Hasil Thomas Cup 2022 : Indonesia Gagal Pertahankan Gelar, India Cetak Sejarah Baru

Hasil Thomas Cup 2022 : Indonesia Gagal Pertahankan Gelar, India Cetak Sejarah Baru

Reporter Rama Dhianti; Editor Belva Carolina

Tim Thomas Indonesia menjadi runner-up di kejuaraan Thomas Cup. (Twitter/@INABadminton)

Hasil final Piala Thomas Cup 2020 antara Indonesia vs India yang berlangsung di Impact Arena, Bangkok, Minggu (15/5) berakhir dengan skor 0-3. Dengan demikian, hasil ini membuat Indonesia gagal dalam mempertahankan gelar juara dan harus puas di posisi runner-up untuk ketujuh kalinya di ajang kejuaraan Thomas Cup 2022.

Sebelumnya di babak semifinal, Indonesia bertemu dengan pemain Jepang. Pertandingan itu pun berlangsung dramatis. Sebab, penentuan siapa yang akan lolos ke final Thomas Cup 2022 ditentukan oleh partai kelima, yaitu Shesar Hiren Rhustavito.

Di awal, Indonesia sempat unggul 2-0 lebih dulu melalui kemenangan Anthony Sinisuka Ginting dan Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Tetapi, pada partai ketiga dan keempat Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang. Harapan Indonesia ada di pundak Shesar yang turun pada partai kelima. Namun, pada akhirnya Shesar berhasil menang straight game langsung dengan skor 21-17 dan 21-11. Dengan kemenangan Shesar ini, Indonesia berhasil mengalahkan Jepang dengan skor 3-2 dan berhasil mencapai babak final di ajang Thomas Cup 2022.

Dalam laga final Thomas Cup 2022, Indonesia harus mengakui keunggulan India terlebih dahulu melalui kekalahan Anthony Sinisuka Ginting di partai pertama. Ginting, pemain yang berusia 25 tahun itu berhasil dikalahkan oleh pemain asal India, yakni Lakshya Sen dengan rubber game 21-8, 17-21, dan 16-21 yang berlangsung selama 65 menit.

Pada jalannya pertandingan, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Ginting itu sebenarnya sudah unggul lebih dulu di set pertama. Banyaknya kesalahan sendiri yang dibuat oleh Sen membuat Ginting menang dengan skor cukup telak 21-8.

Di set kedua situasi berubah, Sen yang saat ini ada di peringkat ke 9 bermain lebih agresif dan tidak banyak melakukan kesalahan seperti di set pertama, skor berakhir 17-21.

Di awal set ketiga, Ginting mampu mengawali pertandingan dengan baik dengan unggul cepat di interval set ketiga 11-7. Namun, saat berganti lapangan Sen kembali bangkit dan membuat Ginting kewalahan menghadapi permainan dari Sen hingga Sen berhasil membalik keadaan menjadi 13-15. Kemudian Sen tampil makin percaya diri dan membuat Ginting, tunggal putra nomor 5 dunia itu akhirnya harus mengakui ketangguhan dari Sen. Sen menutup set ketiga dengan skor 16-21. Hasil itu pun membuat Indonesia dalam posisi tertinggal 0-1 dari India.

Di pertandingan kedua pada nomor ganda putra, Ahsan/Kevin juga kalah dalam duel rubber game melawan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dengan skor 21-18, 21-23, dan 19-21 dalam waktu 1 jam 13 menit.

Kedua pasangan itu terlibat dalam pertarungan duel ketat yang terjadi di awal set pertama. Ahsan/Kevin dan Rankireddy/Shetty saling kejar-mengejar angka, enam kali skor sama terjadi hingga akhirnya Ahsan/Kevin berhasil menutup interval set pertama 11-9. Selepas interval, Ahsan/Kevin mendapat lima poin beruntun dari 11-10 menjadi 16-10. Meski Rankireddy/Shetty sempat berhasil mengejar ketertinggalan menjadi 18-16, Ahsan/Kevin mampu mengamankan set pertama dengan skor tipis 21-18.

Memasuki set kedua, Rankireddy/Shetty mengawali pertandingan dengan sangat baik hingga Ahsan/Kevin tertinggal di interval dengan skor 6-11. Usai interval, Ahsan/Kevin bangkit dan mampu membalikkan kedudukan menjadi 20-17. Namun, secara mengejutkan Ahsan/Kevin mampu dikalahkan oleh Rankireddy/Shetty dengan skor 21-23 di set kedua.

Duel ketat kembali hadir di set penentu sehingga pertandingan semakin terasa menegangkan. Ahsan/Kevin tertinggal hingga interval set ketiga 9-11. Meski tertinggal, Ahsan/Kevin tidak menyerah dan mampu mengejar ketertinggalan dan berbalik unggul dengan skor 15-12. Namun sayangnya, pasangan India itu mampu menyamakan kedudukan kembali menjadi 16-16. Ahsan/Kevin akhirnya bisa dikalahkan oleh Rankireddy/Shetty 19-21. Indonesia pun tertinggal 0-2 dari India di final Thomas Cup 2022.

Pertarungan sengit kembali terjadi di partai ketiga. Indonesia mengutus Jojo, sapaan akrab Jonatan Christie sebagai tunggal putra kedua. Dari catatan head to head, Jonatan unggul lima kemenangan dari sembilan pertemuan yang telah mereka jalani. Namun, pemain yang saat ini berada di peringkat 8 dunia itu dibungkam oleh Kidambi Srikanth, yang saat ini ada di peringkat 11 dunia, dengan straight game langsung 15-21 dan 21-23 yang berlangsung selama 48 menit.

Di set pertama, Srikanth langsung bermain cepat dan terus menekan pertahanan Jonatan hingga Jonatan tertinggal 2-8 dari Srikanth. Meski kemudian Jonatan mencoba keluar dari tekanan dan sempat menyamakan kedudukan tiga kali 8-8, 9-9, dan 15-15, Jonatan akhirnya kalah di set pertama dengan skor 15-21.

Di set kedua pertarungan sengit pun terjadi, Srikanth kembali ambil kendali sehingga membuat Jonatan tertinggal 8-11 di interval set kedua. Selepas interval, Jonatan berhasil mendapat enam poin beruntun dari 10-13 dan balik memimpin menjadi 16-13. Namun, keadaan semakin menegangkan setelah Srikanth mampu mengejar skor menjadi 20-20 hingga akhirnya smash menyilang dari Srikanth menutup set kedua. Jonatan akhirnya kalah dan harus akui keunggulan Srikanth dengan skor 21-23.

Kedudukan akhir menjadi 0-3. Dengan hasil tersebut, Indonesia gagal mempertahankan gelar juara yang mereka dapat pada 2021 silam dan harus merelakan Piala Thomas Cup 2022 jatuh ke tangan India.

Tim Thomas India mengangkat piala Thomas Cup. (Badminton Photo/Mikael Ropars)

Kekalahan Indonesia atas India di babak final Thomas Cup 2022 membuat Badminton Lovers atau BL Indonesia, Ismatun Nabila merasa sedih.

“Pastinya sih sedih, tapi kita aja sedih apalagi pemainnya, sudah keren kok malah ga menyangka bisa sampai final soalnya tim Indonesia ga dalam performa terbaiknya, jadi ya bangga sih tetap,” ujar Nabila.

Untuk pertama kalinya India sukses mengukir namanya dalam sejarah bulu tangkis dunia. Sebelum ini, India tidak pernah melaju melebihi semifinal di ajang kejuaraan Thomas Cup. India menjadi negara keenam yang mampu menjuarai ajang ini dan bergabung dengan lima negara lain yang telah memenangkan Piala Thomas Cup yakni Malaysia, Indonesia, China, Jepang, dan Denmark.

Salah satu Badminton Lovers (BL) yang juga merupakan Mahasiswa UIN Jakarta, Muhammad Rifal tidak menyangka bahwa India berhasil mengalahkan unggulan pertama Thomas Cup 2022, yaitu Indonesia.

“Gak nyangka sih, tapi memang pemain India lagi on fire, kepercayaan diri mereka lagi tinggi-tingginya karena bisa sampai final, wajar aja sih mereka bisa menang,” ujar Rifal.

Selaras dengan Rifal, Nabila juga mengakui India saat ini dalam keadaan on fire terutama di sektor tunggal putra.

“India memang lagi on fire banget, apalagi MS (men’s single) nya, jadi ga heran si kalau bisa sampai final, dari awal memang sudah kelihatan ini bakal jadi kuda hitam, terus mau cetak sejarah juga ya pasti motivasinya lebih besar si dibanding Indonesia yang punya beban sebagai juara bertahan, punya pressure lebih besar,” jelasnya.

Nabila dan Rifal juga memberi pesan kepada tim Thomas Indonesia, yakni jangan terlalu lama bersedih, tetap semangat untuk pertandingan selanjutnya, dan sangat berharap di tahun 2024 tim Thomas Indonesia dapat merebut kembali Piala Thomas Cup.

Tabur bunga di Tugu Reformasi pada Jumat, (13/05).

Merawat Ingat 24 Tahun Tragedi Trisakti

Merawat Ingat 24 Tahun Tragedi Trisakti

Reporter Mazaya Riskia Shabrina; Editor Ahmad Haetami

Tabur bunga di Tugu Reformasi pada Jumat, (13/05).
Tabur bunga di Tugu Reformasi pada Jumat, (13/05). (DNK TV/Mazaya Riskia Shabrina)

Sudah 24 tahun  berlalu sejak peristiwa Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 silam yang menyebabkan tewasnya Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie. Dalam rangka memperingati peristiwa ini, para mahasiswa se-Jabodetabek gelar aksi tabur bunga di Tugu Reformasi, Universitas Trisakti, Jakarta Barat,  Jumat (13/05).

Sebanyak 350 peserta dari mahasiswa, aktivis Gerakan Nasional 1998, Front Milenial Jabodetabek (FMJ), dan kaum perempuan dari Indonesia Bersatu turut hadir dalam aksi ini.

“Kita ingin mengenang bahwa peristwa 12 Mei itu bukanlah momentum belaka. Ketika kita menyatakan bahwa reformasi adalah sejarah, maka kita harus sadar bahwa sejarah adalah hal yang harus diestafetkan atau diwariskan secara turun-temurun,” tutur Inisiator Konsolidasi Indonesia, Febriditya Ramdhan kepada DNK TV.

Febriditya juga menambahkan bahwa berbagai permasalahan yang terjadi sampai hari ini tidak terlepas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Tentunya, mahasiswa memegang peran penting karena mahasiswa memiliki Tri Dharma Perguruan Tinggi yang salah satunya berbunyi “pengabdian kepada masyarakat”.

Mahasiswa berorasi di halaman Universitas Trisakti (DNK TV/Debri Wahyu Wardana)
Mahasiswa berorasi di halaman Universitas Trisakti (DNK TV/Debri Wahyu Wardana)

Dalam aksi ini peserta menuntut para pahlawan reformasi yang gugur bisa diakui sebagai Pahlawan Nasional secara resmi pada peristiwa 10 November mendatang. Selain itu, keluarga korban yang ditinggalkan lebih diperhatikan, seperti pemberian penghargaan kepada keluarga korban.

“Proses persidangan terhadap penembakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian sudah selesai. Yang sekarang kami tuntut dari empat pahlawan reformasi yang gugur agar diakui menjadi Pahlawan Nasional,” ucap Ketua Umum Gerakan Nasional ’98, Anton Aritonang.

Anton mengungkapkan bahwa proses pengajuan gelar Pahlawan Nasional sudah dimulai sejak 2004 dan terus diperjuangkan hingga detik ini. Secara lisan, Presiden Joko Widodo sudah menyetujui. Namun, hal ini belum final dan masih perlu pembuktian dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden secara resmi.

Peserta aksi berharap pemberian gelar Pahlawan Nasional pada 10 November mendatang terealisasi sebagai bentuk penghormatan yang baik bagi empat pahlawan reformasi yang telah gugur.

Seorang Pemuda Tuntut Keadilan Sang Ayah atas PHK Sepihak PT G4S

Seorang Pemuda Tuntut Keadilan Sang Ayah atas PHK Sepihak PT G4S

Reporter Ahmad Haetami; Editor Tiara De Silvanita

Pemuda membawa atribut kerja dan poster kritikan. Menuntut keadilan untuk ayahnya atas PHK sepihak oleh PT G4S.
Pemuda membawa atribut kerja dan poster kritikan. Menuntut keadilan untuk ayahnya atas PHK sepihak oleh PT G4S. (Dok. Istimewa)

Seorang pemuda membawa atribut kerja dan poster bertuliskan “Ayah saya salah satu di antara banyaknya pekerja yang dipecat secara sepihak oleh PT G4S!” di Gedung Kantor Perusahaan Sekuriti PT Group 4 Securicor (G4S) Indonesia, Cilandak, Jakarta Selatan pada Jumat, (13/05)

Pemuda itu meminta pertanggungjawaban PT G4S untuk mengungkap alasan sebenarnya dibanding frasa “efisiensi kerja” terhadap pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak dan dadakan terhadap ayahnya sejak 1 April 2022 lalu.

“Bukan hanya ayah saya saja yang mengalaminya tetapi masih ada para pekerja lainnya merasakan hal yang sama akibat PHK sepihak yang dilakukan PT G4S. Apakah hal seperti ini yang diinginkan oleh perusahaan kepada para buruh? Sudah diperas tenaganya, dihilangkan juga sumber penghidupan, dan mata pencahariannya. PT G4S harus bertanggung jawab atas tindakan sepihak dan sewenang-wenang kepada para pekerja,” ujar Ghonim Hidayatullah.

Bagi perusahaan yang melakukan PHK sudah ada aturannya dalam Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 Pasal 151 tentang Ketenagakerjaan yaitu tidak boleh dilakukan PHK secara sepihak serta harus melalui perundingan sebagai berikut:

  • Ayat (1) Pengusaha,pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh, dan pemerintah, dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan hubungan kerja.
  • Ayat (2) Dalam hal segala upaya telah dilakukan, tetapi pemutusan hubungan kerja tidak dapat dihindari, maka maksud pemutusan hubungan kerja wajib dirundingkan oleh pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh atau dengan pekerja/buruh apabila pekerja/buruh yang bersangkutan tidak menjadi anggota serikat pekerja/serikat buruh.
  • Ayat (3) Dalam hal perundingan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) benar-benar tidak menghasilkan persetujuan, pengusaha hanya dapat memutuskan hubungan kerja dengan pekerja/buruh setelah memperoleh penetapan dari lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.
Poster bernada kritikan kepada PT G4S.
Poster bernada kritikan kepada PT G4S. (Dok. Istimewa)

Dalam hal ini, perusahaan yang melakukan PHK tanpa mengikuti ketentuan hukum, maka wajib mempekerjakan kembali pekerja tersebut. Sesuai Pasal 155 yang bunyinya:

  • Ayat (1) Pemutusan hubungan kerja tanpa penetapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151 ayat (3) batal demi hukum.
  • Ayat (2) Selama putusan lembaga penyelesaian perselisihan hubungan industrial belum ditetapkan, baik pengusaha maupun pekerja/buruh harus tetap melaksanakan segala kewajibannya.
  • Ayat (3) Pengusaha dapat melakukan menyimpangan terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) berupa tindakan skorsing kepada pekerja/buruh yang sedang dalam proses pemutusan hubungan kerja dengan tetap wajib membayar upah beserta hak-hak lainnya yang biasa diterima pekerja/buruh.

Pemerintah harus memberi sanksi kepada perusahaan yang melakukan PHK sepihak berupa sanksi administrasi dan sanksi hukum. Sanksi tersebut penting sebagai eksistensi  penegakan hukum demi terciptanya keadilan bagi setiap buruh.

Dampak Lingkungan Akibat Industri Tembakau

Dampak Lingkungan Akibat Industri Tembakau

Reporter Qo’is Ali Humam; Editor Latifahtul Jannah

Flayer Media Briefing : Dampak Lingkungan Akibat Industri Tembakau. (Dok. Istimewa)

Setiap tanggal 31 Mei diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Dimulai dari tahun 1987, ketika dunia mulai menyadari bahaya rokok terhadap kesehatan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menginisasi Hari Tanpa Tembakau Sedunia sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dunia sebab adanya ancaman bahaya penggunaan tembakau yang memicu penyakit dan kematian. Bahkan di Indonesia sendiri merokok menjadi penyebab angka kematian terbesar kedua setelah hipertensi.

Di tahun 2022 ini, WHO menetapkan tema HTTS adalah “Tobacco : Threat to our environtment“. Tema ini sangat sesuai dengan kondisi di Indonesia, dimana adiksi masyarakat terhadap penggunaan rokok dan peran industri tembakau telah menimbulkan dampak pada lingkungan dan dapat merusak ekosistem dalam semua prosesnya, mulai dari pembudidayaan, produksi, distribusi, bahkan limbah produk tembakau atau rokok tersebut sangat berpengaruh pada kerusakan lingkungan.

Dalam rangka menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2022, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lentera Anak Foundation bersama Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP), Organisasi Konservasi Lingkungan Ecoton Indonesia, dan World Cleanup Day Indonesia berkolaborasi dalam mengadakan Media Briefieng dengan tema “Dampak Lingkungan Akibat Industri Tembakau” pada Kamis (12/5) bertempat di Bakoel Koffie, Cikini Raya, Jakarta Pusat. Dengan mengundang puluhan media massa dalam acaranya, mereka berharap media ikut andil dalam mengangkat isu pencemaran lingkungan yang salah satunya disebabkan oleh industri tembakau.

Dihadiri para narasumber perwakilan dari beberapa organisasi konservasi lingkungan. (DNK TV/Rizky Faturrahman)

Kolaborasi ini tentunya bertujuan untuk sama-sama memberikan pemahaman mengenai dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat industri tembakau, mulai dari proses produksi hingga menjadi sisa konsumsi atau sampah produk. Serta pemahaman tentang siasat industri tembakau yang menghindari tanggung jawab penyelamatan lingkungan yang disebabkan produk industri rokok, melalui program Greenwashing yang dianggap hanya bersifat pencintraan.

Para narasumber yang hadir dalam Media Briefing ini menyampaikan data yang ditunjukkan oleh STOP (exposetobacco.org) yang merupakan kelompok kemitraan yang fokus dalam penelitian pengendalian tembakau di University of Bath Inggris mengungkap bahwa prouduksi rokok mengakibatkan 5% penggundulan hutan global, 30% penggundulan hutan di negara penanam tembakau, dan keruskan 200.000 hektar biomassa kayu setiap tahunnya. Konsumsi rokok juga mengakibatkan 4,5 trilliun puntung rokok dibuang setiap tahun di seluruh dunia, menyumbang 766 juta ton sampah beracun setiap tahun, 2 juta ton limbah padat dari kardus dan kemasan rokok, dan 19-38% sampah yang dikumpulkan dari pembersihan laut secara global berasal dari puntung rokok.

Temuan banyaknya sampah produk tembakau atau rokok di lingkungan bebas menunjukkan abainya tanggung jawab industri tembakau akan sampah hasil produksi mereka, padahal sebagai produsen seharusnya industri tembakau bertanggungjawab mengelola sampah produk mereka. Namun, dengan dalih membuat sistem untuk mengelola sampah produknya, industri tembakau malah berinvestasi dengan melakukan greenwashing untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari kerugian lingkungan yang mereka timbulkan.

Bahkan dalam hal ini Koordinator Nasional GIDKP, Rahyang Nusantara menyampaikan bahwa pencemaran lingkungan ini tidak hanya berasal dari rokok tembakau biasa melainkan juga berasal dari limbah rokok elektrik, karena selain berbentuk sampah pelastik yang sangat sulit terurai rokok elektrik ini juga termasuk dalam sampah elektronik dan dikategorikan ke dalam sampah B3 (bahan, berbahaya, dan beracun).

Peneliti senior Ecoton Indonesia Eka Chlara Budiarti, juga menyatakan hal yang sama bahwa limbah puntung rokok ini tak dapat disepelekan karena di dalamnya mengandung mikroplastik dan berbagai macam zat kimia.

“Nyatanya pada tahun 2021 ada beberapa penilitian bahwa limbah dari puntung juga berpengaruh dan berdampak pada kesehatan tubuh kita, melalui degradasi limbah puntung rokok itu sendiri. Selain dari limbah kemasan berupa pelastik yang dinyatakan hanya dapat terurai sekitar 30 tahun di alam, di penghujung 2021 terdapat penilitan bahwa setidaknya dalam satu limbah puntung roko ini memiliki 15.600 helai fiber sintetis dan kandungan satu puntung rokok ini bahkan dapat mencemari 1000 liter air dan pastinya mengganggu lingkungan makhluk hidup yang ada di dalamnya” ujarnya.

Atas dasar itu semua, Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari yang juga sebagai penyelenggara sangat berharap masyarakat dapat memahami dan ikut peduli terhadap isu pencemaran lingkungan ini.

“Ya saya berharap dengan adanya Hari Tanpa Tembakau Sedunia menjadi event dan kesempatan untuk kita meluaskan edukasi dan kolaborasi dengan berbagai komunitas, organisasi, media, dan berbagai lembaga swadaya masyarakat, untuk terus mengajak masyarakat lainnya agar mulai peduli terhadap kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan solusi yang tepat ialah kita harus sadar dan memulai, walaupun tidak dapat berhenti sepenuhnya, setidaknya mengurangi, jika tidak dapat teratasi seutuhnya, setidaknya tetap berusaha sedikit demi sedikit.

Kabag Akademik: Camaba Sudah Bisa Cetak Kartu Seleksi Mandiri

Kabag Akademik: Camaba Sudah Bisa Cetak Kartu Seleksi Mandiri

Reporter Anggita Fitri Chairunisa; Editor Latifahtul Jannah

Jadwal Jalur Masuk SPMB Mandiri 2022. (instagram/@uinjktofficial)

Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Jalur Mandiri merupakan salah satu jalur masuk UIN Jakarta yang diselenggarakan oleh UIN Jakarta melalui Sistem Seleksi Elektronik (SSE).

Penerimaan mahasiswa baru UIN Jakarta program S1 tahun akademik 2022/2023 telah dibuka pada tanggal 3 Mei-4 Juli 2022. Seleksi Mandiri UIN Jakarta menawarkan 56 program studi dari 12 fakultas yang ada dengan total kuota sebesar 1.849 kursi.

SPMB Mandiri terbuka untuk siswa lulusan SMA/MA/SMK/Pesantren tahun lulus ijazah 2022, 2021, dan 2020. Siswa yang diterima juga harus memiliki kesehatan prima dengan dibuktikan surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas setempat.

Adapun biaya yang perlu dikeluarkan untuk mendaftar SPMB Mandiri UIN Jakarta adalah sebesar Rp300.000 yang dapat dibayarkan melalui bank mitra, seperti Bank Mandiri, BNI, BTN, dan Bank Mega Syariah.

Website SPMB Mandiri UIN Jakarta. (spmb.uinjkt.ac.id)

Melansir dari laman resmi UIN Jakarta, berikut tata cara pendaftaran SPMB Mandiri UIN Jakarta:

1. Pendaftaran seleksi mandiri dilakukan secara daring melalui laman https://www.uinjkt.ac.id/.

2. Klik admisi dan kemudian klik daftar dengan memilih SPMB UIN Jakarta serta kembali mengklik daftar.

3. Setelah terbuka, calon peserta selanjutnya terlebih dahulu memilih jenjang pendidikan, dalam hal ini dengan mengklik strata satu (S1).

4. Calon peserta mengisi formulir pendaftaran secara lengkap sesuai daftar kolom yang disediakan.

5. Setelah semua selesai diisi, calon peserta lanjut mengunggah pas foto digital terbaru ukuran 4×6 cm dengan ketentuan background berwarna merah, berpakaian resmi (bukan seragam sekolah), resolusi sekurang-kurangnya 400 x 600 pixels, dan ukuran file maksimum 200 KB dalam format JPEG.

6. Calon peserta mengklik atau mencentang warna kuning untuk mendapatkan kode bayar. Selanjutnya calon peserta membayar ke bank sesuai nominal dengan mengikuti tata cara pembayaran yang diatur oleh pihak bank.

7. Jika pembayaran berhasil dilakukan, calon peserta akan mendapatkan nomor ID dan PIN. Kode tersebut digunakan untuk login dan mengisi finalisasi pendaftaran.

8. Calon peserta mencetak kartu peserta dan kartu seleksi.

Kepala Bagian Akademik UIN Jakarta, Feni Arifiani memastikan bahwa cetak kartu peserta seleksi mandiri sudah bisa dilakukan pada Jumat (13/5).

“Tim information technology (IT) akan segera mempersiapkan, sehingga dipastikan Jumat besok peserta yang telah mendaftar seleksi mandiri sudah bisa mencetak kartu ujian,” ujar Feni.

Berdasarkan informasi yang kami dapatkan, banyak calon peserta seleksi mandiri yang mengeluh karena tidak bisa mencetak kartu ujian setelah melakukan pengisian formulir pendaftaran.

Menanggapi hal tersebut, panitia PMB meminta maaf atas adanya gangguan dalam proses pendaftaran SPMB Mandiri. Feni akan terus berkoordinasi dengan tim IT agar calon peserta secepatnya dapat mencetak kartu ujian yang tertunda.

Feni menegaskan untuk calon peserta yang tidak bisa mencetak kartu ujian namun telah melakukan pendaftaran dan pembayaran tidak perlu khawatir datanya akan hilang. Calon peserta tidak perlu mendaftar ulang karena data yang telah diinput akan tetap terekam.

Salah satu peserta SPMB UIN Jakarta tahun 2021, Symphati Diva Rafi’I mengatakan bahwa dalam pelaksanaan seleksi mandiri perlu dipersiapkan lebih matang, mengingat kerap kali terjadi kendala server.

“Pas daftar sih nggak ada kendala, lancar-lancar aja, tapi pas tes berlangsung servernya sempat down. Ke depannya dipersiapkan lebih matang aja, apalagi buat servernya, supaya pas ngerjain gak tiba-tiba blue screen,” pungkasnya pada Kamis (12/5).

Seleksi Mandiri UIN Jakarta 2022 akan dilakukan pada 23-28 Juli 2022 secara daring melalui aplikasi UM-PTKIN yang dapat diunduh pada 15 Juli 2022.

Sebelum ujian berlangsung, peserta akan terlebih dahulu mengikuti ujian simulasi atau uji coba SSE pada 20-21 Juli 2022. Sementara pengumuman kelulusan akan dilakukan pada 5 Agustus 2022 mendatang.

Bilqis Prasista, Pebulu Tangkis Peringkat 333 Taklukan Peringkat 1 Dunia

Bilqis Prasista, Pebulu Tangkis Peringkat 333 Taklukan Peringkat 1 Dunia

Reporter Fathiah Inayah;  Editor Latifahtul Jannah

ВАБМ!ГЧФК' 
„ото
Bilqis Prasista saat tampil di Piala Uber 2022 (Badminton Photo/Erika Sawauchi)

Pada saat pertandingan bulu tangkis di Piala Uber 2022, Bilqis Prasista pemain bulu tangkis tunggal putri Indonesia menaklukan Akane Yamaguchi, pemain ranking 1 dunia asal Jepang dalam perebutan juara group A dalam Uber Cup 2022 yang berlangsung di Impact Arena, Bangkok Thailand pada Rabu (11/5).

Namanya menjadi buah bibir di mana-mana bahkan namanya trending di media sosial dikarenakan kemenangannya yang spesial, mengingat peringkat Bilqis 333 dibandingkan Akane Yamaguchi yang peringkat 1 dunia.

Mahasiswa UIN Jakarta, Nuraini Putri, penikmat bulu tangkis menanggapi jika tidak ada kata tidak mungkin, strategi, dan stabil selama pertandingan menjadi kunci kemenangan Bilqis Prasista.

“Semuanya tidak ada yang tidak mungkin, apapun bisa terjadi. Sebenarnya bukan hanya usaha yang kuat dalam permainan bulu tangkis, strategi dan berpikir secara cepat juga diperlukan. Seperti yang kita tahu lawan dari bilqis adalah pemain single no 1 dunia yang berasal dari Jepang yang staminanya cukup kuat dan terkenal dengan permainan cepatnya namun yang saya amati  kemarin permainan dari Bilqis sangatlah santai sehingga staminanya tidak terkuras habis hingga akhir permainan,” jelasnya saat diwawancarai DNK TV pada Kamis, (12/05).

Selaras dengan sebelumnya Mahasiswa UIN Jakarta, Halimatusaida mengatakan jika Bilqis mempunyai persiapan yang matang serta mental yang baik dalam pertandingan tersebut.

“Dia (Bilqis) tipe pemain yang tenang, bisa melayani bola-bola lawan dengan cukup baik dan terlihat pukulannya bisa mengecoh lawan,” terang Halimatusaida

Menurut Halimatusaida ketika menikmati pertadingan tersebut justru lawan yang kewalahan.

“Bahkan Bilqis yang berhasil membuat lawannya Akane Yamaguchi kewalahan menerima serangan darinya,” ujarnya.

r•gem 
OIN 
=......-—=aÄ%\..- 
١٨، R
Pemain Akane Yamaguchi perwakilan Jepang saat pertandingan. (Twitter/@YonexAllEngland)

Bilqis Prasasti membuktikan jika tidak ada yang tidak mungkin jika kita berusaha dan berdoa semaksimal mungkin. Padahal jika dilihat realitanya, Bilqis yang duduk di peringkat 333 dunia ini terbilang mustahil mengalahkan Akane. Namun siapa sangka jika ia sangat on fire dan bermain dengan apik.

Mahasiswa UIN Jakarta, Aini Putri mengatakan bahwa nilai yang dapat dipetik dari kemenangan Bilqis Prasasti adalah bahwa berusaha itu sangat penting walaupun tidak tahu bagaimana akhirnya, setidaknya beranikan untuk mencoba.

“Hal yang membuat saya terinspirasi dari hal tersebut ialah tidak ada yang tidak mungkin untuk  menggapai mimpi kita, sekalipun rasanya latar belakang kita tidak memungkinkan untuk meraihnya,” ujarnya.

Sebagai Bentuk Duka Cita, Fdikom Gelar Tahlil dan Doa Bersama

Sebagai Bentuk Duka Cita, Fdikom Gelar Tahlil dan Doa Bersama

Reporter Alda Wahyuni; Editor Dani Zahra Anjaswari

Gin 
Syarli }11t-lgppUIJÈ1h 
FIDKOMUINJakarta 
KejLlE1rtJËj FilklllÈ13 LIE1kb'E1h llrrju KorrjurjikE13j 
merjgucgjpl„grj turut 
j) Prot. Dr. ArrjÈ1rry Lubls, AA 
UI" }litlayatl.llbh Jakarta) 
PerrE1rjdu 
Dra }Jj. BIA 
Meeting 974 7276 0954 
Passcode: tahlilan 
zoom 
Dra BIL13i 
, r h Nur
Flyer pengumuman tahlil dan doa bersama. (dok. Istimewa)

Kabar duka datang dari Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta. Salah satu dosen kebanggaan Fdikom, Khodijah telah berpulang ke rahmatullah. Kepergian almarhumah membawa duka yang mendalam bagi keluarga, sahabat, serta seluruh dosen dan mahasiwa Fdikom.

Acara tahlil dan doa bersama diselenggarakan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah. Acara dilakukan secara virtual yang diikuti oleh Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis, Dekan Fdikom, Suparto, staf akademik, dan mahasiswa Fdikom. Turut hadir pula keluarga almarhumah dalam acara yang dilaksanakan pukul 19.30 WIB ini.

Illustrasi pembacaan ayat Al-Quran. (Freepik/@freepik)

Dalam acara tahlilan dan doa bersama ini, Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis menuturkan bahwa almarhumah adalah sosok yang sangat peduli dengan mahasiswa dan mahasiswinya untuk menghafal Al-Qur’an. Salah satu sahabat almarhumah yang juga merupakan dosen Fdikom, Mastanah memberi kesaksiannya. Dirinya bersaksi dengan mengatakan bahwa almahrumah adalah wanita shalihah, wanita yang baik, teman yang baik, selalu memberikan motivasi untuk kebaikan, dan secara pribadi beliau merasa kehilangan.

Tausiyah yang dibawakan oleh Muhammad Zen, mengingatkan kembali mengenai kematian yang memang sudah ditakdirkan dan menjadi pembelajaran bagi semua umat manusia. Zen juga menjelaskan bawah ilmu yang diberikan atau diajarkan oleh para dosen seperti almarhumah, akan selalu mengalir kepada mahasiswanya. Dalam hadits nabi dijelaskan bahwa, walaupun seseorang telah meninggal dunia seperti halnya almarhumah, tetapi jika mahasiswanya masih membaca Al-Qur’an seperti yang selalu di ajarkan almarhumah, maka pahalanya akan selalu mengalir dari ilmu yang bermanfaat tersebut.

Ungkapan turut berduka cita dan belasungkawa terus diberikan kepada pihak keluarga almarhumah. Pihak keluarga juga berterima kasih atas diselenggarakannya acara tahlilan dan doa bersama tersebut. Mereka berharap semoga partisipan yang dapat hadir dalam acara tersebut senantiasa diberikahi oleh Allah SWT.

Moderasi Islam di Mata Dunia

Moderasi Islam di Mata Dunia

Reporter Haidar Akbar; Editor Belva Carolina

Sambutan acara oleh Wakil Dekan Fdikom UIN Jakarta, Siti Napsiyah. (DNK TV/Haidar Akbar)

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menggelar webinar internasional berjudul “Islamic Moderation As Worldview” melalui Zoom Cloud Meeting pada Senin (9/5).

Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fdikom UIN Jakarta, Siti Napsiyah, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Cecep Castrawijaya, Director of Graduate Program Washington University, Aria Nakissa, dan Direktur Pusat Studi Perdamaian dan Pemberdayaan, Rosita Tandos yang dimoderatori oleh Dosen UIN Jakarta, Wahyunengsih.

Thank you very much for the community for your effort to connect this event. So, of course I hope everybody can join this webinar. Maybe we can still invite our students. I think, i just observed the participants story. Because we have two speakers here and we will have so many knowledge information, stories of we’ll hear from the speakers“, ujar Siti Napsiyah dalam sambutannya.

Seminar internasional ini merujuk pada pembahasan mengenai pandangan dunia terhadap moderasi Islam. Seperti yang kita ketahui berbicara mengenai moderasi Islam adalah hal yang sangat kompleks. Dimana di dalamnya terjadi berbagai perdebatan sejarah yang cukup panjang selama kurang lebih dua abad. Moderasi Islam bukanlah sesuatu yang hanya dibicarakan di Indonesia, melainkan dibahas pula di Amerika Serikat, Prancis, Cina, dan negara lain.

Terdapat beberapa cara dalam memahami moderasi Islam. Misalnya dalam konteks Cina dimana beberapa budaya Cina mengalami asimilasi seperti, membangun sebuah masjid yang di atasnya memiliki semacam kubah atau menara yang terlihat seperti kuil. Adapun contoh pertentangan yang terjadi pada moderasi Islam. Seperti dalam konteks Prancis yang pada saat itu mengharuskan orang-orang untuk tidak mengenakan jilbab di sekolah atau area publik.

Pemaparan materi oleh Aria Nakissa. (DNK TV/Haidar Akbar)

Aria Nakissa menyampaikan bahwa jika kita merujuk pada ayat-ayat ummatan washatan atau melihat buku-buku tentang teologi, mereka tidak banyak membahas tentang moderasi Islam. Karena terjadi banyak perdebatan atau diskusi kontemporer tentang moderasi Islam yang muncul pada periode modern dan dalam konteks tertentu.

What i’d like to do with today’s talk is clarify the complex context in which debates over Islamic moderation emerge. So one element one dimension that i want to focus on might be called the conceptual context. So in reality, when we talk about Islamic moderation and slink to kind of three important projects that characterize moslem countries in the modern period or moslem societies,” jelasnya.

“When i say moslem societies in the modern period, i basically mean moslem societies over the past 200 years. So one project is islamic reform,” lanjut Aria Nakissa.

Pandangan lain adalah ketika pemerintahan Eropa sedang memajukan proyek pembangunan, membuat perundang-undangan baru, mendukung hak asasi manusia, serta terdapat juga hal yang bertentangan dengan dunia muslim.

Reaksi dari berbagai kelompok muslim terhadap beberapa hal tersebut inilah yang mereka sebut sebagai fanatisme. Dimana umat muslim cenderung mempertahankan pemahaman tradisional tentang syariah dan juga cenderung menganut jihad sebagai jalan mempertahankan bentuk kehidupan mereka.

Maybe you have doubts about let’s say LGBT rights that’s going to be debated issue in society. They will talk about legalizing all drugs, like for instance legalizing things like cocaine and heroin. So, there would be many groups in Indonesia that will say, okay i can see the we should change our laws to some, but were you too legalize drugs in the Indonesian context, that would go too far. So these are ongoing debates. So even the kind of law that exists in the west are changing and moslem in Indonesia, in Egypt and other places are always trying to grapple with the question of how much should they adapt and how much they resist for the sake of preserving their traditions,” ucapnya.

Pada akhirnya, pengertian moderasi ini tidak memiliki dasar yang pasti dalam Al-Qur’an dan hadits, tetapi cara moderasi Islam didefinisikan oleh berbagai pihak yang mempelajari bagaimana hal itu terkait dengan agenda pembangunan, sejarah, dan bagaimana asal muasal sesuatu. Kita harus menempatkan segala sesuatu dalam kerangka politik global yang lebih besar serta yang telah menjadi ciri masyarakat muslim selama dua abad terakhir.

Indonesia Alami Suhu Panas Ekstrem, BMKG Imbau Masyarakat Beberapa Hal

Indonesia Alami Suhu Panas Ekstrem, BMKG Imbau Masyarakat Beberapa Hal

Penulis Riyasti Cahya Rabbani; Editor Syaifa Zuhrina

Illustrasi cuaca panas. (Freepik/@freepik)

Sejumlah wilayah Indonesia diselimuti cuaca panas yang cukup esktrem dalam beberapa hari terakhir. Terkait hal tersebut, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan data hasil pengamatan menunjukkan suhu maksimum selama periode 1 – 7 Mei 2022 berkisar antara 33 – 36,1 derajat celcius. Suhu tertinggi terjadi di wilayah Tangerang-Banten dan Kalimarau-Kalimantan Utara.

Suhu maksimum tertinggi juga pernah terjadi di Indonesia pada bulan April sekitar 4-5 tahun terakhir dengan suhu mencapai 38 derajat celcius di Palembang pada tahun 2019 dan pada bulan Mei 2018 di Temindung Samarinda. 

Menurut BMKG dalam siaran pers, fenomena ini disebabkan oleh posisi semu matahari yang saat ini berada di wilayah utara ekuator hingga mengakibatkan sebagian wilayah Indonesia memasuki musim kemarau. Hal ini menyebabkan tingkat pertumbuhan awan dan fenomena hujan sangat berkurang, sehingga cuaca cerah yang akan mendominasi. Akibatnya  memaksimalkan penerimaan sinar matahari di permukaan bumi sehingga kondisi suhu yang dirasakan masyarakat menjadi cukup terik di siang hari.

BMKG
Logo BMKG. (bmkg.go.id)

Kondisi tersebut tidak bisa selalu dikatakan sebagai akibat dari gelombang panas. Suhu yang terjadi saat ini merupakan kondisi suhu panas dalam skala variabilitas harian.  Namun, BMKG memaparkan perihal kewaspadaan kondisi suhu ini terjadi hingga pertengahan Mei.

Dalam kondisi seperti ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan sebagai upaya menghindari risiko masalah kesehatan yakni dengan memperbanyak konsumsi air mineral, menghindari paparan sinar matahari secara langsung, menggunakan pelembab untuk menjaga hidrasi kulit dan tabir surya serta menghindari konsumsi protein yang dapat meningkatkan panas dalam tubuh.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi stamina dan cairan tubuh terutama mereka yang banyak beraktifitas di luar ruangan pada siang hari agar tidak terjadi dehidrasi, kelelahan dan dampak buruk lainnya.

Buruknya Kebebasan Persma: Ungkap Fakta, LPM Institut Malah Alami Intimidasi

Buruknya Kebebasan Persma: Ungkap Fakta, LPM Institut Malah Alami Intimidasi

Reporter Akhmad Fattahul Rozzaq; Editor Belva Carolina dan Fauzah Thabibah

Ilustrasi kebebasan pers yang terancam. (pixabay.com/@CDD20)

Tindakan intimidasi yang dialami oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Institut berawal dari penerbitan berita berjudul “Dosa Besar Senior Predator Seks” yang terbit pada Senin (18/4). Liputan tersebut merupakan kolaborasi #ButuhKampusAman inisiasi Project Multatuli bersama 22 Pers Mahasiswa se-Indonesia dengan melakukan reportase mengenai kasus kekerasan seksual di kampus.

Pihak Kelompok Pecinta Alam (KPA) Arkadia yang merasa dirinya tertuju pada isi berita merasa keberatan sehingga menghubungi LPM Institut untuk meminta menurunkan berita tersebut. Pihak redaksi LPM Institut sendiri mengakui kesalahan terkait tahap peliputan yang terlewat, yaitu tidak adanya verifikasi dan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak terkait serta telah meminta maaf atas kesalahan tersebut.

“Mereka (KPA Arkadia) menyampaikan keberatannya, mereka mengatakan bahwa LPM Institut belum konfirmasi karena  menyebutkan nama mereka di pemberitaan, kemudian kami meminta maaf karena kurang verifikasi. Setelah itu mereka meminta berita itu segera di-take down. (Namun) untuk fakta (berita), kami sudah ada data yang valid dan kita menyimpan bukti-buktinya,” ujar Hany Fatihah Ahmad Ketua LPM Institut dalam Konferensi Pers pada Kamis, (28/04) via zoom meeting.

Kemudian pihak LPM Institut menawarkan adanya pertemuan untuk membahas penyelesaian masalah dengan terbuka dengan melayangkan hak jawab maupun hak koreksi ke pihak Redaksi Institut.

Dalam pertemuan negosiasi hak jawab di Sekretariat LPM Institut yang terletak di Gedung Student Center (SC) Lantai 3 Ruang 307 UIN Jakarta pada Selasa (19/4), pihak KPA Arkadia justru melakukan intimidasi, pihak LPM Institut diminta untuk menandatangani perjanjian antara LPM Institut dengan UKM tersebut yang berisi penurunan berita pukul 15.00 WIB serta menerbitkan unggahan permintaan maaf.

Ilustrasi kebebasan pers. (pngtree.com/@bdtaskgraphic)

Pada konferensi pers Kamis, (28/4) pihak LPM Institut menuturkan bahwa ada beberapa senior atau alumni dari KPA Arkadia yang memberikan bentakan atau ucapan intimidasi. Seperti “Jangan nyari popularitas dengan cara seperti ini, Allah nggak akan ridho“, “Lihat risiko yang kamu ambil, nanti kalo ada anak KPA merusak sekretariat ini, saya tidak bisa nanggung“, dan “Saya sumpahin kalian semua nggak lulus“.

Direktur Eksekutif Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, Ade Wahyudin mengaku memang ada laporan dari LPM Institut pada Selasa sore (19/4). Merespon tindakan yang dilakukan KPA Arkadia, Ade menerangkan bahwa pihak LBH Pers melakukan langkah dengan merespon cepat hal tersebut untuk menjaga keselamatan para anggota LPM Institut. 

Sebagai langkah awal, Ade memeriksa ulang naskah berita tersebut untuk menghindari pelanggaran kode etik dan menjalankan aspek hukumnya. Selanjutnya, ia menghubungi pihak yang berafiliasi dengan organisasi terkait untuk mempermudah tahap mediasi lanjutan.

Ade menerangkan bahwa yang dilakukan pihak KPA Arkadia kategori pelanggaran sensor. Sensor merupakan sebuah penghapusan paksa sebagian maupun seluruhnya terhadap kegiatan jurnalistik.

“Ketika ada upaya paksa, tekanan untuk menurunkan sebuah liputan itu bisa bagian dari sensor dan itu adalah sebuah pelanggaran berat dalam kasus-kasus pers,” terang Ade dalam Konferensi Pers pada Kamis, (28/4).

Akibat banyaknya kalimat intimidasi yang diterima, pihak LPM Institut akhirnya memutuskan untuk menurunkan berita terkait, Selasa (19/4). Namun, tidak hanya sampai di situ, pihak organisasi KPA Arkadia juga memaksa dan menekan LPM Institut untuk mempublikasikan permintaan maaf yang juga telah diterbitkan oleh LPM Institut atas intimidasi tersebut.

Bahkan, pada Sabtu (23/4), salah satu pengurus LPM Institut dikirimi pesan dari orang yang mengaku sebagai anggota KPA Arkadia dan bertanya apakah berita dengan judul “Dosa Besar Senior Predator Seks” tersebut ditunggangi pihak tertentu atau tidak.

Pengurus LPM Institut mengatakan bahwa berita yang dibuat tidak ditunggangi oleh siapapun dan sepenuhnya adanya laporan.

Akhirnya pada Rabu (27/4), LPM Institut kembali menerbitkan berita tersebut dengan mengubah judul berita menjadi ‘’Nestapa Nisa : Usai Dilecehkan, Kisahnya Diremehkan;  Si Peleceh Diskors Setahun’’. Berita tersebut pun telah diperbarui dengan wawancara yang lebih mendalam dari berbagai pihak.