Rayakan Idulfitri dengan Amalan Rasulullah, Apa Aja sih?

Rayakan Idulfitri dengan Amalan Rasulullah, Apa Aja sih?

Penulis Syaifa Zuhrina

Makanan khas saat lebaran. (Freepik/@ikarahma)

Setelah berpuasa satu bulan penuh, tentu umat muslim di seluruh dunia bersuka cita menyambut datangnya hari kemenangan. Yap, hari raya Idulfitri. Biasanya orang-orang di Indonesia berbondong-bondong untuk pulang ke kampung halamannya, berbelanja baju baru di Tanah Abang atau membuat ketupat dan kue nastar sebagai ikon lebaran. Lebih dari itu, sebenarnya Idulfitri memiliki sunah-sunah yang dapat dikerjakan oleh seluruh umat muslim, loh. Apa aja sih?

1. Takbiran

Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk melantunkan takbir dimulai sejak malam sebelum shalat Idulfitri berlangsung. Biasanya ini dilantunkan dari beberapa masjid atau dengan pawai obor mengelilingi kampung.

2. Mandi sebelum shalat Idulfitri

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda yang artinya : “Dan dari Amdullah bin Abbas Radiyallahu Anhuma, ia berkata, bahwasanya Nabi SAW mandi pada hari Idulfitri dan Idul Adha.” (HR Ibnu Majah)

Maka dari itu, perlunya kita mandi, berhias diri, dan memakai pakaian terbaik sebelum beranjak ke masjid untuk shalat Ied, Guys. Jangan lupa untuk membaca niat sebelum mandi sunah Idulfitri yaitu “Nawaitul ghusla sunnatan li ‘idil fithri lillahi ta’ala“.

3. Makan sebelum shalat Idulfitri

Selain dianjurkan untuk mandi sunah, kita juga disunahkan untuk makan sebelum berangkat shalat Idulfitri. Terkait makanannya dibebaskan, namun dalam sebuah hadits disebutkan Rasulullah menganjurkan untuk makan kurma dalam jumlah yang ganjil.

Hadits Imam Bukhari yang dikutip At Tabrizi “Rasulullah SAW tidak pergi untuk melaksanakan shalat Idul Fitri sampai beliau memakan beberapa butir kurma. Beliau memakannya ganjil.” (HR. Bukhari).

Silaturahmi saat lebaran. (Freepik/@odua)

4. Memilih rute berbeda ketika pergi dan pulang dari masjid

Amalan sunah selanjutnya yakni umat muslim dianjurkan untuk memilih jalan berbeda ketika pergi dan pulang dari masjid. Hal ini bertujuan sebagai ajang silaturahmi antar kerabat dan lainnya. Kita bisa membagi kebahagiaan bersama orang-orang yang kita temui di jalan dengan memberi sapa dan salam, Guys.

5. Bersilaturahmi dan saling mengucapkan selamat

Berkunjung ke sanak saudara merupakan tradisi saat Idulfitri yang sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Selain itu, satu sama lain dianjurkan untuk saling megucapkan “Taqabbalallahu Minna Wa Minkum” yang artinya semoga Allah menerima amalan kami dan kalian.

Ternyata banyak ya amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah kepada umatnya saat menyambut hari raya kemenangan. Jangan lupa untuk selalu diterapkan agar kita menjadi umat terbaik Nabi Muhammad SAW, aamiin.

Ngabuburit Anti Mainstream yang Wajib Kamu Coba!

Ngabuburit Anti Mainstream yang Wajib Kamu Coba!

Penulis Latifahtul Jannah

Waktu istimewa sudah mulai datang, tentu umat muslim di dunia menyambutnya Ramadan dengan senang.Dimomen bulan suci Ramadan, ngabuburit adalah salah-satu aktivitas khasnya. Ngabuburit versi kamu bagaimana?

Ternyata ngabuburit berasal dari kata dalam bahasa Sunda, burit yang menggambarkan waktu pada sore hari saat matahari mulai terbenam. Memang, istilah ini akhirnya dikenal pada bulan puasa untuk menggambarkan waktu sebelum berbuka.

Jika kita tilik lebih dalam lagi, sebenarnya ngabuburit secara harfiah tidak ada hubungannya dengan bulan puasa, loh. Namun, tradisi kumpul-kumpul pada sore hari di Jawa Barat selama bulan puasa yang menjadi alasan di balik ngabuburit identik dengan bulan Ramadan.

Agar ngabuburit kamu makin berfaedah, berikut adalah 3 aktivitas seru yang tentunya bermanfaat bagi kamu dan orang lain.

1. Belajar bahasa asing dari film 

Ilustrasi menonton film. (Unsplash.com)

Agar waktu tidak terasa lama, kamu bisa mencari hiburan dengan menonton film favoritmu. Selain hiburan, kamu bisa mengasah kemampuan dengan menonton film berbahasa asing saat ngabuburit. Metode ini cukup efektif bagi sebagian orang, Guys.

Di era arusnya globalisasi sekarang, bahasa asing seperti Bahasa Inggris secara tidak langsung menjadi kebutuhan karena digunakan untuk berkomunikasi lintas negara. Ada banyak film dan series asal luar negeri yang dapat kamu tonton secara gratis ataupun berbayar. Lebih disarankan untuk menonton film religi, ya.

2. Wisata religi

Ilustrasi wisata religi. (Unsplash.com)

Jalan-jalan di sekitar komplek atau nongkrong di café pasti sudah sering kamu lakukan. Nah, DNK People bisa mencoba kegiatan baru dengan cara berwisata religi dengan menjelajahi masjid-masjid besar di daerahmu untuk ngabuburit yang lebih bermakna. Biasanya, setelah salat Ashar juga banyak dilakukan kegiatan keagamaan seperti kajian dan tadarus di masjid. Jadi menambah semangat ibadah kamu, kan?

3. Ikut volunteer

RAMADHAN 
BERANI 
BERBAGI 
#ReIawanRamadhan 
1438 H 
Daftarkan dirimu segera di:
Pendaftaran relawan Ramadan. (indorelawan.org)

Di bulan Ramadan, setiap orang berlomba-lomba untuk mendapatkan pahala dengan mencapai sesuatu yang bermanfaat. Hal ini dapat dilakukan dengan memberikan takjil gratis atau mengunjungi panti asuhan terdekat. Bagi kamu yang memiliki jiwa sosial yang tinggi, kamu bisa mencoba kegiatan bermanfaat untuk sesama yang anti mainstream yaitu dengan menjadi volunteer atau sukarelawan, Guys.

Selain bermanfaat bagi yang membutuhkan, berinteraksi dengan orang baru dan melakukan hal-hal yang baik dapat mengatasi stres yang kerap DNK People rasakan, loh. Ini akan berpengaruh baik pada kondisi psikologis kamu, termasuk dapat meredakan rasa jenuh dan penat karena stres.

Semarak 32 Tahun, Fdikom Gelar Serangkaian Kegiatan

Semarak 32 Tahun, Fdikom Gelar Serangkaian Kegiatan

Reporter Adinda Shafa Afriasti; Editor Syaifa Zuhrina

Sharing session oleh dekan dan wakil dekan dalam perayaan milad Fdikom ke-32. (DNK TV/Adinda Shafa Afriasti)

Dalam rangka memperingati hari lahir yang ke-32, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menyelenggarakan berbagai rangkaian acara pada Selasa (26/4). Mulai dari kegiatan sharing session, kegiatan perlombaan antar mahasiswa Fdikom sampai buka puasa bersama.

Kegiatan dibuka dengan opening ceremony dan sharing session bertema “32 Tahun Fdikom Berdiri: Refleksi Historis dan Pendidikan” yang dilaksanakan di ruang teater lantai 2 gedung Fdikom dengan narasumber Dekan Fdikom, Suparto, Wakil Dekan (Wadek) Bidang Akademik, Siti Napsiyah serta Wadek Bidang Kemahasiswaan, Cecep Castrawijaya. 

Dalam sambutannya, Suparto memaparkan adanya kegiatan ini menunjukkan bahwa Mahasiswa Fdikom peduli dengan fakultas, karena menurutnya kepedulian merupakan modal utama kemajuan bangsa.

Wadek Bidang Akademik, Siti Napsiyah menuturkan bahwa tema yang diusung pada perayaan tahun ini sebagai ajang refleksi historis untuk tidak melupakan sejarah berdirinya Fdikom.

“Sudah saya sampaikan bahwa dahulu Fakultas Dakwah adalah hasil pemekaran dari Fakultas Ushuludin. Ini sebagai contoh bahwa milad ini perlu menjadi ajang refleksi historis sejarah berdirinya Fakultas ini,” jelasnya.

Ketua Umum Senat Mahasiswa (Sema) Fdikom, Safira Febby Ayu memaparkan sambutannya dengan harapan kedepannya agar mahasiswa lebih mengimplementasikan kegiatan akademik dan non akademik.

“Semoga ke depannya mahasiswa lebih bisa mengimplementasikan lagi kegiatan akademik serta kegiatan non akademiknya, dan semoga ormawa yang nantinya dilantik menjadi pengurus baru dapat menuntaskan perkuliahannya dengan baik di samping kegiatan organisasinya,” tuturnya Febby.

Perlombaan ranking 1 sebagai salah satu rangkaian acara perayaan milad Fdikom. (DNK TV/ Adinda Shafa Afriasti)

Salah satu serangkaian ajang perlombaan yakni lomba MTQ, ceramah, dan Ranking 1 yang diikuti beberapa Mahasiswa Fdikom. Panitia mewajibkan setiap jurusan untuk mengirim perwakilan dalam tiap mata lomba.

Meskipun dalam perencanaan yang singkat, Ketua Pelaksana Banu Naqueb mengaku bahwa kegiatan berjalan cukup memuaskan.

“Pelaksanaan dari perencanaan hingga hari H masih terbilang memuaskan, meski saat perencanaan kurang dalam segi waktu karena perencanaan sendiri mendadak dari pihak penanggung jawab acara. Antusias mahasiswa Fdikom juga cukup besar, terus bertambah seiring berjalannya acara,” ucap Banu saat diwawancarai langsung oleh Reporter DNK TV pada Selasa (26/4).

Salah satu Mahasiswa Fdikom yang berpartisipasi dalam perlombaan, Aulia Damayanti mengatakan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman baru baginya.

“Seneng karena bisa ikut perlombaan Ranking 1, terlebih ini dalam acara merayakan milad Fdikom, harapannya semoga Fdikom lebih maju dari tahun-tahun sebelumnya dan dapay menjadi fakultas unggulan di UIN Jakarta,”.

Ia juga berharap mahasiswa Fdikom dapat lebih berinovasi kembali dan terus berkarya agar bisa mengharumkan nama fakultas.

Kemudian kegiatan perayaan milad ini ditutup dengan acara buka bersama serta pembagian hadiah yang dilakukan oleh panitia dan para pemenang lomba.

Menu Sahur yang Wajib Dicoba Anak Kos

Menu Sahur yang Wajib Dicoba Anak Kos

Penulis Latifahtul Jannah

Susu dan pisang (Unsplash.com)

Selalu ada cara unik untuk anak kos bertahan di tanah rantau, salah satunya saat sahur di bulan suci Ramadan, makanan yang praktis dan mudah disajikan, sering kali menjadi pilihan.

Namun belum lengkap jika kata “hemat” yang identik dengan anak kos, belum menyertai menu tersebut. Nah buat kamu yang bingung, berikut 4 rekomendasi menu sahur hemat ala anak kos yang bisa dicoba, Guys!

1. Mie instan

Menu yang mudah didapat, murah, praktis serta nikmatnya yang tiada tara, membuat mie instan dikonsumsi 92 persen atau sekitar 248,7 juta penduduk Indonesia berdasarkan hasil olah Lokadata dari Suvei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 2020, jadi jangan ditanya lagi Guys, tentu menu ini juga menjadi andalan anak kos.

Namun lebih baik jangan dicampur dengan nasi ya, karena pada dasarnya, mie instan dan nasi merupakan sumber karbohidrat yang tinggi. Mengonsumsi keduanya secara bersamaan hanya akan membuat tubuh melebihi batasan kalori harian, okey?

2. Telur ceplok balado

Telur ceplok juga merupakan pilihan menu makan yang praktis. Tak melulu polosan, DNK People bisa meraciknya lagi dengan bumbu balado yang pedas gurih agar lebih nikmat.

Untuk bumbu baladonya, kamu bisa menyesuaikan dengan selera terutama tingkat pedasnya. Membuat menu ini juga tidak memakan waktu lama, loh. Telur ceplok balado enak dimakan dengan nasi hangat.

3. Susu

Susu juga bisa menjadi menu andalan anak kos loh, Guys. Selain sehat karena mengandung vitamin dan kalsium yang baik untuk tulang, minuman ini juga dapat mengenyangkan. DNK People bisa menambahkan pisang, karena pisang memiliki kandungan sejenis karbohidrat yang disebut resistant starch. Bersama serat pektin, nutrisi ini mampu memberikan efek mengenyangkan dan pastinya sehat!

4. Nasi goreng rice cooker

Nah, menu lain yang menjadi idaman dan praktis adalah nasi goreng rice cooker. Cara membuatnya pun sangat praktis, cuci 1 cup beras, tiriskan, tambahkan air, lalu tuang setengah bungkus bumbu nasi goreng instan. Tambahkan sosis jika ada, tambahkan kecap manis agar lebih sedap, setelah itu tinggal tutup rice cooker. Nasi goreng instan pun siap disantap.

Hindari Makanan ini saat Berbuka Puasa!

Hindari Makanan ini saat Berbuka Puasa!

Penulis Dani Zahra Anjaswari

Gorengan yang sering menjadi buruan ketika berbuka puasa. (istockphoto.com/@junardiey)

Tentunya di bulan Ramadan kita sangat menantikan momen berbuka puasa, biasanya saat akan berbuka berbagai hidangan telah disajikan untuk disantap bersama keluarga. Makanan yang sering disajikan adalah makanan yang manis-manis dan segar. Padahal selama berpuasa, memperhatikan asupan nutrisi sangat penting agar tubuh tetap sehat, loh.

Agar manfaat puasa bisa diraih secara maksimal, pilihan menu makanan juga harus disesuaikan. Dengan begitu, kerja sistem pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan tidak terganggu selama bulan puasa. Ada beberapa jenis makanan yang harus kamu hindari saat berbuka puasa. Yuk kita simak, apa saja jenis makanan tersebut!

1. Makanan berminyak

Eits, mungkin kita sudah tidak asing dengan gorengan atau makanan berminyak lainnya yang menjadi makanan favorit saat berbuka puasa, namun sebaiknya kamu perlu menghindari jenis makanan ini dikarenakan dapat mengganggu sistem pencernaan, DNK People. Lemak adalah salah satu zat gizi yang sulit dan lama dicerna. Oleh karena itu, lemak yang terkandung di dalam gorengan membuat organ pencernaan bekerja lebih ekstra, sehingga menyebabkan kenaikan berat badan serta memicu tekanan darah meningkat lebih tinggi.

2. Makanan Pedas

Salah satu makanan pedas yang harus dihindari kita berbuka. (dapurkobe.co.id)

Mengonsumsi makanan pedas memang dapat memancing selera makan kita, tapi tidak disarankan untuk kamu santap ketika baru berbuka puasa. Kandungan senyawa capsaicin dari cabai bisa membuat dinding lambung iritasi, sehingga menimbulkan reaksi asam yang membuat perut kram dan nyeri. Hal ini dapat memicu diare ketika DNK People mengonsumsi makanan pedas.

3. Makanan instan dan makanan kaleng

Apakah kamu tipe orang yang menyiapkan makanan serba instan ketika berbuka puasa? Mungkin sebagian kamu memilih makanan instan sebab kamu malas bergerak dan seolah tidak bertenaga ketika sedang menjalankan puasa sehingga memicu seseorang mengonsumsi makanan instan ketika berbuka. Makanan siap saji, seperti mie instan akan membuat tubuh kesulitan menyerap nutrisi dari makanan bergizi lainnya, Guys. Makanan kaleng pun tidak mengandung nilai gizi yang baik untuk tubuh.

4. Makanan yang tinggi gula 

Berbukalah dengan yang manis, tapi jangan manis-manis, DNK People. Mungkin kamu sering mendengar kalimat tersebut memang anjuran berbuka puasa dengan yang manis memang diperlukan untuk menaikkan kembali kadar glukosa dalam darah yang menurun setelah berpuasa. Ada baiknya jika kamu tidak mengonsumsi makanan yang tinggi gula terlalu berlebihan ketika berbuka puasa sebab kadar glukosa akan naik secara cepat dan tinggi. Hal ini dapat memicu seseorang menjadi mudah lelah dan juga memicu terkena penyakit diabetes, Guys.

Problematika Pendakwah Kian Terjadi

Problematika Pendakwah Kian Terjadi

Reporter Sifa Sevia; Editor Belva Carolina

Zoom Meeting 
U n mute 
P 
'Kei 
Alvia Azhar 
% Alvia Azhar 
Recording 
Henri 
Start V ideo 
o 
DNK TV Sifa sevia M... 
R9Jab Ritonga 
atiwi 
Asp. KG m 
uu•uø arbi V 
Reactio ns 
Apps 
32cc Cerah O 
View 
F9dhila 
185 
Participants 
Share Screen 
10:39 am 
25-Apr-22
Pemateri Problema Pelaksanaan Penyiaran dan Perundang-undangan di Indonesia, Henri Subaiakto memberikan materi melalui Zoom Meeting. (DNK TV/Sifa Sevia)

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fdikom UIN Jakarta menyelenggarakan kuliah umum bertajuk “Hukum dan Undang-Undang Penyiaran di Indonesia” secara virtual melalui Zoom Meeting pada Senin (25/4).

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB dihadiri oleh Guru Besar Komunikasi Universitas Airlangga, Henri Subiakto yang merupakan pemateri “Problema Pelaksanaan Penyiaran dan Perundang-undangan di Indonesia” dan Profesor Ilmu Komunikasi di Institut Komunikasi dan Bisnis London School of Public Relations Jakarta, Rajab Ritonga yang merupakan pemateri “Problema Pendakwah dan Materinya dalam Penyiaran di Indonesia”.

Zoom Meeting 
Reco 
rd Ing 
P 
ASP 1 K" m 
armawati arbi 
DNK TV Sifa sevia M... 
pan Otomatis 
File Beranda 
Sisipkan Gambar 
Rajab Ritonga 
STUDIUM GENR.. 
Desain 
Transisi 
Animasi 
Peragaan Slide 
Nurul Fadhila 
Rekam Peninjauan 
Tampilan 
iÉllya Pratiwi 
Bantuan 
AGUS HS- IBI K... 
AGUS HS- 181 KOSGO... 
@ Rekam gagikan 
Tempel 
klip 
6 
slide 7 dan 14 
o 
Atur Ulang 
slide 
gam v 
Slide 
Klik untuk menambah catatan 
IngYis (merika Aksesibilitas' Sélidiki 
gentuk Atur 
Gayd 
Ganti v 
Pilih 
Diktekan 
Efek Bentuk 
PROBLEMATIKA PENDAKWAH 
upendakwah di media 
Seseorang bisa jadi 
"Dali" bila punya 
follower, subscriber, 
atawviewer banyak 
Mereka menjadi 
tempet ruiukan dari 
persoalan agama 
Varga digital padahal 
ilmunya belum tentu 
memadai (Humeira, 
2021 ) 
•MARAH SU 
310 
C 
Kabut O 
10:25 am 
25-Apr-22
Materi yang disampaikan oleh Rajab Ritonga melalui Zoom Meeting. (DNK TV/ Sifa Sevia)

Rajab Ritonga menjelaskan bahwa pendakwah merupakan komunikator dan bukanlah provokator.

“Pendakwah sebetulnya komunikator bukan provokator, bukan mau memanas-manaskan situasi kondisi atau keadaan ya, seharusnya begitu,” ujar Rajab dalam kuliah umum.

Ia juga mengatakan bahwa komunikasi massa berkaitan erat dengan teknologi, begitupun dengan pendakwah. Dengan begitu, problematika pendakwah saat ini adalah pendakwah yang menjadi selebriti.

“Karena memang sejak awal komunikasi massa itu kaitannya erat dengan komunikasi, sejak pertama kali ditemukan mesin cetak oleh Gutenberg sampai sekarang itu selalu terkait dan mengubah lingkungan masyarakat serta penggunaannya, termasuk di sini adalah penggunaan dakwah,” ucapnya.

Saat ini banyak pendakwah di media sosial hanya dengan memiliki banyak pengikut dan penonton dapat dijuluki sebagai dai.

“Dia bisa saja menjadi dai, dengan catatan dia memiliki followers, punya subscriber, punya viewers yang banyak dia tiba-tiba menjadi dai,” tambahnya.

Tasyakuran Milad Fdikom ke-32 jadi Momentum Refleksi dan Evaluasi

Tasyakuran Milad Fdikom ke-32 jadi Momentum Refleksi dan Evaluasi

Reporter Syahrul Rachmat; Editor Belva Carolina

Sambutan Dekan Fdikom UIN Jakarta, Suparto dalam tasyakuran milad Fdikom ke-32. (DNK TV/Syahrul Rachmat)

Dalam rangka memperingati milad yang ke-32 tahun, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta mengadakan tasyakuran di ruang teater lantai 2 Fdikom pada Senin (25/4) yang dihadiri oleh dosen dan para staf Fdikom.

Acara ini berjalan dengan lancar dengan adanya dukungan dari banyak pihak seperti sumbangan dari para dosen hingga Baznas, kemudian kontribusi DNK TV, RDK FM, Kontras, dan lain sebagainya.

Rangkaian acara diawali dengan sambutan Dekan Fdikom UIN Jakarta, Suparto, dilanjutkan dengan pembagian seserahan hingga sesi hiburan yang ditampilkan oleh Lembaga Semi Otonom (LSO) Kontras.

Dekan Fdikom, Suparto mengatakan bahwa tujuan diselenggarakannya tasyakuran adalah momentum untuk merefleksi dan mengevaluasi pencapaian untuk menciptakan perubahan-perubahan baru.

“Kita harus menciptakan momentum, refleksi diri, evaluasi, dan bersyukur atas segala pencapaian dan prestasi yang telah kita raih dan kita juga mengingat usia fakultas yang sudah 32 tahun, kira-kira sudah terjadi perubahan apa saja dalam 32 tahun ini,” ujar Suparto.

Mengevaluasi kekurangan akan menjadi hal baik dalam menemukan program kerja kedepannya. Suparto juga berharap agar Fdikom dapat maju di segala aspek.

“Fdikom lebih mampu berkiprah pada segala aspek, baik akademik maupun non akademik. Lalu pada aspek layanan akademik dan layanan masyarakat,” tambahnya.

١١ 
ك
Pemaparan ceramah oleh Kepala Laboratorium, Zakaria. (DNK TV/Syahrul Rachmat)

Berdasarkan Pernyataan Wakil Ketua Dewan Mahasiswa tingkat fakultas (DEMA-F), Musa Adhe Chandra bahwa tasyakur ini merupakan unjuk rasa syukur atas produktivitas dan eksistensi dalam birokrasi baik horizontal maupun vertikal yang masih terjaga dan seimbang.

“Acara ini berjalan dengan lancar secara sederhana untuk memperingati hari lahirnya Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi,” ujar Musa.

Musa berharap Fdikom dapat menjadi lebih baik dimana adanya kesalahan dan evaluasi yang dapat diperbaiki untuk ke depannya.

Sering Dianggap Sepele, Hal Ini Ternyata Bikin Batal Puasa!

Sering Dianggap Sepele, Hal Ini Ternyata Bikin Batal Puasa!

Penulis Belva Carolina

Pada saat bulan Ramadan, umat muslim berlomba-lomba meraih pahala. Mulai dari menjalankan ibadah puasa, berbagi kebaikan, dan menghindari hal-hal yang kurang bermanfaat.

Bukan hanya itu, kamu juga harus menahan diri dari segala hawa nafsu termasuk haus dan lapar. Namun, selain makan dan minum, ternyata ada banyak hal yang dapat membatalkan puasamu, loh. Hal-hal ini bahkan sangat sederhana dan mungkin selama ini tidak terpikirkan oleh kamu kalau hal tersebut membatalkan puasa.

Agar puasamu lebih afdol dan diterima dengan baik, berikut beberapa hal sederhana yang dapat membatalkan puasamu dan mengurangi pahalamu yang harus kamu tahu!

1. Berbohong

Ilustrasi berbohong. (Freepik/@cookie_Studio)

Ramadan merupakan bulan suci yang mengharuskan umat muslim untuk menjaga diri dari perbuatan yang dilarang, salah satunya berkata bohong. Berkata dusta termasuk sifat tercela yang wajib hukumannya untuk dihindari, terlebih lagi saat kamu menjalankan ibadah puasa. Walau skalanya dianggap kecil, berbohong dapat mengurangi pahala. Jangan sampai amalanmu jadi berkurang karena mengatakan yang tidak sesuai dengan kebenarannya ya, DNK People!

2. Bergosip 

Ilustrasi bergosip. (Freepik/@drobotdean)

Saat berkumpul dengan teman atau sahabat, kebiasaan sederhana ini seringkali sulit dihindari bahkan menjadi hal yang disukai banyak orang. Padahal membicarakan orang lain atau bergosip dapat mengurangi pahala puasa karena termasuk perbuatan yang dilarang oleh Allah, Guys. Sebaiknya ubahlah topik pembicaraanmu seperti berbagi pengalaman menyenangkan dalam keseharian.

3. Tidur Sepanjang Hari

Ilustrasi tidur. (Freepik/@drobotdean)

Saat kondisi tubuh lemah karena kurangnya cairan dalam tubuh, tidur saat berpuasa memang menjadi kegiatan yang menyenangkan. Tidur sepanjang hari justru mengurangi bahkan menghilangkan pahala karena membuat DNK People enggan melakukan kegiatan, baik beribadah maupun melakukan hal yang bermanfaat. Hal tersebut jangan sampai dilakukan berlebihan, sebaiknya batasi dan gunakan waktumu untuk hal-hal yang mendatangkan pahala.

4. Mengeluh

Ilustrasi mengeluh. (Freepik/@cookie_Studio)

Mengeluhkan kondisimu yang sedang lapar atau haus saat berpuasa ternyata dapat mengurangi pahala berpuasanmu, loh. Walau sering dianggap sepele oleh orang-orang yang sedang berpuasa, hal ini mencerminkan sikap kurang ikhlas dalam menjalankan ibadah puasa. Sebaiknya alihkan perhatianmu dengan mengisi hari-hari dengan produktif, ya.

5. Marah

Ilustrasi marah. (Freepik/@benzoik)

Disamping hawa nafsu, kita juga perlu menahan emosi atau kemarahan selama berpuasa, Guys. Marah merupakan reaksi emosional yang wajar dirasakan oleh manusia, tetapi hal ini dapat mengurangi pahala, bahkan saat diikuti dengan kata-kata kasar. Jika ada yang membuatmu kesal, sebaiknya lapangkan hati dan memaaafkan karena akan memberikanmu lebih banyak pahala, terutama di bulan Ramadan.

6. Muntah disengaja

Ilustrasi muntah. (Freepik/@8photo)

Muntah seringkali timbul saat merasa pusing terlebih saat perut kosong. Jika kamu muntah tanpa disengaja atau muntah secara tiba-tiba maka puasanya tetap dihukumi sah selama tidak ada sedikit pun dari muntahan yang tertelan kembali. Namun, muntah yang tertelan dengan sengaja, maka puasanya akan batal.

7. Memasukan benda ke dalam lubang tubuh dengan sengaja

Puasa yang dijalankan oleh seseorang akan batal apabila terdapat benda masuk ke dalam salah satu lubang yang berpangkal pada organ bagian dalam, seperti mulut, telinga, hidung, qubul, dan dubur, Guys.

Lubang-lubang tersebut memiliki batas yang dapat membatalkan puasa. Dalam hidung yaitu pangkal insang yang letaknya sejajar dengan mata. Di dalam telinga adalah bagian dalam yang sekiranya tidak terlihat oleh mata. Sedangkan untuk bagian mulut adalah tenggorokan.

8. Bekam

Ilustrasi bekam. (Freepik/@freepik)

Bekam merupakan metode pengobatan yang mengeluarkan darah yang mengandung toksin dari tubuh manusia. Seperti yang kita tahu, kita tidak diperkenankan untuk mengeluarkan apapun yang ada di dalam tubuh saat puasa termasuk mengeluarkan darah, Guys.

9. Merokok

Ilustrasi merokok. (Freepik/@arthurHidden)

Meskipun tidak ada yang ditelan, merokok termasuk golongan kegiatan yang dapat membatalkan puasa, loh. Mayoritas ulama menyampaikan bahwa menghirup asap tidak membatalkan puasa, namun merokok bukanlah sekedar menghirup. Batang rokok dimasukkan ke dalam mulut dan uap tembakau yang terhirup dianggap membatalkan puasa.

10. Menahan dahak

Ilustrasi batuk. (Freepik/@8photo)

Jika seseorang mengeluarkan dahak yang sudah dikeluarkan ke rongga mulut, lalu ditelan kembali dengan sengaja, maka hal ini dapat membatalkan puasa. Menurut beberapa pendapat ulama dahak berasal dari pangkal hidung, alias tidak keluar dari mulut. Sehingga hal ini mirip dengan muntah dan masih memungkinkan seseorang untuk dapat menghindarinya.

11. Berenang

Sebenarnya berenang tidak diharamkan pada saat berpuasa. Namun, dikhawatirkan yang menjadi masalah adalah menjaga agar air tidak masuk kedalam tubuh kita. Sebaiknya untuk menghindari batalnya puasa tidak dianjurkan berenang saat menjalankan puasa.

Kebiasaan sederhana yang seringkali dilakukan sehari-hari ini tanpa disadari dapat mengurangi pahala berpuasamu. Yuk, kuatkan iman dan jaga hawa nafsu agar pahala puasa yang sudah dijalankan tetap utuh.

IPCC : Kode Merah untuk Umat Manusia, Kok Bisa?

IPCC : Kode Merah untuk Umat Manusia, Kok Bisa?

Reporter Ani Nur Iqrimah; Editor Ahmad Haetami

Menyuarakan krisis iklim ditengah ramainya kendaraan dengan membawa poster tuntutan. (DNKTV/Ridho Fadillah)

Di tengah guyuran hujan dan ramainya kendaraan, dalam memperingati Hari Bumi Sedunia sejumlah aktivis terus menyuarakan keresahan terhadap krisis iklim yang terjadi di bumi yang dilaksanakan di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, pada Jum’at (22/4).

Perubahan cuaca secara signifikan dari panas terik lalu tiba-tiba hujan petir yang sering terjadi pada akhir-akhir ini, semata bukan karena perubahan iklim biasa, namun semua perubahan itu adalah akibat krisis iklim dan pemanasan rata-rata 1,1 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri.

“Jika kita tidak bergerak cepat, kita cuma punya waktu 30 bulan untuk bisa menekan kenaikan suhu bumi itu tidak lebih dari 1,5 derajat celcius, kalau misalnya tidak segera, itu suhu bumi akan naik sampai ke 2 derajat dan itu efeknya sangat banyak” ucap Aktivis Aksi For Gender, Social, and Ecological Justice, Kinanti Munggareni.

Laporan ini juga menunjukkan meskipun kita sudah mengambil langkah-langkah pengurangi emisi secara tegas, pemanasan iklim sudah terlanjur masuk ke dalam sistem iklim. Hal tersebut menimbulkan peristiwa cuaca ekstrem yang lebih berbahaya dan merusak dari yang kita lihat hari ini.

“Memang usaha-usaha untuk menekan emisi karbon yang menyebabkan pemanasan global di bumi ini sudah banyak dilakukan, begitupun proyek-proyek yang merespon krisis iklim itu sudah banyak, tapi proyek-proyek ini juga kita lihat ternyata solusi palsu false climate solution, dan itu terus digaungkan,” ungkap Kinanti.

Salah satu tuntutan pada aksi Hari Bumi yaitu G20 stop funding our extinction. (DNTV/Ridho Fadillah)

Kinan dan seluruh aktivis peduli iklim berharap agar pemerintah bisa membuka mata dan lebih serius dalam menangani kasus krisis iklim yang sedang terjadi, karena krisis iklim sudah berdampak terlalu besar bagi seluruh kehidupan makhluk di dunia. Kinan juga berharap untuk masyarakat ikut membersamai gaungkan krisis iklim dan bebenah mulai dari hal kecil.

Akankah kita bisa membatasi pemanasan di tingkat ini dan mencegah dampak krisis iklim lebih buruk? Jawabannya tergantung dari tindakan yang ambil umat manusia dalam dekade ini.

Nada Comfest : Optimasi Bahasa melalui Kompetisi

Nada Comfest : Optimasi Bahasa melalui Kompetisi

Reporter Ariqah Alifia; Editor Latifahtul Jannah

DNKTV_Ariqah... 
DNKTV Ariqah Alifia 
Recording 
Shinta Nurfitrianß Insa.„ 
FakultasDakwah dan ll.„ 
NATIONAL DAKWAHI 
COMPETITION FESTIVAL2022 
Fauziyyah Imma R (Juri) 
NADACONFES 2022 
Operator
Sambutan Suparto sebagai pembuka acara. (DNK TV/Ariqah Alifia)

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) mengadakan Final Pidato Bahasa Inggris yang merupakan bagian dari kegiatan National Dakwah Competition Festival (Nada Comfest) pada Kamis (21/4), bertempat di teater 2 Fdikom dan Zoom Clouds Meeting.

Gagasan diadakannya lomba yang berlangsung secara hybrid ialah untuk meningkatkan kualitas dakwah dan bermulti bahasa mahasiswa. Terdapat 6 finalis perwakilan universitas di Indonesia, salah satunya UIN Jakarta, UIN Banten, dan UIN Purwokerto. 

“Diadakannya lomba ini adalah untuk meningkatkan kualitas berdakwah, khususnya berdakwah dalam bahasa Inggris. Karena berdakwah dengan bahasa Inggris pastinya sesuatu hal yang kompleks karena melibatkan 2 hal ya dalam keagamaannya atau Islamnya, kemudian dalam komunikasi atau speech bahasa Inggris,” ujar Efrida, ketua pelaksana.

Acara yang dimulai pukul 13.00 ini, dibuka dengan penyampaian sambutan oleh Dekan Fdikom, Suparto. Ia mengatakan, diadakannya Nada Comfest selaras dengan tujuan Fdikom yang ingin menciptakan bibit-bibit pembicara yang profesional juga agamis.

This is the first Nada Comfest, National Dakwah Competition Festival the first ever held in Indonesia, especially for the student of the Faculty of Dakwah, all over state Islamic University or PTKIN. So this event, this is event special to you, because you know our goal or our aim as a faculty members that our students would have professioncy or competence to be very good speaker. Specially you gonna be the religious speakers“, ujar Suparto.

pnm 
DNKTV_Ariqah... 
DNKTV_Ariqah Alifia 
Recording 
Operator 
Fillah FM 
FakultasDakwah dan 11„. 
NATIONAL DAKWAH 
COMPETITION FESTIVAL2022 
Participants 
Chat 
Share Screen 
Record 
Reactions
Salah satu finalis lomba pidato bahasa Inggris. (DNK TV/Ariqah Alifia)

Para finalis bersaing dalam menunjukkan kemampuannya dan langsung dinilai oleh para dewan juri yang berkompeten dalam setiap aspek penilaiannya.

Salah seorang finalis, Putri Dinda berharap, National Dakwah Competition Festival dapat terselenggara kembali di tahun selanjutnya dan memberi kesan yang lebih baik lagi. Kompetisi merupakan tradisi.  Fastabiqul khairat, bersaing dalam kebaikan untuk guna menciptakan sebuah perubahan.