Bakti Sosial Fdikom 2022: Persiapan hingga Rekrut Panitia

Bakti Sosial Fdikom 2022: Persiapan hingga Rekrut Panitia

Reporter Jenni Rosmi Aryanti; Editor Elsa Azzahraita

Kegiatan Bakti Sosial Fdikom tahun 2020 di Desa Sikedong, Tegal, Jawa Tengah.
Sumber Foto :  Instagram – @baksosfidikom

Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA Fdikom) UIN Jakarta membuka pendaftaran kepanitiaan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Fdikom mulai tanggal 27-31 Desember 2021.

Adapun syarat ketentuan bagi mahasiswa Fdikom yang ingin mendaftarkan diri yaitu mahasiswa aktif Fdikom semester tiga, mengisi formulir pendaftaran, siap jiwa dan raga menyukseskan kegiatan Baksos Fdikom 2022, memiliki komitmen, siap bekerja dalam tim, dan sudah melakukan vaksinasi.

Adapun kegiatan baksos terakhir dilaksanakan di tahun 2020 pada bulan Februari bertempat di Dukuh Sawangan, Desa Sikedong, Kec. Bumi Jawa, Tegal, Jawa Tengah. Rencananya, baksos akan kembali digelae pada bulan Februari 2022 mendatang.

Dalam melakukan persiapan kegiatan, Ketua DEMA Fdikom Aji Juasal Mahendra menjelaskan persiapan yang dimulai dari pembentukan Steering Committee (SC).

 “Untuk persiapan yaitu membentuk tim SC dan setelah SC rapi, dilanjutkan penyusunan Organization Committee (OC). Di internal SC sendiri sedang menyusun timeline kegiatan, menyiapkan hal-hal administrasi seperti surat menyurat dalam hal perizinan, menyusun proposal dan sedang list audiensi ke beberapa kementerian, lembaga swasta maupun negeri,” ujar Aji.

Ketua SC Baksos Fdikom 2022 menambahkan sebelum pendaftaran kepanitiaan dibuka, pihaknya lebih dulu melakukan sosialisasi.

 “Untuk persiapan kegiatan pertama kita melakukan sosialisasi terkait dengan kegiatan baksos. Seperti apa saja kegiatan yang ada di baksos, berapa hari pelaksanaannya dan juga tupoksi dari kepanitiaan baksos,” ujar Farhan.

Kegiatan Baksos Fdikom 2020 bersama warga lokal.
Sumber Foto : Instagram-@baksosfidikom

Farhan menyebutkan orang-orang yang akan dilibatkan dalam kegiatan Baksos Fdikom 2022 di antaranya ialah pengurus DEMA Fdikom, mahasiswa/I angkatan 2019 sebagai SC, angkatan 2020 sebagai OC, dan angkatan 2021 sebagai volunteer.

“Insya Allah kegiatan Baksos Fdikom 2022 akan dilaksanakan pada 7-21 Februari 2022, mudah-mudahan kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan tujuan kita tercapai.” jelas Farhan.

Baksos Fdikom 2022 sendiri merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahunnya dan bertujuan untuk mengaplikasikan keilmuan yang sudah dipelajari di perkuliahan dan merupakan bentuk pengabdian diri kepada masyarakat yang merupakan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Refleksi Akhir Tahun: Perampasan Tanah Kian Bertambah

Refleksi Akhir Tahun: Perampasan Tanah Kian Bertambah

Reporter Farah Nur Azizah; Editor Tiara De Silvanita

Reruntuhan pemukiman warga Anyer Dalam akibat sengketa lahan dengan PT. KAI pada Kamis (18/11) di Anyer Dalam, Bandung.
Sumber: Dok. Istimewa

Saat ini sudah memasuki penghujung tahun 2021, namun permasalahan d Indonesia tak kunjung usai. Salah satunya terkait sengketa lahan yang terus menerus bertambah dari waktu ke waktu.

Padahal, tanah yang telah dihuni oleh rakyat dalam kurun waktu bertahun-tahun lamanya, tidak boleh diambil secara paksa oleh pihak manapun termasuk pemerintah.

Mengutip dari laman detik.com  organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdatul Ulama (NU) mengharamkan perampasan tanah rakyat oleh pemerintah.

“Pemerintah diharamkan merampas tanah yang sudah bertahun-tahun dihuni rakyat. Harusnya penerintah merekognisi tanah itu. Dan pemerintah harus melindungi aset rakyat sesuai dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan”, ujar Ketua Komisi Bahtsul Masail Ad-Diniyah Al-Waqi’iyah Mukhtamar NU, Abdul Ghofur Maemoen.

Tambahnya bahwa pemerintah juga wajib memberikan sertifkat sebagai bentuk merekognisi tanah tersebut, kecuali bila terbukti proses iqtha’ (redistribusi lahan) yang tidak memenuhi prinsip keadilan dan kemaslahatan.

Warga Anyer Dalam masih bertahan memperjuangkan hak nya sebagai warga negara.
Sumber: Dok. Istimewa

Dalam hal ini perlu adanya batasan kepemilikan, dengan menemukan suatu sistem manajemen atau kearifan lokal dimana penanaman modal tidak mengubah kepemilikan tanah bagi rakyat.  

Dosen UIN Jakarta, Muhammad Yakub beranggapan bahwa pemerintah tidak boleh semena-mena dalam melakukan penggusuran dan mengusir rakyat hanya untuk memberikan konsesi kepada pengembang atau real estate yang lebih kuat.

“Sebaliknya negara segera mencabut Hak Guna Usaha (HGU) bagi penguasaan lahan yang sekian lama dibiarkan tidak produktif, sementara banyak rakyat yang tidak memiliki lahan yang akan digarap”, tambahnya.

Perihal sengketa lahan tanah, boleh jadi karena tidak adanya kepemilikan dokumen-dokumen yang lengkap. Termasuk di dalamnya sertifikat Badan Pertahanan Nasional (BPN), dikuasai dengan cara ilegal, hibah, wakaf dari saudara dan keluarga yang belum ditindaklanjuti oleh ahli waris dan lainnya.

Adapun upaya meminimalisasi resiko ketika terjadi sengketa lahan ini, diantaranya:

  1. Melengkapi dokumen-dokumen resmi
  2. Meminta advokasi dan pendampingan dengan lembaga hukum
  3. Diselesaikan di pengadilan
  4. Diterbitkan surat Hak milik via sertifikat BPN.

Yakub menandaskan sebagai upaya meminimalisasi perampasan hak kepemilikan tanah  maka perlu ditegakkan hukum yang tegas dan konsisten.

Apa Benar Matematika Mampu Mencegah Penyakit Menular?

Apa Benar Matematika Mampu Mencegah Penyakit Menular?

Reporter Farah Nur Azizah; Editor Aulia Gusma Hendra

Ilustrasi Ilmu Matematika
Sumber: Pexels

Ilmu matematika merupakan suatu ilmu yang mempelajari perhitungan dan berkaitan dengan angka-angka. Ada banyak yang menyukainya, namun tak sedikit pula yang dibuat pusing oleh matematika sendiri.

Dilansir dari Kompas.com, Prof. Jaharuddin merupakan Guru Besar IPB Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), memaparkan bahwa ilmu matematika mampu dipakai sebagai bentuk pencegahan berbagai penyebaran penyakit menular.

Ia mengatakan bahwa kajian matematika terkait sifat-sifat dinamik dari model matematika berdasar dari penyebaran penyakit menular.

“Bilangan yang menunjukkan penyebaran penyakit yakni bilangan reproduksi dasar, diformulasikan untuk mencegah wabah penyakit ataupun menghilangkan kompartemen infeksi dalam populasi. Teorema kestabilan titik tetap yang dirumuskan mampu memberikan informasi kapan penyebaran penyakit campak menghilang dan menjadi wabah”, ujar Guru Besar IPB Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Jaharuddin.

Adapun model kompartemennya dikembangkan berdasarkan fakta vaksinasi dan pengobatan. Hal ini merupakan strategi dalam pengelolaan dan mitigasi penyebaran penyakit.

Model matematika dapat digunakan untuk memprediksi nilai dari parameter gelombang, selain dapat digunakan sebagai pencegahan penyebaran penyakit. Kemudian prediksi yang dihasilkan dari paremeter ini menjadi dasar sebagai upaya mengantisipasi resiko yang mungkin muncul.

Ilustrasi pembelajaran Matematika di sekolah
Sumber: Pexels

Dosen Matematika UIN Jakarta beranggapan akan hal ini bahwa benar adanya ilmu matematika mampu mencegah penyakit, berdasarkan model-model matematika yang ada.

“Benar, matematika itu bisa diterapkan kemana saja. Cuma terkadang dalam model kita melakukan asumsi-asumsi atau penyederhanaan. Sebagai contoh dalam model kita asumsikan bahwa setiap orang mempunyai tingkat imunitas yang sama, dan satu orang dianggap melakukan kontak dg minimal 4 orang. Padahal di lapangan faktanya bisa jadi tidak seperti itu”, ungkap Dosen Matematika Murni dan Terapan UIN Jakarta, Suma Inna. 

“Tetapi untuk melakukan tindakan preventif, model matematika sebaran penyakit harusnya sudah cukup menjadi dasar kebijakan apa yang akan dilakukan pemerintah untuk mencegah sebaran penyakit”, tambahnya.

Mahasiswa jurusan matematika semester 3, Rama Ardiansyah mengatakan bahwa hal ini ialah sifat-sifat dinamik dari model matematika yang menyebabkan pencegahan penyebaran penyakit menular.

“Ilmu matematika bisa mencegah penyakit menular dengan adanya pemodelan-pemodelan matematik, analisis-analisis dan juga perhitungan suatu peluang matematika”, ujarnya.

Dari laman detikedu, kontribusi model matematika guna menjelaskan fenomena gelombang internal dan kompleksitas penyebaran penyakit menular sangat terlihat jelas. Dan ilmu matematika dasar untuk mengendalikan fenomena  yang terkait.

Welcoming Gathering DNK TV: Wadah Menambah Wawasan

Welcoming Gathering DNK TV: Wadah Menambah Wawasan

Reporter Hasna Nur Azizah; Editor Aulia Gusma Hendra

Host Jahra Nur Fauziah (kanan) dan General Manager DNK TV, Dedi Fahrudin dalam Welcoming Gathering MDP 12 (24/12).

Dakwah dan Komunikasi Televisi (DNK TV) Fdikom UIN Jakarta menyelenggarakan Welcoming Gathering sebagai acara pembuka Media Development Program (MDP) 12 bertajuk “How Cyberpsychology Protect Us?” secara daring Jumat (24/12).

MDP 12 adalah program tahunan DNK TV untuk merekrut anggota baru yang merupakan mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) semester 1 dan 3 yang memiliki minat di dunia broadcasting.

Acara ini di awali dengan sambutan oleh Kepala Laboratorium Fdikom Zakaria. Kemudian,  menghadirkan Founder of @cyberpsychology Anisa Ifana sebagaipembicara, General Manager DNK TV Dedi Fahrudin, dan Station Manager DNK TV Rian Fahardhi Risyad.

Materi pertama disampaikan oleh Rian Fahardhi Risyad dengan tema Structural Management of DNK TV. Ia memperkenalkan DNK TV, program kerja, sekaligus pencapaian-pencapaian DNK TV kepada para peserta.


Station Manager DNK TV Rian Fahardhi Risyad menyampaikan materi bertajuk Structural Management of DNK TV (24/12).

Rian menyampaikan bahwa DNK TV bisa menjadi wadah yang tepat buat mahasiswa yang ingin menambah ilmu pengetahuan.

“DNK TV adalah wadah yang pas untuk teman-teman yang mau belajar dan menerima. Jika teman-teman merasa sudah punya banyak ilmu, pengalaman, dan tidak mau belajar lagi, mungkin bukan tempat yang pas,” jelasnya.

General Manager DNK TV Dedi Fahrudin menjelaskan mengenai sejarah TV nasional dan komunitas, khususnya Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK) DNK TV. Ia menjelaskan proses berdirinya DNK TV dari awal hingga saat ini.

Founder of @cyberpsychology Anisa Ifana menjelaskan mengenai Cyberpsychology. Cyberpsychology merupakan ilmu yang mempelajari aspek psikologis dari pengggunaan teknologi dan bagaimana hal itu berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Dalam materinya, ia memaparkan bagimana cara membuat personal branding di sosial media dan berpesan agar selalu meningkatkan skill yang ada.

Narasumber, Founder of @cyberpsychology Anisa Ifana menyampaikan materi mengenai Cyberpsychology (24/12).

“Manfaatkan waktu sebaik-baiknya di DNK TV dan selalu melihat opportunity yang ada,” ujarnya.

Menurut salah satu Peserta MDP 12 Mutiah Nur Rahmah, bahwa materi pada acara MDP 12 sangat menambah wawasannya. Ia juga berpesan agar perihal teknis lebih diperhatikan lagi sebelum mulainya acara agar tidak terjadi kendala.

“Baru hari pertama seru sekali, jadi tahu sejarah sebelum terbentuknya DNK TV sampai sebesar sekarang itu seperti apa. Apalagi ketika materi tentang cyberpsychology itu sangat menambah wawasan,” katanya.

Siapkah Indonesia Menyambut Metaverse?

Siapkah Indonesia Menyambut Metaverse?

Oleh Afrida Syakira

Platform sosial media milik Mark Zuckerberg yaitu Facebook, kini telah melakukan rebranding menjadi lebih futuristik dengan menghadirkan dunia digital yang lebih nyata yang disebut dengan metaverse.

Istilah metaverse sendiri merupakan dunia virtual 3D yang akan dihuni dengan avatar sungguhan. Mark Zuckerberg sendiri menggambarkan metaverse ini sebagai teknologi yang menyajikan lingkungan virtual dan dapat kita masuki. Alih-alih hanya melihat layer, kita dapat dimanjakan dengan merasakannya langsung ke dalam dunia virtual.

Pada teknologi ini, semua orang akan saling terhubung secara virtual dan dapat melakukan aktivitas seperti bekerja, melakukan kegiatan transaksional, hingga hiburan. Contoh potensi yang dihadirkan oleh metaverse di antaranya meeting online yang lebih realistis, menonton konser, serta mengubah aktivitas digital lain yang sebelumnya dalam bentuk teks, gambar, dan video menjadi lebih realistis dengan bantuan perangkat virtual reality (VR).

Pakar keamanan siber dari CISSReC, Pratama Persadha mengatakan bahwa dengan hadirnya metaverse ini akan menjadi tantangan yang besar bagi Indonesia, karena akan menghasilkan dampak yang positif dan juga negatif. Maka dari itu, perlu adanya persiapan yang matang bagi Indonesia untuk menggunakan teknologi ini.

“Ini menjadi tantangan serius, apakah negara punya cukup regulasi untuk mengatur metaverse nantinya. Karena ini kan seperti tanah wilayah tapi di wilayah siber. Bagaimana regulasinya, apakah kita siap atau tidak, masih ada waktu 1-2 tahun untuk negara siap menghadapi ini,” kata Pratama pada CNNIndonesia.com, Kamis (16/12).

Lebih lanjut, Pratama menambahkan bahwa dalam menghadapi kemajuan teknologi metaverse ini juga menjadi sebuah tantangan terhadap sejumlah lembaha pertahanan keamanan seperti BSSN, BIN, TNI, dan Polri untuk pertahanan keamanan ke depannya.

“Karena bila negara tidak siap, maka masyarakat akan secara otodidak dan otomatis masuk tanpa bekal apapun. Ini berbahaya karena bisa menyedot potensi ekonomi kita, transaksi terjadi di metaverse misalnya tanpa melewati negara,” ucap Pratama.

Dengan semakin majunya teknologi dan keterlibatan metaverse sangat besar bagi kehidupan yang akan datang, maka persiapan ini perlu dilakukan bagi seluruh negara dalam menghadapi dunia virtual baru.

Peran Perempuan dalam Masyarakat 5.0

Peran Perempuan dalam Masyarakat 5.0

Reporter Diva Raisa Zananda; Editor Tiara De Silvanita

Pemberian penghargaan kepada para dekan.
Sumber: Youtube/ UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dalam rangka Hari Ibu, pada 22 Desember 2021, UIN Jakarta menyelenggarakan seminar internasional bertemakan “Peranan Perempuan dalam Masyarakat”.

Hari Ibu merupakan hari yang sangat bersejarah bagi perempuan Indonesia karena pada hari pertama peringatan hari Ibu, hak-hak perempuan dibentuk untuk memiliki kesetaraan seperti hak-hak warga negara lainnya.

Taufan Maulana Firdaus selaku pembawa acara membuka acara dengan membacakan puisi untuk ibu-ibu sedunia.

“Hari ibu ini tercipta karena perjuangan ibu membesarkan kita sebagai seorang anak, kebaikan mereka adalah kebaikan yang tak tergantikan,”

Ulfah Fajarini selaku Ketua Pusat Kajian Gender dan Anak UIN Jakarta mengatakan bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas manusia walaupun Indonesia belum menerapkan society 5.0.

“Tidak ada salahnya kita mempersiapkan pelayanan kita untuk menghadapinya. khusus di masa pandemi saat ini. Bayangkan jika kita tidak siap kita akan tertinggal jauh,” ujar Ulfah.

Ia juga mengatakan bahwa masyarakat 5.0 di kalangan akademisi seperti pemerintah dalam masyarakat, termasuk perempuan. Perempuan yang berperan sebagai ibu, pekerja dan pendidik memiliki peluang yang sangat besar untuk memainkan peran era dalam masyarakat 5.0.

Di masa Pandemi Covid-19, perkembangan ekonomi di dunia memang telah bergeser drastis, cara kita berinteraksi satu sama lain pun menjadi berbeda.

Society 5.0 adalah masyarakat yang berpusat pada manusia yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah-masalah kecil. Itu sangat mengintegrasikan ruang cyber dan ruang fisik.

Rektor UIN Jakarta Amany Lubis sedang memberikan pidato.
Sumber: Youtube/ UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Rektor UIN Jakarta Amany Lubis dalam sambutannya mengatakan, perguruan tinggi dan masyarakat berperan penting dalam respon kemanusiaan di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“UIN Syarif Hidayatullah memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung penuh isu-isunya, terutama isu-isu perempuan dan sosial serta mengejar keunggulan akademik dalam operasi jaringan dan juga berpartisipasi” kata Amany.

UIN Jakarta Terbitkan Edaran Perpanjangan PPKM ke-16

UIN Jakarta Terbitkan Edaran Perpanjangan PPKM ke-16

Reporter Shafina Madanisa; Editor Tiara De Silvanita

Surat edaran UIN Jakarta tentang Perpanjangan PPKM ke-16

UIN Jakarta merilis aturan mengenai perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kampus UIN Jakarta ke-16. Aturan ini tertuang dalam surat edaran Nomor: B-4844/R/HK.00.7/12/2021.

PPKM Darurat di wilayah kampus dalam kegiatan akademik, kemahasiswaan, dan aktivitas perkantoran terhitung dari tanggal 14 Desember 2021 sampai 3 Januari 2022.

Aturan ini terbit atas beberapa pertimbangan, yaitu Keputusan Presiden Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19);  Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19); juga Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2021 tanggal 13 Desember 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease (Covid-19) di Wilayah Jawa dan Bali.

Landmark UIN Jakarta di Kampus 1
Sumber: uinjkt.ac.id

Meskipun demikian, masyarakat masih perlu disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan sebab pandemi belum benar-benar selesai. Perpanjangan PPKM ini menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19 agar tak semakin meluas. Lantas apa saja kebijakan kampus mengenai perpanjangan PPKM ke-16 ini?

Dalam edaran yang dikeluarkan Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis ditetapkan keputusan sebagai berikut:

  1. Selama masa tersebut, seluruh dosen dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran melalui pembelajaran tatap muka terbatas dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen) dan/atau pembelajaran jarak jauh;
  2. Kegiatan laboratorium dapat dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen);
  3. Bagi pegawai yang sudah divaksin dapat melaksanakan tugas kedinasan dari kantor dengan kapasitas maksimal 75% (tujuh puluh lima persen) serta wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja;
  4. Seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dengan melaksanakan 6M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menghindari berpergian, menghindari kerumunan, dan menghindari makan bersama), dan mematuhi ketentuan PPKM Darurat;
  5. Para pimpinan unit kerja memantau, mengawasi, dan memastikan kinerja unit kerjanya tetap tercapai sesuai target yang telah ditetapkan;
  6. Para pimpinan unit kerja agar segera melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 UIN Jakarta apabila terjadi hal-hal yang terkait Covid-19;
  7. Unit usaha Syahida Inn dapat melakukan pelayanan penerimaan tamu yang menginap dengan kapasitas maksimal staf sebanyak 75% (tujuh puluh lima persen) dan dapat menyewakan fasilitas dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk akad/resepsi pernikahan setelah mendapatkan rekomendasi dari Satgas Covid-19 tingkat Kecamatan dan ijin keramaian dari Kepolisian setempat dengan pembatasan undangan paling banyak 50% (lima puluh persen) dari kapasitas ruangan dan tidak makan di tempat (dine in), serta untuk Lokakarya/Seminar/Rapat/Pertemuan dan kegiatan lainnya dengan peserta paling banyak 50% (lima puluh persen) dari kapasitas ruangan dan dilakukan skrining untuk peserta dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau penilaian mandiri;
  8. Unit usaha yang melakukan layanan kesehatan tetap memberikan pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Saling Bersinergi: FUAD IAIN Kendari Kunjungi Fdikom UIN Jakarta

Saling Bersinergi: FUAD IAIN Kendari Kunjungi Fdikom UIN Jakarta

Reporter Diatma Luthfi; Editor Taufik Akbar Harefa

Foto bersama dalam kunjungan FUAD IAIN Kendari dengan Fdikom UIN Jakarta, Selasa (21/12). DNK TV-Prayoga Adya

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta mendapat kunjungan studi banding dari Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, bertempat di Fdikom UIN Jakarta, pada Selasa (21/12).

Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan FUAD IAIN Kendari Nuruddin, dan disambut hangat oleh Dekan Fdikom UIN Jakarta Suparto, beserta jajaran dekanat lainnya. 

Kunjungan ini merupakan implementasi dari kerjasama yang sudah digagas jauh sebelumnya di tahun 2019. Dan ini bentuk upaya untuk dipresentasikan terutama dalam rangka mengimplementasikan merdeka belajar kampus merdeka, sehingga komunikasi antara pimpinan dan lembaga intens agar kerjasama ini bisa terwujud dan terbentuknya penguatan secara kelembagaan kedua belah pihak.

Dekan FUAD IAIN Kendari Nuruddin mengatakan, adapun rencana program yang akan digarap lebih lanjut antar Fdikom UIN Jakarta dengan FUAD IAIN Kendari diantaranya terkait pengembangan sumber daya manusia dan kolaborasi dalam berbagai program. 

“Ya adapun programnya adalah terkait dengan perguruan tinggi khususnya penguatan sumber daya manusianya, seperti misalnya ada dosen yang mengajar di IAIN Kendari, ada juga misalnya mahasiswa kami yang mau belajar di UIN Jakarta, saling bersinergi khususnya dalam  program studi Komunikasi. Atau kolaborasi dalam bentuk program lainnya ada KKN atau hal hal yang bisa kedua belah pihak tersebut ada titik temu program yang harus kita kembangkan contohnya KKN Nusantara,” ujar Nuruddin.

Ia pun berharap kerjasama ini dapat terus berjalan dan menjadikan Fdikom UIN Jakarta sebagai kiblat untuk sama-sama belajar.

“Tentunya adalah kegiatan silaturahim ini tidak hanya berakhir dalam silaturahim biasa, tetapi ditindaklanjuti dalam bentuk program-program yang sudah kita rencanakan bersama baik tahapan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Dengan kebijakan merdeka belajar kampus merdeka tentu ini kolaborasi antara lembaga pendidikan ini harus semakin diperkuat. Agar kita dapat membangun sebuah peradaban itu tidak bisa jalan sendiri tetapi i terutama Fdikom UIN Jakarta, ini luar biasa ada beberapa kiblat yang bisa kita jadikan kiblat yang harus kami banyak belajar,” sambungnya. 

Foto bersama dalam kunjungan FUAD IAIN Kendari dengan Fdikom UIN Jakarta, Selasa (21/12). DNK TV-Prayoga Adya

Sementara itu Dekan Fdikom UIN Jakarta Suparto, menyampaikan maksud dan tujuan dari kunjungan kedua pihak untuk saling bersinergi dan menguntungkan satu sama lain.

“Dimana dalam era sekarang ini penguatan sebuah perguruan tinggi tidak mungkin kita tumbuh sendirian, tanpa kemudian mengkonkretkan. Peluang-peluang apa yang kira-kira kedepan bisa memperkuat kerjasama misalnya adalah pertukaran mahasiswa, mungkin ada kolaborasi kegiatan mahasiswa bakti sosial, kemudian penguatan praktikum mahasiswa, kemudian kerjasama penelitian dosen, publikasi jurnal, dan tidak mesti UIN Jakarta selalu bagus. Ya kita bisa belajar banyak tradisi-tradisi kebaikan dari perguruan tinggi lain. Saling bersinergi dan menguntungkan satu sama lain,” tutur Dekan Suparto. 

Ia juga menyampaikan Fdikom UIN Jakarta setahun terakhir telah banyak menerima kunjungan, bukti UIN Jakarta masih menjadi best practice academic.

“Fakultas dakwah dan komunikasi ini dalam tahun 2021 itu sudah banyak sekali perguruan tinggi yang berkunjung. Ini menunjukkan bahwa UIN Jakarta masih menjadi kiblat ya istilahnya best practice academic atau praktek-praktek terbaik dalam tata kelola perguruan tinggi untuk menghasilkan prestasi akademik dan non akademik.”

Sejarah di Balik Peringatan Hari Ibu

Sejarah di Balik Peringatan Hari Ibu 

Reporter Taufik Akbar Harefa; Editor Nur Arisyah Syafani

Anak memberi hadiah kepada ibu dalam peringata hari ibu nasional
Sumber: Pixabay

Peringatan Hari Ibu Nasional yang jatuh pada 22 Desember setiap tahunnya menjadi momen yang sering kali diperingati oleh setiap yang terlahir dari rahim seorang ibu. Momen tersebut seringkali dimanfaatkan untuk memberikan hal-hal yang spesial kepada para ibu.

Mengingat peran ibu dalam keluarga sangatlah penting mulai dari pengorbanannya untuk menjaga dan merawat buah hati, hingga turut mendukung suami dalam memenuhi berbagai kebutuhan keluarga.

Bahkan, dalam urusan rumah tangga, ibu begitu detail dalam memperhatikan berbagai aspek. Serta menjalankan seluruh urusan rumah tangga dengan sepenuh hati untuk suami dan anak.

Berbeda dengan negara lain, Hari Ibu di Indonesia diperingati untuk mengenang dan menghargai perjuangan perempuan Indonesia dalam merebut dan mengisi kemerdekaan.

Berikut sederet fakta sejarah dibalik peringatan hari ibu:

1. Pertemuan Bersejarah 

Kesamaan pandangan untuk mengubah nasib perempuan di Tanah Air membuat berbagai organisasi perempuan yang ada di Sumatera dan Jawa berkumpul dalam satu tempat. 

Mereka berdiskusi, bertukar pikiran dan menyatukan gagasannya di Dalem Jayadipuran, Yogyakarta. 

Bermacam gagasan dan pemikiran diungkapkan dalam Kongres Perempuan pada 90 tahun lalu, 22 Desember 1928. Pertemuan bersejarah ini dihadiri 600 orang dari 30 organisasi. 

Isu yang dibahas antara lain pendidikan perempuan bagi anak gadis, perkawinan anak-anak, kawin paksa, permaduan dan perceraian secara sewenang-wenang. 

Selain itu, kongres juga membahas dan memperjuangkan peran wanita bukan hanya sebagai istri dan pelayan suami saja. Berawal dari situlah, persatuan dari beberapa organisasi wanita ini semakin kuat dan akhirnya tergabung dalam organisasi yang lebih besar, yakni Perikatan Perkoempoelan Istri Indonesia (PPII).

Sampai akhirnya, ketika Kongres ketiga, perkumpulan ini mematangkan dan menyuarakan mengenai pentingnya perempuan dan menetapkan 22 Desember, dimulainya Kongres Perempuan I pada 1928, sebagai Hari Ibu.

2. Mengapa 22 Desember?

Kongres Perempuan Indonesia III yang berlangsung dari 22 sampai 27 Juli 1938 di Bandung menetapkan Hari Ibu diperingati setiap 22 Desember.

Pemilihan tanggal itu untuk mengekalkan sejarah bahwa kesatuan pergerakan perempuan Indonesia dimulai pada 22 Desember 1928. Setiap tahun, peringatan dilakukan untuk menghayati peristiwa bersejarah tersebut. 

Presiden Soekarno kemudian mengeluarkan keputusan presiden untuk menetapkan dukungan atas Kongres Perempuan III. Melalui Keputusan Presiden Nomor 316 tahun 1959 akhirnya Hari Ibu resmi menjadi Hari Nasional. 

Penetapan itu disesuaikan dengan kenyataan bahwa Hari Ibu pada hakikatnya merupakan tonggak sejarah perjuangan perempuan sebagai bagian dari perjuangan bangsa yang dijiwai oleh Sumpah Pemuda 1928.

Ilustrasi kebersamaan ibu dan anak
Sumber: Pixabay

3. Berbeda dengan Mother Day 

Berbeda dengan negara lain Hari Ibu di Indonesia yang diperingati tiap tahunnya berbeda dengan Hari Ibu (Mother Day) di negara-negara lain. 

Hari Ibu di negara lain biasanya diperingati untuk memanjakan ibu yang telah bekerja mengurus rumah tangga setiap hari tanpa mengenal waktu dan lelah. 

Sementara di Indonesia, momen Hari Ibu ditujukan untuk menandai emansipasi perempuan dan keterlibatan mereka dalam perjuangan kemerdekaan. Sebelumnya, peringatan Hari Ibu selalu tertuju pada kaum perempuan. 

PBSI Tarik Mundur Tim Bulu Tangkis Indonesia dari Turnamen India

PBSI Tarik Mundur Tim Bulu Tangkis Indonesia dari Turnamen India

Reporter Ika Selfiana

Tangkapan layar uggahan pernyataan resmi PP PBSI
Sumber: Twitter-@INABadminton

Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi menarik mundur tim bulu tangkis Indonesia dari tiga turnamen di India pada awal tahun 2022.

Tiga turnamen yang seharusnya diikuti oleh tim bulu tangkis Indonesia yaitu India Open 2022 (11-16 Januari), Syed Modi India Internasional (18-23 Januari), serta Odisha Open 2022 (25-30 Januari).

Pernyataan tersebut secara resmi disampaikan oleh PP PBSI melalui Instagram @badminton.ina dan twitter @INABadminton pada Minggu (19/12).

Adapun alasan utama PBSI menarik mundur tim bulu tangkis Indonesia dari tiga turnamen terkait dengan pemulihan kondisi atlet Indonesia.

“Performa pemain diprediksi tidak akan maksimal,” tulis unggahan tersebut.

Melansir dari Instagram @badminton.ina, mereka diprediksi akan tampil secara tidak maksimal karena baru saja rehat dari pertandingan intensitas tinggi dan terus menerus sejak September hingga Desember 2021.

Lebih lanjut @badminton.ina menyampaikan, bahwa persiapan pemain juga kurang optimal karena terganggu dengan kegiatan libur merayakan Natal dan Tahun Baru 2022. Selain itu seluruh penghuni Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBSI di Cipayung, Jakarta Timur sejak 18 Desember 2021 telah dikembalikan ke klub masing-masing sehingga pemain memiliki persiapan yang tidak akan maksimal.

Dokumentasi atlet bulu tangkis Indonesia
Sumber: Instagram-@badminton.ina

Penggunaan fasilitas lapangan dalam kegiatan seleksi nasional oleh PBSI di Pelatnas Cipayung yang diikuti oleh ratusan pemain dari 34 Provinsi juga menjadi salah satu alasan PBSI dalam penarikan pemain pada turnamen India 2022.

“Dengan hadirnya para peserta seleksi nasional, tidak ada fasilitas untuk berlatih karena lapangan yang biasa digunakan pemain untuk berlatih dipakai untuk menggelar pertandingan,” tulisnya lagi.

@badminton.ina dalam laman instagram pun kembali menyampaikan, bahwa sebagai negara bulu tangkis maka Indonesia akan mengirimkan pemain dengan kondisi fisik, teknik, fokus, dan pikiran yang prima untuk merebut gelar juara.

“Setiap pengiriman pemain ke turnamen Internasional harus dibebani target tinggi, yaitu harus mampu merebut gelar juara.”

Badminton Lovers yang juga merupakan mahasiswa Jurnalistik UIN Jakarta, Tegar Tsabiul Azmi menyatakan bahwa dirinya setuju dengan keputusan PBSI untuk menarik mundur atlet dari turnamen India.

“Setuju terlebih cukup banyak agenda PBSI yang berbenturan di bulan ini dan akan berdampak jika bulan depan tetap memaksakan untuk mengikuti turnamen tersebut dan atlet pun perlu istirahat dari kegiat,”ujarnya.

PBSI berharap dengan menarik diri dari turnamen Internasional di awal tahun, para pemain sejatinya diharapkan dapat memanfaatkan waktu libur dari ajang kompetisi untuk melakukan recovery.

“Memulihkan kondisi dan rehat sejenak, apalagi di tahun 2022 masih banyak ajang-ajang prioritas yang lebih menjadi sasaran utama bagi pemain PBSI.”