Keunikan 3 Tradisi Upacara Kematian di Indonesia

Keunikan 3 Tradisi Upacara Kematian di Indonesia

Penulis: Fauzah Thabibah

Rambu Solo. Sumber: Youtube-Dzarwin Nur

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Dari Sabang di ujung Aceh sampai Merauke di tanah Papua, negara kita tercinta ini terdiri dari berbagai suku bangsa, bahasa, dan agama. Dengan adanya semboyan nasional Indonesia, “Bhinneka Tunggal Ika”, memiliki makna keberagaman sosial-budaya yang membentuk satu kesatuan atau negara.

Nusantara, sebutan lain untuk Indonesia adalah negara kaya akan kelompok etnik, dengan lebih dari seribu suku bangsa yang memiliki beragam tradisi.

Sebagai negara yang kaya akan tradisi, ada banyak sekali warisan budaya atau adat istiadat yang berkembang selama berabad-abad dan masih dilakukan hingga saat ini.

Berikut ini contoh upacara adat atau tradisi pemakaman di Indonesia yang memiliki ciri khas dan keunikan tertentu.

1. Rambu Solo di Sulawesi Selatan

Proses pengiringan jenazah dalam upacara adat Rambu Solo. Sumber: Youtube-Dzarwin Nur

Rambu Solo merupakan upacara adat kematian masyarakat Toraja di Sulawesi Utara yang dilakukan sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada seseorang yang telah meninggal.

Uniknya, suku Toraja menganggap orang yang sudah meninggal baru akan dikatakan benar-benar meninggal ketika seluruh bentuk upacara Rambu Solo terpenuhi.

Oleh sebab itu, dalam ritual pemakaman ini anggota keluarga dari orang yang meninggal harus merawat jenazah selayaknya orang tertidur atau sakit. Jadi masih dilayani seperti orang hidup, tetap disediakan makanan, minuman, di baringkan di tempat tidur dan lain lain hingga proses upacara dinyatakan selesai.

2. Ikipalin di Papua

Anggota suku Dani yang telah kehilangan jarinya sebagai tradisi Ikipalin. Sumber: nationalgeographic.grid.id

Ikipalin merupakan salah satu upacara adat yang unik dan cukup ekstrem di Indonesia. Suku Dani yang mendiami pedalaman di lembah Papua mengungkapkan kesedihan mereka pada keluarga yang meninggal dengan memotong jari mereka. Ritual ini dilakukan agar malapetaka yang terjadi pada jenazah tidak terulang kembali.

Menurut suku Dani, menangis saja tidak cukup untuk mengungkapkan rasa kesedihan. Dengan memotong jari dan merasakan sakitnya dianggap mewakili hati dan jiwa yang teramat pedih karena kehilangan.

3. Ngaben di Bali

Description: ngaben
Prosesi pembakaran jenazah dalam upacara Ngaben di Bali. Sumber: kesrasetda.bulelengkab.go.id

Upacara Ngaben merupakan salah satu upacara adat yang terkenal di Indonesia. Menurut umat Hindu Bali, tujuan utama ritual pembakaran jenazah ini  adalah untuk mensucikan roh yang sudah meninggal dan mempercepat proses kembalinya jasad yang telah mati ke alam asalnya.

Orang yang melakukan upacara adat ini akan membakar jenazah dan setelah itu abu jenazah dihanyutkan ke laut atau sungai sebagai bentuk keikhlasan mereka melepas anggota keluarga.

Itu dia Exposer adat atau tradisi pemakaman di Indonesia yang memiliki ciri khas dan keunikan tertentu. Menurut Exposer semua, mana nih yang paling unik?

Festival Budaya 2021, Melestarikan Kebudayaan di Era Digitalisasi

Festival Budaya 2021, Melestarikan Kebudayaan di Era Digitalisasi

Reporter Amelia Puteri; Editor Elsa Azzahraita

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam memperagakan baju adat tradisional.
Sumber: DNK TV- Amelia Putri

Himpunan Mahasiswa Program Studi Komunikasi  dan Penyiaran Islam (HMPS) mengadakan acara tahunan Festival Budaya secara hybrid, pada Sabtu (30/10)  Kegiatan bertajuk “Jejak Tak Terbatas, Budaya Tak Terhempas” ini digelar guna menghidupkan kembali kebudayaan Indonesia, terlebih di era globalisasi yang memungkinkan masuknya budaya luar.

Ketua Pelaksana Festival Budaya, Bintang Pramudya mengatakan bahwa pentingnya kebudayaan sebagai solusi dari permasalahan yang ada di era sekarang.

“Melihat komunikasi antarbudaya yang sudah tergerus oleh era globalisasi untuk itu festival budaya ini hadir sebagai solusi dan menjadi ajang untuk melestarikan budaya,” ujar Bintang

Sementara itu, Wakil Dekan III Cecep Castrawijaya mengapresiasi kegiatan ini dan mengatakan bahwa dengan memahami budaya yang berbeda dan akulturasi budaya, maka akan terciptanya sikap saling menghormati.

“Kita memahami betul bahwa masing-masing wilayah daerah memiliki budaya yang berbeda tetapi tatkala terjadinya akulturasi budaya tentu bagaimanapun penting nya memiliki sikap toleransi budaya.” ucapnya.

Festival Budaya dimeriahkan dengan berbagai penampilan menarik dari mahasiswa KPI, Angklung Satria Putra, dan Swara Gembira sekaligus  kegiatan ngobrol bareng seniman (NGOBRAS) yang dihadiri Direktur Swara Gembira Rifan Rahman dengan tema “Ekspresikan Seni, Lestarikan Tradisi di Era Digitalisasi”.

Rifan Rahman yang mencoba mengampanyekan  trend berkain  dengan hastag  #berkaingembira, telah berhasil menggaet anak muda lewat media sosial, sehingga mereka mulai memperhatikan budaya dengan menggunakan produk kain khas  Indonesia.

“Jadi swara gembira selalu melihat trend tapi yang kita ambil adalah bagaimana kita melihat trend yang dikembangkan supaya nafas Indonesia tetap ada,” tutur Rifan.

Selain mengadakan webinar, juga terdapat berbagai perlombaan, seperti lomba poster digital, video tiktok, dan creative video dengan mengangkat tema seputar kebudayaan. Dengan adanya perlombaan tersebut, tentu memberikan dorongan positif kepada anak muda mengingat media sosial banyak digandrungi berbagai pihak.

Penampilan Angklung Satria
Sumber: DNKTV- Amelia Putri

Festival budaya merupakan ajang mahasiswa untuk merealisasikan kecintaannya dalam budaya. Sebagai agent of change, mahasiswa wajib untuk mencintai dan menjaga budaya Indonesia serta tidak meninggalkan apa yang menjadi warisan kebudayaan.

Salah satu Mahasiswa UIN Jakarta yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini, Fatur menuturkan, “Tidak perlu malu untuk memakai pakaian tradisional karena merupakan salah satu cara untuk menghargai para pendahulu,”.

Bikin Rindu Masa Kecil, Mana Jajanan Jadul 90-an Favoritmu?

Bikin Rindu Masa Kecil, Mana Jajanan Jadul 90-an Favoritmu?

Penulis: Amanda Agnes .K.

Bagi Exposer yang lahir di tahun 1990-an tentunya sudah tak asing dengan beberapa jajanan jadul yang sempat hits pada zamannya. Jajanan hits di tahun 1990-an kini memang sudah langka dan sulit ditemukan, bahkan beberapa diantaranya sudah tidak diproduksi lagi. Padahal seru sekali rasanya jika bisa menikmati jajanan tersebut bersama teman-teman untuk bernostalgia. Nah, Exposer masih ingat nama-nama snack jadul tersebut? Yuk bernostalgia kita mengingat kembali jajanan yang hits di tahun 1990-an!

1. Cokelat Payung

Coklat Payung. sumber: Bukalapak.com

Siapa nih yang dulu suka banget ngemilin coklat payung kaya gini? Tiap kali makan coklat ini jadi ngerasa pegang payung dalam bentuk yang mini ya exposer. Dulu kayanya hampir di semua warung kita bisa menemukan jajanan yang satu ini. Tapi kini coklat dengan bentuk payung yang unik ini sudah sulit ditemukan loh Exposer.

2. Permen Karet “Yosan”

Sumber: Milenialis.id

Exposer! Siapa disini yang sering banget beli permen karet Yosan karena ingin mengoleksi bekas bungkusannya yang jika disusun menjadi Y-O-S-A-N? Eits, apa diantara kalian sudah pernah ada yang berhasil mengumpulkan semua hurufnya? Karena jika kamu berhasil mengumpulkan kelima huruf tersebut, kamu akan mendapatkan hadiah dari dari permen karet Yosan loh. Namun, salah satu huruf yang sangat susah untuk ditemukan ialah huruf ‘N’. Hal inilah yang menyebabkan jarangnya seseorang mendapatkan hadiah dari perusahan permen karet tersebut. Kira-kira kenapa bisa begitu ya Exposer? Tapi, ternyata ada kok yang berhasil mengumpulkan semua hurufnya dan mendapatkan hadiah. Wah beruntung banget ya Exposer!

3. Cokelat Kacamata

Sumber: Tokopedia

Salah satu jajanan jadul paling hits di era 90-an, yaitu coklat kacamata. Permen coklat yang dikemas seperti kacamata superhero ini seringkali menarik perhatian. Selain warna coklatnya yang warna-warni,  cokelat ini memilki bentuk kemasan yang menyerupai kacamata dan sering digunakan seperti kacamata sungguhan dengan cara mengaitkan karet ke sampingnya. Hayo, siapa yang sudah pernah coba pakai kacamata dari kemasan coklat yang satu ini?

4. Permen rokok

Sumber: Tentik.com

Exposer! Siapa yang dulu merasa keren kalo lagi makan permen rokok? Permen hits yang satu ini punya bentuk yang sama persis seperti rokok rokok. Permen ini benar-benar memiliki bentuk sangat mirip dengan rokok asli karena permen ini berbentuk silinder dan dilapisi kertas bergambar. Kira-kira siapa ya yang pertama kali memiliki ide untuk membuat permen rokok ini ya Exposer? Permen rokok ini punya dua varian lho, ada yang padat dan ada yang bubuk.

5. Mie Gemez

Sumber: bukalapak.com

Namanya aja Mie Gemez ya Exposer, pasti mienya sukses bikin kamu gemes sampe pengen remes deh. Mie Gemez ini bisa langsung dimakan tanpa perlu repot masak. Eits sebelum dimakan jangan lupa ditaburkan bumbu yang telah disediakan di dalam kemasan ya Exposer, supaya lebih nikmat.

Nah Exposer, dari beberapa jajanan jadul di atas, jajanan mana nih yang paling Exposer kangenin?

Penataan Rumah Nyaman walaupun Kegiatan Serba #DirumahAja

Penataan Rumah Nyaman walaupun Kegiatan Serba #DirumahAja

Reporter Khalilah Andriani; Editor Tiara Juliyanti Putri

Ilustrasi rumah modern ramah lingkungan
Sumber: livingasean

Rumah merupakan salah satu tempat untuk beristirahat, maka dari itu rumah di desain senyaman dan seindah mungkin. Sejak pandemi covid-19 berlangsung rumah menjadi hal yang utama dalam beraktivitas, kini tren interior rumah banyak digandrungi dan diperkiraan akan bertahan hingga satu tahun kedepan.

Direktur Kreatif Vivere Group, Alvin Tjitrowirjo dalam pembukaan Vivere Experience and Creative Hub mengatakan selama masa pandemi Covid-19, masyarakat bukan lagi menjadikan rumah untuk tempat istirahat, tapi juga untuk bekerja dan aktivitas lainnya.

Ia menambahkan, para penghuni rumah saat ini lebih memperhatikan tata letak, furniture hingga sirkulasi udara di dalamnya. Jadi, jika ada penghuni yang kurang nyaman dengan sirkulai udara di huniannya tidak heran jika mereka akan merenovasi dan memperbaiki furnitur demi sirkulasi udara yang baik.

“Di Indonesia begitu tantangannya, ini juga jadi big challenge untuk kita. Terlebih bila tinggal di Jakarta yang mana kota kosmopolitan, harus diperhatikan lagi sirkulasi udaranya, agar lebih rileks,” ujarnya.

Dikutip dari laman CDC, Kamis (28/10) bahwa ventilasi hunian harus baik, karena hal tersebut dapat mencengah partikel virus terakumulasi di dalam rumah, terlebih saat masa pandemi seperti sekarang. Ventilasi yang baik dapat mencegah dari terpaparnya atau menyebarnya virus.

Kemudian para pengembang properti berinovasi untuk menciptakan kawasan hunian yang mengedepankan bahan ramah lingkungan. Di dalamnya mementingkan berbagai unsur, yaitu unsur sirkulasi udara dan  unsur pencahayaan yang baik,  hal tersebut berguna dalam kenyamanan beraktivitas didalam ruangan.

Funiture ruang keluarga
Sumber: ikea.co.id

Alvin mengatakan tren interior dan furniture rumah kini cenderung berubah, tak lagi melulu soal tren warna, sekarang elemen perabotan cenderung kepada kepribadian dari pemilik rumah yan dapat menimbulkan rasa kenyamanan dan kehangatan.

“Dulu kan biasanya perabotan dari ruang tamu sampai ke belakang itu sama semua. Kali ini, masyarakat mulai sadar, mana yang Ayah banget, mana yang sentuhan Ibu, atau si anak punya kemauan sendiri, lebih ditonjolkan. Mereka juga lebih memperhatikan kenyamanan dalam memilih furnitur, terutama untuk bekerja dari rumah, jadi tidak membuat stres lagi,” jelasnya.

Disisi lain, menurut Corporate South 78 Ading Serpong, Felicia Nova mengatakan bahwa konsumen lebih menginginkan furniture yang memiliki banyak fungsi. Salah satu rujukan yaitu konsep hunian ala Negeri Sakura, Jepang yang lebih mengedepankan fungsi sekaligus desain artistiknya.

“Jadi, ada juga meja belajar yang bila dibuka bisa jadi meja tamu. Atau mau menyiasati ruangan yang hanya 2 X 10 meter, bisa menggunakan kasur yang dilipat ke dalam lemari, dan banyak lagi,” jelasnya.

Maka penting bagi konsumen untuk berdiskusi pada tim desain interior atau furniture rumah untuk menjelaskan kebutuhannya. 

Hukum Patung Pahlawan dalam Islam

Hukum Patung Pahlawan dalam Islam

Reporter Prayoga Adya Putra; Editor Tiara Juliyanti Putri dan Aulia Gusma Hendra

Potret ibu Megawati Soekarnoputri
Sumber: Instagram – @ibumegawati

Presiden Republik Indonesia ke-5 sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri berbicara mengenai pandangan Islam garis keras terhadap pembuatan patung pahlawan nasional. Dalam hal ini Megawati menjelaskan bahwa tujuan pembuatan patung untuk memperkenalkan sosok pahlawan nasional kepada generasi muda. Penjelasan tersebut disampaikan Megawati saat memberikan sambutan acara peresmian dan penandatanganan prasasti Taman Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bung Karno yang digelar secara virtual, Kamis (28/10).

Cendekiawan Muslim Quraish Shihab menjelaskan bahwa hukum patung dalam Islam boleh saja jika menjadi ekspresi keindahan dan tidak mengarah pada penyembahan kepada selain Allah dan kebenaran, kebaikan serta keindahan merupakan  tiga unsur mutlak bagi satu peradaban dan mereka mengekspresikan dengan keindahan dan melahirkan seni.

“Sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW juga tidak menghancurkan patung-patung peninggalan dinasti-dinasti Fir’aun saat para sahabat menduduki Mesir. Patung-patung tersebut tidak disembah, tidak juga dikultuskan. Di sisi lain, peninggalan tersebut dipelihara dengan amat baik, di antaranya sebagai pelajaran dan renungan bagi yang melihatnya.” sambungnya.


Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri berdiri di depan patung Bung Karno usai diresmikan di halaman Gedung Lembaga Ketahanan Nasional
Sumber: Antara Foto – Hafidz Mubarak A

Dosen UIN Jakarta Jundah, mengatakan bahwa selagi pembuatan patung itu hanya digunakan sebagai hiasan dan peringatan kepada para pahlawan maka tidak apa-apa. Tetapi jika patung patung tersebut di jadikan sesembahan pengganti Tuhan atau sebagai Tuhan maka itu haram dan dosa karena itu perilaku syirik.

“Menurut saya patung itu tidak di perbolehkan di agama Islam, karena patung ditakutkan akan dijadikan sesembahan dan penghormatan serta dapat menimbulkan banyak mudhorot,” ujar Tegar Tsabitul Azmi

Perjuangan para pahlawan patut dikenang dalam hati dan lisan. Selama tujuannya berkarya, mengekspresikan seni bahkan mengingatkan orang yang menikmati seni akan kebesaran Allah justru itu yang diperbolehkan.

Voice of Baceprot: Band Metal Asal Garut yang Mendunia

Voice of Baceprot: Band Metal Asal Garut yang Mendunia

Reporter Diva Raisa Zananda; Editor Tiara  Juliyanti Putri

Member Voice of Baceprot
Sumber: medcom.id

Voice of Baceprot (VOB) atau “Baceprot” yang berarti berisik dalam bahasa sunda, tersusun dari tiga perempuan yang sebaya, yaitu Firdda Marsya Kurnia sebagai vokal dan gitar, Euis Siti Aisyah sebagai pemain drum, dan Widi Rahmawati sebagai pemain bass.  Mereka memulai perjalanan musiknya sejak duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah (MTS) yang dipersatukan oleh ekskul teater di sekolahnya.

Pada awalnya ketika di kelas, Siti suka memukul meja seakan akan itu alat musik perkusi, dialuni nyanyian dari Marsya. Karena tindakan kedua gadis tersebut mereka sering dipanggil guru Bimbingan Konseling (BK) yang kerap dipanggil Abah oleh mereka bertiga. Keluar masuk BK membuat Siti, Marsya, dan Widi semakin akrab dengan Abah, karena abah melihat ada potensi dari mereka bertiga kemudian tiga gadis tersebut belajar bersama perihal musik yang didampingi oleh Abah, dimulai dari ketidak tahuan tentang musik sampai menjadi hebat seperti sekarang.

Pernah mereka bertiga sedang melihat-lihat laptop Abah dan menemukan lagu Toxicity oleh Band Heavy Metal, System of a Down. Dari lagu itu mereka bertiga mencoba untuk meng-cover lagu itu dan merasa cocok memainkan lagu ber-genre metal. Dari situ mereka menyusun Band ber-genre metal yang dinamakan VOB pada tahun 2014.

Tahun 2015 mereka viral di YouTube membawakan lagu Rage Against The Machine yang membuat mereka semakin dikenal orang-orang. Setelah itu mereka juga meng-cover lagu Slipknot, Metallica, dan Red Hot Chilli Peppers, yang diunggah ke sosial media.

Orang tua ketiga gadis tersebut tidak setuju dengan mereka memainkan alat musik bergenre nge-rock, keluarganya lebih menginginkan mereka bertiga menjadi anak santriwati pada umumnya. Tetapi sejak mereka tayang di salah satu televisi tanah air keluarga ketiga gadis tersebut yakin kalau memang ini passion mereka.

Debut Single pertama mereka diciptakan pada 2018 yang bernama School Revolutions yang mencapai 1,1 juta penonton di YouTube, dan lagi single terbaru mereka adalah God Allow Me (Please) to Play Music (2021) yang baru saja di rilis 3 minggu yang lalu dan sudah mencapai hampir 600 ribu penonton di YouTube.

VOB bermain di LokaLaku Festival, Garut 2019.
Sumber: Instagram-@voiceofbaceprot

Dalam unggahan terbarunya di Instagram Voice of Baceprot (VoB) mengeluarkan pengumuman bahwa VoB akan melakukan tur musiknya di 8 kota Eropa di akhir tahun 2021. Sebelumnya VoB sudah mengumumkan bahwa mereka terpilih untuk tampil di acara Wacken Open Air 2022, Jerman.

Sering kali mereka mengikuti konser online maupun offline, pernah juga konser di bangkok secara offline. VOB akan manggung di salah satu Festival Band Metal terkenal yaitu Wacken di Eropa, yang dihadiri salah satu band metal ternama dan yang menginspirasi VOB, Slipknot. Mereka juga dikabarkan akan mengadakan tour seputar Eropa yang dinamakan “Fight Dream Believe: European Tour 2021” di 8 kota di 4 negara yaitu Belgia, Belanda, Prancis, serta Swiss.

Salah satu mahasiswa UIN Jakarta yang tergabung dalam Komunitas Kreasi dan Seni Musik (Kontras) mengaku kagum pada VOB.

“Saya salut dan sangat mengagumi mereka (VOB)  karena grup band ini berani tampil beda dengan hijab serta musiknya yang cukup menggugah. Saya juga sering melihat grup band ini di sosial media dan platform lainnya seperti TikTok dan Instagram.”

Nadiem Keluarkan Aturan Penanganan Kekerasan Seksual, Ini Kata Mahasiswa

Nadiem Keluarkan Aturan Penanganan Kekerasan Seksual, Ini Kata Mahasiswa

Reporter Ani Nur Iqrimah; Editor Syaifa Zuhrina

Ilustrasi Undang-Undang Kekerasan Seksual
Sumber: istockphoto.com

sejumlah kampus menyeruak ke tengah publik. Mengkhawatirkan, miris, bahkan membuat geram, kasus-kasus tersebut pun tak jarang berujung protes yang menuntut ketegasan pihak institusi pendidikan.

Menyikapi hal tersebut, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim  mengeluarkan Peraturan Menteri (permen) Nomor 30 Tahun 2021 yang diundangkan pada (3/9). Hal ini guna mengisi kosongnya payung hukum yang melindungi korban kekerasan seksual di lingkungan kampus.

Peraturan ini terdiri atas 9 bab dan 57 pasal yang mengatur hal-hal meliputi pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, satuan tugas pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, serta perihal pemantauan dan evaluasi dari pencegahan dan penanganan kekerasan seksual.


Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi
Sumber: peraturan.bpk.go.id.

“Kekerasan seksual mencakup tindakan yang dilakukan secara verbal, nonfisik, fisik, dan atau melalui teknologi informasi dan komunikasi,”bunyi pasal 5 pada undang-undang tersebut.

Pasal 13-19 mengatur sanksi administratif kepada pelaku yang terbukti melakukan kekerasan seksual. Sanksi ringan berbentuk teguran tertulis, atau pernyataan permohonan maaf secara tertulis yang dipublikasikan di internal kampus atau media massa.

Kemudian sanksi sedang meliputi pemberhentian sementara dari jabatan tanpa memperoleh hak jabatan atau pengurangan hak sebagai mahasiswa. Terakhir, sanksi berat berupa pemberhentian tetap sebagai mahasiswa, atau pemberhentian tetap dari jabatan sebagai tenaga pendidik.

Menanggapi kabar tersebut, mahasiswa UIN Jakarta Anzalas Sakinata menilai baik selama peraturannya terlaksana dengan baik.

“Sangat baik, peraturan ini menolong untuk mengurangi kasus kekerasan atau pelecehan seksual terutama yang dilakukan di dalam atau sekitar kampus, selama peraturannya terencana dan terlaksana dengan baik. Bisa sekalian memberi ilmu juga kepada mahasiswa tentang self-defense dan harassment begitu,” ujarnya.

Ia juga berharap kasus kekerasan seksual dapat diusut tuntas sampai selesai dan diadakannya rehabilitasi untuk korban.

“Harus diusut permasalahannya sampai selesai, diadili pelakunya kalo perlu, diadakan rehabilitasi gitu untuk korban agar menghilangkan traumanya. Terus pihak kampus juga harus ikut bertanggungjawab serta menindak lanjut dengan memperketat keamanan, agar kejadian seperti ini tidak terulang dengan memperbanyak cctv, untuk memperkuat bukti,” pungkasnya.

Hari Sumpah Pemuda, Mari Berkarya Untuk Bangsa

Hari Sumpah Pemuda, Mari Berkarya Untuk Bangsa

Reporter Hasna Nur Azizah; Editor Syaifa Zuhrina

Ilustrasi Pemuda
Sumber: freepik.com

Tepat hari ini, sudah 93 tahun berlalunya tonggak sejarah penting bagi Indonesia yakni Hari Sumpah Pemuda. Diperingati setiap tahunnya pada 28 Oktober, tentu hal tersebut jangan sampai hanya berlalu begitu saja.

Untuk dapat memaknainya secara mendalam, tak lengkap rasanya jika tidak mengetahui kilas balik perjuangan para pemuda pada saat itu. Sumpah Pemuda merupakan hasil rumusan dalam Kongres Pemuda II Indonesia yang dihadiri oleh para pelajar dari seluruh wilayah Nusantara yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI).

Pada Minggu, 28 Oktober 1928 para pemuda berkumpul di Gedung Oost-Java Bioscoop membahas masalah pendidikan yang sangat penting untuk anak. Saat itulah rumusan Sumpah Pemuda terlahir dibalik sosok Mohammad Yamin.

Naskah Asli Sumpah Pemuda
Sumber: tagar.id

Kini, para pemuda Indonesia diharapkan dapat memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan berbagai kegiatan yang positif, salah satunya dengan berkarya.

Kita bisa mengambil kisah Pemuda Kupang sebagai contohnya. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), diselenggarakan sebuah pagelaran bertajuk “Recycled Handwoven Virtual Fashion Show” oleh Padu Padan Tenun dan JNE. Kegiatan tersebut melibatkan 45 model lokal dan enam orang dancer, bertempat di gedung NTT Fair pada Minggu (24/10).

Pagelaran ini cukup menarik dan berdampak positif pada lingkungan. Dengan menggunakan konsep produk yang mendukung daur ulang (upcycling), mendesain ulang (redesign), dan nol limbah (zero waste) dari pemanfaatan kain limbah sisa tenun dapat menjadi contoh yang baik untuk pemuda masa kini, khususnya mahasiswa.

Sebagai agent of change serta calon pemimpin bangsa, kita dapat memaknai Hari Sumpah Pemuda ini dengan berbagai hal positif. Salah satu mahasiswa UIN Jakarta, Ridho Hatmanto memaknai sumpah pemuda saat ini dengan menjadi pemuda yang kreatif, produktif, dan kritis dalam berpikir maupun bertindak.

“Menjadi produktif bisa dilakukan di lingkungan terdekat, misalnya ikut serta dalam pameran kebudayaan. Hal tersebut dapat menambah rasa nasionalis dalam jiwa para pemuda Indonesia,” ujarnya.

Dengan benkontribusi dalam menghasilkan karya atau sekadar menjadi penikmat, hal itu dapat menumbuhkan rasa cinta kita terhadap tanah air, mengenang jasa para pahlawan, serta sebagai pemicu agar pemuda tidak hanya berpangku tangan, tetapi juga memberi aksi.

Apalagi sebagai mahasiswa, kita memiliki banyak peluang dan wadah untuk membuat Indonesia semakin berjaya. Mari menjadi pemuda yang berkontribusi untuk negeri, karena jika bukan sekarang kapan lagi, jika bukan kita siapa lagi.

Memahami Konstruksi Moderasi Beragama

Memahami Konstruksi Moderasi Beragama

Reporter Nurdiannisya Rahmasari; Editor Farhan Mukhatami

Penyampaian materi oleh Khadijah Mualim pada acara Pelatihan Soft Skill PBAK Berkelanjutan Seri 2 “Moderasi Beragama” Rabu (27/10).
Sumber: DNK TV-Farhan Mukhatami

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Soft Skill dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Berkelanjutan Seri 2 yang bertajuk “Moderasi Beragama” melalui Zoom Meeting dan siaran langsung Youtube pada Rabu (27/10). Acara ini merupakan sesi kedua dari sepuluh sesi.

Sekretaris Wakil Dekan Fdikom Cecep Castrawijaya dalam sambutannya, berharap dengan pemberian materi moderasi bergama ini mahasiswa dapat memahami dan menjalankan agama secara moderat sesuai dengan syariat Islam.

“Harapannya mahasiswa dapat memahami dan menjalankan agama secara moderat sesuai dengan syariat Islam,” ujar Cecep.

 Sambutan oleh Sekretaris Wadek Fdikom Cecep Castawijaya dalam Pelatihan Soft Skill PBAK Berkelanjutan Seri 2 “Moderasi Beragama” Rabu (27/10).
Sumber: DNK TV-Farhan Mukhatami

Dosen Fdikom Khadijah Mualim menjelaskan bahwa pentingnya memahami konsep moderasi beragama ini adalah untuk menyikapi perjalanan hidup pada masalah-masalah keagamaan yang sangat sensitif.

Menurut penuturan Khadijah, moderasi beragama tidak terlepas dari eksistensi paham esktrem kiri dan kanan.

“Moderasi agama di negeri kita sudah menjadi wacana publik sejak  beberapa tahun terakhir,  muncul pemikiran dan gerakan yang terindikasi mengandung unsur ekstremisme dan intoleran,” tambahnya.

Pemaran Materi “Konstruksi Metodologi Moderasi Beragama” oleh Dosen Fdikom Khadijah Mualim.
Sumber: DNK TV-Farhan Mukhatami

Selain itu, Ia juga memberikan beberapa contoh kasus pembangunan produk konstruksi moderasi beragama di masyarakat yang sudah lama dicontohkan oleh para Jumhur Ulama.

Harapannya, dengan ini mahasiswa sebagai calon cendekiawan dapat memahami konstruksi metodologi moderasi beragama dengan baik, sehingga dapat mengatasi permasalahan-permasalahan esktremis yang ada.

Rasa, Karsa, dan Cipta untuk Menumbuhkan Kemanusiaan

Rasa, Karsa, dan Cipta untuk Menumbuhkan Kemanusiaan

Reporter Ika Selfiana; Editor Tiara De Silvanita

Webinar Nasional Apa Kabar Kemanusiaan, Rabu (27/10).

Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Jakarta bekerja sama dengan Insan Cendikia Indonesia menggelar Webinar Nasional dengan tema Apa Kabar Kemanusiaan yang diselenggarakan secara  daring dan tatap muka pada Rabu, (27/10).

Kegiatan ini dihadiri oleh Guru Besar UIN Jakarta Abuddin Nata, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta Asyik Nurhilman, Chairman Yayasan Pita Kuning Raka Eka Pramudito, serta Relawan Turun Tangan Angger Sutawijaya selaku Keynote Speech dan narasumber.

Kesbangpol DKI Jakarta Asyik Nurhilman menyampaikan, Indonesia merupakan negara yang menjunjung rasa gotong-royong. Dilihat dalam menghadapi pandemi Covid-19, terciptanya kolaborasi yang baik dalam melawan pandemi dan adanya rasa kepedulian, perhatian dan kasih sayang terhadap sesama.  

“Pandemi melahirkan hikmah dan semangat, dalam meningkatkan kembali rasa persaudaraan antar sesama warga atau masyarakat dengan kecerdasan intelektual yang dilandasi jiwa kemanusiaan yang tinggi membuktikan bahwa bangsa Indonesia sangat toleran dalam semangat kebersamaan,” ujarnya.

Guru Besar UIN Jakarta Abuddin Nata menyampaikan dalam memelihara nilai-nilai  kemanusiaan harus adanya penegakkan hukum.

“Kekuatan-kekuatan penegak hukum mulai dari Komisi Yudisial, Mahkamah Agung, Kejaksaan, Kepolisian, kalangan Pers perlu merumuskan bagaimana kita mewujudkan citra hukum di Indonesia. Sehingga memberi wibawa dan membawa bangsa dan negara serta nilai-nilai Pancasila akan membawa nilai-nilai kemanusiaan”

Chairman Yayasan Pita Kuning Raka Eka Pramudito menyampaikan untuk menumbuhkan kemanusiaan diperlukan rasa, karsa dan cipta.

Relawan Turun Tangan Angger Sutawijaya menyampaikan bahwa keadilan merupakan kata kunci paling penting.

“Tidak ada cara sederhana, cara cepat atau cara jitu menjadi manusia yang memanusiakan manusia maka dengan begitu kalian akan menciptakan sesuatu yang adil dan beradab”.