BTS kembali Merajai Chart Billboard Hot 100

BTS kembali Merajai Chart Billboard Hot 100

Reporter Natasya Ardya Garini; Editor  Taufik Akbar Harefa

Chart Billboard Hot 100 Top 10
Sumber: Twitter-billboardcharts

Billboard secara resmi merilis chart mingguan yang berisi 100 lagu populer di Amerika Serikat atau Billboad Hot 100. Posisi pertama diraih oleh Boy Grup asal Korea Selatan yang kini mendunia, BTS atau Bangtan Sonyeondan dengan lagu terbarunya yang berjudul “Butter”.

ARMY (sebutan penggemar BTS) merayakan kemenangan ini dengan menggunakan tagar #Butter1onHot100 hingga menjadi trending topic di Twitter.

Lagu “Butter” merupakan single terbaru BTS dalam berbahasa inggris yang dirilis pada Jumat (21/5). Butter merupakan lagu keempat BTS yang berhasil meraih peringkat pertama dalam Billboard Hot 100 setelah “Dynamite”, “Savage Love (Laxed – Siren Beat)”, dan “Life Goes On”.

Personil Bangtan Sonyeondan di poster Butter Hotter Remix version
Sumber: Twitter-BIGHIT_MUSIC

Dalam 24 jam sejak dirilis di Youtube, single “Butter” berhasil memecahkan rekor video musik kategori K-Pop dengan penonton terbanyak dengan 108,2 juta penayangan. Rekor ini mengalahkan single sebelumnya “Dynamite” dengan 101,1 juta penayangan.

Tak hanya itu, video musik “Butter” juga meraih 3,9 juta penonton pada penayangan perdananya di Youtube. Rekor tersebut sebelumnya juga diraih oleh BTS melalui single “Dynamite” dengan 3 juta penonton.

Lagu “Butter” juga mendominasi streaming di Spotify. Sejak hari pertama perilisannya, lagu “Butter” telah didengar secara global sebanyak 11 juta kali. BTS merupakan musisi format grup yang lagunya paling banyak diputar di Spotify. Lagu-lagu BTS telah diputar lebih dari 16,3 miliar kali.

Firhania, penggemar BTS sekaligus mahasiswa UIN Jakarta beranggapan bahwa dukungan penggemar sangat berarti dalam pencapaian ini.

“Keren sih! Aku speechless. Untuk sampai ke titik itu pastinya butuh perjuangan. Mereka bisa melihat peluang dan kekuatan dari diri mereka dan fansnya. Pencapaian yang mereka dapatkan ini pastinya gak luput dari dukungan fans dan usaha BTS itu sendiri. Fansnya tahu apa yang mau didapat idolanya dan idolanya tahu apa yang diinginkan fansnya. Jadi, saling support,” ungkap Firhania.

Dengan pencapaian BTS di berbagai chart lagu dan album di posisi teratas telah membuktikan bahwa musik K-Pop bisa mengukir prestasi secara global.

Arti Pancasila bagi Generasi Milenial

Arti Pancasila bagi Generasi Milenial 

Reporter Mukhammad Maulana Fajri; Editor Aulia Gusma Hendra dan Elsa Azzahraita

Bendera Merah Putih berkibar di Perkampungan dalam rangka Menyambut Hari Lahir Pancasila 2021
Sumber: Fajri-DNK TV

Hari lahir Pancasila selalu diperingati dengan berbagai momen untuk mengingatkan kita akan dasar ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pancasila yang memiliki lima sila (nilai) harus bisa dipahami dan diimplementasikan dengan bijak terutama bagi generasi milenial. Sebab, generasi milenial merupakan tonggak penerus bangsa. Generasi milenial yang diwakili beberapa  mahasiswa UIN Jakarta menyampaikan arti Pancasila pada peringatan Hari Lahir Pancasila, Selasa (1/6).

Mahasiswa agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi, Iskandar mengatakan Pancasila adalah tonggak kehidupan bangsa.

“Pancasila itu kan dasar negara kita, oleh sebab itu Pancasila yang merupakan tonggak kehidupan berbangsa dan bernegara harus bisa menjadi pegangan generasi milenial guna keberlangsungan masa depan bangsa,“ ujarnya.

Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Vinny juga mengatakan bahwa dalam nilai Pancasila selalu mengajarkan untuk bersama-sama menjaga kerukunan serta menjalin keharmonisan  antar bangsa.

“Pancasila itu  sebagai dasar berprilaku seseorang terhadap orang lain. sebagai warga milenial, kita harus melaksanakan nilai Pancasila, diantaranya sikap yang bisa dilakukan oleh generasi milenial yaitu toleransi terhadap agama lain, saling tolong menolong, dan tidak diskriminasi,“  ujarnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini, semoga bisa memberikan gerakan perubahan bagi generasi milenial sebagai penerus bangsa. Oleh karenanya, haruslah memiliki pemikiran dan jiwa semangat yang tinggi. Jiwa-jiwa semangat harus dibangun sejak dini apalagi pada saat menjadi mahasiswa, harus bisa memberikan contoh yang baik kepada sesama bangsa.

Mahasiswa Jurnalistik Fdikom, Rizki mengatakan Pancasila sangat penting bagi kaum milenial.

“Pancasila sangat penting untuk mengingat kembali generasi milenial tentang proses pembuatan dasar negara kita sangat berdarah darah dan penuh perdebatan. Ada pertarungan ide – ide yang brilian di saat itu. Anak muda yang nanti menjadi agent of change, harus memiliki dasar kepatuhan terhadap Pancasila agar menjadi agent yang berakar atau bersemangat dalam menempuh cita-cita negara sesuai jalannya Pancasila,” ungkapnya.

Kita tahu bahwa perjuangan membuat dasar ideologi Pancasila memanglah tidak mudah, ada berbagai perdebatan yang besar dalam perumusanya. Hal ini menjadikan Pancasila sebagai suatu hal yang penting untuk dipelajari dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari hari.

Moorissa Tjokro, Wanita Indonesia di Balik Kecanggihan Mobil Tesla

Moorissa Tjokro, Wanita Indonesia di Balik Kecanggihan Mobil Tesla

Reporter Salsabila Saphira; Editor Aulia Gusma Hendra dan Elsa Azzahraita

Moorissa Tjokro
Sumber: Moorissa Tjokro

Siapa yang tak kenal dengan mobil Tesla, salah satu produk mobil listrik yang paling canggih buatan Amerika. Tapi banyak orang yang tidak tahu bahwa salah satu insinyur wanita asal Indonesia Moorissa Tjokro merupakan Autopilot Software Engineer atau insinyur perangkat lunak autopilot di kantor pusat Tesla di San Fansisco, California, AS.

Autopilot adalah sistem bantuan pengemudi canggih yang menurut Tesla meningkatkan keselamatan dan kenyamanan di belakang kemudi. Sistem ini membuat mobil yang di kendarai tak perlu lagi sepenuhnya dikontrol sopir, diganti computer berbasis sensor dan radar yang sanggup mendeteksi, menganalisa, kemudian mengambil keputusan di jalanan.

“Jadi sebagai Autopilot Software Engineer yang kami lakukan mencakup seperti gimana sih mobil itu dapat melihat dan mendeteksi lingkungan sekitar. Kemudian bermanuver ke kanan dan kiri, evaluasi serta testing,” kata Moorissa mengutip pemberitaan VOA Indonesia yang dilansir dari CNN.

“Ini penting jadi bikin sistem seaman mungkin buat mobil Tesla. Jadi sebelum diluncurkan itu kami selalu testing untuk menghitung resiko-resiko agar semua aman,” tambah wanita yang merupakan lulusan Georgia Institute of Technology dan Columbia University.

Moorissa Tjokro, salah satu orang Indonesia yang bekerja untuk perusahaan Tesla di California, AS.
Sumber: Moorissa Tjokro

Morissa tidak bekerja sendiri, melainkan bersama rekan satu tim bekerja mengembangkan dan meningkatkan sistem kemudi untuk mobil listrik Tesla. Ia juga terlibat langsung pengembangan sistem full self driving di mobil Tesla, yang merupakan sistem otonom level lima atau level tertinggi yang membuat mobil dapat dikendarai tanpa campur tangan manusia sepenuhnya.

Morissa menuturkan pekerjaan di Tesla ini dianggap paling sulit selama ia berkiprah sebagai insinyur. Lebih lanjut ia menjelaskan, profesinya itu juga dikatakan tidak hanya menguras pikiran, melainkan juga waktu. Ia bisa bekerja 60 hingga 70 jam selama sepekan.

Jumlah wanita memiliki gelar sarjana bidang Teknik dalam 20 tahun terakhir memang dinilai meningkat, namun berdasarkan data National Science Foundation di Amerika Serikat menyatakan jumlahnya masih berada dibawah insinyur laki-laki.

“Di tempat saya ada enam orang dari 100 engineer dan dua produk manajer. Saya tidak tau statistik di luar atau di luar Tesla. Tapi 3-4 persen di otomotif mungkin sengat rendah,” ucap Moorissa .

Ia berharap kepada semua orang dapat mengikuti kata hati untuk melakukan pekerjaan yang benar-benar diinginkan.

“Kepada perempuan atau laki-laki yang menekuni bidang apapun, jadi walau banyak orang yang mungkin tidak setuju atau pikir keputusan kita bukan terbaik, tapi kalau kita follow heart ya tidak mungkin nyesel,” kata Moorissa.

Mahasiswi Fakultas Hukum UIN Jakarta, Siti Masyitoh mengatakan, “Saya sangat mengapresiasi seorang insinyur wanita asal Indonesia ini, dengan kecerdasannya ia mampu menjadi salah satu yang berada dibalik pembuatan Tesla. Selain rasa bangga saya akan sosok Moorissa saya pun sangat menyayangkan bahwa kecerdasannya ini tidak banyak mempengaruhi perkembangan otomotif di negara nya sendiri yaitu Indonesia,” ungkapnya

“Beberapa hal yang bisa diambil untuk menjadi perempuan berprestasi seperti sosok Moorissa diantaranya, tidak takut untuk mencoba hal baru dan keluar dari zona nya, jangan takut untuk bermimpi dan ikuti kemauan hati, terus memperdalam kemampuan yang dimiliki,” tambah Masyitoh.