Perkuat SIMDAK, Fidkom UIN Bandung Lakukan Studi Banding dengan Fdikom UIN Jakarta

Perkuat SIMDAK, Fidkom UIN Bandung Lakukan Studi Banding dengan Fdikom UIN Jakarta

Reporter Kireina Yuki; Editor Elsa Azzahraita

Foto bersama pasca studi banding SIMDAK Fidkom UIN Bandung dengan Fdikom UIN Jakarta.
Sumber: DNK TV_Farhan

Sistem Informasi Manajemen Administrasi Akademik (SIMDAK) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidkom) UIN Sunan Gunung Djati Bandung melakukan kunjungan studi banding dengan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta pada Kamis (16/12), bertempat di meeting room lantai 2 Gedung Fdikom.

Turut hadir Dekan Fdikom UIN Jakarta Suparto, Wakil Dekan II Bidang Adkum Sihabuddin Noor, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Cecep Castrawijaya, Ketua SIMDAK Fidkom UIN Bandung, Hajir Tajiri dan jajaran lainnya.

Ketua SIMDAK Fidkom UIN Bandung, Hajir Tajiri mengatakan kunjungan studi banding ini dilakukan guna mendapatkan pengetahuan yang lebih terutama dalam pengolahan SIMDAK.

“Tentu dasar dilaksanakan studi banding ini untuk mendapatkan pengetahuan yang berguna terkait pengolahan SIMDAK UIN Bandung agar ke depan lebih baik, itu yang kami harapkan, ” ujar Hajir.

Rangkaian acara dalam kunjungan ini tidak jauh dari pertemuan hangat antara kedua belah pihak dan pengunjungan beberapa ruangan fakultas.

Pembahasan mengenai implementasi SIMPERDAKOM milik Fdikom UIN Jakarta.
Sumber : DNKTV_Farhan

Salah satu fokus utama yang dibahas yakni mengenai implementasi SIMPERDAKOM, yang merupakan sistem persuratan yang dimiliki Fdikom UIN Jakarta. Bukan hanya pengenalan, namun juga membahas bagaimana sistem tersebut disimulasikan.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Fdikom UIN Jakarta Cecep Castrawijaya menyambut baik kunjungan studi banding ini. Ia mengatakan bahwa ini dapat menjadi bahan pembelajaran bagi masing-masing pihak, terutama dalam pengelolaan dan pengembangan sistem informasi akademik di Fakultas.

“Terimakasih hari ini salah satu universitas di Indonesia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung berkunjung ke Fdikom UIN Jakarta. Kunjungan ini tentu akan menjadi pembelajaran bagi masing-masing pihak,” tutur Cecep.

Pekuat Kelembagaan, Fdikom UIN Jakarta dan FDK UIN Suska Riau Jalin Kerja Sama

Pekuat Kelembagaan, Fdikom UIN Jakarta dan FDK UIN Suska Riau Jalin Kerja Sama

Reporter Jenni Rosmi Aryanti ; Editor Elsa Azzahraita

Foto bersama antara Dekanat Fdikom UIN Jakarta dengan FDK UIN Suska Riau pada Rabu (2/12).
Sumber : Naura_DNKTV

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta mendapat kunjungan kerja sama dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau yang bertempat di meeting room lantai 2 Gedung Fdikom, pada Rabu (2/12).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekanat Fdikom, di antaranya Wakil Dekan I Bidang Akademik Siti Napsiyah, Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum Sihabudin Noor, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan Cecep Castrawijaya. Turut hadir, Dekan FDK UIN Suska Riau Imron Rosidi beserta staff akademik FDK UIN Suska Riau,

Adapun tujuannya guna menjalin silaturahmi dan kerja sama antar kedua instansi. Imron menjelaskan kerja sama ini dilakukan guna mendukung penguatan kelembagaan.

“Penguatan kelembagaan ini berupa persiapan akreditasi, sertifikasi pembimbing manasik haji, dan sempat diskusi terkait dengan persiapan S-2 Program Studi (Prodi) Manajemen Dakwah, orientasinya ialah kedua instansi dapat maju bersama, berkolaborasi untuk meningkatkan mutu dan kualitas masing-masing lembaga secara bersama-sama,” ujar Imron.

Adapun bentuk kerja sama yang dibuat, Pertama, melakukan riset atau menulis artikel bersama. Kemudian, tindaklanjut kegiatan ini ialah sertifikasi pembimbingan haji dengan melibatkan Fdikom UIN Jakarta, dimana akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

“Program sertifikasi pembimbingan haji ini tentu akan melibatkan Fdikom UIN Jakarta, karena di fakultas kami belum pernah melakukan program sertifikasi haji, jadi kami berkolaborasi dengan Fdikom UIN Jakarta yang sudah pernah melakukan sertifikasi haji,” jelasnya.

Penyerahan cenderamata kepada UIN Suska Riau pada kegiatan kunjungan kerja sama.
Sumber : Naura_DNKTV

Kedua, pihak Dekanat FDK UIN Suska Riau akan meminta supervisi atau arahan dalam rangka membentuk S-2 Prodi Manajemen Dakwah. Selain itu, Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) pun sudah mulai didiskusikan.

“Termasuk Program MBKM pun itu akan kita tindak lanjuti bagaimana ke depan mahasiswa fakultas dakwah di dua instansi yang berbeda ini bisa bertukar dan belajar,” ujarnya.

Wakil Dekan I Bidang Akademik Fdikom UIN Jakarta Siti Napsiyah menjelaskan kerja sama ini dibuat dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh kedua instansi. Bentuk implementasi perpoin dari MoU tersebut dibuat dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).

“Harapan kami dengan adanya kerja sama ini tentu kita terbangun kerja sama yang konkrit tentang pertukaran mahasiswa atau dosen atau ikut riset. Bentuk kerja sama ini akan jadi poin besar akreditasi nantinya,” ujar Wadek Napsiyah.

Ingin Temukan Inovasi Baru, IAIN Salatiga Sambangi FDIKOM UIN Jakarta

Temukan Inovasi Baru, IAIN Salatiga Kunjungi FDIKOM UIN Jakarta

Reporter Amelia Putri; Editor Syaifa Zuhrina

Penyerahan  Cinderamata untuk  Fuadah IAIN Salatiga
Sumber:  DNK TV-Ilham Ramadhan

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta mendapat kunjungan studi banding dari Fakultas Ushuluddin Adab dan Humaniora (Fuadah) IAIN Salatiga yang bertempat di meeting room lantai 2 gedung Fdikom, pada Kamis (4/11).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekan Fuadah IAIN Salatiga beserta staff akademik guna menjalin silaturahmi serta kerja sama antar keduanya.

Dekan Fuadah IAIN Salatiga, Mukti Ali menyampaikan bahwa dengan adanya kunjungan ini dapat memberikan pembelajaran dari Fakultas Dakwah yang sudah mapan serta sebagai media untuk saling menukar peluang kerja sama baik akademik maupun non akademik.

“Kita harus banyak belajar dari Fakultas Dakwah yang sudah mapan untuk mengambil ilmunya,” ujarnya.

Wakil Dekan Bidang Akademik Siti Napsiyah memaparkan adanya implementasi dari Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) untuk saling belajar serta saling melengkapi kekurangan yang ada dan menjadi lebih baik untuk ke depannya.

 “Kita saling belajar, skemanya seperti apa teknisnya pelaksanaanya seperti apa kemudian materi kuliahnya kira-kira yang cocok secara khusus terkait prodi KPI seperti apa. Jadi ini sangat penting untuk sama-sama saling belajar,” jelasnya.

Perkenalan Profil Fdikom UIN Jakarta
Sumber: DNK TV-Ilham Ramadhan

Dari adanya kegiatan ini selain memperkuat kompetensi lulusan KPI, tetapi juga memperkuat dari sisi kelembagaan. Hal ini penting diadakan melihat persamaan dalam melaksanakan serta mengimplementasikan kebijakan nasional yang disebut MBKM.

Fakultas Dakwah UIN Jakarta menjadi rujukan IAIN Salatiga agar dapat menjadi sandaran untuk menjadi lebih baik lagi. Dekan Mukti berharap adanya kegiatan ini menjadi pembelajaran khususnya untuk IAIN Salatiga.

“Harapan kita dosen-dosen Fakultas Dakwah IAIN Salatiga banyak menemukan pembaharuan atau inovasi yang kemudian untuk diimplementasikan untuk Fakultas Dakwah,” ungkapnya.

Festival Budaya 2021, Melestarikan Kebudayaan di Era Digitalisasi

Festival Budaya 2021, Melestarikan Kebudayaan di Era Digitalisasi

Reporter Amelia Puteri; Editor Elsa Azzahraita

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam memperagakan baju adat tradisional.
Sumber: DNK TV- Amelia Putri

Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi  dan Penyiaran Islam (HMPS) mengadakan acara tahunan Festival Budaya secara hybrid, pada Sabtu (30/10)  Kegiatan bertajuk “Jejak Tak Terbatas, Budaya Tak Terhempas” ini digelar guna menghidupkan kembali kebudayaan Indonesia, terlebih di era globalisasi yang memungkinkan masuknya budaya luar.

Ketua Pelaksana Festival Budaya, Bintang Pramudya mengatakan bahwa pentingnya kebudayaan sebagai solusi dari permasalahan yang ada di era sekarang.

“Melihat komunikasi antarbudaya yang sudah tergerus oleh era globalisasi untuk itu festival budaya ini hadir sebagai solusi dan menjadi ajang untuk melestarikan budaya,” ujar Bintang

Sementara itu, Wakil Dekan III Cecep Castrawijaya mengapresiasi kegiatan ini dan mengatakan bahwa dengan memahami budaya yang berbeda dan akulturasi budaya, maka akan terciptanya sikap saling menghormati.

“Kita memahami betul bahwa masing-masing wilayah daerah memiliki budaya yang berbeda tetapi tatkala terjadinya akulturasi budaya tentu bagaimanapun penting nya memiliki sikap toleransi budaya.” ucapnya.

Festival Budaya dimeriahkan dengan berbagai penampilan menarik dari mahasiswa KPI, Angklung Satria Putra, dan Swara Gembira sekaligus  kegiatan ngobrol bareng seniman (NGOBRAS) yang dihadiri Direktur Swara Gembira Rifan Rahman dengan tema “Ekspresikan Seni, Lestarikan Tradisi di Era Digitalisasi”.

Rifan Rahman yang mencoba mengampanyekan  trend berkain  dengan hastag  #berkaingembira, telah berhasil menggaet anak muda lewat media sosial, sehingga mereka mulai memperhatikan budaya dengan menggunakan produk kain khas  Indonesia.

“Jadi swara gembira selalu melihat trend tapi yang kita ambil adalah bagaimana kita melihat trend yang dikembangkan supaya nafas Indonesia tetap ada,” tutur Rifan.

Selain mengadakan webinar, juga terdapat berbagai perlombaan, seperti lomba poster digital, video tiktok, dan creative video dengan mengangkat tema seputar kebudayaan. Dengan adanya perlombaan tersebut, tentu memberikan dorongan positif kepada anak muda mengingat media sosial banyak digandrungi berbagai pihak.

Penampilan Angklung Satria
Sumber: DNKTV- Amelia Putri

Festival budaya merupakan ajang mahasiswa untuk merealisasikan kecintaannya dalam budaya. Sebagai agent of change, mahasiswa wajib untuk mencintai dan menjaga budaya Indonesia serta tidak meninggalkan apa yang menjadi warisan kebudayaan.

Salah satu Mahasiswa UIN Jakarta yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini, Fatur menuturkan, “Tidak perlu malu untuk memakai pakaian tradisional karena merupakan salah satu cara untuk menghargai para pendahulu,”.

Gelar Penghargaan Mahasiswa Berprestasi, Dorongan Untuk Mahasiswa Fdikom

Gelar Penghargaan Mahasiswa Berprestasi, Dorongan Untuk Mahasiswa Fdikom

Reporter Kireina Yuki; Editor Syaifa Zuhrina

Mahasiswa Berprestasi Menerima Penghargaan dari Pihak Fdikom
Sumber: Dokumentasi Kegiatan

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan acara penyerahan penghargaan bagi mahasiswa berprestasi di Meeting Room lantai 2  Fdikom UIN Jakarta, Kamis (21/10).

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Cecep Castrawijaya mengucapkan selamat dan mengapresiasi Mahasiswa/Mahasiswi Fdikom yang telah meraih prestasi dan berharap kegiatan ini dapat menjadi dorongan bagi mahasiswa lainnya.

 “Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi mengucapkan selamat dan sangat mengapresiasi Mahasiswa dan Mahasiswi yang sudah berprestasi baik di tingkat lokal dan nasional, juga kami berharap dengan adanya penghargaan seperti ini dapat menjadi dorongan kepada mahasiswa dan mahasiswi untuk berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik,” ujarnya.

Beliau juga menambahkan bahwa terdapat 9 mahasiswa berprestasi yang diberi penghargan, namun hanya 5 orang yang dapat hadir.

“Mahasiswa berprestasi yang akan diberi penghargaan ada 9 orang, tapi yang datang tadi hanya 5 orang disebabkan memang suasana yang sekarang ini ditengah pandemi, teman-teman mahasiswa  ada juga yang berada di lokasi yang berbeda. Namun tetap menerima penghargaan,” pungkasnya.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Cecep Castrawijaya
Sumber: DNK TV-Kireina Yuki

Salah satu Mahasiswa KPI yang meraih  juara 1 lomba video sustainable fishing di Universitas Hasanuddin Makassar, juara 2 dan favorit lomba short movie di UNP PGRI Kediri, serta juara 1 lomba Startup Smart it Fest Quantum di Universitas Sebelas Maret, Taufik Nur Rohman mengucapkan terimakasih dan berharap agar mahasiswa dapat lebih semangat lagi.

 “Tentunya dari acara ini kita sebagai mahasiswa patut berterima kasih. Semoga kedepannya mahasiswa Fdikom dapat lebih semangat lagi. Karena sejatinya dunia kampus tidak hanya memperjuangkan mata kuliah di kelas saja, tapi berprestasi, menjaga nama baik dan mengharumkan nama kampus juga,” ucapnya.

Mahasiswa berprestasi lainnya, Muhammad Firda Azil yang merupakan mahasiswa jurusan Jurnalistik juga berterimakasih kepada fakultas atas apresiasi dan bentuk dukungan dari pihak kampus.

 “Menurut aku penting juga untuk validasi prestasi mahasiswa dan diketahui oleh fakultas, dan acara tadi merupakan bentuk dari aktualisasi hal tersebut supaya kita juga merasa bahwa apa yang kita lakukan ternyata didukung oleh pihak kampus. Saya berharap acara ini dapat memotivasi para mahasiswa lainnya untuk berprestasi di luar sana karena perlu yang kita ketahui nantinya bahwa yang dilihat bukan hanya sekedar hitam diatas putih, namun juga diperlukan tambahan atau mungkin kemampuan tambahan di luar sana yang harus kita miliki untuk membaca kita bersaing di masa depan,” jelasnya.

Talkshow Roffair 2021, Atasi QLC dan Kehidupan Media Sosial

Talkshow Roffair 2021, Atasi QLC dan Kehidupan Media Sosial

Reporter Farah Nur Azizah; Editor Farhan Mukhatami

Talkshow Roffair RDK FM  2021 “How to Deal with Quarter Life Crisis and Social Media’s Life” Minggu, (10/10).
Sumber: DNK TV-Farah Nur Azizah

Bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia, Radio Dakwah dan Komunikasi (RDK FM) UIN Jakarta menggelar Roffair 2021 dengan talkshow bertema “How to Deal with Quarter Life Crisis and Social Media’s Life, pada Minggu (10/10).

Talkshow ini bertujuan untuk menjawab berbagai macam keresahan dan mengetahui cara mengatasi quarter life crisis serta hidup bermedia sosial dengan positif.

Quarter Life Crisis (QLC) adalah sebuah periode seseorang yang sedang mengalami keraguan dan kekecewaan terkait karir, hubungan maupun finansial yang dialami seseorang pada usia 20-an ketika sudah memasuki kehidupan yang sebenarnya.

Ardhi Mohamad sebagai partner dari Alvi Syahrin seorang penulis buku dan pegiat media sosial, memaparkan yang dimaksud Crisis dalam QLC itu adalah identitasnya, seperti layaknya kehilangan identitas diri.

 “Crisis itu identitasnya kayak kehilangan identitas diri. Saya ini seorang apa sih? Pekerjaan kok gak jelas, nikah juga belum. Saya ini siapa? Mulai mempertanyakan hal itu,” ujar Ardhi.

Selain itu, generasi sekarang mengalami berbagai permasalahan yang seharusnya tidak dirasakan. Jika biasanya depresi terjadi pada usia 40 sampai 50 tahun, namun sekarang pada usia 20-an sudah mengalami indikasi terhadap depresi.

Ardhi juga menambahkan, kita butuh yang namanya berpikir secara absolut (mutlak) bukan justru selalu punya refference point (titik acuan).

“Mungkin kita pernah berada di lingkungan yang sekeliling kita tidak suka jalan-jalan, sering di dalam rumah. Terus kita punya lingkungan baru yang suka jalan-jalan, makan di luar, akhirnya kita punya standar baru dan itu terus berubah dan ini yang dimaksud dengan kita itu tidak berpikir secara absolut (mutlak), kita selalu punya refference point (titik acuan),” jelas Ardhi.

Selanjutnya, Ardhi menyampaikan hidup itu tidak selalu tentang kompetisi, semua ada porsi, kapasitas dan waktunya.

“Pada akhirnya kita semua memulai dari posisi yang berbeda. Jadi hidup tidak selalu tentang kompetisi. Semua ada porsinya, semua ada kapasitasnya, dan semua ada waktunya,” kata Ardhi.

Pemaparan Materi oleh Analisa Widyaningrum dalam Talkshow Roffair 2021, Minggu (10/10). Sumber: DNK TV-Farah Nur Azizah

Sementara itu, seorang Psikolog Analisa Widyaningrum menyampaikan bahwa terdapat hal-hal umum yang terjadi pada rentan usia 20-25 tahun, di antaranya memberi ekspetasi berlebih pada diri, kebingungan memilih karir, perencanaan keuangan yang keliru, menjalin hubungan ketika belum siap berkomitmen dan membandingkan diri dengan orang lain.

Widya juga mengatakan, dalam menjalani kehidupan, menemukan krisis dalam hidup itu adalah hal yang wajar dan bagaimana cara kita bangkit, menguatkan mental kita dan menebarkan kebaikan.

“Mengalami krisis dalam kehidupan itu hal yang wajar, karena setelah krisis ada kehidupan baru. Life after Crisis seperti setelah hujan ada pelangi. Maka dengan mental yang sehat kita mampu menebar kebaikan,” jelas Widya.

Di harapkan dengan adanya acara ini dapat membuat peserta  sadar akan pentingnya persiapan menghadapi quarter life crisis dan peduli terhadap kesehatan mental bagi diri sendiri.

MPMF, Bangun Ormawa Fdikom yang Loyal dan Beretika

MPMF, Bangun Ormawa Fdikom yang Loyal dan Beretika

Reporter Belva Carolina; Editor Elsa Azzahraita

Presidium Tetap 1, 2, dan 3 pada Musyawarah Perwakilan Mahasiswa FDIKOM Pada Minggu (10/10/21)
Sumber : DNK TV – M.  Zidan Murtado

Senat Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menyelenggarakan Musyawarah Perwakilan Mahasiswa Fdikom (MPMF) dalam rangka regenerasi kepengurusan Sema Fdikom 2021 bertema “Membangun ORMAWA FDIKOM yang Beretika dan Memiliki Loyalitas dalam Berorganisasi” di Aula Insan Cita, pada Minggu (10/10).

Ketua Sema Fdikom, Syafira Febby Ayu mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi legalitas sistematis dari pada Ormawa Fdikom itu sendiri.

“Dengan mereka menjadi perwakilan HMPS masing-masing dapat menyuarakan hak hak aspirasi dari HMPS, LO, dan LSO masing masing,” tegasnya.

Presidium Tetap 1 dalam MPMF, Fatih Ziahudin menginginkan para pengurus selanjutnya bisa memperjuangkan peraturan-peraturan Ormawa Fdikom dengan baik.

Para peserta yang menghadiri Musyawarah Perwakilan Mahasiswa FDIKOM Pada Minggu (10/10/21)
Sumber : DNK TV – M.  Zidan Murtado

Ketua HMPS KPI sekaligus peserta MPMF, Faieq Haidar mengatakan, “Hal yang didapat dengan mengikuti kegiatan ini ialah pengalaman dalam hal legislatif dan persidangan. Dan juga teman – teman HMPS, Demaf dan Semaf memiliki wadah untuk berbicara dan memberikan kontribusi untuk Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, ” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, diharapkan birokrasi di tingkat Demaf dan Semaf dapat lebih baik serta tiap-tiap program studi dapat berbicara banyak terkait apa yang mereka keluh kesahkan, apa yang mereka harapkan, dan apa yang mereka inginkan.



Rapat Kerja DEMA FDIKOM 2021: Wujudkan Kinerja dalam Amplifikasi Meraki Bersama

Rapat Kerja DEMA FDIKOM 2021: Wujudkan Kinerja dalam Amplifikasi Meraki Bersama

Awak Liputan: Reporter: Laode M. Akbar; Editor; Fauzah Thabibah dan Elsa Azzahraita

Presidium Sidang Rapat Kerja DEMA FDIKOM UIN Jakarta periode 2021-2022

Dewan Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Jakarta periode 2021-2022 menyelenggarakan Rapat Kerja secara virtual, Selasa (16/02). Rapat kerja ini merupakan acara tahunan yang dilaksanakan guna membahas program kerja dari setiap departemen DEMA FDIKOM selama satu tahun periode kepengurusan.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Pelaksana Rapat Kerja DEMA FDIKOM Raihan Islami Meha, dan Ketua Umum DEMA FDIKOM Aji Juasal Mahendra, serta dihadiri oleh pengurus dan anggota DEMA FDIKOM periode 2021-2022.

Sidang pendahuluan, sidang pleno, sidang komisi, dan sidang paripurna merupakan inti rangkaian acara dalam merumuskan dan menetapkan jalannya sidang rapat kerja serta program kerja kepengurusan.

Dengan mengangkat tema “Wujudkan Kinerja DEMA FDIKOM dalam Amplifikasi Meraki Bersama dengan Kerja Nyata”, Aji Juasal berharap agar dalam menjalankan program kerja ini seluruh pengurus dan anggota DEMA FDIKOM dapat bersinergi dengan baik sesuai dengan konsep, ide, dan pemikiran yang telah dibangun bersama.

“Kita berharap komunikasi yang kita bangun ini menjadi jalan awal untuk selanjutnya kita melakukan program kerja bersama,” ujarnya.

Para Peserta Sidang Rapat Kerja DEMA FDIKOM

Selain itu, melihat pemaparan program kerja tiap departemen, terdapat program kerja yang dilaksanakan secara offline dan online mengingat pandemi Covid-19 yang belum usai. Hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk melaksanakan program kerja bagi kepengurusan DEMA FDIKOM periode tahun ini.

Tantangan dan Peluang Wirausaha di Era New Normal

Tantangan dan Peluang Wirausaha di Era New Normal

Menteri Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartanto dalam Webinar Peluang dan Tantangan Wirausaha di Era New Normal

Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bekerjasama dengan Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Pontianak serta Perkumpulan Ahli Manajemen Dakwah Indonesia (PAMDI) menggelar Web Seminar (Webinar) Diskusi dengan tema “Manajemen Soft Skill Kewirausahaan Pada Era New Normal” secara virtual bersama civitas akademika yang dilaksanakan melalui aplikasi Zoom dan dapat disaksikan melalui Live Streaming Youtube DNK TV dan FUAD IAIN Pontianak, pada Jum’at (12/06).

Acara ini secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dengan dimoderatori oleh Muamar Aditya, serta sambutan dari Dekan Fidikom UIN Jakarta, Suparto dan Dekan FUAD IAIN Pontianak, Ismail Ruslan. Materi webinar diskusi ini disampaikan oleh empat narasumber, diantaranya Guru Besar FEB dan Ketua Pengelola Usaha UNJ Jakarta, Dedi Purwana, Guru Besar Afiliasi Dosen dari Fakultas Komputer dan Teknologi Informasi Rabigh King Abdul Aziz University, Anton Satria Prabuwono, Founder Advanced Simulator and Innovative Technology, Rivira Yuana, dan Dosen Manajemen Dakwah FUAD IAIN Pontianak, Cucu.

Pandemi Covid-19 memberikan efek domino pada aspek kesehatan, sosial, dan ekonomi di berbagai negara. Jika ditinjau dari aspek ekonomi, maka terjadi sebuah tekanan perekonomian baik dari sisi permintaan maupun penawaran yang membuat perekonomian di sebuah negara menurun. Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto menyampaikan bahwa penerapan kebijakan normal baru oleh pemerintah Indonesia ini dilakukan guna menyelamatkan perekonomian nasional.

“Upaya pemerintah dalam memitigasi dampak pandemi Covid-19 dan membangkitkan ekonomi nasional ialah menerapkan kebijakan new normal agar perekonomian nasional dapat dipertahankan. Dengan memberikan dukungan fiskal dalam APBN 2020 dan program strategis penanganan Covid-19 (PEN).” ujar Airlangga.

Kegiatan perekonomian di era normal baru ini tidak hanya dilakukan secara manual tetapi juga dapat dilakukan secara digital. Anton Satrio Prabuwono menyampaikan cara meningkatkan produktivitas dengan menggunakan teknologi dan digitalisasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Tiga mekanisme dayaguna digitalisasi untuk meningkatkan produktivitas, yakni transformasi melalui peningkatan keterampilan dan pelatihan, digitalisasi melalui penyebaran atau pembauran (Digital Diffusion), dan re-invention melalui strategi yang tepat.” ujar Anton.

Dedi Purwana menyampaikan beberapa hal mengenai tipe konsumen generasi milenial dan minat menjadi seorang entrepreneur. Survei membuktikan bahwa 70% generasi milenial memilki minat sebagai entrepreneur. Dedi menyampaikan beberapa kiat yang dapat dilakukan generasi milenial yang ingin merintis usaha di era new normal ini.

“Generasi milenial jika ingin merintis usaha jangan diluar kompetensi yang dimiliki, lalu tentukan segementasi target pemasaran yang sekiranya mampu dan kalau sudah start up baru dikembangkan lagi ke target yang lebih luas, dan untuk mengasah soft skil dibutuhkan yang bersifat jangka panjang.” ujar Dedi.

Rivira Yuana juga berpendapat sama dengan Anton dan Dedi bahwa teknologi, digitalisasi, inovasi, dan soft skill sangat diperlukan untuk mengembangkan perekonomian baru di era new normal ini.

“Rasanya sangat setuju dengan yang disampaikan Profesor Anton dan Profesor Dedi sebelumnya, memasuki era distrupsi yang mana ditandai dengan turbulensi atau gelojak yang sangat tinggi. Perubahan yang sangat cepat dan sering terjadi sehingga dibutuhkan inovasi terbuka yang dapat dibagikan melalui teknologi,” ujarnya.

Di samping itu, ada hal lain yang tidak bisa dilupakan yakni syariat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam berwirausaha. Cucu berpesan bahwa tren belanja online merupakan salah satu usaha yang dapat dikembangkan namun dalam menjalankannya harus sesuai dengan ajaran Islam.

“Saat ini belanja online sudah menjadi tren di tengah pandemi, ini dapat kita manfaatkan sebagai peluang untuk berwirausaha. Akan tetapi, jangan sampai kita berwirausaha dengan melupakan syariat-syariat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.

Reporter: Amalia Riskiyanti

Malam Lailatul Qadr

Malam Lailatul Qadr

Malam Lailatul Qadr merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Zakaria, M.Ag.  Kajian ini disampaikan dalam program JENDELA ISLAM DNK TV.

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah wassolatuwasalam ala Rasullillahi Muhammadibdi Abdullah Amma ba’du Rasulullah Muhammad SAW memerintahkan kepada kita untuk mencari, untuk meraih malam Lailatul Qadr.

تَحَرَّوْا ليلة القدرِ في الوِتْرِ، من العشرِ الأواخرِ من رمض

(Tahharru lailatal qodri fil witri min ashril awakhiri min romadhon)

“Raihlah malam Lailatul Qadr di malam-malam ganjil, di 10 malam yang terkahir dari pada bulan Ramadan. “

Setidaknya Ada 5 keutamaan malam Lailatul Qadr. Yang pertama, malam diturunkannya Al Quran. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surah Ad – Dukhon ayat yang ke-3 :

إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةٍ مُّبَٰرَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ

Innā anzalnāhu fī lailatim mubārakatin innā kunnā munżirīn

sungguh kami menurunkan Al-Quran di malam yang penuh dengan barokah, malam yang penuh barokah itu adalah malam Lailatul Qadr.

 ( اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ ) (Al-Qadr: 1)

Keutaman yang kedua, malam Lailatul Qadr itu adalah malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. ( لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ ) (Al-qadr : 3) malam Lailatul Qadr adalah malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan. Jika kita menegakan sholat di malam itu membaca Quran, berdzikir, bersedekah, maka pahalanya lebih baik dari pada seribu bulan, yaitu kurang lebih 84 tahun.

Keutamaan yang ketiga, malam itu malam yang penuh dengan Rahmat karena malam itu turun jutaan, turun milyaran, turun triliyunan malaikat-malaikat Allah sampai dengan terbitnya fajar ( تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ ) (Al-Qadr : 4)

Keutamaan yang keempat, malam Lailatul Qadr itu ialah malam Allah SWT mengapunkan dosa-dosa hambanya sebagaimana Rasulullah SAW bersabda “Man qoma lailatal qadri imanan wahtisaban ghufiro lahu ma taqoddama min dzanbih” siapa yang bangun malam menegakkan sholat di malam Lailatul Qadr karena Iman kepada Allah SWT, di ampunkan dosa-dosanya yang telah lalu.

Dan yang kelima, keutamaan malam lailatul qodr itu ditetapkannya perkara-perkara manusia, ditetapkannya takdir-takdir tahunan  manusia. Sebagaimana Allah berfirman di dalam surat ad-dukhon ayat yang ke-4 :

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ

Fīhā yufraqu kullu amrin ḥakīm

“Malam itu ditetapkan urusan manusia oleh Allah dengan penuh hikmat.” (Q.S Ad-dukhon ayat 4) Mudah-mudahan  tahun ini Allah SWT takdirkan kepada kita untuk memperoleh untuk Mendapatkan malam Lailatul Qadr yang penuh dengan kemuliaan, yang penuh dengan kebarokahan.

Simak penjelasan selengkapnya di Instagram @dnktv

Instagram DNK TV UIN Jakarta