Manipulasi dan Kebohongan Dibalik Rokok Elektronik

Manipulasi dan Kebohongan Dibalik Rokok Elektronik

Reporter Indi Azizi; Editor Ahmad Haetami

Sesi “Manipulasi dan Kebohongan Dibalik Rokok Elektronik”.  (YouTube/KPM TV)

Dalam rangka memperingati hari tembakau sedunia tahun 2022. Indonesia Youth Council For Tobacco Control (IYCTC) mengadakan kegiatan Indonesia Youth Summit on Tobacco Control (IYSTC) 2022. Kegiatan yang diadakan melalui Zoom Cloud Meeting ini dihadiri oleh 500 lebih kaum muda seluruh Indonesia dan aktivis lingkungan.

IYSTC menghimpun suara kaum muda dan menyuarakan kemajuan pengendalian konsumsi tembakau di Indonesia. Dalam acara tersebut, terdapat beberapa topik yang dibahas salah satunya yaitu ”Manipulasi dan Kebohongan Dibalik Rokok Elektronik”

Indonesia belum sepenuhnya bebas dari ancaman rokok, kalangan muda masih menjadi target industri dan dijadikan perokok pengganti yang dilakukan secara manipulatif.

Narasumber dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Muhammad Bigwanto menjelaskan bahwa jika dilihat di pasaran, variasi rasa pada rokok elektronik memang sangat banyak dan jika dibandingkan dengan rokok konvensional memang terkesan mirip.

”Ini menjadi masalah yang sangat serius karena mayoritas mengandung zat berbahaya yang menyebabkan kecanduan pada anak-anak,” jelas Bigwanto.

Saat ini perusahaan rokok konvensional juga ikut terlibat dalam perusahaan rokok elektronik dan memiliki merk-merk sendiri yang dijual di pasaran, citra yang disuguhkan pada rokok elektronik seolah merupakan produk yang aman karena bukan dihasilkan dari industri rokok konvensional.

Pemaparan materi oleh Muhammad Bigwanto. (YouTube/KPM TV)

Selain itu, Bigwanto juga mengatakan, hal yang lebih mengkhawatirkan lagi di kalangan anak muda saat ini banyak dari mereka selain mendapatakan dari seseorang, juga ada dari online shop yang ikut berkontribusi untuk mendapatkan produk tembakau ini.

Manipulasi rokok tidak akan berubah dari masa ke masa, ditambah adanya teknologi baru media digital yang berhasil memaksimalkan jangkauannya. Maraknya penggunaan rokok elektronik saat ini juga diperparah dengan tidak adanya regulasi yang sebenarnya saat ini sangat dibutuhkan. Adanya regulasi supaya dapat membatasi beredarnya rokok elektronik yang saat ini semakin marak digunakan.

Bigwanto mengatakan, jumlah anak muda yang menggunakan rokok elektronik terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2016 ada sekitar 1.2% pengguna rokok elektronik berusia 10-18 tahun. Dan jumlah ini terus meningkat pada tahun 2018 menjadi 10.2%. Hal ini menunjukkan bahwa produk ini benar-benar harus diregulasi dan bersama-sama mencegah salah informasi yang menyebar di masyarakat.

Fanatisme : Ngebela Idol Ujungnya Abuse of Power

Fanatisme : Ngebela Idol Ujungnya Abuse of Power

 Reporter Nura Inayatus Sa’adah; Editor Ahmad Haetami

Safa space 
Sabrina... 
Host 
Girey a 
Speaker 
PROTEC... 
Co-host 
cipa 
Speaker 
minty... 
Co-host 
Bby( 
Speaker 
keiW a 
Speaker 
ren * jf... 
Speaker
Safa Space Twitter. (Twitter/@aiyuyeyooo)

Safa jadi trending Twitter sejak Rabu (18/05) malam setelah ada perseteruan dengan NCTzen (nama penggemar boygroup NCT) dalam Safa Space Twitter yang berlangsung 2,5 jam.

Awal adanya Space ini untuk menindaklanjuti Safa yang terus-terusan mengujar kebencian terhadap dua member NCT Dream, yaitu Na Jaemin dan Huang Renjun.

Beberapa NCTzen minta Safa untuk membuat video permintaan maaf dan surat bermaterai. Selain itu, orang tua Safa juga diminta untuk masuk ke dalam video permintaan maaf.

Permintaan tersebut pun ditolak oleh Safa, karena dia menganggap hal tersebut melanggar privasinya. Penolakan Safa ini menimbulkan reaksi panas dari beberapa penggemar yang bergabung dalam Space, salah satunya akun Twitter bernama Berflowerrr.

“Tidak ada privacy namanya untuk pelaku kejahatan. Paham enggak, kamu itu belajar hukum dulu. Kamu itu sudah melanggar UU ITE. Safa, saya ini perwakilan Na Jaemin dan Huang Renjun. Saya sudah panggil advokat saya untuk bawa kasus ini ke meja hijau. Jadi kamu jangan macam-macam, ya,” ujar Berflowerrr.

@igotsaf 
Halo this is safa again! 
Ini adalah beberapa cuitan jahat 
yang aku tulis untuk jaemin dan 
beberapa yg lain juga untuk renjun. 
Setelah merefleksikan segala 
kesahalan atas apa yg aku perbuat, 
membuat kegaduhan antar fandom, 
me set-up idolku sendiri, i sincerely 
want to apologize.
Cuitan Safa setelah berlangsungnya Space. (Twitter.com/@igotsaf)

Jadi Ajang Abuse of Power?

“Kamu ayahnya polisi, tugasnya di mana? Coba bilang sama aku, adekku juga polisi, dan calon suami saya juga kakaknya polisi, dia Kapolda. Saya bisa bilang untuk pindahin ayah kamu yang jauh atau minta turunin pangkatnya juga bisa. Hati-hati, Nak, kamu kalau bertindak.”

Keadaan dalam Space makin panas, Berflowerrr juga sebut dirinya aktivis HAM, dan memiliki dosen seorang Kader Partai Golkar.

Ancaman dari Berflowerrr ini merupakan penyalahgunaan kekuasaan atau yang biasa disebut dengan Abuse of Power. Hanya karena merasa dirinya memiliki kekuatan, Berflowerrr menggunakan kekuatan tersebut untuk mengancam dan menindas orang lain demi kepentingan pribadi. Adanya ketimpangan relasi kuasa ini tentunya hal yang salah.

Terlebih, umur Berflowerr yang 29 tahun dan Safa yang lebih muda 10 tahun darinya turut memperlihatkan ketimpangan kuasa dan rasa untuk Berflowerr berkemungkinan melakukan intimidasi sangat terbuka.

Fanatisme Berlebihan Fans KPop

Adanya penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Berflowerrr juga didorong oleh sikap fanatisme.

Fanatisme sendiri adalah perilaku yang menunjukkan ketertarikan terhadap sesuatu secara berlebihan. Rasa suka berlebihan yang dimiliki Berflowerrr terhadap Na Jaemin dan Huang Renjun, membuat dia membela idolanya mati-matian.

Apakah semua penggemar KPop seperti itu? Apakah mereka akan selalu membela mati-matian saat tahu idolanya dihina?

Jawabannya adalah tidak. Tidak semua penggemar akan membela mati-matian idola ketika dihina, tidak juga semua penggemar memiliki sikap fanatisme.

Penggemar pun akan memberi reaksi yng berbeda-beda terhadap oknum haters yang mengeluarkan ujaran kebencian.

Kasus Safa dan Berflowerrr ini kebetulan menunjukkan bahwa fanatisme bisa sebegitu menjaringnya dalam diri seorang KPopers.

Tiap KPopers sebenarnya bisa mengontrol sikap fanatismenya tergantung pola pikir masing-masing.

Fanatisme ini bukanlah hal yang sepele. Bahkan sikap fanatisme bisa membawa keburukan kepada seseorang. Maka dari itu, sebagai seorang penggemar ada baiknya menyukai idola dengan secukupnya. Selain itu, berpikir dewasa pun tetap dibutuhkan dalam mengidolakan seseorang agar tidak membawa kita ke dalam sikap fanatisme tersebut.

Bappeda Jakarta Sosialisasi TPB/SDGs, Pentingkah Pembangunan Berkelanjutan?

Bappeda Jakarta Sosialisasi TPB/SDGs, Pentingkah Pembangunan Berkelanjutan?

Reporter Syifa Indah Lestari; Editor Latifahtul Jannah

Sambutan dari Sekretariat SDGs Provinsi DKI Jakarta, Yahya Zakaria. (DNK TV/Syifa Indah Lestari)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta mengadakan Sosialisasi Penyusunan Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), sosialisasi ini dilaksanakan di ruang Zoom Cloud Meetings yang dihadiri oleh beberapa institusi pada Kamis, (19/05).

Manajer Pilar Pembangunan bagian Hukum dan Tata Kelola, Yahya Zakaria memaparkan bahwa pelaporan TPB/SDGs ini bukan hanya sekedar dokumen saja, akan tetapi sebagai suatu pengikat komitmen yang dimana seluruh pihak dapat ikut serta dalam berkontribusi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Selain itu, di dalam sosialisasi ini juga menjelaskan bahwa adanya tujuan TPB/SDGs yang membaik serta ada juga tujuan yang masih menantang.

Sekretariat TPB/SDGs bidang sosial, Andini, berkata bahwa survei yang dilakukan melalui Google Formulir digunakan sebagai alat pemantauan dan evaluasi TPB/SDGs. Alat pemantauan tersebut mempunyai beberapa formulir yang dapat di isi sesuai dengan tujuannya masing-masing.

Pemaparan materi Annisa Utami Kusumanegara. (DNK TV/Syifa Indah Lestari) 

Sekretariat TPB/SDGs Provinsi DKI Jakarta di bidang lingkungan, Annisa Utami Kusumanegara melalui DNK TV mengatakan pembangunan berkelanjutan berorientasi untuk jangka panjang.

“Pembangunan berkelanjutan berusaha melihat pembangunan bukan saja tentang growth atau pertumbuhan ekonomi tetapi juga melihat aspek-aspek yang lebih luas yang lebih komprehensif, melihat bagaimana sisi manusianya dan tentu juga sisi lingkungannya jadi melihatnya dalam kacamata yang lebih komprehensif, lebih holistik, jadi sesuatu yang kita lihat in the long-term,” jelas Annisa.

Selaras dengan yang disampaikan Annisa tujuan dari pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang menjaga peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, pembangunan yang menjaga keberlanjutan kehidupan sosial masyarakat, pembangunan yang menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang menjamin keadilan dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Annisa melanjutkan TPB/SDGs DKI Jakarta juga mendukung tujuan SDGs secara global salah satunya sanitasi.

“Sebenarnya SDGs secara global, terdapat goals yang ingin dicapai di seluruh dunia, salah satu target TPB/SDGs DKI Jakarta misalnya sanitasi, kita ingin mencapai goals tentang sanitasi supaya sanitasi itu menjadi layak. Maka untuk melihat indikator secara internasional sudah ada satu set indikator dan target yang ingin dicapai,” sambungnya.

Bappeda juga berharap agar semua tujuan yang dijalankan oleh SDGs dapat tercapai.

“Dalam melaksanakan TPB/SDGs, Bappeda berharap supaya semua goals SDGs yaitu 17 goals itu bisa tercapai sebelum tahun 2030. Jadi, kita mengupayakan agar bisa mencapai zero goals. Jadi semua indikatornya tercapai sebelum 2030 dan berharap itu semua bukan sekedar angka, akan tetapi proksi-proksinya betul-betul mencerminkan bagaimana masyarakatnya, bagaimana kondisi lingkungan, sosial, ekonomi, dan sebagainya,” tutup Annisa.

Fdikom Gelar Halalbihalal, Purnabakti Juga Diundang

Fdikom Gelar Halalbihalal, Purnabakti Juga Diundang

Reporter Muhammad Fajrul; Editor Latifahtul Jannah

Pembacaan ayat suci Al-Quran. (DNK TV/ Muhammad Fajrul)

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) mengadakan acara halalbihalal dengan tema “Meningkatkan Mutu Dosen” yang bertujuan untuk membangkitkan semangat dosen setelah vakum tidak bertemu setelah 2 tahun di ruang teater Fdikom UIN Jakarta pada Kamis (19/05).

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Arif Subhan mengatakan bahwa acara halal bihalal ini selalu penting karena menandai bagian dari kembalinya kita ke fitrah.

“Itu menandai satu babak baru dalam kehidupan, setelah selama sebulan penuh di bulan Ramadan kita diminta untuk bertaubat dan beristigfar. Pada ceramah yang pernah saya dengarkan bahwa taubat artinya “kembali”, dari sesuatu yang mungkin salah dilakukan kita mau kembali ke yang baik, itu namanya taubat, kemudian istigfar itu menutup semua kesalahan kita,” ujarnya.

Dekan Fdikom, Suparto dalam sambutannya mengatakan bahwa momentum hari ini adalah momen yang tepat untuk menyingkirkan semua pikiran kita yang senantiasa bicara tidak baik tentang manusia, kita dorong diri kita menjadi great minds atau alam pikiran besar.

“Eleanor Roosevelt istri dari presiden Franklin D. Roosevelt mengatakan bahwa ‘Great minds discuss ideas, average minds discuss events, small minds discuss people‘ atau pikiran besar itu akan selalu berdiskusi tentang ide-ide atau gagasan, alam pikiran yang sedang akan bicara tentang kejadian-kejadian, sementara alam pikiran yang kecil itu senantiasa membicarakan tentang orang. Seperti orang yang berumpi bicara tentang aib, kadang lidah kita tak sengaja membawa pada murka Allah,” ucapnya.

Ia melanjutkan, “Maka saya yakin momentum hari ini adalah untuk menyingkirkan semua pikiran kita yang senantiasa bicara tentang manusia, kita dorong diri kita menjadi great minds atau alam pikiran besar yang memikirkan tentang ide-ide.”

Foto bersama para civitas akademik Fdikom. (DNK TV/Muhammad Fajrul)

Suparto juga mengatakan bahwa acara halalbihalal yang bersifat offline baru diadakan kali ini karena merebaknya pandemi Covid-19 selama 2 tahun kebelakang.

“Acara halal bihalal yang bersifatnya offline memang baru kali ini. Tetapi untuk online kita sudah melaksanakannya di dalam 2 tahun kemarin.”

Ia menambahkan bahwa acara halalbihalal ini didesain tidak hanya sebagai acara temu civitas akademika, tetapi juga dihadiri oleh beberapa purnabakti dari tenaga kependidikan yang pernah bekerja di Fdikom.

“Alhamdulillah halalbihalal kali ini tidak hanya di desain sebagai acara temu seluruh civitas akademika, perwakilan dosen, dan mahasiswa, tetapi acara ini juga dihadiri oleh beberapa purnabakti dari tenaga kependidikan yang pernah bertugas di Fdikom. Demikian pula dengan beberapa staf dan juga karyawan yang pernah bekerja di Fdikom kita undang. Jadi tidak hanya untuk dosen tetapi juga ex-karyawan dan staff kita undang,” sambung Suparto.

Wakil Dekan Akademik, Siti Napsiyah mengatakan bahwa acara ini dikhususkan untuk Fdikom saja namun melibatkan para mantan tenaga kependidikan Fdikom

“Acara ini dikhususkan untuk Fdikom saja dikarenakan nama dari acara ini adalah “Halalbihalal Fdikom”. Cuma secara scope-nya melibatkan para mantan tenaga kependidikan yang sudah pensiun ataupun yang sudah dimutasi ke fakultas lain.”

Acara berlangsung dengan khidmat sampai dengan selesai dan diakhiri dengan berfoto dan makan bersama para civitas akademika Fdikom.

Suparto berharap komunitas Fdikom menjadi fakultas yang saling menguatkan satu sama lain menuju pada tujuan, mutu, dan visi fakultas.

“Komunitas Fdikom menjadi fakultas yang saling menguatkan satu sama lain menuju pada tujuan, mutu, dan visi fakultas. Sehingga Fdikom tidak akan bisa maju tanpa sumbangsih, peran, dan sinergi dari komponen-komponen yang ada di dalam fakultas dakwah dan ilmu komunikasi,” tutup Suparto.

AksiKebaikan Perjuangkan Kawasan Tanpa Rokok di UIN Jakarta

AksiKebaikan Perjuangkan Kawasan Tanpa Rokok di UIN Jakarta

Reporter Chandra Hermawan; Editor Dani Zahra Anjaswari

Idayogyiiah JE 
Matikan rokokmu 
bersihkan kampus 
dari puntung rokok 
Hentikan sebatmu 
mari tobat 
bersamaku 
Wujudkan 
UIN Jakarta 1000/0 
Kawasan Tanpa Rokok 
Matikan 
rokokmu, mari 
wujudkan World 
Class University 
bersamaku 
Hentikan sebatmu, 
mari hebat 
bersamaku 
Kampus tanpa rokok 
adalah impian 
mahasiswa
Aksi kebaikan UIN Jakarta bersama peserta. (DNK TV/Zharfan Zahir)

Komunitas aksi kebaikan UIN Jakarta menggelar aksi bersama dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman akan pentingnya menegakkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang bertempat di Lobi Fakultas Ilmu Tarbiyyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta pada Rabu (18/5).

Aksi ini sudah digelar sejak tahun 2018, selanjutnya pada tahun 2019 digelar 2 kali, dan kembali digelar pada tahun 2022 setelah pandemi Covid-19 mereda. Aksi ini dihadiri oleh beberapa mahasiswa dan organisasi di UIN Jakarta.

Ketua aksi kebaikan UIN Jakarta, Arya Saputra Ramadani mengatakan hal ini sesuai dengan Undang-Undang (UU) No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan yang terdapat pada pasal 115 untuk menjadikan kampus sebagai KTR.

“Mengingat UU No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan pada pasal 115 mengatakan bahwa KTR itu salah satunya tempat belajar mengajar yaitu perguruan tinggi juga termasuk di dalamnya.”

Ia berharap agar aturan bukan hanya sebagai regulasi tetapi aturan harus ditegakkan. Selain itu, masalah rokok harusnya menjadi hal yang fatal dan mahasiswa yang melanggar seharusnya diberi sanksi berat.

“Jika mahasiswa merokok di kawasan kampus, seharusnya mendapat sanksi berat sebab kampus merupakan KTR,” ujarnya.

Regulasi terkait larangan merokok di UIN Jakarta sebenarnya sudah diatur dalam kode etik mahasiswa maupun kode etik dosen tahun 2019. Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis juga sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor B/990/R/HK.00.7/08/2019 tentang Larangan Merokok di UIN Jakarta namun implementasi di lapangan masih jauh dari harapan.

Dalam Term Of Reference (TOR) acara ditulis bahwa ada tiga tujuan dari kegiatan yang dilakukan yaitu :

  1. Meningkatkan pemahaman peserta tentang dampak negatif rokok bagi lingkungan, terutama lingkungan akademik di universitas.
  2. Meningkatkan kesadaran peserta tentang dampak negatif rokok bagi kesehatan holistik seorang mahasiswa.
  3. Memberikan pemahaman langkah praktis mengambil bagian dan bersuara demi kenyamanan bersama dalam menempuh pendidikan di lingkungan yang sehat dan terbebas dari rokok.
Pencarian puntung rokok di sekitar UIN Jakarta. (DNK TV/Zharfan Zahir)

Dalam menyampaikan advokasi, salah satu strategi yang dilakukan oleh komunitas aksi kebaikan ini adalah menyampaikan keluh kesah seperti KTR. Komunitas ini juga memberikan solusi salah satu solusi yang diberikan yaitu merekomendasi kepada rektorat untuk memperkuat kode etik mahasiswa.

“Selain sebagai perbaikan aksi regulasi, kami aksi kebaikan juga menawarkan untuk menjadi satgas KTR dengan tujuan dapat bersinergi bersama rektorat untuk mewujudkan KTR di UIN Jakarta,” tutur Arya.

Peserta aksi, Afifah Meliulia menuturkan harapan dari aksi ini yaitu dapat memberikan perubahan bagi mahasiswa yang merokok.

“Semoga dengan adanya aksi ini kita semua juga bisa membangun kesadaran seluruh ahasiswa dan memiliki kemauan agar sadar bahwa kampus itu bukan kawasan yang diperbolehkan untuk merokok,” kata Afifah.

Setelah kegiatan aksi ini dilaksanakan, aksi kebaikan UIN Jakarta berencana akan menyelenggarakan webinar sebagai sosialisasi mereka dengan target seluruh mahasiswa UIN Jakarta. Selain itu juga, mereka akan menghadap kepada rektorat dan jajaran wakil rektor untuk bertemu langsung dengan tujuan mengadvokasi urgensi KTR di UIN Jakarta.

Konferensi Suara Kaum Muda : Setop Manipulasi Zat Adiktif Tembakau di Indonesia

Konferensi Suara Kaum Muda : Setop Manipulasi Zat Adiktif Tembakau di Indonesia

Reporter Arsyad; Editor Dani Zahra Anjaswari

Arsyad 2021 
M aya 
Aeshnina Azzahra Aqilani 
% Nabila Tauhida. 
anätasia_Wähyudi 
ula fitria 
abila Nadya 
Sarah Rauzana - GIDKP 
Jordan Vegard Ahar_Forum Aoak Kota Ambon
Konferensi pers online Indonesian Youth Council for Tobacco Control. (DNK TV/Arsyad)

Indonesian Youth Council for Tobacco Control (IYCTC) adalah koalisi kaum muda dari 43 organisasi di 20 kota atau kabupaten dalam upaya menyuarakan pengendalian zat adiktif produk tembakau di Indonesia dengan inklusif dan bermakna. Dalam rangka memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia tahun 2022 dan menghimpun suara kaum muda.

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan sebagai upaya strategis menyuarakan aspirasi kaum muda yang ditargetkan industri rokok untuk mendapatkan replacement smoker dalam keberlangsungan bisnisnya. Konferensi pers ini merupakan rangkaian acara awal untuk memberikan informasi dan mempromosikan kegiatan IYSTC 2022 yang akan dilaksanakan pada tanggal 21-22 Mei 2022 mendatang.

Dalam acara puncak ini juga akan menyuarakan agar pemerintah membatasi akses masyarakat untuk bisa mendapatkan zat aditif. Mereka berharap bisa mendapatkan lingkungan yang layak, lingkungan yang terbebas dari zat aditif.

host 
host 
Aeshnina Azzah... 
Aeshnina Azzahra Aqi.. 
Arsyad 2021 
SlJediatJ 
Start V ideo 
Sarah Rauzana 
• • 26 
Partic i pants 
Salsabila Nadya 
Share Screen 
Jordan Vegard Ahar_ 
Reactions 
Whiteboards
Pemaparan materi oleh Sekretasis Jendral IYTCT. (DNK TV/Arsyad)

Sekretasis Jendral IYCTC, Rama Tantra mengungkapkan bahwa industri rokok menargetkan anak muda untuk terjerat menjadi korban aditif produk rokok sehingga adanya edukasi dan pemahaman terkait permasalahan tembakau atau produk zat aditif tembakau.

“Acara IYSTC akan dihadiri 500 anak muda dari seluruh Indonesia dan 70 organisasi atau komunitas yang mau menyepakati suara bersama bahwa industri rokok menargetkan anak muda untuk terjerat menjadi korban aditif produk rokok dan mereka industri rokok tidak peduli sama sekali dengan masalah kesehatan dan masalah lingkungan yang ditimbulkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa output dari acara ini untuk melakukan advokasi guna mendorong adanya sebuah kebijakan yang komprehensif yang dapat meningkatkan kualitas hidup di masa depan.

Output acara dari ini adalah melakukan advokasi untuk mendorong adanya sebuah kebijakan yang komprehensif bahwa anak muda dan masyarakat butuh hak kesehatan mereka untuk meningkatkan kualitas hidup di masa depan,” kata Rama.

Rokok konvensional sendiri mempunyai partikel-partikel yang terbuat dari plastik seperti pada bungkus rokok maupun pada puntungnya yang dapat berubah menjadi mikro plastik dan bisa mencemari udara sehingga sangat berbahaya ketika kita menghirup udara.

Selanjutnya, rokok elektronik walaupun tidak mengandung partikel plastik tetapi baterainya sangat berbahaya sebab baterai tersebut terbuat dari zat kimia yang sulit untuk diurai sehingga dapat mencemari lingkungan. Liquid pada rokok elektronik juga dapat mempengaruhi kualitas udara, air, dan tanah.

Dengan demikian, pemerintah diharapkan untuk membatasi akses masyarakat untuk bisa mendapatkan zat aditif agar mendapatkan lingkungan yang layak, lingkungan yang terbebas dari zat aditif.

Jurnal Studia Islamika UIN Jakarta Lima Besar Terbaik Asia

Jurnal Studia Islamika UIN Jakarta Lima Besar Terbaik Asia

Reporter Raeihan Ramadhan; Editor Ahmad Haetami

Postingan PPIM UIN Jakarta. (Instagram/@ppim_uinjakarta)

Jurnal Studia Islamika terbitan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta berhasil meraih peringkat Quartile (Q1) lima terbaik jurnal ilmiah terbaik kategori studi-studi keagamaan (religious studies) untuk kawasan Asia versi pemeringkatan Scimago Journal and Country Rank.

Scimago Journal dan Country Rank adalah portal penyedia informasi peringkat jurnal-jurnal ilmiah internasional juga negara-negara asal.

Peringkat Q1 yang diraih Studia Islamika ini berdasarkan sejumlah komponen yang diperoleh selama 2021-2022, di antaranya skor 10 pada komponen h-index dan 0,193 pada perhitungan indeks keterkutipan. Kedua nilai ini meningkat dibanding periode sebelumnya dengan skor 9 dan 0,149.

“Buat kami di Studia Islamika, pemeringkatan ini semata-mata hal administratif. Penting tapi bukan satu-satunya ukuran keunggulan sebuah jurnal. Studia Islamika jadi salah-satu jurnal terbaik berarti bahwa manajemen jurnal ini sangat baik dengan tingkat keterbacaan (readership) dan pengaruh yang juga sangat baik,” ujar Direktur PPIM UIN Jakarta, Ismatu Ropi, saat diwawancarai tim DNK TV melalui WhatsApp.

Artikel di jurnal Studia Islamika. (https://journal.uinjkt.ac.id/)

Menurut Ismatu Ropi, tujuan terpenting adalah bagaimana kualitas isi dan artikel yang ada di dalam jurnal menjadi rujukan utama dalam studi Islam di Indonesia dan Asia Tenggara. Studia Islamika terus berupaya menerbitkan artikel yang memiliki kebaruan (novelty) baik isi maupun pendekatan.

Pihak PPIM UIN Jakarta berharap UIN Jakarta bisa memberikan ‘uluran tangan’ karena selama kurun empat tahun terakhir tak ada alokasi anggaran atau bantuan teknis lain seperti yang dilakukan di universitas lain terhadap jurnal-jurnal terbaiknya.

“Studia Islamika mendapatkan peringkat yang baik tahun ini hampir bisa dikatakan karena kerja keras dan dedikasi manajemen editorial sendiri,” ucap Ropi.

Berdasarkan perolehan ini Studia Islamika konsisten dan berdedikasi tinggi sesuai dengan misinya, menjembatani kesenjangan kajian keislaman di Indonesia dan dunia.

Meningkatnya Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak di Tangerang Selatan

Meningkatnya Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak di Tangerang Selatan

Reporter Ambarwati; Editor Belva Carolina

Ilustrasi kekerasan seksual. (Freepik)

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Tri Purwanto mancatat di Tanggerang Selatan sepanjang Januari 2022 menerima 25 laporan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal ini merupakan peningkatan sejak akhir tahun 2021 yakni 19 kasus.

Namun, tahun 2021 mengalami penurunan dari tahun 2020 dengan jumlah 179 kasus meliputi 68 kasus kekerasan pada perempuan dewasa dan 111 kasus kekerasan anak. Sementara 2021 jumlah kasus kekerasan seksual perempuan dan anak mencapai 217 kasus, meliputi 135 kasus kekerasan perempuan dewasa dan 82 kasus anak dewasa.

Tri Purwanto juga menyampaikan, Tangerang Selatan mengalami kasus kekerasan seksual terbanyak. Lalu, disusul kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kasus kekerasan pada anak-anak serta kekerasan melalui media digital.

“Faktor dari peningkatan kasus kekerasan, saya belum tahu dan mungkin karena sudah banyak masyarakat Tangerang Selatan yang berani lapor, tapi jenis laporan paling tinggi yakni kasus seksual 7 kasus, dan KDRT 5 kasus,” ujar Tri Purwanto.

Meskipun Tanggerang Selatan mengalami kenaikan jumlah kasus kekerasan pada tahun 2022. Tri Purwanto justru bersyukur, hal tersebut dapat membuat masyarakat berani untuk bersuara jika menjadi korban kekerasan fisik ataupun kekerasan seksual.

Ilustrasi kekerasan seksual. (Freepik)

Seperti yang terjadi di Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat. Inisial RR (43) mencekoki miras dan memerkosa H (7), tetangganya, dan aksi keji tersebut ketahuan setelah korban muntah-muntah dan pingsan dibawa ke rumah sakit. Pada saat pemeriksaan didapatkan luka dan cairan sperma di kemaluan korban.

Kejadian itu terjadi pada (25/2/2022). PR (pelaku) menjejalkan jenis minuman keras intisari terhadap korban, terjadi ketika Pelaku memanggil H (korban) ke dalam pos satpam yang sedang bermain pasir di area proyek perumahan.

Korban dijerat pasal 20 UU perlindungan anak dan terancam pidana penjara 5 hingga 15 tahun serta didenda maksimal 5 miliar.

Sementara, catatan dari Lingkar Studi Feminis (LSF), terjadi 99 kasus kekerasan seksual pada 2021 yang telah ditangani oleh pihaknya dari lima kampus besar di wilayah Banten.

Koordinator LSF, Eva Nurcahyani mengungkapkan, angka kasus akan selalu bertambah dengan seiringnya masa penerimaan mahasiswa baru atau masa Orientasi Mahasiswa.

Terjadinya kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak serta kasus KDRT membutuhkan upaya-upaya untuk menanggulanginya yaitu dengan upaya preventif dan upaya represif yang dilakukan oleh aparat Kepolisian dan P2TP2A Kota Tangerang Selatan bersama pihak-pihak terkait.

Hasil Thomas Cup 2022 : Indonesia Gagal Pertahankan Gelar, India Cetak Sejarah Baru

Hasil Thomas Cup 2022 : Indonesia Gagal Pertahankan Gelar, India Cetak Sejarah Baru

Reporter Rama Dhianti; Editor Belva Carolina

Tim Thomas Indonesia menjadi runner-up di kejuaraan Thomas Cup. (Twitter/@INABadminton)

Hasil final Piala Thomas Cup 2020 antara Indonesia vs India yang berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Minggu (15/5) berakhir dengan skor 0-3. Dengan demikian, hasil ini membuat Indonesia gagal dalam mempertahankan gelar juara dan harus puas di posisi runner-up untuk ketujuh kalinya di ajang kejuaraan Thomas Cup 2022.

Sebelumnya di babak semifinal, Indonesia bertemu dengan pemain Jepang. Pertandingan itu pun berlangsung dramatis. Sebab, penentuan siapa yang akan lolos ke final Thomas Cup 2022 ditentukan oleh partai kelima, yaitu Shesar Hiren Rhustavito.

Di awal, Indonesia sempat unggul 2-0 lebih dulu melalui kemenangan Anthony Sinisuka Ginting dan Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Tetapi, pada partai ketiga dan keempat Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang. Harapan Indonesia ada di pundak Shesar yang turun pada partai kelima. Namun, pada akhirnya Shesar berhasil menang straight game langsung dengan skor 21-17 dan 21-11. Dengan kemenangan Shesar ini, Indonesia berhasil mengalahkan Jepang dengan skor 3-2 dan berhasil mencapai babak final di ajang Thomas Cup 2022.

Dalam laga final Thomas Cup 2022, Indonesia harus mengakui keunggulan India terlebih dahulu melalui kekalahan Anthony Sinisuka Ginting di partai pertama. Ginting, pemain yang berusia 25 tahun itu berhasil dikalahkan oleh pemain asal India, yakni Lakshya Sen dengan rubber game 21-8, 17-21, dan 16-21 yang berlangsung selama 65 menit.

Pada jalannya pertandingan, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Ginting itu sebenarnya sudah unggul lebih dulu di set pertama. Banyaknya kesalahan sendiri yang dibuat oleh Sen membuat Ginting menang dengan skor cukup telak 21-8.

Di set kedua situasi berubah, Sen yang saat ini ada di peringkat ke 9 bermain lebih agresif dan tidak banyak melakukan kesalahan seperti di set pertama, skor berakhir 17-21.

Di awal set ketiga, Ginting mampu mengawali pertandingan dengan baik dengan unggul cepat di interval set ketiga 11-7. Namun, saat berganti lapangan Sen kembali bangkit dan membuat Ginting kewalahan menghadapi permainan dari Sen hingga Sen berhasil membalik keadaan menjadi 13-15. Kemudian Sen tampil makin percaya diri dan membuat Ginting, tunggal putra nomor 5 dunia itu akhirnya harus mengakui ketangguhan dari Sen. Sen menutup set ketiga dengan skor 16-21. Hasil itu pun membuat Indonesia dalam posisi tertinggal 0-1 dari India.

Di pertandingan kedua pada nomor ganda putra, Ahsan/Kevin juga kalah dalam duel rubber game melawan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dengan skor 21-18, 21-23, dan 19-21 dalam waktu 1 jam 13 menit.

Kedua pasangan itu terlibat dalam pertarungan duel ketat yang terjadi di awal set pertama. Ahsan/Kevin dan Rankireddy/Shetty saling kejar-mengejar angka, enam kali skor sama terjadi hingga akhirnya Ahsan/Kevin berhasil menutup interval set pertama 11-9. Selepas interval, Ahsan/Kevin mendapat lima poin beruntun dari 11-10 menjadi 16-10. Meski Rankireddy/Shetty sempat berhasil mengejar ketertinggalan menjadi 18-16, Ahsan/Kevin mampu mengamankan set pertama dengan skor tipis 21-18.

Memasuki set kedua, Rankireddy/Shetty mengawali pertandingan dengan sangat baik hingga Ahsan/Kevin tertinggal di interval dengan skor 6-11. Usai interval, Ahsan/Kevin bangkit dan mampu membalikkan kedudukan menjadi 20-17. Namun, secara mengejutkan Ahsan/Kevin mampu dikalahkan oleh Rankireddy/Shetty dengan skor 21-23 di set kedua.

Duel ketat kembali hadir di set penentu sehingga pertandingan semakin terasa menegangkan. Ahsan/Kevin tertinggal hingga interval set ketiga 9-11. Meski tertinggal, Ahsan/Kevin tidak menyerah dan mampu mengejar ketertinggalan dan berbalik unggul dengan skor 15-12. Namun sayangnya, pasangan India itu mampu menyamakan kedudukan kembali menjadi 16-16. Ahsan/Kevin akhirnya bisa dikalahkan oleh Rankireddy/Shetty 19-21. Indonesia pun tertinggal 0-2 dari India di final Thomas Cup 2022.

Pertarungan sengit kembali terjadi di partai ketiga. Indonesia mengutus Jojo, sapaan akrab Jonatan Christie sebagai tunggal putra kedua. Dari catatan head to head, Jonatan unggul lima kemenangan dari sembilan pertemuan yang telah mereka jalani. Namun, pemain yang saat ini berada di peringkat 8 dunia itu dibungkam oleh Kidambi Srikanth, yang saat ini ada di peringkat 11 dunia, dengan straight game langsung 15-21 dan 21-23 yang berlangsung selama 48 menit.

Di set pertama, Srikanth langsung bermain cepat dan terus menekan pertahanan Jonatan hingga Jonatan tertinggal 2-8 dari Srikanth. Meski kemudian Jonatan mencoba keluar dari tekanan dan sempat menyamakan kedudukan tiga kali 8-8, 9-9, dan 15-15, Jonatan akhirnya kalah di set pertama dengan skor 15-21.

Di set kedua pertarungan sengit pun terjadi, Srikanth kembali ambil kendali sehingga membuat Jonatan tertinggal 8-11 di interval set kedua. Selepas interval, Jonatan berhasil mendapat enam poin beruntun dari 10-13 dan balik memimpin menjadi 16-13. Namun, keadaan semakin menegangkan setelah Srikanth mampu mengejar skor menjadi 20-20 hingga akhirnya smash menyilang dari Srikanth menutup set kedua. Jonatan akhirnya kalah dan harus akui keunggulan Srikanth dengan skor 21-23.

Kedudukan akhir menjadi 0-3. Dengan hasil tersebut, Indonesia gagal mempertahankan gelar juara yang mereka dapat pada 2021 silam dan harus merelakan Piala Thomas Cup 2022 jatuh ke tangan India.

Tim Thomas India mengangkat piala Thomas Cup. (Badminton Photo/Mikael Ropars)

Kekalahan Indonesia atas India di babak final Thomas Cup 2022 membuat Badminton Lovers atau BL Indonesia, Ismatun Nabila merasa sedih.

“Pastinya sih sedih, tapi kita aja sedih apalagi pemainnya, sudah keren kok malah ga menyangka bisa sampai final soalnya tim Indonesia ga dalam performa terbaiknya, jadi ya bangga sih tetap,” ujar Nabila.

Untuk pertama kalinya India sukses mengukir namanya dalam sejarah bulu tangkis dunia. Sebelum ini, India tidak pernah melaju melebihi semifinal di ajang kejuaraan Thomas Cup. India menjadi negara keenam yang mampu menjuarai ajang ini dan bergabung dengan lima negara lain yang telah memenangkan Piala Thomas Cup yakni Malaysia, Indonesia, China, Jepang, dan Denmark.

Salah satu Badminton Lovers (BL) yang juga merupakan Mahasiswa UIN Jakarta, Muhammad Rifal tidak menyangka bahwa India berhasil mengalahkan unggulan pertama Thomas Cup 2022, yaitu Indonesia.

“Gak nyangka sih, tapi memang pemain India lagi on fire, kepercayaan diri mereka lagi tinggi-tingginya karena bisa sampai final, wajar aja sih mereka bisa menang,” ujar Rifal.

Selaras dengan Rifal, Nabila juga mengakui India saat ini dalam keadaan on fire terutama di sektor tunggal putra.

“India memang lagi on fire banget, apalagi MS (men’s single) nya, jadi ga heran si kalau bisa sampai final, dari awal memang sudah kelihatan ini bakal jadi kuda hitam, terus mau cetak sejarah juga ya pasti motivasinya lebih besar si dibanding Indonesia yang punya beban sebagai juara bertahan, punya pressure lebih besar,” jelasnya.

Nabila dan Rifal juga memberi pesan kepada tim Thomas Indonesia, yakni jangan terlalu lama bersedih, tetap semangat untuk pertandingan selanjutnya, dan sangat berharap di tahun 2024 tim Thomas Indonesia dapat merebut kembali Piala Thomas Cup.

Tabur bunga di Tugu Reformasi pada Jumat, (13/05).

Merawat Ingat 24 Tahun Tragedi Trisakti

Merawat Ingat 24 Tahun Tragedi Trisakti

Reporter Mazaya Riskia Shabrina; Editor Ahmad Haetami

Tabur bunga di Tugu Reformasi pada Jumat, (13/05).
Tabur bunga di Tugu Reformasi pada Jumat, (13/05). (DNK TV/Mazaya Riskia Shabrina)

Sudah 24 tahun  berlalu sejak peristiwa Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 silam yang menyebabkan tewasnya Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Dalam rangka memperingati peristiwa ini, para mahasiswa se-Jabodetabek gelar aksi tabur bunga di Tugu Reformasi, Universitas Trisakti, Jakarta Barat,  Jumat (13/05).

Sebanyak 350 peserta dari mahasiswa, aktivis Gerakan Nasional 1998, Front Milenial Jabodetabek (FMJ), dan kaum perempuan dari Indonesia Bersatu turut hadir dalam aksi ini.

“Kita ingin mengenang bahwa peristwa 12 Mei itu bukanlah momentum belaka. Ketika kita menyatakan bahwa reformasi adalah sejarah, maka kita harus sadar bahwa sejarah adalah hal yang harus diestafetkan atau diwariskan secara turun-temurun,” tutur Inisiator Konsolidasi Indonesia, Febriditya Ramdhan kepada DNK TV.

Febriditya juga menambahkan bahwa berbagai permasalahan yang terjadi sampai hari ini tidak terlepas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Tentunya, mahasiswa memegang peran penting karena mahasiswa memiliki Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya berbunyi “pengabdian kepada masyarakat”.

Mahasiswa berorasi di halaman Universitas Trisakti (DNK TV/Debri Wahyu Wardana)
Mahasiswa berorasi di halaman Universitas Trisakti (DNK TV/Debri Wahyu Wardana)

Dalam aksi ini peserta menuntut para pahlawan reformasi yang gugur bisa diakui sebagai Pahlawan Nasional secara resmi pada peristiwa 10 November mendatang. Selain itu, keluarga korban yang ditinggalkan lebih diperhatikan, seperti pemberian penghargaan kepada keluarga korban.

“Proses persidangan terhadap penembakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian sudah selesai. Yang sekarang kami tuntut dari empat pahlawan reformasi yang gugur agar diakui menjadi Pahlawan Nasional,” ucap Ketua Umum Gerakan Nasional ’98, Anton Aritonang.

Anton mengungkapkan bahwa proses pengajuan gelar Pahlawan Nasional sudah dimulai sejak 2004 dan terus diperjuangkan hingga detik ini. Secara lisan, Presiden Joko Widodo sudah menyetujui. Namun, hal ini belum final dan masih perlu pembuktian dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden secara resmi.

Peserta aksi berharap pemberian gelar Pahlawan Nasional pada 10 November mendatang terealisasi sebagai bentuk penghormatan yang baik bagi empat pahlawan reformasi yang telah gugur.