Komunitas Tangerang Muda

Komunitas Tangerang Muda

Amanda Agnes

Kegiatan Tangerang Muda (Sumber: Instagram.com/ tangerangmuda)

Komunitas Tangerang Muda diinisiasi oleh Erwin Setiawan, yang juga merupakan founder aboutTNG. Merupakan komunitas sosial yang dibentuk untuk menghimpun pemuda dengan mimpi besar untuk membangun Tangerang Raya (Kabupaten/Kota/Selatan).

Komunitas dibentuk pada 16 Maret 2017 dengan tujuan menjadi tempat untuk pemuda Tangerang meningkatkan potensi, kesadaran sosial, dan juga meningkatkan partisipasi pemuda dalam berkontribusi dan ikut andil menciptakan Tangerang yang lebih baik.

Tangerang Muda memiliki visi, terciptanya pemuda pemudi Tangerang yang berwawasan luas dan intelegensi yang tinggi serta, punya kesadaran sosial agar mengubah lingkungan sekitarnya menjadi lebih baik. Timbulnya jiwa leadership serta inisiatif untuk membangun Tangerang dalam berkontribusi terhadap lingkungannya. 

Salah satu anggota Tangerang Muda, Indah Nur Rocham, yang sudah bergabung sejak awal komunitas ini berdiri yang sudah bergabung sejak dibentuknya komunitas ini, mengaku sangat senang bisa menjadi bagian dari komunitas Tangerang Muda.

Menurutnya, banyak sekali hal-hal baru yang bisa didapat ketika bergabung dengan komunitas Tangerang Muda. Ia bisa mendapat keluarga baru, pengalaman, serta ilmu-ilmu yang mungkin tidak didapatkan di sekolah namun bisa didapatkan ketika ia bergabung dengana komunitas tangerang muda ini.

Komunitas Tangerang Muda ini berfokus pada empat aspek, yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan dan dedikasi.

Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh Tangerang muda, seperti halnya dalam bidang kesehatan, komunitas ini memberikan pemeriksaan kesehatan gratis pada masyarakat.  Tak berhenti disitu, rekan-rekan komunitas Tangerang Muda juga pernah menggelar kegiatan perpustakaan keliling untuk anak-anak.

Komunitas Tangerang Muda hadir dengan bekal semangat dan harapan yang besar untuk anak-anak penerus bangsa, dengan menyebarkan bahan bacaan kepada mereka yang haus akan ilmu pengetahuan.

Pandemi Covid-19 tidak menjadi penghalang bagi komunitas ini untuk melakukan kegiatan yang postif. Pada bulan Juli kemarin, komunitas Tangerang muda bekerjasama dengan Xylon Wuffies dengan #makeachange melakukan sosialisasi Pencegahan covid-19 dan Penerapan PHBS di Teluknaga, Kabupaten Tangerang dengan tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan Covid-19.

Selain bersosialisasi, dalam komunitas Tangerang muda juga turut memberikan bantuan berupa sembako untuk masyarakat yang membutuhkan.

Dari Tangerang Muda ini kita belajar bahwa usia muda bukan halangan untuk berbuat kebaikan dan peduli terhadap sesama. Justru, karena masih memiliki semangat yang tinggi, harus disalurkan kepada hal-hal positif.

Semoga teman-teman dari Komunitas Tangerang Muda akan selalu melakukan hal-hal positif dan bisa membuat Tangerang Raya  menjadi lebih baik lagi.

Polemik Isu Pemalsuan IPK Paslon Terpilih Dema UIN Jakarta

Polemik Isu Pemalsuan IPK Paslon Terpilih Dema UIN Jakarta

Ika Selfiana

Ketua terpilih Dema UIN Jakarta, Tubagus Agnia (kiri), Wakil Ketua Dema UIN Jakarta, Perbri Nurhidayati (kanan) periode 2020-2021 (Sumber: instagram.com/ demauinjkt_official)

Melansir Ketix.id, Senin (21/12) tersiar kabar Ketua Dema-U terpilih, Tubagus Agnia, atau TB, terganjal kasus berat dugaan pemalsuan Indek Prestasi Kumulatif (IPK).

Tubagus Agnia dan Pebri Nurhayati terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta periode 2020-2021, melalui Pemilihan Mahasiswa secara e-voting, (01/12).

Mahkamah Etik yang diselenggarakan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH), Sabtu (18/12). Menyatakan TB terbukti bersalah atas pemalsuan IPK, yang menjadi salah satu persyaratan saat penyalonan ketua Dema-U.

Pimpinan Fakultas Adab dan Humaniora juga menetapkan pemberian sanksi pelanggaran kode etik mahasiswa atas dasar hasil sidang Mahkamah Etik.

Surat Keputusan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Jakarta terkait Penetapan Sanksi Kode Etik Mahasiwa

Hal tersebut langsung dibantah oleh TB. Saat diwawancarai Tim DNK TV, ia menyatakan bahwa  hal tersebut merupakan tuduhan palsu dan tidak benar karena tidak disertai alasan serta bukti-bukti yang jelas.

“Terkait kronologinya itu sebenarnya saya hanya melakukan pengajuan penghapusan nilai terhadap prodi dan dikabulkan oleh prodi. Jadi tidak ada indikasi pemalsuan namun pihak dekan dan mahkamah etik yang saya beri keterangan itu tidak menggubris sama sekali, dan memutuskan dengan kesewenangan-wenangannya tanpa konfirmasi kepada saya. Jadi sekali lagi saya katakan bahwa tuduhan itu adalah tuduhan palsu dan tidak benar,” ujarnya (22/12)

Kemudian Pihak TB telah melakukan klarifikasi terkait permasalahan ini. Juga pihaknya akan mengajukan surat keberatan kepada Rektor UIN Jakarta, berisi permintaan agar Dekan FAH segera mencabut SK Dekan yang telah dikeluarkan.

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Adab Dan Humaniora, Saiful Umam mengatakan bahwa belum mau memberikan komentarnya terlebih dahulu agar tidak menambah simpang siurnya informasi yang beredar, karena pihak yang bersangkutan masih bisa untuk mengajukan gugatan jika keberatan kepada Rektor. Saiful juga meminta agar dapat menunggu hingga proses akhirnya terselesaikan.

Welcoming Gathering MDP 11

Welcoming Gathering MDP 11

Mitha Theana

Host, Amanda Agnes (kiri) dan Station Manager DNK TV, Irlan Istichori dalam Welcoming Gathering MDP 11 (21/12)

DNK TV menggelar Welcoming Gathering sebagai acara pembuka Media Development Program (MDP) 11 dengan tema Self Development in Digital Era. Secara daring via Zoom meeting, Senin (21/12).

MDP 11 merupakan program tahunan DNK TV untuk merekrut anggota baru, yang memiliki bakat dan minat di bidang broadcasting.

Menghadirkan Psikolog danCo-Founder Proxim Consultant, Artiarini Puspita Arwan, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FDIKOM, Cecep Castrawijaya, General Manager DNK TV, Dedi Fahrudin serta Station Manager DNK TV Irlan Istichori.

Dalam materinya Dedi Fahrudin memaparkan sejarah berdirinya DNK TV serta proses pengembangan diri yang memerlukan mindset positif.

General Manager DNK TV, Dedi Fahrudin mengenalkan Sejarah DNK TV (21/12)

“Mindset positif dapat muncul dari kebiasaan, sikap, perilaku yang menjadikan karakter seseorang. Maka kita harus selalu berfikiran positif terhadap sesuatu untuk mencapai keberhasilan,” jelasnya.

Senada dengan Dedi, Artiani Puspita Arwan menuturkan, harus mengenal diri sendiri sebelum mengambil langkah untuk pengembangan diri, seperti mengenali keahlian dan bakat kita. Karena ketika kita sudah mengenal diri kita sendiri, kita sudah bisa mengatasi konflik yang ada dalam diri.

Narasumber, Psikolog danCo-Founder Proxim Consultant, Artiarini Puspita Arwan saat menyampaikan materi mengenai Pengembangan Diri (21/12)

“Ketika dihadapkan dalam pilihan-pilhan, kita sudah tahu pilihan mana yang paling tepat atau yang paling sesuai pada diri kita, jadi akan membawa kita pada kebahagiaan. Membuat kita bisa mengatasi konflik diri dan akan membuat kita mampu dalam desicion making yang tepat dengan diri kita”, ujar Artiani.

Ia melanjutkan, orang yang sudah mengenali diri sendiri juga tidak mudah terbawa arus, dan akan memiliki kontrol diri yang baik karena paham akan hal apa yang tepat untuk dirinya.

Dalam penutupan acara Cecep Castrawijaya berpesan, dalam proses pengembangan diri sangat penting untuk mengenal diri kita sendiri, seperti yang dikatakan dalam sabda Nabi Muhammad SAW.

Man ‘Arafa Nafsahu, Faqad Arafa Rabbahu .Barang siapa yang mengenal dirinya, maka akan mengenal Tuhannnya.”  

Penutupan Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Profesional Ke-3

Penutupan Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Profesional Ke-3

Ahmad Faqih

Penyerahan cenderamata untuk peserta terbaik (Dok. DNK TV)

Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (DPW FK KBIHU) Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta telah selesai melaksanakan  Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Profesional Angkatan ke-3 pada Rabu,(16/12/20) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Acara penutupan ini dihadiri oleh Ketua FK KBIHU DKI Jakarta, M. Machdum, Ketua Umum FK KBIHU DKI Jakarta, Ade Marfuddin, Dekan FDIKOM UIN Jakarta, Suparto beserta jajarannya, para Asesor serta para peserta sertifikasi haji dan umroh yang berasal dari KBIHU semua wilayah Provinsi DKI Jakarta, baik Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

Dalam penutupnya, M. Machdum berharap untuk Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Profesional tahun depan dapat menampung lebih banyak peserta, karena menurutnya animo masyarakat terhadap Sertifikasi ini sangat tinggi.

“Untuk tahun depan Insya Allah akan tetap kami adakan, dan semoga saja bisa menampung lebih banyak peserta. Untuk tahun ini saja, kalau peserta kami tidak batasi, akan sangat membludak karena tingginya animo dari masyarakat,” ujar M. Machdum.

Lebih lanjut, Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan FDIKOM UIN Jakarta, Cecep Castrawijaya, berharap setelah mengikuti sertifikasi ini, para pembimbing haji dan umrah akan bisa membingbing para jamaah secara profesional.

“Harapannya pembimbing yang tersertifikasi itu, mereka akan bisa memberikan bimbingan yang profesional kepada para jamaah, sehingga para pembimbing jamaah itu mampu bersifat mandiri didalam pelaksanaan haji ataupun umrah” ujar Cecep Castrawijaya.

Para peserta  juga merasakan manfaat yang sangat besar dari adanya Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Profesional. Salah satu peserta terbaik, Nuraila, merasa mendapatkan ilmu dan pelajaran dalam membimbing para jamaah. Dan berjanji akan mempraktekan ilmu yang didapatkan dalam sertifikasi ini kepada para jamaah.

“Syukur Alhamdulillah, banyak pengetahuan yang kami timbang, khususnya saya dalam membimbing pelayanan tamu-tamu Allah. Dan Insya Allah kami akan berikan kepada para jamaah  ilmu yang kami dapatkan disini sebagai amanah dari Allah” ujar Nurlaila.

Dengan berakhirnya Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Profesional Angkatan ke-3, diharapkan dapat melahirkan para pembimbing haji dan umrah yang profesional, berkualitas, dan tersertifikasi sehingga dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji dan umrah di Indonesia.  

Seminar JKN Aspikom 2020

Seminar JKN Aspikom 2020

Rahma Dwi Mutia

dok. YouTube.com/DNKTV

Jambore Nasional Komunikasi (JNK) Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) 2020 gelar seminar “Regulasi dan Peluang Content Creator di Era Penyiaran Televisi Digital Teresterial” sekaligus pengunguman pemenang lomba film dokumenter tingkat mahasiswa se-Indonesia (16/12/20).

Seminar ini membahas bagaimana peran yang harus kaum muda ambil dalam menghadapi era digital ini. Komisioner KPID DKI Jakarta, Bambang Pamungkas, menyampaikan menjadi content creator dan pekerjaan yang berhubungan dengan digital menjadi peluang untuk siapapun yang ingin sukses di era modern ini.

“ Transformasi era digital dalam dunia penyiaran, yang dimana akan ada disrupsi penyiaran digital. Ada sebuah fenomena atau perubahan mendasar konsep tatanan penyiaran yang saat ini belum ada di TV analog.” Tambahnya

Bambang Pamungkas juga menambahkan tujuan mengadakan perlombaan ini untuk mempersiapkan generasi muda dalam menghadapi era digital.

Senada dengan Komisioner KPID DKI Jakarta, Ketua Pelaksana, Nursatyo juga menyampaikan tujuan lain perlombaan ini sebagai wadah untuk mengasah kreativitas.

“Perlombaan film dokumenter ini diadakan untuk menambah kreatifitas para remaja millennial untuk terus mengasah bakat dalam hal membuat film pendek. Hal ini bisa menjadi wadah untuk para remaja millennial untuk bisa menjadi film maker Indonesia yang berbakat,” ujarnya.

Pemerintah Siapkan Dua Skema Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Siapkan Dua Skema Vaksinasi Covid-19

Tiara De Silvanita

Vaksin Covid-19 buatan Sinovac yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Minggu malam, (6/12/20), langsung dibawa menuju Kantor Pusat Bio Farma di Kota Bandung. (Foto: Muchlis Jr – Sekretariat Presiden)

Sebanyak 1,2 juta dosis vaksin Corona Sinovac telah tiba di Indonesia, Minggu, (6/12/20). Tahap selanjutnya akan didatangkan kembali sebanyak 1,8 juta dosis vaksin. Secara total bulan ini, Indonesia akan memiliki 3 juta vaksin Sinovac.

Pemerintah menyiapkan dua skema pelaksanaan vaksinasi Covid-19, yaitu skema program pemerintah dan skema mandiri. Untuk vaksin Covid-19 skema program pemerintah dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dan skema mandiri dilaksanakan oleh Kementerian BUMN.

“Untuk pengadaan vaksinasi Covid-19, skema program pemerintah dilaksanakan oleh Kemenkes dan skema mandiri dilaksanakan oleh Kementerian BUMN,” ujar Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto, mengutip pernyataannya  pada laman resmi Kemenkes RI, Senin (14/12/20).

Cakupan vaksinasi Covid-19 ditergetkan sebanyak 67% atau 107 juta penduduk dari 160 juta dengan rentang usia 18-59 tahun. Maka kebutuhan vaksin adalah 246 juta dosis perhitungan kebutuhan.

Dari target cakupan imunisasi sebanyak 107 juta penduduk tersebut, 75 juta penduduk untuk kelompok sasaran skema mandiri, sementara 32 juta penduduk untuk skema program pemerintah. Sasaran vaksinasi untuk skema pemerintah adalah tenaga kesehatan pada seluruh fasilitas kesehatan, pelayan publik esensial dan kelompok masyarakat rentan.


Sementara skema vaksin mandiri dengan sasaran 75 juta orang membutuhkan 172 juta dosis dengan wastage rate 15%; yang termasuk ke dalam wastage rate adalah vaksin sisa, tidak terpakai, rusak, hilang, juga sebagai stok apabila terjadi kemungkinan kurang, kebutuhan darurat dan relokasi antar daerah. Sasaran untuk skema mandiri adalah masyarakat pelaku ekonomi lainnya yakni peserta BPJS, non BPJS/asuransi lainnya, dan umum/pribadi.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah menetapkan enam jenis vaksin yang akan digunakan dalam program vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Enam jenis vaksin itu diproduksi oleh enam lembaga berbeda, yaitu PT Biofarma, AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer-BioNtech, dan Sinovac Biotech.

Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin Untuk Pelaksanan Vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang ditandatangani Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto pada Kamis (3/12/2020).

Berdasarkan SK tersebut, vaksin akan bisa dipakai setelah mendapatkan izin edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Membangun Kebijakan Pembinaan Jemaah Haji dan Umrah

Membangun Kebijakan Pembinaan Jemaah Haji dan Umrah

Laode M. Akbar

Suasana Forum Diskusi Grup Pelatihan Sertifikasi Bimbingan Haji dan Umrah, DPW FK DKI Jakarta bersama Fdikom UIN Jakarta, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur (14/12)

Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (DPW FK KBIHU) Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta melaksanakan kegiatan Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Profesional Angkatan ke-3 hari ke lima di Gedung SG3 Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin, (14/12/20).

Kegiatan sertifikasi hari ke-5 ini diisi dengan salah satu seminar pelatihan dengan tema “Kebijakan Pembinaan, Pelayanan, dan Perlindungan untuk Kemandirian serta Ketahanan Jemaah”.

Acara ini dimoderatori oleh Ketua Program Studi (Prodi) Pengembangan Masyarakat Islam UIN Jakarta, Muhtadi dan mengundang pemateri yaitu Direktur Bina Haji Kemenag RI, Khorizi H. Dazir.

Dalam penyampaiannya Khorizi menjelaskan tujuan utama bagi para peserta kegiatan sertifikasi pembimbing manasik haji dan umrah ini untuk memiliki kualitas, kreativitas, dan integritas agar bisa menjadi pembimbing haji dan umrah yang profesional dan dapat mengaktualisasi potensi diri. 

Sebab menjadi pembimbing yang profesional tidak cukup dengan mempelajari ilmu dan menguasai tekstual saja, namun juga harus mempunyai pengalaman dan menguasai kontesktualnya.

“Sebagian besar orang yang mengikuti sertifikasi ini memegang satu lembar sertifikat hanya untuk persyaratan mendaftar jadi petugas atau hanya sekadar kelengkapan perpanjangan haji dan umrah, mudah-mudahan tidak ada di tempat ini,” jelasnya.

Terdapat beberapa faktor pendukung kepuasan jemaah bagi para pembimbing yang memudahkan untuk membimbing para jemaahnya. Pertama, peran petugas haji yang memiliki partisipasi dan komitmen tinggi dengan persiapan dan pembinaan yang matang.

Kedua, kepatuhan dan kedisiplinan para jemaah yang dilakukan oleh para pembina jemaah sebagai penanggung jawabnya melalui dukungan dan peran sentral KBIH dalam membina dan meregulasi pembinaan para pembina jemaah tersebut.

Ketiga, dukungan pemerintah Arab Saudi yang memudahkan para jemaah dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah.

Keempat, kesamaan cara pandang dalam menjalankan ibadah haji dan umrah agar tidak memiliki perbedaan dalam melaksanakannya.

Kelima, ketersediaan layanan yang baik untuk seluruh jemaah agar memudahkan dan nyaman dengan layanan tersebut.

Khorizi juga menjelaskan empat nilai budaya kerja yang harus diterapkan para pembina jemaah haji dan umrah.

Pertama integritas, yaitu komitmen dan kejujuran yang tinggi, baik dalam bentuk materi maupun lisan.

Kedua profesional, yaitu membina para jemaah dengan menyeimbangkan ilmu dan pengalaman secara tekstual maupun kontekstual.

Ketiga inovasi, yaitu melakukan pengembangan dalam melakukan pembinaan agar sesuai dan tidak ketinggalan zaman.

Keempat tanggung jawab, tanpa memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi dalam melakukan pembinaan, maka seluruh tiga nilai sebelumnya hanya menjadi sia-sia.

“Maka itu saya punya tagline selagi dalam melaksanakan tugas ‘Ampuh ibadah untuk bertugas, bukan bertugas untuk ibadah’ apa maknanya di situ? Kita lebih mengedepankan tugas kita daripada kita berhaji. Kalau kita mengedepankan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan (jemaah haji), otomatis haji kita akan dapat. Tapi kalau kita mengedepankan ibadah haji kita, maka pembinaan, pelayanan, dan perlindungan (jemaah haji) akan hilang dan musnah,” tambahnya.

Menebar Kebaikan Lewat Karya Jurnalistik Bersama KJB

Menebar Kebaikan Lewat Karya Jurnalistik Bersama KJB

Mitha Theana

Balques Manisang , narasumber dalam Webinar Nasional: Menebar Kebaikan Melalui Karya Jurnalisitik (Dok: DNKTV )

Komunitas Jurnalis Berhijab (KJB) mengadakan webinar mengusung tema “Menebar Kebaikan Lewat Karya Jurnalistik” Acara tersebut merupakan salah satu rangkaian dari perayaan milad kedelapan KJB, Minggu (13/12).

Dalam acara tersebut, KJB menghadirkan pemimpin redaksi Metro TV, Arif Suditomo, News Produser dan Host TVONE, Balques Manisang dan News Produser Metro TV sekaligus anggota KJB, Lalita Gandaputri.

Balques mengungkapkan, jurnalis yang idealis adalah jurnalis yang dapat menebar kebaikan kepada masyarakat lewat tulisannya. Karena tugas jurnalis sebagai informan untuk masyarakat. Ia membeberkan langkah yang harus ditempuh jurnalis agar dapat melaksanakan tugasnya.

“Pertama harus tetap meluruskan niat kita, bahwa kehidupan jurnalis itu ingin menjadi pilar keempat demokrasi, jadi kita harus pertahankan pilar demokrasi tersebut, jadi buat semua partisipan yang ingin menjadi jurnalis, diselami dan dinikmati saja prosesnya, ibaratnya naik tangganya satu-satu, jangan langsung loncat ke atas,” ujarnya.

Lanjutnya,  langkah kedua ialah stay humble selama menjadi jurnalis, karena hal itu bukan merupakan sebuah kekuatan, namun kehormatan bagi jurnalis. Ia juga berharap, agar KJB dapat terus melebarkan sayapnya, karena dirinya masih masih ingin melihat ulang tahun KJB sampai 20 hingga 30 tahun kedepan.

Senada dengan Balques, Lalita mengungkapkan, jurnalis harus menginformasikan berita benar, dan harus memeriksakebenaran suatu informasi.

“Ketika mendapat berita yang dirasa kurang akurat atau berpeluang menjadi berita bohong, kita harus cek dulu kebenarannya dilihat dari cover both side,” tuturnya.

Lalita menambahkan, jurnalis jangan khawatir akan hambatan apapun, karena jurnalis dilindungi oleh hukumyang ada di Indonesia.

Arif Suditomo salah satu dari tiga narasumber  juga turut menceritakan pengalamannya,sebagai seseorang yang sudah mengabadikan 22 tahun hidupnya di bidang jurnalisme, bahkan sempat menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) namun kembali lagi ke bidang  jurnalistik.

“Balik lagi di bidang jurnalistik, mengaku journalism itu adalah jalan hidup saya, saya tidak bisa jauh-jauh dari itu dan saya pikir, kontribusi sayabuat masyarakat essens nya ada disitu, dan saya piker ini merupakan salah satu hal yang akan saya tekuni terus hingga akhir hayat saya.” Ungkapnya.

FDIKOM UIN Jakarta bersama DPW FK KBIHU DKI Jakarta Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Profesional

FDIKOM UIN Jakarta bersama DPW FK KBIHU DKI Jakarta Gelar Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah Profesional

Siti Nurhalizah

Penyerahan Cinderamata dari DPW FK KBIHU Provinsi DKI Jakarta kepada Rektor UIN Jakarta (Dok. DNK TV)

Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (DPW FK KBIHU) Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menyelenggarakan kegiatan Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah Profesional Angkatan ke 3 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis, (10/12/20).

Kegiatan sertifikasi pembimbing manasik haji dan umrah profesional ini dilaksanakan dari tanggal 10 hingga 18 Desember 2020. Dihadiri oleh Pelaksana Tugas Direktur Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementrian Agama RI, Oman Fathurahman, Ketua FK KBIHU DKI Jakarta, M. Machdum, Ketua Umum FK KBIHU DKI Jakarta, Ade Marfuddin.

Peserta Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umrah Profesional (Dok. DNK TV)

Rektor UIN Jakarta,  Amany Lubis, Dekan FDIKOM UIN Jakarta, Suparto beserta jajarannya, para Asesor serta para peserta sertifikasi haji dan umroh yang berasal dari KBIHU semua wilayah Provinsi DKI Jakarta, baik Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

Dalam sambutannya, Amany Lubis mengatakan bahwa jumlah Jemaah haji di Indonesia merupakan Jemaah terbanyak di dunia dan memiliki manajemen penyelenggaraan haji yang baik. Oleh karena itu, ia berharap perjuangan dalam menjaga kualitas manajemen haji di Indonesia dapat dipertahankan dan ditingkatkan sehingga kualitas Jemaah semakin meningkat.

“Ini adalah sebuah kewajiban bagi kita untuk mempersiapkan diri dalam mendampingi para jemaah haji dari seluruh pelosok Indonesia ke Mekkah” ujar Amany.

M. Machdum, Ketua FK KBIHU DKI Jakarta (Dok. DNK TV)

Lebih lanjut, M. Machdum menyebutkan bahwa KBIHU menunjuk UIN Jakarta melalui Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi menjalin kerjasama dalam kegiatan sertifikasi pembimbing haji dan umrah profesional merupakan hal mulia dan sebuah keharusan karena kerjasama ini adalah lanjutan sejak tahun 2019.

Oman Fathurahman menyampaikan rasa senangnya karena dapat hadir dalam kegiatan tersebut. Ia juga mengatakan menurut Undang-Undang nomor 8 tahun 2019, bahwa menteri agama menjamin untuk melakukan pembinaan, pelayanan dan perlindungan bagi jemaah haji. Para peserta juga merasakan manfaat dari diadakannya sertifikasi pembimbing ini.

“Adanya sertifikasi ini saya kira manfaatnya sangat banyak bagi kami pembimbing haji dan umrah. Saya kira ini bisa terus ditingkatkan di masa yang akan datang, sehingga dapat menyiapkan pembimbing haji dan umrah yang lebih baik” ujar Fajrul Munir, peserta Sertifikasi Pembimbing Manasik Haji dan Umrah Profesional Angkatan ke 3.

Berlangsungnya kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan para pembimbing haji dan umrah yang profesional, berkualitas dan tersertifikasi sehingga dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji dan umrah di Indonesia.

Pilkada 2020, Keselamatan Warga Harus Diutamakan

Pilkada 2020, Keselamatan Warga Harus Diutamakan

Sadam Al-Ghifari, mahasiswa Jurnalistik UIN Jakarta

sumber: setkab.go.id

Penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara serentak pada 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota. akan memasuki penyelenggaraan puncaknya, pada 9 Desember 2020.

Sebelumnya, rencana penyelenggaraan Pilkada ini menjadi bahan menarik dan mencuri perhatian masyarakat. Bagaimana tidak? Rencana ini diwarnai dengan beragam kritikan dan penolakan dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai, Pilkada di tengah pandemi ini sangat berbahaya dan bisa menjadi cluster baru dari penyebaran Covid-19.

Saya menilai kritikan tersebut sangat lah rasional mengingat angka penyebaran Covid-19 di Indonesia belum ada tanda-tanda penurunan. Justru, angka kenaikan jumlah pasien positif  selalu mengalami peningkatan dan penyebarannya kian besar.

Data terbaru kenaikan pasien positif Covid-19 di indonesia, pada minggu (6/12) mencapai 6.089 pasien positif dan 151 orang meninggal dunia. Daerah penambah terbanyak saat ini berasal dari Jawa Barat dengan jumlah 1.388 orang. Padahal di jawa Barat, kota depok Salah satu daerah yang akan melaksanakan kegiatan Pilkada untuk menentukan Walikota-Wakil walikota.

Dalam masa pandemi seperti ini, berkerumun adalah  kegiatan yang harus dihindari. Karena mempunyai potensi yang sangat besar dalam penyebaran Covid-19. Selain itu, kesadaran masyarakat yang saya lihat pun masih sangat rendah untuk menaati protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Sekarang ini, Kampanye di tengah pandemi memang tidak dihapus, terutama kampanye tatap muka.  Namun, ada sejumlah aturan yang dibuat untuk tetap memperhatikan dan menaati protokol Kesehatan pada saat kampanye tatap muka.  Seperti pembatasan jumlah peserta kampanye, wajib memakai masker, menjaga jarak serta mencuci tangan.

Tetapi, banyak juga pelanggaran yang terjadi. Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) mencatat pada bulan November lalu, ada 306 pelanggaran protokol Kesehatan pada saat kampanye, dan telah mengirimkan surat teguran ke sejumlah pelanggar.

Mengumpulkan massa sebanyak-banyak merupakan hal yang sangat lazim dilakukan ketika masa kampanye. Para calon kepala daerah, berlomba-lomba untuk mencari simpati masyarakat agar nanti dapat memilihnya.

Saat ini, kampanye dalam jaringan (daring) salah satu opsi yang paling aman  untuk dilakukan di tengah pandemi seperti ini.  Tetapi dianggap tidak efektif. Sehingga, kampanye tatap muka masih menjadi primadona untuk dilakukan.

Dengan berbagai cara, ada yang melakukan sosialisasi, kampanye terbuka dengan mengumpulkan massa yang begitu banyak, menyelenggarakan berbagai ajang kompetisi, dan masih banyak kegiatan lainnya dilakukan oleh para calon kepala daerah dengan mengumpulkan massa.

Hal ini menjadi sebuah warning atau peringatan kepada Bawaslu, KPU dan Pemerintah untuk mengawasi aturan tersebut dan menindak tegas para pelanggar. Serta dari pasangan calon kepala daerah dan para tim kampanye-nya, untuk bisa mengantisipasi dan memiliki kesadaran agar kerumunan dan pelanggaran protokol kesehatan tidak terjadi.

Bukan hanya pada saat kampanye, melainkan saat pemilihan pun perlu diperhatikan untuk tidak berkerumun dan tetap menaati protokol kesehatan di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Karena bagaimanapun, pesta demokrasi membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat, terutama untuk menggunakan hak suaranya.

Jangan abaikan protokol Kesehatan

Saat ini, tahapan  penyelenggaraan Pilkada serentak, telah memasuki masa tenang. Persiapan demi persiapan harus terus dipersiapkan, terutama dalam hal keamanan dan kenyamanan masyarakat untuk datang ke TPS, memberikan Hak suaranya dan mensukseskan penyelenggaraan Pilkada ini. Sekali lagi, protokol Kesehatan adalah hal yang harus diperhatikan serta dijalankan secara disiplin oleh semua pihak. Baik dari pihak  penyelenggara maupun  pemilih. 

Komisioner KPU Tangerang selatan, Ahmad Mujahid Zein dalam Webinar Nasional “Komunikasi Publik Penyelenggaraan Pilkada 2020” yang digelar oleh P2KM UIN Jakarta (30/11) menjelaskan, KPU telah mempunyai sejumlah aturan terkait dengan protokol Kesehatan.

Diantaranya, TPS wajib menyediakan tempat cuci tangan dan sabun, masker, sarung tangan plastik serta alat pengukur suhu, dan para pemilih tidak lagi mencelupkan tangan-nya setelah memilih kedalam botol tinta, melainkan akan menggantinya dengan alat tetes tinta. 

Bukan hanya itu saja, para panitia sebelumnya  telah melakukan rapid test, apabila reaktif, maka panitia akan langsung digantikan. Semua itu dilakukan agar memastikan penyelenggaraan Pilkada  ini bisa berjalan dengan aman.

Tidak ada suara seharga nyawa. Maka dari itu, persiapan Pilkada kali ini, harus benar-benar bisa memastikan keselamatan masyarakat saat menggunakan hak suaranya. Dan harus sama-sama kita sadari, virus ini bisa mengenai siapa saja. Tidak terkecuali para calon kepala daerah.

Sampai saat ini, sudah banyak calon kepala daerah yang terpapar, bahkan ada yang sampai meninggal dunia akibat Covid-19. KPU mencatat hingga 10 September 2020 ada 60 calon kepala daerah terpapar Covid-19. Dan empat diantaranya meninggal dunia.

Hal ini menjadi perhatian serta kewaspadaan kita agar lebih berhati-hati dan harus tetap konsisten dengan disiplin untuk menjalankan protokol Kesehatan.

Siapapun tanpa terkecuali, wajib untuk menjalankan protokol kesehatan. Karena bagaimana pun, keselamatan harus yang utama. Pilkada memang penting, tapi keselamatan jiwa bukankah lebih penting? Maka dari itu, perlu kesadaran untuk bersama menaati protokol kesehatan.

Jangan sampai kelalaian kita, merugikan kita. Meskipun pengamat politik melihat Pilkada terkesan sangat dipaksakan. Seperti melansir dari Republika.co.id, pengamat politik Universitas Andalas, Najmuddin Rasul, menyampaikan kekhawatiran karena Pilkada yang terkesan dipaksakan akan berpengaruh pada hasil suara yang akan memunculkan pemimpin tak capable.

Namun, ada banyak urgensi, kenapa Pilkada ini harus tetap dilanjutkan. Hal ini dikarenakan untuk mengantisipasi dari kekosongan jabatan. Karena, jika digantikan oleh pelaksana tugas kepala daerah, secara legitimasi tidak kuat dalam menjalankan roda pemerintahan serta lemah dalam mengambil kebijakan, terutama dalam kebijakan penanganan Covid-19.

Bagi pemilih yang terpapar, mereka akan tetap mendapatkan hak suaranya.  Hal itu tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 6 tahun 2020. Nantinya, Panitia  dengan alat pelindung diri akan mendatangi pemilih yang terpapar covid-19, agar mereka masih bisa melakukan hak suaranya.

Partisipasi masyarakat untuk memilih sangat diperlukan, demi menentukan nasib daerah-nya kedepan. Maka dari itu, mari disiplin mentaati protokol kesehatan. Dan untuk tidak menerima money politik, yang merupakan bentuk kecurangan. Mari sama-sama kita sukseskan Pilkada  dan menjaga keselamatan jiwa.