Serunya Dunia Jurnalis dan Digital Creative Content

Serunya Dunia Jurnalis dan Digital Creative Content

Reporter Ilham Ramadhan; Editor Fauzah Thabibah

Talkshow Program Bicara Project x Digibank by DBS “Serunya Dunia Jurnalis dan Digital Creative Content”, Senin (21/06).
Sumber: DNK TV – Ilham Ramadhan

Bicara Project merupakan platform yang menyediakan kelas pembelajaran untuk public speaking dan juga digital content. Pada Senin (21/6) Bicara Project bekerja sama dengan Digibank by DBS dalam menyukseskan Program Talkshow secara virtual dengan tema “Serunya Dunia Jurnalis dan Digital Creative Content”.

Webinar menghadirkan CEO dari Bicara Project, Rana Rayendra, News Anchor dan Produser di televisi Indosiar, Utrich Farzah, dan di pandu oleh pembawa acara, Triana Savitri.

Produser di televisi Indosiar, Utrich Farzah mengatakan salah satu keseruan sebagai seorang jurnalis adalah saat bertemu dengan orang-orang penting atau tokoh terkenal.

‘‘Keseruan di dunia jurnalis tentunya banyak sekali, kita sebagai jurnalis seringkali bertemu dengan orang lain entah dia tokoh terkenal ataupun seorang pejabat setiap harinya disitulah keseruan yang akan kita dapatkan ketika kita terjun ke dunia jurnalis. Ketika liputan untuk mewawancarai presiden RI misalnya, kita akan disambut oleh penghuni Istana Presiden dan itulah salah satu hal yang paling seru ketika passion saya di dunia jurnalis,” ujar Utrich.

News Anchor dan Produser Indosiar itu menyebutkan bahwa banyak sekali orang yang mungkin menganggap bahwa pekerjaan jurnalis adalah pekerjaan yang sulit dan juga tidak menyenangkan. Namun pada kenyataannya, menjadi seorang jurnalis itu menyenangkan serta dapat memberikan banyak pengalaman tersendiri bagi jurnalis tersebut. Pengalaman dalam hal bagaimana ia harus meliput sebuah berita atau pun informasi secepat dan setepat mungkin, memang disitulah tantangan yang harus ditaklukan oleh seorang jurnalis.

Tangkapan layar para peserta Talkshow yang diadakan secara virtual melalui aplikasi Zoom (21/6).
Sumber: DNK TV-Ilham Ramadhan

Selanjutnya CEO dari Bicara Project, Rana Rayendra menyampaikan bahwa dunia digital content adalah dunia yang sangat kompleks dan juga ketat. Bagaimana setiap hal yang di posting dan di share adalah hal yang umum untuk dinikmati oleh para pengguna internet di dunia digital.

‘‘Everyone can be Content Creator. Kalau kita masuk jurnalis itu berarti kita part of television. Tetapi kalau kita udah masuk ke ranah digital itu berarti sesuatu yang kita tampilkan di dunia digital akan mudah diakses dan diterima oleh banyak orang, itulah digital content. Lalu creative itu sendiri based on value, nilai positif apa yang akan disampaikan kepada banyak orang di dunia digital,” terang Rana.

Tes Antigen Acak pada 6 Stasiun di Jakarta

Tes Antigen Acak pada 6 Stasiun  di Jakarta

Reporter Khalilah Andriani ; Editor Fauzah Thabibah

Penyediaan fasilitas cuci tangan di KRL.
Sumber: kai.id

PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama KAI Commuter menggelar tes antigen acak pada 6 stasiun di Jabodetabek, dimulai pada hari ini Senin, 20 Juni 2021 hingga 6 hari ke depan. 

Kebijakan tersebut diberlakukan akibat melonjaknya kasus Covid-19 di daerah ibukota Jakarta dan sekitarnya.

Tes antigen acak diberlakukan di 6 stasiun yang memiliki penggunaan Kereta Rel Listrik atau biasa disingkat KRL terbanyak di Jebodetabek, 6 stasiun tersebut di antaranya :

  1. Stasiun Bogor
  2. Stasiun Bekasi
  3. Stasiun Cikarang
  4. Stasiun Tangerang
  5. Stasiun Manggarai
  6. Stasiun Tanah Abang

Vice President (VP) Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba mengatakan tes ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19 di area KRL.

“Tes antigen acak ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 karena KRL merupakan moda transportasi favorit di wilayah Jabodetabek,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa memasuki pekan ketiga Juni tepatnya 18 Juni 2021 KAI Commuter mencatat ada lebih dari 7 juta orang atau 441.326 orang per hari yang menggunakan layanan KRL.

Angka ini bertambah 18,5% dibanding jumlah pengguna hingga minggu ketiga pada Mei lalu yang mencapai lebih dari 6 juta orang atau 359.300 orang per hari.

Test Antigen di Stasiun.
Sumber: kai.id

Anne juga mengatakan tes antigen acak dilakukan sebelum pengguna membeli tiket atau tap masuk gerbang elektronik stasiun.

“Tes antigen acak ini dilakukan sebelum pengguna bertransaksi untuk membeli tiket ataupun tap masuk di gate elektronik stasiun,”

Selanjutnya bagi para pengguna KRL yang hasilnya negatif akan dipersilakan melanjutkan perjalanan, jika hasilnya positif Anne Purba mengatakan tidak diizinkan naik KRL dan datanya akan dilaporkan ke Satgas Covid-19 setempat.

Layanan KRL Jabodetabek tetap beroperasi dengan 994 perjalanan KRL per hari mulai pukul 04.00-22.00 WIB.

Pengguna KRL dianjurkan untuk merencanakan perjalanannya dengan baik agar terhindar dari potensi kepadatan di stasiun maupun di dalam kereta, serta tidak memaksakan diri untuk naik ke dalam kereta apabila sudah memenuhi kuota.

“KAI Commuter telah menerapkan protokol kesehatan sejak awal pandemi Covid-19 seperti wajib memakai masker, menjaga jarak dengan melakukan penyekatan saat kondisi padat, pemeriksaan suhu tubuh, dan mencuci tangan,” ujar Anne Purba.

Selain menerapkan protokol kesehatan pengguna KRL juga senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan diri untuk mencengah terpapar dari Covid-19.

Genap 60 Tahun, Jokowi Mendapat Berbagai Ucapan dan Harapan dari Masyarakat Indonesia

Genap 60 Tahun, Jokowi Mendapat Berbagai Ucapan dan Harapan dari Masyarakat Indonesia

Reporter Wafa Thuroya Balqis; Editor Nur Arisyah Syafani

Dokumentasi Presiden Joko Widodo saat beri arahan kepada kepala Daerah se- Indonesia.
Sumber: BPMI Setpres/presidenri.go.id

Presiden Joko Widodo atau Jokowi genap berusia 60 tahun, Senin (21/6). Menyambut hari besar Jokowi, warganet ramai menjadikan tagar #HBDJokowi60 sebagai salah satu trending topic di Twitter Indonesia pagi ini. Meski begitu, Istana Kepresidenan memastikan tidak akan ada agenda khusus untuk perayaan hari ulang tahun Presiden.

Jokowi, pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah ini ialah anak pertama dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujatmi Notomiharjo. Jokowi menceritakan asal-usul panggilan namanya itu melalui video di kanal youtubenya, nama Jokowi adalah panggilan yang diberikan pembeli mebel asal Prancis untuk membedakan Joko Widodo dengan Joko lainnya yang dikenal sang pembeli.

Dokumentasi Presiden Joko Widodo saat pembukaan kesenian Bali.
Sumber: BPMI Setpres/presidenri.go.id

Presiden ke-7 RI ini mulai menjabat sejak Oktober 2014. Ia pertama kali terjun ke dunia pemerintahan menjabat sebagai Wali Kota Surakarta (Solo) pada Juli 2005 sampai Oktober 2012. Selepas itu, Jokowi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta pada Oktober 2012 sebelum akhirnya kembali tidak menyelesaikan jabatannya dan kemudian mencalonkan diri menjadi Presiden Republik Indonesia pada Pemilihan Pesiden (Pilpres) 2014.  Ia kembali terpilih sebagai Presiden RI dalam Pilpres 2019 dengan menggandeng K.H Ma’ruf Amin.

Menduduki bangku kepresidenan kedua kalinya, Jokowi menjadikan fokus utamanya pada pembangunan infrastukrur pada periode pertama. Kemudian di periode kedua ia memprioritaskan peningkatan SDM dan pembangunan agar nantinya Indonesia mampu bersaing dengan negara lain.

Masyarakat menyambut hari besar bagi kepala pemerintahan ini dengan ucapan dan harapan untuk Jokowi dengan positif. Meski begitu, kepemimpinan Jokowi juga tidak bisa sembunyi dari kritikan. Masyarakatpun  mengingatkan perihal pandemi dan jabatan presiden tiga periode.

Diantaranya harapan untuk Jokowi di usianya yang ke-60,

Pemilik usaha kue Little Cookie Shop, Karina Syafira berharap Presiden Jokowi lebih memberikan perhatian khusus kepada bisnis-bisnis kecil di Indonesia.

“Jokowi bisa lebih memerhatikan bisnis-bisnis kecil di Indonesia, misalnya dengan mengadakan pameran atau acara khusus untuk bisnis yang masih jauh dikenal dari banyak orang. Apalagi sekarang anak-anak muda banyak yang memulai bisnis-bisnis kecil,” ujarnya.

“Semoga di usia yang ke-60, bapak jokowi bisa melihat bahwa Indonesia tidak sedang baik-baik saja. Sadar atas ketidakbijakan yang dapat mengancam masa depan kita semua dan segera mendeklarasikan darurat iklim.” Tutur salah satu anggota JedaIklim, Tiara De Silvanita.

Kasus Covid-19 Naik, Polri Tetap Lanjutkan Izin Liga 1

Kasus Covid-19 Naik,  Polri Tetap Lanjutkan Izin Liga 1

Reporter Dani Zahra Anjaswari; Editor Tiara De Silvanita

Konferensi pers perizinan penyelenggaraan Liga 21 oleh Asisten Kapolri Bidang Operasi Inspektur Jenderal Imam, Kamis (17/6).

Pihak Polri memastikan tidak mencabut izin penyelenggaraan pertadingan Liga 1 musim 2021-2022 meskipun kasus Covid-19 meningkat di Indonesia. Hal tersebut, telah diserahkan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada Menpora Zainudin Amali di Mabes Polri, Jakarta pada 31 Mei lalu.

“Belum ada kajian (atau evaluasi izin), kami sudah siap amankan dengan prokes (protokol kesehatan) ketat,” kata Asisten Kapolri Bidang Operasi Inspektur Jenderal Imam, Kamis, (17/6)

Pihak polri tetap akan mengawasi penerapan protokol kesehatan selama Liga 1 diselanggarakan pada awal bulan Juli mendatang. Tidak ada perubahan terhadap aturan yang telah disetujui sebelumnya.

Namun, polisi tetap mengawasi secara ketat terhadap penerapan protokol kesehatan yang mungkin saja dilanggar, seperti larangan untuk nonton bareng (nobar) selama liga 1 berjalan.

Dalam konferensi pers akhir Mei lalu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa keramaian supporter akan menjadi hal yang diperhatikan oleh kepolisian dikarenakan tidak ingin kejadian seperti final Piala Menpora 2021 terulang, di mana para supporter mebuat kegaduhan si tempat umum seusai laga final.

Apabila hal ini terulang kembali maka Kapolri akan menunda pelaksanaan Liga 1, di mana beberapa waktu ini tingkat kasus Covid-19 melonjak cukup pesat.

Rekomendasi izin keramaian akan dievaluasi seiring berjalannya Liga 1. Artinya, izin tersebut dapat dicabut sewaktu-waktu apabila hasil evaluasi protokol kesehatan dinilai buruk.

Seorang penggemar sepak bola, Anjar mengaku menyayangkan bila Liga 1 menjadi sebab naiknya kasus Covid-19.

“Walaupun suka (menonton) bola, kita tetap gak bisa egois ya, di kondisi seperti ini pendukung yang ke lokasi harusnya mawas diri juga. Patuhi protokol, jangan main bodo amat,” ungkapnya.

Dinilai Lecehkan Indonesia, Drakor Racket Boys Dikritik Netizen

Dinilai Lecehkan Indonesia, Drakor Racket Boys Dikritik Netizen

Oleh Iis Suryani; Editor Elsa Azzahraita

Poster Drakor Racket Boys
Sumber: Pinterest

Serial Drama Korea Racket Boys mendapat kritik dari penonton Indonesia, setelah  adegan pada episode lima yang tayang pada Senin (14/6) lalu dinilai telah melecehkan Indonesia.

Netizen Indonesia mempermasalahkan  adegan yang menceritakan Han Se Yoon (Lee Jae In) tengah mengikuti turnamen bulutangkis internasional di Jakarta, Indonesia. Rumah produksi drama tersebut membuat pengaturan lokasi semirip mungkin dengan Istora Senayan Jakarta, bahkan sampai menggunakan figuran orang Indonesia sebagai pendukung tim tanah air.

Pada episode tersebut terdapat adegan ketika pelatih dari Korea Selatan, Fang (Ahn Nae Sang) mengeluhkan betapa tuan rumah diskriminatif terhadap atlet Se Yoon. Ia mengeluhkan betapa buruknya fasilitas tempat latihan penginapan yang diberikan panitia Indonesia. Pelatih tersebut berbicara seolah itu dilakukan sengaja untuk mengalahkan Se Yoon.

Selain itu adegan berikutnya adalah ketika Se Yoon berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan pemain dari Indonesia. Pendukung dari tim Indonesia yang mengenakan baju berwarna merah terlihat mengejek dan berteriak pada Se Yoon. Tindakan itu seolah menggambarkan supporter Indonesia tidak suportif.

Netizen Indonesia menganggap adegan-adegan itu memberi kesan buruk terhadap fasilitas dan supporter Indonesia. Merasa tersinggung dengan hal tersebut, netizen Indonesia menyampaikan protesnya dengan memenuhi kolom komentar unggahan terakhir SBS di akun Instagram @sbsdrama.official dengan sejumlah

Salah satu pencinta Korea Selatan, Fitria juga berpendapat bahwa ia sangat kecewa dengan hal tersebut.

“Aku kecewa sih pas nonton episode itu. Ini diluar ekspetasi aku. Sebelum Rocket Boys tayang, aku udah tau kalau katanya ada adegan yang di setting mirip Negara kita yah. Aku pikir itu bentuk apresiasi Korea ke rakyat Indonesia gitu, karena kan banyak rakyat Indonesia yang begitu menyanjung Korea Selatan. Eh ternyata engga. Malah jauh banget dari bayangan aku. Kecewa banget.” ucap Fitria saat diwawancarai tim DNK TV pada Jumat (18/6).

Fitria juga menambahkan bahwa ia berharap adanya permintaan maaf secara resmi dari SBS sebagai rumah produksi yang menayangkan drama tersebut kepada rakyat Indonesia. Ia juga meminta netizen Indonesia agar tetap bijak saat berkomentar.

“SBS memang sudah meminta maaf kepada rakyat Indonesia. Tapi, cuma dikolom komentar. Aku harap sih minta maafnya secara resmi. Bila perlu harus ada jumpa pers sebagai bentuk permintaan maaf. Sama buat rakyat Indonesia, khususnya netizen. Hati-hati kalo komentar. Kecewa boleh, tapi jangan sampai berlebihan. Entar yang ada itu malah jadi bukti kalo emang nyatanya rakyat Indonesia berperilaku buruk seperti itu.” imbuhnya.

Kiat Mewujudkan Mimpi Ala CEO Speak Project

Kiat Mewujudkan Mimpi Ala CEO Speak Project

Reporter Ani Nur Iqrimah; Editor Elsa Azzahraita

Kegiatan sharing session “How To Broadcast Your Passion with Sandika Dewi CEO Speak Project” via zoom meeting, Kamis (18/6).

Kelas Produksi Televisi menggelar sharing session How To Broadcast Your Passion”, pada Kamis (17/6) secara virtual. Dihadiri oleh CEO Speak Project Sandika Dewi dan dimoderatori oleh General Manager DNK TV dan RDK FM Dedi Fahrudin.

Berawal dari sebuah ketertarikan di dunia komunikasi, akhirnya berhasil membawa Sandika Dewi menjadi seorang CEO muda yang berkiprah dalam dunia komunikasi bahkan bisnis.

Dalam sharing session ini Sandika Dewi banyak menyampaikan kiat-kiat bagaimana cara menyiarkan ketertarikan diri sendiri kepada khalayak umum, dan menceritakan perjalanan karirnya dalam membagun Speak Project.

Pada awal berdirinya Speak Project di tahun 2016-2017, Sandika mengalami banyak ujian, dari cobaan itulah Sandika belajar menjadi pribadi yang memiliki mental yang kuat ketika dihina banyak orang dan bisa mengkondisikan emosi.

Di tahun 2018 Sandika merasa harus mulai memperbanyak prestasi, memperbanyak pretasi, ini bertujuan untuk mendapat ilmu yang lebih banyak untuk mendirikan bisnis Speak Project,

“Walaupun saya udah dikenal orang sebagai public speaker, MC professional, tapi saya merasa butuh ilmu yang banyak untuk mendirikan bisnis ini,” ujar Sandika. 

“Kuncinya cuma satu sebenernya, kuncinya itu hanya konsisten aja, yaudah jalanin aja apapun itu”, ujar Sandika.

Ketika banyak orang yang meragukan kemampuannya dalam membangun Speak Project, Sandika membuktikan bahwa  hingga ditahun 2020 Speak Project dipercaya menjadi lembaga pelatihan resmi di Kartu Prakerja.

Paparan perkembangan Speak Project

“Pernah merasa insecure banget, karena saya merasa terjun ke dunia radio komunikasi, radio itu bagian dari hiburan ya, saya insecure karena merasa diri saya tuh gak good looking,” imbuhnya.

Namun, Sandika mengingatkan bahwa good looking itu ternyata bukan cantik atau tampan, melainkan bagaimana seseorang mencitai dirinya sendiri.

“Kalau kamu fokus terhadap diri sendiri, percaya deh, ngerasainnya tuh gak sebulan, dua bulan langsung dirasain, ngerasanya tuh nanti beberapa tahun kemudian, dan memiliki lingkungan yang mendukungmendukung,” ujar Sandika saat memberikan tips untuk membangun personal branding.

Sandika mengatakan, jika seseorang ingin sukses untuk mencapai sebuah mimpi, maka harus fokus pada mimpi itu, karena yang akan mewujudkannya adalah diri sendiri.

“Jangan pernah merasa rendah untuk menjadi diri sendiri, jangan pernah merasa puas dan jangan jadikan terkenal sebagai sebuah tujuan utama, karena hanya akan menjadikan boomerang kepada diri sendiri, terkenal itu hanya sebuah bonus,” ujar Sandika sebagai penutup sharing session kali ini.

Virus Corona Varian Delta Mulai Menyebar di Indonesia

Virus Corona Varian Delta Mulai Menyebar di Indonesia

Reporter Diva Raisa; Editor Taufik Akbar Harefa dan Elsa Azzahraita

Ilustrasi virus

Covid varian Delta atau B1617 yang pertama kali ditemukan di India, kini sudah masuk ke Indonesia. Varian virus corona Delta yang disebut 40 persen lebih mudah menular, mulai menyebar dan banyak terdeteksi di Indonesia. Bukan hanya itu, varian ini juga dapat meningkatkan risiko perawatan rumah sakit hingga dua kali lipat.

Di Indonesia, varian ini ditemukan pertama kali di Banten, Jawa Barat, dan Cilacap, Jawa Tengah, dan menjangkiti sejumlah tenaga kesehatan  pada awal Mei 2021.

Terkait hal tersebut, peneliti melihat ada perubahan pola gejala yang ditimbulkan oleh varian Delta. Profesor Tim Spector yang menjalankan Zoe Covid Symptom Study mengatakan varian Delta  kemungkinan bisa hanya menimbulkan gejala mirip pilek pada kaum muda.

Banyak orang mengira mereka hanya mengidap flu berat musiman, mereka tetap berpergian dan beraktivitas, walaupun tidak sakit berat tetapi tindakan itu bisa merugikan orang lain.

Lantas, apa saja gejala yang menunjukkan bahwa seseorang terinfeksi virus varian yang satu ini?

Gejala varian virus corona Delta sebagaimana disampaikan oleh profesor kedokteran darurat dan kesehatan internasional di Johns Hopkins Universiy, Dr. Bhakti Hansoti meliputi sakit perut, hilangnya selera makan, muntah, mual, nyeri sendi, dan gangguan pendengaran.

Kebanyakan pasien yang terinfeksi virus ini juga membutuhkan perawatan medis di rumah sakit, bahkan memerlukan bantuan oksigen dan menderita komplikasi lain.

Dr. Durrani menjelaskan tentang vaksin dan Covid Delta.
Sumber: Finance.yahoo.com

Dokter Residen Pengobatan Darurat UT Health San Antonio, Dr. Owais Durranimengatakan bahwa satu-satunya cara untuk mencegah Covid Delta ini adalah dengan vaksin.

“Mereka (vaksin) pada dasarnya menghilangkan kasus yang parah, dan masih memberikan perlindungan yang baik dalam hal menghilangkan kasus simtomatik, sekitar 80% hingga 85% efektif. Itu benar-benar berita bagus,” ujarnya dikutip dari kanal resmi Finance.yahoo, Rabu (16/6).

Covid-19 Melonjak, Menag: Kegiatan Tempat Ibadah Zona Merah Dihentikan

Covid-19 Melonjak, Menag: Kegiatan Tempat Ibadah Zona Merah Dihentikan

Reporter M. Rizza Nur Fauzi; Editor Taufik Akbar Harefa

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menerbitkan surat edaran tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah(16/6) 
Sumber: Youtube-Kemenag RI

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan edaran yang berisi perintah agar semua kegiatan keagamaan di tempat-tempat ibadah di kawasan Zona Merah dihentikan sementara hingga kawasan tersebut dinyatakan bebas dari virus corona (Covid-19). 

Hal ini dikarenakan meningkatnya virus corona di berbagai daerah dalam sebulan terakhir dan munculnya varian baru.

“Kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan, seperti pengajian umum, pertemuan, pesta pernikahan, dan sejenisnya di ruang serbaguna di lingkungan rumah ibadah juga dihentikan sementara di daerah zona merah dan oranye sampai dengan kondisi memungkinkan,” ujar Yaqut dalam keterangan resminya, pada Rabu, (16/6).

Peraturan ini tertulis dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah.

Yaqut juga menetapkan bahwa kegiatan ibadah di tempat-tempat ibadah di kawasan aman yang tidak terjangkit Covid-19 hanya dapat dilakukan oleh warga lingkungan setempat.

Kementerian Agama telah mengonfirmasi teknis pelaksanaan melalui Surat Keputusan Kementerian Agama Nomor 1 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kesepakatan penanganan Covid-19 di gereja-gereja.

Yaqut meminta jajarannya di pusat dan daerah untuk mengawasi pelaksanaan imbauan tersebut secara bertahap. Pemberitahuan ini juga berlaku bagi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi, Kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota, Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan, Penyuluh Agama, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Keagamaan, dan pengurus rumah ibadat juga diinstruksikan untuk diawasi.

Mahasiswa UIN Jakarta, Pikri Nugraha berpendapat, bahwasanya ia menyetujui akan kebijakan tersebut, dengan harapan bukan hanya tempat-tempat ibadah saja yang ditutup, melainkan semua tempat yang dapat menimbulkan kerumunan.

“Mengenai kebijakan akan ditutupnya kembali tempat ibadah di kawasan Zona Merah, saya sangat setuju akan hal itu karena esensi dari agama, khususnya agama Islam itu untuk menjaga diri. Namun, saya berharap bahwa yang ditutup itu bukan hanya tempat-tempat ibadah saja, melainkan semua tempat yang dapat menimbulkan kerumunan,” ujar Pikri.

Beberapa daerah di Indonesia akhir-akhir ini diketahui mengalami lonjakan kasus positif virus corona. Wilayah seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI Jakarta menempati urutan teratas daftar kasus harian Covid-19 di Tanah Air.

Meningkatnya kasus infeksi ini merupakan akibat dari tingginya mobilisasi pada mudik Lebaran lalu.

Beberapa indikator yang digunakan untuk menetapkan status zona risiko ini, yakni epidemiologi, serveilans kesehatan serta pelayanan kesehatan.

Kepala Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono menilai surveilans yang dilakukan di Indonesia tak sesuai sehingga sulit menggambarkan kasus Covid-19 yang sebenarnya.

“Kalau pemerintah tidak mengambil jalan untuk melakukan lockdown ya tinggal tunggu saja semua kabupaten mungkin sebagian besar dari 514 kabupaten, mungkin ratusan kabupaten akan seperti Kudus,” ujarnya, dilansir dari Detik.com pada Selasa, (15/6).

Bank Indonesia Usulkan Bentuk Uang Digital

Bank Indonesia Usulkan Bentuk Uang Digital

Reporter Amalia Riskiyanti; Editor Aulia Gusma Hendra

Logo Bank Indonesia
Sumber: Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) berencana untuk mengusulkan topik Central Bank Digital Currency (CBDC) atau uang digital dalam pembahasan di pertemuan G20 mendatang. Pertemuan 20 negara ekonomi utama ini rencananya akan digelar tahun depan.

BI memberi gambaran tentang mata uang yang nantinya akan menjadi alat transaksi keuangan di masa depan. Produk yang akan di beri nama Digital Rupiah ini merupakan suatu representasi uang digital sebagai lambang kedaulatan negara atau sovereign currency yang diterbitkan dan dikendalikan oleh Bank Central.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo
Sumber : Instagram-@idx_channel

Perry menyampaikan ada 3 syarat yang harus diperhatikan dalam menerbitkan uang digital. Pertama, desain uang digital menjadi alat pembayaran sah. Kedua, infrastruktur pasar uang dan sistem pembayaran yang akan mendukung penerbitan uang digital. Ketiga, pilihan teknologi yang akan digunakan.

Dari tiga syarat tersebut, Perry juga menyampaikan bahwa saat ini pihak BI dan Kementerian Keuangan masih pada tahap kajian desain uang digital.

“Tentunya secara undang-undang dan praktiknya kami dan Menteri Keuangan akan bicara desainnya. Pada waktunya kami akan bicara, saat ini masih tatanan kajian, belum waktunya,” ujar Perry.

Perihal teknologi ada alternatif yang dapat digunakan yakni blockchain, Distributed Ledger Technology (DLT) atau protokol yang berpotensi keamanan basis data digital yang terdesentralisasi, dan stablecoin.

“Seluruh dunia sedang mencari-cari mana yang paling pas dijadikan rujukan. Sebab, masing masing negara tengah membahas, kami juga ikut pembahasan dengan tujuh bank sentral,” pungkasnya.

Bulu Tangkis Indonesia Berduka, Markis Kido Tutup Usia

Bulu Tangkis Indonesia Berduka, Markis Kido Tutup Usia

Reporter Syaifa Zuhrina; Editor Nur Arisyah Syafani

Sang legendaris bulu tangkis Indonesia, Markis Kido tutup usia.
Sumber: instagram_@yuni.kartika73

Kabar duka datang dari dunia bulu tangkis Indonesia, sang legendaris bulu tangkis, Markis Kido menghembuskan nafas terakhirnya pada Senin (14/6), tepatnya di Rumah Sakit Omni Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang Selatan.

Pria kelahiran Jakarta, 11 Agustus 1984 ini diduga tutup usia karena serangan jantung yang menimpa nya saat bermain bulu tangkis di GOR Petrolin, Tangerang. Candra Wijaya, yang juga merupakan pebulu tangkis ganda putra Indonesia mengatakan bahwa ia terkejut melihat Markis Kido tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri.

“Kido baru main 1/2 [setengah] set, pas pindah tempat [skor] 15-8, tiba-tiba saya lihat sudah jatuh enggak normal ke depan. Mulai ga sadar dan ngorok,” tulis Candra menjelaskan kronologi peristiwa.

Melihat hal tersebut, Candra langsung menghampiri dan mencoba memberikan pertolongan pertama, dan melarikan Markis ke Rumah Sakit (RS) Omni Alam Sutera, Tangerang Selatan. Semasa hidupnya, Markis Kido dikenal sebagai salah satu atlet bulu tangkis Indonesia yang berhasil mengukir banyak prestasi. Bersama Hendra Setiawan, Markis Kido berhasil menyabet medali emas SEA GAMES, Asian Games, dan Olimpiade.

Markis Kido dan Hendra Setiawan
Sumber : Instagram_@infomrrya

Selain itu, sang legendaris ini juga meraih gelar juara dalam ajang BWF World Cup 2006, BWF World Championship 2007, juga sejumlah seri BWF Grand Prix seperti China Open bersama Hendra Setiawan.

Kabar duka ini pun juga dinyatakan resmi oleh akun media sosial Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) sebagai tanda belasungkawa terhadap kepergian Markis Kido.

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia salah satu pahlawan bulu tangkis Indonesia, peraih emas Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Selamat jalan Kido!” demikian keterangan dari @INABadminton.