Universitas Internasional Tapi Fasilitas Bobrok

UIN Jakarta merupakan perguruan tinggi Islam negeri terbesar di Indonesia dengan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Bahkan, dilabeli taraf kampus Internasional. Namun, memiliki fasilitas umum yang kurang layak.

Setiap tahun Uang Kuliah Tunggal (UKT) naik, akan tetapi kenaikan UKT tidak selaras dengan kondisi beberapa fasilitas di UIN Jakarta. Dengan kondisi tersebut, muncul ketidaknyamanan mahasiswa dalam melakukan aktifitas di kampus.

Terdapat beberapa fasilitas kampus yang kurang memadai seperti kursi ruang kelas yang sudah tidak nyaman, parkir kendaraan yang tidak tertata, hingga kamar mandi yang kerap kali dalam kondisi kotor dengan banyak sampah berserakan, air yang sering habis dan terjadinya genangan air karena drainase yang kurang baik.

Berangkat dari keresahan mahasiswa, Dema UIN Jakarta melakukan audiensi kepada Ahmad Rodoni, Wakil Rektor Bidang Administrasi. Abid Al Akbar, Ketua DEMA UIN Jakarta menuntut pihak Universitas untuk memperbaiki fasilitas kampus.

“Secara gambaran besar tuntutan kita seputar hal-hal tersebut, yang kita fokuskan pada audiensi kemarin adalah kita mulai dari hal yang paling sederhana yaitu toilet, dalam hal ini di tingkat Universitas itu toilet yang bisa kita tuntut ke rektorat itu adalah toilet Student Center, karena kalau toilet fakultas itu kewenangan dari fakultas masing-masing.” ujar Abid pada wawancara via WhatsApp (11/11).

Ahmad Rodoni, Wakil Rektor Bidang Administrasi mengafirmasi apa yang disampaikan oleh Dema UIN Jakarta perihal kerusakan fasilitas kampus dan akan segera memperbaiki fasilitas-fasilitas tersebut. Meski demikian, pihak Universitas tidak memberikan tanggal pasti kapan akan dilaksanakan renovasi terhadap fasilitas kampus.

“Ini yang harus kita kawal, untuk perihal tanggal Wakil Rektor tidak menjelaskan secara spesifik. Setiap minggu akan kita follow up kalau dari teman-teman Dema-U sebelum bulan Desember setidaknya itu sudah di renovasi, tanpa alasan,” ujarnya kembali.

Menurutnya jika hingga bulan Desember belum ada perbaikan terhadap fasilitas kampus dengan berbagi alasan, maka tidak dapat dimaklumi dan akan langsung menuntut terhadap rektorat baik dengan jalur audiensi hingga demonstrasi.

Jika nanti fasilitas kampus telah direnovasi, tugas masyarakat UIN semuanya adalah menjaga serta merawat fasilitas kampus. Meskipun hal ini menjadi kewajiban dasar bagi setiap masyarakat UIN Jakarta. Namun, tetap harus ada yang bertugas sebagai penanggung jawab guna meminimalisasi kerusakan pada fasilitas kampus.

“Perawatan fasilitas harus dijaga dan ini pekerjaan rumah bagi mahasiswa juga untuk merawat fasilitas yang ada. Jadi memang kita pahami bersama bahwa kewajiban yang pertama adalah menjaga kebersihan, menjaga fasilitas itu kewajiban masyarakat UIN, entah fasilitas itu buruk atau tidak, itu sudah menjadi landasan dasar. Namun, pada akhirnya harus ada yang ditanggung jawabkan,” ujarnya.


Reporter: Sifa Sevia

Editor: Belva Carolina

MAXIMA 2022: Ajang Salurkan Minat dan Bakat Mahasiswa UMN

Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menggelar acara Malam Expresi Mahasiswa (MAXIMA) yang merupakan acara tahunan untuk  para mahasiswa baru pada 22 Agustus hingga 24 September lalu. Acara yang diselenggarakan selama kurang lebih satu bulan tersebut menjadi ajang untuk memperkenalkan berbagai komunitas, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), organisasi, Lembaga Semi Otonom (LSO), himpunan, dan lembaga lainnya di Universitas Multimedia Nusantara.

Mengusung tema ‘Miraculous Adventure’ yang berarti petualangan penuh keajaiban, MAXIMA bertujuan untuk mengajak mahasiswa/i baru untuk berpetualang dengan mengikuti seluruh rangkaian acara yang terbagi menjadi 3 segmen.

Segmen pertama dari acara ini bertajuk Danthalian Camp yang dilaksanakan selama 5 hari mulai dari tanggal 22 hingga 26 Agustus. Dalam rangkaian acara ini, MAXIMA melaksanakan pameran secara daring sebagai gambaran untuk para mahasiswa/i baru terhadap berbagai organisasi serta media kampus yang dapat diikuti.

Segmen kedua dari rangkaian acara MAXIMA bertajuk Klair Festival yang diselenggarakan selama 7 hari mulai dari tanggal 5 hingga 13 September. Dengan berkolaborasi bersama UKM, organisasi, LSO, dan media kampus, acara ini dikhususkan untuk para mahasiswa/i baru yang tertarik untuk melakukan demonstrasi kegiatan kemahasiswaan. 

Malam Puncak MAXIMA 2022 bertajuk ‘Efterar Blast’. (Dok. Press Release MAXIMA 2022).

MAXIMA 2022 ditutup dengan acara malam puncak yang bertajuk Efterar Blast yang dilaksanakan secara terbuka pada 24 September lalu. Berbagai LSO, UKM, serta organisasi di UMN juga turut berpartisipasi dalam acara ini untuk menampilkan pertunjukan kepada mahasiswa/i baru. Pada rangkaian kegiatan ini, berbagai organisasi juga dipersilakan untuk membuka pendaftaran keanggotaan bagi para mahasiswa/i baru.

Dengan dukungan penuh dari pihak internal kampus serta 12 perusahaan sponsor dan 48 media partner, acara ini menghadirkan artis serta beberapa band seperti Arash Buana, Mendadak Manggung, dan The Overdue. Efterar Blast juga turut dimeriahkan oleh penampilan dari UKM seni-budaya di UMN seperti UMN Symphony Orchestra, Teater Katak, Ultima Sonora, Qorie, Mufomic, J-Cafe, dan Street Dance.


Reporter: Adellia Prameswari

Editor: Dani Zahra Anjaswari

Kuliah Umum dengan Kementerian BUMN

UIN Jakarta mengadakan perkuliahan umum dengan tema “Transformasi BUMN Wujudkan SDM Unggul dalam Hadapi Tantangan Ekonomi Digital” di Auditorium Harun Nasution yang diisi langsung oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir dan Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis, pada Selasa (29/11).

Rektor UIN Jakarta, Amany Lubis berharap kegiatan ini dapat menggali dan mengembangkan potensi mahasiswa UIN Jakarta untuk mewujudkan SDM unggul menghadapi transformasi BUMN dalam menghadapi tantangan di era digital.

“Semoga dengan adanya kuliah umum ini mahasiswa UIN Jakarta menjadi terbiasa dalam berkomunikasi, belajar, dan berbisnis menggunakan digital. Alat-alat digital mempunyai dua ujung pisau yang positif dan negatif. Saya yakin generasi UIN Jakarta bisa menggunakan alat canggih secara arif dan menjadi positif,” ucapnya saat diwawancarai secara langsung.

Sesi penandatanganan Memorandum of Understanding. (DNK TV/Anindi Aida Bilqis)

Dalam kuliah umum tersebut Menteri BUMN, Erick Thohir memaparkan bahwa jika diibaratkan, pergerakan ekonomi harus menjadi amanat untuk selurut rakyat terutama generasi muda di Indonesia.

“Pergerakan ekonomi harus menjadi amanat, kalau tidak nanti diambil orang. Karena landscape peperangannya sudah berubah sekarang, yaitu di ekonomi digital, ini yang harus kita waspadai,” ujar Erick, Selasa (29/11).

Setelah dilaksanakan sesi kuliah umum, UIN Jakarta dengan BUMN menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan salah satu perusahaan BUMN yaitu PT Telkom Indonesia. Menurut Amany, kerja sama ini dilakukan untuk memperkuat sinyal di UIN Jakarta dengan kapasitas yang lebih besar. Diharapkan pula Informasi dan Teknologi (IT) UIN Jakarta dapat dikembangkan kembali sehingga lebih modern dan maju.

Ketua Pelaksana Kuliah Umum, Alfi Syahrin berharap agar apa yang disampaikan Erick Thohir saat Kuliah Umum dapat menimbulkan sifat kritis dalam kerangka berpikir mahasiswa UIN Jakarta dan dapat dipetik dengan baik ilmu yang dipaparkan.

“Semoga apa yang dicurahkan oleh Bapak Erick dapat diambil ilmunya, layaknya sebuah pohon semoga buahnya bisa dinikmati oleh mahasiswa UIN Jakarta,” ucap Alfi.


Reporter: Anindi Aida Bilqis

Editor: Ahmad Haetami

DNK TV Raih Tiga Besar Film Terbaik dan Aktor Terpilih dalam FFBAN 2022

Kremov Picture bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menyelenggarakan Festival Film Banten 2022. Tahun ini merupakan tahun keenam diadakannya acara tersebut. Festival Film Banten diadakan untuk mengapresiasi para pembuat film di wilayah Banten dengan mengangkat tema “Persahabatan dan Petualangan Budaya” pada tahun ini.

Dalam rangka memberikan penghargaan kepada para nominator, Festival Film Banten 2022 mengadakan malam anugerah di Convention hall The Royale Krakatau, Cilegon, Sabtu malam (26/11). Acara ini dihadiri oleh Pj Gubernur Banten, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Direktur Perfilman, Musik dan Media Kemendikbudristek, Walikota Cilegon beserta jajarannya. Kemudian, festival ini memiliki berbagai nominasi dalam ajang tersebut dengan total hadiah Rp18,5 juta. Kategori tersebut di antaranya adalah film terbaik kategori pelajar, mahasiswa, dan umum; penulis skenario, sutradara, sinematografer, aktor, aktris, editor, desainer poster, dan penata musik terbaik.

Dari beberapa nominasi di atas, film dari DNK TV UIN Jakarta berhasil memasuki nominasi tiga besar Film Terbaik Kategori Mahasiswa dan mendapat penghargaan Aktor Terbaik yang diraih oleh Syarahbiel, Mahasiswa Jurnalistik UIN Jakarta. DNK TV merupakan salah satu Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK) yang berada di bawah naungan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fdikom) UIN Jakarta.

Film pendek yang dibawa DNK TV untuk mengikuti festival tersebut berjudul “Lepas” dengan durasi 5.30 menit. Film ini bercerita tentang dua sahabat yang terpisah sejak adanya tsunami Banten 2018 silam.

Tim DNK TV menghadiri malam anugerah Festival Film Banten 2022 di Convention hall The Royale Krakatau, Cilegon, Sabtu malam (26/11). (Rizky Faturrahman/DNK TV)

Menurut Syarahbiel sebagai Aktor Terbaik Festival Film Banten 2022 mengatakan bahwa ia sangat bersyukur bisa memenangkan kategori tersebut.

“Perasaannya Alhamdulilah, senang dan bersyukur banget bisa dapet penghargaan ini. Tentunya ini semua berkat kerja sama tim yang solid dan asik, sih. Dan sebenarnya masih ragu untuk pegang penghargaan ini karena dari saya pribadi masih banyak kekuarangan dalam bidang seni peran. Tapi apapun itu ini jadi acuan saya untuk terus belajar dan menikmati sebuah proses,” ujarnya.

Sutradara “Lepas” Taufik Nur Rohman mengaku bangga dengan kru yang terlibat hingga film pendek tersebut bisa mencapai ajang festival.

“Saya sangat bersyukur dan bangga kepada para kru yang terlibat dalam proyek ini karena sejatinya mereka punya tekad yang tinggi untuk menyukseskan dan membawa proyek ini ke festival. Karena DNK TV selama 13 tahun terakhir belum pernah masuk ke ranah festival untuk film sendiri,” katanya.

Taufik juga berharap agar ke depannya terdapat sineas yang berasal dari UIN Jakarta. Kemudian, ia pun menyarankan agar pihak kampus lebih memperhatikan lagi mahasiswanya yang punya potensi dalam industri perfilman maupun media.


Reporter: Hasna Nur Azizah

Editor: Fauzah Thabibah

Migrasi TV Digital: Sudahkah Subsidi STB Terealisasi dengan Baik?

Kebijakan pemerintah untuk mematikan siaran TV analog sejak April 2022 menimbulkan pro dan kontra di masyarakat, terlebih sejak Rabu (2/11) saat wilayah Jabodetabek mendapat giliran pemutusan siaran TV analog (analog switch off atau ASO).  Kini untuk menikmati siaran TV, masyarakat memerlukan TV digital atau set top box (STB) sebagai peranti bila TV belum mendukung sinyal digital.

Meski pemerintah mengklaim memberi subsidi pada masyarakat yang kurang mampu, namun nyatanya banyak masyarakat kurang mampu yang mengaku belum mendapatkan subsidi STB. Seperti diketahui, harga STB dipasaran sendiri dibandrol sekitar 150-300 ribu rupiah, sesuai dengan merk dan kualitas yang ditawarkan. 

Migrasi TV digital ini telah membuat sejumlah masyarakat merasa kehilangan hak mengakses siaran televisi, terutama bagi mereka yang kurang mampu dan tak terjangkau oleh subsidi. Mereka yang tidak mampu membeli dan tidak mendapat subsidi, kini harus merelakan satu-satunya akses hiburan di rumah hilang.

Disisi lain, pemerintah mengatakan bahwa siaran TV digital ini memiliki banyak dampak positif, salah satunya kualitas gambar dan suara yang lebih jernih dan tayangan program yang lebih beragam. Oleh karena itu, ASO tetap dijalankan sesuai dengan peraturan pada UU Cipta Kerja pasal 60A yang salah satu bunyinya mengatakan penghentian siaran analog paling lambat dua tahun sejak disahkannya UU cipta kerja.

Sudah Bijakkah keputusan Pemerintah Mengenai ASO?

Dikutip melalui BBC News Indonesia, pengamat ekonomi digital, Nailul Huda mengatakan bahwa persoalan besar dalam distribusi bantuan STB adalah pemerintah tidak memiliki basis data yang valid soal siapa saja yang berhak menerima bantuan.

Ia juga menambahkan, ketidakmampuan masyarakat miskin untuk bermigasi ke siaran digital disebabkan karena subsidi STB dari pemerintah belum merata, bahkan berpotensi tidak tepat sasaran karena data yang digunakan untuk memberi subsidi STB sama dengan data bantuan sosial.

Ilustrasi TV digital. (Freepik/@pch.vector)

Seorang warga kecamatan Ciledug, Tangerang yang merupakan pekerja lepas, Raihan, mengatakan bahwa ia dan keluarga kini tak lagi dapat mengakses siaran TV sejak diputusnya siaran analog. 

“Menurut saya itu tindakan memaksa untuk membeli STB, kasian yang gak punya uang untuk beli STB. Saya juga gak beli karena lagi gak ada uang, sekarang kalo keluarga lagi kumpul jadi sepi banget, planga-plongo gak ada hiburan,” tutur Raihan.

Keputusan pemerintah untuk bermigrasi dari TV analog menjadi digital memang memiliki banyak dampak positif, misalnya untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari segi teknologi, mengingat banyak negara yang sudah menerapkan siaran TV digital, juga untuk memberi kualitas yang lebih baik bagi masyarakat yang menikmati siaran TV.

Namun, pertanyaannya, apakah Indonesia sudah benar-benar siap untuk migrasi TV analog ke digital? melihat masih banyak daerah-daerah terpelosok yang tak terjangkau oleh sinyal. Jangankan di daerah terpencil, sejak pemberlakuan ASO, masih banyak masyarakat di perkotaan yang mengeluhkan tidak mendapat sinyal digital meski telah memasang STB.

Selain kesiapan infrastruktur TV digital, hal selanjutnya yang perlu dipertanyakan yaitu apakah subsidi STB dari pemerintah benar-benar menjangkau mereka yang tidak mampu? karena dalam membagikan STB, pemerintah menggunakan data sama seperti yang digunakan pada bantuan sosial.

Jika bansos saja masih tidak tepat sasaran, apalagi subsidi STB yang mengikuti data bansos yang mana data tersebut tidak mengetahui apakah penerima subsidi sudah memiliki TV digital atau belum. Jadi ada kemungkinan orang yang sudah memiliki TV digital, tetap menerima bantuan STB yang harusnya diberikan pada mereka yg tidak memiliki TV digital.

Kebijakan pemerintah haruslah dibarengi dengan kesiapan masyarakat sebagai objek yang dikenai kebijakan. Sosialisasi yang diklaim telah pemerintah lakukan sedari 2020, ternyata masih meninggalkan kerancuan di tengah masyarakat. Banyak masyarakat yang mempertanyakan kebijakan ini dan bahkan belum mengetahui dan paham betul mengenai ASO.

Terlebih bagi mereka para lansia dan kaum awam teknologi, apakah mereka sudah tersosialisasi dengan baik? Apakah mereka tak diberatkan oleh kebijakan yang tiba-tiba merenggut hak mereka untuk menikmati siaran TV analog sebagai satu-satunya akses hiburan dan infromasi yang dimiliki?


Reporter: Adinda Shafa Afriasti

Editor: Latifahtul Jannah