Menumpuk Email Memperburuk Kesehatan Bumi, Emang Benar?

Menumpuk Email Memperburuk Kesehatan Bumi, Emang Benar?

Penulis Hasna Nur Azizah; Editor Ahmad Haetami

Saat ini, kita semua hidup di era modern yang serba digital. Kemajuan teknologi yang makin berkembang pesat menawarkan kemudahan untuk kita melakukan kegiatan sehari-hari. Apalagi semenjak adanya pandemi Covid-19, intensitas dalam menggunakan teknologi makin bertambah.

Salah satunya adalah mengirim dan menerima dokumen maupun pesan melalui e-mail. Jika dilihat sekilas, kemajuan teknologi tersebut memang bermanfaat bagi manusia. Kita tidak perlu mengeluarkan uang untuk mencetak dokumen dan mengurangi polusi kertas. Namun, tahukah kamu kebiasaan kita dalam bertukar pesan melalui e-mail, lalu menumpuknya begitu saja ternyata berdampak pada kesehatan bumi?

Dalam sebuah penelitian, penggunaan e-mail dapat mengancam dan memperburuk pemanasan global di Bumi. Pasalnya, mengirim e-mail dapat dikatakan menambah karbon dioksida (CO2) beracun. Mengapa demikian? Umumnya, e-mail yang kamu biarkan di kotak masuk disimpan di cloud atau komputasi awan. Kegiatan penyimpanan ini ternyata membutuhkan energi listrik dalam jumlah yang cukup signifikan, yang sebagian besar masih dihasilkan oleh bahan bakar fosil.

Seberapa Banyak Listrik yang Dibutuhkan E-mail?

Makin banyak energi listrik yang digunakan, makin banyak pula emisi CO2 yang ditimbulkan oleh pembakaran bahan bakar fosil pada pembangkit listrik. Melansir The Good Planet pada 2019, tercatat ada lebih dari 2,3 miliar pengguna e-mail di seluruh dunia. Diprakirakan sekitar 293,6 miliar e-mail yang dikirimkan setiap harinya. Angka yang cukup fantastis, ya.

Menurut penelitian McAfee, 78 persen dari semua e-mail yang masuk adalah spam. Terdapat sekitar 62 triliun pesan spam dikirim setiap tahun yang membutuhkan penggunaan listrik sebesar 33 miliar kilowatt jam (KWh) dan menyebabkan sekitar 20 juta ton CO2 per tahun.

Untuk setiap 1 GB data yang disimpan di data center, penyedia layanan e-mail menggunakan pasokan listrik sekitar 32 kWh. Jika semua pengguna rutin menghapus sepuluh email per hari, ternyata dapat menghemat ruang penyimpanan 1,7 juta GB atau setara dengan 55,2 juta kWh listrik yang digunakan data center, loh! Alhasil, diprakirakan penyedia data center dapat mengurangi konsumsi 19.356 ton karbon atau setara dengan 39.035 ton emisi karbon.

El acuerdo par E ha f 
REVOLUCIÓN CLTHÁT 
on
Aksi dari Scientist Rebellion memperingkatkan suhu iklim bumi (Instagram.com/scientistrebellion)

Tapi Enggak Sesimpel Menghapus E-Mail Aja!

Faktanya, bukan hanya penggunaan e-mail yang dapat meningkatkan emisi karbon. Kegiatan-kegiatan seperti streaming video, menonton televisi, bermain video gim, streaming musik, dan bermain sosial media juga dapat meningkatkan emisi karbon. Lantas, apakah kita harus mulai mengurangi kebiasaan-kebiasaan tersebut? Jawabannya, boleh saja. Meskipun sebenarnya tidak memiliki dampak besar untuk bumi, tetapi hal tersebut lebih baik daripada kita tidak melakukan apapun.

Agar memiliki dampak yang lebih signifikan, kita dianjurkan untuk berhenti menggunakan listrik berbahan bakar fosil. Sebagai contoh, Google telah memproklamirkan diri carbon-neutral dengan mendanai proyek-proyek lingkungan untuk mengurangi dampak emisi karbon yang dihasilkan dari layanan mereka, seperti e-mail ataupun YouTube.

Selain Google, perusahaan teknologi raksasa lainnya juga berjanji untuk menghapus “semua karbon” dari lingkungannya yang dipancarkan sejak 1975. Perusahaan tersebut adalah Microsoft. Untuk melakukannya, perusahaan bertujuan untuk menjadi carbon-negative pada tahun 2030. Agar menjadi carbon-negative, perusahaan tersebut menyarankan sejumlah cara untuk menghilangkan karbon dari atmosfer, seperti menciptakan hutan baru dan memperluas yang sudah ada, mengembalikan karbon ke dalam tanah, dan menyedot CO2 keluar dari atmosfer dengan menggunakan kipas besar untuk memindahkan udara melalui filter yang dapat menghilangkan gas.

Sebenarnya, apa perbedaan carbon-neutral dan carbon-negative? Singkatnya, carbon-neutral adalah seluruh aktivitas yang tidak memengaruhi kadar emisi karbon di atmosfer (Ilmastopaneeli, 2014). Kegiatan yang dilakukan bermacam-macam, seperti penanaman pohon, bersepeda, dan kegiatan lainnya yang ramah lingkungan. Sedangkan, carbon-negative adalah usaha-usaha untuk mengurangi kadar karbon di atmosfer.

Nah, setelah mengetahui bahwa karbon memiliki dampak yang besar bagi lingkungan, sebaiknya Indonesia segera mengganti energi listrik berbahan bakar fosil ke energi alternatif lainnya, seperti energi matahari, angin, air, dan lainnya. Hal tersebut tentu saja tidak dapat dicapai jika kurangnya dukungan dari pemerintah.

SPAN-PTKIN: UIN Jakarta Peringkat 2 Pendaftar Terbanyak

SPAN-PTKIN: UIN Jakarta Peringkat 2 Pendaftar Terbanyak

Reporter Adellia Prameswari; Editor Ahmad Haetami

Logo SPAN PTKIN (Span-ptkin.ac.id)

Hasil Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN) 2022 diumumkan pada Kamis (15/4) pukul 14.00 WIB.

Dari 172.971 pendaftar hanya 58.140 calon mahasiswa yang berhasil lolos proses seleksi.

Para peserta dapat mengakses hasil pengumuman SPAN-PTKIN 2022 melalui laman https://pengumuman.span-ptkin.ac.id dengan memasukkan nomor pendaftaran untuk melakukan pengecekkan.

C 
pengumuman.span-ptkin.ac.id/page 
PENGUMUMAN KELULUSAN 
SPAN-PTKIN 2022 
Cek Kelulusan Anda 
Masukkan NISN Anda: 
Q Lihat Hasil 
Panitia Pus-at SPAN-PTKIN 2022 
Error
Laman pengumuman SPAN-PTKIN (Span-ptkin.ac.id)

Melansir dari Antara, Kepala Sekretariat SPAN-UM PTKIN, Mukhsin Jamil menyebut, proses seleksi telah dilaksanakan secara transparan, khususnya dengan mempertimbangkan nilai rapor dan prestasi akademik para peserta.

“Proses seleksi sudah dilakukan dan itu murni berdasarkan nilai rapor dan prestasi akademik. Tidak ada intervensi,” katanya.

Mukhsin menyebutkan, pendaftar SPAN-PTKIN didominasi lulusan sekolah umum ketimbang madrasah. Meski demikian, hal itu tidak menjadi persoalan karena banyak program studi di PTKIN yang tidak mengharuskan memiliki dasar pengetahuan agama yang tinggi.

Sementara itu, UIN Jakarta pada tahun ini menduduki perguruan tinggi keagamaan kedua dengan jumlah pendaftar terbanyak, yaitu 31.549 pendaftar. Program studi (prodi) UIN Jakarta yang paling banyak pendaftar pada tahun ini adalah Ekonomi Syariah, dengan total pendaftar mencapai 6.628 orang. Setelah Ekonomi Syariah, ada Manajemen Keuangan Syariah, Perbankan Syariah, Manajemen Keuangan Syariah, dan Pendidikan Agama Islam yang masuk ke daftar 5 prodi dengan jumlah daftar terbanyak tahun ini.

Adapun UIN Jakarta menyediakan kuota sebanyak 1.384 kursi untuk jalur SPAN-PTKIN 2022.

Bagi peserta yang lolos SPAN-PTKIN UIN Jakarta dapat melakukan daftar ulang dengan tahapan sebagai berikut:

1. Verifikasi rapor (16 – 26 April)

2. Pengisian UKT (15 April – 04 Mei)

3. Pengumuman UKT (10 Mei)

4. Klarifikasi UKT (11 – 12 Mei)

5. Pengumuman Hasil Klarifikasi UKT (17 Mei)

6. Daftar Ulang (15 April – 27 Mei)

Setelah menyelesaikan proses tahapan di atas, calon mahasiswa dapat menjalani Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) sebelum resmi menjadi mahasiswa UIN Jakarta.

Fdikom Teken Kerja Sama dengan Agen Travel Haji

Fdikom Teken Kerja Sama dengan Agen Travel Haji

Reporter Syifa Indah Lestari; Editor Latifahtul Jannah dan Fauzah Thabibah

Foto bersama civitas akademika Fdikom dan pihak Solusi Tours (DNK TV/ Wildan Ali Fikri)

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fdikom dengan pihak Solusi Tours diselenggarakan di meeting room lantai 2 Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) pada Kamis (14/04).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekan Fdikom, Suparto, Wakil Dekan Bidang Akademik, Siti Napsiyah, Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Sihabudin Noor, Wakil Bidang Kemahasiswaan, Cecep Castrawijaya, Direktur Utama Solusi Tours, Muhammad Fadlol, serta beberapa jajaran dari pihak Fdikom UIN Jakarta yang berlangsung secara tertib dan khidmat.

Solusi Tours adalah agen travel yang bergerak di bidang haji dan umroh. Agen travel ini berupaya dalam membuat sertifikasi kepada para pembimbing agar memiliki sikap profesionalisme dalam membimbing jemaah haji dan umroh.

Dekan Fdikom UIN Jakarta, Suparto memaparkan adanya urgensi dalam kerja sama antara Fdikom dengan Solusi Tours yang dapat memperkuat Tri Dharma perguruan tinggi.

“Kerja sama Fdikom UIN Jakarta itu sebenarnya kerja sama yang memperkuat 3 Dharma perguruan tinggi, yaitu Dharma pengajaran, Dharma penelitian, dan Dharma pengabdian kepada masyarakat. Ketiga Dharma ini yang kemudian menjadi 3 pilar utama keunggulan perguruan tinggi. Ada penguatan keilmuan, ada penguatan relasi dengan dunia industri, dan ada penguatan relasi dengan masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, dengan adanya perjanjian ini, pihak Fdikom maupun Solusi Tours akan mendapatkan manfaat yang positif. Kerja sama ini tidak hanya memberi keuntungan sustainability bagi fakultas namun meningkatkan relasi dosen dan juga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk program magang.

“Kerja sama ini menjadi penting terutama untuk sustainability fakultas, dan juga untuk citra lembaga. Pengakuan lembaga itu menjadi penting sehingga kita dibutuhkan oleh masyarakat karena masyarakat melihat keunggulan-keunggulan kita.” Ucap Suparto.

Foto serah terima perjanjian kerja sama. (DNK TV/ Wildan Ali Fikri)

“Kemudian memberikan kesempatan bagi dosen untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya bekerja sama dengan beberapa lembaga. Demikian juga, keuntungan kerja sama tidak hanya bagi dosen tapi juga bagi mahasiswa. Sebagaimana tadi disampaikan, bahwa kerja sama dengan agen travel itu bisa menjadi tempat mahasiswa melaksanakan program magang untuk menambah keterampilan, pengalaman langsung di dunia kerja,” sambungnya.

Direktur utama Solusi Tours, Muhammad Fadlol juga memaparkan bahwa perjanjian kerja sama dengan Fdikom dapat meningkatkan kualitas pembimbing haji Solusi Tours.

“Tujuan pertama adalah biar nantinya pembimbing-pembimbing dari Solusi Tours dan travel ini mendapatkan sertifikasi karena untuk menjadi pembimbing haji harus tersertifikasi. Itu bunyi undang-undang. Jadi, kalau nantinya ada pembimbing yang tidak tersertifikasi maka tidak diperkenankan untuk menjadi pembimbing haji,” ungkapnya.

Fadlol juga berharap sertifikasi ini dapat menambah pengetahuan dan ilmu pembimbing haji Solusi Tours.

”Dengan adanya sertifikasi ini, pembimbing-pembimbing kami semakin tahu dan memiliki wawasan luas serta tahu ini untuk bagaimana ke depannya dengan mempunyai bekal-bekal lain selain ilmu keagamaannya, juga punya bekal sebagai tour leadernya,” sambungnya

Ide Menu Sahur yang Bisa Tingkatkan Imun Tubuh!

Ide Menu Sahur yang Bisa Tingkatkan Imun Tubuh!

Penulis Ahmad Haetami

Pernah enggak kamu ngerasa lelah terus enggak semangat untuk ngelakuin kegiatan apa pun pas di bulan Ramadan? Mungkin ada yang salah sama menu sahur kamu, Gengs!

Makanan sahur seharusnya jadi bekal terbaik kamu buat menjalani seharian berpuasa. Sayangnya, masih banyak di antara kita yang masih belum begitu peduli tentang apa yang kita makan pada saat sahur. Alhasil, tubuh pun jadi lemas karena kurang asupan gizi bermanfaat untuk tubuh.

Kira-kira makanan apa saja yang cocok jadi menu sahur biar imun kamu tetap terjaga dan sehat, ya? Berikut ini rekomendasi menu sahur yang kaya akan gizi dan pastinya bakal tingkatin imun tubuh kamu. Baca terus sampai akhir ya, DNK People!

1. Telur Ayam

Telur. (Unsplash/Louis Hansel) 

Telur yang gampang untuk ditemukan dan diolah jadi beragam makanan ini sangat cocok untuk kamu santap pas sahur, loh. Telur mengandung banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh. Bayangin, dalam satu telur terdapat protein, vitamin A, lemak, dan kalori yang pas banget untuk menopang badan kamu seharian berpuasa. 

Kamu bisa mengolah telur ayam dengan cara direbus, digoreng, atau mencampurkannya ke makanan lain sesuai selera kamu.

2. Sayur Bayam

Potongan sayur bayam. (Unsplash/Gil Ndjouwou)

Yup, jenis sayuran satu ini juga masih gampang untuk kamu temukan dan olah. Sayur hijau ini kaya akan antioksidan, serat, asam folat, serta vitamin B yang cocok untuk meningkatkan imun kamu. Konsumsi bayam pas sahur cukup buat penuhi nutrisi harian kamu, DNK People.

3. Nasi Merah

Beras merah. (Unsplash/David Gabrielyan)

Coba sesekali ganti nasi putih kamu dengan nasi merah saat menyantap makanan sahur. Nasi putih punya kandungan karbohidrat yang tinggi sedangkan nasi merah kaya akan serat. Sebenarnya, DNK People enggak disarankan untuk mengonsumsi banyak karbohidrat agar stamina butuh kamu tetap terjaga selama seharian berpuasa.

4. Sayur Asam

Satu mangkok sayur asam. (Shutterstock/Nur El Imany)

Jangan remehkan sayur yang satu ini, karena sayur asam kaya akan serat. Dalam sayur asam, ada jagung, melinjo, gori, dan nangka yang bagus banget untuk memperlambat pencernaan. Di samping itu, bawang putih yang jadi salah satu bahan pembuatan sayur asam ini terbukti dapat meningkatkan fungsi sistem imun tubuh kamu, loh!

5. Sayur Brokoli

Brokoli. (Unsplash/Tyrrell Fitness and Nutrition)

Tahu enggak kalau sayur brokoli menyimpan banyak manfaat untuk tubuh kamu? Ada vitamin A, C, asam folat, dan juga glukosinolat yang berfungsi sebagai antioksidan dan penetralan radikal bebas di dalam tubuh kamu, Gengs. Bukan hanya itu, sayur brokoli punya manfaat memperbaiki sistem kekebalan tubuh dan mencegah tumbuh kembangnya sel kanker. Wah, luar biasa bukan?

6. Jahe

Secangkir jahe hangat. (Unsplash/Julia Topp)

Kamu pernah ngerasa pengen sakit dengan muncul tanda-tanda flu dan hidung mulai tersumbat pas bulan puasa? Coba deh konsumsi jahe hangat-hangat pas lagi sahur. Secangkir jahe terbukti ampuh untuk memulihkan daya tahan tubuh kamu karena kandungan antimikrobanya yang tinggi. Selain itu, tubuh juga bakal kerasa hangat pas kamu menyeruput minuman satu ini.

7. Susu

Segelas susu. (Unsplash/Mirza Mustofa)

Sayang banget kalo kamu enggak konsumsi satu gelas susu pas waktu sahur. Susu kaya akan kandungan kalsium dan protein yang bisa menetralisir racun dalam tubuh kamu, DNK People. Terus, susu juga bisa buat imun kamu makin terjaga dan bahkan lebih baik lagi berkat karbohidrat, lemak, laktosa, vitamin, dan mineral yang terkandung di dalamnya. Biarpun begitu, jangan lupa minum air putih habis minum susu biar enggak seret dan dehidrasi saat menjalani puasa, ya.

Nah, itu dia tadi daftar rekomendasi menu sahur yang bisa kamu coba buat tingkatkan imun tubuh kamu.

Bagi kamu yang selama ini mungkin masih makan gorengan bekas buka puasa semalam atau hanya mengonsumi mie instan selama sahur, boleh deh coba menu yang sudah direkomendasikan tadi.

Rata-rata menu tersebut gampang untuk dijumpai di sekitar kamu dan enggak begitu mahal demi tubuh sehat di bulan puasa, kan? Cus, besok siapin menu sahur pakai makanan atau minuman yang sehat, ya!

Generasi Z, Si Paling Healing

Generasi Z, Si Paling Healing

Reporter  Ambarwati; Editor Tiara De Silvanita

Ilustrasi orang yang sedang bermeditasi. (freepik/@press

Banyaknya kegiatan yang menyita waktu, tenaga, dan pikiran membuat beberapa orang akan melakukan suatu pencapaian dari usaha yang telah dilakukan sehingga hal tersebut menjadi sebuah apresiasi atas keberhasilannya. Sebuah apresiasi ini bisa dari berbagai hal, seperti jalan-jalan, membeli barang-barang sebagai kesenangan individu, ataupun membeli makanan dan minuman untuk kesenangan semata yang biasanya sedang tren. Hal ini sering disebut dengan self reward dan healing.

Banyak orang khususnya generasi milenial yang salah paham mengenai makna healing dan self reward ini. Orang beranggapan  healing seperti liburan, belanja, cuti dari pekerjaan, pergi ke tongkrongan dianggap dapat menyelesaikan masalah kehidupan baik itu persoalan keluarga, teman, dan diri sendiri. Padahal setiap masalah tidak bisa diselesaikan dengan healing karena bukan sekedar fokus terhadap emosi, tapi perlu juga untuk menghadapi masalah tersebut.

Self reward merupakan perilaku memberikan penghargaan untuk diri sendiri atas pencapaian usaha yang telah dilakukan. Selain itu, istilah healing juga sering digunakan untuk menggambarkan perilaku mengurangi kejenuhan dan membuat seseorang lebih santai dan bahagia.

Lantas mengapa saat ini generasi milenial sedikit-sedikit membutuhkan self reward dan healing ? Apakah hal tersebut hanya dijadikan sebuah pelarian sementara atas usaha yang dilakukan atau mengikuti tren semata? Berdasarkan sudut pandang Rhenald Kasali, generasi milenial merupakan generasi yang kreatif akan ide-idenya. Namun, tak bisa dipungkiri beberapa dari generasi milenial sekarang mudah putus asa.

Selain itu, dari sisi media sosial generasi milenial mengikuti tren self reward dan healing ini karena mereka melihat dari paparan publik bahwa kedua hal tersebut berhasil mengatasi kesedihan atau kejenuhan atas suatu hal yang mereka perbuat. Padahal sebenarnya yang butuh self reward dan healing itu siapa sih?

Menurut ilmu psikologi, healing merupakan proses bangkit dari penderitaan dan menyembuhkan luka batin dengan hanya melibatkan diri sendiri yang bertujuan untuk lebih memahami diri, menerima kekurangan, dan membuat suasana hati menjadi lebih positif.

Healing ini biasanya dilakukan oleh seseorang yang memiliki luka  batin yang dapat menimbukan efek buruk bagi dirinya sendiri. Hal ini bisa menjadi suatu kegiatan yang positif, karena dapat mengubah emosi negatif seperti marah dan dendam menjadi lebih positif seperti lebih bersimpati dan berempati.

Sedangkan, self reward sendiri merupakan memberikan penghargaan untuk diri sendiri karena sudah mencapai tujuan yang diinginkan. Misalnya dalam hal pekerjaan atau berhasil menyelesaikan tugas-tugas kuliah selama berhari-hari, setelah hal tersebut sudah membuahkan hasil maka bisa memberikan sebuah penghargaan  kepada diri sendiri.

Perlu diingat bahwa jangan sampai melakukan self reward ini membuat diri menjadi boros dan terlena membeli barang yang tidak dibutuhkan. Jadi, harus tetap seimbang antara usaha yang dilakukan dan penghargaan yang didapatkan.                        

Dari penjelasan di atas makna yang benar dari healing adalah cara untuk mengembalikan energi dan emosi maupun mental seseorang sehingga bisa kembali optimal dalam menjalankan aktivitas.

Sedangkan self reward bentuk motivasi dan apresiasi  untuk menghargai diri sendiri atas perjuangan dan pencapaian yang telah diraih untuk mendapatkan kesenangan dan kepuasan karena telah melakukan sebuah tindakan. Keduanya penting dilakukan sebagai salah satu  bentuk menyayangi diri sendiri.

RUU TPKS Akhirnya Resmi Disahkan

RUU TPKS Akhirnya Resmi Disahkan

Reporter Indi Azizi Editor Dani Zahra Anjaswari

Pengesahan RUU TPKS oleh DPR RI. (Instagram/@puanmaharaniri) 

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah resmi megesahkan Rancangan Undang Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) menjadi Undang-Undang. Pengesahan ini dilakukan dalam rapat paripurna DPR RI ke-19 yang dipimpin oleh Puan Maharani.

”Apakah rancangan undang-undang tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dapat disetujui untuk disahkan menjadi undang-undang?” kata Puan.

Pernyataan tersebut disambut dengan seruan kata setuju dari para anggota dewan diiringi ketokan palu sidang oleh Puan, yang menandakan telah diresmikannya RUU TPKS menjadi undang-undang.

Pengesahan RUU TPKS ini disambut baik oleh masyarakat yang telah lama menanti selama 6 tahun ke belakang. Seperti yang diketahui lika-liku pembahasan tiap butir aturan dalam RUU TPKS penuh dinamika dan pro kontra dari berbagai pihak. RUU TPKS yang dulunya adalah Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) menjadi Rancangan awal yang tak segera disahkan meski telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2021.

Pengesahan RUU TPKS oleh DPR RI.(Instagram/@puanmaharaniri) 

Kemudian RUU PKS diganti dengan RUU TPKS yang tepat pada Selasa (12/4) resmi disahkan oleh pemerintah dan DPR RI menjadi undang-undang.

Mahasiswi UIN Jakarta, Alfina menanggapi disahkannya RUU TPKS menjadi undang-undang ini menjadi kabar baik bagi masyarakat terlebih bagi mereka yang telah lama memperjuangkannya. Alfina berharap, setelah disahkannya RUU TPKS menjadi undang-undang dapat bekerja maksimal dalam menanggulangi kasus pelecehan seksual di Indonesia.

”Disahkannya RUU TPKS menjadi undang-undang oleh DPR tentunya menjadi hal yang membahagiakan bagi banyak pihak yang ikut mengawal dan memperjuangkannya. Dengan ini kita semua merasa terlindungi dan menjadi langkah maju dalam mencegah dan menangani tindak kekerasan pelecehan seksual di Indonesia. Semoga penegakan UU TPKS dapat berjalan dengan baik sehingga maksimal untuk melindungi korban,” ujar Alfina.

Dalam rapat ini Ketua Panja RUU TPKS, Willy Aditya juga menjelaskan RUU TPKS merupakan aturan yang berpihak pada korban dan melalui undang-undang ini pula aparat penegak hukum memiliki payung hukum yang selama ini belum ada untuk menanggulangi setiap kasus kekerasan seksual.

“Rancangan undang-undang ini juga memuat tentang victim trust fund atau dana bantuan korban. Ini adalah sebuah langkah yang maju bagaimana kita hadir dalam memberikan perlindungan bagi warga negara Indonesia,” ujar Willy.

Pandemi Melanda, Ini 7 Tradisi Ramadan yang Dirindukan

Pandemi Melanda, Ini 7 Tradisi Ramadan yang Dirindukan

Penulis Belva Carolina

Ilustrasi bulan Ramadan. (Freepik/@freepik)

Bulan suci Ramadan merupakan waktu yang dinanti-nanti oleh para umat muslim. Bulan Ramadan seringkali dijadikan sebagai momen untuk lebih dekat dengan Sang Pencipta lewat beribadah secara berjamaah atau berkumpul bersama keluarga dan teman-teman diberbagai kesempatan.

Di tengah pandemi Covid-19 tentu banyak pengalaman baru yang dirasakan saat Ramadan datang. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kini masyarakat pun harus dihadapkan pada virus Corona yang menyebar dengan cepat sehingga segala bentuk antisipasi harus diterapkan.

Berikut beberapa hal yang membedakan kegiatan bulan Ramadan saat sebelum dan sesudah pandemi Covid-19.

1. Sahur dan Berbuka Puasa

Ramadan sebelum pandemi Covid-19, kita semua dapat menikmati sahur dan buka puasa bersama teman dan kerabat. Bahkan, beberapa dari kita sudah memenuhi jadwal satu bulan penuh dengan ajakan buka puasa baik dari teman kerja, kuliah, hingga teman lama. Namun, saat pandemi ini sahur dan buka puasa hanya dilakukan secara individu atau dilakukan bersama keluarga inti di rumah. Bahkan, sahur atau takjil on the road pun tidak ada.

2. Salat Tarawih

Ilustrasi salat berjemaah. (Freepik/@rawpixel.com)

Salat tarawih merupakan ajang jumpa bersama teman kecil di rumah. Bahkan, menjadi salah satu momen mengenang masa kecil saat dimana kita menjajaki jajanan di masjid hingga meramaikan masjid dengan petasan. Sayangnya, salat tarawih hanya dapat dilakukan secara individu atau berjamaah bersama keluarga di rumah.

3. Tilawah dan Tadarus Al-Quran

Sebelum adanya pandemi, tilawah atau tadarus Al-Quran dilakukan di masjid bersama teman-teman sebaya serta bertukar ilmu satu sama lainnya. Pandemi ini memaksa kita untuk melakukan semua hal di rumah masing-masing. Maka dari itu tilawah dan tadarus Al-Quran hanya dapat dilakukan secara individu di rumah.

4. Peringatan Nuzululqur’an

Ilustrasi Nuzululqur’an. (Freepik/@freepik)

Peringatan Nuzululqur’an dalam bentuk tablig dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar di masjid-masjid berbagai wilayah menjadi bagian dari pelengkap hikmatnya bulan Ramadan. Namun, tidak dapat kita temui sejak pandemi melanda.

5. Iktikaf, Pesantren Kilat, dan Ziarah Kubur

Iktikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadan di masjid atau musala, takbiran keliling wilayah sekitar, pesantren kilat di masjid atau musala, hingga ziarah kubur yang menjadi rutinitas setiap tahunnya bersama teman-teman dan sanak saudara tidak dapat kita jumpai demi menghentikan rantai penyebaran Covid-19. Rasanya aneh sekali ya jika hal tersebut tidak lagi kita laksanakan.

6. Halalbihalal

Silaturahim atau halalbihalal lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri dengan menikmati berbagai masakan khas lebaran hingga pulang mengantongi banyaknya THR yang diberikan kerabat. Sayangnya pandemi ini hanya dilakukan melalui media sosial dan video call atau conference.

7. Mudik

Bagi para perantau bertemu sanak saudara di kampung halaman mungkin hanya dapat dilakukan satu kali dalam setahun, yaitu saat Idul Fitri. Maka dari itu, momen mudik menjelang lebaran sangat dinanti. Namun, keinginan itu sebaiknya ditunda terlebih dahulu, karena potensi penularan Covid-19 naik berkali lipat.

Namun, janganlah bersedih hati, karena kasus pandemi Covid-19 yang lambat laun mulai menurun, hal yang biasa kita nikmati saat bulan Ramadan dapat kembali kita jumpai. Dengan catatan tidak lepas dari protokol kesehatan yang harus kita taati.

Aksi Nasional 11 April, Perjuangan Mahasiswa Wakili Suara Rakyat

Aksi Nasional 11 April, Perjuangan Mahasiswa Wakili Suara Rakyat

Reporter Zakiah Umairoh; Editor Belva Carolina

Barisan mahasiswa untuk mulai melakukan aksi. (DNK TV/Rayhan Alwi)

Gabungan mahasiswa Indonesia berkumpul di titik awal Gerbang Pemuda Gelora Bung Karno (GBK) untuk memulai seruan aksi pada hari Senin, (11/4) pukul 13.00 WIB menuju Gedung DPR RI. Selain dari mahasiswa, demonstran juga terdiri dari berbagai elemen masyarakat.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memindahkan lokasi demo 11 April yang semula di Istana Merdeka menjadi Gedung DPR RI.

Pihak kepolisian memperketat massa sejak awal aksi dimulai. Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Dermawan Karosekali sempat mengamankan warga sipil yang ikut demonstrasi tanpa mengenakan atribut pengenal.

“Karena kami juga tidak ingin kalau adik-adik mahasiswa ditonton sama orang nggak jelas, nanti kalau dia penyusup bagaimana? Kasihan adik-adik mahasiswanya, kan, karena di sini kalian adalah pejuang-pejuang sama seperti saya,” ucapnya pada Senin (11/04).

Para orator dari berbagai universitas, seperti Universitas Hasanuddin, Univeritas Lampung, serta Universitas Sriwijaya saling menyampaikan orasi dan menyuarakan tuntutannya.

Berikut ini 4 tuntutan yang diajukan BEM SI kepada pemerintah:

1. Mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai.

2. Menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret hingga 11 April 2022.

3. Meminta untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen.

4. Menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode, dan menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan mahasiswa kepada Presiden yang hingga saat ini belum terjawab.

Koordinator BEM SI menyuarakan orasinya. (DNK TV/Rayhan Alwi)

Aksi demo mahasiswa berujung ricuh sesaat setelah Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan Rachmad Gobel serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menemui massa mahasiswa untuk menyampaikan dan menampung aspirasi massa.

Massa dengan pakaian bebas dari sisi timur melemparkan botol berisi batu ke arah gerbang utama Gedung DPR RI dan ke mobil komando yang dinaiki para orator dari massa mahasiswa. 

Wakil Ketua DPR RI dan Kapolri segera diamankan untuk kembali masuk ke dalam gedung DPR RI.

Sebagian media berhasil mewawancarai Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad dan Rachmad Gobel untuk dimintai tanggapan terkait aksi.

“Pihak DPR RI telah sepakat untuk melakukan dialog komprehensif bersama pemerintah, serta Bapak Gobel yang membawahi komisi teknis terkait untuk mencari solusi agar dampak yang dirasakan masyarakat tidak terlalu signifikan, termasuk permasalahan naiknya harga barang pokok agar tetap stabil hingga jelang hari raya,” ucap Sufmi.

Wakil Ketua DPR RI memberikan tanggapannya terkait aksi 11 April. (DNK TV/Chandra Hermawan)

Ketidakstabilan harga bahan pokok memberikan dampak besar bagi masyarakat. Situasi dan kondisi di tengah pandemi, serta ekonomi yang menurun saat ini membuat masyarakat bergantung pada peran pemerintah dalam memberikan solusi yang tepat.

“Kami telah mengeluarkan kebijakan BLT untuk minyak goreng, tinggal bagaimana kondisi implementasi di lapangan yang harus kita kontrol dan pantau langsung ke daerah-daerah untuk mendapatkan masukan. Persoalan minyak juga tidak terlepas dari harga suplai dari dunia yang juga turut mengalami kondisi yang sama, seperti Amerika Serikat atau Latin,” ucap Rachmad Gobel.

Tanggapan yang diberikan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, sebagai bentuk harapan agar pemerintah terus mengevaluasi dan mendiskusikan kembali terkait kebijakan dan juga tuntutan yang ada berdasarkan situasi saat ini dan ke depannya.

Pemilihan Dema UIN Jakarta 2022, Siapa yang Terbaik?

Pemilihan Dema UIN Jakarta 2022, Siapa yang Terbaik?

Reporter Izmi Istiqomah; Editor Belva Carolina

geoctd 
وال ٥ ٥ 
ل nح 
مم
Paslon 01 Dema UIN Jakarta. (Instagram/@arahbarudemauin)

Komisi Pemilihan Mahasiswa (KPM) UIN Jakarta telah mendeklarasikan pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua Dewan Mahasiswa tingkat Universitas (Dema-U) di laman Instagram resmi KPM UIN Jakarta untuk Pemilihan Mahasiswa (Pemilwa) 2022.

Dua pasang calon (paslon) Ketua dan Wakil Ketua Dema-U akan bertarung melalui e-voting pada Pemilwa yang dijadwalkan pada 18 April 2022, yaitu pasangan Siti Nur Heliza dan Muhammad Syauqi Hazimi dengan nomor urut 01 dan pasangan Muhammad Abid Al Akbar dan Zaini Lubis dengan nomor urut 02.

Heliza mengatakan bahwa mereka sudah mempersiapkan segala sesuatu dengan baik serta menggunakan strategi kampanye offline dan online.

“Kampanye online didesain sendiri oleh kami dan untuk offline-nya kita akan memasang banner di baliho tiap fakultas serta kami juga menjalin tali silaturahmi dengan setiap Dema fakultas (Dema-F),” ucapnya.

Paslon 01 dengan slogan “Respone and Action” merupakan salah satu pasangan dengan program yang merespon aktif atas isu-isu yang terjadi serta membantu kepada yang membutuhkan. Bukan hanya bermanfaat kepada mahasiswa tetapi juga terhadap masyarakat dan pemerintah.

Apabila terpilih, mereka telah merancang kepengurusan dengan adanya arah baru dimana akan ada kolaborasi antar civitas akademika, maupun dengan mahasiswa UIN Jakarta.

“Kami akan berdigital, dimana kita ada pemberdayaan alumni dan mahasiswa yang berprestasi,” ujar Heliza.

Syauqi juga berkeinginan menyediakan website yang berkolaborasi dengan Pusat Karier untuk menginformasikan mahasiswa terkait beasiswa, pusat informasi Dema-U, hingga jenjang perkuliahan mahasiswa.

Paslon 02 Dema UIN Jakarta (Instagram/@berdayabersama_)

Sementara, pihak Abid-Zaini paslon 02 juga tak tinggal diam dalam persiapan Pemilwa kali ini. Dengan identitas “Berdaya Bersama”, Abid menyatakan bahwa kesiapannya dengan menyiapkan gagasan, mental, dan bahan kampanye untuk disebarluaskan pada mahasiswa UIN Jakarta.

“Kita masifkan konten-konten di media sosial yang akan disebarluaskan kepada seluruh mahasiswa UIN Jakarta,” ujarnya.

Pasangan yang menggaungkan “For a Better Dema UIN Jakarta Make Dema UIN Jakarta Great Again” berfokus pada ruang lingkup kebersamaan untuk kemajuan Dema-U dalam menyalurkan wadah aspirasi dan kebutuhan mahasiswa. Maka dari itu, disediakan website berdayabersama.com yang berisi profil serta kotak aspirasi yang bisa digunakan oleh para mahasiswa UIN Jakarta.

Kedua paslon yang pada awalnya dijadwalkan berkampanye sampai 11 April 2022, namun KPM memperpanjang hingga tanggal 14 April 2022. Debat calon yang diagendakan 8 April 2022 juga mundur menjadi 14 April.

Sehingga pemilihan e-voting pun mundur menjadi 18 April 2022 setelah mengalami dua kali perubahan tanggal, yaitu 8 April dan 13 April. Tentu saja sepekan perpanjangan ini dapat menjadi kesempatan kedua paslon untuk mengerahkan upaya terbaik yang akan menentukan kemenangan.

Kekuatan Radio dalam Berteman dengan Pendengarnya

Kekuatan Radio dalam Berteman dengan Pendengarnya

Reporter Mazaya Riskia Shabrina; Editor Dani Zahra Anjaswari

000 
Talking: Raditya Hardanto 
sing Power of Radio 
n 
ON AIR 
84 
Partic i pants 
america 
"RADI 
U n mute 
Start V ideo 
Share Screen 
Record 
Live Transcript 
Reactions
Diskusi oleh Atamerica dengan tajuk “The Surprising Power of Radio”. (DNK TV/Mazaya Riskia Shabrina)

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta mengadakan diskusi virtual dengan tema “The Surprising Power of Radio” melalui Zoom Meeting Cloud dan siaran langsung di seluruh media sosial Atamerica pada Rabu (6/4).

Tujuan diadakan kegiatan ini untuk berbagi cerita mengenai kekuatan radio yang belum diketahui oleh banyak orang dalam menyatukan para pendengarnya. Kegiatan ini dihadiri oleh Jurnalis Multimedia Voice Of America (VOA), Rivan Dwiastono, Radio Host Media Nusantara Citra (MNC) Trijaya FM, Riri Artakusuma, dan Group Head Content Mahaka Radio Integra (MARI), Raditya Hardanto.

“Sejak awal abad ke-20 berarti kurang lebih sudah satu abad lamanya radio masih ada dengan misi yang sama untuk memberikan hiburan, berita, dan informasi bagi pendengarnya. Bahkan berdasarkan data Statistik tahun 2021, sebanyak 82,5% penduduk di Amerika Serikat lebih sering mengakses radio dibanding platform lainnya,” tuturnya.

Rivan juga menambahkan bahwa radio mempunyai banyak keistimewaan yang belum tentu dimiliki oleh platform lainnya dalam menjangkau audiens.

“Radio itu menjangkau semua, dalam artian radio merupakan satu-satunya media yang bisa dinikmati oleh orang yang buta aksara selama masih memiliki indra pendengaran,” ujarnya.

Narasumber lainnya Radio Host MNC Trijaya FM, Riri Artakusuma juga menyetujui pernyataan yang dipaparkan oleh Rivan. Riri merasa radio tidak akan tertinggal oleh berbagai perubahan yang hadir dalam platform digital selama manusia memiliki imajinasi.

“Radio itu nggak ada matinya. Ada beberapa hal yang nggak bisa mengganti keberadaan radio itu sendiri. Sepanjang manusia punya imajinasi, radio itu nggak akan mati,” tutur Riri.

You are viewing Raditya Hardanto'sscreen 
View Options v 
Recording 
Makes me fee to 
Helps where 
M*es ave cmnected to my cannunity 
Wkes 
Makes me É•el less stressed 
feel less concernedlpnided 
Source: Nielsen Study March 2020 
• Sebanyak 53% orang merasa radio menjadi sumber Segala informasi yang 
dibutuhkan. 
• Sedangkan sebanyak 46% menganggap radio sebagai sumber informasi tempat 
belanja. 
Radio host 
menjadi teman 
favorit selama 
menghabiskan 
waktu di masa 
pandemi, 
khususnya ketika 
lockdown. 
View 
Your network bandwidth is low 
I (Saditya 
U n mute 
Start V ideo 
133 
Partic i pants 
Share Screen 
Record 
Live Transcript 
Reactions
Data frekuensi pendengar radio yang diperoleh oleh Nielsen pada bulan Maret 2020. (DNK TV/Mazaya Riskia Shabrina)

Selanjutnya Group Head Content MARI, Raditya Hardanto juga memaparkan bahwa radio adalah teman bagi masyarakat. Berdasarkan survei Nielsen Consumer Media View pada bulan Maret 2020 lalu tepatnya ketika kasus Covid-19 pertama kali ditemukan di Indonesia, penyiar radio adalah teman favorit selama menghabiskan waktu di masa pandemi.

Hal tersebut dipastikan dari adanya peningkatan jumlah pendengar radio, terutama pendengar yang ingin mendapatkan informasi mengenai krisis bencana alam atau pandemi.

Raditya beranggapan bahwa apa pun kondisi yang terjadi, bahkan di tengah krisis sekalipun pengiklan harus tetap mempromosikan produk yang dihasilkan oleh brand yang bersangkutan. Keadaan seperti ini dapat menjadi jembatan penghubung supaya radio tetap berkembang bagaimana pun keadaannya.

“Bagaimana radio masih eksis sampai sekarang karena dua hal. Pendengar yang selalu setia mendengarkan dan pengiklan yang mau beriklan di radio karena suka dengan konten yang disajikan,” tutur Raditya.

Tiba di penghujung acara, moderator dari acara tersebut, Agatha Theodora menutup diskusi dengan menyimpulkan bahwa radio itu tidak akan pernah mati. Radio adaptif sebab dapat mengikuti perubahan dan selalu dekat dengan para pendengarnya.