Sering Dianggap Sepele, Hal Ini Ternyata Bikin Batal Puasa!

Sering Dianggap Sepele, Hal Ini Ternyata Bikin Batal Puasa!

Penulis Belva Carolina

Pada saat bulan Ramadan, umat muslim berlomba-lomba meraih pahala. Mulai dari menjalankan ibadah puasa, berbagi kebaikan, dan menghindari hal-hal yang kurang bermanfaat.

Bukan hanya itu, kamu juga harus menahan diri dari segala hawa nafsu termasuk haus dan lapar. Namun, selain makan dan minum, ternyata ada banyak hal yang dapat membatalkan puasamu, loh. Hal-hal ini bahkan sangat sederhana dan mungkin selama ini tidak terpikirkan oleh kamu kalau hal tersebut membatalkan puasa.

Agar puasamu lebih afdol dan diterima dengan baik, berikut beberapa hal sederhana yang dapat membatalkan puasamu dan mengurangi pahalamu yang harus kamu tahu!

1. Berbohong

Ilustrasi berbohong. (Freepik/@cookie_Studio)

Ramadan merupakan bulan suci yang mengharuskan umat muslim untuk menjaga diri dari perbuatan yang dilarang, salah satunya berkata bohong. Berkata dusta termasuk sifat tercela yang wajib hukumannya untuk dihindari, terlebih lagi saat kamu menjalankan ibadah puasa. Walau skalanya dianggap kecil, berbohong dapat mengurangi pahala. Jangan sampai amalanmu jadi berkurang karena mengatakan yang tidak sesuai dengan kebenarannya ya, DNK People!

2. Bergosip 

Ilustrasi bergosip. (Freepik/@drobotdean)

Saat berkumpul dengan teman atau sahabat, kebiasaan sederhana ini seringkali sulit dihindari bahkan menjadi hal yang disukai banyak orang. Padahal membicarakan orang lain atau bergosip dapat mengurangi pahala puasa karena termasuk perbuatan yang dilarang oleh Allah, Guys. Sebaiknya ubahlah topik pembicaraanmu seperti berbagi pengalaman menyenangkan dalam keseharian.

3. Tidur Sepanjang Hari

Ilustrasi tidur. (Freepik/@drobotdean)

Saat kondisi tubuh lemah karena kurangnya cairan dalam tubuh, tidur saat berpuasa memang menjadi kegiatan yang menyenangkan. Tidur sepanjang hari justru mengurangi bahkan menghilangkan pahala karena membuat DNK People enggan melakukan kegiatan, baik beribadah maupun melakukan hal yang bermanfaat. Hal tersebut jangan sampai dilakukan berlebihan, sebaiknya batasi dan gunakan waktumu untuk hal-hal yang mendatangkan pahala.

4. Mengeluh

Ilustrasi mengeluh. (Freepik/@cookie_Studio)

Mengeluhkan kondisimu yang sedang lapar atau haus saat berpuasa ternyata dapat mengurangi pahala berpuasanmu, loh. Walau sering dianggap sepele oleh orang-orang yang sedang berpuasa, hal ini mencerminkan sikap kurang ikhlas dalam menjalankan ibadah puasa. Sebaiknya alihkan perhatianmu dengan mengisi hari-hari dengan produktif, ya.

5. Marah

Ilustrasi marah. (Freepik/@benzoik)

Disamping hawa nafsu, kita juga perlu menahan emosi atau kemarahan selama berpuasa, Guys. Marah merupakan reaksi emosional yang wajar dirasakan oleh manusia, tetapi hal ini dapat mengurangi pahala, bahkan saat diikuti dengan kata-kata kasar. Jika ada yang membuatmu kesal, sebaiknya lapangkan hati dan memaaafkan karena akan memberikanmu lebih banyak pahala, terutama di bulan Ramadan.

6. Muntah disengaja

Ilustrasi muntah. (Freepik/@8photo)

Muntah seringkali timbul saat merasa pusing terlebih saat perut kosong. Jika kamu muntah tanpa disengaja atau muntah secara tiba-tiba maka puasanya tetap dihukumi sah selama tidak ada sedikit pun dari muntahan yang tertelan kembali. Namun, muntah yang tertelan dengan sengaja, maka puasanya akan batal.

7. Memasukan benda ke dalam lubang tubuh dengan sengaja

Puasa yang dijalankan oleh seseorang akan batal apabila terdapat benda masuk ke dalam salah satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam, seperti mulut, telinga, hidung, qubul, dan dubur, Guys.

Lubang-lubang tersebut memiliki batas yang dapat membatalkan puasa. Dalam hidung yaitu pangkal insang yang letaknya sejajar dengan mata. Di dalam telinga adalah bagian dalam yang sekiranya tidak terlihat oleh mata. Sedangkan untuk bagian mulut adalah tenggorokan.

8. Bekam

Ilustrasi bekam. (Freepik/@freepik)

Bekam merupakan metode pengobatan yang mengeluarkan darah yang mengandung toksin dari tubuh manusia. Seperti yang kita tahu, kita tidak diperkenankan untuk mengeluarkan apapun yang ada di dalam tubuh saat puasa termasuk mengeluarkan darah, Guys.

9. Merokok

Ilustrasi merokok. (Freepik/@arthurHidden)

Meskipun tidak ada yang ditelan, merokok termasuk golongan kegiatan yang dapat membatalkan puasa, loh. Mayoritas ulama menyampaikan bahwa menghirup asap tidak membatalkan puasa, namun merokok bukanlah sekedar menghirup. Batang rokok dimasukkan ke dalam mulut dan uap tembakau yang terhirup dianggap membatalkan puasa.

10. Menahan dahak

Ilustrasi batuk. (Freepik/@8photo)

Jika seseorang mengeluarkan dahak yang sudah dikeluarkan ke rongga mulut, lalu ditelan kembali dengan sengaja, maka hal ini dapat membatalkan puasa. Menurut beberapa pendapat ulama dahak berasal dari pangkal hidung, alias tidak keluar dari mulut. Sehingga hal ini mirip dengan muntah dan masih memungkinkan seseorang untuk dapat menghindarinya.

11. Berenang

Sebenarnya berenang tidak diharamkan pada saat berpuasa. Namun, dikhawatirkan yang menjadi masalah adalah menjaga agar air tidak masuk kedalam tubuh kita. Sebaiknya untuk menghindari batalnya puasa tidak dianjurkan berenang saat menjalankan puasa.

Kebiasaan sederhana yang seringkali dilakukan sehari-hari ini tanpa disadari dapat mengurangi pahala berpuasamu. Yuk, kuatkan iman dan jaga hawa nafsu agar pahala puasa yang sudah dijalankan tetap utuh.

Rekomendasi Tempat Bukber Outdoor yang Wajib Dikunjungi 2022

Rekomendasi Tempat Bukber Outdoor yang Wajib Dikunjungi 2022

Penulis Syaifa Zuhrina

Suasana Jimbaran Lounge. (Instagram/@thr45h3r).

Momen Ramadan tidak pernah terlepas dengan budaya bukber atau buka bersama, semenjak pandemi berlangsung pada 2 tahun belakangan ini, beberapa tempat justru dihentikan atau dibatasi terkait jam operasional dan kapasitas pelanggannya. Tapi jangan khawatir, ternyata akhi-akhir ini sudah banyak destinasi yang dapat kamu kunjungi bareng keluarga, sahabat atau orang-orang tersayang untuk buka bersama. Simak, yuk!

1. Talaga Sampireun

Tempat makan bernuansa alam pedesaan yang berlokasi di area Ancol, Jakarta Utara ini bisa menjadi salah satu opsi yang cocok kalian kunjungi untuk ngabuburit dan berbuka bersama orang-orang tersayang. Tempatnya teduh dengan beberapa saung lesehan dan kolam ikan, loh.

2. Jimbaran Lounge

Masih di daerah Jakarta, bagi kamu yang ingin berbuka dengan menu makanan lokal sampai mancanegara, tempat ini wajib dikunjungi! Berlokasi di Ayana Midplaza, Jakarta Pusat tempat ini menawarkan nuansa alam Bali yang menarik, DNK People.

3. Danau Cisoka

Beralih ke Kabupaten Tangerang, danau ini dulunya merupakan bekas galian penambangan pasir, Guys. Terletak di Kampung Cigaru Kabupaten Tangerang, danau ini memiliki keunikan dengan airnya yang berwarna biru toska bahkan berwarna hijau, bisa menjadi tempat yang cocok untuk kamu yang menunggu waktu berbuka sambil naik perahu kecil dan mengeksplor keindahan alam di sana.

Jetski café. (Instagram/@jetskicafe)

4. Pantai Mutiara

Kamu salah satu pecinta nuansa pantai dan sunset? Ternyata di tengah perumahan elit kawasan Penjaringan Jakarta Utara, kamu bisa menghabiskan waktu ngabuburit dan buka bareng keluarga, teman atau pacar dengan berjalan-jalan santai atau hanya sekedar ngobrol asyik di pantai ini.

Uniknya, kamu juga bisa menunggu waktu berbuka puasa dengan menikmati keindahan sunset dan suasana gedung-gedung tinggi di Jakarta secara gratis, loh. Tidak hanya itu, di sana juga terdapat Jetski café sebagai salah satu lokasi favorit yang dapat kamu kunjungi.

5. Breeve Hills Resto & Café

Salah satu cafe dengan suasana lukisan alam di daerah Puncak yang wajib kamu kunjungi bersama keluarga adalah Breeve Hills Resto & Café . Selain menawarkan pemandangan alam yang sejuk, tempat ini juga menawarkan beberapa hidangan paduan konsep tradisional Sunda dan Minang serta berbagai makanan ala western. Bagi kamu yang suka berfoto ria, jangan cemas, karena disana banyak spot foto menarik untuk hunting foto, Guys.

Itu dia beberapa rekomendasi tempat ngabuburit dan berbuka puasa di luar rumah yang bisa kamu kunjungi bersama keluarga, sahabat atau pacar. Gimana? Tertarik kan? Karena masih dalam bayang-bayang pandemi, jangan lupa untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, ya!

Ide Menu Sahur yang Bisa Tingkatkan Imun Tubuh!

Ide Menu Sahur yang Bisa Tingkatkan Imun Tubuh!

Penulis Ahmad Haetami

Pernah enggak kamu ngerasa lelah terus enggak semangat untuk ngelakuin kegiatan apa pun pas di bulan Ramadan? Mungkin ada yang salah sama menu sahur kamu, Gengs!

Makanan sahur seharusnya jadi bekal terbaik kamu buat menjalani seharian berpuasa. Sayangnya, masih banyak di antara kita yang masih belum begitu peduli tentang apa yang kita makan pada saat sahur. Alhasil, tubuh pun jadi lemas karena kurang asupan gizi bermanfaat untuk tubuh.

Kira-kira makanan apa saja yang cocok jadi menu sahur biar imun kamu tetap terjaga dan sehat, ya? Berikut ini rekomendasi menu sahur yang kaya akan gizi dan pastinya bakal tingkatin imun tubuh kamu. Baca terus sampai akhir ya, DNK People!

1. Telur Ayam

Telur. (Unsplash/Louis Hansel) 

Telur yang gampang untuk ditemukan dan diolah jadi beragam makanan ini sangat cocok untuk kamu santap pas sahur, loh. Telur mengandung banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh. Bayangin, dalam satu telur terdapat protein, vitamin A, lemak, dan kalori yang pas banget untuk menopang badan kamu seharian berpuasa. 

Kamu bisa mengolah telur ayam dengan cara direbus, digoreng, atau mencampurkannya ke makanan lain sesuai selera kamu.

2. Sayur Bayam

Potongan sayur bayam. (Unsplash/Gil Ndjouwou)

Yup, jenis sayuran satu ini juga masih gampang untuk kamu temukan dan olah. Sayur hijau ini kaya akan antioksidan, serat, asam folat, serta vitamin B yang cocok untuk meningkatkan imun kamu. Konsumsi bayam pas sahur cukup buat penuhi nutrisi harian kamu, DNK People.

3. Nasi Merah

Beras merah. (Unsplash/David Gabrielyan)

Coba sesekali ganti nasi putih kamu dengan nasi merah saat menyantap makanan sahur. Nasi putih punya kandungan karbohidrat yang tinggi sedangkan nasi merah kaya akan serat. Sebenarnya, DNK People enggak disarankan untuk mengonsumsi banyak karbohidrat agar stamina butuh kamu tetap terjaga selama seharian berpuasa.

4. Sayur Asam

Satu mangkok sayur asam. (Shutterstock/Nur El Imany)

Jangan remehkan sayur yang satu ini, karena sayur asam kaya akan serat. Dalam sayur asam, ada jagung, melinjo, gori, dan nangka yang bagus banget untuk memperlambat pencernaan. Di samping itu, bawang putih yang jadi salah satu bahan pembuatan sayur asam ini terbukti dapat meningkatkan fungsi sistem imun tubuh kamu, loh!

5. Sayur Brokoli

Brokoli. (Unsplash/Tyrrell Fitness and Nutrition)

Tahu enggak kalau sayur brokoli menyimpan banyak manfaat untuk tubuh kamu? Ada vitamin A, C, asam folat, dan juga glukosinolat yang berfungsi sebagai antioksidan dan penetralan radikal bebas di dalam tubuh kamu, Gengs. Bukan hanya itu, sayur brokoli punya manfaat memperbaiki sistem kekebalan tubuh dan mencegah tumbuh kembangnya sel kanker. Wah, luar biasa bukan?

6. Jahe

Secangkir jahe hangat. (Unsplash/Julia Topp)

Kamu pernah ngerasa pengen sakit dengan muncul tanda-tanda flu dan hidung mulai tersumbat pas bulan puasa? Coba deh konsumsi jahe hangat-hangat pas lagi sahur. Secangkir jahe terbukti ampuh untuk memulihkan daya tahan tubuh kamu karena kandungan antimikrobanya yang tinggi. Selain itu, tubuh juga bakal kerasa hangat pas kamu menyeruput minuman satu ini.

7. Susu

Segelas susu. (Unsplash/Mirza Mustofa)

Sayang banget kalo kamu enggak konsumsi satu gelas susu pas waktu sahur. Susu kaya akan kandungan kalsium dan protein yang bisa menetralisir racun dalam tubuh kamu, DNK People. Terus, susu juga bisa buat imun kamu makin terjaga dan bahkan lebih baik lagi berkat karbohidrat, lemak, laktosa, vitamin, dan mineral yang terkandung di dalamnya. Biarpun begitu, jangan lupa minum air putih habis minum susu biar enggak seret dan dehidrasi saat menjalani puasa, ya.

Nah, itu dia tadi daftar rekomendasi menu sahur yang bisa kamu coba buat tingkatkan imun tubuh kamu.

Bagi kamu yang selama ini mungkin masih makan gorengan bekas buka puasa semalam atau hanya mengonsumi mie instan selama sahur, boleh deh coba menu yang sudah direkomendasikan tadi.

Rata-rata menu tersebut gampang untuk dijumpai di sekitar kamu dan enggak begitu mahal demi tubuh sehat di bulan puasa, kan? Cus, besok siapin menu sahur pakai makanan atau minuman yang sehat, ya!

Generasi Z, Si Paling Healing

Generasi Z, Si Paling Healing

Reporter  Ambarwati; Editor Tiara De Silvanita

Ilustrasi orang yang sedang bermeditasi. (freepik/@press

Banyaknya kegiatan yang menyita waktu, tenaga, dan pikiran membuat beberapa orang akan melakukan suatu pencapaian dari usaha yang telah dilakukan sehingga hal tersebut menjadi sebuah apresiasi atas keberhasilannya. Sebuah apresiasi ini bisa dari berbagai hal, seperti jalan-jalan, membeli barang-barang sebagai kesenangan individu, ataupun membeli makanan dan minuman untuk kesenangan semata yang biasanya sedang tren. Hal ini sering disebut dengan self reward dan healing.

Banyak orang khususnya generasi milenial yang salah paham mengenai makna healing dan self reward ini. Orang beranggapan  healing seperti liburan, belanja, cuti dari pekerjaan, pergi ke tongkrongan dianggap dapat menyelesaikan masalah kehidupan baik itu persoalan keluarga, teman, dan diri sendiri. Padahal setiap masalah tidak bisa diselesaikan dengan healing karena bukan sekedar fokus terhadap emosi, tapi perlu juga untuk menghadapi masalah tersebut.

Self reward merupakan perilaku memberikan penghargaan untuk diri sendiri atas pencapaian usaha yang telah dilakukan. Selain itu, istilah healing juga sering digunakan untuk menggambarkan perilaku mengurangi kejenuhan dan membuat seseorang lebih santai dan bahagia.

Lantas mengapa saat ini generasi milenial sedikit-sedikit membutuhkan self reward dan healing ? Apakah hal tersebut hanya dijadikan sebuah pelarian sementara atas usaha yang dilakukan atau mengikuti tren semata? Berdasarkan sudut pandang Rhenald Kasali, generasi milenial merupakan generasi yang kreatif akan ide-idenya. Namun, tak bisa dipungkiri beberapa dari generasi milenial sekarang mudah putus asa.

Selain itu, dari sisi media sosial generasi milenial mengikuti tren self reward dan healing ini karena mereka melihat dari paparan publik bahwa kedua hal tersebut berhasil mengatasi kesedihan atau kejenuhan atas suatu hal yang mereka perbuat. Padahal sebenarnya yang butuh self reward dan healing itu siapa sih?

Menurut ilmu psikologi, healing merupakan proses bangkit dari penderitaan dan menyembuhkan luka batin dengan hanya melibatkan diri sendiri yang bertujuan untuk lebih memahami diri, menerima kekurangan, dan membuat suasana hati menjadi lebih positif.

Healing ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang memiliki luka  batin yang dapat menimbukan efek buruk bagi dirinya sendiri. Hal ini bisa menjadi suatu kegiatan yang positif, karena dapat mengubah emosi negatif seperti marah dan dendam menjadi lebih positif seperti lebih bersimpati dan berempati.

Sedangkan, self reward sendiri merupakan memberikan penghargaan untuk diri sendiri karena sudah mencapai tujuan yang diinginkan. Misalnya dalam hal pekerjaan atau berhasil menyelesaikan tugas-tugas kuliah selama berhari-hari, setelah hal tersebut sudah membuahkan hasil maka bisa memberikan sebuah penghargaan  kepada diri sendiri.

Perlu diingat bahwa jangan sampai melakukan self reward ini membuat diri menjadi boros dan terlena membeli barang yang tidak dibutuhkan. Jadi, harus tetap seimbang antara usaha yang dilakukan dan penghargaan yang didapatkan.                        

Dari penjelasan di atas makna yang benar dari healing adalah cara untuk mengembalikan energi dan emosi maupun mental seseorang sehingga bisa kembali optimal dalam menjalankan aktivitas.

Sedangkan self reward bentuk motivasi dan apresiasi  untuk menghargai diri sendiri atas perjuangan dan pencapaian yang telah diraih untuk mendapatkan kesenangan dan kepuasan karena telah melakukan sebuah tindakan. Keduanya penting dilakukan sebagai salah satu  bentuk menyayangi diri sendiri.

Pandemi Melanda, Ini 7 Tradisi Ramadan yang Dirindukan

Pandemi Melanda, Ini 7 Tradisi Ramadan yang Dirindukan

Penulis Belva Carolina

Ilustrasi bulan Ramadan. (Freepik/@freepik)

Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang dinanti-nanti oleh para umat muslim. Bulan Ramadan seringkali dijadikan sebagai momen untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta lewat beribadah secara berjamaah atau berkumpul bersama keluarga dan teman-teman diberbagai kesempatan.

Di tengah pandemi Covid-19 tentu banyak pengalaman baru yang dirasakan saat Ramadan datang. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kini masyarakat pun harus dihadapkan pada virus Corona yang menyebar dengan cepat sehingga segala bentuk antisipasi harus diterapkan.

Berikut beberapa hal yang membedakan kegiatan bulan Ramadan saat sebelum dan sesudah pandemi Covid-19.

1. Sahur dan Berbuka Puasa

Ramadan sebelum pandemi Covid-19, kita semua dapat menikmati sahur dan buka puasa bersama teman dan kerabat. Bahkan, beberapa dari kita sudah memenuhi jadwal satu bulan penuh dengan ajakan buka puasa baik dari teman kerja, kuliah, hingga teman lama. Namun, saat pandemi ini sahur dan buka puasa hanya dilakukan secara individu atau dilakukan bersama keluarga inti di rumah. Bahkan, sahur atau takjil on the road pun tidak ada.

2. Salat Tarawih

Ilustrasi salat berjemaah. (Freepik/@rawpixel.com)

Salat tarawih merupakan ajang jumpa bersama teman kecil di rumah. Bahkan, menjadi salah satu momen mengenang masa kecil saat dimana kita menjajaki jajanan di masjid hingga meramaikan masjid dengan petasan. Sayangnya, salat tarawih hanya dapat dilakukan secara individu atau berjamaah bersama keluarga di rumah.

3. Tilawah dan Tadarus Al-Quran

Sebelum adanya pandemi, tilawah atau tadarus Al-Quran dilakukan di masjid bersama teman-teman sebaya serta bertukar ilmu satu sama lainnya. Pandemi ini memaksa kita untuk melakukan semua hal di rumah masing-masing. Maka dari itu tilawah dan tadarus Al-Quran hanya dapat dilakukan secara individu di rumah.

4. Peringatan Nuzululqur’an

Ilustrasi Nuzululqur’an. (Freepik/@freepik)

Peringatan Nuzululqur’an dalam bentuk tablig dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar di masjid-masjid berbagai wilayah menjadi bagian dari pelengkap hikmatnya bulan Ramadan. Namun, tidak dapat kita temui sejak pandemi melanda.

5. Iktikaf, Pesantren Kilat, dan Ziarah Kubur

Iktikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadan di masjid atau musala, takbiran keliling wilayah sekitar, pesantren kilat di masjid atau musala, hingga ziarah kubur yang menjadi rutinitas setiap tahunnya bersama teman-teman dan sanak saudara tidak dapat kita jumpai demi menghentikan rantai penyebaran Covid-19. Rasanya aneh sekali ya jika hal tersebut tidak lagi kita laksanakan.

6. Halalbihalal

Silaturahim atau halalbihalal lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri dengan menikmati berbagai masakan khas lebaran hingga pulang mengantongi banyaknya THR yang diberikan kerabat. Sayangnya pandemi ini hanya dilakukan melalui media sosial dan video call atau conference.

7. Mudik

Bagi para perantau bertemu sanak saudara di kampung halaman mungkin hanya dapat dilakukan satu kali dalam setahun, yaitu saat Idul Fitri. Maka dari itu, momen mudik menjelang lebaran sangat dinanti. Namun, keinginan itu sebaiknya ditunda terlebih dahulu, karena potensi penularan Covid-19 naik berkali lipat.

Namun, janganlah bersedih hati, karena kasus pandemi Covid-19 yang lambat laun mulai menurun, hal yang biasa kita nikmati saat bulan Ramadan dapat kembali kita jumpai. Dengan catatan tidak lepas dari protokol kesehatan yang harus kita taati.

Rewind Indonesia 2021, Netizen: Terharu

Rewind Indonesia 2021, Netizen: Terharu

Reporter Diva Raisa Zananda; Editor Aulia Gusma Hendra

Poster Rewind Indonesia 2021
Sumber: Warta Sidoarjo

Tiap tahun mulai dari tahun 2014, konten kreator Indonesia membuat satu video yang berisi kumpulan-kumpulan peristiwa yang viral pada tahun tersebut.

Pada tahun ini, Rewind Indonesia 2021 disutradarai oleh Chandra Liow dan Aulion,  mempersembahkan Rewind Indonesia 2021 yang dikemas dalam bentuk video performance.

Berdurasi sepanjang 20 menit. Didalam video performance ini Rewind Indonesia 2021 juga menggambarkan berbagai prestasi anak bangsa yang diperolah pada tahun ini. Rewind Indonesia 2021 menampilkan artis, kreator, atlet, hingga tokoh yang penting dan ikonik sepanjang tahun ini untuk memberikan edukasi dan pesan penting dari berbagai peristiwa tersebut.

Tema Rewind Indonesia tahun ini bernuansa hutan ditambah dengan paduan suara. Adinia Wirasati sebagai Ibu pertiwi, sangat mendalami perannya. Serta para youtuber lain yang meragakan sesuai konten yang mereka kuasai.

Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fdikom UIN Jakarta Hendry Hermawan mengaku sudah menonton YouTube Rewind ini. Ia berpendapa isi dari video performance ini, Rewind Indonesia 2021 menggambarkan tahun 2021 yang penuh dengan tren dan peristiwa baru yang terjadi di Indonesia, mulai dari pendidikan dan lingkungan hingga peran anak muda dalam perubahan dan kemajuan.

Video Performance Rewind Indonesia 2021
Sumber: YouTube/ Indonesian YouTubers

“Bisa kita lihat pula bahwa Rewind Indonesia 2021 salah satunya menggambarkan kondisi hari ini yang dibenturkan dengan pandemi, sehingga berbagai permasalahan dan solusi kerja keras dihadirkan dalam film tersebut, mulai dari tim medis yang mencoba bekerja keras untuk menjaga dan membangkitkan pasiennya dengan diiringi lagu “Ibu Pertiwi” yang membuat saya terharu”  Ujar Hendry.

Para netizen Indonesia puas akan karya Chandra Liow, Aulion dan tim lainnya. Video ini baru diunggah kurang dari 24 jam dan sudah mencapai angka 4 juta penonton di YouTube.

Kurangi Pemanasan Global: Yuk Dimulai dari Diri Sendiri

Kurangi Pemanasan Global: Yuk Dimulai dari Diri Sendiri

Oleh Khalilah Andriani; Editor Aulia Gusma Hendra

Ilustrasi Pemanasan Global
Sumber: karyapemuda.com

Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Penyebab pemanasan global erat kaitannya dengan pencemaran udara di dunia saat ini.

Kondisi bumi saat ini  semakin buruk karena ulah manusia yang kerap merusak alam. Diantaranya  banyaknya penebangan liar, meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi dan aktivitas manusia lainnya yang membuat efek rumah kaca semakin parah, hal tersebut menjadi penyebab adanya pemanasan global.

Dibalik itu, upaya untuk mengurangi pemanasan global sampai saat ini masih terus dilakukan. Sebab, efek dari pemanasan global dapat merugikan beberapa wilayah di dunia, salah satunya adalah perubahan iklim yang ekstrem.

Meskipun pemanasan global sering dibicarakan dalam isu lingkungan, tetapi sampai saat ini masih saja terjadi. Maka dari itu perlu kerjasama dari beberapa pihak terutama masyarakat untuk ikut serta mengurangi adanya pemanasan global.

Ilustrasi Upaya Mengurangi Pemanasan Global
Sumber: Medium.com

Berikut beberapa cara untuk mengurangi adanya pemanasan global :

1. Bersihkan Email

Sebulan sekali lakukan pembersihan email yang sekiranya tidak kamu butuhkan. Seperti hapus sampah yang terdapat pada email, matikan notifikasi yang berkaitan dengan email dan hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan email.

Tidak diketahui banyak orang, jika penggunaan email dan penumpukan data email dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Karena email dapat menghasilkan emisi CO2. Emisi CO2 adalah jumlah total emisi gas rumah kaca yang berasal dari produksi, penggunaan, hingga pembuangan akhir suatu produk atau layanan.

2. Mengurangi Penyisaan Makanan yang Berlebihan

Pemanasan global bisa di akibatkan karena banyaknya limbah makanan di dunia. Maka dari itu, adapun upaya untuk mengurangi limbah makanan bisa dimulai dari mengubah pola makan keluarga, jenis makanan, dan masaklah makanan secukupnya agar tidak menghasilkan sisa makanan yang akan menjadi limbah makanan.

Tidak banyak diketahui bahwa limbah makanan mengandung CO2 dan CH4 yang akan mengakibatkan perubahan iklim karena timbulnya pemanasan global. Selain itu, limbah makanan yang berada di tempat pembuangan menghasilkan zat metane dalam jumlah yang besar. Zat ini lebih berdampak pada pemanasan global dibandingkan dengan CO2.

3. Hemat Energi

Upaya untuk mengurangi pemasan global yang pertama adalah hemat energi. Jika pada siang hari alat elektronik tidak digunakan, lebih baik matikan dan gunakan alat elektronik jika diperlukan saja.

4. Menggunakan Transportasi Umum

Banyaknya penduduk yang ada di dunia, menyebabkan meningkatnya kendaraan pribadi. Akibat dari banyaknya kendaraan pribadi membuat timbulnya efek rumah kaca. Sebab kendaraan mengeluarkan asap yang mengandung gas karbon monoksida. Gas tersebut sangat berbahaya bagi lingkungan karena dapat menjadi penghalang pemantulan panas bumi.

5. Reduce, Reuse, Recycle (3 R)

Tak asing lagi dengan ketiga upaya menjaga lingkungan yaitu Reduce, Reuse, Recycle (3 R).

Reduce adalah upaya mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah. Barang reduce yang dimaksud meliputi, baju, aksesoris, dll.

Sedangkan reuse adalah upaya penggunaan ulang. Pilihlah wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang.

Sementara recycle adalah bentuk daur ulang yang berkaitan dengan proses produksi.

6. Menanam Pohon

Penghijauan dan reboisasi sangat dibutuhkan dalam menjaga lingkungan. Dampak dari penghijauan dan reboisasi ini sangat menguntungkan karena proses fotosintesis pohon dan tanaman mampu menyerap karbon dioksida serta menghasilkan oksigen.

Tanaman menjadi sebuah bagian dari siklus pertukaran atmosfer alami. Beberapa jenis tanaman juga mampu melawan peningkatan karbon dioksida yang bisa disebabkan oleh kendaraan, pabrik, serta kegiatan manusia lainnya.

Penanaman pohon tidak hanya dilakukan di hutan saja, tetapi juga di lahan-lahan kosong agar nantinya tanah di bawahnya bisa menahan dan menyimpan air.

7. Mengurangi Penggunaan Peralatan yang Mengandung CFC (Chlorofluorocarbon)

Mengurangi penggunaan yang mengandung CFC ini dapat mengurangi pemanasan global, contoh peralatan yanb mengandung CFC adalah deodoran, hairspray, semprotan nyamuk. Kandungan CFC berkontribusi terhadap penipisan ozon, yang dapat menimbulkan efek paling merusak.

Cara di atas adalah beberapa upaya untuk mengurangi pemanasan global, upaya tersebut dapat dimulai dari diri sendiri. Sayangi bumi dengan ikut berperan aktif dalam mengurangi pemanasan global.

Virtual Blind Date: Tren Temukan Pasangan di Era Pandemi

Virtual Blind Date: Tren Temukan Pasangan di Era Pandemi

Oleh M. Rizza Nur Fauzi; Editor Taufik Akbar Harefa

Ilustrasi Virtual Blind Date.
Sumber: Freepik

Semenjak pandemi Covid-19 melanda, banyak sekali aktivitas yang terpaksa harus dilakukan secara daring, yang menjadikan ponsel dan laptop sebuah benda yang tak bisa lepas dari tangan masyarakat usia remaja hingga dewasa, bahkan media sosial pun menjadi kebutuhan primer bagi mereka.

Salah satunya dengan adanya tren yang baru-baru ini ramai di kalangan remaja khususnya mahasiswa, yaitu kencan virtual atau sering disebut dengan istilah virtual blind date.

Virtual blind date merupakan sebuah ajang yang mempertemukan dua orang yang tak saling kenal, dilakukan secara virtual melalui fitur breakout room di Zoom Meeting, dengan harapan bisa mendapatkan kekasih. Hal ini merupakan inisiatif anak muda sebagai jalan untuk menemukan kenalan atau bahkan pasangan hidup.

Dilansir situs web berita Inggris Express, kencan virtual selama pandemi meningkat 36% secara akurat pada Oktober 2020. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat di dunia hanya melakukan aktivitas di rumah. Cilesta Van Doorn dari Virgin Media mengatakan bahwa meskipun Internet telah menjadi inti dari pembangunan hubungan selama bertahun-tahun, dengan munculnya new normal, kencan virtual memberikan peluang bagi mereka yang mencari cinta dan koneksi secara virtual.

Menurut penyelidikan, alasan virtual blind date dilakukan oleh mahasiswa dan publik adalah karena kesepian selama pandemi. Kondisi pandemi yang menciptakan pembatasan sosial telah membatasi aktivitas mereka di rumah dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah di depan laptop mereka.

Dengan adanya virtual blind date ini, mahasiswa merasa bebas dari rasa kejenuhan, karena dapat terhibur dengan komunikasi yang dilakukan dengan temannya secara bebas, tanpa mengetahui latar belakangnya masing-masing. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri di acara ini.

Ilustrasi Virtual Blind Date
Sumber: Freepik

Dilansir dari Jawa Pos Radar Semarang, Psikolog RS St. Petersburg. Elisabeth Semarang, Probowati Tjondronegoro mengatakan bahwa pada saat ini kasih sayang sangat diperlukan oleh para mahasiswa. Mereka sedang melalui masa-masa rindu untuk dicintai, diperhatikan dan disayangi.

Di sisi lain, saat ini aktivitas di media sosial sudah menjadi kebutuhan utama sebagian besar mahasiswa. Virtual blind date juga merupakan pilihan yang cocok bagi siswa untuk memenuhi kebutuhan emosional mereka.

Namun, acara ini sebenarnya hanya untuk bersenang-senang, dan saya berharap semua orang tidak terlalu berharap kepada para peserta. Ketakutan bisa menjadi kontraproduktif.

“Kalau just for fun, itu tidak masalah. Yang menjadi masalah ketika salah satunya menganggap serius. Makanya kalau ini memang kebutuhan ya harus hati-hati,” ujar Probowati, dikutip dari Jawapos Radar Semarang.

Probowati menjelaskan, bahwa dari sisi psikologis, usia remaja memang senang jika menerima perilaku kasih sayang atau pujian dari lawan jenisnya. Namun mereka tetap harus waspada dan lebih prepare dalam mengikuti virtual blind date ini. Pastikan bahwa mereka ini tidak tertipu oleh lawan bicaranya masing-masing.

 “Karena virtual blind date itu kan penjajakan. Jadi, jangan menganggap serius dulu. Kalau mau serius ya diajak bertemu. Karena kita tidak tahu, rayuan di media itu memang benar-benar serius atau hanya omong kosong,” sambungnya.

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris UIN Jakarta, Apip Tabah menjelaskan, bahwa virtual blind date ini memiliki dampak positif dan juga negatifnya. Jika dilihat dari sisi positif, VBD ini memiliki keuntungan dari segi waktu dan lokasi.

Setiap pengguna bisa menemukan pasangannya secara instan. Dengan hanya bermodal aplikasi kencan virtual yang diunduh melalui ponsel, mereka bisa menemukan pasangan dari mana saja yang mereka inginkan dengan cepat.

“Setiap pengguna pasti pengennya kan ketemu sama si jodoh dengan cara yang instan kan, nah si aplikasi ini udah keren banget soalnya dia virtual dan bisa menjamah daerah mana saja”, jelas Apip.

Sedangkan dari sisi negatifnya, virtual blind date ini memiliki kekurangan di orientasi penggunanya. Secara mereka tidak tahu latar belakang dan tujuan pasangannya mengikuti virtual blind date ini. Tak jarang orang-orang menjadi korban penipuan dari kegiatan virtual blind date ini.

“Terkait orientasi, kalau di VBD sering juga tuh terjadi penipuan. Kaya kita diajak jalan tiba-tiba kehilangan barang. Kedua, kalau mengikuti virtual blind date, hati-hati banget sama foto profil yang mereka gunakan. Kebanyakan mereka itu filternya oke banget, selain mereka menipu dari segi penampilan juga akan menipu dari segi hati”, sambungnya.

Apip juga berpendapat, jika dilihat dari perspektif keislamannya, virtual blind date ini dapat mempermudah kita dalam menemukan pasangan. Menurutnya, selama perkenalan yang dilakukan masih dalam batas wajar dan dengan tujuan yang jelas, maka sah-sah saja.

“Setahu saya, tidak ada larangan bagi kita untuk kenalan dengan orang lain dan lawan jenis, selagi masih dalam batas wajar dan tujuan yang jelas. Kedua, ini perkembangan teknologi udah pesat jadi penyesuaian-penyesuaian juga harus digalakkan, dan tetap harus mengedepankan nilai-nilai Islami yang luwes dan tidak terlalu kaku”, ujarnya.

Tips Cari Tempat Magang Terhindar Hustle Culture

Tips Cari Tempat Magang Terhindar Hustle Culture

Oleh Mukhammad Maulana Fajri; Editor Ahmad Haetami

Ilustrasi Magang
Sumber: Unsplash.com/Avel Chuklanov

“Kalo aku sendiri biasanya cari perusahaan yang sudah terkenal, legal, terus jelas data perusahaannya, dan pengikut akun sosial medianya pun banyak. Karena lumayan buat portofolio kita, terus cari yang dibayar karena senang saja gitu kerja keras kita ternyata dihargai,” ucap Mahasiswa Jurnalistik semester akhir yang kini sedang magang di salah satu media besar Indonesia, Hidayatul Muniroh.

“Biasanya nyari info magang di Instagram, terus di Linkedln sama di Kalibrr,” lanjutnya.

Mahasiswa, setelah mempelajari banyak mata kuliah sesuai program studi, bisa terus melatih kemampuannya untuk bekerja dengan mengikuti kegiatan magang yang kerap dibuka oleh beragam perusahaan. Manfaat utama dari kegiatan magang adalah memperkaya pengetahuan dan pengalaman seputar bidang atau industri yang akan digeluti nantinya. Namun, sebagai mahasiswa yang cerdas haruslah mempunyai berbagai pertimbangan dan juga cara yang efektif agar tidak mempersulit diri ketika hendak mencari tempat magang. Pasalnya, banyak dari mahasiswa yang magang terjebak dalam siklus “Hustle Culture”.

Hustle Culture mengarah kepada pemaksaan terhadap diri sendiri untuk menggeluti pekerjaan yang ditekuni terlalu berlebihan. Dengan maksud untuk mengikuti gaya hidup yang makin hari kian tinggi, maka banyak pemaksaan diri untuk menggapai sebuah kemauan. Terkadang pemaksaan tersebut juga bersumber dari pemimpin perusahaan yang memanfaatkan para pekerja magang.

Dengan terjun langsung ke dunia industri dan dalam kontrak kerja yang telah disepakati bersama oleh mahasiswa yang magang dengan perusahaan, tidak jarang banyak ditemukan tindakan yang malah merugikan mahasiswa alih-alih pengalaman yang berkesan. Untuk menghindari kerugian-kerugian tersebut, simak beberapa tips ini.

Ilustrasi Hustle Culture
Sumber: Unsplash.com/JESHOOTS.COM

Tips pertama, kenali terlebih dahulu diri kamu sendiri kemudian temukanlah bidang kerja yang sesuai dan yang paling kamu impikan. Tips selanjutnya ketika memilih tempat magang adalah periksa kembali deskripsi pekerjaan yang akan kamu lamar sudah sesuai porsi, tidak berlebihan, dan dapat menjadikan diri kamu berkembang secara keahlian dan kemampuan tanpa adanya tekanan. Tips berikutnya adalah periksa kembali bagaimana durasi selama magang, pastikan waktu tersebut tidak berlebihan nantinya. Selain itu, kalian juga bisa melihat apa saja feedback yang akan diberikan jika kalian magang di tempat perusahaan tersebut, feedback biasanya dapat berupa gaji atau hanya sekadar relasi dan pengalaman saja, alias tidak dibayar.

“Yang kasih kita kesempatan buat belajar dan meningkatkan kemampuan profesionalisme dalam kerja, sama-sama ada feedback dari kedua belah pihak, lingkungan kerja yang harmonis, dan bonus/reward,” paparan Hida tentang tempat magang yang ideal baginya.

Salah satu Mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial, Naufal mengatakan bahwa ketika magang nanti, carilah tempat yang sesuai dengan bidang yang ditekuni. Kemudian, mencari tahu sistem kerja yang diterapkan dalam perusahaan yang akan kita lamar.

“Kita sebagai mahasiswa harus pandai dalam mencari tempat magang yang sesuai dengan kemampuam bidang kita. Selain itu, sebisa mungkin kita mempelajari terlebih dahulu sistem kerja yang diterapkan dalam perusahaan karena beberapa perusahaan pasti memiliki peraturan dan sistem yang berbeda.

Hype Tren Add Yours, Berujung Data Bocor

Hype Tren Add Yours, Berujung Data Bocor

Oleh Nisrina Fathin; Editor Ahmad Haetami

Ilustrasi Fitur Add Yours
Sumber: Twitter-@GelarPrakosa

Instagram merupakan salah satu media sosial tepopuler saat ini dengan lebih dari satu miliar penggunanya. Selain sebagai penghibur, Instagram dapat digunakan untuk bersosialisasi, berbagi informasi, dan mengetahui berita-berita yang sedang hangat.

Makin majunya teknologi saat ini, intagram merilis fitur terbaru. Fitur ini sangat digemari oleh penggunanya. Fitur tersebut adalah fitur Add Yours. Fitur Add Yours merupakan fitur terbaru yang bisa digunakan di Insta Story.

Fitur Add Yours memungkinkan pengguna Instagram untuk membagikan foto dari suatu perintah yang telah tertulis, misalnya seperti unggah foto masa kecil, foto bersama teman, dan lain sebagainya. Fitur ini belakangan mulai sering untuk digunakan dan berujung menjadi tren tersendiri di kalangan pengguna Instagram.

Di balik trennya, fitur ini ternyata malah dijadikan tempat yang mudah untuk menyita data-data pribadi. Banyak kejadian kejahatan atau penipuan akibat orang-orang menyebarkan data pribadi melalui fitur Add Yours, seperti menyebarkan foto Kartu Tanda Penduduk (KTP), nama panggilan, alamat rumah, tanggal lahir, dan lain-lainnya yang pada dasarnya hal tersebut tidak seharusnya diketahui oleh orang lain dan sangat berbahaya jika disebar secara detail di media sosial.

Ilustrasi Aplikasi Instagram
Sumber: unsplash.com

Kita bisa bebas membagikan berbagai informasi dan memanfaatkan berbagai fitur yang ada di media sosial kita, tetapi harus ada batasannya jangan sampai kita membagikan informasi pribadi atau oversharing. Menyebar data pribadi di media sosial rentan menyebabkan kejahatan siber dan bahkan penipuan.

Selain itu, Oversharing dapat mengakibatkan terjadinya penipuan yang dilakukan oleh hacker. Penipuan yang dilakukan dengan meniru identitas untuk menipu target. Identitas itu didapatkan dengan cuma-cuma melalui Instagram.

Dengan akibat buruk yang banyak ditimbulkan karena Oversharing, maka kita harus menyaring informasi sebelum memposting sesuatu untuk menjaga data pribadi yang sangat penting untuk keamanan diri sendiri  maupun orang lain.