Peluncuran Climbing Wall Ranita UIN Jakarta

Peluncuran Climbing Wall Ranita UIN Jakarta

Arista Wardani

Poster acara Grand Launching Climbing Wall KMPLHK Ranita

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ranita mengadakan kegiatan Grand Launching Climbing Wall yang disiarkan langsung melalui zoom meeting UKM Ranita UIN Syarif Hidayatuallah Jakarta dan acara ini juga disiarkan melalui akun youtube KMPLHK Ranita UIN Jakarta pada Senin, (18/01).

Climbing Wall Vertical Rescue Traning Center ini merupakan paket media pelatihan yang cukup kompleks, untuk meningkatkan sumber daya manusia KMPLHK RANITA UIN Jakarta yang kompeten dalam bidang penyelamatan diketinggian.

Selain itu, tujuan didirikannya Climbing Wall Vertical Recue Training Center sebagai sarana latihan pertolongan. Pelatihan ini dapat diikuti oleh seluruh civitas akademika UIN Jakarta.

Dalam proses pertolongan diketinggian ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama, safety prosedur yaitu aturan dalam proses penyelamatan korban maupun penolong saat evakuasi seperti alat pelindung diri dan peralatan vertikal rescue.

Kedua, teknik self rescue, yaitu teknik penyelamatan dengan cara memindahkan beban korban ke sistem rescue pada proses evakuasi, dan selanjutnya teknik rope to rope yaitu teknik penjangkauan korban dari satu tali pindah ke satu tali lainnya.

Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis meresmikan Grand Launching Climbing Wall melalui Zoom Meeting. (18/01)

Acara ini juga dihadiri oleh rektor UIN Jakarta, Amany Lubis, menyampaikan sambutan sekaligus meresmikan grand launching climbing wall secara langsung melalui akun zoom .

Dalam sambutannya Amany menyampaikan, bahwa dimasa pandemi ini tentu mengalihkan banyak perhatian terhadap materi kesehatan dan dalam traning center ini diharapkan  juga memberi muatan tentang Corona, virus Covid 19.

“Corona ini  membatasi ruang gerak kita, tetapi tetap kita harus menjaga kesehatan, maka perkumpulan ini adalah wadah untuk kita bisa bersilaturahim bertukar pandangan walaupun tidak secara fisik kita naik ke climbing wall, paling tidak harus ada muatan tentang Covid 19, sehingga kita yakin bahwa penting kita berlatih climbing wall dengan memperhatikan protokol kesehatan”  lanjutnya

Amany juga menambahkan, bagian kemahasiswaan mendukung selalu kegiatan mahasiswa  tapi kita harus bersabar karena dimasa covid 19 ini, agar kegiatan bisa dilakukan dengan protokol kesehatan dan juga bisa melakukan hal hal positif lainnya.

Ketua UKM Ranita berharap semoga dengan adanya wall climbing ini bisa menjadi semangat baru dan bisa menumbuhkan hal-hal positif kedepannya.

“Semoga wall climbing menadi manfaat yang besar bagi kita untuk kedepannya dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan” ungkapnya.

Rektor UIN Jakarta Mengapresiasi Program Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umroh Profesional

Rektor UIN Jakarta Mengapresiasi Sertifikasi Program Pembimbing Haji dan Umroh Profesional

Sadam Al-Ghifari

Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis Mengapresiasi Suksesnya Program Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umroh Profesional di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementrian Agama, Ciputat (20/1) Dok. DNK TV

Program Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umroh Profesional Angkatan Empat resmi ditutup oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amany Lubis.

Kegiatan tersebut merupakan bentuk kerjasama Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) dengan Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATI), Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta dan  Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pada Rabu (20/1/2020).

Bertempat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama, Ciputat, Tangerang Selatan. Amany Lubis yang hadir secara langsung mengapresiasi kepada pihak penyelenggara atas suksesnya kegiatan ini.

Ia menambahkan, meski di masa pandemi seperti ini peserta begitu  antusias  untuk menyiapkan diri menjadi pembimbing Haji dan Umroh akibat rindu dengan tanah suci.

“Acara ini di masa pandemi sangat dirindukan, karena kita menyaksikan bahwa pelaksanaa haji dan umroh  belum bisa dilaksanakan sejak tahun lalu dan mungkin tahun ini.  tetapi kerinduan   terhadap tanah suci  membuat banyak minat (peserta) untuk menyiapkan diri menjadi pembimbing haji’’ ujar Amany Lubis.

Amany berharap kegiatan tersebut bisa berlanjut bahkan di tingkatkan kembali kualitasnya dan menyiapkan para mereka menjadi pembimbing yang mumpuni khususnya dalam pelaksanaan haji di Tanah Suci.

Salah satu peserta terbaik Ahmadi Rojali Jawab merasa sangat bermanfaat mengikuti kegiatan ini.

“Sebagai Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia, saya bersyukur artinya secara materi mungkin kami mendapatkan di dalam kuliah, bagaimana orang harus tahu efek dari meninggalkan rukun haji, atau yang kemudian banyak perselisihan yang terjadi ketika harus membawa regulasi timur tengah ke arah Indonesia” ujarnya.

Jawab juga merasa Undang-Undang Nomor  8 Tahun 2019 sangat gamblang menjelaskan bagaimana menjadi haji yang mabrur lewat kegiatan sertifikasi ini. Ia juga merasa sangat gembira mendapatkan pengetahuan, regulasi yang mengatur bukan hanya pembimbing namun juga bagi jamaah.

Laboratorium Kedokteran UIN Jakarta Jadi Surveilans Genom Virus Covid-19

Laboratorium Kedokteran UIN Jakarta Jadi Surveilans Genom Virus Covid-19

Elsa Azzahraita

Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan dan Kedokteran UIN Jakarta (Sumber foto: Rencanamu.id)

Pemerintah menunjuk Laboratorium Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi Laboratorium Surveilans Genom Virus SARS CoV-2.

Dikutip dari sindonews.com, Dekan Fakultas Kedokteran UIN Jakarta sekaligus Dokter Spesialis Penyakit Dalam lulusan salah satu universitas Jepang, Hari Hendarto menyampaikan penunjukkan tersebut sebagai tindaklanjut dari Nota Kesepahaman Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) dan Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia tentang Surveilans Genom Virus SARS CoV-2 pada Jumat 8 Januari 2021 lalu.

“Saat ini, Laboratorium Fakultas Kedokteran UIN Jakarta telah berhasil menemukan 5 (lima) mutasi baru dari strain virus SARS Cov-2 yang  dianggap paling berbahaya, terutama dari beberapa sample di wilayah Banten,” Ujar Hari pada Selasa (12/1/21).

Dengan demikian Fakultas Kedokteran UIN Jakarta menjadi pusat kajian dan riset terkait epidemiologi molekuler, karakteristik dan dampaknya pada kesehatan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 serta menjadi lokus koordinasi, di tingkat nasional maupun global.

Dilansir dari sindonews.com, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani mengapresiasi kontribusi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam penanganan wabah Covid-19 dan berupaya menganalisa berbagai mutasi virus ini.

“Ini adalah langkah nyata bahwa kontribusi PTKI bukan hanya pada persoalan keislaman ansih, tetapi juga berkontribusi terhadap persoalan di bidang kedokteran dan kesehatan. Kami sangat bangga untuk ini semua,” Ujar Ali.

Diharapkan hasil surveilans genom Covid-19 ini dapat menjadi acuan untuk mengambil tindakan dalam pengendalian pandemi Covid-19 sehingga mengantisipasi terjadinya mutasi virus secara masif seperti di Inggris.

Mengatasi Kemiskinan di tengah Pandemi

Mengatasi Kemiskinan di tengah Pandemi

Sadam Al-Ghifari, Mahasiswa Jurnalistik UIN Jakarta

people standing on blue boat during daytime
Ilustrasi Pemukiman Kumuh (Sumber: Unsplash)

Indonesia sebagai negara besar baik wilayah dan penduduknya memiliki beragam persoalan yang cukup serius dan harus diatasi. Salah satu persoalan yang harus menjadi fokus perhatian pemerintah untuk diatasi adalah bagaimana nasib masyarakat yang masih tinggi terhadap angka kemiskinan.

Kemiskinan memang persoalan negara yang cukup kompleks dan serius. Kehadiran negara disebut-sebut bisa mengatasi persoalan tersebut. Memang tidak mudah, tetapi tidak mustahil jika memang diselesaikan dan benar-benar serius dalam menyelesaikanya.

Jika kita lihat sejarah, negara ini memproklamirkan kemerdekaan setelah melalui perjuangan panjang, dengan pengorbanan darah bahkan nyawa para Pahlawan Indonesia, salah satunya demi melepaskan negara ini dari penjajahan dan berjuang melawan kemiskinan.

Puluhan tahun kita sudah merdeka dan pemerintahan di negeri ini sudah beberapa kali ganti. Perjuangan mereka untuk mengatasi persoalan ini nampaknya masih jauh dari harapan. Karena jika kita lihat kenyataan, Indonesia masih belum bisa melepaskan diri dari kemiskinan rakyatnya.

Dalam mengukur miskin atau tidaknya, Indonesia mengacu pada kriteria yang telah ditetapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Mengutip jurnal Penyelenggaraan Pengukuran Kemiskinan di badan pusat statistik (2018) karya Ahmadriswan Nasution menjelaskan, bahwa kemiskinan merupakan ketidakmampuan untuk memenuhi standar minimum kebutuhan dasar, meliputi kebutuhan makanan dan nonmakanan.

Dilansir oleh BPS, data kemiskinan Indonesia pada bulan Maret 2020 naik 0,56 persen menjadi 9,78 Persen. Sehingga, total Jumlah penduduk miskin menjadi 26,42 juta orang. Meningkat 1,63 juta orang pada September 2019.

Belum berhasil menekan angka kemiskinan. Seluruh dunia termasuk Indonesia dikejutkan dengan adanya wabah Pandemi Covid-19. Pandemi ini bisa menyerang siapa saja, maka kita harus waspada.

Dampak Ekonomi

Kehadiran Pandemi ini berdampak pada sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial dan kebudayaan. Di sektor ekonomi, misalnya, daya-beli masyarakat menjadi menurun, investasi melemah, dan aktivitas ekspor-impor menjadi menurun bahkan terhenti.  

Aktivitas masyarakat pun dibatasi melalui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Yang dinilai dampaknya memperburuk ekonomi. 

Sejumlah tempat perbelanjaan dibatasi jam operasionalnya, bahkan sempat ditutup akibat kebijakan pemerintah.  Saat itu, hanya beberapa sektor usaha yang diperbolehkan untuk buka seperti menjual bahan pangan, obat-obatan dan lain-lain.

Selain itu, sektor ekonomi dari pariwisata seperti hotel dan restoran pun berdampak. Daerah seperti Bali yang mengandalkan pendapatan dari sektor Pariwisata. Menurut Data BPS, pada Kuartal II/2020 anjlok 10,98 persen secara Year on Year (YoY).   

Imbas dari pandemi, data jumlah pengangguran terus meningkat. Hingga Agustus 2020, jumlah pengangguran mengalami kenaikan 5,32 Persen menjadi 7,07 Persen. Itu artinya, jumlah pengangguran naik 2,67 juta orang. Sehingga, total jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 9,77 juta orang.

Bahkan sejumlah negara mengalami resesi ekonomi, mulai dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Singapura dan termasuk Indonesia. Suatu negara bisa dikatakan resesi ekonomi apabila mengalami penurunan signifikan dalam ekonomi selama berbulan-bulan. Salah satu dampaknya adalah meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK).

Penanganan Ekonomi   

Untuk menangani berbagai persoalan tersebut. Pemerintah menganggarkan dana sebesar 695,2 Triliun untuk pemulihan Ekonomi Nasional. Dari anggaran tersebut, 233,69T dipakai untuk program perlindungan sosial yang 55 persen dari dana tersebut digunakan untuk bantuan sosial.

Bantuan sosial diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat di tengah pandemi. Mengutip kompas.com, setidaknya terdapat tujuh bantuan pemerintah selama pandemi Covid-19.  Bantuan tersebut terdiri dari Bantuan sembako, bantuan tunai, BLT dana desa, Listrik gratis, kartu Prakerja, subsidi gaji karyawan, dan BLT usaha mikro kecil.

Selain itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah, mencanangkan program Tenaga Kerja Mandiri (TKM) sebagai upaya mengurangi pengangguran, memberikan pelatihan dan pendampingan terhadap UKM dan UMKM untuk tetap bertahan dan terus berjalan.  

Dalam keterengan Pers yang dikutip melalui kompas.com (5/5/2020), Lembaga Penelitian Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, mewaspadai peningkatan masyarakat miskin di perkotaan akibat menjadi Pusat Penyebaran Covid-19.   Selain itu, jika sudah menyebar ke area pedesaan maka akan lebih berbahaya peningkatan dibanding yang sudah diprediksi.

 ‘’Artinya, Beban pemerintah untuk mengatasi persoalan kemiskinan akan semakin besar, baik melalui subsidi, bantuan sosial, dan lainya, menjadi semakin besar’’ tutur Direktur Utama CORE Indonesia, Faisal.

Untuk mengatasi persoalan tersebut akibat Pandemi Covid-19, CORE menekankan kepada pemerintah untuk melakukan kebijakan untuk menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat terutama yang berada di garis kemiskinan.

Selain itu, CORE memberikan lima rekomendasi yang bisa dilakukan oleh pemerintah.

Pertama, memperbarui data penduduk miskin dan rentan miskin untuk mendapatkan bantuan sosial. Serta menambah anggaran bantuan sosial dan menambah jumlah penerima bantuan kepada penduduk miskin.

Kedua, integrasi penyaluran bansos. Agar penyaluranya lebih efisien dan tidak tumpang tindih, Salah satunya dengan cara bekerjasama dengan Bank BUMN untuk melakukan transfer secara langsung kepada penerima melalui rekening khusus. Di samping itu, bisa menghindari potensi berkurangnya bantuan yang sampai ke penerima bantuan.

Ketiga, subsidi Administered Prices. Mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin dan hampir miskin, terutama biaya-biaya yang di kontrol oleh pemerintah. Seperti menurunkan harga BBM.

Meskipun mengalami penurunan mobilitas masyarakat. Tetapi, BBM berperan besar dalam mobilitas barang logistik yang sangat penting aktivitasnya.

Keempat, memberikan insentif kepada bidang pertanian, peternakan dan perikanan. Kebijakan ini dinilai mampu membantu pemerintah untuk mengamankan ketersedian stok pangan nasional khususnya selama pandemi.

Kelima, pengelolaan APBN secara cermat. Meningkatkan intervensi pemerintah untuk mengatasi pandemi tentunya berdampak kepada peningkatan anggaran belanja negara. Pemerintah dianjurkan untuk mengalokasikan sejumlah anggaran yang dinilai kurang tepat untuk dialihkan kepada bantuan Sosial, Program Pemulihan Ekonomi Nasional. Sehingga, dana-dana tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat miskin yang membutuhkan, khususnya dalam bentuk penyediaan bantuan pokok.

Adanya berbagai bantuan yang dilakukan oleh pemerintah untuk masyarakat patut kita apresiasi. Serta kita dorong agar perjalanan bantuan tersebut benar-benar sampai untuk rakyat dan transparan serta aman dari tindakan korupsi.

Kondisi ini memang tidak kita harapkan. Karena banyak yang semakin susah akibat pandemi. Kebijakan pemerintah untuk melindungi Kesehatan masyarakat, jangan sampai malah membuat dampak lain untuk masyarakat.

Pengentasan kemiskinan harus selalu diupayakan agar masyarakat bisa hidup sejahtera. Pembukaan lapangan pekerjaan, pelatihan dan pendampingan serta bantuan modal usaha harus ditingkatkan untuk membantu masyarakat agar hidup sejahtera.

Serta investasi jangka panjang terhadap sektor pendidikan dan kesehatan harus terus digalakkan. Karena ini adalah penting untuk pemberdayaan sumber daya manusia kita agar unggul dan mampu bersaing dan diharapkan mampu menekan angka kemiskinan.

Serta perjalanan bantuan dan kebijakan pemerintah harus transparan dan terbebas dari tindakan korupsi. Karena, akibat dari korupsi, membuat rakyat semakin susah dan menderita.  

Presiden RI Jokowi Resmi Divaksin Corona Sinovac

Presiden RI Jokowi Resmi Divaksin Corona Sinovac

Nur Arisyah Syafani

Jokowi terima vaksinasi perdana vaksin corona sinovac disuntikan oleh Wakil Ketua Dokter Kepresidenan, Abdul Muthalib di Istana Merdeka (13/19/21) . Dok. YouTube Sekretariat Presiden

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sebagai orang nomor satu RI, mengawali vaksin perdana Covid-19 buatan Sinovac. Penyuntikan vaksin dilakukan di Istana Merdeka dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (13/19/21).

“Hari ini Alhamdulillah dimulai pertama kali vaksinasi Covid-19, setelah sekian panjang prosedur penelitian uji coba klinis dilakukan dan penilaian juga sudah melakukan otoritas penilaian oleh BPOM dan MUI. Dan Senin kemarin vaksin ini, dinyatakan aman, efektif, dan halal” Tutur Ketua Ikatan Dokter Indonesia Daeng M. Faqih dalam sambutannya.

Setelah melalui dua meja awal, untuk mengklarifikasi data, pengecekan tensi darah, dan suhu tubuh, sekitar pukul 09.30 WIB, Jokowi divaksin oleh Wakil Ketua Dokter Kepresidenan, Abdul Muthalib, pada meja ketiga. Dan melanjutkan pada meja keempat untuk diberikan kartu tanda telah disuntik.

Walaupun terlihat gemetaran pada prosesinya, namun Abdul Muthalib bersyukur berhasil melakukan vaksinasi kepada kepala negara RI.

“Setelah saya suntik, Bapak tidak merasa sakit. Alhamdulillah, saya berhasil menyuntik Bapak Presiden.”

Menyetujui hal tersebut, Jokowi juga mengungkapkan hal serupa. Ia menyampaikan tidak terasa sama sekali (proses penyuntikan). Kemudian memberikan senyum sumringah setelah divaksin.

Tak hanya Jokowi, vaksin perdana ini juga turut diberikan kepada sederet pejabat lain. Di antaranya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis, dan Ketua PB IDI dr Daeng M Faqih, serta artis ternama Indonesia, Raffi Ahmad.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dalam uji klinis di Indonesia, menyampaikan khasiat vaksin ini tercatat sebesar 65,3 dengan imunogenisitas 99,23 persen hingga tiga bulan setelah penyuntikan.

Vaksinasi selanjutkan akan dilakukan secara bertahap ke seluruh lapisan masyarakat. Jokowi mengimbau agar masyarakat patuh mengikuti kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19. Serta tidak melupakan kebiasaan 3 M (Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak)

Fenomena Prekariat Kini Digemari Anak Muda

Fenomena Prekariat Kini Digemari Anak Muda

Farhan Effer Dalimunthe

Prekariat merupakan istilah baru yang dipopulerkan oleh Guy Standing dalam bukunya The Precariat : the new dangerous class, sebuah istilah yang muncul dari kata precarious (rentan) dan proletariat (kelas pekerja), atau secara singkat dapat dikatakan sebagai sistem yang merujuk pada semua kelas pekerja yang terjebak dalam kondisi rentan atau pekerjaan non formal. Sederhananya disebut juga sebagai “pekerja yang tidak menentu jam kerjanya, kontrak kerjanya, jaminan kerjanya, lingkup kerjanya.

Terhitung dari maret 2020 semenjak virus corona dinyatakan sebagai wabah nasional di Indonesia sejumlah pekerjaan formal banyak yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai dampak dari ketidakstabilan ekonomi negara saat itu. Dilain sisi dampak yang diberikan juga berpengaruh kepada munculnya fenomena prekariat ditandai dengan tinggi peminat pekerja non formal terutama di kalangan muda dewasa ini.

Setidaknya ada empat fenomena prekariat yang merujuk kepada pekerjaan non formal namun digemari oleh khalayak muda, dimulai dari waku kerja yang relatif lebih banyak sampai dengan waktu kerja yang kondisional.

Pekerja Kontrak Dan Alih-Daya (Outsourching)

Perusahaan alih daya bergerak di bidang jasa perekrutan karyawan dan menyalurkan kepada perusahaan yang membutuhkan. Alih daya dalam bahasa Inggris disebut outsorching. Kegiatan outsourcing pada hakekatnya adalah kegiatan pembelian, yaitu pembelian jasa. Pembelian itu sendiri adalah bagian dari kegiatan bisnis perusahaan sehingga terhadap kegiatna pembelian berlaku pula etika bisnis.

Alih daya memberikan jasa terhadap user (pengguna) yang membutuhkan sumber daya manusia (SDM). Bentuknya bisa hanya melakukan perekrutan dan memberikan kepada perusahaan dalam bentuk beli putus, bisa juga dalam hal pengelolaan sumber daya manusia demi kelancaran usahaya yang mereka jalankan. Maka outsourcing bergerak dalam bidang jasa dalam penyerahan atau pengontrakan aktivitas perusahaan pada pihak ketiga.

Penyerahan aktivitas ini dengan tujuan untuk mendapatkan kinerja pekerjaan yang profesional dan berkelas dunia. Oleh karena itu, pemilihan pemberi jasa merupakan hal yang sangat vital. Diperlukan pemberi jasa yang menspesialisasikan dirinya pada jenis pekerjaan atau aktivitas yang akan diserahkan sehingga mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan. Oleh karena itu, outsourcing merupakan langkah strategis bagi perusahaan dalam arti mempunyai kontribusi dalam menentukan hidup matinya dan berkembang tidaknya perusahaan.

Beberapa outsourcing terkenal di jakarta diantaranya ; Arta Kreasi Utama (AKU), Aura Universal Rasi (PT. Aura), Dinamika Mitra Huresindo (DMH), Examitrasolusi dan Harda Esa Reksa (HERA)

Praktik Magang (Intership)

Intership bukan sekedar untuk memenuhi syarat kelulusan mendapatkan ijazah baik sarjana ataupun diploma. Sebaliknya, kegiatan praktikal ini sebagai tempat untuk pelajar ataupun mahasiswa menimba pengetahuan dan pengalaman di dalam industri ketenagakerjaan, biarpun hanya melakukan kerja-kerja remeh.

Bagi aktivis organisasi ataupun pegiat literasi, intership umpama sebuah temu duga yang panjang dimana pekerja praktikal tersebut akan ditawarkan pekerjaan tetap selepas tamat pendidikan berjenjang sekiranya manager perusahaan berpuas hati dengan prestasi yang ditunjukkan pekerja selama intership.

Selain itu intership juga merupakan sebuah pengenalan kepada bidang kerja yang diminati oleh pelajar dan mahasiswa yang tengah melanjutkan studi bidang kajian tertentu. Dunia kerja tentunya sangat berbeda dengan dunia belajar, didalam bekerja setiap individu diharapkan dapat mempraktekkan ilmu teori yang telah dipelajar sebelumnya.

Lain daripadai itu, intership juga membantu individu pekerja membentuk pribadi tangguh. Disana mereka akan belajar membuat keputusan dan berani memegang konsekuensi yang ada. Mereka juga akan mulai membentuk networking bekerja dengan bidang yang tengah digeluti. Semua ini berguna dan menyumbang ke arah membina keyakinan diri serta belajar membuat pertimbangan.

Beberapa intership tempat magang yang kerap diminati anak muda : Media massa, bank swasta, rumah sakit, instansi pemerintah, manufaktur dan bengkel otomotif

Kerja Paruh Waktu (Part-Time)

Kerja parttime merupakan pekerjaan yang memiliki waktu relatif fleskibel, karena pekerja full time pada umumnya akan menghabiskan sekitar 40 jam perminggu di perusahaan. Sedangkan pekerja parttime memiliki waktu yang lebih sedikit, yaitu biasnaya membutuhkan waktu sekitar 3-5 jam, tergangung jenis pekerjaannya.

Tipe pekerja ini tidak memiliki kontrak kerja sepertihalnya pegawai kantoran pada umumnya. Kesepakatan dapat diajukan diawal antara pekerja dan pemberi pekerjaan, sepertihalnhya upah yang dibayarkan, jenis pekerjaan yang diterima, sampai dengan fasilitas-fasillitas yang mungkin akan didapatkan.

Ada keuntungan dan kekurang tersendiri jika ingin terjun di bidang pekerja partime ini, Dimulai dari mulai memiliki tabungan uang sendiri, mempelajari hal baru, mengasah keahlian sebelum mendapatkan pekerjaan tetap, membiasakan diri dalam mengatur waktu, bahkan sampai dengan memperbanyak jaringan dan kenalan dalam dunia kerja. Adapun kekurangna yang kerap dieluhkan bagi pekerja parttime adalah tidak ada perlindungan terhadap pekerja, kerap disepelekan dan dianggap tidak profesional dalam bekerja, kadang pula bayaran yang tidak sesuai ekpektasi, hingga tidak adanya jenjang karier yang jelas di perusahaan.

Adapun beberapa pekerjaan yang cukup diminati adalah Asisten pribadi, tutor atau guru les, desainer, waiter atau barista, penulis lepas, fotografer, penerjemah dan pemandu wisata.

Kerja Lepas (Freelance)

Pekerja freelance dalam artian singkat adalah pekerja mandiri yang tidak memiliki perjanjian kerja yang mengikat antara kedua belah pihak baik dari pekerja ataupun pemberi kerja (perusahaan). Maka jenis pekerjaan ini tidak bisa disebut sebagai karyawan perusahan karena pekerja dalam bidang ini bebas memilih siapa kliennya dan apa saja yang ingin dikerjakan.

Sisi fleksibelitas yang didapat membuat pekerjaan ini digemari oleh anak muda zaman sekarang. be your own bos mengedepankan kebebasan untuk  mengambil peran apa yang diinginkan untuk bekerja namun tetap mendatangkan upah yang dihasilkan.

Namun cukup disayangkan jenis pekerjaan ini tidak mendapat tunjangan dan asuransi dari perusahaan, alih-alih diberdayakan perusahaan pekerja justruk akan mengeluarkan modal sendiri dalam bekerja, dan pendapatan yang didapatkan pun tidak menentu. Beberapa pekerjaan freelance yang diminati anak muda seperti Desain grafis, penulis dan editor, dan penerjemah

Itu dia serba serbi mengenai fenomena prekariat yang kini tengah digemari oleh anak muda, mulai dari keuntungan dan kelemahannya hingga beberapa contohnya dapat dijadikan acuan bagi yang memilih bekerja di sector informal lainnya. Jadi jangan sia-siakan kemampuan yang dimiliki dan teruslah berkarya.

Mengenal Stuntman, Sosok Hebat di Balik Aksi Berbahaya

Mengenal Stuntman, Sosok Hebat di Balik Aksi Berbahaya

Siti Nurhalizah

Potret Benedict Cumberbatch dan Stuntmannya (Sumber: Pinterest Daily Mail)

Dalam proses pembuatan film, ada beberapa hal yang menjadi faktor keberhasilan sebuah adegan yang dilakukan oleh seorang aktor. Kita sering kali melihat adegan-adegan yang sangat berbahaya, misalnya adegan terjatuh dari atas gedung, terjun dari pesawat, atau adegan tabrakan. Adegan-adegan tersebut dinilai terlalu berbahaya untuk pemeran utama dari sebuah film, oleh karenanya sang aktor akan menggunakan pemeran pengganti atau Stuntman.

Pada umumnya stuntman dibutuhkan dalam pembuatan film action karena banyak sekali aksi-aksi berbahaya di dalamnya. Penggunaan stuntman ini diperlukan untuk menjaga keselamatan pemeran utama ketika menjalani aksi laga yang berbahaya, karena apabila terjadi kecelakaan ketika proses syuting terhadap sang aktor, maka hal tersebut akan berdampak pada produksi film. Inilah mengapa stuntman sangat dibutuhkan dan membuatnya dapat dikatakan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa di industri perfilman. Kali ini, DNK Picture akan memberikan peran utama dan fakta-fakta menarik stuntman dalam produksi film.

1. Menggantikan Aktor Utama

Potret pemeran Thor dan Stuntmannya (Sumber: Pinterest.com)

Selain melakukan adegan berbahaya, tugas stuntman adalah menggantikan aktor utama yang banyak mengalami kendala seperti keterlambatan syuting atau tidak dapat hadir. Karenanya stuntman sangat dibutuhkan ketika proses pembuatan film. Selain itu, keahlian stuntman yang menampilkan keterampilan tertentu juga dapat membuat jalan cerita film menjadi lebih realistis dan terasa lebih hidup.

2. Melakukan Adegan Khusus

Cameron Diaz dan Stuntwomennya (Sumber: twistedsifter.com)

Memilih profesi sebagai stuntman memang dituntut agar memiliki keahlian untuk melakukan adegan khusus dalam proses pembuatan film. Karena selain berperan menggantikan aktor utama dalam sebuah adegan, mereka juga menjadi faktor cerita yang disampaikan sesuai dengan drama yang diinginkan.

3. Stuntman Memiliki Spesialisasi

Profesi stuntman bukanlah profesi yang mudah, mereka harus memiliki beberapa keahlian  khusus, mulai dari bertarung hingga kejar-kejaran mobil. Ada tiga kategori aksi yang dapat dilakukan oleh seorang stuntman: efek praktis (mulai dari aksi jatuh hingga pertarungan), efek mekanis (aksi yang membutuhkan bantuan mesin, seperti jatuh jarak jauh) dan aksi kendaraan (seperti melompat dari mobil ke kapal hingga pesawat). Dan untuk semua itu, stuntman memiliki sekolah khusus. Mereka belajar mulai dari menunggang kuda hingga menggunakan senapan.

4. Stuntman Dibayar Untuk Cedera

James Bond stuntman (Sumber: Pinterest.com)
 

Mengapa stuntman dibayar untuk cedera? Karena dalam profesinya sebagai pemeran pengganti, mereka akan dihadapkan oleh adegan yang berbahya. Stuntman eksis, karena cedera atau kematian pada aktor utama dapat mengakibatkan berakhirnya produksi film. Meski cedera sering terjadi tapi jarang diberitakan, untuk memperhatikan hal itu, Taurus Award  menggalang dana untuk stuntman yang cedera dan keluarganya. Kematian kadang tidak bisa dihindari, selama syuting Tears of the Sun misalnya, Michael Barber sebagai stuntman Bruce Willis tewas dalam adegan terjun payung dan masih banyak lagi kasus-kasus stuntman yang cedera hingga mengalami kematian.

5. Stuntman Yang Menua Tak Harus Berhenti

Seseorang dalam hidupnya pasti akan menua. Akan tetapi, stuntman yang sudah menua tak harus berhenti menjalani profesinya selama mereka masih mampu dan dapat menjalankan perannya dengan baik. Ron Cunningham, stuntman yang berasal dari Inggris mengaku bahwa dirinya merupakan stuntman tertua di dunia dengan menyebut dirinya “The Great Omani” karena usianya yang sudah menginjak 90 tahun. Selain itu, stuntman senior dapat menjadi pengarah aksi yang bekerja di belakang layar.

6. Mereka Harus Terus Giat Belajar Dan Berlatih

Kemampuan bekerja bagi stuntman bergantung pada seberapa sering mereka belajar dan berlatih. Semakin sering mereka belajar dan berlatih, maka akan semakin meningkat pula kemampuan mereka di berbagai adegan aksi. Mereka akan memiliki banyak kesempatan memerankan banyak adegan. Banyak dari mereka yang sengaja untuk mengambil kelas beladiri untuk mengasah kemampuan mereka.

7. Stuntman Memiliki Ajang Penghargaan Sendiri

Ini adalah hal menarik yang jarang sekali diketahui orang. Dari sudut pandang industri film, stuntman tetaplah seorang aktor. Tapi, tak seperti aktor pada umumnya, stuntman tidak masuk dalam nominasi Academy Award. Oleh sebab itu, organisasi stuntman membuat ajang penghargaan sendiri di bidang mereka.

Taurus World Stunt Award adalah ajang penghargaan untuk stuntmen dengan berbagai kategori, dari adegan pertarungan terbaik sampai adegan kejar-kejaran terbaik. Pengarah adegan aksi, dalam ajang penghargaan tersebut dianggap sama seperti peran sutradara dalam film.

Itulah peran utama dan fakta-fakta menarik stuntman yang penting untuk kita ketahui sebagai penikmat film. Setelah mengetahui hal tersebut, adakah di antara kalian yang tertarik untuk menjadi seorang stuntman? Jika iya, maka kalian perlu banyak berlatih dari sekarang.

Mulan Tahun 1998 vs Mulan Tahun 2020

Mulan Tahun 1998 vs Mulan Tahun 2020

Muhammad Ilham Balindra

Gambar Liu Yifei dalam karakter Fa Mulan (Sumber: movieden.net)

Film Disney yang diangkat dari animasi pada tahun 1998, menjadi booming dan bahan pembicaraan para penggemar Disney. Film ini awalnya direncanakan akan ditayangkan di Bioskop pada tahun 2020, tapi ternyata film ini tidak rilis di bioskop akibat Covid-19 dan ditayangkan di Disney+ Hotstar pada 4 Desember lalu.

Dalam film Mulan di Disney+ Hotstar Indonesia, ada tiga aktor Indonesia yang mengisi suara. Ketiga aktor tersebut adalah Yuki Kato sebagai pengisi suara Hua Mulan,  Luna Maya sebagai Xianniang, dan Dion Wiyoko sebagai Chen Honghui.

Terdapat beberapa perbedaan film Mulan 2020 dengan versi animasi pada tahun 1998. Pertama, pada karakter Mulan itu sendiri dimana pada versi 1998 Mulan bertarung tanpa kekuatan super dan hanya menggunakan insting dalam bertarung tetapi pada versi film 2020 ini Mulan mempunyai chi yang baik sehingga bisa hebat dalam bertarung. Kedua, Mulan mempunyai adik bernama Xiu, pada film Mulan 2020 Mulan memiliki adik yang bernama Xiu sedangkan pada versi animasi Mulan adalah anak tunggal yang tidak memiliki adik. Ketiga, karakter kapten Shang pada film animasi 1998 digambarkan sebagai pemimpin sekaligus pasangan Mulan sedangkan pada film 2020-nya peran tersebut dibagi menjadi dua peran yakni Komander Tung (diperankan Donnie Yen) serta Chen Honghui, tentara yang memiliki perasaan kepada Mulan.

Terlepas dari perbedaan film Mulan dengan versi animasi tahun 1998, film Mulan 2020 dinilai lebih mirip dengan cerita asli rakyat asal China yang ditulis pada abad ke-5, “The Ballad of Mulan”.

Film ini menggambarkan perjuangan wanita dan kesetaraan gender dalam struktur sosial. “Setia, berani, dan jujur” adalah tulisan yang tertera di pedang ayahnya dimana ketiga prinsip itu menjadi pegangan Mulan ketika dia memberanikan diri untuk mempertaruhkan martabat keluarga untuk menjaga kekaisaran. Untuk menyelamatkan ayahnya dari kematian, Mulan menyamar dengan baju besi merah, pergi ke kamp pelatihan tentara, dan berpura-pura menjadi laki-laki.

Dengan kegigihannya dalam memperjuangan kekaisaran dan martabat keluarga, Mulan berhasil menyelamatkan nyawa Kaisar yang sudah diikat tidak berdaya. Di penghujung film, Kaisar memilih Mulan sebagai prajurit kehormatan dan petugas pengawal Kaisar. Diberikannya pedang baru yang bertuliskan “Setia, berani dan, jujur” yang kemudian dibelakangnya ditambahkan “Pengabdian kepada keluarga” adalah bentuk penghargaan kepada Mulan yang sudah menerapkan prinsip-prinsip tersebut.

Film ini berhasil memanjakan mata penonton dengan artistiknya yang menawan. Latar suasana tempat yang cocok dengan cerita yang dibawakan dan wardrobe pemain yang menggambarkan budaya China zaman itu menjadi salah satu faktor mengapa film ini menarik. Penggambaran cerita yang berubah dengan versi animasinya juga dirasa cocok karena terasa lebih real untuk dunia nyata.

Film ini juga menjadi film yang penuh kontroversi,  Pada penggambarannya “Jalur Sutra, China Barat Laut” adalah daerah yang harus dijaga oleh pasukan kekaisaran dimana daerah tersebut merujuk pada Xinjiang. Itu bukanlah realitas sejarah juga bukan realitas puisi asli yang menjadi dasar kisah legendaris yang menggambarkan Mulan sebagai pelayan seorang khan dari dinasti Wei Utara, bukan kaisar China yang sangat berkuasa. Riset yang kurang kuat dari para penulis barat membuat terjadi beberapa kerancuan dalam beberapa mitos budaya China.

Korupsi : Wabah Penyakit Indonesia

Korupsi : Wabah Penyakit Indonesia

Farhan Effer Dalimunthe

Sumber : Republika.co.id

Korupsi nampaknya telah menjadi budaya yang mendarah daging di negeri tercinta ini. Seperti halnya wabah pandemi corona, korupsi juga menjadi penyakit yang sampai saat ini masih tidak dapat dihentikan bahkan oleh tenaga medis ulung sekelas Firli Bahuri sekalipun.

Seolah tidak punya urat malu di tahun sulit ini Menteri Sosial Juliari Batubara tidak segan mengkorupsi dana bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 wilayah jabodetabek. Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini bukan Lagi angin segar bagi rezim berkuasa namun menjadi hal yang lumrah. Mungkin korupsi bukan lagi merupakan pelanggaran hukum melainkan sekedar suatu kebiasaan.

Setidaknya ada tiga poin yang ingin disampaikan dalam tulisan kali ini. Apakah korupsi tergolong dalam penyakit menular bagi negara yang menganut sistem demokrasi? Benarkah keyakinan masyarakat negara agamis bahwa setiap penyakit ada obatnya? Sampai kapan wabah korupsi ini akan menyebar?

Sebagian pejabat di negeri ini seperti orang lanjut usia yang memiliki daya tahan tubuh lemah sehingga mudah terserang penyakit. Sejarah mencatat korupsi di Indonesia salah satunya ditularkan oleh penjajah Belanda melalui organisasinya Vereenigde Oostindishce Compagnie (VOC). Kejayaan perusahaan multinasional tersebut mengharuskan individu yang ingin menjadi pegawai ataupun pejabat di VOC untuk dapat menyuap ataupun sekedar memberi upeti kepada atasannya.

Berlanjut pada zaman kerajaan di nusantara, petugas pajak dan para bangsawan saat itu gemar menumpuk uang dari masyarakat kecil untuk memperkaya diri, atau yang lebih miris kerajaan-kerajaan rela menyuap Belanda agar menjadi sekutu sehingga tidak diserang olehnya. Seakan tidak terbendung, replika diatas dapat menggambarkan fenomena korupsi Indonesia saat ini yang masih berlanjut. Selama manusia mengenal relasi sosial berbasis uang atau barang maka selama itu pula sebenarnya potensi korupsi akan tercipta.

Obat untuk penyakit pada umumnya dapat ditemukan setelah mengenal apa penyakit tersebut dengan baik. Menghadirkan obat mujarab di tengah masyarakat yang memiliki standar orang kaya hanya bagi mereka yang berhasil bukanlah perihal mudah. Manusia dewasa ini tengah hidup di tengah kehidupan yang sangat mengedepankan material.

Beberapa hal yang coba disusun sebagai strategi cegah penyakit korupsi diantaranya; 1) Menghilangkan mental money oriented sejak dini, mental yang lahir dari orang Indonesia yang ingin cepat kaya tanpa mau berusaha dan bekerja keras. 2) Revitalisasi nilai-nilai agama dengan budi pekerti luhur, keyakinan akan adanya hari pembalasan dapat menjadi tameng bagi perbuatan-perbuatan buruk. 3) Menegakkan payung hukum yang terorganisir dari pusat, menggunakan kewenangan penguasa untuk mengorganisir anti korupsi sehingga masuk kedalam peraturan-peraturan negara.

Selama birokrat muda mencontoh pendahulunya seolah korupsi menjadi hal yang lumrah selama itu pula wabah penyakit ini akan menjangkit demokrasi pancasila. Ketika pejabat yang diangkat bukan untuk mempertanggungjawabkan jabatannya namun sebagai kesempatan mengembalikan modal yang sudah dihabiskan untuk mencapai posisi tersebut, maka budaya malu sudah tidak ada lagi di negeri ini. Perlu adanya hukum yang berdiri tegas menjawab politik anti korupsi di Indonesia dan turut memberikan sanksi sosial dari masyarakat di dalamnya.

Robot Pembawa Berita dari Korea Selatan Terlihat seperti Manusia Sungguhan

Robot Pembawa Berita dari Korea Selatan Terlihat seperti Manusia Sungguhan

Taufiq Al Hakim

Sumber: CNBC Indonesia

Menjalani profesi sebagai news anchor atau pembawa berita merupakan hal yang sangat diimpikan bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang mempunyai background dan ketertarikan pada dunia penyiaran. Lalu, bagaimana jadinya jika profesi yang biasa dibawakan oleh manusia ini tiba-tiba digantikan oleh sebuah robot?

Mungkin sebagian dari kita beranggapan hal tersebut agak aneh dan bagaimana mungkin hal itu bisa dilakukan oleh sebuah robot. Dimana profesi ini identik dibawakan oleh manusia yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, penampilan menarik, dan ketelitian dalam menganalisa suatu berita atau peristiwa.

Tapi, keanehan yang anda rasakan tampaknya akan sirna dalam waktu sekejap, karena baru-baru ini saluran televisi MBN asal Korea Selatan memperkenalkan pemirsanya pada pembawa berita bertenaga artificial intelligence (AI) pertama di negara ginseng tersebut.

Dikutip dari Oddity Central, Sabtu (21/11/2020), teknologi ini dikembangkan oleh MBN dalam kemitraan dengan perusahaan produksi kecerdasan buatan, Money Brain. Hal yang cukup menarik perhatian banyak orang dari pembawa berita AI ini adalah kemiripannya dengan tokoh asli pembawa berita tersebut, yaitu, Kim Ju-ha.

Selain memiliki tampilan dan suara yang sama persis dengan pembawa berita populer tersebut, pembawa berita AI juga menirukan gerakan kecil yang terkadang dilakukan Kim, seperti mengutak-atik pena saat membawakan suatu berita.

Pada siaran MBN 6 November 2020, pembawa berita AI bahkan berbagi percakapan dengan Kim Ju-ha di kehidupan nyata, untuk membandingkan suara mereka, yang tampaknya membuat banyak orang sedikit ketakutan.

Sumber: MBN News

“Saya diciptakan melalui pembelajaran mendalam 10 jam video Kim Ju-ha, mempelajari detail suara, cara dia berbicara, ekspresi wajah, cara bibirnya bergerak, dan cara dia menggerakan tubuhnya dan berita yang diberdayakan,” kata Pembawa berita AI itu, seperti yang dilansir dari laman odditycentral.

“Saya bisa melaporkan berita persis seperti yang dilakukan pembawa berita Kim Ju-ha,” tambahnya.

MBN juga mengatakan bahwa pembawa berita AI mungkin lebih cocok untuk menangani bencana alam dan keadaan darurat lainnya, karena tersedia kapan saja, siang ataupun malam. Perusahaan juga mengharapkan teknologi baru ini bisa membantu memangkas biaya tenaga kerja dan produksi.

Meskipun kehadirannya menuai pro kontra dan momok yang cukup menakutkan terutama bagi pembawa berita manusia, beberapa ahli yakin bahwa avatar digital bertenaga AI ini tidak akan pernah sepenuhnya menggantikan pembawa berita manusia.

Yoo Seung-chul, seorang profesor di School of Communication & Media di Ewha Womans University di Seoul, percaya bahwa konsep robot atau avatar digital yang hampir menyerupai manusia, terlalu ‘aneh’ bagi sebagian manusia, dan menimbulkan perasaan tidak enak. Karena itu pekerjaan manusia asli sebagai pembawa berita tidak akan tergantikan.

Tapi, tidak menutup kemungkinan juga bahwa pembawa berita AI ini bisa meringankan pekerjaan manusia, terutama apabila dihadapkan dengan kondisi yang cukup genting dan mendesak.

Jadi, kamu lebih suka mendengar berita dari robot pembawa berita AI atau pembawa berita manusia?

Oh ya, sebelum Korea Selatan meluncurkan pembawa berita AI ini, China sudah terlebih dahulu meluncurkan dua pembawa berita AI yang tampak sangat realistis pada tahun 2019 lalu, negara ini juga membuat pembawa berita bertenaga AI wanita pertama.