Rewind Indonesia 2021, Netizen: Terharu

Rewind Indonesia 2021, Netizen: Terharu

Reporter Diva Raisa Zananda; Editor Aulia Gusma Hendra

Poster Rewind Indonesia 2021
Sumber: Warta Sidoarjo

Tiap tahun mulai dari tahun 2014, konten kreator Indonesia membuat satu video yang berisi kumpulan-kumpulan peristiwa yang viral pada tahun tersebut.

Pada tahun ini, Rewind Indonesia 2021 disutradarai oleh Chandra Liow dan Aulion,  mempersembahkan Rewind Indonesia 2021 yang dikemas dalam bentuk video performance.

Berdurasi sepanjang 20 menit. Didalam video performance ini Rewind Indonesia 2021 juga menggambarkan berbagai prestasi anak bangsa yang diperolah pada tahun ini. Rewind Indonesia 2021 menampilkan artis, kreator, atlet, hingga tokoh yang penting dan ikonik sepanjang tahun ini untuk memberikan edukasi dan pesan penting dari berbagai peristiwa tersebut.

Tema Rewind Indonesia tahun ini bernuansa hutan ditambah dengan paduan suara. Adinia Wirasati sebagai Ibu pertiwi, sangat mendalami perannya. Serta para youtuber lain yang meragakan sesuai konten yang mereka kuasai.

Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fdikom UIN Jakarta Hendry Hermawan mengaku sudah menonton YouTube Rewind ini. Ia berpendapa isi dari video performance ini, Rewind Indonesia 2021 menggambarkan tahun 2021 yang penuh dengan tren dan peristiwa baru yang terjadi di Indonesia, mulai dari pendidikan dan lingkungan hingga peran anak muda dalam perubahan dan kemajuan.

Video Performance Rewind Indonesia 2021
Sumber: YouTube/ Indonesian YouTubers

“Bisa kita lihat pula bahwa Rewind Indonesia 2021 salah satunya menggambarkan kondisi hari ini yang dibenturkan dengan pandemi, sehingga berbagai permasalahan dan solusi kerja keras dihadirkan dalam film tersebut, mulai dari tim medis yang mencoba bekerja keras untuk menjaga dan membangkitkan pasiennya dengan diiringi lagu “Ibu Pertiwi” yang membuat saya terharu”  Ujar Hendry.

Para netizen Indonesia puas akan karya Chandra Liow, Aulion dan tim lainnya. Video ini baru diunggah kurang dari 24 jam dan sudah mencapai angka 4 juta penonton di YouTube.

Kurangi Pemanasan Global: Yuk Dimulai dari Diri Sendiri

Kurangi Pemanasan Global: Yuk Dimulai dari Diri Sendiri

Oleh Khalilah Andriani; Editor Aulia Gusma Hendra

Ilustrasi Pemanasan Global
Sumber: karyapemuda.com

Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Penyebab pemanasan global erat kaitannya dengan pencemaran udara di dunia saat ini.

Kondisi bumi saat ini  semakin buruk karena ulah manusia yang kerap merusak alam. Diantaranya  banyaknya penebangan liar, meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi dan aktivitas manusia lainnya yang membuat efek rumah kaca semakin parah, hal tersebut menjadi penyebab adanya pemanasan global.

Dibalik itu, upaya untuk mengurangi pemanasan global sampai saat ini masih terus dilakukan. Sebab, efek dari pemanasan global dapat merugikan beberapa wilayah di dunia, salah satunya adalah perubahan iklim yang ekstrem.

Meskipun pemanasan global sering dibicarakan dalam isu lingkungan, tetapi sampai saat ini masih saja terjadi. Maka dari itu perlu kerjasama dari beberapa pihak terutama masyarakat untuk ikut serta mengurangi adanya pemanasan global.

Ilustrasi Upaya Mengurangi Pemanasan Global
Sumber: Medium.com

Berikut beberapa cara untuk mengurangi adanya pemanasan global :

1. Bersihkan Email

Sebulan sekali lakukan pembersihan email yang sekiranya tidak kamu butuhkan. Seperti hapus sampah yang terdapat pada email, matikan notifikasi yang berkaitan dengan email dan hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan email.

Tidak diketahui banyak orang, jika penggunaan email dan penumpukan data email dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global. Karena email dapat menghasilkan emisi CO2. Emisi CO2 adalah jumlah total emisi gas rumah kaca yang berasal dari produksi, penggunaan, hingga pembuangan akhir suatu produk atau layanan.

2. Mengurangi Penyisaan Makanan yang Berlebihan

Pemanasan global bisa di akibatkan karena banyaknya limbah makanan di dunia. Maka dari itu, adapun upaya untuk mengurangi limbah makanan bisa dimulai dari mengubah pola makan keluarga, jenis makanan, dan masaklah makanan secukupnya agar tidak menghasilkan sisa makanan yang akan menjadi limbah makanan.

Tidak banyak diketahui bahwa limbah makanan mengandung CO2 dan CH4 yang akan mengakibatkan perubahan iklim karena timbulnya pemanasan global. Selain itu, limbah makanan yang berada di tempat pembuangan menghasilkan zat metane dalam jumlah yang besar. Zat ini lebih berdampak pada pemanasan global dibandingkan dengan CO2.

3. Hemat Energi

Upaya untuk mengurangi pemasan global yang pertama adalah hemat energi. Jika pada siang hari alat elektronik tidak digunakan, lebih baik matikan dan gunakan alat elektronik jika diperlukan saja.

4. Menggunakan Transportasi Umum

Banyaknya penduduk yang ada di dunia, menyebabkan meningkatnya kendaraan pribadi. Akibat dari banyaknya kendaraan pribadi membuat timbulnya efek rumah kaca. Sebab kendaraan mengeluarkan asap yang mengandung gas karbon monoksida. Gas tersebut sangat berbahaya bagi lingkungan karena dapat menjadi penghalang pemantulan panas bumi.

5. Reduce, Reuse, Recycle (3 R)

Tak asing lagi dengan ketiga upaya menjaga lingkungan yaitu Reduce, Reuse, Recycle (3 R).

Reduce adalah upaya mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah. Barang reduce yang dimaksud meliputi, baju, aksesoris, dll.

Sedangkan reuse adalah upaya penggunaan ulang. Pilihlah wadah, kantong atau benda yang dapat digunakan beberapa kali atau berulang-ulang.

Sementara recycle adalah bentuk daur ulang yang berkaitan dengan proses produksi.

6. Menanam Pohon

Penghijauan dan reboisasi sangat dibutuhkan dalam menjaga lingkungan. Dampak dari penghijauan dan reboisasi ini sangat menguntungkan karena proses fotosintesis pohon dan tanaman mampu menyerap karbon dioksida serta menghasilkan oksigen.

Tanaman menjadi sebuah bagian dari siklus pertukaran atmosfer alami. Beberapa jenis tanaman juga mampu melawan peningkatan karbon dioksida yang bisa disebabkan oleh kendaraan, pabrik, serta kegiatan manusia lainnya.

Penanaman pohon tidak hanya dilakukan di hutan saja, tetapi juga di lahan-lahan kosong agar nantinya tanah di bawahnya bisa menahan dan menyimpan air.

7. Mengurangi Penggunaan Peralatan yang Mengandung CFC (Chlorofluorocarbon)

Mengurangi penggunaan yang mengandung CFC ini dapat mengurangi pemanasan global, contoh peralatan yanb mengandung CFC adalah deodoran, hairspray, semprotan nyamuk. Kandungan CFC berkontribusi terhadap penipisan ozon, yang dapat menimbulkan efek paling merusak.

Cara di atas adalah beberapa upaya untuk mengurangi pemanasan global, upaya tersebut dapat dimulai dari diri sendiri. Sayangi bumi dengan ikut berperan aktif dalam mengurangi pemanasan global.

Virtual Blind Date: Tren Temukan Pasangan di Era Pandemi

Virtual Blind Date: Tren Temukan Pasangan di Era Pandemi

Oleh M. Rizza Nur Fauzi; Editor Taufik Akbar Harefa

Ilustrasi Virtual Blind Date.
Sumber: Freepik

Semenjak pandemi Covid-19 melanda, banyak sekali aktivitas yang terpaksa harus dilakukan secara daring, yang menjadikan ponsel dan laptop sebuah benda yang tak bisa lepas dari tangan masyarakat usia remaja hingga dewasa, bahkan media sosial pun menjadi kebutuhan primer bagi mereka.

Salah satunya dengan adanya tren yang baru-baru ini ramai di kalangan remaja khususnya mahasiswa, yaitu kencan virtual atau sering disebut dengan istilah virtual blind date.

Virtual blind date merupakan sebuah ajang yang mempertemukan dua orang yang tak saling kenal, dilakukan secara virtual melalui fitur breakout room di Zoom Meeting, dengan harapan bisa mendapatkan kekasih. Hal ini merupakan inisiatif anak muda sebagai jalan untuk menemukan kenalan atau bahkan pasangan hidup.

Dilansir situs web berita Inggris Express, kencan virtual selama pandemi meningkat 36% secara akurat pada Oktober 2020. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat di dunia hanya melakukan aktivitas di rumah. Cilesta Van Doorn dari Virgin Media mengatakan bahwa meskipun Internet telah menjadi inti dari pembangunan hubungan selama bertahun-tahun, dengan munculnya new normal, kencan virtual memberikan peluang bagi mereka yang mencari cinta dan koneksi secara virtual.

Menurut penyelidikan, alasan virtual blind date dilakukan oleh mahasiswa dan publik adalah karena kesepian selama pandemi. Kondisi pandemi yang menciptakan pembatasan sosial telah membatasi aktivitas mereka di rumah dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah di depan laptop mereka.

Dengan adanya virtual blind date ini, mahasiswa merasa bebas dari rasa kejenuhan, karena dapat terhibur dengan komunikasi yang dilakukan dengan temannya secara bebas, tanpa mengetahui latar belakangnya masing-masing. Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri di acara ini.

Ilustrasi Virtual Blind Date
Sumber: Freepik

Dilansir dari Jawa Pos Radar Semarang, Psikolog RS St. Petersburg. Elisabeth Semarang, Probowati Tjondronegoro mengatakan bahwa pada saat ini kasih sayang sangat diperlukan oleh para mahasiswa. Mereka sedang melalui masa-masa rindu untuk dicintai, diperhatikan dan disayangi.

Di sisi lain, saat ini aktivitas di media sosial sudah menjadi kebutuhan utama sebagian besar mahasiswa. Virtual blind date juga merupakan pilihan yang cocok bagi siswa untuk memenuhi kebutuhan emosional mereka.

Namun, acara ini sebenarnya hanya untuk bersenang-senang, dan saya berharap semua orang tidak terlalu berharap kepada para peserta. Ketakutan bisa menjadi kontraproduktif.

“Kalau just for fun, itu tidak masalah. Yang menjadi masalah ketika salah satunya menganggap serius. Makanya kalau ini memang kebutuhan ya harus hati-hati,” ujar Probowati, dikutip dari Jawapos Radar Semarang.

Probowati menjelaskan, bahwa dari sisi psikologis, usia remaja memang senang jika menerima perilaku kasih sayang atau pujian dari lawan jenisnya. Namun mereka tetap harus waspada dan lebih prepare dalam mengikuti virtual blind date ini. Pastikan bahwa mereka ini tidak tertipu oleh lawan bicaranya masing-masing.

 “Karena virtual blind date itu kan penjajakan. Jadi, jangan menganggap serius dulu. Kalau mau serius ya diajak bertemu. Karena kita tidak tahu, rayuan di media itu memang benar-benar serius atau hanya omong kosong,” sambungnya.

Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris UIN Jakarta, Apip Tabah menjelaskan, bahwa virtual blind date ini memiliki dampak positif dan juga negatifnya. Jika dilihat dari sisi positif, VBD ini memiliki keuntungan dari segi waktu dan lokasi.

Setiap pengguna bisa menemukan pasangannya secara instan. Dengan hanya bermodal aplikasi kencan virtual yang diunduh melalui ponsel, mereka bisa menemukan pasangan dari mana saja yang mereka inginkan dengan cepat.

“Setiap pengguna pasti pengennya kan ketemu sama si jodoh dengan cara yang instan kan, nah si aplikasi ini udah keren banget soalnya dia virtual dan bisa menjamah daerah mana saja”, jelas Apip.

Sedangkan dari sisi negatifnya, virtual blind date ini memiliki kekurangan di orientasi penggunanya. Secara mereka tidak tahu latar belakang dan tujuan pasangannya mengikuti virtual blind date ini. Tak jarang orang-orang menjadi korban penipuan dari kegiatan virtual blind date ini.

“Terkait orientasi, kalau di VBD sering juga tuh terjadi penipuan. Kaya kita diajak jalan tiba-tiba kehilangan barang. Kedua, kalau mengikuti virtual blind date, hati-hati banget sama foto profil yang mereka gunakan. Kebanyakan mereka itu filternya oke banget, selain mereka menipu dari segi penampilan juga akan menipu dari segi hati”, sambungnya.

Apip juga berpendapat, jika dilihat dari perspektif keislamannya, virtual blind date ini dapat mempermudah kita dalam menemukan pasangan. Menurutnya, selama perkenalan yang dilakukan masih dalam batas wajar dan dengan tujuan yang jelas, maka sah-sah saja.

“Setahu saya, tidak ada larangan bagi kita untuk kenalan dengan orang lain dan lawan jenis, selagi masih dalam batas wajar dan tujuan yang jelas. Kedua, ini perkembangan teknologi udah pesat jadi penyesuaian-penyesuaian juga harus digalakkan, dan tetap harus mengedepankan nilai-nilai Islami yang luwes dan tidak terlalu kaku”, ujarnya.

Tips Cari Tempat Magang Terhindar Hustle Culture

Tips Cari Tempat Magang Terhindar Hustle Culture

Oleh Mukhammad Maulana Fajri; Editor Ahmad Haetami

Ilustrasi Magang
Sumber: Unsplash.com/Avel Chuklanov

“Kalo aku sendiri biasanya cari perusahaan yang sudah terkenal, legal, terus jelas data perusahaannya, dan pengikut akun sosial medianya pun banyak. Karena lumayan buat portofolio kita, terus cari yang dibayar karena senang saja gitu kerja keras kita ternyata dihargai,” ucap Mahasiswa Jurnalistik semester akhir yang kini sedang magang di salah satu media besar Indonesia, Hidayatul Muniroh.

“Biasanya nyari info magang di Instagram, terus di Linkedln sama di Kalibrr,” lanjutnya.

Mahasiswa, setelah mempelajari banyak mata kuliah sesuai program studi, bisa terus melatih kemampuannya untuk bekerja dengan mengikuti kegiatan magang yang kerap dibuka oleh beragam perusahaan. Manfaat utama dari kegiatan magang adalah memperkaya pengetahuan dan pengalaman seputar bidang atau industri yang akan digeluti nantinya. Namun, sebagai mahasiswa yang cerdas haruslah mempunyai berbagai pertimbangan dan juga cara yang efektif agar tidak mempersulit diri ketika hendak mencari tempat magang. Pasalnya, banyak dari mahasiswa yang magang terjebak dalam siklus “Hustle Culture”.

Hustle Culture mengarah kepada pemaksaan terhadap diri sendiri untuk menggeluti pekerjaan yang ditekuni terlalu berlebihan. Dengan maksud untuk mengikuti gaya hidup yang makin hari kian tinggi, maka banyak pemaksaan diri untuk menggapai sebuah kemauan. Terkadang pemaksaan tersebut juga bersumber dari pemimpin perusahaan yang memanfaatkan para pekerja magang.

Dengan terjun langsung ke dunia industri dan dalam kontrak kerja yang telah disepakati bersama oleh mahasiswa yang magang dengan perusahaan, tidak jarang banyak ditemukan tindakan yang malah merugikan mahasiswa alih-alih pengalaman yang berkesan. Untuk menghindari kerugian-kerugian tersebut, simak beberapa tips ini.

Ilustrasi Hustle Culture
Sumber: Unsplash.com/JESHOOTS.COM

Tips pertama, kenali terlebih dahulu diri kamu sendiri kemudian temukanlah bidang kerja yang sesuai dan yang paling kamu impikan. Tips selanjutnya ketika memilih tempat magang adalah periksa kembali deskripsi pekerjaan yang akan kamu lamar sudah sesuai porsi, tidak berlebihan, dan dapat menjadikan diri kamu berkembang secara keahlian dan kemampuan tanpa adanya tekanan. Tips berikutnya adalah periksa kembali bagaimana durasi selama magang, pastikan waktu tersebut tidak berlebihan nantinya. Selain itu, kalian juga bisa melihat apa saja feedback yang akan diberikan jika kalian magang di tempat perusahaan tersebut, feedback biasanya dapat berupa gaji atau hanya sekadar relasi dan pengalaman saja, alias tidak dibayar.

“Yang kasih kita kesempatan buat belajar dan meningkatkan kemampuan profesionalisme dalam kerja, sama-sama ada feedback dari kedua belah pihak, lingkungan kerja yang harmonis, dan bonus/reward,” paparan Hida tentang tempat magang yang ideal baginya.

Salah satu Mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial, Naufal mengatakan bahwa ketika magang nanti, carilah tempat yang sesuai dengan bidang yang ditekuni. Kemudian, mencari tahu sistem kerja yang diterapkan dalam perusahaan yang akan kita lamar.

“Kita sebagai mahasiswa harus pandai dalam mencari tempat magang yang sesuai dengan kemampuam bidang kita. Selain itu, sebisa mungkin kita mempelajari terlebih dahulu sistem kerja yang diterapkan dalam perusahaan karena beberapa perusahaan pasti memiliki peraturan dan sistem yang berbeda.

Hype Tren Add Yours, Berujung Data Bocor

Hype Tren Add Yours, Berujung Data Bocor

Oleh Nisrina Fathin; Editor Ahmad Haetami

Ilustrasi Fitur Add Yours
Sumber: Twitter-@GelarPrakosa

Instagram merupakan salah satu media sosial tepopuler saat ini dengan lebih dari satu miliar penggunanya. Selain sebagai penghibur, Instagram dapat digunakan untuk bersosialisasi, berbagi informasi, dan mengetahui berita-berita yang sedang hangat.

Makin majunya teknologi saat ini, intagram merilis fitur terbaru. Fitur ini sangat digemari oleh penggunanya. Fitur tersebut adalah fitur Add Yours. Fitur Add Yours merupakan fitur terbaru yang bisa digunakan di Insta Story.

Fitur Add Yours memungkinkan pengguna Instagram untuk membagikan foto dari suatu perintah yang telah tertulis, misalnya seperti unggah foto masa kecil, foto bersama teman, dan lain sebagainya. Fitur ini belakangan mulai sering untuk digunakan dan berujung menjadi tren tersendiri di kalangan pengguna Instagram.

Di balik trennya, fitur ini ternyata malah dijadikan tempat yang mudah untuk menyita data-data pribadi. Banyak kejadian kejahatan atau penipuan akibat orang-orang menyebarkan data pribadi melalui fitur Add Yours, seperti menyebarkan foto Kartu Tanda Penduduk (KTP), nama panggilan, alamat rumah, tanggal lahir, dan lain-lainnya yang pada dasarnya hal tersebut tidak seharusnya diketahui oleh orang lain dan sangat berbahaya jika disebar secara detail di media sosial.

Ilustrasi Aplikasi Instagram
Sumber: unsplash.com

Kita bisa bebas membagikan berbagai informasi dan memanfaatkan berbagai fitur yang ada di media sosial kita, tetapi harus ada batasannya jangan sampai kita membagikan informasi pribadi atau oversharing. Menyebar data pribadi di media sosial rentan menyebabkan kejahatan siber dan bahkan penipuan.

Selain itu, Oversharing dapat mengakibatkan terjadinya penipuan yang dilakukan oleh hacker. Penipuan yang dilakukan dengan meniru identitas untuk menipu target. Identitas itu didapatkan dengan cuma-cuma melalui Instagram.

Dengan akibat buruk yang banyak ditimbulkan karena Oversharing, maka kita harus menyaring informasi sebelum memposting sesuatu untuk menjaga data pribadi yang sangat penting untuk keamanan diri sendiri  maupun orang lain.

Burnout, Ini Sebab dan Dampaknya!

Burnout, Ini Sebab dan Dampaknya!

Oleh Farah Nur Azizah; Editor Tiara Juliyanti

Ilustrasi Pencegahan Burnout
Sumber: Pexels

Pandemi Covid-19 yang masih ada hingga dipenghujung tahun 2021, memberi dampak yang begitu besar bagi setiap kalangan. Tidak sedikit dari sebagian orang yang merasakan lelah berkepanjangan, stres berlebih, pekerjaan yang menumpuk, bahkan emosi yang tidak stabil.  

Dari laman CNN Indonesia, menurut Psikolog Industri Organisasi, Kiky Dwi Saraswati burnout adalah kondisi psikologis yang terjadi ketika penderitanya terpapar stres berkepanjangan sebab pola kerja yang buruk dan tidak sehat.   

Karyawan dengan pekerjaan stresful, baik dari segi beban kerja, tekanan, dan lingkungan kerja akan rentan mengalami burnout. Namun, tidak menutup kemungkinan hal ini dapat terjadi pada semua kalangan.

Dikutip dari kompas.com yang melansir Healthline, Herbert Fruedenberger dan Gail North memaparkan tahapan-tahapan pada burnout, diantaranya ambisius (sangat tergerak ketika mengerjakan suatu hal), mendorong diri sendiri untuk bekerja lebih keras, mengabaikan kebutuhan esensial pribadi, alih-alih introspeksi diri yang malah justru menyalahkan orang sekitar, keadaan bahkan suatu masalah.

Tahapan berikutnya yakni terlalu fokus sampai enggan meluangkan waktu untuk orang terdekat, tidak sabaran dan menganggap orang lain dengan prasangka negatif, ajakan bertemu rasanya jadi beban bukan hiburan, perilaku jadi lebih agresif, merasa kehilangan diri sendiri, batin jadi kosong dan cemas, depresi, mental dan fisik mulai bermasalah.

Ilustrasi kelelahan berlebih
Sumber: Pexels

Adapun dampak dari burnout bisa berpengaruh keberbagai aspek kehidupan, baik kehidupan pribadi di rumah, pekerjaan, bahkan hubungan dengan orang disekitarnya bahkan dapat mengurangi produktivitas dan menguras energi yang membuat seseorang merasa tak berdaya, putus asa, lemah, dan cepat marah.

Tak hanya mental, fisikpun ikut berpengaruh. Orang yang sudah berada di level burnout akan mudah sakit, rentan akan penyakit jantung juga diabetes. 

Tips yang dapat dilakukan untuk mengatasi burnout yaitu dengan menyadari bahwa kita sedang menderita emotional burnout karena dengan kita sadar bahwa keadaan tidak baik-baik saja maka hal ini akan menjadi lebih mudah diatasi. Kita bisa mengidentifikasi mengapa bisa mengalami emotional burnout dan ketika kita tahu penyebabnya maka solusi bisa dicari dan hadapi.

Maka perihal burnout ini, pentingnya meluang waktu (me time) dengan berbagai aktivitas guna menyegarkan otak dengan tujuan menghindari kejenuhan sehingga dapat berujung pada kondisi burnout sertapentingnya mencari dukungan orang lain supaya bisa terus berpikir positif, perilaku juga dijaga agar tetap positif yang didukung oleh aktivitas spiritual.

Darurat Literasi Nutrition Fact dan Si Manis yang Diam-diam Berbahaya

Darurat Literasi Nutrition Fact dan Si Manis yang Diam-diam Berbahaya

Oleh Fadlil Chairillah; Editor Nur Arisyah Syafani

Aneka makanan yang mengandung gula
Sumber : loveicecream.com

Kesehatan merupakan aspek yang sangat penting bagi manusia. Karena dengan kondisi tubuh yang sehat, manusia bisa melakukan berbagai aktivitas. Berbicara tentang kesehatan, tak lepas kaitannya dengan pembahasan soal makanan. Jika konsisten mengkonsumsi makanan yang sehat dengan gizi yang seimbang maka tubuh juga akan sehat, dan risiko terjangkit penyakit akan sangat kecil. Salah satu unsur makanan yang sangat  berpengaruh terhadap kesehatan adalah gula. Gula aman dikonsumsi jika tidak berlebihan dan berbahaya jika dikonsumsi berlebihan.

Bahaya konsumsi gula berlebihan

Makanan atau minuman yang kita konsumsi sehari-hari tidak terlepas dari yang namanya gula. Gula terbagi menjadi dua, yaitu gula alami dan buatan. Gula alami didapat dari buah-buahan, nasi dan lainnya. Sedangkan gula buatan itu berasal dari makanan kemasan atau makanan olahan. Sebut saja makanan yang sering kita konsumsi, kopi instan, aneka kue, makanan ringan hingga makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia yaitu nasi mengandung gula. Ini berarti jika dikaitkan dengan kesehatan maka gula sangat berperan penting untuk memengaruhi kesehatan manusia.

Dikutip dari video The Secret of Sugar, Dr. Robert Lustig seorang Medical Professor mengatakan “Mana yang lebih berbahaya, Gula atau Lemak ? Gula 1000 kali lipat lebih berbahaya daripada lemak. Hal itu menunjukan kepada kita bahwa gula adalah sesuatu yang harus diperhatikan dan dipertimbangkan sebelum mengonsumsinya. Diabetes, obesitas dan penyakit berbahaya lainnya disebabkan oleh gula salah satunya.

Menurut Kementerian Kesehatan di Indonesia, batas konsumsi gula perhari adalah 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan. Makanan yang kita konsumsi perhari mulai dari sarapan, makan siang, makan malam sampai camilan harus cermat dalam menelisik kandungan gula di dalamnya, jangan sampai melewati batas yang dianjurkan. Jika melewati batas konsumsi yang dianjurkan dan secara terus-menerus maka semakin besar peluang untuk terkena obesitas bahkan parahnya terkena diabetes yang mematikan.  

Jika kita berbicara lebih spesifik lagi terhadap salah satu makanan pokok sehari-hari kita yaitu nasi. Nasi memiliki indeks glikemik yang tinggi. Dilansir dari Kompas Health, indeks glikemik adalah ukuran seberapa cepat tubuh mengubah karbohidrat menjadi gula yang dapat diserap ke dalam aliran darah. Indeks glikemik tergolong rendah jika berada di bawah 55 dan tergolong tinggi jika berada diatas 70. Tapi bukan berarti kita harus menghindari nasi sama sekali, lebih tepatnya jika dikonsumsi dalam porsi yang tepat dan tidak berlebihan maka aman-aman saja.

Minimnya Membaca Nutrition Fact pada Makanan dan Minuman

Nutrition Fact
Sumber : Food.ndtv.com

Banyak makanan atau minuman yang dijual di supermarket atau warung di sekitar rumah kita. Kebanyakan di setiap produknya tertera nutrition fact yang mayoritas dari kita sering kali enggan untuk membacanya. Padahal hal itu sangat penting untuk diperhatikan jika kita ingin menerapkan prinsip hidup sehat. Dicantumkannya nutrition fact agar konsumen mengetahui kandungan gizi yang terdapat di masing-masing produk. Dengan mengetahui kandungan gizinya maka kita dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsinya atau tidak.

Kita ambil contoh produk yang mayoritas masyarakat menganggap produk tersebut sehat, sebut saja susu kemasan yang mengandung rasa coklat, strawberry dan beragam rasa lainnya, jika diperhatikan nutrition factnya maka kandungan gulanya bisa dibilang tidak sedikit. Karena itulah menurut pakar kesehatan, kita disarankan untuk membeli susu rendah gula atau less sugar. Contoh lainnya seperti minuman Vitamin C jika kita lihat nutrition factnya maka ada beberapa produk yang mengandung gula 20-25 gram atau setara dengan setengah dari konsumsi gula yang dianjurkan perhari.

Dengan adanya fakta tersebut menjadi bukti bahwa makanan atau minuman yang dinilai sehat, belum tentu sepenuhnya sehat. Kita bisa menimbang sehat tidaknya suatu makanan atau minuman tanpa membaca Nutrition Fact yang ada dibalik kemasan terlebih dahulu. Jika lebih teliti membacanya maka ada hal yang bisa kita renungkan. Di nutrition fact, sajian lemak atau fat itu diletakkan di baris paling atas, yang membuat kita berfikir kalau lemak merupakan zat yang paling jahat untuk tubuh kita, padahal lemak itu bukan yang paling jahat. Yang paling berbahaya sebenarnya ada di baris paling bawah yaitu gula. Gula adalah zat yang paling berbahaya dari semua zat lainnya. Kenapa diletakkan di bawah? Karena peluang untuk tidak terlalu memperhatikan jumlah kandungan gula lebih besar.

Jadi kesimpulannya, penting bagi kita semua untuk mulai mempertimbangkan atau mengukur kandungan pada makanan minuman yang kita konsumsi. Sehat atau tidaknya suatu makanan minuman tergantung dari kandungan tiap komposisi makanan atau minuman yang kita konsumsi, berlebihan atau tidak. Sehat jika porsinya tepat, dan sebaliknya akan menjadi tidak sehat jika berlebihan.

Tren Kerja Lembur Bagai Kuda

Tren Kerja Lembur Bagai Kuda

Sumber: Freepik.com

Hustle Culture, istilah ini sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita, seringkali kita mendengar istilah ini di dunia pekerjaan. Dalam bahasa Indonesia kata hustle berarti sebagai “semangat yang meluap” sedangkan hustle culture adalah budaya atau kebiasaan seseorang yang mendorong dirinya untuk dapat bekerja terus menerus, tanpa kenal waktu dan tempat, orang-orang ini menganggap bahwa aspek terpenting dalam hidup mereka diperoleh melalui kerja keras.

Orang yang sudah masuk dalam ciri hustle culture ini biasanya mereka selalu termotivasi untuk mencapai kesuksesan di usia muda, dalam proses untuk mencapai target yang mereka inginkan tersebut seringkali mereka tak memikirkan kesehatan dirinya, bekerja hingga larut malam, mengambil kerja tambahan, dan tidak memikirkan waktu istirahat, mereka meyakini bahwa mereka adalah orang yang produktif.

Padahal keduanya adalah hal yang jelas berbeda, produktif adalah cara menghasilkan output yang berkualitas dalam waktu singkat, sedangkan hustlers adalah mereka yang bekerja tanpa memikirkan waktu, tidak memperhatikan kualitas dari output yang dihasilkan.

Sumber: Freepik.com

Hustle culture ini tidak muncul dengan begitu saja, namun ada faktor yang dapat menyebabkan seseorang mempunyai kebiasaan tersebut.

Pertama, adanya kemajuan teknologi

Dengan semakin canggihnya smarthphone selain menjadikan kita mudah untuk berkomunikasi, smartphone juga menjadi sarana untuk bekerja, mulai dari mengirim email, vidio call, hingga mengadakan rapat atau diskusi pekerjaan semua dilakukan menggunakan smartphone, tanpa disadari itu semua akan menuntut kita untuk terus bekerja dan bekerja, namun kemudahan yang dijalankan dalam urusan pekerjaan ini nantinya bisa membuat kita semakin takut, cemas, khawatir, yang akan mendorong seseorang untuk bekerja tanpa mengenal waktu.

Kedua, kontruksi sosial

Semakin melesat karir atau pekerjaan seseorang, maka bisa dikatakan hidupnya semakin mapan dan matang, mereka yang sukses membeli aset di waktu muda, bisa menjadi patokan kesuksesan  orang-orang disekitarnya, termasuk diri kita, dan akhirnya itu semua akan mendorong kita untuk bisa menghasilkan uang lebih banyak lagi, agar bisa membeli aset-aset tersebut, meski di awal tujuan ini baik, namun tidak selamanya benar, budaya ini akan memaksa seseorang untuk selalu bekerja dan bekerja, demi mendapatkan karir dan finansial yang mapan.

Ketiga, Toxic Positivity

Toxic positivity merupakan sebuah dorongan dimana kita akan selalu berfikir positif walau sedang dalam kesulitan atau tekanan, seringkali kita merasa capek karena pekerjaan yang sangat banyak, namun dalam pikiran kita muncul kata-kata “jangan nyerah ih, kamu bisa ayo kerja”, “gitu doang ga bisa, payah!” dan kata-kata yang menekan diri kita untuk selalu berasumsi positif, toxic positivity memaksa seseorang untuk merasa baik-baik saja, bertahan dalam kondisi yang sedang tidak baik, orang yang toxic positivity pada akhirnya mereka mengalami stress, yang berujung pada gangguan kesehatan mental, karena merasa baik-baik saja, dan enggan untuk meluapkan emosinya.

Referensi: https://www.kompas.id/baca/utama/2018/06/14/dari-kerja-lembur-bagai-kuda-hingga-tidak-sama-sekali/

Bikin Rindu Masa Kecil, Mana Jajanan Jadul 90-an Favoritmu?

Bikin Rindu Masa Kecil, Mana Jajanan Jadul 90-an Favoritmu?

Penulis: Amanda Agnes .K.

Bagi Exposer yang lahir di tahun 1990-an tentunya sudah tak asing dengan beberapa jajanan jadul yang sempat hits pada zamannya. Jajanan hits di tahun 1990-an kini memang sudah langka dan sulit ditemukan, bahkan beberapa diantaranya sudah tidak diproduksi lagi. Padahal seru sekali rasanya jika bisa menikmati jajanan tersebut bersama teman-teman untuk bernostalgia. Nah, Exposer masih ingat nama-nama snack jadul tersebut? Yuk bernostalgia kita mengingat kembali jajanan yang hits di tahun 1990-an!

1. Cokelat Payung

Coklat Payung. sumber: Bukalapak.com

Siapa nih yang dulu suka banget ngemilin coklat payung kaya gini? Tiap kali makan coklat ini jadi ngerasa pegang payung dalam bentuk yang mini ya exposer. Dulu kayanya hampir di semua warung kita bisa menemukan jajanan yang satu ini. Tapi kini coklat dengan bentuk payung yang unik ini sudah sulit ditemukan loh Exposer.

2. Permen Karet “Yosan”

Sumber: Milenialis.id

Exposer! Siapa disini yang sering banget beli permen karet Yosan karena ingin mengoleksi bekas bungkusannya yang jika disusun menjadi Y-O-S-A-N? Eits, apa diantara kalian sudah pernah ada yang berhasil mengumpulkan semua hurufnya? Karena jika kamu berhasil mengumpulkan kelima huruf tersebut, kamu akan mendapatkan hadiah dari dari permen karet Yosan loh. Namun, salah satu huruf yang sangat susah untuk ditemukan ialah huruf ‘N’. Hal inilah yang menyebabkan jarangnya seseorang mendapatkan hadiah dari perusahan permen karet tersebut. Kira-kira kenapa bisa begitu ya Exposer? Tapi, ternyata ada kok yang berhasil mengumpulkan semua hurufnya dan mendapatkan hadiah. Wah beruntung banget ya Exposer!

3. Cokelat Kacamata

Sumber: Tokopedia

Salah satu jajanan jadul paling hits di era 90-an, yaitu coklat kacamata. Permen coklat yang dikemas seperti kacamata superhero ini seringkali menarik perhatian. Selain warna coklatnya yang warna-warni,  cokelat ini memilki bentuk kemasan yang menyerupai kacamata dan sering digunakan seperti kacamata sungguhan dengan cara mengaitkan karet ke sampingnya. Hayo, siapa yang sudah pernah coba pakai kacamata dari kemasan coklat yang satu ini?

4. Permen rokok

Sumber: Tentik.com

Exposer! Siapa yang dulu merasa keren kalo lagi makan permen rokok? Permen hits yang satu ini punya bentuk yang sama persis seperti rokok rokok. Permen ini benar-benar memiliki bentuk sangat mirip dengan rokok asli karena permen ini berbentuk silinder dan dilapisi kertas bergambar. Kira-kira siapa ya yang pertama kali memiliki ide untuk membuat permen rokok ini ya Exposer? Permen rokok ini punya dua varian lho, ada yang padat dan ada yang bubuk.

5. Mie Gemez

Sumber: bukalapak.com

Namanya aja Mie Gemez ya Exposer, pasti mienya sukses bikin kamu gemes sampe pengen remes deh. Mie Gemez ini bisa langsung dimakan tanpa perlu repot masak. Eits sebelum dimakan jangan lupa ditaburkan bumbu yang telah disediakan di dalam kemasan ya Exposer, supaya lebih nikmat.

Nah Exposer, dari beberapa jajanan jadul di atas, jajanan mana nih yang paling Exposer kangenin?

Penataan Rumah Nyaman walaupun Kegiatan Serba #DirumahAja

Penataan Rumah Nyaman walaupun Kegiatan Serba #DirumahAja

Reporter Khalilah Andriani; Editor Tiara Juliyanti Putri

Ilustrasi rumah modern ramah lingkungan
Sumber: livingasean

Rumah merupakan salah satu tempat untuk beristirahat, maka dari itu rumah di desain senyaman dan seindah mungkin. Sejak pandemi covid-19 berlangsung rumah menjadi hal yang utama dalam beraktivitas, kini tren interior rumah banyak digandrungi dan diperkiraan akan bertahan hingga satu tahun kedepan.

Direktur Kreatif Vivere Group, Alvin Tjitrowirjo dalam pembukaan Vivere Experience and Creative Hub mengatakan selama masa pandemi Covid-19, masyarakat bukan lagi menjadikan rumah untuk tempat istirahat, tapi juga untuk bekerja dan aktivitas lainnya.

Ia menambahkan, para penghuni rumah saat ini lebih memperhatikan tata letak, furniture hingga sirkulasi udara di dalamnya. Jadi, jika ada penghuni yang kurang nyaman dengan sirkulai udara di huniannya tidak heran jika mereka akan merenovasi dan memperbaiki furnitur demi sirkulasi udara yang baik.

“Di Indonesia begitu tantangannya, ini juga jadi big challenge untuk kita. Terlebih bila tinggal di Jakarta yang mana kota kosmopolitan, harus diperhatikan lagi sirkulasi udaranya, agar lebih rileks,” ujarnya.

Dikutip dari laman CDC, Kamis (28/10) bahwa ventilasi hunian harus baik, karena hal tersebut dapat mencengah partikel virus terakumulasi di dalam rumah, terlebih saat masa pandemi seperti sekarang. Ventilasi yang baik dapat mencegah dari terpaparnya atau menyebarnya virus.

Kemudian para pengembang properti berinovasi untuk menciptakan kawasan hunian yang mengedepankan bahan ramah lingkungan. Di dalamnya mementingkan berbagai unsur, yaitu unsur sirkulasi udara dan  unsur pencahayaan yang baik,  hal tersebut berguna dalam kenyamanan beraktivitas didalam ruangan.

Funiture ruang keluarga
Sumber: ikea.co.id

Alvin mengatakan tren interior dan furniture rumah kini cenderung berubah, tak lagi melulu soal tren warna, sekarang elemen perabotan cenderung kepada kepribadian dari pemilik rumah yan dapat menimbulkan rasa kenyamanan dan kehangatan.

“Dulu kan biasanya perabotan dari ruang tamu sampai ke belakang itu sama semua. Kali ini, masyarakat mulai sadar, mana yang Ayah banget, mana yang sentuhan Ibu, atau si anak punya kemauan sendiri, lebih ditonjolkan. Mereka juga lebih memperhatikan kenyamanan dalam memilih furnitur, terutama untuk bekerja dari rumah, jadi tidak membuat stres lagi,” jelasnya.

Disisi lain, menurut Corporate South 78 Ading Serpong, Felicia Nova mengatakan bahwa konsumen lebih menginginkan furniture yang memiliki banyak fungsi. Salah satu rujukan yaitu konsep hunian ala Negeri Sakura, Jepang yang lebih mengedepankan fungsi sekaligus desain artistiknya.

“Jadi, ada juga meja belajar yang bila dibuka bisa jadi meja tamu. Atau mau menyiasati ruangan yang hanya 2 X 10 meter, bisa menggunakan kasur yang dilipat ke dalam lemari, dan banyak lagi,” jelasnya.

Maka penting bagi konsumen untuk berdiskusi pada tim desain interior atau furniture rumah untuk menjelaskan kebutuhannya.