Perjalanan Film Indonesia

Perjalanan Film Indonesia

Penulis Jenni Rosmi Aryanti; Editor Dani Zahra Anjaswari

PROOllCTlON 
DlRECTOR 
CAMERA 
DATE 
SCENE 
ΤΑΚΕ
Ilustrasi peringatan Hari Film Nasional. (Freepik/@upklyak)

Siapa di antara kamu yang suka nonton film? Sudah tahukah kamu bahwa tanggal 30 Maret diperingati sebagai Hari Film Nasional? Lalu bagaimana latar belakangnya, ya? Simak penjelasannya di bawah ini!

Perjalanan Perfilman Indonesia

Masyarakat pada zaman Hindia Belanda mulai mengenal pertunjukkan gambar hidup pertama kali pada tanggal 5 Desember 1900 ketika diadakan pertunjukkan di rumah Tuan Schwarz di daerah Tanah Abang, Kebondjae, yang difungsigandakan menjadi sebuah gedung pertunjukkan dengan mengubah namanya menjadi “The Rojal Bioscope“. Gedung semacam itulah yang dikenal dengan nama bioskop hingga kini.

Pada awal perkembangan film di Indonesia, para penonton pribumi belum dapat menikmati pertunjukkan film dengan cerita yang utuh. Film-film yang ditampilkan di bioskop merupakan kumpulan berbagai macam potongan film yang digabung menjadi satu. Hasil guntingan sensor Komisi Sensor Film berhasil dikuasai para pedagang Cina yang memiliki bioskop dan dijadikan “film aneka rupa” untuk menarik keuntungan dari masyarakat.

Film cerita pertama yang dibuat di Indonesia berjudul “Loetoeng Kasaroeng” yang dibuat oleh L. Heuveldorp dan G. Krugers di Bandung pada tahun 1926 di bawah naungan Java Film Company. Film menampilkan cerita rakyat daerah Priangan (Jawa Barat) dan luar biasanya film ini diputar 6 hari berturut-turut dari tanggal 31 Desember 1926 hingga 6 Januari 1927.

Kemudian, pada 30 Maret 1950 diadakan pengambilan gambar pertama kali film Darah dan Doa (The Long March of Siliwangi) hasil garapan Usmar Ismail. Dan tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Film Nasional. Pada tahun tersebut Usmar Ismail mendirikan perusahaan film Indonesia pertama bernama Perfini (Perusahaan Film Nasional).

Perfini merupakan perusahaan film yang menggunakan modal nasional, tenaga karyawan, bintang film, serta sutradara asli orang Indonesia. Usmar Ismail pun dijadikan sebagai Bapak Perfilman Nasional.

• Țjas 
drdmed 
dan 
Adęectnta? 
PONO 
EiFFeL... 
HA 
I'M IN LOIłe
Beberapa poster film karya anak bangsa dari masa ke masa. (bookmyshow.com)

Perfilman Indonesia Dulu dan Sekarang

Film sudah menjadi hal yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia terutama kalangan muda. Setiap ada film baru yang tayang, bioskop selalu padat oleh antrian pengunjung yang membeli tiket. Namun, sayangnya dari dulu hingga kini bioskop Indonesia masih didominasi film-film impor.

Salah satu mahasiswa Jurnalistik UIN Jakarta, Ridho Hatmanto berpendapat film Indonesia masih butuh sumber daya manusia yang benar-benar paham mengenai perfilman terutama untuk pemeran film serta penulis film sehingga dapat menarik minat masyarakat untuk menonton.

“Selain itu juga perfilman Indonesia masih butuh alat-alat yang mendukung untuk membuat efek yang lebih memukau agar dapat memanjakan mata penonton,” ujarnya.

Berdasarkan data sensor film dan iklan film bioskop pada 2020 ada 68 judul film lokal dari 196 film lokal maupun impor yang telah lulus sensor. Sedangkan, 128 judul film lainnya merupakan film impor.

Meski demikian, dunia perfilman Indonesia terus menunjukkan kemajuan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penonton yang terus meningkat dan kualitas film.

Menurut Ridho, film Indonesia saat ini cukup mengalami perkembangan pesat. Mulai dari hal yang dibahas, banyaknya pemeran baru, teknik pengambilan video, dan lainnya.

Bukan hanya film “Ada Apa Dengan Cinta” yang selalu ditonton ulang hingga kini, film lainnya seperti “Dilan 1991”, “Imperfect“, “Ku Kira Kau Rumah”, “Pengabdi Setan”, dan masih banyak lagi selalu disambut manis oleh masyarakat Indonesia. Kalau kamu sudah nonton film lokal apa saja?

Berikut Cara Daftar SBMPTN UIN Jakarta Tahun 2022

Berikut Cara Daftar SBMPTN UIN Jakarta Tahun 2022

Reporter Chandra Hermawan; Editor Dani Zahra Anjaswari

Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) UIN Jakarta 2021. (Instagram/@uinjktofficial)

Jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) merupakan salah satu jalur masuk UIN Jakarta yang diselenggarakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) melalui Pangkalan Data Siswa Sekolah (PDSS), dengan Ujian Tertulis Berbasis Kompetensi (UTBK) sebagai tes utama seleksi pendaftarannya.

Pendaftaran SBMPTN telah dibuka pada tanggal 23 Maret-15 April 2022. Pelaksanaan UTBK ini akan dilaksanakan menjadi 2 gelombang, gelombang pertama pada tanggal 28 Mei-3 Juni 2022, sedangkan gelombang kedua pada 28 Mei-3 Juni 2022.

Pada jalur SBMPTN 2022, UIN Jakarta menyediakan kuota 1.291 pada 26 program studi yang terdiri dari 14 prodi Sains dan Teknologi (Saintek) dan 12 prodi Sosial dan Humaniora (Soshum).

Berikut daftar program studi dan daya tampungnya: Pendidikan dokter : 60

Program Studi Saintek

  1. Pendidikan dokter : 60
  2. Teknik informatika : 48
  3. Farmasi : 44
  4. Ilmu keperawatan : 44
  5. Kesehatan masyarakat : 44
  6. Sistem informasi : 40
  7. Sosial ekonomi pertanian / agribisnis : 48
  8. Biologi : 31
  9. Pendidikan matematika : 40
  10. Matematika : 32
  11. Kimia : 48
  12. Teknik pertambangan : 32
  13. Fisika : 32
  14. Pendidikan kimia : 40

Program Studi Soshum

  1. Psikologi : 100
  2. Manajemen : 64
  3. Akuntansi : 64
  4. Jurnalistik : 64
  5. Bahasa dan sastra inggris : 56
  6. Ilmu hukum : 64
  7. Sosiologi : 48
  8. Ilmu ekonomi dan studi pembangunan : 48
  9. Ilmu perpustakaan : 56
  10. Kesejahteraan sosial : 48
  11. Ilmu hubungan internasional : 48
  12. Ilmu politik : 48
SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 
IPMB
Website admisi UIN Jakarta. (spmb.uinjkt.ac.id)

Dilansir dari admisi.uinjkt.ac.id berikut persyaratan Peserta UTBK-SBMPTN 2022.

  1. Memiliki Akun LTMPT yang sudah permanen.
  2. Warga Negara Indonesia (WNI) yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  3. Siswa SMA/MA/SMK/sederajat calon lulusan tahun 2022 harus memiliki Surat Keterangan Siswa SMA/MA/SMK Kelas 12 atau peserta didik Paket C tahun 2022 dengan umur maksimal 25 tahun (per 1 Juli 2022). Catatan: Surat Keterangan Siswa Kelas 12 disertai dengan foto terbaru (berwarna), stempel/cap sekolah, dan tanda tangan Kepala Sekolah.
  4. Siswa lulusan SMA/MA/SMK/sederajat tahun 2020 dan 2021 atau lulusan Paket C tahun 2020 dan 2021 harus memiliki ijazah dengan umur maksimal 25 tahun (per 1 Juli 2022). Bagi lulusan SMA sederajat dari luar negeri harus memiliki ijazah yang sudah disetarakan.
  5. Tidak lulus jalur SNMPTN pada tahun 2020, 2021, dan 2022.
  6. Persyaratan Tes Peserta: peserta yang akan memilih prodi Saintek maka mengikuti TPS, Bahasa Inggris, dan TKA Saintek. Untuk peserta yang akan memilih prodi Soshum, maka mengikuti TPS, Bahasa Inggris, dan TKA Soshum. Dan bagi peserta yang akan memilih prodi Campuran (Saintek dan Soshum), maka mengikuti TPS, Bahasa Inggris, TKA Saintek dan TKA Soshum.
  7. Khusus Program Studi Kedokteran dan Kedokteran Gigi hanya dapat dipilih oleh siswa lulusan SMA/MA jurusan IPA saja.
  8. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses studi.
  9. Bagi peserta yang memilih program studi bidang Seni dan Olahraga wajib mengunggah portofolio.
  10. Bagi peserta tuna netra wajib mengunggah Surat Pernyataan Tuna Netra
  11. Membayar biaya UTBK melalui bank Mandiri, BNI, BTN, dan BRI

Untuk tahapan pendaftaran UTBK-SBMPTN 2022, yakni:

  1. Registrasi Akun LTMPT Wajib bagi semua calon pendaftar UTBK-SBMPTN menggunakan NISN, NPSN, dan Tanggal Lahir di laman https://portal.ltmpt.ac.id.
  2. Login Menggunakan akun LTMPT di https://portal.ltmpt.ac.id.
  3. Memilih Menu Verifikasi dan Validasi Data Mengisi biodata, unggah pas foto berwarna terbaru, dan verifikasi biodata.
  4. Memilih Menu Pendaftaran UTBK-SBMPTN Melengkapi biodata, memilih program studi, mengunggah portofolio, memilih pusat UTBK PTN, dan mendapatkan slip pembayaran.
  5. Membayar di Bank Pembayaran biaya dilakukan di bank Mitra (Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BRI) menggunakan slip pembayaran yang harus dilakukan paling lambat 1×24 jam.
  6. Mencetak Kartu Peserta UTBK-SBMPTN Login ke laman https://portal.ltmpt.ac.id, dan memilih menu pendaftaran UTBK-SBMPTN untuk mencetak Kartu Peserta UTBK.
  7. Mengikuti UTBK Tanggal UTBK sesuai informasi di kartu peserta UTBK-SBMPTN.

Ketentuan mengenai biaya pendafatran UTBK-SBMPTN 2022 adalah Rp200.000 untuk kelompok ujian Saintek atau Soshum dan Rp300.000 untuk kelompok ujian campuran. Biaya UTBK dapat dibayarkan melalui Bank Mandiri, BNI, atau BTN. Biaya yang sudah dibayarkan tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apa pun.

Berikut agenda UTBK SBMPTN 2022 berdasarkan unggahan akun https://www.instagram.com/ltmptofficial/.

  • Registrasi Akun LTMPT: 14 Februari – 17 Maret 2022
  • Pendaftaran UTBK-SBMPTN: 23 Maret – 15 April 2022
  • Pelaksanaan UTBK-SBMPTN Gelombang I: 17 – 23 Mei 2022
  • Pelaksanaan UTBK-SBMPTN Gelombang II: 28 mei – 3 Juni 2022
  • Pengumuman Hasil SBMPTN: 23 Juni 2022
  • Masa Unduh Sertifikat UTBK-SBMPTN: 25 Juni – 31 Juli 2022

Fdikom Gelar Seminar ASN Dosen 2019

Fdikom Gelar Seminar ASN Dosen 2019

Reporter Anindi Aida Bilqis; Editor Dani Zahra Anjaswari

uin 
FDlk0.M 
FDIkOWUIN.JakÅ-ta 
anindi aida bilqis 
on YouTube 
MUSAFA 
Ahmad zaky'ÜlN Jaka... 
MUHA 
D TAMAMU... 
Joko Sukarno 
Joko Sukarno 
ording 
Fauziah Muslimah
Foto bersama dosen ASN 2019. (DNK TV/Anindi Aida Bilqis)

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menyelenggarakan seminar bauran (daring dan luring) dengan tema “Kontribusi ASN Dosen 2019 dalam Mendukung Peningkatan Performa Civitas Akademika FDIK” di ruang teater Fdikom lantai 2 UIN Jakarta dan Zoom Could Meeting pada Rabu (30/3).

Acara ini dihadiri oleh Dekan Fdikom, Suparto, serta ceramah yang diisi oleh Kepala Laboratorium (Kalab) Fdikom, Zakaria. Dihadiri juga oleh 5 Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai narasumber seperti Indah Fadhilla, Wahyunengsih, Muhtar Mochamad Solihin, Fauziah Muslimah, Nadya Kharima serta segenap dosen dan mahasiswa Fdikom.

Dalam sambutanya, dekan Fdikom, Suparto memaparkan bahwa fakultas memiliki lima orang ASN 2019 yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan performa dan kinerja Fdikom.

“Ada bukti, ada balas kepada lima ASN 2019 untuk membantu kontribusi dalam meningkatkan performa dan kinerja di Fdikom,” tuturnya.

Ke depannya Fdikom tidak perlu khawatir akan kemajuan dan kualitas dalam program pembelajaran dikarenakan kualitas kelima dosen ASN nya sangat bisa diandalkan dan membanggakan.

“Melihat kontribusi kelima ASN maka Fdikom di masa yang akan mendatang tidak perlu khawatir karena prestasi dan kualitas kelima ASN sangat membanggakan,” ucapnya.

Ceramah oleh Kalab Fdikom, Zakaria. (DNK TV/Anindi Aida Bilqis)

Sebagai salah satu narasumber, Muhtar Mochamad Solihin menyampaikan materi mengenai “Optimalisasi Pengelolaan Jurnal Program Studi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI)”.

Ia memaparkan bahwa terdapat isu utama dimana belum optimalnya pengelolaan jurnal di Prodi BPI sebab masih belum adanya template jurnal, Standard Operating Procedure (SOP), dan tim yang belum maksimal. 

“Isu utamanya yaitu belum optimalnya pengelolaan prodi yang ketika saya menemukan isu utama dan kemudian saya analisis lanjut dengan fishbone diagram dan terdapat faktor-faktor yang memengaruhi belum adanya template jurnal, SOP, dan tim yang belum maksimal tapi saya lebih menekankan kepada template jurnal,” tuturnya.

Selanjutnya terdapat lanjutan program aktualisasi yang ingin dicapai untuk memenuhi target yang ada dimana capaian hasil kinerja sesuai dengan rencakan dengan menerapkan nilai kedudukan dan peran Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam NKRI

“Kegiatan aktualisasi optimalisasi pengelolaan jurnal prodi BPI sudah dilaksanakan dengan capaian hasil kinerja sesuai dengan rencana yang ada sehingga ini akan berdampak positif terhadap penulis dan juga berkontribusi terhadap visi misi dan penguatan nilai-nilai organisasi,” ucap Muthar.

Rangkaian acara ASN Dosen 2019 ditutup dengan sesi foto bersama. Selanjutnya acara ini sekaligus menjadi perayaan ulang tahun dekan Fdikom, Suparto, dengan mempersembahkan video yang berisikan ucapan ulang tahun dari para dosen Fdikom.

Dema Fdikom dan FSH Bersama Polri Dukung Vaksinasi

Dema Fdikom dan FSH Bersama Polri Dukung Vaksinasi

Reporter Kireina Yuki ; Editor Syaifa Zuhrina

Vaksinasi Covid-19 yang dihadiri beberapa jajaran civitas akademika UIN Jakarta.(DNK TV/Ilham Ramadhan).

Tepatnya di Student Center (SC) UIN Jakarta, Polri bersama Dema Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) dan Dema Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 pada Selasa (29/3).

Kegiatan ini merupakan vaksinasi serentak yang diselenggarakan di seluruh wilayah Indonesia, dan hanya tersedia vaksin tiga booster dengan jenis Pfizer.

Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis mengatakan bahwa vaksin tiga booster ini merupakan pelaksanaan vaksinasi yang kedua kalinya setelah sebelumnya dilaksanakan pada Januari lalu.

“Target kami saat ini yaitu agar seluruh civitas akademika UIN Jakarta mendapat vaksin tiga booster. Di UIN Jakarta sendiri sudah beberapa kali melaksanakan vaksinasi sejak Maret 2021. Jadi tim yang menjadi panitia vaksinasi sudah terbiasa dan insya allah tidak ada kendala,” ujarnya.

Kapolri Tangerang Selatan, Sarly Sollu menargetkan 3 ribu kuota vaksinasi dan ia berharap agar pelaksanaannya dapat mencapai target.

“Kita menargetkan hari ini khusus di UIN Jakarta sekitar 3.000, dan sedang berjalan saat ini sekitar 1.000 lebih, semoga dapat mencapai target. Untuk pelaksanaan vaksinasi ini khusus kota Tangerang Selatan sudah berlangsung dengan baik, artinya masyarakat dan mahasiswa sudah antusias terhadap pelaksanaan vaksinasi ini,” tutur Sarly.

Petugas vaksinasi Covid-19. (DNK TV/Ilham Ramadhan).

Vaksinasi hari ini berlangsung sejak pukul 07.30 WIB yang dihadiri langsung oleh jajaran dekanat, dan beberapa peserta vaksin yang meliputi mahasiswa UIN Jakarta serta masyarakat umum.

Menurut Wakil Presiden Dema Fdikom, Musa Adhe Chandra memaparkan bahwa pelaksanaan vaksinasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kuliah tatap muka bagi semester dua dan empat serta menjadi salah satu program kerja Dema Fdikom.

“Vaksinasi ini merupakan program kerja dari Dema Fdikom yang sifatnya kondisional, melihat kondisi dan situasi. Dengan jumlah 3.000 peserta vaksin, hal ini adalah dukungan terhadap SK yang dikeluarkan Rektor UIN Jakarta terkait pelaksanaan sistem pembelajaran tatap muka,” jelas Musa.

Salah satu peserta vaksinasi Covid-19, Lezi Aulia memaparkan alasan ia mengikuti vaksinasi di UIN Jakarta karena keterbatasan vaksin jenis Pfizer di tempat lain, serta untuk memenuhi program pemerintah.

“Alasan saya memilih vaksin di sini karena ketersediaan vaksin, saya mencari di tempat lain vaksin jenis pfizer ini belum tersedia. Dan tujuan saya ikut serta dalam vaksinasi Covid-19 ini adalah untuk mendukung program pemerintah. Selain itu, saya juga ingin bisa bertemu dengan anggota keluarga tanpa harus menggunakan antigen atau PCR,” ujarnya saat diwawancarai langsung oleh Reporter DNK TV Selasa (29/3).

Ziarah Kubur Jelang Ramadan, Apa Hukumnya?

Ziarah Kubur Jelang Ramadhan, Apa Hukumnya?

Reporter Tiara Juliyanti Putri; Editor Belva Carolina

Ilustrasi warga sedang ziarah kubur. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Menjelang Bulan Ramadan, ziarah kubur merupakan suatu kebiasaan unik yang lumrah dilakukan oleh masyarakat. Tradisi ziarah kubur sebelum Ramadan atau kerap disebut nyekar ini menjadi salah satu cara bagi masyarakat untuk mengenang dan mendoakan anggota keluarganya yang sudah tiada. Lantas, seperti apa hukum dan pandangan nyekar atau ziarah kubur dalam Islam?

Sebenarnya mengunjungi pemakaman untuk mendoakan yang sudah tiada, bukan hanya di Indonesia. Fakta telah menyebutkan bahwa hampir seluruh kebudayaan di dunia tentunya memiliki ritual tersendiri untuk menghormati leluhur yang sudah meninggal, baik itu dengan pemanjatan doa dan hal-hal lainnya.

Dikutip dari CNN Indonesia, menurut Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bandung, KH Wahyul Afif Al-Ghafiqi, nyekar atau ziarah kubur merupakan tradisi yang baik dalam bentuk ibadah yang dianjurkan dalam agama Islam.

Menurutnya, ziarah kubur membantu manusia untuk mengingat kematian dan menyiapkan bekal untuk menghadap Allah SWT. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tradisi ziarah kubur tidak seharusnya dianggap berlebihan dan cukup dilakukan sebagai bagian dari ibadah.

Romdhoni, salah satu guru agama di SMA Jakarta Selatan mengatakan bahwa dirinya merupakan salah satu orang yang melakukan ziarah kubur saat menjelang Bulan Ramadhan.

“Saya termasuk yang ikut ziarah, karena saya juga menziarahi makam orang tua saya dan mendoakannya, tidak hanya itu saya juga mengirimkan surah Al-Fatihah dan berharap semoga Allah menerimanya serta memberikan pahalanya. Tetapi yang perlu digaris bawahi dan diperhatikan yaitu agar jangan meminta doa kepada penghuni kubur,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ketika melakukan ziarah kubur seharusnya ada penanggung jawab rombongan yang harus mengarahkan para jemaah yang akan berziarah. Selain mengingatkan akan kematian dan mendoakan ahli kubur seharusnya ada rasa hormat terhadap orang yang sudah kembali ke rahmatullah.

Ilustrasi berdoa saat ziarah kubur. (Freepik/@jcomp)

Ziarah kubur yang dilakukan pada waktu tertentu seperti menjelang bulan Ramadhan hukumnya sunnah. Dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar al-Haitami dalam kitabnya Fatawa Fiqhiyah al-Kubra (2/24) yang artinya.

“Beliau (Ibnu Hajar) ditanya tentang berziarah ke makam para wali pada waktu tertentu dengan melakukan perjalanan khusus ke makam mereka. Beliau menjawab, berziarah ke makam para wali adalah ibadah yang disunnahkan. Demikian pula perjalanan ke makam mereka.”

Salah satu Dosen UIN Jakarta, Syamsul Yakin mengatakan bahwa nyekar menjelang Bulan Ramadhan itu tradisi atau budaya agama kita, sedangkan ziarah kubur merupakan ajaran agama tetapi tidak membedakan antara keduanya. Namun, nyekar atau ziarah menjelang Ramadhan merupakan tradisi dalam rangka menyambut bulan Ramadhan dan bersilaturahim kepada yang telah tiada baik orang tua maupun saudara.

“Nyekar atau ziarah kubur kapanpun bernilai sunnah dan itu akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Kita bisa memotret nyekar dari dua sisi, yaitu dari sisi tradisi agama dan dalam konteks ajaran agama yang di sunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW,” tambahnya.

Bahas Edukasi Seks, Guru Lumajang Kena Tegur Disdik

Bahas Edukasi Seks, Guru Lumajang Kena Tegur Disdik

Reporter M. Rizza Nur Fauzi; Editor Belva Carolina

Ilustrasi pendidikan seksual. (Freepik/@vectorjuice)

Sebagian masyarakat di Indonesia masih menganggap bahwa edukasi seksual merupakan hal yang tabu.

Durex Indonesia telah melakukan riset mengenai kesehatan reproduksi dan seksual dengan hasil menunjukkan 84% remaja berusia 12-17 tahun belum mendapatkan edukasi seksual.

Riset tersebut menjelaskan bahwa edukasi seksual mulai diperkenalkan pada usia 14-18 tahun. Padahal para ahli mengatakan, bahwa anak-anak usia dini sudah perlu diajarkan tentang edukasi seksual, tidak harus menunggu sampai mereka pubertas.

“Dari kecil (diajarkan), sehingga orang tua dibiasakan open-minded. Nanti kalau sudah besar tidak concern lagi. Agar tidak gelagapan (kalau ditanyai),” kata Rita Damayanti, Ketua Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia, dilansir dari Detik.com pada Senin (28/03).

Salah satu kasus yang menunjukkan bahwa edukasi seksual masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat Indonesia adalah adanya berita mengenai video pembelajaran seorang guru SD asal Lumajang yang akhir-akhir ini sempat ramai di media sosial.

Dalam potongan video tersebut, guru yang dipanggil Pak Ribut terlihat sedang menerangkan kepada murid-muridnya perihal perilaku penyimpangan seksual yang dilakukan kaum Sodom pada zaman Nabi Luth.

Sontak video itu ramai diperbincangkan di media sosial, membuat Ribut dipanggil oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Kamis (24/3) untuk dimintai keterangan.

Video Pak Ribut yang menerangkan kepada murid-muridnya mengenai kaum Sodom pada zaman Nabi Luth. (TikTok/@R_DancerManagement)

Ribut memberikan klarifikasi bahwa ia merekam video tersebut setelah menjaga ujian Penilaian Tengah Semester (PTS) mata pelajaran Agama. Ia mengatakan bahwa sebenarnya video tersebut berdurasi 5 menit, dan dirasa tidak ada kejanggalan di dalamnya.

Ribut menjelaskan bahwa ia hanya menjawab muridnya yang bertanya mengenai kaum sodom kepadanya, dan semua yang telah diterangkan itu sudah ada di soal ujian dan juga buku paket siswa.

Usai dimintai keterangan, Ribut diberikan nasihat oleh Dinas Pendidikan untuk lebih berhati-hati lagi saat mengajar.

Terkait hal ini, Ade Masturi, Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta memberikan tanggapan bahwa memang pendidikan seksual perlu diajarkan kepada murid-murid di sekolah, salah satunya di mata pelajaran biologi.

“Terkait pendidikan seks di sekolah, saya kira itu bisa saja ada kurikulumnya, dan saya kira di pelajaran Biologi secara umum ada disinggung, tapi tidak harus spesifik dan detail”, ujarnya kepada DNK TV pada Senin (28/03).

Ade juga memberikan tanggapan mengenai pembelajaran yang disampaikan Ribut mengenai kaum sodom kepada muridnya yang sempat kena teguran oleh Dinas Pendidikan.

“Kalau misal hanya menjelaskan sejarah bahwa dulu di zaman Nabi Luth ada kaum sodom yang memang itu perilaku menyimpang dan mendapatkan teguran dari Allah melalui Nabi Luth, tentu saja hal seperti ini tidak masalah dijelaskan, kecuali menjelaskan hal-hal yang sifatnya spesifik tentang sodomi atau memberikan contoh dan sebagainya itu baru tidak pantas,” jelasnya lagi.

Fadlil Chairillah, mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Jakarta juga berpendapat bahwa apa yang telah Ribut sampaikan dalam video itu tidak ada masalahnya sama sekali. Bahkan jika Ribut tidak menjawab pertanyaannya, akan timbul rasa penasaran dalam benak siswa dan membawanya kepada hal-hal yang tidak diinginkan.

“Dalam situasi tersebut, Pak Ribut menjawab pertanyaan dari seorang murid tentang kaum sodom, lantas Pak Ribut menjawab dengan gaya komunikasi yg sesuai. Sebagai seorang guru, kalau semisal pak Ribut tidak menjawab, maka akan timbul rasa penasaran dalam benak siswa dan kemudian hal itu bisa membawa dia untuk mencari informasi yg tidak sesuai.”

Fadlil menjelaskan bahwa pendidikan seksual memang sangat penting dan perlu diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini, namun tetap harus menggunakan gaya komunikasi yang sesuai.

“Kesimpulannya, edukasi seks sejak dini memang hal yang urgent. Diperlukan komunikasi interaktif dan juga sesuai ketika menyampaikan pendidikan seks ke anak”, sambungnya.

Kasus di atas menunjukkan bahwa pendidikan seksual di Indonesia masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat. Di sini guru sangat berperan penting, terutama orang tua sebagai guru pertama bagi anak-anak.

Diharapkan guru dan para orang tua memiliki pikiran yang terbuka, memperbaiki cara mendidik, dan mengkomunikasikan hal-hal seperti ini dengan cara yang sesuai dengan usia mereka.

Ruangguru Campus Roadshow, Mahasiswa Perlu Kembangkan Diri

Ruangguru Campus Roadshow, Mahasiswa Perlu Kembangkan Diri

Reporter Ariqah Alifia; Editor Syaifa Zuhrina

Unmute 
Recording 
Start Video 
View 
GRIER 
Sambutan 
Kepala Pusat Karir 
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 
Ibu Salamah Agung, PhD 
PUSAT 
UIN SYARIF HIDAYATULLAH 
42 
Participants 
Chat 
Remove Pin 
Share Screen 
Campus Roadshow 
& Virtual Walk in 
Record 
Reactions
Sambutan acara oleh Kepala Pusat Karir UIN Jakarta, Salamah Agung. (DNK TV/Ariqah Alifia)

Ruangguru bekerja sama dengan Pusat Karier UIN Jakarta menyelenggarakan Campus Roadshow dan Virtual Walk in Interview bertajuk “Brain Academy Campus Roadshow” melalui virtual Zoom Meeting pada Sabtu (26/3).

Inisiasi ini guna mengenalkan eksistensi Ruangguru sekaligus membantu para mahasiswa tingkat akhir juga alumni di universitas untuk memulai karirnya, terutama dalam passion di dunia teknologi dan pendidikan melalui proses seleksi online. 

Acara yang dihadiri oleh sejumlah mahasiswa dan alumni UIN Jakarta ini diawali dengan sambutan dari Kepala Pusat Karier UIN Jakarta, Salamah Agung. 

“Ruangguru menjadi rekan yang luar biasa bagi Pusat Karier, yang terus bekerja sama dengan Pusat Karier. Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih untuk hal ini. Tentunya Ruangguru dan Pusat Karier memiliki kesamaan visi dan misi, yaitu memfasilitasi teman-teman mahasiswa dan alumni untuk mencapai karier yang excellent. Ya, salah satunya di Ruangguru,” tutur Salamah.

Dalam pemaparan materi, kegiatan ini menghadirkan narasumber yang merupakan mentor Ruangguru, yakni Shafa Rhamadanty dan Ariel Ammar Fakhry.

Dalam pemaparannya, Shafa menyampaikan terkait peningkatan potensi dan kemampuan mahasiswa dalam mengenali diri sebelum terjun dalam dunia kerja, salah satunya dengan SWOT Analysis.

“Mungkin aku udah tau value aku, aku udah tau kelebihan aku, tapi aku juga harus tau weakness aku. Kenapa? Karena ini bisa jadi hambatan aku ketika aku ingin bergabung di suatu perusahaan,” ujarnya.

Recording 
ruang 
guru- 
Hard Skill & Soft Skill 
Hard skill adalah penguasaan ilmu pengetahuan, keterampilan teknis, atau 
teknologi yang berkaitan dengan bidang ilmu tertentu. Kemampuan ini bisa 
didapatkan melalui pendidikan formal, kursus (training), dan latihan. Exp : 
Microsoft Office, Photoshop, Videography 
Soft skill adalah kepribadian, atribut personal, serta kemampuan 
komunikasi yang dibutuhkan seseorang, agar sukses dalam berkarier. 
Kemampuan ini memperlihatkan bagaimana seseorang berinteraksi dengan 
lingkungan sekitarnya. 
IJIN Jakarta Salamah 
Ariel Ammar Fakhri - Rua... 
Ika Jakarta. 
munalia 
munalia 
Ahmad Fikri Ra... 
Ahmad Fikri Ramadhan 
DNK TV_Ariqah... 
DNK TV_Ariqah Alifia 
Shafa Rhamadanty 
% Riandy 
Ratu Miftahul J... 
Ratu Miftahul Jannah 
Siti Dinda
Materi dalam Kampus Roadshow yang disampaikan oleh Ariel dan Shafa.  (DNK TV/ Ariqah Alifia).

Ia juga menambahkan bahwa mengerjakan sesuatu yang disuka menjadikan hidup semakin ringan. Dengan kemampuan mahasiswa untuk mengenali diri, maka tidak akan ada lagi penyesalan serta kenyamanan bekerja akan menyertainya. 

“Jangan sampai ancaman-ancaman itu bisa menghambat kesuksesan. Jadi kalau misal teman-teman ingin mengenali diri sendiri, silakan teman-teman menganalisis melalui SWOT ini. Supaya teman-teman juga bisa lebih percaya diri dan mencari pekerjaan yang tepat sesuai dengan passion yang dimiliki,” pesan Shafa.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga memaparkan hard skill dan soft skill yang menjadi dasar kemampuan setiap personal. Setiap orang perlu memiliki keseimbangan agar mampu bersaing dalam dunia kerja. Dengan skill yang dimiliki, seseorang akan menjadi hebat dan berintegritas.

Setelah Kampus Roadshow tuntas, acara dilanjut dengan Virtual Walk in Interview. Mahasiswa yang lolos ke tahap-tahap selanjutnya diberikan informasi dan motivasi untuk mengikuti interview secara online, skill test, dan final interview. Mereka diberi peluang untuk bergabung dalam posisi master teacher dan content development dalam tim Ruangguru. 

“Sebagai recruiter, kami menerima orang yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Bukan berarti ketika kalian gagal di suatu tempat, kalian enggak jauh lebih baik dari teman-teman yang lain. Jadi kami memilih teman-teman yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan kami,” tutur Ariel.

Barisan Pasca Kiamat Layangkan Pesan ‘Kematian’ untuk Jokowi

Barisan Pasca Kiamat Layangkan Pesan ‘Kematian’ untuk Jokowi

Reporter Siti Nur Khofifah; Editor Ahmad Haetami

Long march dengan membawa poster protes dan kostum zombie (Instagram/@dhikaarz)

Indonesia darurat krisis iklim. Itulah pernyataan yang terus digaungkan aktivis untuk menyuarakan keresehan terhadap krisis iklim yang terjadi di bumi. Berbagai elemen masyarakat mengadakan Aksi Global Climate Strike 2022 yang dilaksanakan di Taman Skate Park Dukuh Atas Sudirman, Jumat (25/3).

Para aktivis ini melakukan long march dari depan Sudirman Plaza hingga akhirnya berkumpul di Taman Dukuh Atas untuk melakukan berbagai orasi dan pertunjukan seni.

Krisis iklim ini menjadi permasalahan yang tak kunjung usai, banyaknya solusi-solusi yang dihadirkan pemerintah namun hasilnya nihil. Selain itu khalayak masyarakat juga masih belum begitu sadar bahwa krisis iklim ini semakin buruk. Seperti yang diorasikan oleh Novita dari Jeda Iklim.

“Tapi balik lagi masih ada di antara kita yang belum aware, karena mungkin kita punya privilese. Masalahnya jauh lebih besar dari itu dan dampak kerusakannya akan jauh lebih besar dari itu,” ungkap Novita.

Unjuk aksi ini berlangsung dengan tertib, satu hal yang menarik perhatian adalah para aktivis yang menggunakan kostum unik. Peserta aksi mengenakan kostum dengan warna merah yang melambangkan darah dan mereka juga berpenampilan seperti zombie atau mayat.

Tentu hal ini memiliki filosofi tersendiri, selayaknya yang dijelaskan oleh Extinction Rebellion Indonesia, Melisa Kowara, bahwa kostum ini mendeskripsikan pembangunan ekosistem sosial sudah diambang pintu kehancuran. 

“Jadi memang arah pembangunan negara yang sekarang itu membawa kita ke kehancuran ekosistem dan keruntuhan sosial. Sering kita dengar 2045 emas, tapi itu omong kosong semua. Jadi kita datang hari ini, seakan-akan kita mati, kita menyadarkan mereka bahwa kebijakan sekarang yang dilakukan akan membunuh kita semua,” jelas Melisa. 

Mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Wino juga turut menjelaskan makna filosofi kostum zombie berlumuran darah yang ia pakai.

“Tema dari kostum ini adalah barisan pasca kiamat, jadi kita udah saatnya berpikir bahwa kita mempunyai peran masing-masing untuk mengantisipasi dalam menahan perubahan iklim,” ungkap Wino.

AKSI 
SEKARANG 
v extincti 
re e ion.id 
'eAdilLestati
Para masa aksi kostum zombie dan membawa poster krisis iklim (Sumber: DNK TV/Moch Rayhan Alwi)

Aksi ini memiliki beberapa tuntutan yang dilayangkan kepada para pemimpin atau pemerintah terutama untuk Presiden Indonesia, Joko Widodo untuk segera mendeklarasikan Indonesia darurat krisis iklim. Sejalan dengan yang disampaikan oleh Koordinator Lapangan, Abrory Ben Barka bahwa ada empat tuntutan yang dilayangkan dan disuarakan. 

“Pertama adalah mendorong pemerintah untuk mendeklarasikan darurat krisis iklim, selain itu kita juga mendorong pemerintah untuk membangun infrastruktur yang berketahanan iklim.”

“Mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan yang ambisius sesuai dengan kebijakan/perjanjian paris, lalu yang terakhir kita mendorong pemerintah untuk tidak lagi mengkriminalisasi aktivis lingkungan hidup dan menjamin kebebasan kita untuk berpendapat dalam menjaga lingkungan hidup,” sambung Ben.

Ben juga menyampaikan harapannya untuk pemerintah agar serius dalam menghadapi krisis iklim, karena saat ini kita sudah berada di krisis iklim. Selain itu Ben juga berharap kepada masyarakat diharapkan dapat bergandeng tangan untuk menjaga lingkungan hidup.

Pestarama Kenang Wisran Hadi Lewat Sastra dan Drama

Pestarama Kenang Wisran Hadi Lewat Sastra dan Drama

Reporter Hasna Nur Azizah; Editor Ahmad Haetami

Pameran dalam Pestarama ketujuh sambut pengunjung dengan karya-karya dari sastrawan Wisran Hadi. (DNK TV/Hasna Nur Azizah)

Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) menyelenggarakan Pekan Apresiasi Sastra dan Drama (Pestarama) ketujuh di Aula Student Center UIN Jakarta pada Jumat (25/03).

Dengan membawa tema “Membumi Bersama Wisran Hadi”, pentas yang diadakan tiap tahun ini bertujuan untuk memenuhi mata kuliah Kajian Drama 2 bagi mahasiwa PBSI semester 6.

Di samping itu, acara ini juga bertujuan merevitalisasi kebudayaan Indonesia dan membangkitkan kesadaran masyarakat awam akan kebudayaan.

Acara yang membutuhkan persiapan selama kurang lebih tiga bulan ini diselenggarakan selama delapan hari, mulai dari 21 hingga 28 Maret 2022.

Selain dihadiri oleh mahasiswa UIN Jakarta, pementasan ini terbuka untuk umum dengan kuota 50 peserta. Untuk dapat menghadiri pentas drama ini, para pengunjung dapat membeli tiket seharga Rp25.000.

Dengan mengadaptasi karya-karya dari sastrawan asal Minangkabau untuk dipentaskan dalam drama, Pestarama membawakan karya dari Wisran Hadi secara beragam setiap harinya. Karya-karya tersebut, yakni Singa Podium, Makam Dipertuan, Nyonya-Nyonya, Penjual Bendera, Nilam Sari, Roh, dan Salon Song.

Mahasiswa PBSI sumbangkan lukisan Wisran Hadi dalam Pestarama ketujuh. (DNK TV/Hasna Nur Azizah)

Mahasiswi PBSI UIN Jakarta, Adelia mengatakan bahwa acara ini meninggalkan kesan yang menyenangkan baginya, sebab ia jadi mendapat pengetahuan tentang kebudayaan Minangkabau setelah menonton pentas drama ini.

“Kalau bagi saya sendiri, ini pengalaman pertama dan ternyata seru banget. Kita jadi tahu tentang adat Padang. Buat pengalaman pertama, sih, ini pengalaman yang menyenangkan banget,” katanya.

Selain itu, mahasiswa PBSI UIN Jakarata lainnya, Anisa Rahmayanti turut menanggapi terkait pementasan ini. Menurutnya, akting dari para pemeran sangat mendalami peran, sehingga meninggalkan kesan yang menarik bagi penontonnya.

“Kalau buat aku menonton teater bukan pengalaman pertama, tetapi keren banget para pemainnya. Misalnya yang berperan sebagai ayahnya Nilam. Lalu, semua aktris dan aktor sangat mendalami peran. Jadi kita yang tidak tahu tentang adat Padang jadi tahu,” tutupnya.

Overdosis Nasionalisme Penyebab Tragedi Holocaust

Overdosis Nasionalisme Penyebab Tragedi Holocaust

Reporter Jenni Rosmi Aryanti; Editor Latifahtul Jannah

Zoom Meeting 
00 
Recording 
00 
You are viewing Operator's screen 
View Options v 
HOLOC 
00.02.21 
AGEDV: 
MENANGNU NAzl DAN HITLER DI JERMAN 
CARLYLE 
Peter 
('TOOLE 
CHANNIhG 
Julianna 
Jena 
MA I.ONE 
SCHREIBER 
HITLER 
OF EVIL 
View 
Leave 
Unmute 
Start Video 
1933-1945 
Participants 
EMMY• AWARD 
NOMINATIONS 
Chat 
Share Screen 
Record 
Moderator _ Muhammad Bintang 
1m 
Luthfi Ridzki Fakhrian 
Reactions
Pemaparan materi oleh Luthfi Rizki Fakhrian tentang Tragedi Holocaust. (DNK TV/ Jenni Rosmi Aryanti)

Lembaga Non-Pemerintah Directions yang dibentuk oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta menggelar webinar untuk memperingati Hari Penghapusan Diskriminasi Ras Internasional dengan topik “Holocaust Tragedy: Pembunuhan Massal Etnis Yahudi Di Eropa Oleh Nazi Jerman” melalui Zoom Meeting pada Kamis (24/3).

Materi disampaikan oleh Luthfi Ridzki Fakhrian merupakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta 2022 dan dihadiri oleh lebih dari 80 peserta yang sebagian merupakan mahasiswa jurusan Hubungan Internasional UIN Jakarta.

Dalam pemaparan materi Luthfi menjelaskan Tragedi Holocaust merupakan peristiwa paling kelam yang terjadi di benua Eropa. Tragedi ini menewaskan kurang lebih 6 juta jiwa kaum Yahudi yang dipimpin oleh seorang diktator bernama Adolf Hitler dari rezim Nazi (Nationalsozialismus) Jerman.

Holocaust berasal dari bahasa Yunani yaitu Holos yang berarti utuh dan Kaustos yang berarti terbakar. Secara historis Holocaust merupakan gambaran korban persembahan yang dibakar di atas alter. Hal tersebut direpresentasikan pada orang-orang Yahudi yang dibantai di kamp-kamp yang dibangun pada perang dunia kedua. Namun, tidak hanya orang-orang Yahudi melainkan terdapat orang-orang Gipsi dan Slavia yang turut menjadi korban.

Munculnya Holocaust adalah hasil dari pemikiran-pemikiran pada abad pertengahan. Di mana pada abad pertengahan, teosentrisme yaitu konsep Tuhan adalah yang utama menguasai dataran Eropa. Pemikiran ini berangsur-angsur hingga berubah menjadi antroposentrisme di mana manusia menjadi pusat dari segalanya dan lahirlah humanisme di Eropa.

“Kita harus merenung dan berpikir terlebih dahulu atas lahirnya antroposentrisme ini hingga akhirnya humanisme di era modern ini. Itu sebenarnya banyak menjadi sesuatu yang mempengaruhi lahirnya Holocaust dan pemimpin-pemimpin seperti Hitler,” ujar Luthfi.

Zoom Meeting 
gg Recording 
% Fakhri Benindo 
luthfi Rid?ki Fakhrian 
View 
Ziah Azalea 
% Ziah Azalea 
% DNKTV_ Jenni Rosmi 
HOLOC 
Participants 
% MHMAKCHÉRRY 
AGEDY: 
Share Screen 
X A21_3ahmida Hayati 
HOL 
Maulidina 
-'AGED": 
Unmute 
Start Video 
Record 
Reactions
Sesi tanya jawab bersama Luthfi Rizki Fakhrian. (DNK TV/ Jenni Rosmi Aryanti)

Menurut Luthfi humanisme yang lahir pasca abad pertengahan atau masa antroposentrisme ini lebih mendefinisikan bahwa berpikir harus dari diri sendiri sehingga melahirkan orang-orang yang individualis dan memunculkan sikap-sikap yang berlebihan.

“Di era modern ini juga melahirkan orang-orang yang memiliki pemikiran seperti salah satu penulis yang dalam bukunya terdapat gagasan bahwa seorang pemimpin dapat melakukan berbagai macam cara untuk mempertahankan kekuasaannya,”

Jauh sebelum Tragedi Holocaust terjadi, Eropa sendiri sering terjadi konflik antara kepentingan agama dan kepentingan etnis. Orang-orang Eropa menganggap orang-orang Yahudi bukan bagian dari mereka.

Faktor Hitler naik kekuasaan adalah Nazi mempunyai pengaruh karena saat itu terdapat krisis di Jerman yang kalah pada Perang Dunia ke-1. Nazi muncul menawarkan ideologi baru yang menyalahkan suatu kelompok (menjadi kambing hitam) bahwa Jerman kalah karena kelompok tersebut. Hitler sebut Jerman kalah karena orang-orang Yahudi. Karena hal tersebut, Hitler berhasil mempengaruhi rakyat Jerman dan membawa ideologi ini ke Jerman yang di mana saat itu rakyatnya mengalami krisis kepercayaan kepada pemimpin.

Tindakan yang dilakukan Hitler atas terjadinya Tragedi Holocaust membuat Jerman hingga sekarang tetap berusaha menebus dosa bahkan memberikan kucuran dana kepada orang Yahudi.

“Ini sebenarnya menjadi suatu ironi, maksudnya jika kita berkaca pada negara kita sekarang, berapa banyak korban kekerasan politik yang mana hak asasi dan hak politiknya banyak dicabut bahkan masih banyak tragedi-tragedi kemanusiaan yang sampai kini negara kita belum mampu meminta maaf pada sejarah.” Pungkas Lutfhi atas tanggapannya terhadap kaitan Tragedi Holocaust dengan tragedi kemanusiaan di Indonesia.