Mengenal Doxing, Penyalahgunaan Informasi Pribadi

Mengenal Doxing, Penyalahgunaan Informasi Pribadi

Oleh Khalilah Andriani; Editor Fauzah Thabibah

Tulisan doxing

Zaman yang serba modern saat ini, memudahkan seseorang untuk mencari data pribadi orang lain, baik di media sosial atau di platform website. Hal tersebut memunculkan kemudahan dan kerugian bagi setiap penggunanya. Jika disalah gunakan akan menjadi kerugian, seperti kasus doxing yang marak saat ini.

Lalu apa itu doxing? Apa dampak dan bagaimana cara pencegahannya?

Apa itu doxing?

Doxing atau doxxing diambil dari istilah  dumping documents yang disingkat menjadi docs yang seirama dengan dox adalah sebuah kegiatan membongkar atau menyebarkan informasi pribadi seseorang yang dilakukan oleh orang tidak berwenang atau tanpa izin dari pihak yang bersangkutan. Doxing ini sudah dikenal dari sejak tahun 1990-an.

Teknologi internet yang semakin canggih dan akses yang luas serta mudah diraih memudahkan seseorang untuk mencari, mengumpulkan, dan menyebarkan data-data orang lain melalui internet. Dengan kondisi tersebut, ditambah dengan banyaknya data di internet dan banyaknya kasus seorang yang di teror di media sosial, tidak heran jika telah banyak kejadian doxing terjadi saat ini.

Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Bidang Komunikasi dan Media Massa, Henri Subiakto menyampaikan larangan tegas di Pasal 30 UU ITE atas akses secara tidak sah terhadap sistem informasi elektronik milik orang lain.

“Itu adalah perbuatan ilegal dan ada sanksi pidananya,” ucap Henri (11/7/20).

Ketentuan mengenai doxing di Indonesia juga diatur dalam UU ITE nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 tahun 2008. Tentu saja penyebaran informasi seseorang tak termasuk pelanggaran jika telah mendapat persetujuan orang yang bersangkutan.

Dampak dari doxing

Adapun dampak bagi korban doxing adalah :

  1. Timbul rasa malu di depan umum dan mendapat penghinaan dari publik
  2. Mendapat diskriminasi, hal tersebut dapat terjadi jika karakteristik pribadi dirinya terungkap
  3. Mengalami cyberstalking dan physical stalking
  4. Rusaknya reputasi personal maupun profesional, hal tersebut akan menyebabkan kerugian secara sosial dan finansial
  5. Meningkatnya kecemasan
  6. Menurunnya kepercayaan dan harga diri
Ilustrasi doxing, penyalahgunaan informasi pribadi seseorang yang disebar melalui internet.

Cara Mencegah Doxing

Sebelum kamu menjadi korban doxing akibat hal remeh yang kamu lakukan di media sosial, alangkah baiknya bila kamu mencegah doxing sedari dini melalui beberapa cara berikut ini:

  1. Membatasi unggahan tentang informasi pribadi di media sosial. Sebaiknya kamu hanya mengunggah sesuatu yang sifatnya penting (misalnya berhubungan dengan profesionalitasmu di dunia kerja atau bisnis).
  2. Mengunci akun media sosial supaya aksesnya terbatas pada orang yang benar-benar kamu kenali.
  3. Meminimalkan kontribusi pada forum-forum yang membahas isu sensitif. Sehingga kamu tak tergoda mengeluarkan komentar pedas yang rentan memicu doxing.
  4. Mengklarifikasi berita simpang siur tentang kamu kepada orang-orang terdekat.
  5. Melakukan social media detox atau upaya pembatasan akses pada situs jejaring sosial selama beberapa waktu untuk meminimalkan luapan emosi akibat perilaku doxing yang ditujukan kepada dirimu.

Cara terbaik untuk menjauhkan diri dari perilaku doxing di media sosial adalah menjadi pengguna media sosial yang bijak. Jangan sampai kamu mengalami banyak kerugian karena menjadi korban doxing yang disudutkan oleh banyak orang.

Kampoeng Baca Rawa Bokor, Transformasi Kampung Kumuh Kini Berprestasi

Kampoeng Baca Rawa Bokor, Transformasi Kampung Kumuh Kini Berprestasi

Reporter Jenni Rosmi Aryanti

Lingkungan Kampoeng Baca yang bersih dan asri
Sumber: Tim Liputan Cerita Inspirasi  DNK TV

Kampoeng Baca yang terletak di Kampung Rawa Bokor, Kota Tangerang, Provinsi Banten berhasil menggaet berbagai prestasi dan sukses membangun kampung yang bertransformasi menjadi kampung bersih dan asri.

Berawal dari keresahan akan pendidikan warga setempat yang masih jauh tertinggal dan mental masyarakat yang belum terbina untuk berpikir tentang kemajuan zaman, pendiri Kampoeng Baca Abdul Rohman Hafid bersama warga setempat berinisiatif membangun Kampoeng Baca sebagai gerakan pembangunan mental masyarakat yang berfokus pada 4 bidang yaitu pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan.

“Kampoeng Baca terinspirasi dari bagaimana gerakan intelektualitas masuk ke tengah-tengah masyarakat. Bahwa baca itu sendiri adalah standing dari bangun cita-cita. Kampoeng Baca (kampoeng bangun cita-cita),” ujar Abdul Rohman.

Melalui program pemberdayaan ekonomi, Abdul Rahman dibantu oleh beberapa orang aktivis untuk memberdayakan masyarakat dan pengembangan pemuda. Adapun Konsep pertama yang diterapkan dalam Kampoeng Baca adalah konsep Triple Haley Concept atau AB+G.  Academia, Bussines and Government.

Menurut Abdul Rohman, tidak mudah mengubah kampung tertinggal menjadi kampung berprestasi seperti saat ini.

“Perbedaan tipologi yang lahir membuat konsep yang dibangun dan dikembangkan ini belum 100 persen dapat dipahami. Warga tidak bilang diterima, tapi dipahami atau tidak. Bagaimana konsep kita di awal perpustakaan ada di tengah-tengah kampung yang diharapkan mampu menjadi satu value habit tertentu,”jelasnya.

Pendiri Kampoeng Baca, Abdul Rohman Hafid
Sumber: Tim Liputan Cerita Inspirasi  DNK TV

Namun, dengan dibantu oleh para akademisi dan pihak swasta yang ada di Kampung Rawa Bokor, serta dibantu pihak government, akhirnya Rawa Bokor bertransformasi.

Melalui gagasannya Kampoeng Baca berhasil meraih juara dalam lomba perpustakaan sekolah desa/kelurahan se-Provinsi Banten Tahun 2020.

“Saya pikir perpustakaan sudah mengalami metamorfosa yang sangat jauh. Sekarang lebih kepada sosial inklusi mereka. Perpustakaan di tengah-tengah masyarakat harus menjadi wadah untuk men-drive community mencapai satu value habit tertentu.” pungkas Abdul Rohman yang juga warga asli Rawa Bokor. Abdul Rohman berharap Kampoeng Baca ini bukan menjadi satu-satunya kampung yang mengusung tema pemberdayaan masyarakat untuk pendidikan. Ia ingin setiap kampung di Indonesia ikut andil dan berpartisipasi dalam membangun kampung agar warga  yang berada  di kampung tersebut dapat memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa Indonesia.         

HUT UIN Jakarta ke-64: Eratkan Kebersamaan melalui Funbike

HUT UIN Jakarta ke-64: Eratkan Kebersamaan melalui Funbike

Reporter Amelia Putri ; EditorFauzah Thabibah dan Elsa Azzahraita

Civitas akademika UIN Jakarta berkumpus di depan gedung Rektorat kampus 1 UIN Jakarta, Minggu (30/5). Sumber: DNK TV- Amelia Putri.

UIN Jakarta telah berdiri selama 64 tahun terhitung sejak 1 Juni 1957. Dalam rangka memperingati  HUT UIN Jakarta ke-64, civitas akademika UIN Jakarta mengadakan serangkaian kegiatan untuk memeriahkan, di antaranya kegiatan Funbike yaitu dengan bersepeda bersama.

Salah satu rangkaian acara milad UIN Jakarta tersebut mengusung tema “Green Starts from  Campus for Happier Earth” yang diselenggarakan pada hari Minggu (30/5).

Bersepeda dimulai pada pukul 06.45 WIB dengan rute dari kampus 1 gedung Rektorat UIN Jakarta hingga berakhir di kampus 4 gedung Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang berada di Bojongsari, Depok.

Acara Funbike ini juga dimeriahkan dengan kegiatan senam bersama warga kampus UIN Jakarta. Selain untuk kesehatan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menyatukan kembali silaturahmi  yang terhambat akibat Covid-19.

Menurut ketua panitia milad Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) UIN Jakarta, Zahrotunnihayah mengatakan pada perayaan tahun ini akan banyak dimeriahkan dengan kegiatan-kegiatan lainnya seperti lomba menulis karya ilmiah.

“…nanti juga ada rangkaian milad itu ada lomba-lomba, mulai dari karya ilmiah, kemudian juga kesenian, MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran), membuat vlog, terus kemudian karya tulis untuk dosen dan civitas akademika, terus juga ada lomba memasak untuk pegawai ibu-ibunya. Nah ini juga bagian dari kesehatan fisik dan juga kebersamaan,” jelasnya.

Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis saat diwawancarai pada acara Funbike di gedung PPG (30/05). Sumber: DNK TV-Fauzah Thabibah.

Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur atas milad UIN Jakarta serta dapat memberikan efek positif terutama bagi civitas akademika UIN Jakarta.

“Diharapkan bahwa civitas akademika UIN Jakarta jadi sehat fisik dan juga rohani. Tentu kita bersyukur kepada Allah atas usia yang sudah begitu matang dari UIN Jakarta. Mudah-mudahan maju terus dan kita semuanya bisa mengembangkan UIN Jakarta lebih lagi dari yang ada sekarang. Mudah-mudahan semua sehat Insyaallah,” ucap Amany.

Kegiatan ini  disambut baik oleh warga kampus dengan kisaran 100 orang ikut berpartisipasi  untuk memeriahkan.

Pembina Gowes Pinguin atau Pinggiran UIN, Husni Kamal mengaku, dari anggota Pinguin sendiri sangat senang turut hadir dalam kegiatan milad UIN Jakarta ke-64.

“Adanya milad UIN ke-64 kami sangat senang sekali dapat berpartisipasi merayakan,” ucapnya.

UIN Jakarta yang sudah berusia  ke-64 diharapkan dapat menjadi lebih maju dan  World Class University dapat terwujud baik fisik maupun mental, sehingga menjadi kampus Islam unggulan. Memberikan contoh kampus Islam lainnya. Serta dengan hadirnya Funbike ini juga dapat memberikan manfaat kebersamaan yang dieratkan kembali antar civitas akademika UIN Jakarta.

Menilik Islam dalam Kehidupan Bernegara di Turki

Menilik Islam dalam Kehidupan Bernegara di Turki

Reporter Cut Raudhatul Zahbi; Editor Tiara de Silvanita

Bincang Hikmah yang diselenggarakan oleh Prodi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta bekerja sama dengan Akurat.co

Prodi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta bekerja sama dengan Akurat.co menyelenggarakan Bincang Hikmah secara virtual melalui Zoom dan disiarkan langsung di kanal youtube Akurat.co pada Jum’at (28/5) pukul 10.00 WIB.

Topik perbincangannya mengenai “Islam di Turki” yang dipandu oleh Ketua Program Magister KPI, Tantan Hermansyah dan narasumber Dosen Fdikom UIN Jakarta, Deden Mauli Darajat.

Deden menjelaskan bahwa Turki merupakan negara berbentuk republik dimana sebelumnya berbentuk kesultanan. Negara Ini berpaham sekuler modern yaitu terdapat pemisahan antara pemerintahan dan agama.

Dengan adanya perubahan bentuk negara, Deden menjelaskan bahwa terdapat perubahan sosial budaya, seperti bahasa yang digunakan sebelumnya bahasa Arab menjadi bahasa Turki dan sebagainya.

“Dulu menggunakan peci sekarang berubah menjadi topi. Orang-orang dulu mengenakan jubah sekarang menjadi jas,” ujar Deden.

Karena berpaham sekuler, ekspresi keislaman di negara yang sebagian besar menganut agama Islam itu tidak boleh ditampakkan di area pemerintahan seperti pada tahun 2009, yaitu  para mahasiswa dan dosen harus melepas hijab jika sudah berada di lingkungan universitas dan mengenakannya kembali ketika sudah tidak berada di lingkungan universitas. Hal tersebut juga terjadi di tempat-tempat sakral pemerintah seperti gedung pemerintah dan lainnya.

Namun, pada tahun 2012 Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merevisi aturan tersebut sehingga hijab boleh digunakan di lingkungan Universitas.

Deden Mauli Darajat sebagai pembicara memaparkan materinya.

Walaupun demikian, ekspresi tentang Islam di Turki tetap ada seperti gemar bersedekah,  menjamu  tamu atau organisasi relawan dan berlomba-lomba dalam kebaikan.

Deden juga menjelaskan bahwa terdapat organisasi masyarakat (ormas) Islam di Turki walau tidak terlalu nampak.

“ormas-ormas Islam di sana tetap hadir meski diawasi oleh pemerintah. Namun , ketika Endorgan berkuasa Ormas islam sudah mulai terlihat”.

Tradisi Islam di Turki sangat berbeda di Indonesia melihat bahwa di Turki hanya berlaku satu mazhab saja yaitu mazhab hanafi, sedangkan di Indonesia mempunyai mazhab yang berbeda-beda.

Mulai 2025 PLN Targetkan Pemberhentian Pembangkit Listrik Batu Bara

Mulai 2025 PLN Targetkan Pemberhentian Pembangkit Listrik Batu Bara

Reporter Fajar Khairifais; Editor Tiara De Silvanita dan Elsa Azzahraita

PLTU berbasis batu bara yang memicu polusi
Sumber: Watchdoc

PT PLN (Persero) terus berupaya mengurangi konsumsi batu bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai upaya menuju netral karbon. Perusahaan setrum milik negeri tersebut berencana menghentikan operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau yang menggunakan batu bara dan menggantikannya dengan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).

Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan menuju netral karbon pada 2060 ini, PLN berencana menggantikannya dengan 1,1 Giga Watt (GW) pembangkit listrik berbasis energi terbarukan (EBT), pada 2025 mendatang.

“Pada 2025-2030 sesuai arahan, itu sudah mengharamkan PLTU baru. Bahkan diharapkan di 2025, ada replacement PLTU dan PLMTG dengan pembangkit listrik EBT,” ungkap Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat rapat bersama Komisi VII DPR, Kamis (27/5).

PLTU Tanjung Jati B
Sumber: PLN

Selanjutnya, satu demi satu jumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) nantinya semakin berkurang dan secara bertahap mulai dipensiunkan, pihaknya menargetkan akan mempensiunkan PLTU Subcritical tahap 1 dengan kapasitas mencapai 1 Giga Watt (GW) di 2030.

“Di 2030 retirement (pensiun) subcritical tahap pertama 1 GW,” imbuhnya.

Kemudian, dilanjutkan pada subcritical tahap II di 2035 sebesar 9 GW. Selanjutnya pada 2040, ditargetkan dapat mempensiunkan PLTU subcritical sebesar 10 GW, dilanjutkan pada tahap empat di 2045 dengan daya mencapai 24 GW dan pada 2025 dapat mempensiunkan PLTU Ultra Supercritical terakhir sebesar 5GW.

Studium General: Kurikulum MD Berbasis Kewirausahaan

Studium General: Kurikulum MD Berbasis Kewirausahaan

Reporter Shafina Madanisa; Editor Elsa Azzahraita

Studium General dari program studi Manajemen Dakwah secara virtual, pada Kamis (27/5).
Sumber : DNKTV_Shafina

Program studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta menyelenggarakan Studium General melalui virtual Zoom Meeting dan disiarkan langsung di kanal Youtube Manajemen Pelatihan Dakwah pada Kamis (27/5).

Acara yang mengangkat tema “Kurikulum Prodi Manajemen Dakwah Berbasis Kewirausahaan” ini menghadirkan tiga narasumber, diantaranya Guru Besar Fakultas Ekonomi di Universitas Negeri Jakarta Dedi Purwana, Ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) Erwin Hanapi Noekman dan Muhammad Zen.

Dalam pemaparannya, Dedi Purwanba menjelaskan bahwa Indonesia berpotensi menjadi 5 negara dengan pendapatan tertinggi dan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045. Namun sebelum itu, kita harus menjawab beberapa tantangan seperti mengembangkan infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM).

SDM Indonesia di masa depan diharapkan berkarakter kuat, inovatif dan entrepreneur, kewargaan global, memiliki berbagai keterampilan abad 21 dan bersertifikat, elastis serta pembelajar sepanjang hayat.        

Terkait kurikulum program studi, setidaknya ada empat syarat yang perlu dipenuhi. Pertama, berorientasi Outcome Based Education (OBE), mengakomodir program merdeka belajar kampus merdeka (MBKM), mengakomodir kompetensi abad 21, dan memperkuat literasi data, literasi digital, literasi kemanusiaan serta literasi kewirausahaan.

Materi pertama dengan Dedi Purwana sebagai narasumbernya.

“Yang paling penting, kurikulum yang nantinya mau diarahkan berbasis kewirausahaan, pastikan komponen mana yang termasuk kategori hard skill, mana yang soft skill. Bagaimana prodi menciptakan atmosfir supaya anak-anak kita itu punya kemampuan memimpin, berani mengambil risiko, kreatif dan inovatif, kemudian fleksibiliti, dan jangan lupa kalau tidak ada itu ya percuma.” ungkapnya.

Selanjutnya, Erwin Hanapi Noekman menjelaskan terkait “Prospek dan Peluang Asuransi Syariah”. Erwin mengatakan perkembangan asuransi Syariah di Indonesia pada tahun 2020 sampai 2021 terjadi perbaikan dan pertumbuhan yang cukup baik, walaupun situasi saat ini sedang dilanda Covid-19.

“Sebenarnya ada benang merah antara jurusan Manajemen Dakwah dengan etika berbisnis. Salah satunya dari sisi tabligh. Bahwa seseorang harus bisa menyampaikan  kebenaran, bukan berarti membohongi.” ujar Erwin.

Terakhir, materi mengenai peran da’i dalam kewirausahaan dibawakan oleh Muhammad Zen. Menurutnya, seorang da’i harus berwirausaha dan berkerja, agar ikhlas tak mengharapkan imbalan dalam berdakwah dan dakwahnya bisa berjalan optimal.

“Peran dai adalah memotivasi manusia menuju kepada kebaikan dan petunjuk.  Prinsipnya mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, menyatukan bukan memisahkan” tambah Zen.

Catat Baik-Baik, Cara Cek Arah Kiblat Saat Rashdul Qiblah

Catat Baik-Baik, Cara Cek Arah Kiblat Saat Rashdul Qiblah

Reporter Nisrina Fathin; Editor Elsa Azzahraita

Ilustrasi fenomena rashdul qiblah di kabah. Sumber : Instagram- @makah.99

Ka’bah merupakan kiblat umat Islam dalam melakukan ibadah. Ada waktu tertentu setiap tahunnya matahari melintasi ka’bah yang dinamakan dengan peristiwa “Rashdul Qiblah”.

Peristiwa Rashdul Qiblah merupakan peristiwa ketika matahari berada di atas Ka’bah sehingga bayangan benda yang terkena sinar akan menunjukkan arah kiblat. Dengan terjadinya Peristiwa tersebut umat Islam disarankan untuk memeriksa kembali arah kiblat agar lurus dengan Kabah yang ada di kota Makah  pada 27-28 Mei 2021.

“Peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA. Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka’bah,” ujar Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Agus Salim dikutip dari Antara pada Kamis, (27/5).

Umat Islam dapat mengecek arah kiblat dengan menyesuaikan arah kiblat dengan arah bayang-bayang pada saat terjadinya fenomena Rashdul Qiblah.

Dikutip dari Kompas.com, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi arah kiblat, seperti memastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus, permukaan datar, dan jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI atau Telkom.

Adapun cara mengecek arah kiblat, yakni sebagai berikut :

  1. Menyesuaikan jam dengan jam yang digunakan adalah jam atom BMKG
  2. Menggunakan alat yang dapat dijadikan tegak lurus pada tanah yang datar.
  3. Tunggu hingga 5 menit sebelum terjadi fenomena dan 5 menit setelah fenomena itu selesai. Dengan memperhatikan bayangan dari bandulan tersebut. 
  4. Tarik garis dari ujung bayangan hingga ke posisi alat, itulah kiblat yang sudah dibepindah posisi saat matahari berada di atas ka’bah.

5G Resmi Diluncurkan, Bukti Indonesia Mampu Bersaing Secara Global

5G Resmi Diluncurkan, Bukti Indonesia Mampu Bersaing Secara Global

Reporter Kireina Yuki; Editor Taufik Akbar Harefa

Ilustrasi jaringan 5G

Telkomsel resmi mendapatkan surat keterangan layak operasi (SKLO) jaringan 5G di Indonesia pada 24 Mei 2021, dan diluncurkan secara serentak terhitung hari ini Kamis (27/5). Itu artinya, Telkomsel resmi menjadi  “The First 5G Operator in Indonesia”.

Selain sebagai pemenuhan akselerasi transformasi digital, telkomsel juga membuktikan kepada dunia luar jika Indonesia tak tertinggal terkait dengan teknologi baru meskipun tengah dihantam pandemi Covid-19.

Pengamat telekomunikasi Heru Sutadi mengatakan, upaya Telkomsel ini juga diharapkan bisa menggerakkan ekonomi bangsa, khususnya dari UMKM dan menjawab tantangan kebijakan Work From Home (WFH) hingga Pembelajaran Jarak Jatuh (PJJ) yang kini banyak dilakukan di rumah karena sasaran pertama komersial adalah residensial.

“Meski masih bergulat dengan Covid-19 tapi tidak ketinggalan dalam mengadopsi teknologi terbaru 5G di tanah air,” ujar Heru lewat keterangan tertulis.

Ia juga menyarankan perlu dikembangkan juga ekosistemnya karena yang utama adalah yang mendukung industri 4.0 seperti internet of things, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR) maupun blockchain.

“Sebagai tahap awal, tentu pembangunan di tahun pertama hanya sekitar 2-3 provinsi, kemudian nanti terus berkembang karena tidak tertutup kemungkinan akan digelar di Ibu Kota Negara baru, kemudian wilayah dan kota yang demand nya tinggi,” jelas Heru.

Telkomsel pun berkomitmen akan memanfaatkan teknologi 5G tidak hanya terbatas pada pengembangan layanan dan produk yang memberi manfaat bagi masyarakat dan industri, melainkan untuk berkontribusi untuk membantu mencetak dan mengembangkan talenta digital yang andal dan mampu bersaing secara global.

Logo Telkomsel

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, mengungkapkan enam lokasi perdana di Indonesia yang bisa menikmati layanan 5G. Enam wilayah yang dimaksud Johnny beberapa di antaranya ada di Jakarta.

“Lokasi di Jakarta antara lain perumahan Kelapa Gading, Pondok Indah, Pantai Indah Kapuk, Widya Chandra,” ungkapnya.

Adapun wilayah di luar DKI Jakarta yang disebut bakal mendapat layanan 5G, yakni di Provinsi Banten antara lain Bumi Serpong Damai (BSD) dan Alam Sutera.

Fenomena 195 Tahun Sekali, Gerhana Bulan Total

Fenomena 195 Tahun Sekali, Gerhana Bulan Total

Reporter Diva Raisa; Editor Taufik Akbar Harefa dan Nur Arisyah Syafani

Ilustrasi gerhana bulan total merah
Sumber: Info Astronomy

Sebagai penutup libur Waisak 2565 pada Rabu (26/5), menyaksikan fenomena gerhana bulan total (GBT) berwarna merah bisa menjadi alternatif mengisi waktu di rumah bersama keluarga. Gerhana ini hanya terjadi 195 tahun sekali.

Gerhana Bulan Total terjadi saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar. Hal ini membuat Bulan masuk ke umbra Bumi. Akibatnya, saat fase totalitas gerhana terjadi Bulan akan terlihat kemerahan, dilansir dari www.bmkg.go.id

Wilayah di Indonesia yang bisa menyaksikan GBT atau super blood moon dengan jelas dari fase awal penumbra antara lain, Papua, Kepulauan Aru Papua Barat Maluku, Maluku Utara, Sualwesi Utara, Sebagian Gorontalo, Sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara Nusa Tenggara Timur.  Sementara yang tidak terlihat yaitu wilayah Aceh, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Pulau Nias dan Sebagian Riau.

Selanjutnya wilayah global yang bisa menyaksikan gerhana adalah, Asia Timur, Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru, Oseania, dan sebagian besar benua Amerika kecuali Kanada bagian Timur, Kepulauan Virgin sampai dengan Brazil bagian Timur, Guyana, Suriname dan Trinidad-Tobago.

Gerhana bulan total merah ini juga  bertepatan dengan perayaan Hari Raya Waisak 2565
yang jatuh pada 26 Mei pukul 18.13 WIB, 19.13 WITA, dan 20.13 WIT dengan jarak 357.461 kilometer dari Bumi, ujar Peneliti di Pusat Sains dan Antariksa Nasional LAPAN, Andi Pangerang Hasanuddin.

Gerhana bulan ini berlangsung selama 5-7 menit, dan dapat dilihat dengan mata telanjang atau tanpa bantuan alat optik.

Fenomena astronomi gerhana bulan total Rabu (26/5) sekitar pukul 18.30 WIB.
Sumber: Bayu

Salah satu masyarakat yang berdomisili di Lampung, Bayu mengaku melihat jelas fenomena GBT tanpa alat optik dan memiliki kesan tersendiri ketika menyaksikannya.

“Lihatnya di kosan. Jelas, gak pakai alat optik dan jujur senang aja sih karena saya juga senang bisa foto bulan apalagi kemaren setelah gerhana udah lewat, bulannya jadi terang banget. Itu sih yang keren, pertama kali lihat bulan seterang itu,” ujarnya.

Rilis Aturan Baru, Pemerintah Arab Saudi Batasi Penggunaan Pengeras Suara

Rilis Aturan Baru, Pemerintah Arab Saudi Batasi Penggunaan Pengeras Suara

Reporter Syaifa Zuhrina; Editor Aulia Gusma Hendra dan Elsa Azzahraita

Ilustrasi: Pemerintah Arab Saudi rilis pembatasan penggunaan pengeras suara bagi seluruh masjid.
Sumber: instagram-@piknikyukindonesia

Melalui Menteri Urusan, Panggilan dan Bimbingan, pemerintah Arab Saudi merilis surat edaran mengenai pembatasan penggunaan pengeras suara ke seluruh masjid pada Senin (24/5). Edaran tersebut menjelaskan bahwa pengeras suara hanya boleh digunakan pada saat azan dan iqamah saja.

Sheikh Abullatif Abdulaziz Al-Sheikh menegaskan volume panggilan azan dan iqamah hanya boleh sepertiga dari volume penuh pengeras suara. Beliau juga akan memberi sanksi bagi siapa yang melanggar aturan baru tersebut.

Aturan baru ini merujuk pada implementasi ajaran fiqh “Jangan merugikan orang lain dan orang lain juga tidak boleh merugikan anda”. Selain itu, masih merujuk dalam syariah, bahwa Nabi Muhammad menyatakan umat manusia hanya berdoa kepada Allah, sehingga seharusnya tidak merugikan orang lain.

Al Sheikh juga menambahkan bahwa sebaiknya suara imam hanya didengar jelas oleh orang-orang yang berada di dalam masjid dan tak perlu sampai terdengar ke rumah-rumah sekitar masjid.

Surat edaran ini juga sesuai fatwa almarhum ulama Sheikh Muhammad Bin Saleh Al-Othaimeen yang isinya pengeras suara eksternal tidak boleh digunakan kecuali untuk azan dan iqamah.

Ilustrasi : keadaan masjid di Arab saudi.
Sumber  : instagram-@masjid_al_haram_mecca

Dosen Fdikom UIN Jakarta, Masran menyetujui perihal adanya edaran tersebut.

“Saya pikir sudah benar pemerintah Arab Saudi mengatur penggunaan pengeras suara di Masjid sesuai dengan fungsinya secara proposional, dan memang peraturan itu perlu supaya tidak mengganggu masyarakat lain,”ujarnya.

Masran juga menambahkan bahwa perlu dipertimbangkan kembali mengenai penggunaan pengeras suara untuk kepentingan-kepentingan di luar fungsi utamanya. Jika kembali kepada fungsi utamanya yaitu sebagai penyeru waktu shalat, maka tidak dipermasalahkan.