Webinar Nasional Milad ke-30 FIDIKOM “Strategi Pengembangan Masyarakat di Era Pandemi”

Webinar Nasional  Milad ke-30 FIDIKOM  “Strategi Pengembangan Masyarakat di Era Pandemi”

Poster Webinar Nasional : Strategi Pengembangan Masyarakat di Era Pandemi (19/05/2020)

Dalam rangka memperingati Milad ke-30, FIDIKOM UIN Jakarta menggelar Web Seminar Nasional (Webinar Nasional) dengan topik pembahasan “Strategi Pengembangan Masyarakat di Era Pandemiyang dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Selasa lalu. (19/20)

Acara tersebut membahas mengenai bagaimana strategi masyarakat di tengah pandemi covid-19 yang sedang berlangsung di seluruh dunia terkhusus di Indonesia.

Web Seminar Nasional yang dihadiri oleh para akademisi Perguruan Tinggi

Kurva penularan virus masih terus meningkat. Hal ini cukup dikhawatirkan mengingat Indonesia sendiri adalah negara yang memiliki penduduk yang cukup banyak, serta masyarakat Indonesia saat ini sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, menjadi salah satu hal yang paling dikhawatirkan terhadap penyebaran virus corona itu sendiri.

Menurut Dosen UIN Ar-Raniry Aceh, Rosyidah menyatakan ada beberapa Strategi Komunikasi yang perlu diperhatikan yaitu prioritas komunikasi strategis, pelibatan generasi milenial, riset dan pendokumentasian, serta berorientasi pendidikan publik untuk kesiagaan bencana pandemi.

“Namun yang perlu digaris bawahi adalah pelibatan generasi milenial serta orientasi pendidikan publik dalam menghadapi kesiagaan bencana, karena hal tersebut sangat penting mengingat usia remaja atau generasi milenial mendominasi di Indonesia” Ujarnya.

Dr. Rosyidah, MA – Dosen UIN Ar-Raniry Aceh

Aspek pengembangan masyarakat serta aspek dakwah turut menjadi topik pembahasan pada Webinar kali ini. Dosen FIDIKOM UIN Jakarta, Rubityanah menuturkan dakwah yang paling efektif  untuk stretegi dalam pengembangan masyarakat, bukan hanya dakwah secara retoris yang hanya menyampaikan sebuah pesan kepada masyarakat melainkan Dakwah Bil Hal yang berusaha terus fokus kepada karya dan kerja nyata.

Dr. Rubiyanah, MA – Dosen FIDIKOM UIN Jakarta

Dalam melakukan kebijakan di tengah kondisi pandemi, hendaknya turut serta dilakukan oleh semua golongan masyarakat agar mampu terciptanya kesejahtraan sosial yang berdampak bagi seluruh lapisan masyrakat.

Reporter : Angga Surya Pratomo

Puasa dalam Perbandingan Pandangan Agama

Puasa dalam Perbandingan Pandangan Agama

Poster Internasional Web Semoniar “Fasting Traditions : The Comparative Religion Perspective” (19/05/20)

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan kegiatan seminar online internasional (webinar) bertema “Fasting Traditions : The Comparative Religion Perspective” (18/5). Acara ini diinisiasi oleh Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) yang diketuai oleh Dadi Darmadi. Webinar dilaksanakan melalui aplikasi Zoom dimulai pukul 20.00 WIB yang diikuti oleh 297 partisipan dari berbagai negara.

Webinar internasional secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Jakarta Amany Lubis, dan dihadiri oleh beberapa narasumber diantaranya M. Shamsi Ali (USA/Indonesia), Ismail Latif Hacinebioglu (Turkey), Rabbi Bob Kaplanb (USA), Anne K. Rasmussen (USA), Hamid Slimi (Canada), Dileepkumar Thankappan (USA), Hans Harmakaputra (USA), Andi Faisal Bakti (Indonesia), Suparto (Indonesia), serta dimoderatori oleh Jajang Jahroni (UIN Jakarta).

Imam Islamic Center New York dan Direktur Jamaica Muslim Center M. Shamsi Ali menjelaskan, bahwa terdapat empat pesan moral terpenting dari berpuasa dalam Islam diantaranya membangun self confidence dan self trust karena puasa hubungannya antara diri dengan Allah swt., fitrah (menemukan kembali sifat manusia kita), membangun kepedulian sosial, dan perubahan mentalitas menjadikan hati bersih.

“Kita tahu bahwa puasa adalah salah satu dari lima pilar dalam islam, jadi berpuasa wajib dilakukan oleh setiap muslim” kata Shamsi Ali.

Dalam Agama Kristen, Hans Harmakaputra menjelaskan, terdapat kesamaan seperti yang diungkapkan M Shamsi Ali bahwa puasa adalah hubungannya diri sendiri dengan Tuhan, tidak untuk diperlihatkan kepada manusia.

“Ada tiga poin dalam Injil mengenai puasa, bahwa puasa adalah praktek keagamaan dalam Kristen karena umat Kristen mendapat gambaran spiritual dari Yahudi, puasa manandakan hubungan antara manusia dengan Tuhan, dan Injil tidak menyediakan perintah secara detail menganai puasa,” ujar Hans.

Guru Dileepkumar Thankappan di Amerika Serikat (19/05/20)

Dileepkumar Thankappan mengatakan, dalam tradisi India terutama Hindu memiliki berbagai jenis puasa, beberapa orang hanya akan mengurangi makan, beberapa orang hanya minum air, beberapa orang bahkan tidak akan minum air, beberapa orang mengambil puasa hanya sekali dalam seminggu, dan ada yang berpuasa sebulan sekali.

Suparto mengatakan, setelah ramadan memaksa diri untuk merenungkan atas apa yang telah dilakukan, seberapa baik kita atau seberapa buruk kita. “Ramadan datang sebagai kesempatan besar untuk kita mengevaluasi diri kita untuk menjadi orang yang lebih baik jika kita terlahir sebagai orang baru,” katanya.

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga Andi Faisal Bakti mengenai takwa, bahwa terdapat tujuh elemen menganai takwa yang berhubungan dengan Allah Swt., dan tujuh lainnya berkaitan dengan hubungan antara manusia dan manusia dengan alam.

Reporter : Ningtyas Septiani Putri

Rektor UIN Jakarta Ajak Umat Beragama Berdoa Bersama di tengah Pandemi Covid-19

Rektor UIN Jakarta Ajak Umat Beragama Berdoa Bersama di tengah Pandemi Covid-19

Poster Doa Untuk Kemanusiaan (14/5/20)

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amany Lubis mengajak seluruh umat beragama berdoa bersama di tengah pandemi Covid-19 pada Kamis (14/5). Acara ini diadakan secara online melalui platform zoom dimulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa tokoh agama dan pejabat pemerintah baik nasional maupun internasional. Diantaranya, Guru besar Fakultas Ushuluddin UIN Jakarta, Said Agil Husin Al Munawwar, Sekretaris Jenderal Komite Tinggi Ukhwah Insaniyah Kairo, M Abdussala, Romo Simon PL Tjahyadi, Slim Pendeta Alga Sarapung, Bhikkhu Dhammasubho Mahathera, KS Arsana, Uung Sendana, Cendekiawan Muslim Azyumardi Azra, Ketua Dewan Pembina Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin, mantan Gubernur Nusa Tengga Barat, TGB Muhammad Zainul Majdi, tokoh Islam Thailand, Ahmad Omar Chapakia, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie.

Ajakan doa bersama tersebut menindaklanjuti seruan dari Grand Syaikh Al Azhar, Ahmad Al Thayyib dan pemimpin Katholik, Paus Fransiskus. Amany mengaku telah mendapat surat imbauan langsung dari Grand Shaikh Al-Azhar Ahmad al-Thayyib pada Jumat (1/5) lalu. Dalam suratnya, Ahmad al-Thayyib mengajak umat Islam di manapun untuk menggelar doa bersama kemanusiaan di tengah pandemi covid-19.

Melalui doa bersama tersebut, seluruh umat beragama ini berharap agar pandemi covid-19 segera berakhir dan semua bisa beraktifitas normal kembali.

“Kita jadikan wabah covid-19 sebagai pelajaran yang sangat berharga untuk kita hidup selalu dalam keadaan bersih dan sehat, hidup adil dan seimbang dengan alam, dan yang lebih penting lagi bahwa dalam urusan keselamatan hidup kita tidak mengenal perbedaan agama, ras, etnis, dan antar golongan” ujar Jimly Asshiddiqie.

Sebelumnya, kegiatan doa bersama ini juga telah digelar secara global oleh seluruh umat beragama di dunia dan menjadi momen yang bersejarah. Monsignor Yoannis Lahzi Gaid, ajudan Paus Fransiskus mengatakan, momen ini juga semakin meyakinkan bahwa agama adalah menyatukan, bukan memecah belah.

Duta Besar Mesir mengucapkan terima kasih kepada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah menyerukan doa untuk kemanusiaan ini, sebagai implementasi atas seruan yang disampaikan oleh Komite Kemanusiaan Internasional dari Al-Azhar tersebut.

“Ini menunjukan solidaritas atas sesama kita, bagaimana latar belakang dan keyakinan, kepercayaan dan sebagainya, kita perlu menumpuk solidaritas diantara kita dalam raangka menyikapi permasalahan secara kemanusiaan ini” ujarnya yang diterjemahkan oleh Syairozi Dumyati.

Sebelum doa bersama ditutup, Amany tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada tokoh-tokoh yang hadir dan berharap semoga doa-doa yang dipanjatkan dapat diterima oleh Allah Swt.

“Kita telah melakukan doa demi kemaslahatan untuk keselamatan seluruh manusia di muka bumi dari pandemi covid-19, semoga Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa menerima doa kita, dan harapan-harapan kita agar di masa depan yang akan datang menjadi lebih baik dan juga dunia lebih sehat serta pandemi ini berakhir dengan cepat” ujarnya.

Reporter : Tim Liputan Infokus

Workshop Online “Meningkatkan Softskill dan Peluang Ekonomi di Masa Pandemi dalam Perspektif Islam”

Workshop Online “Meningkatkan Softskill dan Peluang Ekonomi di Masa Pandemi dalam Perspektif Islam”

Poster Workshop Online “Meningkatkan Softskill dan Peluang Ekonomi di Masa Pandemi dalam Perspektif Islam” (18/5/20)

Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan kegiatan workshop online dalam rangka memeriahkan Milad ke 30 tahun, bertema “Meningkatkan Softskill dan Peluang Ekonomi di Masa Pandemi dalam Perspektif Islam” (18/5/2020).

Workshop online berlangsung melalui aplikasi Zoom yang diikuti oleh 80 partisipan. Secara resmi dibuka oleh Dekan FIDIKOM UIN Jakarta Suparto, dengan narasumber Wahyu Prasetyawan (Dosen FIDIKOM UIN Jakarta) dan Akhsin Muamar (Manager PT. Bank Syariah Mandiri), serta dimoderatori oleh Amanda Reswara (Mahasiswi Manajemen Dakwah 2018).

Sambutan Dekan FIDIKOM UIN Jakarta, Suparto (18/5/20)

Wahyu Prasetyawan menjelaskan bahwa selama masa normal ekonomi bergerak berdasarkan tiga aliran yaitu capital (modal), goods (barang atau bahan baku), dan people (manusia). Namun dalam masa pandemi Covid-19 ini capital terhambat, supply barang terganggu, dan manusia mengurangi konsumsinya.

“Tujuan ekonomi dan bisnis dalam masa pandemik adalah hanya survive, bagaimana sebuah perusahaan bisa bertahan dan tidak bangkrut. Karena kalo bisa survive sekarang, ketika pandemi berakhir perusahaan masih bisa terselamatkan dan bisa melanjutkan kembali bisnisnya setelah pandemi bahkan bisa jauh lebih kuat” kata Wahyu.

Sehingga diperlukannya peningkatan softskill diantaranya curiosity (rasa ingin tahu), insight (wawasan), engagement (keterikatan), dan determination (determinasi/penentuan) yang dapat membawa seseorang kepada keberhasilan. Peningkatan softskill ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kepercayaan terhadap diri dan menghilangkan rasa tidak enak.

Reporter : Ningtyas Septiani Putri

Milad ke 30 FIDIKOM UIN Jakarta Gelar Webinar Nasional Dakwah Virtual : Telaah Etnografi Digital

Milad ke 30 FIDIKOM UIN Jakarta Gelar Webinar Nasional Dakwah Virtual : Telaah Etnografi Digital

Poster Webinar Nasional : Telaaah Etnografi Digital (12/5/20)

Dalam rangka Milad ke 30 tahun, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,  menggelar Webinar atau Web Seminar Nasional bertema “Dakwah Virtual : Telaah Etnografi Digital” (12/5). Acara ini diinisiasi oleh Laboratorium FIDIKOM UIN Jakarta yang diketuai oleh Ade Masturi.

Webinar Nasional ini dibuka secara resmi oleh Dekan FIDIKOM UIN Jakarta, Suparto dan dihadiri oleh beberapa narasumber diantaranya Moch Fakhruroji (UIN Sunan Gunung Djati Bandung), Wahyuddin Halim (UIN Alaudin Makassar), Rully Nasrullah (UIN Jakarta), dan dimoderatori oleh Fita Fathurokhmah (UIN Jakarta).

Webinar Nasional dilaksanakan melalui aplikasi Google Meeting yang diikuti oleh 96 partisipan seluruh Indonesia. Acara ini mendapat antusias dari peserta diantaranya STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron Ngawi, Jawa Timur, UIN Suska Riau, UIN Antasari Banjarmasin, IAIN Kudus, IAIN Kendari, IAIN Pekalongan, FDK Unisnu Jepara, Universitas Negeri Medan, dan kampus lainnya.

Wahyuddin Halim menjelaskan bahwa Etnografi merupakan salah satu metode penelitian kualitatif yang dilakukan dengan cara peneliti berpartisipasi dengan apa yang sedang diteliti. Fokus dari penelitian ini adalah budaya penggunaan media online. Disimpulkan etnografi internet itu memindahkan cara kerja secara normal pada konteks internet atau digital.

Wahyuddin juga memaparkan contoh hasil penelitiannya berjudul Young Islamic Preachers on Facebook : Pesantren As’adiyah and Its Engagement with Social Media yang meneliti tentang bagaimana paparan dan keterlibatan media sosial telah memengaruhi kehidupan keagamaan, tradisi pesantren yang sering dikaitkan dengan konservatisme.
Moch. Fakhruroji mengungkapkan bahwa kajian dakwah virtual tidak hanya dapat digunakan dengan metode etnografi saja, tetapi dapat digunakan juga dengan metode lain, misalnya metode Netnografi.

“Ada banyak istilah digunakan dalam menyebut fenomena munculnya pesan-pesan agama di internet, ada cyber-religion, digital religion yang kemudian dispesifikan menjadi istilah online religion. Internet sebagai ruang publik atau public sphere Islam dengan penggunaan internet sebagai sarana penyajian pengetahuan Islam yang berimplikasi pada kemunculan Praktik dakwah Islam secara online,” ungkap Fakhruroji.

Rully Nasrullah menjelaskan tentang Digital Research for Digital Culture, dimana terdapat kesalahan umum dalam riset di internet yaitu seharusnya melakukan riset dengan realitas baru, namun melakukannya dengan perangkat analisis yang muncul sebelum internet.

“Harusnya analisis media siber bisa dilakukan dengan level 1). Ruang media (media space) objeknya adalah struktur perangkat media dan penampilan, 2).Dokumen media (media archive) objeknya isi dan aspek pemaknaan teks/grafis, 3). Objek media (media object), interaksi yang teradi di media siber, 4). Pengalaman (experiential stories) yaitu motif, efek, manfaat atau realitas yang terhubung secara offline maupun online.” ujar Rully.

Reporter : Elsa Azzahraita

Seminar KKN ” Peran Penting Perguruan Tinggi di Masa Pandemi Covid-19″

Seminar KKN ” Peran Penting Perguruan Tinggi di Masa Pandemi Covid-19″

Rektor UIN Jakarta (Amany Lubis) memberikan sambutan pada Seminar KKN ” Peran Penting Perguruan Tinggi di Masa Pandemi Covid-19″ melalui aplikasi zoom (14/05/20)

Dalam menindaklanjuti Surat Edaran Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tentang Kuliah Kerja Nyata atau KKN di masa pandemi Covid-19, Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Jakarta melaksanakan Webinar atau Web Seminar Kuliah Kerja Nyata dengan tema “Peran Penting Perguruan Tinggi di Masa Pandemi Covid-19” (14/5).

Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis juga memberikan imbauan agar mahasiswa mampu menjernihkan informasi hoaks tentang Covid-19, dan membangun solidaritas dalam mencegah dampak negatif dibidang ekonomi dengan membayar zakat.

“Semoga laporan KKN tahun ini penuh dengan kemanusiaan dan tawadhu.” Ujar Amany.

Peserta seminar KKN “Peran Penting Perguruan Tinggi di Masa Pandemi Covid-19” melalui aplikasi zoom (14/05/20)

Dalam webinar sesi satu ini, pemateri pertama Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta Jajang Jahroni memaparkan tentang implementasi Kampus Merdeka yang merupakan salah satu kebijakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nadiem Makarim, dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mencari pengalaman di luar Program Studi selama enam bulan hingga satu tahun.

“KKN 2020 ini tetap terlaksana, dengan syarat mahasiswa tetap di rumah dan harus memperhatikan kondisi sekitar, namun dana tahun ini ditiadakan karena ditarik oleh Kementrian Agama untuk penanganan nasional Covid-19.” sambung Jajang

Sementara paparan materi kedua, oleh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta Nadratuzzaman Hosen disebutkan bahwa mahasiswa yang merupakan agent of change harus bisa mengubah sikap masyarakat dalam menghadapi modernisasi.

“Pertama kita harus mengetahui situasi sekarang, dan juga situasi yang diinginkan, selanjutnya melakukan proses dengan tiga hal penting, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan.” ungkap Nadratuzzaman

KKN 2020 rencananya akan dilaksanakan awal Juli hingga Agustus. Informasi mengenai teknis, pola kegiatan, laporan, dan lainnya akan disampaikam pada webinar sesi dua diwaktu mendatang.

Reporter: Nur Arisyah Syafani

DNK TV UIN Jakarta Berbagi Saat Pandemi Covid-19

Station Manager DNKTV Irlan Istichori (kiri) memberikan simbolis bantuan donasi kepada penggagas Dapur Untuk Rakyat Ahmad Nabil Bintang (kanan) di Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Jum’at (08/05/2020).

Pandemi Covid-19 berdampak pada perekonomian masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat kelas ekonomi menengah kebawah 

Dalam rangka menyambut Milad FIDIKOM ke-30, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi melalui salah satu Lembaga Penyiaran Komunitas, DNK TV, melaksanakan kegiatan DNK berbagi guna membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi tersebut.  Kegiatan ini juga didukung seluruh Lembaga Otonom (LO), Lembaga Semi Otonom (LSO) serta keenam jurusan yang berada di Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Dari proses pengumpulan dana yang dilakukan sejak 13 April sampai 4 Mei, diperoleh dana sebanyak tujuh juta rupiah. Dari dana yang terkumpul tersebut, bantuan disalurkan ke dua tempat di daerah Tangerang Selatan yaitu Yayasan Raudlatul Makfufin dan Dapur Untuk Rakyat. Yayasan Raudlatul Makfufin, merupakan yayasan tuna netra  yang terletak di Jalan H. Jamat Gang Rais No.10, Buaran, Kec. Serpong, Kota Tangerang Selatan yang turut merasakan dampak besar pandemi covid-19 ini. Sedangkan, Dapur Untuk Rakyat bergerak dibidang kemanusian membantu memberikan pangan kepada masyarakat terdampak pandemi tersebut di sekitar kawasan Tangerang Selatan. 

Ketua pelaksana DNK BERBAGI 2020 Alvin Akbar (kanan) memberikan bantuan donasi kepada pengelola Yayasan Raudlatul Makfufin Rafiq (kiri) di Serpong, Tangerang Selatan, Jum’at (08/05/2020).

Bantuan kepada Yayasan Raudlatul Makfufin berupa sembako senilai 1,5 juta rupiah dan uang tunai sebesar dua juta rupiah. Rapiq, selaku pengelola Yayasan Raudlatul Makfufin merasa sangat terbantu dengan bantuan yang telah diberikan, dan berharap kepada DNK TV selalu berkomitmen agar dapat berkerjasama khususnya dengan para tuna netra yang ada di yayasan tersebut. Selain itu, bantuan yang didapat juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para tuna netra di Yayasan Raudlatul Mukfufin.  

Bantuan selanjutnya di salurkan kepada Dapur Untuk Rakyat, yaitu sebuah lembaga yang sudah berdiri sejak awal pandemi yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat sekitar yang terdampak Covid-19 khususnya di daerah Tangerang Selatan. Lokasi posko pendistribusian Dapur Untuk Rakyat ini terletak di Jalan Jambu Nomor 1, Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur. Bantuan yang diberikan berupa sembako senilai 3,5 juta rupiah. Ahmad Nabil Bintang selaku penggagas Dapur Untuk Rakyat berharap agar bantuan yang telah diberikan mampu membantu agar Dapur Untuk Rakyat dapat terus hadir membantu masyarakat yang mengalami kesulitan pangan. Sebagai Lembaga Penyiaran Komunitas, Ahmad Nabil Bintang juga berharap agar DNK TV mampu menjadi media kampus yang tetap berintegritas, mampu memberikan literasi media kepada masyarakat, serta memberikan konten-konten kreatif yang bermanfaat.

#dnknews #dnktv #dnkberbagi

KKN Tahun 2020 Ditiadakan

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengeluarkan surat edaran tertanggal 30 April 2020. Dalam edaran tersebut seluruh bentuk kegiatan KKN ditiadakan dan diganti dengan model KKN-DR (Dari Rumah) dan KKN-KS (Kegiatan Sosial). Langkah ini diambil sehubungan status kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia. Pelaksanaan KKN-DR dan KKN-KS diatur kemudian dalam Petunjuk Teknis.