UU ITE Tidak Dicabut, Pemerintah Akan Buat SKB UU ITE

UU ITE Tidak Dicabut, Pemerintah Akan Buat SKB UU ITE

Reporter: Putri Anjeli , Editor: Tiara De Silvanita, Elsa Azzahraita

Konferensi pers Menko Polhukam Mahfud MD soal perkembangan revisi UU ITE, Kamis, (29/04).
Sumber: YouTube – Kemenko Polhukam RI

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan tak akan mencabut Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) yaitu UU Nomor 19 Tahun 2016 yang disebut banyak memiliki pasal karet.

‘’Undang-Undang ITE masih sangat diperlukan, untuk antisipasi dan menghukumi dunia digital masih sangat diperlukan. Oleh karena itu tidak akan ada pencabutan UU ITE,’’ ujar Mahfud dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jakarta, Kamis (29/4).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyebut seluruh dunia saat ini sedang berupaya menciptakan produk hukum untuk mengantisipasi kejahatan di dunia digital.

Indonesia sudah lama memiliki UU ITE, sehingga pemerintah otomatis tetap mempertahankan produk hukum tersebut. Walaupun begitu, Mahfud menilai UU ITE tetap memerlukan sedikit revisi semantik kedepannya. Perbaikan tersebut hanya berupa penambahan frasa dan penjelasan.

Misalnya, menambahkan penjelasan secara lengkap pengertian kata “penistaan” hingga “fitnah”. Perbaikan ini bertujuan supaya tidak timbul perdebatan yang berujung adanya anggapan multitafsir. Selain itu, pemerintah nantinya akan menambah satu pasal dalam peraturan tersebut.

‘’Memang kemudian untuk memperkuat ada satu penambahan pasal, yaitu penambahan pasal 45 C,’’ ujar Mahfud.

Mengenai hal tersebut Pemerintah akan membuat Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian dan lembaga terkait pedoman teknis penggunaan  UU ITE.

‘’Untuk mengatasi kecenderungan salah satu tafsir dan ketidaksamaan penerapan makna dibuatlah pedoman teknis dan kriteria implementasi yang akan diputuskan dalam bentuk SKB Tiga Kementerian,’’ Kata Mahfud saat menggelar Konferensi Pers di kantornya, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (29/4).

Tiga Kementerian tersebut, kata Mahfud yakni Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kejaksaan Agung dan Kapolri. SKB itu nantinya akan berbentuk pedoman seperti buku saku yang bisa digunakan masyarakat dan aparat penegak hukum.

Mengakhiri Gizi Buruk Anak Bersama CSR You Care 2021

Mengakhiri Gizi Buruk Anak Bersama CSR You Care 2021

Reporter Laode M. Akbar Editor Elsa Azzahraita

Salah satu kegiatan program CSR You Care 2021 bersama anak-anak kolong Jembatan Kalijodo
Sumber: CSR You Care 2021

Masalah gizi buruk pada anak menjadi masalah yang sering dihadapi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Pagebluk Covid-19 pun menambah jumlah daftar kasus gizi buruk pada anak-anak di Indonesia. Fasilitas kesehatan yang menurun, pasokan makanan yang terganggu, hingga pendapatan ekonomi yang makin merosot tak heran menjadi penyebab berkurangnya kualitas gizi pada anak-anak, terkhusus pada masyarakat menengah ke bawah.

Dikutip dari laman Unicef.org pada artikel yang berjudul “Indonesia: Angka masalah gizi pada anak akibat Covid-19 dapat meningkat tajam kecuali jika tindakan cepat diambil”, pada tahun 2020 kemarin, jumlah anak yang mengalami wasting atau kekurangan gizi akut di bawah usia 5 tahun dapat meningkat secara global sekitar 15 persen akibat pagebluk ini.

Anak-anak yang menderita wasting memiliki kekebalan tubuh yang lemah dan menghadapi hampir 12 kali peningkatan risiko kematian dibandingkan anak-anak dengan gizi cukup, terutama ketika wasting sangat parah.

Melihat data tersebut, sehingga diperlukannya kesadaran pemerintah dan masyarakat akan pentingnya kerja sama dalam meningkatkan kualitas gizi pada anak-anak. Dengan menjalankan berbagai program akan sangat berguna membantu kesejahteraan bagi kehidupan masyarakat kurang mampu di tengah buruknya ekonomi akibat pagebluk ini. Salah satunya melalui program yang dilakukan oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara  (UMN) yaitu program CSR You Care 2021 yang mengangkat tema “You Commit Against Hunger”.

Dengan mengangkat tema tersebut, CSR You Care berusaha bergerak dan berkomitmen dengan meningkatkan kesadaran dan menjembatani masyarakat yang tergerak untuk turut serta dalam menuntaskan kelaparan dan kurangnya asupan gizi pada anak. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kontribusi You Care dalam menerapkan salah satu nilai Sustainable Development Goals (SDG) yaitu No Hunger (Mengakhiri Kelaparan).

Hal ini direalisasikannya dengan memberikan donasi sembako, uang tunai, paket makanan, alat mewarnai juga buku gambar. Selain memberikan donasi, penyaluran edukasi mengenai isu kesehatan khususnya gizi buruk dan kebersihan kepada masyarakat juga diberikan agar memahami kondisi gizi buruk dan kebersihan pada anak yang menjadi urgensi bersama.

Pemberian donasi kepada Rumah Belajar Kolong Jembatan Kalijodo
Sumber: CSR You Care 2021

Program yang dipimpin oleh Stella Noviana sebagai Head Project dari kegiatan You Care ini telah mengajak masyarakat mengampanyekan #7HariGiziSeimbang melalui media sosial dengan mengumpulkan lebih dari 400 peserta challenge membuat poster bertemakan gerakan melawan kelaparan dan gizi buruk pada anak.

Selain itu, penggalangan dana yang diselenggarakan oleh You Care pada 10 Maret 2020 hingga 15 April 2021 melalui Kitabisa.com telah  berhasil terkumpul sebesar Rp 10.234.597. Tak lupa pula, kegiatan diakhiri dengan kunjungan langsung ke Rumah Belajar Kolong Jembatan Kalijodo oleh 5 orang perwakilan dari panitia You Care untuk 60 anak yang dididik oleh YSBM Foundation pada Rumah Belajar tersebut.

Melihat kesuksesan program yang dicapai oleh You Care juga menjadi tolak ukur bagaimana kepedulian masyarakat akan pentingnya peningkatan gizi dan kebersihan pada anak. Masyarakat mulai memahami bahwa anak-anak memerlukan gizi yang baik dan seimbang agar tercapainya generasi emas penerus bangsa yang gemilang.

Pasca KRI Nanggala 402 Tenggelam, Kapal Selam Indonesia Kini Tersisa Empat

Pasca KRI Nanggala 402 Tenggelam, Kapal Selam Indonesia Kini Tersisa Empat

Reporter : Farhan  Mukhatami; Editor : Elsa Azzahraita

Ilustrasi: Kapal Selam KRI Nanggala-402, AFP/Handout / INDONESIA MILITARY
Sumber: Mediaindonesia.com

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) saat ini hanya memiliki empat kapal selam yang bisa digunakan untuk menjaga seluruh wilayah perairan Indonesia. Empat kapal ini adalah jumlah total setelah KRI Nanggala-402 dinyatakan tenggelam di perairan utara Bali, Rabu (21/4) pekan lalu.

Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono mengatakan salah satu kapal bertipe sama dengan KRI Nanggala yakni KRI Cakra.

“Kita ini sekarang tinggal empat kapal selam, satu kayak Nanggala yaitu Cakra,” kata Ahmadi saat menggelar konferensi pers di Mabes AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (27/4).

Ahmadi juga berharap kepada pemerintah Indonesia agar segera menambah armada kapal selam untuk TNI AL.

“Harapan kami alutsista ke depan kita bertambah, bayangkan kalau cuma tinggal empat dengan perairan seluas ini, ya tentu kita tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Ahmadi dalam keterangannya, Rabu (28/4).

Sebelumnya Indonesia memiliki 5 kapal selam, namun karena tenggelamnya KRI Nanggala-402, otomatis kini tersisa 4 yaitu: Kapal Selam Cakra-401, Nagapasa-403, Ardadedali-404 dan Alugoro-405.

Dari keempat kapal selam itu, hanya tiga yang siap beroperasi. Sedangkan kapal selam Cakra-401 masih dalam proses perawatan atau Overhaul di PT. PAL Indonesia sejak tahun lalu dan direncanakan selesai pada tahun ini.

“KRI Cakra-401 sekarang sedang di-overhaul. Tiga lainnya saat ini kondisinya siap untuk melaksanakan kegiatan operasi,” terang Ahmadi.

Asisten Perencanaan dan Anggaran (Asrena) KSAL, Laksamana Muda TNI Muhammad Ali, menuturkan Usia kapal ini tak jauh berbeda dengan KRI Nanggala-402, yakni kurang lebih 40 tahun.

“KRI Cakra usianya hampir sama dengan Nanggala,” jelas Ali.

Ahmadi mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi dan antisipasi berkaitan dengan kecelakaan alutsista setelah KRI Nanggala-402 tenggelam di perairan utara Bali.

Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kecelakaan serupa, apalagi hal itu masih berhubungan dengan faktor alam.

“Sembari kita mengevaluasi tindakan-tindakan ke depan untuk kapal perang, di mana harapan kita ke depan kita akan punya banyak kapal selam untuk menjaga kedaulatan NKRI,” kata dia.

Dia menilai kapal selam adalah kebutuhan yang sangat penting dalam menjaga kedaulatan NKRI khususnya wikayah perairan Indonesia, selain memiliki nilai strategis yang sangat besar.

Pengamat militer Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia Beni Sukadis mengatakan Indonesia membutuhkan minimal 10 kapal selam untuk menjaga wilayah perairannya.

Beni menjelaskan kapal selam mampu mengawasi kawasan yang tidak bisa dijangkau oleh kapal patroli, seperti laut lepas dalam 300 mil Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Di Indonesia terdapat tiga wilayah perairan yang mesti diawasi oleh kapal selam. Wilayah perairan itu berada di sekitar kepulauan Maluku atau utara Papua, sekitar laut Hulu yang berbatasan dengan Filipina dan laut China Selatan atau Natuna Utara.

Posko Pengaduan THR Sudah Tersebar di 34 Provinsi

Posko Pengaduan THR Sudah Tersebar di 34 Provinsi

Reporter Taufik Akbar Harefa; Editor Nur Arisyah Syafani

Menaker Ida Fauziyah
Sumber: Instagram-idafauziyahnu

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyatakan posko Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran 2021 sudah ada di 34 provinsi. Posko THR dibuat untuk membantu pekerja mendapatkan haknya.

“Sudah semua, 34 provinsi sudah ada posko THR nya,” ujar Ida dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (28/4).

Posko tersebut berfungsi untuk memantau dan menanggulangi pengaduan terkait pelaksanaan pemberian THR pada Hari Raya Idulfitri 2021.

Ida menjelaskan posko THR 2021 tak hanya ada di pusat, tapi juga di provinsi dan kabupaten/kota. Hal ini agar pelaksanaan koordinasi di posko menjadi lebih efektif.

Sementara, ia juga meminta kepada seluruh gubernur dan bupati/wali kota mengambil kebijakan atau langkah bagi perusahaan yang masih terdampak pandemi Covid-19 dan berakibat tidak mampu membayar THR.

Ida menyatakan gubernur dan bupati/wali kota harus memberikan solusi dengan mewajibkan pengusaha melakukan dialog dengan pekerja. Hal ini perlu dilakukan untuk mencapai kesepakatan tertulis yang dilaksanakan secara kekeluargaan.

Dalam kesepakatan itu, sambung Ida, harus memuat soal waktu pembayaran THR dengan syarat paling lambat dibayar h-1 Lebaran. Kesepakatan itu juga harus memuat laporan keuangan perusahaan secara transparan.

“Laporan keuangan tersebut selanjutnya dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan setempat paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan,” ucap Ida.

Namun, ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, Ida juga meminta gubernur dan bupati/wali kota agar melakukan tindakan hukum sesuai kewenangan jika ada pelanggaran pemberian THR.

Penegakan hukum yang dimaksud dengan memperhatikan rekomendasi dari hasil pemeriksaan pengawas ketenagakerjaan.

“Langkah lain yang kami minta, yaitu melaporkan data pelaksanaan THR 2021 dan tindak lanjut yang telah dilakukan ke Kementerian Ketenagakerjaan,” jelas Ida.

Ida menambahkan jika terjadi pembayaran THR di bawah ketentuan peraturan perundang-undangan, maka pegawai pengawas akan melakukan pengawasan pelaksanaan pembayaran THR.

Posko THR Keagamaan 2021 dalam pelaksanaannya juga melibatkan tim pemantau dari unsur serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) dan organisasi pengusaha yang duduk dalam keanggotaan Dewan Pengupahan Nasional.

Ida juga juga berharap Posko THR Keagamaan 2021 bisa berjalan dengan tertib dan efektif dalam memberikan pelayanan sesuai mekanisme dan ketentuan perundangan.

DNK TV Berbagi Aksi Nyata Peduli

DNK TV Berbagi Aksi Nyata Peduli

Reporter Jenni Rosmi Aryanti; Editor Aulia Gusma Hendra dan Elsa Azzahraita

Penyerahan simbolis DNK Berbagi oleh SM DNK TV kepada pihak Kampung Pancoran
Sumber: Anggota DNK TV

Lembaga Penyiaran Komunitas Dakwah dan Komunikasi (LPK DNK TV) membantu warga gusuran Kampung Pancoran melalui kegiatan DNK Berbagi secara  offline,  Selasa (27/4). Kegiatan ini berupa pemberian sembako kepada dapur umum Kampung Pancoran dan 40 bingkisan untuk anak-anak yang tinggal di daerah tersebut.

DNK Berbagi menjadi program tahunan yang diselenggarakan DNK TV di bulan Ramadhan sebagai bentuk kepedulian antar sesame. Tahun ini, DNK Berbagi dilaksanakan 2 hari ditempat yang berbeda yaitu tanggal 27 April di Kampung Pancoran, Jakarta Selatan dan tanggal 30 April di Yayasan Nurul Ikhwan Ciputat, Tangerang Selatan.

Ketua Pelaksana DNK Berbagi 2021 Kevin Phillips mengatakan kegiatan DNK Berbagi tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya.

 “Tahun sebelumnya hanya dilakukan pemberian donasi ke beberapa panti di wilayah Tangerang Selatan, tahun ini kami selaku penyelenggara membuat suatu hal yang berbeda. Tidak hanya berbagi dalam bentuk uang dan barang, tapi kami mengusahakan untuk berbagi ilmu dan perhatian kepada anak-anak di Kampung Pancoran.” jelas Kevin

Sesi Foto Bersama Panitia DNK Berbagi 2021 dengan anak-anak Kampung Pancoran
Sumber : Anggota DNK TV

Warga setempat mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan DNK Berbagi. Yuli, salah satu warga sangat mendukung kegiatan positif ini.

“Kegiatannya positif dan bermanfaat ya, anak-anak jadi tidak  main jauh-jauh, kalau diperbanyak kegiatan seperti ini anak-anak jadi belajar juga.” ujar Yuli.

Selain Yuli, Nadirin salah satu tokoh masyarakat yang juga pengajar anak-anak Kampung Pancoran sangat mengapresiasi kegiatan DNK Berbagi. Nadirin mengungkapkan banyak kegiatan mahasiswa yang membantu Kampung Pancoran untuk tetap hidup dan berkembang.

“Kegiatan seperti ini menjadikan motivasi bagi anak-anak, mereka jadi senang dan gembira. Karena kehadiran mahasiswa seperti ini, mereka jadi semangat,” ujar Nadirin.

“Jika kegiatan tersebut positif untuk lingkunga sini dan manfaat untuk anak-anank sini, saya selalu izinkan walaupun bentuknya seperti apapun.” lanjut Nadirin.

Ia berharap kegiatan mahasiswa seperti DNK Berbagi ini tidak berhenti begitu saja. Dengan adanya silaturahmi yang terjaga, Nadirin akan selalu mengizinkan kegiatan yang membawa pengaruh baik untuk Kampung Pancoran ke depannya.

May Day: Buruh Umumkan Akan Mogok Kerja

May Day: Buruh Umumkan Akan Mogok Kerja

Reporter Latifahtul Jannah; Editor Aulia Gusma Hendra

Ilustrasi Serikat Buruh sedang melakukan demo.
Sumber: Instagram-fspmi_kspi

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) telah mengumumkan puluhan ribu pekerja akan melakukan pemogokan pada 21 April dan 1 Mei 2021. Demonstrasi telah berlangsung di tingkat pusat, negara bagian, kabupaten dan kota.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, aksi mogok pada 21 April akan melibatkan 10 Ribu pekerja dari 1.000 industri di 24 negara bagian dan 150 daerah / kota mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Protes akan digelar di depan kantor gubernur, bupati, dan wali kota setempat, hingga pabrik-pabrik buruh.

“Ini kelanjutan gugatan kita terhadap pembatalan atau pencabutan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi,” ujar Said saat konferensi pers virtual, Senin (19/4).

Seperti diketahui, KSPI saat ini sedang melakukan uji formil dan uji materiil terhadap omnibus law UU Cipta Kerja. Dalam hal ini, kaum buruh meminta kepada Mahkamah Konstitusi untuk mendengarkan apa yang disampaikan kaum buruh dalam May Day.

“Bagi kami, UU Cipta Kerja menghilangkan kepastian kerja (job security), kepastian pendapatan (income security), dan jaminan sosial (social security,” ujar Said Iqbal.

Said Iqbal mengatakan terkait dengan tidak adanya ratifikasi kerja, hal tersebut dapat tercermin dari dibebaskannya penerapan outsourcing untuk semua jenis pekerjaan. Sehingga bisa jadi semua buruh yang dipekerjakan oleh pengusaha adalah buruh outsourcing Begitu juga dengan buruh kontrak yang saat ini tidak ada lagi batasan periode kontrak. Sehingga buruh dapat dikontrak berulang-ulang sampai puluhan kali.

Said Iqbal menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Gerakan mahasiswa serupa BEM SI, KAMMI, dan sejumlah BEM di kampus besar lainnya,  terkait dengan aksi May Day. Saat May Day nanti, mahasiswa dan buruh akan bersatu turun ke jalan sama-sama menjelang mengucapkan perseteruan terhadap omnibus law.

“Karena masalah omnibus law bukan hanya masalah kami yang saat ini sedang bekerja. Tetapi juga generasi muda yang nanti akan memasuki pasar kerja,” tutur Said Iqbal

Dia memastikan, aksi yang dilakukan akan mematuhi protokol kesehatan, pihaknya tidak akan melanggar ketentuan-ketentuan satgas Covid-19 dan aparat keamanan.

Fenomena Supermoon Terdekat Kedua dalam Setahun

Fenomena SupermoonTerdekat Kedua dalam Setahun

Reporter Farah Nur Azizah; Editor Fauzah Thabibah dan Nur Arisyah Syafani

Gambar supermoon .
Sumber: www.nasa.gov.

Supermoon atau bulan purnama yang terjadi pada April tahun ini merupakan bulan purnama terdekat kedua dalam setahun. Menurut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), puncak supermoon telah terjadi pada (27/4) pada pukul 10.31 WIB.

Dalam sejarah, istilah supermoon diciptakan oleh astrolog Richar Nolle tahun 1979, yang terjadi ketika bulan purnama baru berada pada titik terdekat dengan bumi. Hal ini berakibat pada penampakan bulan yang terlihat jauh lebih besar dan lebih terang dari biasanya. 

Fenomena supermoon dapat dilihat dari berbagai belahan dunia. Fenomena ini juga dapat disebut Flower Moon karena memberi tanda musim semi telah datang.

Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Bandung, Johan Muhammad menjelaskan proses terjadinya fenomena supermoon yang akan terjadi pada waktu yang berdekatan ketika bulan berada di titik terdekatnya dengan bumi.

“Bulan purnama akan terjadi pada saat yang cukup berdekatan waktunya dengan saat bulan berada di titik terdekatnya dengan bumi,” ujarnya.

Pada tahun ini, fenomena supermoon akan terjadi beberapa kali.  Badan Antariksa Amerika Serikat menyatakan bahwa bulan akan terlihat penuh selama sekitar tiga malam. Jarak antara pusat bulan dan bumi dapat diperincikan sebagai berikut:

(27/4) dengan jarak 357.615 kilometer

(26/5) dengan jarak 357.462 kilometer

(24/6) dengan jarak 361.558 kilometer

Adapun dampak yang terjadi ketika terjadinya supermoon ke bumi, diantaranya:

  1. Lautan akan berdampak dan merasakan gaya tarik ekstra dari fenomena ini
  2. Terjadinya pasang surut air laut yang tidak biasa dan diprediksi akan terjadi satu sampai dua hari
  3. Berpotensi menyebabkan banjir ketika bersamaan dengan cuaca ekstrem pada saat air di pesisir pasang sangat tinggi.
Gambar bulan merah muda yang disebut supermoon.
Sumber: www.nasa.gov

Dampak dari supermoon ini juga dirasakan oleh salah satu masyarakat yang mengeluhkan suhu panas pada Kamis (27/4).

“Jujur saya hari ini gerah dan gelisah banget, dari semalam sih sebenernya yah. Pas baca berita, oh ternyata ini yah sebabnya ada supermoon makanya panas banget.” Ujar Dina kepada Tim DNK TV.

Bulan merah muda atau disebut purnama pink karena sinarnya terpantulkan oleh awan disekitarnya. Bulan merah muda ini berukuran super telah lama dikenal oleh suku asli di Amerika Serikat. Hadirnya purnama pink ini sekaligus menandai tumbuhnya lumut merah muda tanah liar yang merupakan salah satu bunga musim semi pertama.

Terdapat beberapa julukan bagi supermoon yang satu ini, seperti Spprouting Grass Moon, Growing Moon, dan Egg-egg. LAPAN menjelaskan bahwa banyak suku pesisir yang menyebut supermoon ini sebagai Bulan Ikan Purnama sebab saat muncul di langit bersamaan dengan migrasi besar-besaran yang dilakukan ikan salmon menuju hulu untuk bertelur.

Piala Menpora Sukses Digelar, Liga Indonesia Menanti

Piala Menpora Sukses Digelar, Liga Indonesia Menanti

Reporter Mohammad Ali Marzuki; Editor Fauzah Thabibah dan Nur Arisyah Syafani

Gambar Pembukaan Piala Menpora 2021 oleh Menpora Amali.
Sumber: www.Kemenpora.go.id

Kejuaraan Piala Menpora 2021 telah berakhir dan sukses digelar. Persija Jakarta sukses menjadi pemenang setelah menumbangkan Persib Bandung di laga final dengan total agregat 4 – 1 di Stadion Manahan, Solo, pada Minggu (25/4) malam.

Menurut salah satu pendukung klub Persib Bandung, Reza Fahlevi mengatakan Piala Menpora ini sebagai ajang pemanasan untuk pertandingan-pertandingan selanjutnya.

“Tanggapan saya si ya bagus sudah di adakan pertandingan bola lagi. Apalagi sudah lama enggak ada bola (pertandingan sepak bola) di Indonesia. Piala Menpora kemarin bisa dibilang untuk ajang latihan atau pemanasan. Apalagi di setiap klub pasti ada pemain baru, entah asing atau lokal. Ya buat beradaptasi sebelum Liga 1 digelar kembali,” jelasnya.

Piala Menpora dapat membuktikan dalam keberlangsungannya untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan. Alhasil kompetisi bisa berjalan sukses dan turut mencegah penyebaran Covid-19.

Penggemar berat Persija Jakarta, Izzul mengatakan meskipun tidak diperbolehkan datang ke stadion, masyarakat tetap mendapat suguhan aksi dari tim-tim terbaik Nusantara yang telah berlaga selama 35 hari itu.

Alhamdulillah berjalan lancar hingga akhir. Selama bergulirnya pun protokol kesehatan yang sangat ketat diberlakukan. Buktinya, seluruh perangkat pertandingan wajib swab antigen sebelum masuk stadion. Di sisi lain, para supporter patuh nonton di rumah aja, sehingga tidak muncul klaster (Covid-19) dari kegiatan ini,” ucapnya.

Indonesia sebagai negara dengan pendukung klub sepak bola yang terkenal fanatik, bersedia tertib untuk tetap mendukung klub-klub kebanggaannya dari rumah, agar tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan serta tidak memperburuk pandemi ini.

Melalui sebuah tagar di media sosial yang berisi ajakan untuk terus mendukung dari rumah selalu disampaikan oleh penyelenggara Piala Menpora di setiap petandingan serta tidak lupa untuk terus memberikan apresiasi kepada tenaga kesehatan yang sudah berjuang menangani pandemi.

Pertandingan tanpa adanya penonton memang terasa mengurangi rasa semangat bahkan gairah dalam bertanding. Namun, dengan dukungan yang tidak pernah padam semuanya bisa memaklumi. Apalagi ajang sepak bola Indonesia sudah pernah absen selama satu tahun.

“Piala Menpora tahun ini sebagai awal mula bangkitnya kompetisi sepak bola Indonesia yang sempat ‘mati suri’. Ya kurang lebih setahun akibat pandemi virus COVID-19,” ujar Izzul kembali.

Gambar Persija Jakarta-Peraih Juara 1 Piala Menpora 2021.
Sumber: www.kemenpora.go.id

Dipertemukannya rival abadi antara Macan Kemayoran dengan Maung Bandung di final, menjadi pertandingan yang dinantikan oleh semua pendukung sepak bola tanah air. Sebab akan menjadi sejarah dan pembicaraan menarik bagi setiap pecinta sepak bola ketika mempertemukan mereka dalam satu lapangan.

Persija Jakarta dalam debutnya di leg pertama, berhasil unggul dengan dua gol sebagai modal di leg keduanya.

Pada leg kedua final, Macan Kemayoran lebih menunjukan taringnya hingga akhir pluit dengan skor 2-1. Kemenangan ini membuat Persija Jakarta menjuarai Piala Menpora 2021, dengan total kemenangan 4-1 dari Persib Bandung.

Rasa gembira atas kemenangan ini tentu dirasakan oleh supporter Persija Jakarta, salah satunya Izzul.

“Kota ini sudah juara! Suasana hati gembira para Jakmania tak terbendung lagi saat peluit panjang dibunyikan. Dengan kegigihan dan  perjuangan tak kenal lelah dari seluruh elemen, Persija sukses merengkuh gelar Piala Menpora,” kata Izzul dalam kegembiraannya.

Persija berhak menerima mendali emas, trophy, dan juga hadiah sebesar 2 miliar rupiah atas kemenangannya di Piala Menpora 2021.

Berakhirnya kejuaraan ini akan menjadi titik terang terselenggaranya Liga 1 dan Liga 2 Indonesia mendatang. Wacananya liga ini akan diagendakan pada awal Juli 2021.

Arkadia: Kampanye Memperingati Hari Bumi 2021

Arkadia: Kampanye Memperingati Hari Bumi 2021

Reporter Ika Selfiana, Ariqah Alifia; Editor Elsa Azzahraita

Kegiatan aksi damai kampanye yang dilakukan oleh Kelompok Pecinta Alam (KPM) Arkadia di depan halte UIN Jakarta pada Kamis (22/04)

Tepat pada 22 April, seluruh dunia memperingati Hari Bumi. Hari Bumi ini dimaksudkan untuk mengingatkan manusia akan pentingnya menjaga alam dan penghijauan serta menumbuhkan kesadaran akan pengaplikasiannya.

Kelompok Pecinta Alam (KPM) Arkadia UIN Jakarta menyelenggarakan aksi damai dalam bentuk kampanye dan imbauan sebagai bentuk kepeduliaannya dan edukasi terhadap masyarakat agar mampu menjaga bumi dari krisis alam bersama.

Lokasi aksi damai ini terbagi menjadi dua titik, tepat di depan Kampus 2 UIN Jakarta dan halte UIN Jakarta.

“Tujuannya agar membuka mata masyarakat di lingkungan UIN Jakarta,” karena ini merupakan langkah awal masyarakat kita sebagai lembaga internal kampus untuk memperingatkan masyarakat sekitar.” ujar Lilak, salah satu pengurus Arkadia.

Aksi damai ini sangat penting untuk dijadikan pacuan setiap individu agar lebih memerhatikan lingkungan dan teknologi penghijauan, karena segala apa yang kita perbuat saat ini, kelak menjadi apa yang kita rasakan.

“Apabila pengelolaan ini tidak baik, maka masyarakat sendiri yang akan merasakan dampaknya seperti ketika hujan besar itu kami yang merasakan efeknya, banjir besar, ” ujar Lilak.

Dengan bentuk tindakan nyata yang mereka lakukan, diharapkan mampu mendobrak pemerintah dan masyarakat untuk mengatasi krisis alam.

“Harapan saya yang pertama tidak ada lagi pohon – pohon yang ditebang secara sembarangan untuk kepentingan infrastruktur dan masyarakat melakukan pemanfaatan sumber daya yang sesuai dan tidak berlebihan,” ujar peserta aksi damai, Arassya.

Menolak Punah

Extintion rebellion : Orang-orang yang Menolak Punah

Extintion rebellion : Orang-orang yang Menolak Punah

Reporter Amalia Riskiyanti dan Kireina Yuki; Editor

Sumber : Dokumen Pribadi Extinction Rebellion

Menginjak bulan April 2021, bencana alam terus melanda sejumlah daerah di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.045 kejadian sejak 1 Januari hingga 5 April 2021 pukul 15.00 WIB. Maraknya bencana alam yang terjadi disebabkan oleh anomali cuaca dan curah hujan ekstrem. Selain faktor alam, kerusakan ekologi seperti deforestasi semakin memperburuk dampak krisis iklim  yang mendorong curah hujan tinggi. Sehingga meningkatkan potensi bencana dan memperluas dampak bencana.

Disinilah para aktivis iklim seperti Extinction Rebellion mengambil peranannya. Orang-orang menolak punah yang merasa takut atas kepunahan yang seharusnya bisa dihindari. Tetapi belum dilakukan penanggulangan karena minimnya political will dari pemerintah.

Apa itu Extinction Rebellion? Extinction Rebellion (XR) adalah sebuah gerakan non-partisan internasional dengan konsep gotong royong yang menggunakan aksi damai tanpa kekerasan untuk mendorong pemerintah dalam menanggulangi keadaan darurat iklim dan ekologi yang mengancam kesejahteraan kehidupan di bumi.

Kegiatan aksi Extinction Rebellion menggunakan pendekatan theory of change berupa aksi demonstrasi damai dengan turun ke jalan serta diskusi dengan masyarakat tentang urgensi isu krisis iklim. Dalam aksinya, gerakan ini memiliki 3 tuntutan terhadap pemerintah. Pertama, menuntut pemerintah untuk menyebarkan kebenaran  perubahan iklim dengan “deklarasi darurat iklim”. Kedua, menuntut pemerintah untuk menetapkan  kebijakan yang terikat secara hukum dalam menurunkan net emisi karbon. Terakhir, menuntut pemerintah untuk membentuk Balai Masyarakat yang dipilih secara adil dan representatif.

Extinction Rebellion mempunyai 10 prinsip dasar kemanusiaan yang fundamental dan humanis yang menyatukan orang-orang yang peduli terhadap isu iklim demi kepentingan universal. Seperti prinsip keenam yang berbunyi, “Kita menghargai dan menyadari segala bagian dari semua orang”, yang dimaknai, bekerja secara aktif untuk menciptakan lingkungan kerja lebih aman dan menyediakan sarana yang lebih mudah digunakan. Dan juga prinsip kesembilan yang berbunyi, “Kita adalah komunitas yang menentang kekerasan”, yang dimaknai, menggunakan strategi dan taktik tanpa kekerasan adalah kunci utama yang membantu perubahan baik demi masa depan.