ilyas yang mulai mendirikanya pada 2015. Namun, karena terhambat oleh tim, KJC sendiri baru berjalan pada 2018 lalu.

Sebagai seorang anak-anak pesisir yang pernah terjun dan bergiat dalam dunia jurnalistik, ia bertekad ingin mengenalkan dunia jurnalis dan memberikan wadah dan keterampilan bagi anak-anak pesisir agar bisa bermanfaat begi orang banyak, khususnya dalam dunia jurnalistik.

Materi yang diajarkan pada KJC merupakan materi dasar jurnalistik seperti teknik penulisan dasar 5W+1H, reportase, teknik photograpy dan mengajarkan kepada mereka untuk terjun ke lapangan untuk mempraktikkan materi yang diajarkan.

Sebagai seorang inisiator, ia memiliki harapan dan pandangan ke depan agar kelas jurnalis bukan hanya ada di Pantai Pesisir Cilincing, melainkan di kemudian hari ada kelas jurnalis di pesisir-pesisir di seluruh Indonesia.

Produser karya KJC, Maesa Rani Cahyani, yang memenangi nominasi terfavorit sangat bersyukur  atas pencapaian prestasi ini.

‘’Alhamdulillahi rabbil alamin, ini bisa jadi pembelajaran ke depan untuk kita semua, DNKTV khususnya, untuk terus belajar dan memberikan yang terbaik bagi karya-karya selanjutnya’’ ujarnya.

Selain itu, ia pun berharap agar KJC selalu menjadi wadah untuk anak-anak yang ingin belajar mendalami kegiatan jurnalistik, dan pemerintah sekitar lebih memberikan perhatian kepada KJC agar kegiatan tersebut dapat berlangsung lebih nyaman dan menyenangkan.

Bukan hanya menitipkan harapanya terhadap KJC, ia pun berharap, dengan prestasi ini agar teman-temannya di DNK TV dapat semakin produktif  dan sesuai apa yang dikatakan oleh AJI, pers mahasiswa masih harus setia di garis perjuangan, berpihak kepada kemanusian dan menyuarakan orang-orang yang tidak bersuara.

Reporter: Sadam Al Ghifari

LEBIH MENGENAL DAERAH TEMPAT TINGGAL MELALUI KKN-DR

LEBIH MENGENAL DAERAH TEMPAT TINGGAL MELALUI KKN-DR

Kegiatan KKN-DR Nabiella, pendampingan pembelajaran jarak jauh.

Melihat kondisi terkini yang belum sepenuhnya pulih pasca diumumkannya Covid 19 sebagai wabah nasional, Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Jakarta memberlakukan pelaksanan  kegiatan Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN DR) terhitung pada tanggal 1 Juli 2020 – 31 Agustus 2020.

Kamarusdiana Kepala Pusat PPM turut mengungkapkan tahun ini adalah tahun yang tidak ideal dalam pelaksanaan KKN secara reguler karena menghindari pertemuan fisik secara kelompok dan  tidak ada izin dari pemerintah daerah untuk melaksanakan KKN langsung mulai dari tingkat kabupaten , kecamatan ataupun kelurahan yang telah melakukan kerjasama sebelumnya.

Peserta  berjumlah 4100 mahasiswa, kini diharapkan dapat lebih peduli terhadap lingkungan sekitar tempat tinggal. Mulai  dari mendeskripsikan bagaimana situasi ekonomi, situasi pendidikan dan situasi ibadah sosial keagamaan.

Peserta KKN-DR sekaligus mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum, Nabiella Aulia di Cilegon yang merupakan salah satu daerah urban dekat dengan pelabuhan merak. Merasa kesulitan menemukan program kerja yang sesuai.

“Mencari program KKN juga sebenarnya agak sulit terlebih lagi daerah saya masyarakatnya tergolong aktif sudah serba ada, kurang lebih hanya sekedar membantu, jadi kurang dapat sisi pengapdian ke masyarakatannya,” ujarnya.

Dalam video unggahan di laman YouTubePPM UIN Jakarta, menjaskan tema KKN-DR yaitu Kuliah Kerja Nyata: Upaya Pencegahan Covid-19 Berbasis Kesadaran Masyarakat dan Penanganan Dampak  yang Ditimbulkannya. Secara administratif KKN-DR dilaksanakan secara kelompok namun secara praktik dilaksanakan secara individu dilingkungan tempat tinggal masing-masing peserta.

“KKN-DR ini sedikit membantu menyadari bahwa kita di rumah sebagai mahasiswa di lingkungan sekitar belum banyak memberi kontribusi nyata kepada masyarakat (sekitar tempat tinggal) ,” Tambah Nabiella.

Reporter : Farhan Effer Dalimunthe

Moderasi Beragama di Mata Media

Moderasi Beragama di Mata Media

Web Seminar Moderasi Beragama di Mata Media (07/8)

Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta bekerja sama dengan Countering Violent Extremism In Indonesia (CONVEY) menggelar Webinar (Web Seminar) Series 7 bertajuk “Moderasi Beragama di Mata Media” pada Jumat (07/08). Webinar ini dihadiri oleh empat narasumber, diantaranya Makroen Sanjaya, Wakil Pemimpin Redaksi RTV, Savic Ali, Direktur NU Online dan Islami.co, Muhammad Hanifuddin, Pemimpin Redaksi Buletin Jumat Muslim Muda Indonesia, dan Ed Sepsha, Jurnalis Kyodo News untuk Kantor Berita Jepang dengan moderator Jamhari Makruf (Team Leader CONVEY Indonesia). Acara ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom yang dihadiri oleh peserta dari seluruh Indonesia dan disiarkan langsung di YouTube Convey Indonesia.

Seminar kali ini menitikberatkan pada moderasi beragama di media. Fokus utamanya adalah mengetahui bagaimana cara memaksimalkan media yang ada untuk menyebarkan ajaran Islam yang moderat.

Makroen Sanjaya menjelaskan bahwa pengisi acara keagamaan di televisi bersifat populis. Perspektif ekonomi media juga lebih dominan, ketimbang perspektif fungsi ideal media sebagai informasi, pendidikan dan kontrol sosial.

Jika program agama dakwah Islam tersebut tidak berkiprah dan mencapai target audiens maka program tersebut akan dihapus atau diganti. Sehingga perspektif ekonomi medianya lebih dominan.  Pungkas Makroen.

Selain itu, internet menjadi platform yang menonjol dalam penyebaran dan diskusi ide-ide keagamaan, sehingga memungkinkan banyaknya gerakan agama baru memasuki ranah publik, dan mengubah cara lembaga keagamaan berinteraksi dengan komunitas mereka.

“Penutur agama tumbuh subur di media sosial. Bebas menyebarluaskan pemahaman mereka masing-masing.” Ujarnya.

Savic Ali juga menjelaskan bahwa masa depan Indonesia akan dipengaruhi oleh apa yang berlangsung di dunia online.

“Realitas 93% orang Indonesia menganggap agama sangat penting dalam hidup. Lebih tinggi dari Mesir, Malaysia dan lainnya, maka transformasi lewat jalur keagamaan sangat berperan.” Ujar Savic.

Menurut riset yang dilakukan Savic, media keislaman memiliki pembaca khususnya sendiri sehingga media yang bersifat intoleran mulai tergeser. Media umum seperti Kompas dan Tribunnews pun mulai menulis isu-isu keislaman.

Muhammad Hanifuddin menjelaskan konten islami yang ditampilkan harus fokus mengutamakan moderasi beragama. Sumber-sumbernya dengan mengombinasikan data klasik dan kekinian agar mudah diserap oleh berbagai kalangan.

“Terkait dengan konten, kita fokus mengutamakan moderasi beragama dan itu mempengaruhi narasi dan framing dari setiap berita yang kita kemas.”

Selanjutnya, Ed Sepsha menyarankan kepada media di Indonesia khususnya, agar membuat berita-berita Islam yang memberikan citra positif. Kebanyakan isu agama di media Internasional masih mengangkat tema hari besar. Tantangannya adalah bagaimana media memberitakan citra Islam di Indonesia tidak seperti di timur tengah.

“Kebanyakan liputan agama masih ceremonial, masih peristiwa, serangan. Tapi sisi-sisi humanis mengenai keagamaan belum banyak diangkat.”

Dengan adanya seminar ini diharapkan media dapat menyiarkan ajaran Islam moderat sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Reporter: Erika Oktaviani

Komunikasi Publik dalam Penanganan Covid-19 Mempengaruhi Perubahan Perilaku Masyarakat

Komunikasi Publik dalam Penanganan Covid-19 Mempengaruhi Perubahan Perilaku Masyarakat

Diskusi Komunikasi Publik dalam Penanganan Covid-19 (5/8)

Program Studi Magister Komunikasi Penyiaran Islam atau KPI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Web Seminar (Webinar) Nasional dengan tema “Komunikasi Publik dalam Penanganan Covid-19 di Era New Normal. Apakah Bisa Mengubah Perilaku Masyarakat?”. Melalui aplikasi Zoom, Rabu (5/8), acara ini diselenggarakan guna mengetahui pentingnya peran komunikasi publik dalam penanganan Covid-19 bagi perubahan perilaku masyarakat.

Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik UIN Jakarta, Prof. Dr. Zulkifli, M.A., dengan dimoderatori oleh Ketua Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia, Jojo S. Nugroho. Materi yang dibahas pada acara ini disampaikan oleh 3 pembicara, yaitu Dosen Komunikasi Politik UIN Jakarta, Dr. Gun Gun Heryanto M.Si., Anggota Komisi III DPR RI, Johan Sapto Pribowo, dan Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati.

Topik utama dalam diskusi webinar ini terkait masalah komunikasi publik yang selama ini dilakukan, terutama oleh pemerintah guna menginformasikan kepada masyarakat mengenai kebijakan-kebijakan untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Serta bagaimana komunikasi publik yang diterima masyarakat tersebut, baik melalui media massa atau sosial dapat berpengaruh besar terhadap perilaku masyarakat dalam menanggapi pandemi Covid-19 ini.

Menurut Johan Budi, komunikasi publik yang dilakukan oleh pemerintah belum sepenuhnya maksimal karena sering terjadinya kendala berupa miskomunikasi yang terjadi di dalam pemerintahan saat menginformasikan mengenai Covid-19, seperti beberapa perbedaan pernyataan dan data oleh Juru Bicara Covid-19 dengan beberapa gurbernur dan Menteri Kesehatan. Hal ini pun menimbulkan keraguan pada persepsi masyarakat dalam menanggapi dan bertindak saat pandemi Covid-19 ini.

Ia pun menjelaskan mengenai manajemen komunikasi krisis yang harus dilakukan pemerintah agar masyarakat dapat menerima dengan baik dan tepat mengenai informasi Covid-19, seperti mengidentifikasikan penyebab dan dampak Covid-19 agar di dalam masyarakat tidak memunculkan hal negatif dan lelucon mengenai Covid-19, memberikan informasi dengan jelas dan merata, membangun persepsi publik melalui media massa dan sosial, mampu me-recovery keadaan krisis, mengumpulkan sumber daya, serta cepat dan tepat dalam mengambil keputusan. Dalam bertindak, pemerintah pun tidak hanya bekerja di depan layar namun juga giat bekerja di balik layar.

Dalam penjelasan Adita sebagai perwakilan Kementerian Perhubungan, pemerintah telah berupaya melakukan strategi komunikasi publik dalam penanganan pandemi Covid-19. Melalui arahan Presiden, pemerintah melakukan komunikasi yang partisipatif, membangun kepercayaan yang berbasis ilmu pengetahuan dan data sains guna membangkitkan partisipasi masyarakat dan memastikan kembali gerakan nasional disiplin protokol kesehatan. Pemerintah pun melibatkan berbagai pihak seperti Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga atau PKK serta penyebarluasan komunikasi dalam berbagai bentuk setiap harinya di program relawan, media center (TV dan radio), media sosial, SMS blast, dll.

Mengenai tingkat pengetahuan masyarakat, Adita memaparkan data dari berbagai survei yang menyatakan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terhadap Covid-19 cukup tinggi. Namun hal itu berbanding terbalik dengan perilaku yang dilakukan masyarakat lebih banyak melanggar aturan. Melihat hal ini, ia pun menyarankan agar semua unsur harus bergerak bersama-sama dengan berkolaborasi dan saling mendukung agar penyebaran Covid-19 dapat terselesaikan.

Ia pun menjelaskan mengenai diksi new normal yang sudah pemerintah gantikan dengan diksi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Hal ini dikarenakan penggunaan istilah new normal dapat membingungkan masyarakat yang justru diartikan masyarakat kembali berkegiatan seperti biasa tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Dalam hal ini, menurut Gun Gun Heryanto menilai perubahan diksi new normal juga penting karena pemahaman mengenai diksi ini mengakibatkan polemik di masyarakat hingga sekarang.

Gun Gun Heryanto, Dosen Komunikasi Politik UIN Jakarta

Dalam kesimpulannya, Gun Gun Heriyanto menyarankan agar pemerintah memperkuat kebijakan dan komunikasi kebijakan terkait dengan adaptasi kebijakan baru dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi, menguatkan narasi komunikasi publik: kata-kata dan tindakan simbolik, handling isu media dan media sosial, dan memperkuat strategi kolaborasi.

Reporter: Laode M. Akbar H.

Uji Vaksin Virus Covid-19 di Indonesia

Uji Vaksin Virus Covid-19 di Indonesia

Sumber : HerStory

Terhitung sudah hampir lima bulan, sejak tanggal 2 Maret 2020 untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia. Hingga memasuki bulan Agustus 2020, Akumulasi kasus terkonfirmasi Covid-19 terus bertambah dan belum menunjukan tanda-tanda penurunan atau bahkan berakhir. Kasus penyebaran covid-19 di Indonesia sampai pada angka 109.936 kasus. Dikutip dari situs covid-19.go.id, jumlah pasien yang sembuh tercatat sekitar 61,8 persen sedangkan jumlah pasien yang meninggal sekitar 4,7 persen dari kasus terkonfirmasi. Sementara itu, penularan Covid-19 secara keseluruhan hingga saat ini terjadi di 476 kabupaten/kota yang berada di 34 provinsi. Kondisi di atas adalah cerminan di mana sudah tidak bisa dikatakan aman dan pemerintah harus segera bergerak lebih cepat.

Biofarma dan Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Indonesia akan melakukan Uji Klinis Fase tiga calon vaksin Covid-19  yang berasal dari produksi Sinovac Biotech asal China. Di Indonesia, Sinovac bekerja sama dengan Bio Farma untuk   memproduksi vaksin virus Corona. Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, vaksin Covid-19 buatan perusahaan yang berbasis di Beijing ini sudah melewati uji klinis fase I dan II. Uji coba fase I dan II biasanya melakukan tes keamanan suatu vaksin sebelum memasuki tahap III yang menguji kemanjurannya.

Selama dua dekade terakhir, Sinovac telah mengembangkan dan mengomersilkan enam vaksin untuk manusia dan satu untuk hewan. Kemudian akhir Juni 2020 lalu Sinovac mulai mengembangkan calon vaksin Corona, dan sedang mempersiapkan pabrik pabrik untuk  vaksin ini.  Mendengar hal ini, banyak pihak seperti  PT besar yang mendukung kebijakan ini. Salah satunya Palang Merah Indonesia yang turut Memberi dukungan dan menyambut baik kehadiran vaksin Sinovac meski baru permulaan saja. Selain PMI, PT Pharos Tbk Hadi Kardoko juga turut serta dalam mendukung kegiatan ini.

Sumber : Gesuri.id

Pada awal Agustus 2020 ini, usai mendapat izin penelitian dari Komite Etik Penelitian Universitas Padjajaran, vaksin Sinovac akan di uji cobakan kepada 1.620 relawan warga Kota Bandung. Untuk itu pembukaan pendaftaran relawan uji klinis resmi dibuka terhitung sejak Senin (27/7/2020). Saat ini sebanyak 2.400 vaksin Sinovac telah diterima oleh pemerintah Indonesia dan sedang dipersiapkan masuk dalam tahap III.

“Masyarakat diharapkan tidak khawatir terkait vaksin yang berasal dari China ini, karena uji klinis tahap tiga dipastikan aman. Sebab, vaksin tersebut sudah melalui uji klinis tahap satu dan dua.  Vaksin yang di uji klinis hingga tahap tiga bisa dipastikan aman. Jadi kalau tidak lolos fase satu, fase dua enggak mungkin bisa lompat ke fase tiga walaupun dalam keadaan emergency.” Kata Pakar epidemiologi Universitas Indonesia, Pandu Riono.

Terkait tempat fasilitas kesehatan di Bandung  yang akan digunakan untuk penelitian Uji Klinis yakni Rumah Sakit Pendidikan UNPAD, Balai Kesehatan UNPAD, Puskesmas Sukapakir, Puskesmas Dago, Puskesmas Ciumbuleuit, dan Puskesmas Garuda. ”Semua Faskes tersebut telah siap untuk berpartisipasi dalam penelitian Uji Klinis. Karena sebelumnya empat Puskesmas tersebut sudah memiliki pengalaman dalam hal uji vaksin.”  Ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota  Bandung, Rita Verita.

Selain itu hal ini tentu juga akan membutuhkan dana yang cukup besar. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Dany Amrul Ichdan menyebutkan dana yang harus dipersiapkan pemerintah adalah sekitar Rp 25 triliun-Rp 30 triliun untuk uji klinis vaksin Covid-19.  

Reporter: Tri Indah Seruni

MUI Imbau Laksanakan Salat Idul Adha di Rumah

MUI Imbau Laksanakan Salat Idul Adha di Rumah

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam

Jakarta , DNK TV – Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberikan beberapa imbauan terkait pelaksanaan ibadah Idul Adha. MUI menyarankan agar pelaksanaan salat Idul Adha tetap mempertimbangkan kondisi di daerah masing-masing.

“Pelaksanaan salat Idul Adha pada 10 Dzulhijah yang bertepatan pada hari Jumat besok, salat Idul Adha hukumnya sunnah muakkadah. Yang menjadi salah satu syiar min syarril Islam, pelaksanaan salat Idul Adha pada data Covid yang belum sepenuhnya terkendali harus terus mempertimbangkan kondisi faktual di tengah masyarakat kita,” tutur Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Niam melalui kanal YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Selasa (28/7/2020).

Asrorun menuturkan bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan tingkat penularan Covid-19 belum terkendali  agar melaksanakan salat Idul Adha di rumah masing-masing.

“Ketika kita berada di kawasan yang angka penularannya masih menunjukkan tren meningkat, bahkan berada di daerah yang kualifikasi hitam, maka pelaksanaan salat Idul Adha sebaiknya tetap di rumah bersama keluarga,” tutur Asrorun.

Sementara itu, bagi masyarakat yang berada di wilayah dengan kasus Covid-19 terkendali dapat melaksanakan salat Idul Adha berjamaah di masjid atau  lapangan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan mempertimbangkan kondisi kesehatan tubuh.

“Ketika kita berada di suatu kawasan yang sudah terkendali, maka pelaksanaan salat Idul Adha dapat dilaksanakan di masjid secara berjamaah, di musala, di tanah lapang, di gedung atau tempat yang lain, tapi harus tetap istiqomah menjalankan protokol kesehatan, pakai masker, wudhu dari rumah, bawa sajadah sendiri, jaga jarak, kemudian memastikan kondisi kesehatan tetap fit,” ucapnya.

Dalam rangkaian ibadah Idul Adha, MUI juga memberikan beberapa anjuran terkait pelaksanaan ibadah pemotongan hewan kurban. Terdapat beberapa langkah yang dapat diambil oleh pihak penyelenggara kurban untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, diantaranya sebagai berikut.

1. Optimalisasi sarana yang telah tersedia, seperti Rumah Potong Hewan (RPH). Hal ini dilakukan untuk menghindari kerumunan yang biasanya terjadi saat penyembelihan hewan kurban.

2. Pihak yang melaksanakan kurban disunnahkan untuk menyembelih hewan kurbannya sendiri. Namun dalam kondisi seperti saat ini, penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan oleh orang yang memiliki kompetensi atau diwakilkan oleh orang yang memiliki keahlian.

3. Jika terdapat hambatan untuk bekerja sama dengan RPH, maka penyembelihan hewan kurban dapat dilakukan di tempat biasa namun tetap pastika protokol kesehatan tetap dijalankan.

Selain menerapkan protokol kesehatan, pastikan juga kesehatan hewan kurban agar tetap memenuhi syarat untuk bisa dijadikan kurban. “Untuk itu, kita secara bersama-sama memperhatikan juga kondisi kesehatan hewan. Hewan yang akan kita sembelih, untuk kepentingan kurban dipastikan memenuhi syarat untuk dijadikan kurban dari sisi usia, dari sisi kesehatan,” ucap Asrorun.

Proses distribusi daging hewan kurban pun diminta turut memperhatikan protokol kesehatan. Asrorun mengimbau panitia penyelenggara agar menghindari antrian dalam distribusi daging hewan kurban, dan menyarankan agar mendatangi rumah tiap penerima daging kurban.

“Panitia kurban, dan juga lembaga sosial yang bergerak di bidang pelayanan ibadah, pada saat distribusi jangan lagi masyarakat antri. Tetapi, panitia bergerak mendatangi mustahik untuk kepentingan distribusinya,” tutur Asrorun.

Reporter: Adibayu Firmansyah

Mengembangkan Peta Jalan Sukses bagi Lulusan PMI

Mengembangkan Peta Jalan Sukses bagi Lulusan PMI

Halal Bihalal dan Pertemuan Alumni PMI UIN Jakarta (28/7)

Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan Halal bi Halal dan Pertemuan Alumni Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dengan tema “Mengembangkan Peta Jalan Sukses bagi Lulusan PMI” melalui aplikasi Zoom, Selasa (28/7).

Acara ini dibuka secara resmi oleh Dekan Fidikom, Suparto, dengan dimoderatori oleh Ketua Jurusan PMI, Muhtadi. Lima narasumber acara ini adalahbKomisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susianah, Pengusaha, Ita Puspitawati,Akademisi, Dicky Andika, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Halimatusa’diah, dan Penulis dan Aktivis Literasi, Milastri Muzakkar.

Terkait peluang lulusan PMI, Susianah mengungkapka banyak lembaga seperti pemerintahan, membutuhkan lulusan jurusan tersebut. Artinya permintaan pasar terbilang banyak terhadap lulusan ini. Bahkan ada 25 universitas yang membuka jurusan mengenai pengembangan masyarakat.

Namun, meskipun peluangnya terbilang cukup besar. Persaingan yang terjadi juga sebanding. Kepercayaan diri menjadi salah satu faktor yang diperlukan dalam persaingan.

“Janganlah merasa malu, tetap percaya diri, dan buat jurusan jadi populer. Jika berbicara mengenaik kesuksesaan, ada tiga yang dapat diraih yaitu ekonomi, sosial, agama.” Ujar Halimatusa’diahPeneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Melakukan evaluasi terhadap diri juga diperlukan untuk menyeimbangi kepercayaan diri. Menurut Dicky Andika, kuncinya adalah aktif memperbaiki diri. 

Menikmati proses selama menuju kesuksesan juga diperlukan. Karena kesuksesan bukan hanya tentang apa yang diraih, melainkan juga apa yang telah dilewati.

Reporter : Aulia Gusma

Jurus Jitu Cegah Hoax di Fase New Normal

Jurus Jitu Cegah Hoax di Fase New Normal

Jurus Jitu Cegah Hoax di Fase New Normal (23/7)

Perkembangan media sosial di tengah masyarakat,  mempermudah  akses dalam mendapatkan informasi . Namun, di sisi lain media sosial ternyata telah menjadi ladang tumbuhnya hoaks atau berita bohong. Hoaks akan terus berjalan, seiring dengan tren yang sedang terjadi di tengah masyarakat.

 Seperti saat ini, pandemi Covid – 19 telah mengantarkan kita ke dalam fase adaptasi kebiasaan baru atau fase new normal. Indonesia Care Forum (ICF) hadir untuk menggelar web seminar (Webinar), dengan mengangkat tema “Jurus Jitu Cegah Hoax di Fase New Normal” bersama beberapa civitas akademika yang dilaksanakan melalui aplikasi Zoom, pada Kamis (23/06).

Diskusi ini dimoderatori, oleh Chief Editor Suara Sumut Grup, Rakisa dan dihadiri oleh tiga narasumber, diantaranya, Co – Founder and Head of Fact Checker Committee MAFINDO Aribowo Sasmito, General Manager DNK TV dan RDK FM UIN JAKARTA Dedi Fahrudin, dan Akademisi IUQI RPI Akhmad Saoqillah.

Pelintiran konteks yang akan menimbulkan hoaks akan terus terjadi pada fase new normal. Mengingat hoaks memiliki beberapa tujuan diantaranya, untuk menggiring opini publik, membentuk presepsi, serta sebagai kejahatan dalam dunia maya.

Namun nyatanya, ada banyak cara untuk mencegah hoaks. Menurut Co – Founder and Head of Fact Checker Committee MAFINDO, Aribowo Sasmito, diperlukan adanya perbaikan literasi untuk menghindari penyebaran hoakssecara meluas. Ia juga menambahkan beberapa jurus jitu dalam mengatasinya yaitu, menjaga emosi diri, tidak mudah percaya dengan unsur “katanya”, memastikan kebenaran sumber berita, berhati – hati dengan judul dan kalimat provokatif, jangan mengabaikan pendapat ahli, teliti dalam mengklarifikasi berita, dan mencurigai ketika unsur berita tidak sesuai.

Dedi Fahrudin juga mengatakan,  bahwa kunci dalam mencegah hoaks adalah literasi media.

“Ketika masyarakat memiliki literasi media yang tinggi dijamin tidak akan berkembang. Karena, secara umum literasi media adalah kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan mengkomunikasikan informasi dalam bentuk media.” Ujar Dedi.

Tak hanya literasi bermedia, Akhmad Saoqillah menambahkan, kesadaran sosial juga diperlukan dalam upaya pencegahan berita hoaks.

Reporter : Ika Selfiana

Peresmian Said Nursi Corner di Perputakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Peresmian Said Nursi Corner di Perputakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dokumentasi Peresmian Said Nursi Corner di Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Lantai 5

Peresmian Said Nursi Corner di Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah digelar pada Senin (27/07). Peresmian Said Nursi Corner disiarkan langsung melalui akun Instagram @sahabatrisalahnur. Acara peresmian ini diawali dengan sambutan dari Amrullah Hasbana selaku Kepala UPT Pusat Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Hasbi Sen selaku Pembina Yayasan Nur Semesta, Muhbib Abdul Wahab selaku Ketua Said Nursi Corner dan Amany Lubis selaku Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Berdirinya Said Nursi Corner merupakan hasil kerja sama antara Yayasan Nur Semesta dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melalui SK Rektor Nomor 224 pada 13 Februari 2020. Said Nursi Corner menjadi corner yang keenam di Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Adapun karya-karya Said Nursi pada Said Nursi Corner tersedia dalam empat bahasa, yakni bahasa Turki, bahasa Arab, bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Selain itu, tersedia juga fasilitas komputer yang menyediakan karya-karya Said Nursi dalam tiga bahasa, yakni bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan bahasa Arab.

Muhbib Abdul Wahab – Ketua Said Nursi Corner

Muhbib Abdul Wahab selaku Ketua Said Nursi Corner mengungkapkan bahwa peresmian Said Nursi Corner ini memberikan warna keislaman bagi perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta karena tokoh yang dihadirkan adalah tokoh pembaharu, mufasir, inspirator abad 19 dan 20. Karya-karya Said Nursi diharapkan dapat membantu, terutama para mahasiswa dan para dosen yang melakukan research maupun kajian tentang Said Nursi.

“Pembukaan Said Nursi Corner ini mudah-mudahan memiliki makna yang strategis bagi pengembangan akademik, keilmuan dan keislaman bagi kita semua. Kita berharap pemikiran-pemikiran Said Nursi ini bisa memberikan inspirasi bagi kita semua dan kita dorong mahasiswa agar bisa mengunjungi dan memanfaatkan Said Nursi Corner ini.” ungkap Muhbib.

Amany Lubis – Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Sambutan terakhir disampaikan oleh Amany Lubis selaku Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau mengungkapkan kesenangannya dengan diresmikan Said Nursi Corner di Perputakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Karya yang ditulis oleh Said Nursi ini menyajikan suatu kajian yang memuaskan akal pikiran, rasio dan memuaskan hati. Pembahasannya tidak ada yang dikotomis ketika beliau menafsirkan ayat-ayat ilmiah dan disajikan secara terpadu dan terintegrasi dengan prinsip-prinsip Islam dalam memahami ilmu pengetahuan. Hal tersebut benar-benar diwujudkan dalam tulisannya, sehingga kita yakin bahwa penjelasan beliau dalam karyanya memang ilham dari Allah dan bermanfaat untuk kehidupan kita.” ujar Amany.

Acara peresmian Said Nursi Corner diakhiri dengan melakukan pemotongan pita secara simbolis oleh Amany Lubis yang menandakan telah resminya Said Nursi Corner di Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Reporter : Natasya Ardya Garini