Mindfulness : Metode Pengendalian Diri untuk Mental yang Lebih Sehat

Mindfulness : Metode Pengendalian Diri untuk Mental yang Lebih Sehat

Reporter Nurdiannisya Rahmasari; Editor Dani Zahra Anjaswari

MINDFULNESS
Ilustrasi tulisan mindfulness. (Freepik/@freepik)

Dalam kehidupan, kita kerap kali dihantui dengan bayang-bayang kekhawatiran, kecemasan, stres, depresi, putus asa, dan masalah mental lainnya.

Tubuh kita sebenarnya ingin istirahat, tetapi pikiran sulit bekerja sama. Selalu ada hal yang tiba-tiba terpikirkan. Entah perasaan trauma di masa lalu, khawatir soal masa depan, atau mungkin hal yang jauh di luar kendali kita.

Oleh karena itu, kita perlu belajar cara untuk mengendalikan diri dan pikiran. Salah satu metode pengendalian diri yang bisa kita lakukan adalah mindfulness.

Mindfulness adalah istilah dari kesadaran penuh. Metode ini merupakan cara kita melatih diri untuk memusatkan perhatian terhadap apa yang terjadi dengan melibatkan kesadaran dan ketidakberpihakan. Pengimplementasian mindfulness dilakukan dengan tujuan untuk menenangkan pikiran.

Singkatnya, mindfulness adalah konsep di mana kita fokus untuk hidup di saat itu (living in the moment). Tanpa khawatir berlebihan akan masa depan dan tanpa memikirkan yang apa sudah lewat.

Ilustrasi orang yang sedang mengerjakan aktivitas. (Freepik/@freepik)

Cara Menerapkan Mindfulness

1. Memulai Hari dengan Tujuan

Menciptakan suatu tujuan dapat mengubah hari kita serta memengaruhi perkataan dan tindakan, juga respons yang kita lakukan terutama pada saat-saat sulit menjadi lebih hati-hati dan sadar.

Alam bawah sadar bertanggung jawab atas sebagian besar pengambilan keputusan dan perilaku. Oleh karena itu, praktik ini dapat membantu menyelaraskan pemikiran bawah sadar dengan dorongan emosional.

2. Menikmati Makan

Menerapkan mindfulness pada saat sedang makan dapat mengubah pengalaman makan menjadi jauh lebih menyenangkan. Ini dikarenakan ketika kita mengarahkan fokus seluruhnya kepada tubuh dan alasan mengapa kita perlu makan, kita dapat menghilangkan kelaparan yang sedang dialami.

Penerapan mindfulness saat makan ini bisa dilakukan dengan bernapas sebelum makan, makan sesuai kebutuhan, tidak terburu-buru, dan mengonsumsi makanan yang kita sukai. Hindari pula gangguan, seperti menonton TV atau main game saat sedang makan agar bisa fokus terhadap makanan.

3. Menyeimbangkan Otak

Metode mindfulness kerap membuat otak kita bekerja dengan sangat keras. Hal tersebut tentu tidak baik jika dilakukan terus-menerus. Maka kita perlu memberi jeda pada otak untuk melakukan keseimbangan.

Meski hal ini tidak mudah untuk dilakukan, ada beberapa cara untuk memulainya seperti jalani apa yang diinginkan, perbarui motivasi, dan buatlah pengingat harian. Setiap tindakan yang dilakukan secara sengaja dengan mindfulness otomatis akan memperkuat otak.

4. Melatih Pikiran dan Otot

Apa pun aktivitasnya kita diharuskan untuk bergerak dan bernapas dengan cara yang tidak hanya membuat darah mengalir dengan lancar dan menguatkan setiap sel di tubuh, tetapi juga menyinkronkan tubuh, pikiran, serta sistem saraf.

Melatih pikiran dan otot dapat dilakukan dengan cara -cara sederhana yang biasa kita lakukan seperti bersepeda, mengangkat beban, latihan di atas treadmill, dan lain sebagainya.

Manfaat Penerapan Mindfulness.

Ketika kita menerapkan metode mindfulness, kita dapat menguraikan pernyataan ke tingkat pemahaman yang lebih terarah terhadap memori otak. Hal ini akan membuat apa yang kita mulai memiliki tujuan untuk dicapai.

Bukan hanya kesehatan fisik, namun kesehatan mental pun perlu dijaga. Metode mindfulness dapat mengurangi cemas yang berlebih melalui meditasi, sehingga memunculkan hormon endorfin yang berguna untuk mengurangi pikiran negatif, juga membantu agar tidur lebih nyenyak dan stres semakin berkurang.

Metode mindfulness juga berfungsi mengendalikan emosi dalam diri, dimana tubuh akan lebih rileks ketika mendapatkan masalah baru. Hal ini karena mindfulness dapat menstimulasi pikiran positif yang meningkatkan kinerja otak dalam proses daya ingat dan konsentrasi lebih utuh daripada sebelumnya.

Training Konseling untuk Dosen Fdikom Pengurus Puslakis

Training Konseling untuk Dosen Fdikom Pengurus Puslakis

Reporter Alda Wahyuni; Editor Dani Zahra Anjaswari

0
Pemaparan dan penjelasan materi konseling. (DNK TV/ Alda Wahyuni)

Pusat layanan dan Konseling Islam (Puslakis) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta mengadakan Training of Trainer (TOT) Dukungan Psikologi Awal Psychological First Aid. Acara training tersebut dilaksanakan selama 2 hari, yaitu dari tanggal 26 Juli – 27 Juli 2022 di ruang dosen Fdikom.

Dalam pembukaannya turut hadir dan memberikan sambutan Dekan Fdikom UIN Jakarta, Suparto dengan didampingi Ketua Puslakis, Nasichah Asy’ari.

Pelatihan ini diselenggarakan oleh lembaga Konselor Professional Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) wilayah Banten dengan menerima kurang lebih 30 peserta yang terdiri dari dosen Fdikom dan merupakan orang-orang yang memang bertugas untuk memberikan konseling kepada mahasiswa Fdikom yang memiliki masalah dalam hal akademik dan non akademik.

“Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk pembekalan soft skill dan meningkatkan kompetensi dosen, agar dalam proses konseling mereka memiliki konsep dasar yang ada dalam Psychological First Aid atau pertolongan pertama psikologi. Hal ini dimaksud agar dosen tersebut mampu menjaga kesehatan mental dari orang yang sedang mengalami masalah dan juga mampu menstabilkan emosi dari orang-orang yang mempunyai masalah,” kata Nasichah.

Materi yang dipaparkan sangat menarik dan bervariasi, terlihat dari antusias respons para peserta dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pemateri.

Presentasi masing-masing kelompok atas tugas yang diberikan oleh pemateri. (DNK TV/ Debri Wahyu Wardana)

Di hari kedua pelatihan, pemateri menerapkan metode interaktif dengan memberi tugas kelompok dan individual yang ditanggapi sangat baik oleh para peserta. Dari tugas individual itu sendiri pemateri mendiskusikan kembali hasil jawaban dari para peserta ke dalam kelompok, ini yang membuat para peserta sangat tertarik dan aktif selama acara berlangsung.

Selain itu pemateri juga menggunakan metode role play, yaitu peserta akan diminta mempraktekkan peran sebagai seorang konselor, client dan observer atau dapat disebut dengan triad. Metode ini dipilih untuk mengetahui lebih detail mengenai masing-masing individu tiap peserta dan penilaian antar individu peserta satu sama lain.

Role play itu betul-betul mempraktikkan materi dari kami, yaitu dengan cara mendengar aktif, cara memahami kemampuan dan regard di dalam suatu konseling," jelas Sugiarti.

Dari adanya training ini diharapkan dapat memberi perspektif baru bagi para dosen calon konselor, serta dari pelatihan ini para peserta nantinya kan mendapat sertifikat sebagai konselor di dalam Puslakis Fdikom UIN Jakarta.

Penyelenggaraan Kampanye Pemilu 2024 di Kampus Tuai Pro Kontra

Penyelenggaraan Kampanye Pemilu 2024 di Kampus Tuai Pro Kontra

Reporter Putri Anjeli; Editor Syaifa Zuhrina

Ilustrasi perancanaan kampanye pemilu 2024. (Pexels/@Herimardinal) 

Berbagai penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) sudah mulai bersiap menghelat pesta demokrasi yang akan jatuh pada tahun 2024 mendatang. Namun, sejumlah upaya turut membayangi penyelenggaraan kegiatan rutin tersebut, salah satunya perencanaan kampanye yang dilaksanakan di kampus atau perguruan tinggi.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari mengatakan bahwa kampanye politik boleh dilakukan di lingkungan kampus atau perguruan tinggi selama memenuhi beberapa ketentuan.

"Pertanyaannya adalah, (kampanye) boleh dilakukan di mana saja? Di mana saja sepanjang ada pemilih, itu boleh kampanye pada prinsipnya, termasuk di dalam kampus, di pondok pesantren, tapi ada catatannya," ujar Hasyim Asy’ari melalui media Antara pada Selasa (19/7).

Dirinya menjelaskan Pasal 280 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur bahwa pelaksana, peserta dan tim kampanye dilarang menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan.

Hasyim juga menambahkan, ketentuan itu dapat diartikan bahwa yang dilarang adalah penggunaan fasilitasnya, bukan kegiatan kampanyenya. Sementara dalam penjelasan pasal tersebut, fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan dapat digunakan untuk kampanye jika peserta pemilu hadir tanpa atribut kampanye, serta atas undangan dari pihak penanggung jawab tempat.

Menurutnya, dosen dan mahasiswa yang beraktivitas di kampus merupakan bagian dari pemilih yang tentu ingin mengetahui janji para calon presiden maupun anggota DPR, terutama di bidang akademik.

Ilustrasi kampanye dilaksanakan di kampus. (Freepik/@rawpixel.com)

Dalam menanggapi hal ini salah satu Dosen UIN Jakarta, Ali Irfani mendukung upaya kampanye Pemilu 2024 yang dapat berlangsung di kampus atau perguruan tinggi karena akan mendorong kampanye politik yang berbasis gagasan dan program agar terbentuk politik nasional yang lebih rasional.

"Saya kira tidak ada masalah kampus menjadi tempat kampanye partai politik dan calon presiden dan wakil presiden, karena itu akan mendorong kampanye politik yang berbasis gagasan dan program, kampus dapat menguji dan mengkritisi gagasan program yang ditawarkan," ucapnya saat diwawancarai Reporter DNK TV pada Selasa (26/7).

"Tentu hal itu akan berdampak positif untuk mahasiswa agar dapat berinteraksi langsung dengan realitas politik. Ada pendidikan politik yang membuat iklim politik nasional lebih rasional dan berbobot," jelasnya.

Senada dengan Ali, Salah satu Mahasiswa UIN Jakarta, Idria Mukhoironiza mendukung upaya ini karena sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab perguruan tinggi kepada lingkungan sekitar.

"Menurut saya kampanye di kampus itu sangat bagus sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab perguruan tinggi kepada lingkungan sekitar sehingga kampus tidak berjarak dengan realitas dan dapat bersentuhan langsung serta ikut mendorong dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa ini," ucapnya.

Namun, bagi Muhammad Husni Mubarrak justru kampanye di kampus dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap mahasiswa yang dikenal bersih dari politik.

"Saya mengapresiasi upaya pembaharuan ini karena sejauh ini Pemilu diadakan masih jauh dari kalangan intelektual dan mahasiswa. Namun, saya pribadi kurang sepakat dengan masuknya kampanye ke dalam lingkungan kampus karena mahasiswa dikenal bersih dari dunia politik, dengan dilaksanakan hal tersebut dikhawatirkan dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap mahasiswa," ujar Husni.

UIN Jakarta Tergabung dalam GNRM, Mahasiswa: Kampus Dapat Junjung Integritas

UIN Jakarta Tergabung dalam GNRM, Mahasiswa: Kampus Dapat Junjung Integritas

Reporter Indi Azizi; Editor Syaifa Zuhrina

Revolnsi 
GERAKAN 
NASIONALMental 
integritas•etos kerja•gotong royong 
#AYOBERUBAH
Poster Gerakan Nasional Revolusi Mental (revolusimental.go.id) 

Maraknya kasus krisis mental kultural yang akhir-akhir ini sering terjadi di Indonesia, UIN Jakarta berkomitmen mendukung adanya Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang diinisiasi pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK). Hal ini dilakukan dengan menginternalisasikan dukungan-dukungan dalam program akademik dan pengabdian masyarakat di universitas.

Terdapat 35 perguruan tinggi yang ditetapkan Kemenko PMK lolos seleksi sebagai penerima dana swakelola Program GNRM 2022 seperti UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Raden Fatah Palembang, juga perguruan tinggi lainnya seperti IPB University, ISBI Bandung, ISI Yogyakarta, dan Universitas Kristen Duta Wacana.

Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis mengatakan bahwa UIN Jakarta telah menyiapkan beberapa program yang efektif guna mendorong tercapainya tujuan GNRM. Seperti melalui program pengabdian masyarakat, pengarusutamaan moderasi beragama, pemberdayaan dan penguatan ekonomi masyarakat, dan yang lainnya.

Salah satu Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta, Ahmadi Rojali mengartikan Gerakan Nasional Revolusi Mental ini merupakan cara kita merubah sikap dengan melakukan gerakan atau aktivitas yang dapat memberikan satu nilai nasionalisme ke dalam kehidupan masyarakat.

"Maka Gerakan Nasional Revolusi Mental dapat diartikan dengan bagaimana kita merubah dengan melakukan gerakan atau aktivitas kita dengan memberikan satu nilai nasional revolusi mental yang baik dalam bermasyarakat," ucap Rojali.

Ahmadi Rojali juga menambahkan bahwa peran perguruan tinggi dalam menyukseskan gerakan ini adalah memberikan satu pengawasan serta pengetahuan mendalam kepada mahasiswa.

"Perguruan tinggi secara institusi pendidikan memiliki peran yang sangat penting untuk memberikan langkah dan evaluasi dengan apa yang terjadi di perubahan, caranya dengan memberikan wawasan dan pengetahuan yang mendalam dan komperhensif kepada mahasiswa," jelasnya saat diwawancarai pada Selasa (26/7).

Ilustrasi anak muda yang memiliki semangat baru dalam mengahadapi revolusi mental. (Freepik/@freepik)

Melansir dari website resmi UIN Jakarta Menko PMK, Muhadjir Effendy memaparkan terkait pelibatan universitas dalam program ini dikarenakan pentingnya peran dalam memperkuat sumber daya manusia di Indonesia. Ia juga meminta agar perguruan tinggi yang terpilih dapat dengan sungguh-sungguh melaksanakan perannya setelah ditunjuk sebagai penerima hibah program GNRM, dan harapannya hal ini dapat terlihat nyata dan bisa diukur dampaknya bagi masyarakat.

Menanggapi hal tersebut salah satu Mahasiswa UIN Jakarta, Alfina Nur Istiqomah berpendapat bahwa GNRM ini merupakan sebuah gerakan menuju kehidupan baru bangsa Indonesia yang bertujuan untuk mengubah cara pandang, perilaku dan pola pikir guna menciptakan Indonesia yang berkepribadian nasionalisme.

"Gerakan Nasional Revolusi Mental bisa diartikan sebagai gerakan hidup baru bangsa Indonesia yang dilakukan secara nasional untuk mengubah cara pandang, pola pikir, perilaku dan nilai bangsa agar menjadi Indonesia yang berkepribadian dengan bertumpu pada tiga nilai dasar yakni integritas, etos kerja dan gotong royong," ujar Alfina.

Ia juga berharap program ini dapat menjadikan UIN Jakarta kampus yang lebih maju dari segi dosen maupun mahasiswanya.

"Untuk harapan ke depannya dengan terpilihnya UIN Jakarta dalam program GNRM ini semoga UIN Jakarta dapat menjadi kampus yang lebih maju lagi baik dari dosen maupun para mahasiswanya, dan tentunya dapat lebih menjunjung tinggi nilai integritas," harapnya.

Penggemar KPop Dorong Industri Musik Lebih Berkelanjutan

Penggemar KPop Dorong Industri Musik Lebih Berkelanjutan

Reporter Nura Inayatus Sa'adah; Editor Dani Zahra Anjaswari dan Tiara De Silvanita

ヨ 1 $ 
ー 0 川 新 新 〇 
。 当 ロ 
ツ 
Z ] 1 1 N 
ル 1 第 
ぉ 1 長 こ 創 
、 ・ - ・ 、 - 第 00 い 工 日 凶 叡 。 。 
い い 
掲 . NO. ま を ち き 石 い 曻 ~ ー ー 
こ に 記 田 み マ 
物 ー 
1 
て 新 を 5 メ 滝 言 古 : 引 0 製 4 
に 画 
IN ヨ ^ ヨ 
i 狐 0 引 
き . 6 き を 品 . 
宿 ま : ミ ユ 
ぐ 4. 
石 宿 新 3 籥 物 7 認 訶 
川 2 NO 
′ ◆ 学 
◆ ◆ ◆ 、 0 を 
の 中 の ◆ ・ 
ぎ 30dH 
い ん ・ を 、 、 き ・ み ・ ◆ 
を キ ◆ 年 ◆ ・ 
も す 、
Kampanye streaming heating melting oleh KPOP4PLANET di Stadion Jamsil., Korea Selatan (Dok. Istimewa)

Siapa yang menyangka ternyata mendengarkan musik di layanan streaming online dapat memberikan pengaruh buruk terhadap lingkungan? Meskipun layanan streaming online tidak menghasilkan limbah plastik, berbeda dengan kaset dan piringan hitam. Nyatanya layanan tersebut memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan emisi karbon yang merupakan penyebab terjadinya perubahan iklim.

KPop sebagai musik dengan penggemar yang besar menjadi penyumbang terbesar emisi karbon. Melihat hal tersebut penggemar KPop mencari cara untuk mengurangi peningkatan emisi karbon akibat streaming musik online.

Komunitas penggemar KPop, Kpop4planet melakukan kampanye “Streaming Heating Melting” dengan tujuan sebagai terciptanya streaming musik yang lebih ramah lingkungan. KPop 4  Planet meminta perusahaan aplikasi streaming musik Korea Selatan mengumumkan rencana penggunaan 100% energi terbarukan (renewable energy).

Mereka mengadakan acara kampanye di Stadion Jamsil, Korea Selatan pada tanggal 18 Juni bertepatan dengan Dream Concert, salah satu konser KPop terbesar di Korea Selatan. Juru kampanye Kpop4planet mengundang penggemar KPop untuk mengambil foto di stan yang dirancang untuk konser dan mendesak mereka untuk meninggalkan pesan ulasan ke  Melon, sebuah platform streaming musik paling populer di Korea Selatan.

일론E|것|| 
Meldn - 
4 (여자)아이출 • 11 
매 이용권구매 
열본라운지 
이벤트 
일본차트 최신음악 장르음악 일본이 WETV 
스타포스트 매거진 유직어워드 어학 
1,9 
최신 일범 
원슈E|인 
전께 
김채연 (tripleS) 
수;국?卜0Ⅰ•晝 
가요 POP 
뉴께OE| 
거미. 김범수 
WE NEED 
LOVE 
"IAVC 
1 
NCT U 
n기E츠와 유기요 용할하는 
까함十묘 TTIOO' 만들기 0편트 
로그 인 
0 十일즈 알드리지전 500/0할인 
7월 24일 일요일까지! 
공지사항 
마이유직 
허원가입 
일본티켓 
여陋H하•기 
인기있어요 지금 이슈가 되는 아티스트의 인기 컨텐츠입니다. 
차트 
20220720 17而0 기준
Tampilan platform streaming Melon (Dok. Istimewa)

Seruan transisi sumber energi dari energi fosil menuju energi terbarukan dilakukan karena pusat-pusat data dari aplikasi streaming musik ini masih menyumbang emisi yang cukup signifikan untuk planet bumi.

Melansir dari Korea Times, berdasarkan data Mobile Index per Desember pada tahun 2021, Melon menjadi platfrom yang menguasai pasar streaming musik di Korea Selatan dengan angka 37.28%. Berikutnya ada Genie (19.24%), Youtube Music (19.22%), FLO (13.31%), dan VIBE (4.08%).

Tahun lalu Kpop 4 Planet sukses meluncurkan kampanye "No KPop on a Dead Planet", untuk mengatasi masalah limbah dari label KPop yang merilis terlalu banyak album. Sejak saat itu, label KPop merilis lebih banyak album yang ramah lingkungan. Salah satunya YG Entertainment yang menggunakan kertas ramah lingkungan yang disertifikasi oleh Forest Stewardship Council (FSC) untuk album BLACKPINK, WINNER, iKON, dan TREASURE. 

Juru kampanye Kpop4planet, Dayeon Lee mengatakan banyak melakukan diskusi untuk menyelamatkan lingkungan dari peningkatan emisi karbon

“Sudah banyak diskusi terkait limbah plastik album akhir-akhir ini. Lalu apa yang bisa aplikasi streaming musik berikan untuk menyelamatkan lingkungan dengan lebih serius? Untuk memastikan industri K-Pop lebih berkelanjutan, platform streaming dan label musik memerlukan kebijakan iklim yang lebih kuat," lanjut Dayeon. 

Beberapa platform musik global sudah melakukan kebijakan iklimnya, seperti Spotify telah merilis laporan aksi iklim mereka setiap tahun dan  memberikan informasi terkait emisi gas karbon ke publik.

Kakao Corp, pemilik Melon hanya memiliki rencana untuk mencapai emisi net zero per tahun 2040 untuk kendaraan dan kantornya. Rencana tersebut tidak termasuk pusat data, padahal musik korea saat ini adalah salah satu tren musik yang didengarkan penggemar seluruh dunia. Dari laporan Melon tahun 2021 dapat diperkirakan aplikasi streaming tersebut menghasilkan lebih dari 200,000 ton emisi gas rumah kaca.

Proses streaming terjadi pengulangan transmisi data saat  memutar lagu, hal ini membutuhkan energi setiap kali data di bertransmisi dari data pusat ke perangkat para pengguna. Ditambah, budaya Streaming party yang dilakukan penggemar KPop sebagai bentuk dukangan kepada idolanya. Streaming party adalah memutar lagu berulang secara massal, dikoordinasikan fandom untuk mempromosikan peringkat idola mereka dalam grafik musik daring.

Dayeon menambahkan Jika perusahan platform streaming paling populer di Korea Selatan bisa memenuhi permintaan tersebut dan melakukan rencana transisi energi, hal tersebut akan mengurangi kecemasan penggemar. Sehingga penggemar dapat mendukung idola mereka tanpa merasa merusak bumi.

Ancaman Kominfo bagi Beberapa Platform Sosial Media hingga Tanggapan Netizen

Ancaman Kominfo bagi Beberapa Platform Sosial Media hingga Tanggapan Netizen

Reporter Imam Muhammad Rizki; Editor Dani Zahra Anjaswari

Ilustrasi sosial media. (Freepik/@natanaelginting)

Di era digital ini adanya smartphone dan internet sudah menjadi suatu kebutuhan primer bagi masyarakat.

Bagaimana tidak hampir dari seluruh kegiatan masyarakat di Indonesia menggunakan smartphone untuk beraktivitas. Seperti alat jual beli, hiburan, hingga untuk belajar sekarang semua menggunakan media sosial meliputi WhatsApp, Google, dan Instagram.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Republik Indonesia berencana akan memblokir beberapa sosial media jika pihak platform tersebut tidak segera mendaftarkannya ke PSE.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah membuat permintaan kepada perusahaan digital untuk mendaftarkan perusahaan yang mengembangkan produk WhatsApp, Instagram, dan Google sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE).

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan menegaskan bahwa pendaftaran PSE tersebut dilakukan sepenuhnya untuk melindungi masyarakat Indonesia.

"Sebab, apabila tidak terdaftar dan ada masalah, bagaimana bisa melindungi para konsumen yang menggunakan layanan tersebut."

Kominfo menetapkan batas akhir pendaftaran PSE adalah hari ini Rabu 20 Juli 2022. Oleh karena itu, layanan PSE yang tidak melakukan pendaftaran di Indonesia hingga hari ini terancam diblokir oleh Kominfo.

Menanggapi adanya informasi tersebut perwakilan Google berencana akan segera mengambil tindakan dalam mematuhi aturan PSE lingkup privat.

"Kami mengetahui keperluan mendaftar dari peraturan terkait, dan akan mengambil tindakan yang sesuai dalam upaya untuk mematuhi."

Ilustrasi protes Netizen. (Freepik/@freepik) 

Meski sempat belum mendaftarkan seluruh layanannya di PSE, pada Kamis (21/7) Google terkonfirmasi telah terdaftar. Platform yang bergerak di bidang pengiriman pesan yakni WhatsApp, diketahui sudah lebih dulu muncul di halaman PSE Lingkup Privat di situs Kominfo, Rabu (20/7).

WhatsApp sendiri telah terdaftar sebagai platform di Sektor Teknologi dan Komunikasi dan tercatat dengan nomor 004994.06/DJAI.PSE/07/2022 (untuk versi web) dan 004994.05/DJAI.PSE/07/2022 (untuk versi mobile).

WhatsApp mendaftarkan dua situsnya yang berbeda, yakni alamat versi web dan alamat atau tautan untuk aplikasi mobile. Kemudian, WhatsApp mencantumkan alamat web web.whatsapp.com dan sebuah tautan yang mengarah ke halaman aplikasi Whatsapp di Apple Apps Store.

Sebelumnya, platform digital lain seperti Facebook dan Instagram juga sudah lebih dulu terlihat dalam daftar PSE asing. Kedua platform tersebut kompak melakukan pendaftaran PSE di hari yang sama, yakni 19 Juni 2022 siang.

Maka dengan langkah yang di ambil Meta Platforms ini, keempat platform digital yakni Google, Facebook, Instagram, dan WhatsApp sudah lengkap terdaftar di PSE Kominfo dan dalam kata lain, keempat platform itu sudah terhindar dari ancaman pemblokiran di Indonesia.

Sebelum pihak PSE asing ini mengambil tindakan untuk mendaftar, sudah ramai netizen Indonesia memprotes terkait kebijakan Kominfo yang akan memblokir perusahaan teknologi seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram jika tidak mendaftar sebagai PSE Lingkup Privat.

Netizen menganggap aturan ini mengancam privasi mereka sebagai pengguna platform tersebut. Netizen ramai membanjiri perkataan pakar keamanan siber sekaligus pendiri Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto yang menjelaskan dampak yang terjadi jika aturan tersebut diterapkan.

"Jika platform ini ikut mendaftar, maka mereka akan melanggar kebijakan privasi mereka sendiri dan privasi kita sebagai pengguna juga akan terancam," tulisnya.

Pembekalan Akhir KKN sebagai Kesiapan Pengabdian Masyarakat

Pembekalan Akhir KKN sebagai Kesiapan Pengabdian Masyarakat

Reporter Syahrul Rachmat; Editor Belva Carolina

PEMBEKALAN AKHIR KKN TAHUN 2022 
Penguatan Program Pengabdian Masyarakat 
yang Inovatif Menuju Rekognisi Global 
Pıof. Dr. Amany 
lubİs, MA 
Irjen. 
Hükm 
Dr. H. Sandiaga 
S. Una. BBA., MBA 
rthinus 
Mayor Jenderal 
M.şi. 
Karmin Suharna 
Dr. Wawan H. 
Purwanto, S.H.. M.H 
dan 
Auditorium 
HARUN NASUTION 
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 
senin, 25 Juli 2022
Pembukaan Pembekalan Akhir KKN Tahun 2022. (DNK TV/Arsyad)

Dalam rangka memupuk kesiapan mahasiswa yang akan menjalankan program KKN, Pusat Program Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Jakarta mengadakan acara Pembekalan Akhir KKN 2022 pada Senin (25/7) di Auditorium Harun Nasution dengan tema "Penguatan Program Pengabdian Masyarakat yang Inovatif menuju Rekognisi Global".

Acara ini dibuka oleh Yudi selaku Master of Ceremony dan dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Himne UIN Jakarta. Turut hadir Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis dan beberapa narasumber, seperti Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga S. Uno, Deputi Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara, Wawan H. Purwanto, Kasubdit Penelitian dan Pengembangan Masyarakat, Suwendi, Detasemen Khusus Anti Teror Polri, AKBP Maydra Eka Wardhana, Tenaga Ahli Pencegahan Radikalisme, Ekstrimisme, dan Terorisme Mabes Polri, Islah Bahrawi, dan Kepala PPM UIN Jakarta, Kamarusdiana.

Sebagai salah satu narasumber, Sandiaga S. Uno menyampaikan bahwa ia sangat mendorong mahasiswa untuk menjadi pelaku usaha.

"Kami di Kementerian Parekraf akan terus mendorong para pelaku usaha parekraf dari generasi muda sebagai calon pemimpin di masa depan dengan slogan 3G, Gercep (gerak cepat), Geber (gerak bersama), Gaspol (garap potensi online)," terangnya.

Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis berpesan kepada mahasiswa untuk tetap menjalankan moderasi beragama, terutama kepada masyarakat setempat.

"Pesan dari UIN Jakarta juga adalah kita melaksanakan moderasi beragama, moderasi beragama berarti kita membawa diri, sikap yang baik, yang moderat, kemudian bisa berkomunikasi baik dengan masyarakat, itu pun sudah menjadi moderasi beragama, ditambah dengan kita melaksanakan ibadah, ditambah kita melakukan aksi sosial, kepedulian, dan juga berkreasi itu sudah menjadi moderasi beragama." Tegasnya.

Saat diwawancarai oleh DNK TV, Amany juga berharap dengan adanya acara ini mahasiswa UIN Jakarta mempunyai bekal saat menjalankan KKN hingga akhir.

"Harapan saya KKN 2022 ini bisa menjadikan mahasiswa-mahasiswi UIN Jakarta punya bekal untuk mengabdi kepada masyarakat, untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, dan menjadi duta perubahan perilaku dalam penanganan Covid-19, sehingga nama baik reputasi UIN Jakarta semakin dikenal masyarakat dan kita tentu sukses dalam pelaksanaan KKN 2022," tambahnya.

Begitupun dengan Deputi Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara, Wawan H. Purwanto berharap mahasiswa dapat bergerak tertata secara sistematis dan mahasiswa juga mendapatkan feedback dari apa yang mereka lakukan kepada masyarakat.

"Harapan saya semoga setelah memperoleh pembekalan, maka di KKN nanti dia akan lebih tertata terstruktur sistematis dalam langkah-langkah ketika terus bergerak di masyarakat lokal, di mana dia berada dan diharapkan dia tetap akan mendapatkan input, output, maupun feedback sehingga akhirnya menjadi ilmuwan yang konversif yang bisa menerapkan ilmunya secara berkesinambungan ditambah dengan kondisi lapangan yang ada sehingga dia tidak bekerja di ruang hampa tapi bekerja di sebuah komunitas sosial yang nyata adanya."

Para mahasiswa dan jajaran dosen yang menghadiri Pembekalan Akhir Tahun 2022. (DNK TV/Arsyad)

Ketua Kelompok 66 KKN Reguler, Ralfy Ryunanda menuturkan bahwa persiapan program kerja maupun perizinan dari desa dan kecamatan telah disiapkan dengan matang.

"Dari segi persiapannya sendiri insyaallah kita udah 100% siap karena kita juga udah ngantongin izin dari kecamatan dan juga kantor desa terus juga buat tempat tinggal kita udah semua siap izin-izin untuk mengajar segala macam prokernya juga kita udah siap insya Allah dengan izin-izin yang tadi saya sebutkan 100% siap."

Di tengah acara, PPM UIN Jakarta menghadirkan mahasiswa dari Universitas Hindu Negeri Bali dan mendapatkan sambutan meriah dari para mahasiswa UIN Jakarta. Begitu pun Wawan H. Purwanto memberikan penampilannya dengan menyanyikan beberapa lagu serta memainkan saksofon untuk memeriahkan akhir dari acara Pembekalan akhir KKN tahun 2022.

Citayam Fashion Week, Bentuk Perlawanan dan Representasi Kota Multikultural?

Citayam Fashion Week, Bentuk Perlawanan dan Representasi Kota Multikultural?

Reporter Muhammad Rizza Nur Fauzi; Editor Belva Carolina

Suasana Citayam Fashion Week. (Instagram/@dhuwdhuwdhuw)

Belakangan ini, istilah Citayam Fashion Week kerap ramai diperbincangkan oleh masyarakat luas, khususnya di media sosial. Panggung ini diciptakan oleh para remaja Citayam, Depok, dan Bojong Gede, Bogor yang sering berkumpul di Jalan Jenderal Sudirman, Dukuh Atas, dan Jakarta Pusat dengan memakai pakaian street style yang cukup modis.

Tak hanya remaja Citayam dan Bojong Gede, remaja lain dari Bekasi hingga penjuru DKI Jakarta pun kerap berkumpul di kawasan tersebut, menjadikan Terowongan Kendal, Stasiun Dukuh Atas, dan Jalan Jenderal Sudirman sebagai tempat untuk jalan-jalan dan bermain.

Dilihat dari akun Instagram @dhuwdhuwdhuw pada Senin (18/7), terdapat beberapa postingan yang memotret wilayah Jalan Jenderal Sudirman penuh dengan remaja berkumpul dengan kelompoknya masing-masing dengan pakaian street style yang cukup menarik perhatian. Ada yang memakai hoodie, ikat kepala, topi, jeans dengan bordiran besar, kemeja yang dilipat, dan juga kacamata.

Tak sedikit fotografer yang sengaja datang ke wilayah tersebut untuk berlomba memotret gaya mereka. Mereka meminta para remaja SCBD untuk bergaya seperti menyebrangi zebra cross, berjalan di trotoar, atau bergaya ekspresif dengan latar belakang gedung yang tinggi.

Ramainya fenomena ini di media sosial mengundang berbagai macam komentar dari netizen Indonesia, salah satunya pemilik akun TikTok bernama @varesasenio yang memberikan komentar positif atas unggahan video yang menayangkan aksi Citayam Fashion Week pada akun TikTok bernama @syaslash yang diunggah pada Minggu (17/7).

"Gapapa dah daripada tawuran, balap liar, mending gini dah asal gak merugikan orang lain," ungkapnya.

Selain itu, tak sedikit pula netizen yang memberikan komentar negatif atas fenomena tersebut, salah satunya pemilik akun TikTok bernama @telurpuyuhoriginal pada video yang diunggah oleh akun TikTok @tempo.co pada Senin (18/7).

"Bikin macet saja di negara sendiri", ujarnya.

Namun disadari atau tidak, apa yang telah dilakukan oleh para remaja SCBD tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap narasi kemapanan dan standar kelayakan masyarakat yang disampaikan melalui fashion. Mereka datang ke tempat yang dicitrakan sebagai metropolitan dan selama ini dikesankan milik high class.

Sosiolog dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Asep Suryana menilai bahwa remaja-remaja tersebut merupakan anak-anak generasi kedua. Orang tuanya memiliki keterbatasan dalam ekonomi sehingga kurang mampu untuk membeli rumah di Jakarta, dan terpaksa memilih untuk tinggal di daerah pinggiran seperti Citayam.

Saat menempuh Program Pascasarjana Sosiologi di Departemen Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia tahun 2006, Asep membahas Citayam dalam tesisnya yang berjudul “Suburbanisasi dan Kontestasi Ruang Sosial di Citayam, Depok”.

Asep menjelaskan bahwa remaja Citayam ini merupakan kaum bawah yang berasal dari pelosok dan harus diterima di Dukuh Atas, tempat yang didominasi dengan stigma modern dan bersih. Namun, Asep meminta agar masyarakat tidak memberikan stigma buruk kepada mereka, melainkan memfasilitasinya dengan baik karena mereka juga memerlukan masa depan.

Stigma negatif yang diberikan kepada remaja-remaja tersebut seharusnya direkayasa supaya bergeser. Mereka harus mengakomodasi dari tempat mainnya, kegiatan, dan lainnya. Mereka butuh pengembangan diri, kalau gagal, kemungkinan mereka bisa jadi calon preman.

Sejumlah remaja pada ajang Citayam Fashion Week. (Instagram/@dhuwdhuwdhuw)

Sementara itu, fenomena ini juga dapat dinilai memiliki keunikan sebagai hal positif untuk membawa Jakarta sebagai kota multikultural. Layaknya kota elit di dunia, keberagaman fashion, bahasa, hingga tempat berekspresi sepatutnya ada di Jakarta.

Menurut pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Rissalwan Habdy Lubis, Jakarta sudah seharusnya memiliki ruang publik untuk berekspresi, khususnya bagi generasi muda. Fenomena SCBD juga tidak sebatas remaja datang dan menikmati suasana Ibu Kota. Hal ini juga dapat mendorong Pemrov DKI Jakarta untuk memaksimalkan potensi dari generasi muda. Misalnya, mengadakan pentas skala kecil.

Terdapat tiga faktor dalam fenomena remaja SCBD, yaitu faktor penarik, pendorong dan mobilitas. Faktor penariknya adalah Jakarta sedang berbenah, mulai banyak memiliki public space. Hal itu menjadi daya tarik banyak orang, termasuk generasi muda dari pinggiran Ibu Kota.

Lalu, faktor pendorong lebih ke ekspektasi anak muda untuk menjadi bagian dari wilayah Ibu Kota. Seperti, bekerja atau menjadi warga Jakarta. Menurutnya, permasalahannya adalah banyak remaja SCBD yang tidak mempunyai karakteristik budaya yang sama dengan warga perkotaan.

Sementara itu, menyoroti faktor mobilitas, Rissalwan mengapresiasi perhatian Pemprov DKI terhadap akses transportasi yang semakin mudah dan murah. Namun, faktor yang membuat viral fasilitas tersebut ialah momentum libur sekolah.

Melansir dari Antara News, Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta memberikan tanggapan bahwa fenomena Citayam Fashion Week tersebut memerlukan pembinaan agar lebih terarah. Alasannya, kawasan Dukuh Atas atau yang berada dekat Stasiun Sudirman City itu merupakan kawasan lalu lintas yang juga banyak kendaraan lalu lalang.

"Pemberian edukasi, pemberian pemahaman bahwa ruang ketiga harus dibuat sedemikian rupa sehingga mereka nyaman", kata Kepala Dinas Kebudayaan DKI Iwan Henry Wardhana, dilansir dari Antara News pada Selasa (19/7).

Ia menilai peragaan busana atau dikenal "Citayam Fashion Week" itu merupakan sebuah fenomena baru dari aktivitas generasi muda dalam pengembangan ekspresi dari sisi kesenian. Untuk itu, ia tidak ingin kegiatan ekspresi anak muda itu ditindak.

Mengenai fenomena ini, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pun memberikan tanggapan. Ia menjelaskan bahwa ruang ketiga yang sudah dibangun tersebut memang disediakan sebagai ruang yang menstaterkan.

Jalan Sudirman dengan trotoar selebar itu tidak hanya diperuntukkan kepada masyarakat menengah ke atas dan pekerja wilayah itu saja, melainkan siapa pun, termasuk warga Jabodetabek lainnya bisa menikmati wilayah tersebut dengan pemandangan gedung-gedung tinggi yang ada. Bahkan Anies berujar, demokrasi itu terjadi di tempat ini, siapa saja bisa menikmati, dan ketika membangun dikerjakan tidak sendiri, tapi berkolaborasi.

Iis Indrawati, Kejar Mimpi di Tengah Gempuran Pernikahan Anak

Iis Indrawati, Kejar Mimpi di  Tengah Gempuran Pernikahan Anak

Reporter Latifatul Jannah Editor  Tiara De Silvanita

Anak Sekolah Dasar 1 Mekarmanik sedang memperhatikan materi dari pilar pendidikan kejar mimpi Tangerang Selatan pada Senin, (18/7). Dokumen Istimewa.

Pendidikan adalah salah satu kunci perkembangan menuju perubahan untuk generasi yang akan mendatang, namun fakta berbicara kualitas pendidikan indonesia masih jauh dari kata sempurna. Putus sekolah sudah dianggap biasa apalagi di pedesaan. Belum lagi persoalan pernikahan anak di bawah umur melahirkan pola pikir mewajarkan di kalangan orang tua. Maka tidak heran Indonesia menduduki peringkat ke-2 di ASEAN dan peringkat ke-8 dunia dalam kasus pernikahan anak.

Pernikahan anak menjadi salah satu permasalahan sosial yang pelik di Indonesia, kompleks serta multi dimensi. Hal ini menunjukkan, bahwa kebijakan saja belum cukup untuk menekan laju perkawinan anak.

Diperkuat dengan data dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) BPS tahun 2017 yang menunjukkan presentase perempuan berusia 20-24 tahun yang sudah pernah menikah di bawah usia 18 tahun sebanyak 25,71 persen.

Desa Cimuli, Mekarmanik Lebak Banten bukti nyatanya, tertinggal dari segi pendidikan dengan fasilitas serba kurang membuat 70% generasinya putus sekolah di bangku Sekolah Dasar (SD).

“Dari 10 anak SD, hanya dua atau tiga yang melanjutkan pendidikan hingga SMP dan SMA. Sehingga menghasilkan generasi serba nanggung, “Bisa baca namun gak bisa baca, maksudnya adalah mereka tahu cara bacanya namun tidak paham akan makna dan urgensinya,” ungkap Ketua RT 01 RW 01 Cimuli Hilir, Madrais saat diwawancarai reporter DNK TV.

Madrais menganggap  pengabdian yang dilakukan 18 Juli hingga 23 Juli 2022 oleh Kejar Mimpi Mengabdi Tangerang Selatan sangat tepat sasaran. Ia berharap menjadi awal pendobrak stigma warga lokal. Melalui tema “Mimpi Untuk Anak Negeri” dengan tiga pilar utama yaitu pendidikan, ekonomi, dan kesehatan lingkungan sehingga dapat menjadi fondasi bagi generasi di sini.

Iis Indrawati satu-satunya perempuan yang melanjutkan pendidikan hingga kuliah di desa Cimuli.

Seperti ikan yang melawan arus, air yang deras pun tak menjadi penghalang untuk mundur. Iis Indrawati, perempuan tangguh dengan hati yang teguh dan satu-satunya pemuda saat ini di desa Cimuli yang memiliki impian bersekolah.

“Hanya Iis (panggilan akrabnya) yang memiliki tekad yang besar untuk melanjutkan pendidikan walaupun gak ada dukungan dari siapapun,” tegas RT Cimuli Hilir tersebut.

Kepala Desa Mekarmanik, Aliyudin juga menambahkan “Saat pertama ke Jakarta bahkan Iis hanya bawa uang 30 ribu, dari segi logika gak masuk akal kan sebenarnya,” ungkapnya.

“Melihat kaka-kaka kelas yang melanjutkan kuliah dengan pengalaman yang beragam rupa membuat aku pengin seperti mereka, dari awal masuk SMA aku sudah bilang keinginan itu ke bapak. Bapak akan siap mendukung  sepenuhnya, namun saat kelas 2 SMA qadarullah bapakku meninggal, karena bapak dari awal support system aku, disitu membuat hati hancur dan mimpipun lebur. Sehingga aku berpikir ‘Ya Allah, Iis bisa ga sii menggapai cita-cita yang kemarin sudah diceritakan ke bapak’,” rintih Iis saat bercerita kepada DNK TV.

“Di penghujung kelas 3 SMA, kuliah seperti mustahil adanya, karena mindset Ibu sama dengan mayoritas masyarakat sini, namun hal itu tidak membuat aku down,” sambung Iis.

Setelah gagal 2019 dengan berbagai jalur yang ada, ternyata 2020 pun belum ada kabar gembira, di tahun terakhir akhirnya membawa nyawa bagi mimpi yang sudah tertanam lama, dengan mengumpulkan uang untuk biaya ujian selama gapyear, kerja full setiap hari dan selalu bangun jam 2 pagi dan tetap diselingi belajar, akhirnya perjuangan Iis terbayarkan sudah.

Pada 2021 Iis lolos di Universitas Negeri Jakarta dengan Program Studi Ilmu Keolahragaan sesuai dengan impian yang sudah lama didambakannya sejak menduduki bangku Sekolah Dasar.

Kegalauan Iis muncul kembali tatkala memimikirkan dari mana biaya kuliahnya. Namun usaha tidak mengkhianatai hasil, “Seminggu setelah itu pengumuman Kartu Indonesia Pintar, sangat beruntung rasanya aku dinyatakan lolos setelah kata gagal tak henti-hentinya sebelumnya,” tutup Iis dengan senyum diwajahnya.

Pemilik juara 3 nasional tenis meja dalam ajang pekan olahraga pesantren nasional perwakilan Banten itu berharap semoga bisa berkembang melebihi orang tua, baik dari segi ekonomi, pengetahuan, dan tentu juga pemikiran. Sehingga dengan uang yang Ia punya, ilmu yang dimiliki, dan pengalaman yang ditempa sebelumnya dapat menjadi kunci untuk memberi manfaat dan dapat mengubah yang buruk menjadi lebih baik di desa Mekarmanik.

300 Anak Muda Sepulau Jawa Tuntut Pemerintah Serius Tangani Krisis Iklim

300 Anak Muda Sepulau Jawa Tuntut Pemerintah Serius Tangani Krisis Iklim

Reporter Ahmad Haetami; Editor  Tiara De Silvanita

Anak muda berkumpul dan membawa poster menyuarakan kegelisahan dampak krisis iklim (Dok. Istimewa)

300 anak-anak muda se-Pulau Jawa menuntut keadilan iklim dan transisi energi berkeadilan dengan berjalan dari Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga di Senayan, Jakarta hingga Gedung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, pada Kamis, (21/7).

Anak-anak muda yang datang dari 6 provinsi di Pulau Jawa, di antaranya Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, dan Jawa Timur, itu mengikuti pawai "Youth20ccupy”, aksi kreatif bagian dari kegiatan Java Youth Camp: Youth20ccupy, Voice of the Future di Depok, Jawa Barat pada, (20/07).

Berdasarkan laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) terbaru, saat ini dunia tengah mengalami bencana akibat krisis iklim yang mengakibatkan krisis pangan, menghambat pertumbuhan ekonomi, menyebabkan krisis kesehatan, hingga menelan korban jiwa.

Perempuan dan kelompok marginal lainnya juga terdampak melalui makin tajamnya ketimpangan dari bencana ini. Pemerintah Indonesia terus membiarkan eksploitasi alam yang masif, memberi solusi palsu atas krisis iklim ini dengan jargon-jargon, dan menetapkan kebijakan yang hanya menguntungkan industri ekstraktif. Masyarakat, termasuk generasi muda, menerima imbas buruk atas keserakahan pemerintah dan industri.

Peserta Java Youth Camp, Taufik Ramawijaya mengatakan isu perampasan lahan sering dialami masyarakat adat termasuk di daerah asalnya di Sulawesi Barat.

"Saat ini, ruang hidup di daerah asal saya terancam akibat kehadiran tambang emas. Isu perampasan ruang hidup juga sering dihadapi oleh masyarakat adat lainnya, seperti teman adat di Toba yang berkonflik dengan TPL, lalu perampasan ruang yang dialami masyarakat Bara Baraya, Makassar. Perampasan ruang hidup itu masalah kompleks, jadi pemerintah tidak bisa sekadar bicara uang, ketika tempat tinggal kita dirampas karena ruang hidup itu terkait budaya, adat istiadat, cara mengakses kehidupan, termasuk keterikatan manusia dan alamnya,” ujar Rama.

Pawai Youth20ccupy (Dok. Istimewa)

Solusi dari permasalahan krisis iklim yang sistematis ini dapat terbantu dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat di akar rumput, untuk bisa menyuarakan isu krisis iklim dan kerusakan lingkungan di forum-forum Internasional, salah satunya Forum Youth of Twenty (Y20) yang tahun ini dilaksanakan di Jakarta dan Bandung.

Alih-alih Y20 inklusif dan bisa mempresentasikan keresahan anak muda, ia malah tertutup terhadap pemilihan delegasi dari Indonesia dan pada akhirnya menjadi forum yang melanggengkan hegemoni negara-negara G20 yang bawa dampak buruk bagi negara-negara berkembang di dunia. Aspirasi anak muda korban industri ekstraktif sama sekali tidak terdengar.

Di akhir pawai Youth20ccupy, anak-anak muda mendeklarasikan tuntutan bersama kepada pemerintah agar menunjukkan komitmen penuh dalam memprioritaskan penanggulangan krisis iklim dengan pengawalan dan sistem pemonitoran yang transparan dan inklusif, menyusun kebijakan krisis iklim yang bebas dari kepentingan politik praktis yang berbasis partisipasi masyarakat yang inklusif, partisipatif, representatif, dan adil gender.

Selain itu, menuntut mewujudkan energi bersih berkeadilan yang menjunjung tinggi hak asasi manusia, hak-hak perempuan, hak asasi lingkungan dengan mempertahankan kearifan lokal dan berdasarkan kebutuhan masyarakat, serta melakukan transformasi sistem ekonomi menjadi berbasis kedaulatan rakyat.