Diskusi Dosen Fdikom: Mewaspadai Kebangkitan Komunis Baru

Diskusi Dosen Fdikom: Mewaspadai Kebangkitan Komunis Baru

Reporter Hasna Nur Azizah; Editor Syaifa Zuhrina

Pemaparan materi oleh Daud Effendy
Sumber: DNK TV-Hasna Nur Azizah

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan diskusi dosen bertajuk “Mewaspadai Kebangkitan Komunis Gaya Baru di Indonesia” melalui virtual zoom meeting, pada Kamis (30/9).

Acara ini dihadiri oleh Dekan Fdikom Suparto, serta menghadirkan tiga narasumber dari kalangan dosen Fdikom, yakni Asep Usman Ismail, Daud Effendy, dan Helmi Hidayat.

Dalam paparannya, Asep Usman Ismail mengatakan ideologi komunisme tidak sesuai dengan ajaran Islam karena terjadi banyak propanganda, konfrontasi, manipulasi, dan lain sebagainya.

 “Jika partai bubar, bukan berarti komunis hilang,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa ideologi komunis di Indonesia tidak akan pernah mati, tetapi bangkit dengan gaya baru, fleksibel dan bisa beradaptasi sehingga bisa terus hidup di pikiran manusia sebagai ideologi.

Kemudian, Daud Effendy menjelaskan mengenai sejarah dalam menetapkan Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia, proses dan lika-liku yang dilalui bangsa Indonesia, sampai dengan kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemaparan Materi oleh Asep Usman Ismail
Sumber: DNK TV-Hasna Nur Azizah

Terakhir, Helmi Hidayat membahas mengenai sosialisme dan komunisme. Ia menjelaskan Islam mendukung ajaran mulia komunisme dengan mengutip salah satu ayat di Al-Quran, yaitu Al-Hasyr ayat 7, serta meyakini bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI) adalah hal mustahil.

“PKI itu partai. Komunisme itu ideologi  pikiran. PKI itu sudah menjadi bangkai dan selamanya akan menjadi bangkai. Mari kita nikmati sejarah dengan baik, dengan akal sehat,” katanya.

Menurut salah satu peserta yang juga mahasiwa UIN Jakarta, Muhammad Febriandri menanggapi kegiatan ini sangat menarik dan menambah wawasannya.

“Tentu saja sangat menarik dan menambah wawasan saya dan ilmu pengetahuan kita terhadap komunisme, apakah ada gerakan baru atau bagaimana, dan kita bisa mengambil langkah-langkah untuk mematikan komunisme ini,” ucapnya.

Mobile Journalism: Membuat Konten Menarik dengan Gawai

Mobile Journalism: Membuat Konten Menarik dengan Gawai

Reporter Belva Carolina; Editor Farhan Mukhatami dan Tiara De Silvanita

Penyampaian materi oleh Dherma Chaelvianto dalam acara Mobile Journalism Workshop CBX DNK TV. Pada (29/9).
Sumber: DNK TV-Belva Carolina

Belajar tentang kegiatan jurnalistik hanya dengan satu genggaman smartphone, serta menghasilkan konten menarik dengan cepat dan praktis. Dakwah dan Komunikasi Televisi (DNK TV) UIN Jakarta, menyelenggarakan Mobile Journalism Workshop dalam acara Campus Broadcasting Expo (CBX) yang berkolaborasi dengan GPR TV pada Rabu, (29/9) dengan tema “Create Your Amazing Content With Your Phone”. Diisi langsung oleh pihak GPR TV sendiri, yaitu Dherma Chaelvianto dan Singgih Aji Abiyuga.

Adapun sambutan pada acara ini disampaikan oleh Koordinator Audiovisual dan Media Sosial, Direktorat Pengelolaan Media Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dimas Aditya Nugraha, serta Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), Cecep Sastrawijaya.

Dimas dalam sambutannya mendorong adanya mobile journalism karena penetrasi internet Indonesia termasuk yang tercepat di Asia Tenggara.

“Penetrasi Indonesia itu luar biasa cepat, termasuk yang tercepat di dunia dan kawasan Asia Pasifik itu termasuk yang tercepat ke 3, yang mana Indonesia berada di Asia Tenggara dan termasuk yang cepat,” katanya.

Selain itu, Cecep mengutarakan bahwa workshop mengenai mobile journalism menjadi pembinaan minat dan bakat mahasiswa Fdikom. Berhubung perkembangan teknologi kini semakin canggih. Di manapun berada kita dapat melakukan kegiatan dengan mudah hanya dengan menggunakan gawai.

“Ini menjadi bagian dalam rangka pembinaan minat dan bakat teman-teman mahasiswa Fdikom, terkhusus mahasiswa yang tergabung dalam DNK TV UIN Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, Dherma memaparkan era digital saat ini sangat berkembang di seluruh dunia. Bahkan, 695 ribu orang mengakses Instagram permenit dan 5 juta video permenit diunggah di kanal Youtube.

Dherma juga berpesan agar terus mengasah kemampuan dan mencari referensi sebanyak mungkin untuk membuat konten yang menarik.

“Walaupun semakin berkembangnya smartphone dengan aplikasi yang cepat, praktis, dan memudahkan, untuk memaksimalkan konten terutama tahap editing, tetaplah mengulik dan mengasah kemampuan dan mencari referensi mengenai software pada komputer untuk membuat konten yang lebih menarik,” jelasnya.


Penyampaian materi oleh Abe dalam acara Mobile Journalism Workshop CBX DNK TV. Pada (29/9).
Sumber: DNK TV-Belva Carolina

Narasumber lainnya, Abe menjelaskan apa saja yang harus dipersiapkan untuk mengedit yaitu mulanya mempesiapkan naskah, footage kamera, dan graphic. Serta software editing yang biasa dipakai untuk membuat konten yaitu mengunakan adobe premiere untuk laptop atau PC, final cut pro, atau kinemaster untuk smartphone.

Disamping pemaparan materi mengenai mobile journalism, workshop tersebut berjalan secara interaktif antara pemateri dengan peserta.

Menilik G30S PKI, Duka Mendalam Bagi Bangsa

Menilik G30S PKI,  Duka Mendalam Bagi Bangsa

Oleh Fajar Khairifais; Editor Farhan Mukhatami

Ilustrasi Partai Komunis Indonesia (PKI)
Sumber: blueframe.com

Isu-isu mengenai kebangkitan komunis hadir setiap tahunnya menjelang tanggal 30 September. Hari ini 56 tahun lalu, tepatnya 30 September 1965 terjadi peristiwa yang dikenal dengan nama Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI). Peristiwa ini menjadi sejarah kelam yang harus diingat oleh masyarakat dan bangsa Indonesia.

Peristiwa tersebut terjadi di Jakarta dan Yogyakarta, ketika enam perwira tinggi dan satu perwira menengah Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam upaya kudeta.

G30S PKI  ini mengincar perwira tinggi TNI AD Indonesia. Tiga dari enam orang yang menjadi target, langsung dibunuh di rumah kediamannya. Sedangkan yang lainnya diculik dan dibawa menuju Lubang Buaya.

Keenam perwira tinggi TNI AD yang menjadi korban dalam peristiwa ini adalah Letnan Jendral Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jendral Raden Soeprapto, Mayor Jendral Mas Tirtodarmo Haryono, Mayor Jendral Siswondo Parman, Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan, Brigadir Jendral Sutoyo Siswodiharjo.

Keenam jenderal tersebut beserta Lettu Pierre Tendean ditetapkan sebagai Pahlawan Revolusi dimulai sejak berlakunya UU No.20 tahun 2009. Gelar tersebut juga diakui sebagai Pahlawan Nasional.

Setelah peristiwa itu, rakyat menuntut  Soekarno untuk membubarkan PKI. Soekarno kemudian memerintahkan Mayor Jenderal Soeharto untuk membersihkan semua unsur pemerintahan dari pengaruh PKI.

Ilustrasi Peristiwa G30S PKI
Sumber: menara62.com

Asvi Warman Adam selaku ahli sejarah mengatakan, bahwa peristiwa G30S PKI merupakan konspirasi politik dalam dan luar negeri.

“Peristiwa G30S PKI dilakukan karena adanya konspirasi politik dalam dan luar negeri. Kepentingan luar negeri adalah kepentingan Amerika Serikat untuk menahan kekuatan komunis, sedangkan kepentingan dalam negeri adalah konflik internal TNI AD yang ingin menyingkirkan PKI dari pemerintahan Soekarno”, jelasnya.

Terlepas dari kebenaran yang terjadi, hal ini merupakan peristiwa kejam dan membawa luka dalam yang dialami oleh bangsa Indonesia. Korban dari Gerakan G30S PKI dibunuh secara tragis dan tidak berprikemanusiaan.

Seiring berjalannya waktu, peristiwa ini harus terus diingat untuk menjadi pembelajaran bagi generasi yang akan datang mengenai bahaya dan kejamnya peristiwa G30S PKI apabila terulang.

Namun hakikatnya, peristiwa tersebut sangat tidak elok jika saat ini dijadikan sebagai kepentingan politik oleh sebagian oknum atau kelompok. Sungguh kejam apabila hal tersebut kembali terjadi.

Selaraskan Pedoman Penulisan Tugas Akhir melalui Workshop

Selaraskan Pedoman Penulisan Tugas Akhir melalui Workshop

Reporter Nisrina Fathin; Editor Ahmad Haetami dan Taufik Akbar Harefa

Pengisi Materi Workshop Pedoman Penulisan Tugas Akhir Mahasisw (28/9).
Sumber: DNK TV-Jahra Nur Fauziah

Workshop Pedoman Penulisan Tugas Akhir Mahasiswa merupakan workshop yang diselenggarakan oleh Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) yang dilaksanakan secara daring maupun luring pada Selasa (28/9).

Dihadiri oleh Dekan Fdikom, Suparto, Kepala Pusat Pengembangan, Standar Mutu Kustiwan, Wakil Rektor Bidang Akademik, Zulkifli, serta dihadiri rekan-rekan dosen lainnya. Workshop ini merupakan penentuan kebijakan sebagai prosedur penulisan tugas akhir mahasiswa.

Suparto mengatakan dengan diadakannya workshop ini dapat mewujudkan kewajiban mahasiswa dari masyarakat akademik untuk bisa membuat tugas akhir dalam bentuk produk yang bersifat ilmiah.

“Proses belajar mahasiswa pada tataran teoritis maupun praktis, pada tataran sikap, pengetahuan dan keterampilan sehingga selama tiga setengah tahun maka mahasiswa kemudian menutup proses pembelajarannya dengan sebuah karya monumental yaitu tugas akhir.”

Senada dengan Suparto, Kustiwan mengatakan bahwa pentingnya dilakukan workshop ini karena dapat memberikan kontribusi membantu penyelesaian tugas akhir mahasiswa agar  menjadikan mahasiswa lulus tepat waktu.

Workshop Pedoman Penulisan Tugas Akhir Mahasiswa, Selasa (28/9).
Sumber: DNK TV-Jahra Nur Fauziah

“Workshop ini penting karena memiliki nilai strategis yaitu bisa memberikan kontribusi terhadap atau membantu proses penyelesaian tugas akhir mahasiswa sehingga tingkat pencapaian atau penyelesain studi tepat waktu itu bisa meningkat di fakultas dan di program studi” ujar kustiwan.

Kustiwan juga menyampaikan harapannya setelah dilaksanakan workshop ini dapat memanfaatkan persaingan bagi mahasiswa Fdikom dan dapat diberi ruang bagi mahasiswa dan dapat saling mendukung antara dosen dengan mahasiswa.

Mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam UIN Jakarta yang juga mengikuti kegiatan workshop ini, Devy Sylvia beranggapan bahwa workshop ini bisa menjadi pengingat antara mahasiswa dan dosen pembimbing dalam kerja sama kepenulisan tugas akhir.

“Tema yang diangkat di workshop ini menurut saya menarik karena sesuai dengan situasi sekarang, apalagi semester akhir yang menyusun skripsi atau tugas akhir. Dengan adanya workshop ini kita jadi lebih tau bagaimana cara menulis karya ilmiah yang baik dan benar. Selain itu, ini mengingatkan kembali kepada para dosen pembimbing bahwa dosen pembimbing itu harus selalu ikut serta dalam proses pembuatan tugas akhir karena berdasarkan perkataan Dekan kalau presentase mahasiswa Fdikom yang lulus tepat waktu masih sedikit, mungkin workshop ini sekaligus mengingatkan para dosen pembimbing lebih peduli lagi kepada mahasiswa akhir agar lebih mudah dalam mengerjakan tugas akhir,” ujar Devi.

PERAK 2021: Implementasi Sustainable Development Goals

PERAK 2021: Implementasi Sustainable Development Goals

Reporter  Ahmad Haetami; Editor Taufik Akbar Harefa

Pelaksanaan Webinar Nasional PERAK 2021 pada (27/9)
Sumber: Dokumentasi Panitia Penyelenggara

Rangkaian acara milad Program Studi Kesejahteraan Sosial (Prodi Kessos) UIN Jakarta PERAK 2021 dilanjutkan oleh webinar nasional dengan tema “Menilik Sustainable Development Goals dalam Pilar Sosial serta Implementasinya terhadap Konsep Negara Kesejahteraan” pada Senin (27/09).

Webinar yang dihadiri 1.025 partisipan dalam platform Zoom Meeting dan YouTube ini dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom), Suparto. Kemudian dilanjut dengan

sambutan dari Kepala Prodi Kessos, Achmad Zaky.

Beberapa narasumber turut hadir menyampaikan materi yang berkenaan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya Guru Besar Kebijakan dan Perencanaan Sosial FISIP Universitas Indonesia, Bambang Shergi L yang berfokus pada Welfare States dan SDG (Diskursus Solidaritas, Kelembagaan, dan Pembangunan Keberlanjutan di Indonesia).

“Negara sejahtera itu terdiri dari komponen – komponen yang menyatu, membangun potensi manusia melalui sektor – sektor penopangnya. Kita harus membantu tanpa perlu tahu siapa yang kita bantu, memerlukan keikhlasan dalam menjalaninya,” ujar Bambang.

Selain itu, Pengamat Ekonomi Negara Indonesia Faisal H. Basri pun turut menjadi narasumber dengan fokus pada kemiskinan. “Indonesia adalah Negara yang paling timpang di dunia, 1% orang terkaya di Indonesia menguasai lebih dari 44% tingkat kekayaan di Indonesia,” ujarnya.

Setelah membahas kemiskinan Indonesia, narasumber ketiga Direktur Eksekutif WAHID Foundation Mujtaba Hamdi membawakan materi dengan fokus dalam relevansi kualitas pendidikan dengan jaminan hidup sehat dan kesejahteraan masyarakat.

“Konteks kesejahteraan sosial perlu kita luapkan dalam ekologi penciptaan masyarakat yang damai bahwa Indonesia masih berada dalam tahap perdamaian yang negatif di mana sumber-sumber konflik masih sangat signifikan dan bisa meledak kapanpun. Jalan menuju kedamaian yang positif berpaku pada pemerataan, jaminan hidup yang sehat, kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.”

Pelaksanaan Webinar Nasional PERAK 2021 pada (27/9)
Sumber: Dokumentasi Panitia Penyelenggara

Topik tentang kesetaraan gender pun turut hadir dalam webinar nasional ini. Direktur Utama PT. Tigalapan Investama Group Titi Khoiryah membahas tentang pemberdayaan perempuan dalam konsep kesetaraan gender. Bagaimana kita selama berada di Indonesia masih banyak menjumpai adanya perbedaan dari gender, baik laki – laki maupun perempuan.

“Kesetaraan gender dalam perspektif Islam terdapat dalam Quran Surah Al–Hujurat ayat 13, sejak 576 M sudah ada kesetaraan gender sesuai dengan kitabullah was sunnatan rasulih bahwa antara laki–laki dan perempuan memiliki persamaan baik dalam hal ibadah maupun aktivitas sosial berkaitan dengan karir, edukasi, ekonomi, dan lain-lain,” ujar Titi.

Webinar ini ditutup oleh penyampaian materi sekaligus pernyataan penutup dari narasumber kelima Siti Napsiyah Arieffuzaman.

“Mulai dari kita mari berdayakan dan sejahterakan diri kita tanpa berpangku tangan dengan orang lain, dengan begitu kita sudah melaksanakan amanah qu anfusakum wa ahlikum naraw,” pungkas Siti.

Penting Terampil Komunikasi dan Negosiasi untuk Karier

Penting Terampil Komunikasi dan Negosiasi untuk Karier

Reporter Anggita Fitri Chairunisa; Editor Ahmad Haetami


Workshop Keterampilan Komunikasi dan Negosiasi bagi Alumni dan Calon Alumni (28/09)
Sumber : DNK TV-Anggita Fitri Chairunisa

Bagian Kemahasiswaan dan Alumni UIN Jakarta menyelenggarakan workshop dengan mengusung tema “Keterampilan Komunikasi dan Negosiasi bagi Alumni dan Calon Alumni” secara luring dan daring pada (28/09).

“Workshop ini penting sekali untuk alumni, khususnya fresh graduate yang sedang mencari tempat yang tepat untuk berkiprah dan berkreasi karena kita tidak bisa lagi berpangku tangan membiarkan alumninya mencari tempat kerja sendiri tanpa diberikan persiapan-persiapan teknis,” ujar Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Arief Subhan dalam membuka workshop ini.

Workshop ini diisi oleh narasumber dari para alumni Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta, di antaranya Dedi Kurnia Syah Putra dan Muhamad Rosit.

Dedi dalam sesi materinya menyampaikan bahwa mahasiswa semestinya memperkuat keterampilan komunikasi demi karier ke depan.

“Setiap orang itu punya aset. Banyak dari mahasiswa yang lulus dan passion-nya tidak sesuai dengan mata kuliah yang mereka pelajari, tetapi secara kolektif bahwa yang mereka pelajari interaksi di kampus dan sebagainya itu lah yang berpengaruh pada pengembangan karier mereka.”

“Kita harus mengembangkan diri sendiri secara personal membangun citra dan reputasi. Citra dan reputasi tidak bisa dibangun dalam sekejap, harus dibangun dalam kondisi yang lama dan konsisten. Perkuat keterampilan komunikasi dan jalin silaturahmi sebesar-besarnya,” ungkap Dedi dalam sesi materinya.

Penyampaian materi oleh narasumber pengisi workshop (28/09)
Sumber : DNK TV-Anggita Fitri Chairunisa

Senada dengan Dedi, Rosit mengingatkan kepada calon pencari kerja untuk jangan terlalu memusingkan kepada Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) dan lebih memfokuskan kepada keterampilan komunikasi.

“Keterampilan komunikasi menjadi kunci sukses bagi setiap orang. Survei dari National Association of Colleges and Employers merangkum 20 keterampilan yang harus dimiliki oleh manusia, khususnya calon pencari kerja. Urutan pertama adalah keterampilan komunikasi, kedua integeritas, ketiga kemampuan kerja sama, dan IPK berada di urutan 17,” ungkapnya.

“Calon pencari kerja jangan bersandar hanya pada IPK tetapi ada variable lain, seperti keterampilan komunikasi, kejujuran, integeritas, kerja sama yang lebih penting dan kerapkali kita sedikit mendapatkannya,” lanjutnya.

Mahasiswa UIN Jakarta yang mengikuti peserta workshop ini, Nirvana Saktia menyampaikan bahwa acara ini menjawab rasa penasarannya tentang seberapa penting keterampilan komunikasi untuk karier masa depan.

“Saya memutuskan untuk ikut workshop ini karna menurut saya menarik sekali pembahasannya, terlebih saya pribadi merasa kurang pemahaman tentang komunikasi dan negosiasi yang baik dan benar itu seperti apa, saya penasaran sepenting apa komunikasi memangnya untuk sebuah pekerjaan. Materi yang disampaikan tadi sangat bermanfaat, banyak dapat ilmu baru terlebih membuka wawasan bahwa bukan hanya IPK yang baik saja yang harus dianggap penting, tetapi keterampilan komunikasi itu juga penting. Terlebih saya pribadi dari jurusan Jurnalistik yang mana jurnalis sangat berperan penting dalam menyampaikan informasi kepada khalayak ramai,” ungkap Nirvana.

Oktober Tak Perlu PeduliLindungi, Kemenkes Ungkap Syarat Penggantinya

Oktober Tak Perlu PeduliLindungi, Kemenkes Ungkap Syarat Penggantinya

Reporter Salsabila Saphira; Editor Ainun Kusumaningrum

Ilustrasi PeduliLindungi
Sumber: Instagram-@pedulilindungi.id

PeduliLindungi merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia untuk memantau kasus infeksi Covid-19.

Aplikasi ini sudah ada sejak awal munculnya pandemi Covid-19 di Indonesia. Sayangnya, banyak warga yang mengalami kesulitan mengunduh aplikasi PeduliLindungi lantaran memori di perangkatnya terlanjur penuh. Bahkan, masih ada orang yang belum memiliki ponsel cerdas sekalipun.

Untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperbaiki dan memperbarui mekanisme terkait itu. 

Mulai Oktober mendatang, Kemenkes memberikan sejumlah opsi untuk menunjukkan status vaksinasi masyarakat.

Terkait hal itu Chief Digital Transformation Office Kemenkes, Setiaji mengungkapkan syarat pengganti aplikasi PeduliLindungi.

“Ini (Syarat dan Ketentuan ) akan launching di bulan Oktober ini. Ada proses dimana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang,” ungkapnya (24/9). 

Lantas seperti apa sistematis untuk perjalanan masyarakat nantinya?

Setiaji menjelaskan bahwa status hasil tes swab PCR atau antigen dan sertifikat vaksin dari calon penumpang tetap teridentifikasi dengan cara lain.

Ia mengatakan bahwa hal itu bisa diketahui

melalui nomor NIK penumpang ketika membeli tiket.

“Kalau naik kereta api itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket. Sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen),” ungkap Setiaji.

Ilustrasi penggunaan teknologi
Sumber: Instagram-@pedulilindungi.id

Tidak hanya itu, Kemenkes juga akan menjadikan fitur  PeduliLindungi untuk bisa diakses di berbagai platform seperti Gojek, Tokopedia, Grab, Dana, Tiket, Traveloka, Cinema XXI, dan Link Aja.

Dengan penggabungan itu, maka masyarakat tak harus mengunduh aplikasi PeduliLindungi dan hanya memanfaatkan fitur tersebut di berbagai platform.

Hal ini dilakukan untuk mengatasi keluhan masyarakat yang tidak bisa mengunduh aplikasi PeduliLindungi karena memori ponsel pintarnya penuh.

“Kami saat ini sudah berkoordinasi, berkolaborasi dengan platform-platform digital seperti Gojek, Grab Tokopedia, Traveloka bahkan dengan Pemerintah Provinsi Jakarta yaitu dengan Jaki,” kata Setiaji dalam diskusi daring, Jumat (24/9).

Salah satu Mahasiswa UIN Jakarta, Ridho Hatmanto menyetujui kebijakan tersebut.

“Sangat di apresiasi kepada pihak-pihak yang berusaha membuat mobilitas masyarakat dikala pandemic ini semakin mudah, karena dengan begitu keadilan akan merata bagi siapapun yang ingin beraktivitas luar rumah tanpa download aplikasi-aplikasi tambahan,” ungkap Ridho.

HMPS Kessos: Sedikit Darah untuk Memberi Harapan Kepada Sesama

HMPS Kessos: Sedikit Darah untuk Memberi Harapan Kepada Sesama

Reporter Annisa Nahwan; Editor Ainun Kusumaningrum dan Fauzah Thabibah

Kegiatan donor darah yang diadakan HMPS Kessos
Sumber : Dokumentasi HMPS Kessos UIN Jakarta

Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Kesejahteraan Sosial (Kessos) UIN Jakarta mengadakan kegiatan donor darah pada Sabtu, (25/9). “Sedikit Darah untuk Memberi Harapan Kepada Sesama” menjadi tema dalam acara tersebut.

Kegiatan yang berlangsung selama 2 pekan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Pekan Raya Kesejahteraan Sosial (PERAK) 2021 yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Serbaguna, Perumahan Pamulang Indah, Tangerang Selatan.

Ketua HMPS Kesejahteraan Sosial, Khosyi Muttaqien mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyalurkan hasil dari kantung darah untuk orang yang membutuhkan.

“Tentu kegiatan donor darah yang HMPS

Kesejahteraan Sosial lakukan dalam agenda Pekan Raya Kesejahteraan Sosial 2021 merupakan salah satu bentuk pengabdian kami terhadap masyarakat. Bahwa kita menginginkan PERAK 2021 tidak hanya

bersifat ceremonial semata tetapi kami ingin memberikan esensi nyata tentang kesejahteraan sosial lebih dalam,” jelasnya.

Khosyi juga menyatakan bahwa ketika pandemi, selain vaksinasi yang dibutuhkan, tentu kebutuhan kantung-kantung darah di rumah sakit pun menjadi hal yang sangat penting dan perlu mendapatkan perhatian khusus.

Gambar kegiatan donor darah
Sumber: DokumentasI HMPS Kessos UIN Jakarta

Acara ini berlangsung dari pukul 16.00-17.00 WIB dan berjalan dengan baik. Dari jumlah 48 pendaftar, sebanyak 35 orang yang berhasil lolos menjadi pendonor darah dalam kegiatan tersebut.

Para pendaftar yang tidak lolos dikarenakan adanya ketidaksesuaian dalam batas normal tensi seperti rendahnya hemoglobin, kurangnya berat badan serta fakot lainnya saat menjalani tahap cek kesehatan.

Salah satu peserta kegiatan donor darah, Shafia Ridholillah beranggapan bahwa acara donor darah ini merupakan acara yang bermanfaat.

“Seru banget buat bisa kumpul bareng temen-temen dan warga yang biasa rutin donor darah lainnya. Dan acara ini diadain di tengah pemukiman warga Tangsel yang sama antusiasnya juga buat donor darah. Jadi seneng banget merasa bisa rutin donor darah dan berbagi cerita setelah PSBB ini. Aku jadi tertarik karena emang aku pendonor darah rutin dan pas banget juga PERAK ini rangkaiannya seru-seru banget jadi sayang aja kalo enggak ikut berpartisipasi,” ujar Shafia.

Dengan adanya acara ini diharapkan darah yang didonorkan dapat membawa manfaat dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

HMPS Kessos berupaya dan berharap agar mereka bisa terus memberikan sumbangsih kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat karena bagi mereka sebaik-baiknya manusia ialah yang berguna bagi manusia lain.

Fdikom UIN Jakarta Teken Kerja Sama dengan Sejumlah PTKIN

Fdikom UIN Jakarta Teken Kerja Sama dengan Sejumlah PTKIN

Reporter Ainun Kusumaningrum; Editor Fauzah Thabibah

Penandatanganan MoU antar Dekan Fdikom PTKIN
Sumber : Dokumentasi Fdikom UIN Jakarta

Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menandatangani surat kerja sama dengan beberapa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Acara ini bertempat di Hotel Java Heritage, Purwokerto pada (24/9).

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Dekan Fdikom UIN Jakarta, Supartro dengan Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Yogyakarta, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung, Dekan Fakultas Dakwah UIN Banten, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikiasi IAIN Bunga Bangsa Cirebon, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sumatra Utara Medan serta Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Ponorogo.

Nota kesepahaman tersebut menjadi dasar pengembangan  fakultas masing-masing dalam tiga matra utama yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya implementasi kampus merdeka dan merdeka belajar.

Dokumentasi penandatanganan surat kerja sama antar Fdikom PTKIN
Sumber : Dokumentasi Fdikom UIN Jakarta

Acara penandatangan tersebut berlangsung khidmat dan sederhana disela-sela pertemuan Forum Dekanat Fakultas Dakwah dan Komunikasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia yang diselenggarakan di UIN Saifuddin Zuhr Purwokerto. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan oleh Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi se-Indonesia.

Menurut Ketua Forum Dakanat Fdikom PTKAI Se-Indonesia sekaligus Dekan Fdikom UIN Jakarta, Suparto menjelaskan secara rinci tentang MoU.

”MoU merupakan dokumen tertulis yang menjadi bukti kesepakatan dua perguruan tinggi keagamaan Islam negeri untuk mengembangkan dan membangun keilmuan dakwah dan komunikasi yang responsif terhadap perkembangan zaman dan  kerja sama antar lembaga adalah keniscayaan apabila perguruan tinggi berkeinginan mencapai visi dan misinya.”

Perundingan Perkembangan Kerja Sama Internal dan Eksternal ASEAN

Perundingan Perkembangan Kerja Sama Internal dan Eksternal ASEAN

Reporter Dani Zahra Anjaswari ; Editor Syaifa Zuhrina, Elsa Azzahraita


Sesi foto bersama narasumber dengan para peserta webinar.
Sumber : DNKTV-Dani Zahra Anjaswari

Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional menyelenggarakan webinar DPA Goes to Campus melalui virtual zoom meeting, pada Kamis (23/9).

Webinar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan informasi mengenai perkembangan, hasil perundingan dan manfaat, serta potensi kerja sama perundingan ASEAN.

Acara dibuka secara resmi oleh Koordinator Isu Investasi, UKM, Daya Saing dan Isu ASEAN, Direktorat Perundingan ASEAN, serta Kementerian Perdagangan, Andri Gilang Nugraha.

Kegiatan ini dibagi menjadi 2 topik pembahasan yaitu “Perkembangan Kerja Sama Internal ASEAN” serta “Perkembangan Kerja Sama Eksternal ASEAN”.

Dalam paparannya, Negosiator Perdagangan Ahli Muda, Juniarsa Arief mengatakan neraca perdagangan Indonesia kembali meningkat.

 “Neraca perdagangan Indonesia dengan ASEAN pada tahun 2016 sampai 2019 mengalami penurunan, namun pada tahun 2019 sampai 2020 kembali meningkat dikarenakan nilai ekspor Indonesia yang jauh lebih besar daripada ekspor dari negara ASEAN,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan tentang arti penting peran Indonesia di ASEAN tahun 2023, dimana sentralitas ASEAN perlu diperkuat melalui digitalisasi ekonomi.


Webinar DPA Goes to Campus melalui virtual zoom meeting
Sumber : DNKTV-Dani Zahra Anjaswari

Setelahnya, dilanjutkan dengan pemaparan materi kedua oleh Negosiator Perdagangan Ahli Muda, Desi Ariani dengan pokok bahasan perkembangan, manfaat dan peluang kerja sama eksternal ASEAN.

“Dalam perkembangan ASEAN+1 FTAs terdapat 3 dasar yang dapat diterapkan yaitu implementasi, protokol perubahan, dan work program yang sangat membantu agar lebih tertata dan padu dalam menjalankan program tersebut,” ujarnya.

Salah satu peserta yang merupakan Mahasiswa Universitas Pelita Harapan, Kevin Reinaldi mengatakan acara ini sangat relevan dan bermanfaat bagi mahasiswa.

“Acara ini tentunya sangat baik. Materi yang disampaikan sangat relevan dan penting untuk para mahasiswa bukan hanya jurusan Hubungan Internasional, tetapi semua jurusan karena peran Asean dalam perkembangan Indonesia sangat mempengaruhi pergerakan ekonomi negara. Selain itu, tidak hanya pembekalan materinya, tetapi ada pre-test dan post-test yang cukup interaktif, dan master of ceremony yang sangat bersemangat, Tentu saya berharap yang terbaik. Semoga ada rangkaian acara berikutnya yang tentunya akan saya dan tim BEM-UPH hadiri,” ucapnya.

Selain itu, Mahasiswa UIN Jakarta Sastra Yudha juga menanggapi hal serupa.

“Acara ini sangat relevan  sekali untuk  mahasiswa di berbagai jurusan karena peran ASEAN tentunya sangat mempengaruhi pergerakan ekonomi negara yang nantinya dapat memajukan berbagai aspek didalamnya, tidak hanya materi tetapi kita diberi pre test dan post test yang cukup menarik dan interaktif untuk para pesertanya sehingga mengurangi rasa bosan dan saya berharap agar acara ini bisa lebih sukses dan mengajak lebih banyak mahasiswa untuk turut serta dalam mengetahui kemajuan ASEAN di masa depannya,”jelasnya.